34.1 C
Bogor
Saturday, August 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1075

IMBG Toko Mario Terbit, Pedagang Tuding Oknum Pejabat BPMPTSP dan Satpol PP Masuk Angin

0

JURNAL INSPIRASI – Konflik antara pedagang Pasar Desa Caringin dengan pengusaha Toko Mario yang sampai saat ini belum juga ada penyelesaian, menjadi penilaian buruk terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Terlebih, adanya permasalahan tersebut diduga dimanfaat sejumlah oknum pejabat di Bumi Tegar Beriman, baik oknum pejabat di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) maupun di Satpol PP Kabupaten Bogor.

Ustadz Holilul Rosid, pedagang pakaian muslim di Pasar Desa Caringin menduga ada oknum pejabat yang bermain didalam permasalahan tersebut. Sehingga, hingga saat ini konflik pedagang tradisional dengan pengusaha Toko Mario, belum kunjung ada penyelesaian.

 “Yang ada, Satpol PP tutup mata dan membiarkan perwakilan dari Toko Mario, membuka segel yang sudah dipasang. Inikan aneh, tidak ada sanksi terhadap pelaku yang dengan sengaja merusak atau mencabut segel tersebut,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (18/11).

BACA JUGA: Warga Teluk Pinang Diancam dan Dilaporkan ke Polisi oleh Rentenir

Parahnya lagi, kata Ustadz Holilul Rosid, BPMPTSP Kabupaten Bogor selaku instansi yang mengeluarkan perizinan, malah ikut mendukung pengusaha Toko Mario dengan menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan Gedung (IMBG).

 “Kalau benar informasi IMBG Toko Mario sudah terbit. Kami sangat kecewa terhadap Pemkab Bogor di era kepemimpinan Ade Yasin dan Iwan Setiawan, karena tidak pro rakyat,” tegasnya.

Dijelaskan Ustadz Holilul Rosid, saat terjadi konflik antara pihak pedagang pasar dengan pengusaha Toko Mario, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Caringin memfasilitasi dilakukannya musyawarah yang melibatkan atau mengundang semua dinas terkait, mulai dari BPMPTSP, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Satpol PP Kabupaten Bogor dan pihak pedagang maupun pengusaha Toko Mario.

BACA JUGA: Perbaikan Jalan Sepanjang Jalur Wisata, Ini Kata Suhandi

 “Musyawarah itu pada hari Rabu tanggal 19 Mei 2021, bertempat di aula kantor Kecamatan Caringin,” jelasnya.

Diantara hasil musyawarah tersebut, kata Ustadz Holilul Rosid, yakni pihak paguyuban pedagang pasar keberatan atas adanya Toko Mario Group, karena harga barang di toko itu dibawah harga pasar dan membuat kerugian untuk pedagang pasar.

Selain itu, untuk persyaratan administratif IMBG atas Toko Mario sudah lengkap. Dan akan diterbitkan IMBG nya apabila sudah ada kesepakatan dengan paguyuban pedagang pasar.

Bahasa IMBG akan diterbitkan setelah ada kesepakatan dengan para pedagang yang tergabung kedalam paguyuban, sambung Ustadz Holilul Rosid, bukan keluar dari mulut siapa-siapa, tetapi langsung disampaikan Pak Dace Supriadi sebagai Kepala BPMPTSP atau yang menerbitkan perizinan IMBG dihadapan pedagang dan perwakilan Toko Mario.

BACA JUGA: Diduga Lahannya Tersodet, Ahum Minta Ukur Ulang

 “Makanya kami semua pedagang pasar desa, menanyakan dasar diterbitkannya IMBG Toko Mario. Terus surat kesepakatan yang dituangkan kedalam notulen buat apa,” ujarnya.

Mengaca kepada persoalan tersebut, Ustadz Holilul Rosid dan para pedagang Pasar Desa Caringin lainnya menuding, adanya keberpihakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kepada pengusaha, dibandingkan memperjuangkan aspirasi masyarakat kecil yang membutuhkan perlindungan dari pemerintah.

 “Kami rasa oknum pejabat BPMPTSP dan Satpol PP Kabupaten Bogor sudah masuk angin. Dan lebih berpihak kepada pengusaha daripada pedagang kecil yang merupakan pribumi,” imbuhnya.

BACA JUGA: Perluasan Rumah Sakit EMC Sentul, Kades Ajak Warga Diskusi Publik

Sementara, untuk mengetahui kebenaran informasi sudah terbitnya IMBG, kedua kuasa hukum Toko Mario baik Saleh Hidayat maupun Guruh Agustian saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, tidak membalas.

