34.1 C
Bogor
Saturday, August 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1074

Hujan dan Angin Kencang di Puncak, Mobil Box Tertimpa Pohon

0

JURNAL INSPIRASI – Sebuah mobil box bernopol D 8205 BM tertimpa pohon saat hujan deras dan angin kencang melanda kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat (19/11/2021).

Menurut Aris, warga sekitar yang melihat kejadian tersebut, mobil box yang tertimpa pohon tumbang itu mengalami kerusakan. Beruntung tidak ada korban dan sang sopir selamat. Hanya saja dia tidak bisa melanjutkan perjalanan.

BACA JUGA: Komisi III Kecewa Proyek Pembangunan Infrastruktur Dikerjakan Akhir Tahun

“Satu pohon tumbang dan menimpa mobil box,” kata Aris.

Sejumlah petugas dan warga membantu mengevakuasi mobil tersebut yang tertimpa batang pohon. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu karena tumbangnya pohon tersebut menghentikan semua kendaran yang berada di jalur Puncak menuju Bogor maupun dari arah sebaliknya menuju Cianjur.

**nauval/mg-uika

Komisi III Kecewa Proyek Pembangunan Infrastruktur Dikerjakan Akhir Tahun

0

ZM: Isu Tahunan Kota Bogor

JURNAL INSPIRASI – Komisi III DPRD Kota Bogor mengaku kecewa terhadap Pemerintah Kota Bogor pasca inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek pembangunan infrastruktur. Komisi III juga mempertanyakan keseriusan Pemkot dalam penggunaan anggaran karena banyaknya program pembangunan infrastruktur yang dikerjakan di penghujung tahun.

“Kami menyebutnya ini sebagai penyakit tahunan. Karena hampir setiap tahun selalu seperti ini. Karena dari tahun ke tahun pekerjaan infrastruktur selalu dilakukan di pertengahan hingga di penghujung tahun,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin, Jumat (19/11/2021).

BACA JUGA: Suryakencana Ditata, Warga Menjerit

Sebelumnya, Komisi III meninjau proyek pembangunan infrastruktur pada Kamis (18/11/2021) lalu. Zaenul Mutaqin yang akrab disapa ZM itu menilai, proyek pembangunan infrastruktur seharusnya dikerjakan sejak awal tahun berjalan. Sebab, proses penganggaran selalu dilakukan satu tahun sebelumnya.

“Anggaran itu kami sediakan dari tahun sebelumnya, kenapa selalu dilelangkan pada akhir tahun. Anggaran untuk tahun 2021 misalnya, kami bahas sejak 2020. Kalau seperti ini berarti tidak ada keseriusan dari pemerintah,” katanya.

Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pada akhir tahun juga menjadi salah satu cara para dinas untuk mengakali peningkatan serapan anggaran. “Artinya penyerapan anggaran dinas – dinas terkait tidak efektif. Keseriusan Pemkot juga kami pertanyakan, karena melakukan lelang di pertengahan hingga akhir tahun. Kan anggaran ini kami sediakan dari tahun sebelumnya,” tandasnya.

BACA JUGA: Penipu Modus Pernikahan Diciduk Polisi

Dia mencontohkan, mulai dari pembangunan infrastruktur seperti pembangunan Masjid Agung Kota Bogor yang menggelontorkan anggaran Rp31 miliar, Alun-alun Kota Bogor Rp13, 6 miliar, pedestarian di Jalan Ir Juanda Rp5, 4 miliar, Gedung Perpustakaan Rp13, 6 miliar, Pasar Tanah Baru Rp3, 4 miliar dan pembangunan pedestarian Jalan Jendral Sudirman Rp5 miliar.

“Perlunya keseriusan Pemkot dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya dikejar dijelang akhir tahun karena agar tidak lagi menjadi isu tahunan di Kota Hujan ini,” tandasnya.

**ahmadsolehudin/mg-uika

Desa Cimandala Gandeng Minfes Senada Perkenalkan Keunggulan Wilayah

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Cimandala, Sukaraja, Kabupaten Bogor merespons penurunan Covid 19 dengan mengawali agenda acara yang bertajuk “Pagelaran Seni, Musik & Budaya Desa Cimandala, Kabupaten Bogor”.

