25.2 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1074

Jawab Kebutuhan Masyarakat, Asuransi Astra Luncurkan Garda Healthtech

0

Produk Asuransi Kesehatan Perorangan Berbasis Digital

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Situasi pandemi telah mengubah sebagian besar gaya hidup masyarakat dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Seluruh kegiatan atau kebutuhan yang dapat dipenuhi secara digital kian meningkatkan digital behavior masyarakat. Kebiasaan ini diperkirakan terus bertahan meskipun pandemi mereda.

Nikmati harga spesial Rp299.000,00 untuk perlindungan kesehatan setahun bagi pembelian polis Garda Healthtech sepanjang periode launching 29 September – 5 Oktober 2021. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di http://bit.ly/gardahealthtech.

Digitalisasi gaya hidup tidak terbatas pada konsumsi masyarakat akan kebutuhan konsumsi sehari-hari, tetapi juga pemenuhan kebutuhan kesehatan. Pada era pandemi saat ini peningkatan daya beli masyarakat akan vitamin dan tes pemeriksaan COVID-19 cenderung tinggi, tetapi hal ini diperkirakan tak sebandingdengan konsumsi masyarakat atas perlindungan asuransi kesehatan.

Kurangnya literasi keuangan terkait asuransi, belum tersedianya produk asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan proses pembelian polis yang kompleks membuat masyarakat enggan untuk segera melindungi dirinya dengan asuransi kesehatan.

Pada Rabu (29/9) hari ini, Asuransi Astra menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan perlindungan asuransi kesehatan. Berbasis platform digital, asuransi kesehatan perorangan dari Asuransi Astra “Garda Healthtech”, resmi diluncukan. Produk ini merupakan hasil kolaborasi Asuransi Astra dan juga Halodoc yang diharapkan menjadi pilihan terpercaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan perlindungan kesehatan. Masyarakat secara mudah dapat menemukan Garda Healthtech melalui aplikasi Halodoc.

Sukses dengan produk asuransi kesehatan korporasi Garda Medika selama 13 tahun lamanya, pada hari ini (29/09) CEO Asuransi Astra memperkenalkan produk asuransi kesehatan perorangan berbasis digital, Garda Healthtech

Peluncuran “Garda Healthtech” yang dilakukan secara vitual ini dihadiri oleh CEO Halodoc Jonathan Sudharta, CEO Asuransi Astra, Rudy Chen didampingi Director-In-Charge Astra Financial & Logistic Suparno Djasmin yang turut memberikan sambutan dalam acara peluncuran Garda Healthtech.

“Pada era industri 4.0 seperti saat ini, pengembangan aset-aset digital penting untuk konsisten dilakukan sembari menjajaki pertumbuhan bisnis secara nonorganik. Namun di atas itu semua, kunci dari pengembangan setiap aset digital, dalam hal ini Garda Healthtech adalah pelanggan. Kami ingin memberikan pengalaman yang nyaman, yakni sebuah layanan yang seamless khususnya di bidang layanan kesehatan. Semoga produk ini menjadi solusi perlindungan kesehatan yang dapat diandalkan,” ujar Suparno Djasmin dalam press release yang diterima Jurnal Bogor, Rabu (29/9).

Garda Healthtech menawarkan perlindungan kesehatan menyeluruh dengan proses pembelian yang mudah dan harga terjangkau

“Garda Healthtech hadir dalam tiga paket perlindungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat Dengan proses pembelian secara digital yang mudah serta harga yang terjangkau, kami harap Garda Healthtech mampu menjadi solusi perlindungan kesehatan yang dapat diandalkan,” ujar Rudy Chen.

“Garda Healthtech merupakan kolaborasi dua perusahaan karya anak negeri. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami di Halodoc untuk dapat berkolaborasi dengan perusahaan asuransi yang sangat berpengalaman seperti Asuransi Astra. Semoga produk ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Jonathan Sudharta saat acara peluncuran Garda Healthtech.

Garda Healthtech merupakan tahapan baru bagi Asuransi Astra dalam memberikan peace of mind kepada pelanggan setelah sukses mengelola produk asuransi kesehatan korporasi Garda Medika selama 13 tahun lamanya.