Sedangkan pegawai Toko Mario, Zenal tidak memberikan keterangan apapun terkait legalitas atau permasalahan yang terjadi di tempat kerjanya.

 “Saya hanya pegawai pak bukan pemilik. Saya tidak bisa memberikan keterangan apapun. Apalagi terkait legalitas perizinan,” tukasnya membalas konfirmasi melalui WhatsApp.

**dedesuhendar/denipratama

Warga Teluk Pinang Diancam dan Dilaporkan ke Polisi oleh Rentenir

0

JURNAL INSPIRASI – Ade Nurjanah, warga  RT 03 RW 01, Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dilaporkan ke polisi oleh rentenir si peminjam uang. Mirisnya lagi, orang yang berhutang ke rentenir mendapat ancaman jika tidak mampu melunasi hutangnya.

Ade Nurjanah yang tinggal bersama orang tuanya menceritakan, mendapat ancaman dari seorang rentenir karena  belum bisa membayar cicilan sebesar 2 juta setiap bulannya. Ade terjerat hutang dengan sang pemberi pinjaman uang tidak resmi 8 bulan lalu, saat dia meminjam uang kepada salah seorang rentenir sebesar 20 juta.

Alasan meminjam uang tersebut lantaran terdesak kebutuhan ekonomi, disamping untuk menambah modal usaha yang dirintisnya yaitu jual beli produk herbal. Namun memasuki bulan ke 3, Ade tidak mampu lagi membayar cicilanya. Mengingat usaha yang dirintisnya itu mengalami penurunan secara drastis, terlebih adanya pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Perbaikan Jalan Sepanjang Jalur Wisata, Ini Kata Suhandi

“Saya pikir awalnya itu bukan rentenir, sebab sebelum terjadi akad, orang yang menawarkan pinjaman pernah menyampaikan kalau soal pembayaran bisa dicicil dan saya pun menganggap ini pinjaman sama seperti ke bank,” akunya, Kamis (18/11).

Setelah berpikir demikian, ia pun akhirnya mencoba pinjam dengan menjaminkan sebuah surat berharga berupa sertifikat rumah milik orang tua. “Waktu itu saya pinjam di bulan Maret 2021 tanggal 6,” ujar Yanah panggilan akrabnya.

Namun, terang Yanah, sesaat sebelum mendapat uang pinjaman, dirinya membuat perjanjian terlebih dulu. Dimana, isi perjanjian tersebut menjelaskan jika dirinya harus membayar cicilan selama 12 bulan dengan uang cicilan perbulannya sebesar 2 juta.

BACA JUGA: Sempat Ngeluh Beban Vaksinasi, Sejumlah Kades di Cibungbulang Kini Tersenyum Lebar

Sampai akhirnya, setelah perjanjian antara dirinya dengan pemberi pinjaman yang berinisial JK ini disepakati, uang pinjaman sebesar 20 juta pun diterima Yanah. “Tapi, dari total pinjaman uang 20 juta ini, saya hanya menerima 16 juta, sebab kata dia (JK-red) potongan yang 4 juta itu yakni 2 juta untuk angsuran ke 1 dan 2 juta lagi buat mediator. Jadi saya tidak menerima utuh sebagai mana yang diharapkan,” terang Yanah.

Yanah menuturkan, saat di bulan ke 2 dirinya masih sanggup untuk membayar cicilan, tapi memasuki angsuran ke tiganya sudah tidak punya uang hingga menunggak dua bulan. Dari awal penunggakan inilah, kekuatiran Yanah mulai timbul karena selalu di telepon, di marah-marahi, bahkan diancam jika nyawa taruhannya kalau tidak bisa membayar.

“Iya saya pernah diancam jika tidak bisa membayar hutang maka ancamannya nyawa,” tutur Yanah.

BACA JUGA: Diduga Lahannya Tersodet, Ahum Minta Ukur Ulang

Mendapati ancaman ini, Ia bingung dan panik, sehingga terus berusaha mencari pinjaman ke sana kemari untuk menutup pinjamannya itu. Namun apa daya, usaha yang dilakukannya tidak membuahkan hasil hingga sang rentenir mendatangi rumahnya.

“Dari situ dia (rentenir, red) beberapa kali ke rumah, bahkan sampai menginap tanpa izin RT. Dan kebetulan waktu itu orang tua saya punya 500 ribu, lalu saya pinjam untuk membayar hutang ke dia,” bebernya.

Setelah memberikan uang, tidak lama kemudian sang rentenir orang datang lagi datang ke rumahnya dengan tujuan sama menagih hutang. Namun, Yanah sedang tidak ada di rumah karena sedang berusaha mencari uang.

BACA JUGA: Sidak Proyek Irigasi, Achmad Fathoni: Kontraktor Gak Bisa Bener Ganti Aja !