Dalam hal ini sekaligus mengangkat UMKM Kabupaten Bogor khususnya Desa Cimandala yang sempat terpuruk dimasa Pandemi, kini harus disemangati kembali. Demikian kata Aditya Agung, Kepala Desa Cimandala.

Kades menoba kolaborasi dengan Vivo Mall yang lokasinya berada di Desa Cimandala dan memiliki lapangan cukup luas, tepat dibelakang mall. Kegiatan ini disambut baik oleh Dewi selaku GM Vivo Mall yang nantinya akan dikemas bareng untuk bisa sekaligus Launching Vivo Mall.

Baca Juga Penipu Modus Pernikahan Diciduk Polisi

Acara ini rencana akan digelar pada Sabtu, 18 Desember 2021 di Lapangan VIVO Mall dengan judul “Minfes Senada” namun tetap dengan standar protokol kesehatan yang ketat yakni pengunjung wajib sudah vaksin serta membawa surat antigen

Panitia juga akan mempersiapkan tempat vaksin dan antigen untuk pengunjung yang akan masuk ke lokasi acara dengan kerjasama bareng beberapa pihak terkait.

Kegiatan ini benar-benar akan mengangkat Kebudayaan yang ada di Desa Cimandala sekaligus Bazaar Produk UMKM Desa Cimandala, untuk itu kami kerjasama serta kolaborasi dengan Othman Media selaku penanggungjawab acara yang akan mengurus semuanya kata Aditya Agung.

Acara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan musisi papan atas seperti Jason Ranti, Sisitipsi, The Sigit, The Panturas, Musik Amigdala, Reunion, Danilla Riyadi, Nadin Amizah “Cakecaine”, Kelompok Penerbang Roket “KPR”, Feel Koplo, Fraud, Serigala Malam.

Baca Juga Suryakencana Ditata, Warga Menjerit

Minfes Senada juga diharapkan mampu mengenalkan, menampung dan mengembangkan bakat generasi muda kearah yang lebih positif dan bermanfaat serta dapat mempromosikan budaya juga UMKM Desa Cimandala ke masyarakat luas, kata Indra atau biasa dipanggil Kang Ewok dari Othman Media selaku penanggungjawab”

April selaku Ketua Panitia dan Marvi juga Ketua Pelaksana Acara Minfes Senada berharap kegiatan ini menjadi barometer kegiatan yang patuh terhadap protokol kesehatan ditengah suasana Covid19 dan dapat mengangkat kebudayaan juga UMKM Desa Cimandala sekaligus menjadi langkah awal bagi para musisi untuk dapat kembali aktifitas serta tampil secara offline seperti sebelumnya namun dengan prosedur ketat. Pengunjung dibatasi dengan screening vaksin dan antigen, cek suhu, memakai masker dan menjaga jarak di lokasi.

Baca Juga Warga Teluk Pinang Diancam dan Dilaporkan ke Polisi oleh Rentenir

Panitia juga membetuk tim satgas khusus untuk keliling di area lokasi dan membubarkan kerumunan yang akan terjadi. Semua diatur jarak antar penonton dan lainnya. Minfes Senada akan bertanggungjawab penuh terhadap terselenggaranya acara ini.

**ass/rl

HADITS HARI INI

0

Sahih al-Bukhori:1934

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى.

Dari Jabir ibn Abdillah ra: Bahwa Rasulullah saw bersabda:

Semoga Allah merahmati orang yang memudahkan ketika menjual, ketika membeli dan ketika meminta haknya.

Pesan :

  1. Doa Rasulullah bagi orang yang memudahkan saat menjual, membeli dan meminta haknya agar dirahmati oleh Allah.
  2. Permudahlah saat transaksi jual beli, dan jangan mempersulit. Salah satu contoh mempersulit dalam membeli adalah memaksa menawar harga yang sangat jauh dari harga yang ditawarkan sang pedagang, hingga bisa merugikan pedagang.
  3. Permudahlah saat meminta hak, seperti saat menagih hutang. Tagihlah dengan lembut, sopan dan baik, pikirkanlah juga situasi dan kondisi yang sedang dihadapi orang yang berhutang kepada anda.