Garda Healthtech memiliki tiga paket perlindungan: fit, classy, ultima  yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat

Pastikan #SehatmuTerlindungi bersama Garda Healthtech dari Asuransi Astra. Nikmati harga spesial Rp299.000,00 untuk perlindungan kesehatan setahun bagi pembelian polis Garda Healthtech sepanjang periode launching 29 September – 5 Oktober 2021. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di http://bit.ly/gardahealthtech.

**ass

40 Persen Proyek Disdik Selesai Dikerjakan

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah terus melakukan peninjauan ke sekolah yang mendapatkan proyek pembangunan di tahun anggaran 2021. Hal itu dilakukan mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) tersebut, untuk melihat secara langsung kondisi fisik yang sedang dikerjakan pihak ketiga.

“Sengaja saya berkeliling ke sekolah yang dapat bantuan. Sebelum kesini, tadi pagi juga saya sudah ke sekolah di wilayah Kecamatan Leuwiliang,” aku Juanda kepada wartawan saat meninjau proyek rehab tiga ruang kelas dan satu unit ruang perpustakaan serta satu ruang kelas baru di SDN Siliwangi Cigombong, Selasa (28/9).

Kadisdik mengungkapkan, dari hasil peninjauan ke beberapa sekolah yang mendapatkan proyek pembangunan, pelaksana atau pihak ketiga melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan perencanaan. “Seperti di SDN Siliwangi ini, kondisi bangunan perpustakaan dan ruang kelas baru yang sudah selesai pengerjaan, kualitas bangunan nya bagus dan kokoh,” ungkapnya.

Terkait jumlah proyek Disdik untuk tahun anggaran sekarang, Juanda menyatakan terdapat sebanyak 320 paket, baik itu pengerjaan pembangunan ruang kelas baru, rehab ruang kelas, perpustakaan hingga ruang guru.

Jumlah paket sebanyak itu, dinilai wajar oleh Kadisdik, Sebab, untuk sekolah dasar yang tersebar di 40 kecamatan se Kabupaten Bogor, jumlahnya sebanyak 1543 sekolah. “Walau pun paketnya banyak, tapi anggarannya kecil-kecil, hanya ratusan juta. Dan yang paling banyak untuk paket proyek SD, kalau SMP hanya beberapa saja,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini dari jumlah paket yang sudah dilelang dan sedang tahap pembangunan, hampir 40 persennya proyek yang dikerjakan pihak ketiga itu telah selesai pembangunannya. “Sisanya tinggal finishing saja, seperti rehab tiga ruang kelas SDN Siliwangi ini. Dan kalau dilihat dari batas waktu pengerjaan sampai tanggal 21 Oktober, CV. Anugrah Bunda selaku pihak ketiga yang mengerjakan proyek ini, saya yakin bisa mengerjakan tepat waktu,” paparnya.

Adapun sisa paket yang sedang atau belum dilelang di Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ), sambung Juanda, tinggal 10 persen dari jumlah keseluruhan paket Disdik. “Mudah-mudahan awal bulan Oktober, semua paket Disdik sudah selesai dilelang. Jadi masih ada waktu tiga bulan lagi pihak ketiga mengerjakan proyek tersebut,” imbuhnya.

Sementara, Kepala SDN Siliwangi,  Kurtubi mengaku gembira karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Disdik, merealisasikan pengajuan bantuan pembangunan sekolahnya. “Saya juga tidak menyangka, semua pengajuan yang kami minta direalisasikan dinas,” ujarnya.

Kurtubi menjelaskan, kondisi fisik ketiga ruang kelas yang saat ini sedang dikerjakan pihak ketiga, sudah rusak parah terutama bagian atap. Termasuk di SDN Siliwangi masih kekurangan ruang kelas dan perpustakaan.

 “Makanya, kami ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan yang dikerjakan pihak ketiga. Biar kualitas bangunannya bagus dan dikerjakan sesuai perencanaan,” tukas mantan guru di SMPN 1 Caringin itu.