Saat berada di rumah, JK membawa surat perjanjian dan meminta orang tua Yanah dan kakaknya menandatangani surat perjanjian yang isinya untuk keringanan dua bulan dengan catatan nanti membayar hutangnya jadi 26 juta dari yang sebelumnya 20 juta. “Saya bingung pak harus gimana lagi, ancaman dan tekanan saya dan keluarga terus ada. Lebih sedihnya lagi saya sudah dilaporkan ke Polsek Ciawi dengan tuduhan penggelapan dan penipuan. Padahal, saya sudah beritikad baik untuk membayar angsuran meski tidak full, tapi karena sudah dilaporkan besok saya datang ke Polsek Ciawi,” pungkasnya. Dede Suhendar

UPT Pengelolaan Sampah 2 Jonggol Terima Kunjungan Bappenas di TPS Cariu

0

JURNAL INSPIRASI – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meninjau langsung Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di  Kp Kebun Jarak, Desa Cariu, Kecamata Cariu, Kabupaten Bogor, Kamis (18/11).

Kepala Kasubag TU UPT Pengolahan Sampah 2 Eming Sutisna mengatakan,  kedatangan  Bappenas dalam rangka kunjungan kerja dan untuk  melihat langsung kondisi TPS dalam rangka pengembangan untuk membangun fasilitas pengolahan sampah yang terintegrasi dan efisien.

BACA JUGA: Perbaikan Jalan Sepanjang Jalur Wisata, Ini Kata Suhandi

“Dan juga  meningkatkan kondisi kesehatan dan sanitasi masyarakat melalui penyediaan fasilitas pengolahan sampah. Sampah, jika dikelola dengan baik, dapat menciptakan berbagai produk yang bernilai ekonomi,” jelas Eming kepada Jurnal Bogor.

Masih kata dia, Bappenas pada prinsipnya sangat setuju dan mendukung keberadaan TPS yang ada di Kp Kebun Jarak, akan tetapi dibutuhkan pengelolaan sampah  yang propesional. Bappenas juga meminta lokasi TPS harus tertutup rapi sehingga lokasi tersebut tidak mengganggu pencemaran lingkungan sekitar, kemudia residu atau sampah yang tidak bisa didaur ulang baru bisa dibuang langsung ke TPA.

BACA JUGA: Perluasan Rumah Sakit EMC Sentul, Kades Ajak Warga Diskusi Publik

“Dari hasil kunjungan yang dilakukan oleh Bappenas ke TPS Kp Kebun Jarak, kedepannya Bappenas bersedia untuk bekerja sama dalam hal pengelolaan sampah untuk Kecamatan Cariu khususnya,” pungkas Eming mengakhiri.

**nay/ramses

Perbaikan Jalan Sepanjang Jalur Wisata, Ini Kata Suhandi

0

JURNAL INSPIRASI – Jalan sepanjang jalur wisata hutan pinus Desa Karang Tengah, Kabupaten Bogor dilakukan perbaikan secara swadaya oleh masyarakat dan pengusaha sekitar Gunung Pancar, Kamis (18/11/2021).

Kepala Desa Karang Tengah, Suhandi Widiapranata mengatakan, perawatan jalan sepanjang jalur wisata hutan pinus sepanjang 1,5 KM demi kenyamanan warga masyarakat, wisatawan, dan mendorong perekonomian masyarakat.

“Saya bersama dengan warga, pemuda dan tokoh masyarakat berupaya untuk mengumpulkan iuran agar jalan tersebut bisa diperbaiki walaupun secara bertahap,” ujar Suhandi yang memotori kegiatan rehab jalan tersebut.

BACA JUGA: Perluasan Rumah Sakit EMC Sentul, Kades Ajak Warga Diskusi Publik

Lanjutnya, hingga pada akhirnya pihaknya membuat proposal diajukan ke pengusaha-pengusaha di wilayah Gunung Pancar. “Alhamdulilah pada waktu itu hari Senin itu kita bangunkan 15 kubik Jayamix dan sudah memakan dana sekitar 20 juta,” kata dia.

“Insya Allah, hari ini 15 kubik lagi, dan alhamdulilah warga sekitar, dan pengusaha yang sudah bersedia ikut partisipasi sangat antusias, akan kegiatan perbaikan jalan ini yang murni swadaya dari masyarakat dan pengusaha sekitar, ” tandas Suhandi.

Masih kata dia, adanya pemberitaan mengenai pembangunan ini bersumber dari Kemenhan itu sama sekali tidak benar. Adapun Kemenhan  mau membangun jalan baru di kaki Gunung Pancar mulai pembukaan jalur dari SD Karangtengah 7 menuju Sadon untuk program ketahanan pangan, bukan jalan pinus yang sedang dikerjakan saat ini.