Suryakencana Ditata, Warga Menjerit

0

JURNAL INSPIRASI – Sekretariat Paguyuban Kampung Tengah (Sepakat) mendatangi Komisi II DPRD Kota Bogor. Dalam kesempatan itu mereka menyuarakan penataan lanjutan kawasan Suryakencana yang tengah berjalan saat ini.

Perwakilan Sepakat, Mardi Lim mengatakan, bila ada beberapa hal yang menjadi keberatan warga. Diantaranya adalah persolan ekonomi warga dan pelaku usaha yang terdampak dari pembangunan betonisasi jalan Suryakencana.

“Kita tahu bahwa perubahan-perubahan fisik di lapangan itu ternyata dampaknya luar biasa, dampak negatif. Contohnya deadline pengerjaan betonisasi disosialisasikan 14 hari selesai, tetapi ternyata bisa diprediksi 40 hari baru selesai. Jadi ada selisih satu bulan ini luar biasa kerugian buat kawasan niaga ini sangat terdampak,” uhar Mardi, Kamis (18/11).

BACA JUGA: Penipu Modus Pernikahan Diciduk Polisi

Menurut dia, persoalan lain kurangnya komunikasi yang baik kepada masyarakat sekitar dalam pelaksanaan pembangunan.

“Kedua, banyak sekali kegiatan eksekusi di lapangan yang tidak disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Iya, dampaknya dari segi ekonomi, karena ini kawasan niaga, orang yang istilahnya ngejar waktu, kemudian tiba-tiba mau masuk Jalan Roda ditutup, diminta putar lagi ke SSA dan sebagainya, sedangkan perencanaan di Suryakencana sendiri belum rampung,” katanya.

Ia mengaku bahwa pihaknya terkait telah melakukan sosialisasi secara global di akhir Januari. Pihak Sepakat juga sudah mencoba menjembatani untuk membuka ruang dialog agar pembangunan ini bisa dimatangkan bersama, tapi apa yang menjadi keinginan warga disesuaikan dengan karakter kawasan tak kunjung diakomodasi oleh dinas terkait.

BACA JUGA: Stop Tambah THM di Bogor Timur

“Sampai Agustus kang Bima (wali kota Bogor) mencoba membuka dialog juga dengan mengundang perwakilan itupun sama, jadi apa yang menjadi keberatan warga yang mana kami ingin memberikan usulan sesuai dengan karakter kawasan itu tidak diakomodir oleh PUPR dengan alasan 1, 2 dan sebagainya,” jelasnya.

Atas dasar itu, pihaknya ingin melihat percepatan pembangunan karena hal ini menyangkut dengan hajat hidup orang banyak. “Jadi jangan main-main dengan mengubah tatanan di kawasan ekonomi, tapi tidak betul-betul dengan matang melakukan manajemen proyek, komunikasi, transparansi dengan baik. Itu menurut saya perlu menjadi penekanan bersama,” pungkasnya.

BACA JUGA: Komisi III Terkejut Saat Sidak Proyek SMPN 3 Megamendung

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi II Safrudin Bima menyampaikan pihaknya telah mencatat beberapa aspirasi yang disampaikan para pedagang di kawasan Jalan Suryakencana. Menurutnya, pembangunan dengan nilai kontrak Rp29,6 miliar dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) bertujuan untuk membangkitkan dan juga memperkuat ekonomi. Namun sekarang dampaknya mereka mengalami kendala dalam perekonomian.

“Ada kaitannya dengan trotoar yang begitu lebar sementara jalan semakin menyempit sementara di situ pusat perdagangan, terus bongkar muat dan lain. Terus pengerjaan betonisasi itu diperkirakan sampaikan oleh kontraktor 17 hari ternyata sampai 40 hari di lapangan, bayangkan kalau 40 hari pedagang itu istirahat dagang sementara Covid-19 ini baru sembuh, terus mereka diperpanjang situasi ini,” paparnya.

BACA JUGA: Warga Teluk Pinang Diancam dan Dilaporkan ke Polisi oleh Rentenir

Politisi PAN itu menuturkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan ini mengawali dengan segera melakukan rapat internal Komisi II. Jika memungkinkan, pihaknya juga akan segera memanggil dinas terkait, camat, lurah, termasuk kontraktor pelaksana.

