Pemerintah Kabupaten Bogor yang menggencarkan program vaksinasi Covid-19 direspons Pemerintah Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupten Bogor dengan menggelar vaksinasi jemput bola bekerja sama dengan Puskesmas Laladon membuka beberapa sentra vaksinasi untuk semua masyarakatnya yang berasal dari 12 RW diantaranya di SMKN 1 Ciomas dan Puskesmas Laladon.
“Alhamdulilah sekitar 60 persen lebih warga di Desa Laladon sudah melakukan vaksinasi,” ujar Kepala Desa Laladon, Rusmin disela sela vaksinasi dengan pola jemput bola di RW 02, Desa Laladon, Selasa (28/9).
Upaya ini untuk mendukung program Pemkab dan percepatan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya. Rusmin mengatakan, masyarakat di desanya ada yang ikut vaksinasi di sentra yang telah ditetapkan dan ada juga yang melakukan vaksinasi di tempat tempat kerja atau kantornya masing-masing.
“Untuk mayoritas warga yang tinggal diperumahan kebanyakan mengikuti program vaksinasi di kantor kerjanya masing masing,” beber Rusmin didampingi Casminto dari Babinsa dan Galih, Babinkamtibmas.
Rusmin menambahkan, ia juga menggulirkan program atau sistem vaksinasi jemput bola dengan menggelar vaksinasi di tiap-tiap RW yang ada di Laladon. “ Saat ini kami baru melakukan jemput bola di RW 02. Alhamdulilah masayarakatnya sangat antusias,” tegasnya
Jenis vaksin Covid-19 di RW 02 adalah Sinovac dengan dosis 1 dan dosis 2. Terkait masalah kuota, kata Rusmin, program vaksinasi dengan sistem jemput bola di RW 02 kuotanya sekitar 500. “Saya senang masyarakat di RW 02 sangat antusias ikut pogram vaksinasi yang didatangi langsung oleh pihak Satgas Covid-19 tingkat Desa Laladon,” ujarnya.
Climber putri Jawa Barat, binaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bekasi, Salsabila melaju ke putaran final kategori boulder perorangan putri pada pertandingan pertama panjat tebing Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di arena Panjat Tebing SP2 Mimika, Senin (27/9/2021).
Wanita yang akrab disapa Sabila tersebut berhasil menempati peringkat lima besar, usai melewati rintangan di hari pertama babak penyisihan kategori boulder perorangan putri. Bahkan Salsabila, mampu meraih poin yang cukup untuk bersaing dengan empat atlet terbaik lainya.
Untuk kategori boulder Salsabila menempati peringkat lima besar. Sementara di urutan pertama ditempati atlet asal Jawa Timur, Fitria Hartani, disusul di peringkat kedua, Nurul Iqamah dari NTT, peringkat ketiga, keempat dan keempat masing-masing ditempati Kharisma Ragil Rakasiwi (Jawa Timur) dan Apriana Nasution (Sumbar).
Pada nomor boulder putri, tim Jawa Barat menurunkan dua pemanjat. Hanya saja, Betti Nawa Fatus Yoganota gagal mengikutu jejak yang dicapi Salsabila. Betti harus puas menempati peringkat 16 cabor panjat tebing itu.
Selain melaju ke putaran final boulder, Salsabila juga masuk ke putaran final kategori lead perorangan putri. Sabila menempati posisi tiga besar. Urutan pertama ditempati rekan satu timnya Widia Fujiyanti (Jawa Barat), dan urutan kedua tempati atlet Papua, atas nama Triara Putri, urutan empat Kharisma Ragil (Jawa Timur), kelima Choirul Umi (Jawa Timur), keenam Syarifah (DKI Jakarta), ketujuh Ayu Fatullah (Nusa Tenggara Barat), dan urutan kedelapan Nadya Putri (Bali).
Para pemanjat putri Jawa Barat ini, akan bertanding di partai final pada Rabu (29/9/2021). Bahkan kedua pemanjat putri tersebut berpeluang meraih medali untuk Jawa Barat.
Atlet panjat tebing putri Jawa Barat, asal Kota Bogor, Widia Fujiyanti akan berjuang dengan maksimal, pada putaran final perebutan medali emas kategori lead perorangan putri cabang olahraga panjat tebing Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di arena Panjat Tebing SP2 Mimika, Rabu (29/9/2021) Waktu Indonesia Timur (WIT).