BACA JUGA: Deklarasi BERAKSI, Simbol Dukungan Anies Baswedan Maju Pilpres dari Bogor Raya

“Kalau pemberitaan yang beredar itu hoax seharusnya croscek cari data yang benar bukan asal nulis, itu akan berefek negatif kepada pemikiran warga saya. Seakan saya terima kucuran dana,” cetusnya geram.

Senada, Budi Zulham mewakili dari tim 20  Inisiator kegiatan perawatan jalan pinus mengatakan,  dia cukup bangga kepada kepala desa karena usulannya untuk memperbaiki jalan pinus mendapat respon baik, dan langsung gerak cepat sehingga program ini berjalan dan terealisasi.

“Semoga cepat selesai pekerjaannya, sehingga jika jalur menuju wisata ini mulus dan tidak berlubang otomatis akan mengundang minat wisata dari luar sehingga bisa meningkatkan kembali ekonomi warga yang merosot di masa pandemi ini,” pungkasnya.

**nay/tedy

Perluasan Rumah Sakit EMC Sentul, Kades Ajak Warga Diskusi Publik

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Citaringgul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor menggelar diskusi publik mengenai rencana perluasan dan pengembangan pembangunan Rumah Sakit EMC seluas 12.995 meter di aula Desa Citaringgul, Kamis ( 18/11).

Pihak rumah sakit berupaya melakukan pengembangan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat, dan persiapan pasien BPJS.

Kepala Desa Citaringgul, Fredy Agustian menjelaskan tujuan diskusi publik untuk menyampaikan informasi transparan kepada masyarakat, kesetaraan posisi di antara pihak-pihak yang terkait, penyelesaian masalah yang bersifat adil dan bijaksana, koordinasi komunikasi dan kerja sama diantara para pihak terkait.

BACA JUGA: Pemdes Sukamaju Kebut Target Vaksin

“Sasaran diskusi ini adalah masyarakat yang terkena dampak langsung, dan masyarakat yang terpengaruh dalam segala keputusan yang terkena dampak proses Amdal masyarakat dan pemerhati lingkungan,” ucap Fredy Agustian.

Dalam kesempatan tersebut turut disampaikan oleh Dr. Cahyo perwakilan dari RS EMC yang mengatakan, RS EMC berencana untuk memperluas kawasannya. Oleh karena itu dia mengajak warga yang berdampak untuk melakukan konsultasi dan musyawarah.

“Saat ini baru konsultasi dengan publik, untuk persiapakan izin Amdal (analisa dampak lungkungan) jika semua izin sudah diterpenuhi maka kami berharap pelaksanaan pembangunannya di akhir tahun 2021,” jelas Dr.Cahyo.

BACA JUGA: Sempat Ngeluh Beban Vaksinasi, Sejumlah Kades di Cibungbulang Kini Tersenyum Lebar

Sementara Camat Babakan Madang Cecep Imam Nagarasid juga memaparkan dalam sambutannya. Dia bersyukur di wilayahnya akan ada penambahan pembangunan rumah sakit, karena ini akan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat. Apalagi pembangunan pengembangan rumah sakit untuk pasien BPJS.

“Harapan saya untuk warga kami ada prioritas dalam pelayanan BPJS. Dan tidak ada kata menolak pasien BPJS dari warga sekitar,” pungkasnya.

Turut hadir dalam diskusi publik tersebut, RT dan RW, tokoh masyarakat, karang taruna, Babinmas dan Babinsa.

**nay/tedy

Pemdes Sukamaju Kebut Target Vaksin

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sukamaju, Kecamatan  Jonggol, Kabupaten Bogor terus mengebut lakukan vaksinasi Covid-19 guna meningkatkan tercapai herd immunity dari ancaman virus Corona.

Diketahui, untuk mengatasi pandemi Covid-19, Pemdes Sukamaju terus melakukan berbagai hal  untuk menggalakkan vaksinasi yang dimulai dari tempat- tempat umum, membuka gerai- gerai vaksin di setiap RW hingga door to door dari warga ke warga.

Melalui kerjasama dengan  Puskesmas  Kecamatan Jonggol, beserta Tenaga Kesehatan (Nakes) dan dibantu oleh kader Posyandu desa, Pemdes Sukamaju Kecamatan Jonggol menggelar vaksinasi dosis satu dan dua vaksin Sinovac, Kamis (18/11).

BACA JUGA: Sempat Ngeluh Beban Vaksinasi, Sejumlah Kades di Cibungbulang Kini Tersenyum Lebar

“Alhamdulillah warga sangat mendukung program ini,” ungkap  Hj.Nani, ketua PKK Desa Sukamaju saat disela-sela kegiatan vaksinasi  di halaman rumah kades.