“Kami akan sidak (inspeksi mendadak). Suryakencana, orang dari dulu sudah tahu pusat perniagaan. Artinya langkah-langkah yang dilakukan pemerintah di Suryakencana ini harus meningkatkan kemampuan perniagaan bukan malah sebaliknya,” pungkasnya.

**fredykristianto

Penipu Modus Pernikahan Diciduk Polisi

0

JURNAL INSPIRASI – DD, laki-laki asal Citayam, Depok dibekuk oleh jajaran Polsekta Bogor Timur pada Rabu (17/11) malam di kawasan Citayam. Ia diciduk setelah menipu dengan modus operandi pernikahan yang rencananya dilaksanakan di Puri Begawan Kota Bogor pada 14 November 2021 lalu.

Namun, saat hari H, mempelai pria dan keluarganya tidak hadir. Bahkan, pengelola Puri Begawan menyatakan bahwa tidak ada jadwal pernikahan pada tanggal tersebut. Kasus tersebut sempat viral di media sosial, setelah akun @laela99 memposting kronologi kasus  penipuan pernikahan yang diterima kliennya.

Bahkan, ia menyebut kliennya mengalami trauma yang sangat luar biasa. “Ceritanya si pengantin kena tipu, semua yang urus lakinya dari mulai boking gedung dan lain-lainnya,” tulisnya.

BACA JUGA: Stop Tambah THM di Bogor Timur

“Nyesek banget dan undangan semua udah disebarin sekarang lakinya ilang entah kemana dan si cewe pingsan dan pastinya mental dia kena dan trauma banget, jujur sedih banget,” tulisnya lagi.

Sedangkan dalam postingan @sylvara.makeup membagikan juga kronologi dan foto gedung yang dijadikan lokasi vaksinasi itu kosong tanpa ada janur maupun properti pernikahan.

Sementara itu, Kapolsek Bogor Timur, Kompol Hida Tjahjono membenarkan kasus tersebut. Ia mengaku bahwa pihaknya tengah mendalami perkara itu. “Ksusnya sedang kami kembangkan, termasuk mengejar WO-nya,” ujar Hida kepada wartawan, Kamis (18/11).

BACA JUGA: Warga Teluk Pinang Diancam dan Dilaporkan ke Polisi oleh Rentenir

Kata dia, DD ditangkap atas laporan keluarga besar calon mempelai wanita pada hari Rabu (17/11) sekitar pukul 23.00 WIB. “Pada kenyataannya pada hari H, DD dan keluarganya tidak hadir. Bahkan pengelola Puri Begawan pun menyatakan  tidak ada jadwal,” ucapnya.

Hida menegaskan, berdasarkan keterangan pelapor, uang yang dititipkan oleh calon mempelai wanita kepada DD untuk membayar WO, sewa gedung, cathering dan lain-lain diduga tidak pernah dibayarkan.

**fredykristianto

Ganjar Pranowo Koreksi Nama Wali Kota Bima Arya yang Sering Tertukar dengan Aria Bima

0

JURNAL INSPIRASI – Ada dua politisi yang namanya hampir mirip. Bahkan, tak sedikit nama keduanya kerap tertukar. Adalah Bima Arya dan Aria Bima.

Bima Arya merupakan Wali Kota Bogor yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Di partai, pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 ini merupakan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN).

Sementara Aria Bima menjabat sebagai Anggota DPR RI. Pria kelahiran Semarang, 29 Mei 1965 ini merupakan politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuagan (PDIP).

Terbaru, salah sebut nama terjadi dalam sambutan di pembukaan Festival Hak Asasi Manusia (HAM) 2021 di Kota Semarang, Rabu (17/11/2021).

BACA JUGA: Warga Teluk Pinang Diancam dan Dilaporkan ke Polisi oleh Rentenir

Bermula ketika Ketua Dewan Pengurus International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) Dian Kartika Sari menyapa para hadirin. 

“Yang saya hormati juga para kepala daerah dan tim dari berbagai pemerintahan di Indonesia yang hadir di sini, termasuk bapak Aria Bima, Wali Kota Bogor,” ujar Dian dalam keterangan pers yang disampaikan Diskominfo Kota Bogor.

Namun, hal tersebut langsung dikoreksi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menjadi pembicara selanjutnya.