**dedesuhendar

Rawan Kecelakaan, Warga Pongkor Swadaya Tambal Jalan

0

Nanggung I Jurnal Inspirasi

Warga Kampung Pongkor, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, memperbaiki jalan yang keadaannya berlubang dan rusak parah. Perbaikan jalan itu dilakukan di sepanjang jalan raya Pongkor menggunakan adukan semen dicampur pasir  dengan dana swadaya yang dihimpun dari warga melalui tokoh masyarakat dan tokoh pemuda,

“Untuk mengantisipasi kejadian kecelakaan bagi para pemotor akibat terpeleset atau terjatuh. Jalan bertambah rusak parah, maka masyarakat berkenan kerja bhakti,” ujar ketua pemuda Kampung Pongkor Fahirudin kepada wartawan, Rabu (29/9).

“Daripada nantinya tambah parah, sengaja kami melaksanakan kerja bhakti dengan cara menambal jalan,” ungkapnya lagi.

Fahirudin menambahkan, jalan yang ditambal panjangnya sekitar 2 kilometer menggunakan dana dari masyarakat dan dikerjakan oleh pemuda di tiga RW. Atas inisiatif ini, dia berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Dana dari swadaya masyarakat se-Kampung Pongkor khususnya RW 09. Kegiatan menambal jalan itu melibatkan semua pemuda di RW  07, 08 dan RW 09. Progresnya, kami berharap Pemerintah mau menambal jalan yang rusak parah ini,” tandasnya.

Ditempat yang sama Ketua RW 09 Kampung Pongkor, Desa Cisarua Jefri menuturkan, upayanya itu untuk mencegah kejadian kecelakaan di sepanjang jalan raya Pongkor, sehingga tidak ada salahnya masyarakat berjibaku dengan kegiatan gotong-royong.

“Kami mengerjakan karena kondisi jalan kerusakannya  sudah cukup parah, lanjut dia,  semata-mata karena takut ada yang celaka dari warga yang melintas. Semoga saja setelah ada kegiatan pemerintah tidak diam dengan jalan rusak,” jelasnya.

Senada dengan ketua RW, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Pongkor Ustadz Syahidin menilai kerja bakti yang dilakukan bersama-sama itu bisa menjaga ukhuwah Islamiyah dan sangat dibutuhkan kerelaan warga untuk mau berbuat baik dengan niat membantu sesama.

“Kami minta semua warga disekitar jalan Pongkor ini untuk mau melakukan kebaikan, tidak usah menunggu komando dari manapun karena kepentingannya jelas untuk kebersamaan,” tukasnya.

**aripekon

Kandidat KNPI Cigudeg: Kaum Muda Harus Berperan Aktif dan Inovatif

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Rizki Muhamad memiliki pandangan perspektif perihal pemuda. Calon Ketua KNPI Kecamatan Cigudeg ini mengajak kaum muda membuat terobosan yang inovatif dan kreatif sesuai dengan trah kaum muda yang menggelora seperti para pendahulu yang menggelorakan semangat kemerdekaan yang kemudian diperingati setiap 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda.

“Kali ini di tahun 2021 dimasa era kemerdekaan kita semua sedang diuji oleh Covid-19. Khususnya kita kaum muda perlu mengambil peran untuk sama-sama lepas dari masa sulit sebagai pelaku utama serta berperan aktif memberi solusi yang membawa kepada arah yang lebih baik,” ujar Rizki, Rabu (29/9).

Menurutnya, solusi utama permasalahan saat ini salah satunya membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan dengan mengutamakan semangat gotong royong. Meski ditengah modernisasi,  bergotong royong  di masyarakat mesti menjadi budaya bangsa. “Perlu dilestarikan, tentu  untuk memperkuat intregrasi dan jiwa sosial di masyarakat,” jelasnya.

Sedangkan semangat persatuan yang dimaksud adalah semangat melepaskan ego sentris golongan, warna maupun latar belakang. Upaya ini perlu dilakukan agar  terlepas dari masa sulit yang juga menjadi tanggung jawab para pemuda sebagai agent of change atau agen perubahan.