Menurutnya, pihak pemerintah desa terus mengimbau serta mengingatkan, warga yang sudah divaksin dosis satu beberapa waktu yang lalu agar datang ke gerai- gerai vaksinasi di tiap RW.

“85 % jumlah warga yang sudah divaksin  di Desa Sukamaju dengan jumlah lebih kurang sebanyak  24.000 ribu  warga yang sudah tervaksin,” jelasnya.

BACA JUGA: SAUNG ENGKONG ANO Tempat Wisata Kuliner

Neneng (32 ) peserta vaksin mengaku, merasa terpanggil untuk ikut program vaksinasi, meski memang awalnya merasa takut dengan berita-berita yang dia dengar dari televisi ataupun sekedar omongan warga. Tetapi setelah melihat banyak warga yang divaksin, termasuk tetangganya tidak terjadi apa-apa dia memberanikan diri untuk divaksin untuk menjaga imunitas tubuh.

“Sekarang ini, Bismillah aja. Ayo vaksin aku aja berani kok, sembari melihat  para warga yang belum divaksinas,” pungkasnya.

**nay/ramses

Sempat Ngeluh Beban Vaksinasi, Sejumlah Kades di Cibungbulang Kini Tersenyum Lebar

0

JURNAL INSPIRASI – Kepala desa di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor akhirnya lega setelah kegiatan vaksinasi dicover kembali oleh pemerintah daerah. Sebelumnya, sejumlah kades mengeluhkan beban akomodasi kegiatan vaksinasi oleh kades yang disampaikannya saat reses anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Asisten Pemerintahan Kesra Pemkab Bogor Hadijana mengatakan, dengan pertimbangan kondisi kepala desa seperti itu, diberikan bantuan kepada desa dan pihaknya sudah memberikan surat ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk dialokasikan dari anggaran Dana Desa (DD).

“Karena informasinya itu hampir 90%  DD sudah tersalurkan. Ada sisa sepuluh persen makanya dibuat surat edaran untuk mengalokasikan anggaran DD untuk kegiatan vaksinasi. Tapi tidak sedikit juga DD sudah habis karena kita melihatnya secara umum se-Kabupaten Bogor,” ungkapnya, Kamis (18/11/2021).

BACA JUGA: Deklarasi BERAKSI, Simbol Dukungan Anies Baswedan Maju Pilpres dari Bogor Raya

Menurutnya, sampai akhir tahun 2021 Pemerintah Kebupaten Bogor memiliki target 70 persen dan ditambah dengan kedatangan vaksin mencapai dua juta dosis.

“Karena itu kebijakan pimpinan ya karena sampai akhir tahun mencapai 70% dan ditambahan dosisnya mencapai 2 juta dosis. Sudah kita siapakah anggarannya untuk dialokasikan ke desa tapi dengan catatan harus mencapai minimal 500 dosis sasaran per hari,” jelasnya.

Ia menjelaskan, anggaran per sekali vaksin diberikan 5000 Rupiah, sehingga sekali kegiatan pihaknya memberikan anggaran 2,5 juta untuk akomodasi dan makan tenaga medis. Jadi tidak membebani biaya pribadi para kepala desa.

BACA JUGA: Diduga Lahannya Tersodet, Ahum Minta Ukur Ulang

“Kita akan memberikan bantuan tersebut kalo mencapai 500 per hari, kalo seharian mencapai 10 atau 20 dosis kita gak beri bantuan karena kan percepatannya tidak terpenuhi, paling tidak minimal harus 500 dosis,” tegasnya.

Ia pun menjabarkan, surat yang dilayangkan oleh Sekretaris Daerah tentunya untuk percepatan vaksinasi.

“Surat edaran itu kan himbauan, saat ini kan yang diperlukan untuk percepatan vaksin, jadi Dana Desa lebih fokus untuk penanganan Covid-19 dan di desa pun harus di musyawarahkan, kalo hasil musyawarah tidak bisa ya tidak apa-apa, karena kan Dana Desa memiliki mekanismenya sendiri,” pungkasnya.

**andres

Deklarasi BERAKSI, Simbol Dukungan Anies Baswedan Maju Pilpres dari Bogor Raya

0

JURNAL INSPIRASI – Siang mulai redup disebabkan awan hitam mulai terlihat di langit. Tidak mencekam, malah menambah rasa hangat orang-orang yang tengah berkumpul di satu sudut Kota Bogor. Mereka yang berada disana bermaksud bersilaturahmi sekaligus mendeklarasikan secara halus sebuah wadah bernama BERAKSI (Bersama Anies Kami Siap).