“Bima Arya, Bu. Bukan Aria Bima. Kalau Aria Bima itu teman saya (satu partai di PDIP). Yang ini Bima Arya,” ungkap Ganjar, sambil menunjuk Bima Arya yang sedang duduk dekat Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

BACA JUGA: Stop Tambah THM di Bogor Timur

“Tapi ndak apa-apa itu manusiawi. Keliru dikit,” tambahnya.

Kemudian berikutnya giliran memberikan sambutan. Ketua Komnas HAM Taufan Damanik. Seolah tidak mau salah sebut nama, ia memberikan penekanan ketika menyebutkan nama Bima Arya.

“Yang terhormat tuan rumah Mas Hendi wali kota, Pak Gubernur, juga Mas Bima Arya. Saya tidak salah sebut (Bima Arya) ya pak,” ujar Taufan Damanik, seolah melaporkan ke Ganjar. Tawa pun pecah.

BACA JUGA: Komisi III Terkejut Saat Sidak Proyek SMPN 3 Megamendung

Festival HAM 2021 

Festival Hak Asasi Manusia merupakan acara tahunan yang diinisiasi INFID. Pada tahun 2014 di Jakarta, INFID bersama NGO yang lain, menyelenggarakan Konferensi Kabupaten/Kota HAM. Konferensi ini merupakan bagian dari kampanye pelaksanaan human rights cities di Indonesia sebagai konsep untuk mendorong peran aktif pemerintah daerah untuk turut serta memikul tanggung jawab hak asasi manusia.

Konferensi tersebut dimaksudkan sebagai ruang berbagi antar pemangku kepentingan untuk mendiskusikan, bertukar praktik terbaik dan inovasi dalam pemajuan dan pemenuhan HAM di tingkat daerah.

**fredyk/rls

Stop Tambah THM di Bogor Timur

0

JURNAL INSPIRASI – Rencana kehadiran tempat hiburan malam (THM) di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, menuai sorotan legislator. Kali ini, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bogor, R. Dodi Setiawan angkat bicara.

Dodi menegaskan bahwa pihaknya menolak keras bertambahnya THM di kawasan tersebut. Kata dia, seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak semudah itu mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk jenis usaha.

“Karena yang saya tahu, selain cafe dan resto, di tempat itu ada juga tempat hiburannya, coba masyarakat juga buka mata, buka telinga, saya merasa prihatin kalau seandainya bangunan ini tetap dilaksanakan,” ujar Dodi kepada wartawan, Kamis (18/11).

BACA JUGA: Warga Teluk Pinang Diancam dan Dilaporkan ke Polisi oleh Rentenir

Menurut dia, apabila pembangunan tetap dilanjutkan itu tak menjadi masalah. Namun, dengan catatan tempat itu hanya untuk jenis usaha cafe dan resto, jangan sampai menjual minuman beralkohol (minol) apalagi dilengkapi hiburan.

“Kita kan tahu, wali kota kerap sidak dan menemukan jenis minuman beralkohol,” tegas Dodi.

Atas dasar itu, sambung dia, sebagai anggota Komisi III DPRD, iadi meminta Pemkot Bogor mengkaji ulang penerbitan IMB yang dikeluarkan. Sebab, lokasinya tak jauh dari Masjid Raya.

“Seharunya dipertimbangkan, karena tak jauh dari lokasi itu ada Masjid Agung. Kota Bogor asalah kota religius,” ucapnya.

Iapun mempertanyakan, apakah camat tidak tahu akan pembangunan itu.”Coba lihat latar belakang itu seperti apa. Camat seharusnya peka, buka mata buka telinga,” katanya.

BACA JUGA: Sidak Proyek Irigasi, Achmad Fathoni: Kontraktor Gak Bisa Bener Ganti Aja !

Kata dia, jumlah THM tak perlu bertambah di Kota Bogor, sebab lebih banyak menimbulkan mudhorat.

“Jangan sampai THM terus menjamur di Kota Bogor. Jujur saja, saya selaku anggota komisi dan Ketua Fraksi Demokrat kurang setuju. Saya juga akan mengusulkan agar komisi III melakukan sidak ke proyek itu,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti meminta Pemkot Bogor tak gegabah menerbitkan izin operasional THM. “Kalau izinnya cafe dan resto ya cukup itu. Jangan sampai fasilitas ditambah musik DJ dan lain-lain,” katanya.