Melalui pesan WhatsApp-nya, Widia Fujiyanti mengaku sudah siap bertanding di putaran final. Bahkan saat ini, dirinya juga sedang fokus mengontrol emosi, serta menguatkan konsentrasi dirinya agar lebih tenang, pada saat pertandingan final kategori lead.
“Alhamdulilah saya masuk putaran final di urutan pertama, dan saya harus optimis untuk final nanti. Namun saya tidak mau terlalu berambisi, karena yang saya ingin lakukan di final nanti, saya bisa melakukan yang paling terbaik. Tapi sebelum saya bertanding, saya ingin lebih fokus mengontrol diri saya, supaya bisa tetep stabil, dan pestinya konsentrasi tenang serta ikhlas,” kata Widia Fujiyanti, Selasa (28/9/2021).
Remaja yang akrab disapa Wiwi ini menjelaskan, bahwa lawan terberat pada pertandingan final nanti adalah dirinya sendiri, dan jalur yang akan panjat. Jadi konsentrasi serta mengontrol emosi merupakan kunci utama di partai final tersebut.
“Kami yang lolos ke putaran final ini adalah atlet-atlet terbaik perwakilan dari masing-masing provinsi. Apalagi disini kami semua rata punya kualitas pemanjatan yang baik. Hanya saja tinggal bagaimana kuasa Tuhan kasih juara untuk siapa, namun apapun yang saya dapat nanti InsyaAllah saya ikhlas dengan hasil tersebut,” tegasnya.
Namun, tambah Wiwi dirinya akan berjuang keras untuk mempersembahkan prestasi emas dari cabor panjat tebing kepada Jawa Barat, pada pentas olahraga paling akbar empat tahunan di tanah air tahun 2021 ini.
Untuk diketahui, Widia Fujiyanti tampil maksimal dalam babak penyisihan kategori lead perorangan putri. Remaja kelahiran Kota Bogor ini, sukses menempati urutan pertama, disusul urutan kedua tempati atlet Papua, atas nama Triara Putri, ketiga ditempati rekan satu timnya yakni Salsabila, urutan keempat Kharisma Ragil (Jawa Timur), kelima Choirul Umi (Jawa Timur), keenam Syarifah (DKI Jakarta), ketujuh Ayu Fatullah (Nusa Tenggara Barat), dan urutan kedelapan Nadya Putri (Bali).
Atlet golf Kabupaten Bogor, Nabil meraih poin bagus pada pelaksanaan hari pertama Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat, di Dago Heritage, Kota Bandung, Selasa (28/9/2021).
Pria yang baru berumur 16 tahun itu berhasil meraih 75 poin over 5, atau berada di posisi tiga besar. Nabil sendiri mengaku siap memperbaiki catatatnnya pada pelaksanaan hari kedua, Rabu (29/9/2021). “Tadi banyak over terutama di lima hole terakhir,” kata Nabil.
Posisi Kabupaten Bogor sendiri masih aman karena ketujuh atletnya meraih hasil maksimal. Untuk putri, Giantika Mahardhika, dan Juriah tampil fantastis, dan punya peluang besar tampil di Porprov 2022. “Untuk putri aman, dan semuanya bakal ditentukan di hari kedua besok,” kata manajer tim Golf Kabupaten Bogor, Rizki Akbar.
Sementara itu, pada pelaksanaan hari pertama, Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin memberikan support dengan menonton langsung jalannya pertandingan. Junsam sapaan akrabnya berharap, ketujuh atlet golf bisa tampil lebih baik, dan meraih tiket final Porprov. “Hari pertama saya kira hasilnya bagus. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki peringkat di hari kedua,” kata Junsam.
Keluhan sejumlah pemerintah desa (Pemdes) di Kecamatan Ciawi, terhadap para pelaksana proyek pembangunan SDN yang tidak ada laporan pengerjaan, mendapat respon dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah.
Mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor itu pun menegaskan, keluhan Pemdes terhadap pelaku pelaksana proyek SDN tersebut, menjadi evaluasi Disdik untuk tahun depan.