Sesuai dengan namanya, maka sudah bisa diterka bahwa BERAKSI merupakan sebuah kumpulan relawan salah satu tokoh nasional untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden dalam pemilu tahun 2024.

Jika diperhatikan, relawan beraksi ini terdiri dari berbagai latar belakang dan usia. Mulai dari milenials, ibu-ibu, dan tentu bapak-bapak bercengkerama hangat tanpa melupakan protokol kesehatan. Selain itu, relawan yang tergabung terdiri dari para pelaku di bidang pertanian, peternak, UMKM, EKRAF, buruh, wanita, milenial dan lainnya yang membuktikan bahwa ABW diterima semua pihak.

BACA JUGA: SAUNG ENGKONG ANO Tempat Wisata Kuliner

“Saya sebagai bagian dari kaum milenials berharap akan adanya perubahan di berbagai bidang atau sistem terutama birokrasi dari manual ke digital supaya segalanya berjalan cepat,” kata Afgan, perwakilan dari milenials.

“Milenial kan suka yang simple, makanya harus menyesuaikan dengan jaman yang serba digital,” tambahnya.

Sosok Anies Rasyied Baswedan atau yang akrab disebut ABW oleh para relawan memang dikenal sebagai pribadi yang sederhana, tidak banyak bicara tapi bergerak cepat dalam bekerja.

“Saya suka sosok pak Anies yang tidak banyak bicara tapi bekerjanya sangat baik. Terbukti dari banyaknya penghargaan yang diraih DKI Jakarta tahun ini,” kata Maria, seorang ibu yang pernah maju dalam Pileg beberapa waktu lalu mengamini.

BACA JUGA: Diduga Lahannya Tersodet, Ahum Minta Ukur Ulang

Dalam acara deklarasi pada hari Kamis, 18 November 2021 itu dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya diskusi, simbolis penanaman bibit pohon yang diartikan sebagai tanda ketahanan pangan dan produk lokal. Dan tentu saja ada pernyataan sikap dari para relawan BERAKSI.

“Persiapan deklarasi ini sangat didesak waktu tapi Alhamdulillah panitia bisa bekerja dengan baik,” kata Gunawan Zulkarnaen, koordinator relawan BERAKSI.

Disinggung soal kenapa dirinya bergabung mendukung ABW, Gunawan dengan gamblang menjelaskan bahwa dirinya menaruh respect yang sangat tinggi pada sang ‘Goodbener’ itu.

“Kita semua tahu kualitas mas Anies, mumpuni dari sisi kecerdasan, background agamanya kuat, dan cakap dalam memimpin. Selain itu, saya dan rekan-rekan relawan yang lain berharap banyak pada mas Anies untuk bisa melakukan reformasi birokrasi dan perbaikan dari berbagai sisi pemerintahan. Kemudian setelah deklarasi hari ini kami akan bergerak ke pelosok bogor dan wilayah lain di Indonesia guna menularkan semangat mendukung mas Anies,” papar pria yang dikenal sebagai wartawan dan pengusaha yang juga aktif berpolitik.

BACA JUGA: Sidak Proyek Irigasi, Achmad Fathoni: Kontraktor Gak Bisa Bener Ganti Aja !

Diketahui, BERAKSI didirikan untuk wilayah Jabar dan akan dikembangkan ke provinsi lain. Sebagai deklarasi awal dilakukan di Bogor Raya dan akan dilakukan juga hal serupa di kota dan kabupaten lain seluruh Jabar.

Anies Baswedan memang belum mendeklarasikan dirinya akan maju dalam konstelasi pemilihan presiden tahun 2024 nanti, tapi dari dukungan yang terus mengalir rasanya bukan tidak mungkin akan mendorong dirinya untuk mantap menjajaki pertarungan sengit itu.

**hm/rls

SAUNG ENGKONG ANO Tempat Wisata Kuliner

0

Gelar Festival “FOOD FEST” Satu Bulan

JURNAL INSPIRASI – Di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlaku di Bogor, tempat nongkrong yang berada di ruang terbuka kian diincar sebagai opsi untuk melewatkan waktu berkualitas bersama teman dan keluarga, tentunya dengan sambil tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ada sebuah alternatif tempat nongkrong dengan suasana unik, cobalah meluncur ke daerah Cibinong, Kabupaten Bogor, tepatnya di kawasan Cikaret. Di sini, ada satu tempat yang asyik untuk berwisata kuliner sekaligus berekreasi.