Secara pribadi, sambungnya, ia tak setuju dengan bertambahnya THM di Kota Bogor. “Lebih baik cafe dan resto, jangan menjual minol,” imbuhnya.

BACA JUGA: Komisi III Terkejut Saat Sidak Proyek SMPN 3 Megamendung

Sebelumnya, THM di Kota Bogor akan bertambah jumlahnya, lantaran di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur tengah dibangun sebuah THM. Kabarnya tempat hiburan itu bernama Holywings.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, nampak sedang dibangun sebuah bangunan berukuran cukup besar di kawasan strategis yang tak jauh dari kantor Kecamatan Bogor Timur.

Kepala Bidang Izin Operasional Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor R Beni Iskandar membenarkan tentang akan berdirinya THM tersebut. Bahkan, kata dia, pemkot telah menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap tempat tersebut.

“Memang itu sudah ada IMB. Persetujuan tetangga ada serta diketahui polsek dan Koramil,” ujar Beni kepada wartawan.

BACA JUGA: Tirta Pakuan Sosialisasi dan Kenalkan SIMOTIP di Pabuaran Mulyaharja

Menurut dia, DPMPTSP baru menerbitkan IMB saja, lantaran berkas perizinan lainnya telah diurus melalui sistem OSS. “Kalau pengajuan IMB diperuntukan bagi resto dan kafe.

Kata dia, DPMPTSP akan menerbitkan izin operasional, apabila mendapat rekomendasi teknis dari OPD terkait.

“Nanti izin operasional diterbitkan disini, tapi setelah mereka kantungi rekomendasi. Nanti ada di Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) di OSS,” ungkapnya.

Beni menyatakan, apabila dilihat zonasinya, lokasi tersebut memang masuk kawasan untuk perdagangan dan jasa. Ia menjelaskan, bila nantinya tempat usaha itu menjual minuman beralkohol, maka harus melampirkan rekom dari Disperindag, atau bisa juga pariwisata jika berkaitan dengan tempat hiburan.

“Jadi izin itu tergantung permohonan, kalau untuk IMB holywings, misalnya hotel, cafe, bar,” ucapnya.

**fredykristianto

Tirta Pakuan Sosialisasi dan Kenalkan SIMOTIP di Pabuaran Mulyaharja

0

JURNAL INSPIRASI – Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan Sonny Hendarwan didampingi oleh Asisten Manager Pemasaran Nita Dwiyanti serta Asisten Manager Pengaliran dan Jaringan Agus Cahyono, melakukan sosialisasi terkait pemasangan baru dan aplikasi SIMOTIP di Kampung Pabuaran, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (16/11/21).

BACA JUGA: Warga Teluk Pinang Diancam dan Dilaporkan ke Polisi oleh Rentenir

Dalam kesempatan tersebut Sonny Hendarwan menjelaskan hak dan kewajiban pelanggan Tirta Pakuan, jauh lebih lanjut dipaparkan pula tentang penurunan kualitas air bawah tanah karena kepadatan penduduk yang semakin tinggi dan pembangunan septitank yang kurang baik, hal ini mengakibatkan adanya indikasi air bawah tanah yang tercemar oleh bakteri Ecoli, bakteri Ecoli sendiri merupakan bakteri yang mengakibatnya disentris pada manusia.

Dalam kesempatan tersebut Sonny Hendarwan menjelaskan pula tentang aplikasi yang dimiliki oleh Perumda Tirta Pakuan yaitu SIMOTIP (Sistem Informasi Mobile Tirta Pakuan) beberapa fitur yang terdapat pada SIMOTIP adalah pembacaan meter mandiri dan
pengecekan tagihan air, pengembangan aplikasi ini terus dilakukan agar pelanggan mendapatkan pelayanan terbaik dari Tirta Pakuan.

**handymehonk

Komisi III Terkejut Saat Sidak Proyek SMPN 3 Megamendung

0

JURNAL INSPIRASI – Proyek pembangunan Unit Gedung Baru (UGB) SMPN 3 Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor yang dikerjakan CV. Ratu Zalva disidak Komisi III DPRD Kabupaten Bogor.