“Persoalan ini menjadi evaluasi bagi kami, agar tahun depan tidak terjadi lagi seperti itu. Nantinya sebelum akan mulai pengerjaan, pelaksana harus melaporkan dulu ke pemerintah desa setempat,” ungkap Juanda saat melakukan peninjauan pelaksanaan proyek rehab ruang kelas di SDN Siliwangi, Kecamatan Cigombong, Selasa (28/9).
Juanda minta adanya peran serta masyarakat, khususnya pemerintahan setempat, baik itu kecamatan maupun desa untuk ikut mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan di wilayahnya tersebut.
“Bagaimana pun proyek sekolah yang sedang dikerjakan pemborong, milik pemerintah juga. Jadi pemerintah kecamatan dan desa berkewajiban ikut dalam pengawasan saat pelaksanaan pembangunan berjalan,” jelasnya.
Terkait progres pembangunan proyek yang ada di SDN Siliwangi, Juanda optimis pihak pelaksana rehab ruang kelas dengan anggaran sebesar Rp.455 juta lebih itu, dapat menyelesaikan pembangunan nya tepat waktu.
“Kalau melihat progres, CV. Anugrah Bunda bisa menyelesaikan proyeknya sesuai waktu yang sudah ditentukan, yakni pada tanggal 21 Oktober 2021,” paparnya.
Sementara, pelaksana proyek rehab ruang kelas CV. Anugrah Bunda, Yusup menjamin pengerjaan rehab tiga ruang kelas yang dilaksanakannya, selesai tepat waktu. “Dengan sisa waktu satu bulan kurang, saya rasa pengerjaan akan selesai,” akunya.
Kepala SDN Siliwangi, Kurtubi bersyukur sekolahnya mendapatkan bantuan proyek pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Terlebih, bantuan yang diterima sekolah lima bangunan sekaligus di tahun anggaran 2021 ini.
“Alhamdulillah tiga ruang kelas yang kondisinya sudah rusak, dapat bantuan rehab. Dua lagi pembangunan gedung perpustakaan dan ruang kelas baru. Totalnya lima bangunan dengan dua pelaksana yang mengerjakan proyek sekolah kami,” tukasnya.
Pemerintah Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan pembangunan jalan Kampung Siranggap – Rancabakti. Jalan yang berstatus jalan desa itu dibangun melalui program Bupati Bogor Satu Miliar Satu Desa (Samisade). Meski sekarang ini memasuki musim penghujan, pembangunan terus dilakukan agar manfaat jalan itu segera dirasakan warga.
Ketua TPK Pembanguanan Samisade Mamur mengatakan, pengerjaan betonisasi jalan penghubung antardesa itu sudah berjalan selama tiga hari. “Kendalanya sering turun hujan akan tetapi kwalitas bangunan jadi prioritas,” ujar Mamur kepada wartawan, Selasa (28/9).
Pengerjaan jalan secara berkala, kata Mamur, sekarang ini ada di kisaran 100 meter. Makmur yang akrab disapa RW Amung yang juga sebagai Ketua LPM itu menyebutkan bahwa betonisasi jalan desa tersebut berdiameter 1500 × 3 meter dengan tinggi 15 centimeter. “Realisasi pembangunan merupakan pengalokasian anggaran Samisade tahap pertama,” ucapnya.
Dijelaskannya, keberadaan jalan yang tengah berlangsung pembangunan itu, sebelumnya telah dilebarkan berikut pengerjaan pengerasan pada tahun 2016 dengan menggunakan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat. “Ini salah satu upaya tindak lanjut, atas terbangunnya jalan melalui program Samisade. Selain akses antar kampung, jalur tersebut bisa digunakan menuju Kecamatan Sukajaya,” jelasnya.
Sebelumnya Kepala Desa Nanggung Muhamad Sodik mengatakan, betonisasi jalan desa tersebut guna mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor. “Alhamdulilah anggaran yang didapat Pemdes Nanggung sebesar 1 miliar. Diharapkan setelah rampung, akses jalan ini tentu dapat mempersingkat waktu tempuh masyarakat di beberapa kampung diantaranya warga kampung Nangela dengan Banar, sebelumnya terpaksa terlebih dahulu memutar balik ketika hendak ke desa tetangga,” jelasnya.
Pemerintah Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor membagikan 400 celengan ke setiap RT. Nantinya, uang celengan yang disimpan di rumah warga dibuka oleh panitia RT dan RW. Lalu setiap tahun baru Islam uang yang terkumpul dibagikan ke anak-anak yatim.