SAUNG ENGKONG ANO namanya. Area yang dikembangkan oleh Ibu Susi selaku pemilik ini sudah ada sejak 2 Tahun lalu namun dikenal oleh Masyarakat sebagai WEDDING HALL yang menyediakan area lahan indoor hingga outdoor dengan kapasitas ribuan. Kini SAUNG ENGKONG ANO akan dikembangkan lagi sebagai tempat WISATA KULINER kedepannya.

BACA JUGA: Diduga Lahannya Tersodet, Ahum Minta Ukur Ulang

Untuk itu,Ibu Susi selaku Pemilik SAUNG ENGKONG ANO menggandeng OTHMAN MEDIA KREASINDO sebagai partner saat langkah awal memperkenalkan lokasi sebagai Tempat Wisata Kuliner dengan Konsep Festival yang dinamakan “FOOD FEST”, acara ini digelar sebagai ajang promosi awal kepada seluruh Masyarakat yang akan diselenggarakan selama 1 bulan mulai 20 November hingga 19 Desember.

Acara gratis setiap harinya, yang akan diisi LIVE MUSIC. Namun di akhir acara akan digelar konser atau pagelaran musik yang diisi oleh musisi ternama yaitu BUDI DOREMI, JALUZ & MOTIF BAND serta band-band lainnya dengan sistem penjualan tiket mulai dari Rp 35.000,- sekaligus akan digelar VAKSINASI MASAL yang berkolaborasi bersama POLRES BOGOR

SAUNG ENGKONG ANO yang akan menggelar FOOD FEST tak hanya menawarkan beragam tenant yang menjajakan berbagai menu, namun juga memiliki banyak spot foto unik kolam renang hingga permainan golf mini. Tempat makannya pun menarik, yakni berada ditengah area spot foto dan mini golf dengan deretan tempat duduk yang nyaman untuk bersantap dan hiasan lampu yang semakin cantik di malam hari.

BACA JUGA: Keberadaan Jembatan Darurat Kampung Cigowong Dikeluhkan Warga

Setidaknya ada 17 tenant makanan dan minuman di sini seperti makanan tradisional hingga mancanegara, jajanan kekinian dan masih banyak lagi. Tak cukup memang datang kemari hanya sekali, karena banyak menu menarik yang menanti untuk dicoba. Harganya pun terjangkau, yakni mulai Rp15.000 hingga Rp50.000-an saja. Sembari menunggu makanan disajikan, kamu dapat mengelilingi kawasan ini untuk mengabadikan momen bersama orang terkasih dengan berfoto, berenang, hingga main golf mini.

SAUNG ENGKONG ANO terletak di Jalan Kampung Cikaret No.44-46, Harapan Jaya, Cibinong, Bogor, Jawa Barat 16914.

Mulai 20 November hingga 19 Desember 2021, kawasan ini buka setiap hari mulai pukul 14:00 hingga 22:00 untuk weekday dan mulai pukul 09:00 hingga 22:00 untuk weekend. Selama berada di lokasi, kamu wajib mengenakan masker, menjaga kebersihan tangan, serta menjaga jarak fisik dengan pengunjung lain. Untuk informasi promosi dan kegiatan yang tengah diadakan di FOOD FEST – SAUNG ENGKONG ANO, kamu dapat mengunjungi akun Instagram @saung_engkong_ano.

**ass/rl

Diduga Lahannya Tersodet, Ahum Minta Ukur Ulang

0


JURNAL INSPIRASI – Ahum Suparman, orang yang dikuasakan pemilik lahan Sentosa Widjaja, meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor untuk segera melakukan pengukuran ulang atas lahan milik atas nama Sentosa Widjaja yang berada di kawasan Jalan Alternatif Sentul Kandang Roda, Kabupaten Bogor.

Pengukuran yang dimintanya itu, untuk mengetahui luas dan batas lahan yang bersebrangan dengan lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor yang kini sedang dalam pengerjaan peningkatan jalan dan pembuatan jalur pedestrian di kawasan tersebut.

Ahum menuturkan, lahan yang diduga tersodet untuk pengerjaan peningkatan jalan tersebut diketahuinya setelah pihak Pimpinan Proyek (Pimpro) menemui Ahum di lokasi proyek. Yang sebelumnya sempat ada ketegangan antara operator alat berat dan ahum, yang akhirnya pimpro menjelaskan terkait masalah ini.

BACA JUGA: Keberadaan Jembatan Darurat Kampung Cigowong Dikeluhkan Warga

“Jadi kata Pimpronya, ada lahan saya yang terkena sodetan akibat adanya proyek peningkatan jalan ini setelah dilakukannya pembebasan lahan pada 1997 lalu. Kata dia pembebasan lahan ini dilakukan seluas 25 meter dari ujung utara dan 25 meter dari ujung selatan,” ucap Ahum seraya menirukan ucapan pimpinan proyek, belum lama ini.