Namun, para wakil rakyat yang membidangi pembangunan itu, seakan tidak percaya ketika menyaksikan progres pembangunan UGB sekolah di wilayah selatan Kabupaten Bogor, jauh dari target. Bobot pekerjaan di bawah 25 persen, sedangkan waktu efisien kerja tersisa hanya 45 hari kerja.

 “Pekerjaan pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung sangat mengejutkan kami (Komisi III). Per hari ini Kamis 18 November 2021 masih deviasi sekitar 35 persen, sangat disayangkan dengan lambatnya pekerjaan tersebut,” geram anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova, saat sidak pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung di Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kamis (18/11).

BACA JUGA: IMBG Toko Mario Terbit, Pedagang Tuding Oknum Pejabat BPMPTSP dan Satpol PP Masuk Angin

Komisi III, lanjutnya, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa terhadap pelaksana proyek. Dimana, paska Pandemi Covid-19 saat ini masyarakat di Kecamatan Megamendung sedang membutuhkan gedung SMPN 3 untuk kegitan belajar mengajar.

“Penyedia jasa konstruksi justru terkesan memperlambat pekerjaan. Pemdes Sukamaju bahkan sudah membantu penyedia jasa untuk mempercepat pekerjaan dengan membuatkan jalan masuk demi memperlancar akses pembangunan,” ungkap dewan yang akrab disapa Fio.

Politisi PPP itu menyatakan, saat sidak Komisi III menanyakan kepada Bidang Sarpras Disdik Kabupaten Bogor, dijelaskan bahwa kontraktor sudah mendapatkan teguran secara tertulis sebanyak dua kali.

 “Surat teguran sudah dua kali dilayangkan ke CV Ratu Zalva, selaku kontraktor dan konsultan pengawas CV Prima Consult karena progres pekerjaan minus 20 persen dari semestinya 50 persen lebih,” kata Kasi Sarpras SMP, Paud dan Penmas, Wembi Syarif Chan.

BACA JUGA: Warga Teluk Pinang Diancam dan Dilaporkan ke Polisi oleh Rentenir

CV Ratu Zalva, berikut CV Prima Consult terancam diputus kontrak kerja di tengah jalan. Keduanya juga terancam di-blacklist karena progres pengerjaan jauh dari target.

Pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung, jelas Wembi Syarif Chan, berdasarkan kontrak kerja dimulai pada 30 Agustus-27 Desember 2021. Berdasarkan progres kerja, memang bakal terkejar. Namun berdasarkan proses administrasi mengalami keterlambatan sehingga pihaknya melayangkan teguran kepada penyedia jasa dan konsultan pengawas.

 “Disdik sudah menekan konsultan pengawas sebagai kepanjangan Disdik melakukan pengecekan fisik di lapangan. Nah, sekarang yang kita lakukan adalah menekan pekerjaan dulu biar terkejar,” ujarnya.

Memang, lanjut dia, secara teknis dan non teknis di lapangan harus dilihat. Apalagi kondisi cuaca saat ini sangat ekstrim. Tapi memang tidak bisa dijadikan alasan oleh penyedia jasa, intinya Disdik Kabupaten Bogor ingin pekerjaannya rampung sesuai target.

BACA JUGA: Perbaikan Jalan Sepanjang Jalur Wisata, Ini Kata Suhandi

 “Kita pantau terus pekerjaannya, kalau memang tidak bisa diselesaikan, Disdik Kabupaten Bogor akan melayangkan teguran ketiga dan direkomendasikan putus kontrak dan blacklist berdasarkan pertimbangan, hitungannya dengan inspektorat,” tegasnya.

Konsultan pengawas Prima Consult, Rachman Hakim mengaku, dari awal sudah mengingatkan pada kontraktor untuk mewaspadai faktor alam. “Kami sudah mengeluarkan surat teguran soal keterlambatan. Bahkan memo-memo progres pekerjaan setiap minggu dikeluarkan,” dalihnya.

Untuk saat ini, lanjut dia, mengingat waktu semakin mepet, strategi yang dilakukan adalah dengan menambah jumlah pekerja dan memberlakukan kerja shift.

**dedesuhendar