Kepala Desa Sinarsari, Ukon mengatakan, membagikan celengan yatim ke warga merupakan kegiatan runtin setiap tahun. Celengan yatim tersebut diserahkan ke setiap warga di tiap RT. Lalu oleh perangkat RT dan RW nantinya celengan tersebut disebar ke setiap warga.
Tabungan anak yatim yang dikumpulkan oleh warga nantinya dikumpulkan kembali di panitia RT/RW setiap Tahun Baru Islam. “Ada 400 celengan plastik yang dibagikan ke setiap RT, ” ujar Ukon.
Dia menjelaskan, celengan untuk anak yatim tersebut adalah bentuk cinta dan kepedulian masyarakat kepada sesama, terutama anak yatim. Sedangkan untuk anak yatim di Desa Sinarsari dari usia 0 sampai 12 ada 80 yatim, sedangkan 0- sampai 15 tahun ada sekitar 115 anak yatim.
“Celengan anak yatim yang dikumpulan di setiap RT selama setahun bisa terkumpul hingga mencapai puluhan juta, ” ungkapnya.
Tak ada patokan uang yang harus disumbangkan warga yang dimasukan ke dalam celengan yatim. Namun, yang terpenting keiklasan dan kepedulian warga terhadap anak yatim. “Kami berharap dengan adanya celengan yatim bisa meringankan beban anak yatim dan bentuk kepedulian warga terhadap anak yatim,” tukasnya.
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas, direncanakan akan serentak dimulai pada Senin, 4 Oktober mendatang. Keputusan ini diambil Pemerintah Kota Bogor untuk melaksanakan PTM secara terbatas di tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Untuk itu Dinas Pendidikan Kota Bogor tengah menyiapkan segala sesuatunya dan bersinergi dengan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungans, Dinas Koperasi dan UKM dan Polresta Bogor Kota
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi menyatakan, pihaknya telah melakukan verifikasi faktual secara bertahap sejak 16 September 2021 untuk menyiapkan keberlangsungan PTM. “Pada tahap awal dari 50 SMP Negeri dan Swasta, 43 SMP sudah sesuai juknis, sedangkan 7 SMP lainnya harus melengkapi persyaratannya dulu. Kami akan melanjutkan verifikasi faktual 27 SMP Swasta,” ungkapnya.
Verifikasi diselenggarakan untuk memastikan setiap sekolah siap menyelenggarakan PTM dengan memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan. Cukup banyak persyaratan yang harus dipenuhi pihak sekolah. Diantaranya dua dokumen penting, yaitu izin atau rekomendasi Satgas Covid-19 Kota Bogor dan Surat Keputusan (SK) Kadisdik. Di samping itu perlu disiapkan lima personil pendukung. Mulai dari petugas pemeriksaan suhu, pengawas prokes, kebersihan dan desinfeksi ruangan, pemeriksaan prokes Covid-19 di akses masuk dan keluar serta Satgas Covid-19 sekolah.
Selanjutnya tersedia 19 sarana prasarana seperti ruang UKS, ruang transit isolasi, posko gabungan satgas Covid-19, fasilitas mencuci tangan dan hand sanitizer, alat pengukur suhu atau thermo gun, desinfektan dan masker cadangan. Berikutnya enam prosedur pembelajaran, enam prosedur kesehatan, kebersihan dan keamanan, lima prosedur pelatihan dan humas yang harus dipenuhi sekolah sebelum PTM terbatas.
“Kami juga memeriksa bangunan sekolah dan menuntaskan target 80 persen vaksinasi dosis satu bagi seluruh anak sekolah,” tambah Hanafi. Semua persyaratan itu ditetapkan, tentunya untuk menekan potensi kemungkinan terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.
Sementara itu untuk tingkat SMA sederajat, Disdik Kota Bogor juga berkoordinasi dengan KCD dan Disdik Provinsi Jawa Barat yang membawahi SMA dan Kementerian Agama Kota Bogor yang membawahi MTS/MA. Koordinasi ini dilakukan agar ada langkah bersama membuka PTM terbatas serentak di Kota Bogor dengan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. “Harapan kami PTM terbatas bisa dibuka serentak SMP/MTS, SMA/SMK/MA dengan kuota peserta sebanyak-banyaknya 50 persen, baru setelah ini menyusul SD,” katanya.