Dengan adanya pembebasan lahan yang dilakukan oleh pemerintah, Ahum menegaskan, pihaknya tidak menuntut pada 1995, 1996, 1997 sebagaimana yang sudah dilakukan pihak pemda atas pembebasan itu, melainkan sertifikat yang diterbitkan pihak BPN pada 2004.

“Kalau ini memang lahan pemda, kenapa tidak dari dulu. Ini kan pengesahan sertifikat yang dimiliki Sentosa Widjaja produk BPN sejak 2004. Nah jadi, luas lahan milik Sentosa Widjaja secara keseluruhan itu 7.910 meter, enam buku satu sertifikat. Dan yang tersodet sama pembangunan jalan pemda 285 meter. Namun demikian, apa yang tengah dilakukan oleh Pemkab Bogor demi mempercantik kawasannya saya sangat mendukung sekali,” ungkap Ahum.

BACA JUGA: Sidak Proyek Irigasi, Achmad Fathoni: Kontraktor Gak Bisa Bener Ganti Aja !

Atas kejadian itu, Ahum mengaku, sudah menemui beberapa pejabat terkait yang ada di wilayah Kabupaten Bogor untuk melakukan pembuktian kepemilikan lahan tersebut.

“Saya sudah ke kantor dinas PUPR dan Perumkim dengan membawa surat atau sertifikat. Bahkan, untuk membuktikan kepemilikan yang sah atas lahan milik Sentosa Widjaja sudah saya tembuskan juga ke Bu Ade (Bupati Bogor),” tuturnya.

Sementara itu, terpisah, ditemui di ruang kerjanya Kepala Bidang Pertanahan pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto menerangkan, terkait Jalan Sentul Kandang Roda pada intinya bahwa pemerintah daerah Kabupaten Bogor pada tahun 1997 sudah melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tersebut sebagai jalan alternatif.

BACA JUGA: Kejar Target, Muspika Nanggung Kebut Vaksinasi

“Jadi lahan yang diperuntukan untuk jalan alternatif ini dibebaskan dari ujung lampu merah Kandang Roda sampai ujung exit tol Jagorawi itu sudah dibebaskan 50 meter. Terkecuali lahan yang ujung lampu merah Kandang Roda dan ujung exit tol Jagorawi itu memang agak melebar melebihi dari 50 meter dengan luasan yang berbeda,” ucap Eko.

Dari pembebasan lahan yang sudah dilakukan Pemkab Bogor, sambung Eko, para pemilik lahan di Sentul Kandang Roda yang sudah terbebaskan lahannya sudah mendapatkan ganti untung dari pemerintah.

“Sementara untuk kepemilikan sertifikat dari seluruh pemilik lahan yang ada disepanjang jalan itu harusnya disesuaikan dengan peta bidang tanah yang sudah dibebaskan oleh pemda. Namum, peta bidang tanah yang telah dibebaskan sejak 1997 sampai 2020 belum dimasukan, belum mengeplot peta pembebasan lahan ke pihak BPN, sehingga peta bidang lahan dilapangan itu belum terbentuk dan belum ada garis yang membatasi pembebasan lahan tersebut. Jadi karena dasar inilah masyarakat sebagai pemilik lahan setelah pembebasan itu ada yang memajukan lahannya. Sementara kondisi di lapangan belum dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemda sehingga di lapangan masih kosong atau belum ada pembangunan. Jadi pada saat pemrosesan sertifikat yang dilakukan BPN, itu kan berdasarkan penunjuk batas, nah disitulah yang sebagai dasar penerbitan sertifikat oleh BPN. Padahal di lokasi yang ditunjuk itu sebagian sudah dibebaskan oleh pemda,” ungkapnya.

BACA JUGA: APBD Kabupaten Bogor Defisit

Saat ini, Eko mengatakan, pemda bersama BPN sudah melakukan pengukuran dan sudah mengoverlay hasil ukur dengan kondisi di lapangan.

“Jadi kalau ada lahan yang terlalu maju maka harus disesuaikan sertifikatnya. Pemerintah yang sudah membebaskan lahannya kepada pemilik lahan yang dulu, jadi secara otomatis pemerintah tidak mungkin kembali membebaskan lahan di lokasi yang sama tanpa ada proses hukum. Jika ada masyarakat yang sekarang merasa keberatan dengan pembebasan laham yang sudah dilakukan pemda pada 1997 dan merasa tidak menjual lahannya ke pemda silahkan melakukan proses hukum di pengadilan. Setelah itu baru pemerintah menyesuaikan dengan keputusan pengadilan,” tukasnya.
 
handymehonk | **