Rencana PTM tersebut disambut baik pihak sekolah. “Kami setuju dan mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah Kota Bogor untuk membuka kembali kegiatan belajar di sekolah,” tanggap Okwan Himpuni, Direktur Sekolah Alam Bogor, yang telah menempuh proses verifikasi dari Dinas Pendidikan Kota Bogor. Menurut Okwan, verifikasi sekolahnya sudah dilakukan dengan kunjungan para petugas dari Disdik, Gugus Tugas Covid-19 Kota bBogor, Puskesmas Bogor Utara, Bidang Kesra Setda Kota Bogor, pengawas sekolah dan komite sekolah.
Okwan menyebutkan, selain persyaratan yang diverifikasi seperti dipaparkan tadi, pada proses pelaksanaanya, tim verifikasi juga memastikan kesiapan para guru dan orangtua siswa untuk melaksanakan PTM melalui proses wawancara. Kesiapan non fisik seperti itu menurut Okwan memang penting. Oleh karena itu pihaknya juga menyelenggarakan sosialisasi tentang protokol kesehatan pada saat berkegiatan kepada semua pihak yang akan hadir di sekolah.
Sosialisasi dan edukasi dilakukan dengan menerbitkan buku panduan berkegiatan di sekolah, menyiapkan alat peraga termasuk video panduan berkegiatan di sekolah. Di luar itu, pihaknya juga melakukan screening kondisi kesehatan setiap minggu dengan menyiapkan google form yang harus diisi oleh para guru, para siswa dan orangtua siswa.
Seluruh ketentuan itu pernah diujicoba pelaksanaannya melalui simulasi PTM, yang sudah dilakukan pihaknya atas ijin yang diberikan oleh Diknas. Simulasi diselenggarakan dengan dihadiri pengawas sekolah dan perwakilan dari Puskemas Bogor Utara untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar dipatuhi semua pihak yang terlibat. Dari simulasi itu, semua pihak yang berkepentingan di sekolah menjadi lebih memahami situasi dan kondisi ketika PTM dimulai dan mengetahui hal-hal apa yang masih perlu disempurnakan. Dengan semua itu, “Alhamdulillah sekolah kami sudah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh Disdik untuk menyelenggarakan PTM,” ungkap Okwan.
Lalu bagaimana tanggapan para orangtua siswa? Sedikitnya hal itu tergambar dari hasil survei yang dilakukan Sekolah Alam Bogor terhadap seluruh orangtua siswa di jenjang TK, SD dan SMP. Menurut Okwan, sekitar 82,2% orangtua siswa di lingkungan sekolahnya bersikap mendukung dimulainya PTM secara terbatas. Jadi memaang masih ada juga orangtua siswa yang belum mengijinkan putra putrinya untuk mengikuti PTM.
Berdasarkan respon orangtua tersebut dan dengan mempertimbangkan kondisi pandemi terkini di Kota Bogor, maka pihaknya menerapkan sistem hybrid learning. Itulah model pembelajaran yang dilakukan secara offline dan online. “Sehingga kami dapat mengakomodir dan memberikan layanan proses belajar terbaik kepada seluruh siswa,” tambahnya. Langkah-langkah preventif dan penerapan pesyaratan dan pengawasan prokes yang ketat adalah ikhtiar untuk mengembalikan para peserta didik aktif belajar di sekolah. Semoga ikhtiar dengan PTM terbatas di Kota Bogor, bisa berlangsung aman dan lancar.
Rehabilitasi kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten yang pembangunanya dijadwalkan selesai pada November mendatang, menyulut semangat dan motivasi penyuluh di wilayah tersebut.
Dede koordinator penyuluh BPP Pagelaran mengaku senang, bangga dan tersulut motivasinya untuk meningkatkan kinerja sebagai pendamping petani. Ia dan penyuluh lain bertekad akan memanfaatkan sebagaimana mestinya gedung tersebut untuk kegiatan para kelompok tani baik pelaku utama maupun pelaku usaha di bidang pertanian.
“ Setelah selesai fasilitas gedung ini akan dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk kegiatan pertanian, agar para petani merasa memiliki untuk kegiatan pembangunan pertanian, “ ujarnya.
Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor Yusral Tahir mengatakan BPP Kostratani merupakan forum bagi petani dan penyuluh bertukar informasi dan teknologi pertanian secara keseluruhan. Sarana dan prasarana BPP Kostratani harus layak dan memiliki standar yang sama agar forum pembelajaran di BPP bisa berlangsung baik.
“ Program renovasi BPP merupakan bentuk dukungan dan kepedulian bapak Mentan untuk peningkatan pembangunan pertanian melalui perberdayaan forum penyuluh dan BPP Kostratani, “ ucap Yusral, di ruang kerjanya Senin (27/09/2021).
Ia menambahkan kondisi gedung yang nantinya menjadi lebih representatif, akan membuat penyuluh lebih nyaman sehingga lebih fokus bekerja. Untuk diketahui Kabupaten Pandeglang merupakan wilayah binaan PPMKP untuk program utama Kementan.
Dihubungi terpisah Budi S Januardy Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang berharap dengan adanya perbaikan fasilitas gedung BPP menjadi lebih representative, akan mengoptimalkan kinerja penyuluh di kecamatan tersebut dalam melaksanakan tugasnya melakukan pendampingan pada petani.
” Terimakasih Kementan sudah melakukan rehab total BPP Pagelaran, kedepan semoga diikuti BPP lain diwilayah Pandeglang” kata dia.
Iapun menekankan sebagai markas Kostratani kantor BPP hendaknya bisa dijadikan sebagai pusat pembelajaran untuk para petani.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menegaskan dua langkah penting untuk memaksimalkan fungsi BPP Kostratani, dengan memperkuat sarana dan prasarana pendukung serta kapasitas dan kompetensi SDM BPP.
Menurutnya, hal itu sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa penguatan BPP selaku KostraTani dilakukan menyeluruh tanpa terkecuali.
“Seluruh hal mengenai KostraTani harus diperkuat. Dari gedung, sarana prasarana dan SDM. Fungsi KostraTani harus maksimal, berarti penguatan pun harus dilakukan bersamaan. Jadi BPP sudah benar-benar siap saat ditransformasi menjadi Kostratani,” kata Mentan Syahrul.
Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) akan menerapkan aplikasi PeduliLindungi di tiga pasar tradisional pada pekan ini. Ketiga pasa itu adalah Plaza Bogor, Blok AB, dan Blok FG Pasar Kebon Kembang.
Hal itupun menimbulkan kontroversi di kalangan pedagang. Edi, salah satu pedagang Blok F mengaku setuju bila pasar tradisional menerapkan kebijakan PeduliLindungi sebagai syarat masuk atau beraktivitas di dalamnya.
“Ya, setuju, demi kesehatan bersama,” ujarnya kepada wartawan, Senin (27/9).
Pendapat berbeda justru dikemukakan oleh pedagang Blok F lainnya, H. Efendi. Ia meminta agar kebijakan terlebih tidak diterapkan jdi pasar tradisional. Hal itu lantaran kondisi pasar yang saat ini masih sepi.
“Jangan dulu, karena Blok F ini sekarang sepi. Omzet saya setiap hari turun. Kalau diterapkan mungkin makin sepi,” ucapnya.
Ia menilai, penerapan kebijakan itu di pusat perbelanjaan modern berimbas terhadap sepinya pengunjung. “Saya punya toko di BTM, sejak dibuka sampai sekarang sepi. Apalagi anak-anak tak diizinkan masuk,” jelasnya.
Iapun meminta PPJ memikirkan ulang untuk menerapkan aplikasi Pedulilindungi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Perumda PPJ, Muzakkir mengatakan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional bakal diterapkan pekan ini.
Namun, ia meminta agar Kementerian Perdagangan dan Perindustrian serta Kementerian Kesehatan memberikan kelonggaran, termasuk sosialisasi terlebih dahulu.
“Ya, jadi jangan terlalu saklek seperti di mal, yang kita butuhkan edukasi dulu,” ujar Muzakkir.
Menurut dia, kebijakan itu memang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung pasar tradisional di tengah pandemi Covid-19.
“Sebab mesti diperhatikan, pengunjung pasar dan pedagang pasar belum tentu memiliki smart phone atau hp yang mumpuni,” katanya.
Ia menjelaskan, dari total 9.000 pedagang yang berada di bawa Perumda PPJ, sebanyak 80 persen sudah menjalani vaksinasi.