Sementara momentum Sumpah Pemuda pada masa lalu adalah sebagai tonggak awal merintis NKRI dengan penuh kesadaran dan semangat persatuan. Dalam pertemuan tersebut, menghasilkan tiga isi Sumpah Pemuda yaitu Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

**aripekon

Junsam Siap Berikan Kadeudeuh Buat Ayat Supriatna

0

Sentani | Jurnal Inspirasi

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, mengaku bangga atas kontribusi medali emas yang baru saja dipersembahkan Ayat Supriatna untuk Kontingen Jawa Barat dari cabang gantole kategori Ketepatan Mendatar (KTM) Kelas A perorangan, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang digelar di kawasan Bandar Sentani Papua, Selasa (28/9/2021).

“Saya bangga Kang Ayat sukses menyumbangkan satu medali emas untuk Jawa Barat dari cabang gantole KTM Kelas A perorangan,” ujar Junaidi Samsudin.

Bukan itu saja, pria yang akrab disapa Junsam sangat mengapresiasi atas kerja keras Ketua Umum Pengcab Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi berserta tim gantole Jawa Barat, yang selama ini fokus mempersiapkan pilot-pilot terbaiknya tampil memperkuat Kontingen Jawa Barat di ajang PON 2021 ini.

“Kita sangat mengapresiasi kerja keras Kang Wanhai dkk. Apalagi kerja keras tersebut berbuah medali emas, artinya perjuangan mereka benar-benar matang dalam merebut medali emas untuk Jawa Barat,” tegasnya.

Junsam berharap, kontribusi medali emas yang baru saja dipersembahkan Ayat Supriatna, harus menjadi motivasi bagi para pejuang olahraga Kabupaten Bogor, yang tengah berjuang untuk Jawa Barat di ajang PON 2021.

“Yang pasti kita sudah memikirkan kadeudeuh untuk atlet peraih medali di ajang PON Papua,” pungkasnya.

**as.pangrango

Ayat Supriatna Sabet Emas Untuk Jawa Barat

0

Sentani | Jurnal Inspirasi

Pilot nomor Gantole Jawa Barat, binaan Pengcab Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Kabupaten Bogor, Ayat Supriatna, berhasil menyumbangkan satu medali emas untuk Kontingen Jawa Barat, dari nomor Gantole Ketepatan Mendarat (KTM) Kelas A perorangan putra, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di kawasan Bandara Sentani, Papua, Selasa (28/9/2021).

Satu medali emas, sukses dipersembahkan Ayat Supriatna, setelah pilot asuhan Wawan Hikal Kurdi, sukses meraih total poin 1141 (R1 111, R2 299, R3 125, R4 217, R5 90, R6 190, R7 109) dari tujuh sorty yang dimainkan pada nomor KTM Kelas A perorangan putra.

Sementara urutan kedua ditempati pilot asal Sumatera Barat, Khaidir Anas, dengan catatan poin 2725 (R1 236, R2 321, R3 285, R4 41, R5 1022, R6 138, R6 682). Sedangkan urutan ketiga ditempati Glider KTM asal Sumatera Barat, Rijalul Fathani dengan catatan poin 3758 (R1 182, R2 530, R3 407, R4 156, R5 1239, R6 692, R7 552).

Atas capaian tersebut, Manajer Tim Gantole Jawa Barat, Wawan Hikal Kurdi, yang juga Ketua Umum PGPI Kabupaten Bogor, mengaku bangga dan puas dengan raihan satu medali emas dari cabang gantole.

“Raihan satu medali emas dari cabang gantole KTM Kelas A perorangan ini, tidak terlepas buah dari kerja keras Ayat dan tim. Sehingga hasilnya sangat memuaskan,” kata pria yang tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor ini.

Politisi Partai Golkar ini juga berkeyakinan, cabang gantole masih berpeluang besar menyumbangkan medali emas untuk Jawa Barat di ajang PON 2021. Karena masih ada beberapa nomor yang masih dimainkan.

“Cabang gantole berpeluang meraih medali emas. Apalagi di nomor beregu KTM Kelas A, tim gantole Jawa Barat masih memimpin, artinya masih ada tambahan medali emas untuk Jawa Barat di ajang PON 2021,” pungkasnya.

**as.pangrango

DD Tahap Dua Cair, Pemdes Ciburuy Kembali Bangun Jaling

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa (Pemdes) Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor kembali melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan lingkungan (jaling) yang dibiayai dari pemerintah pusat melalui Dana Desa (DD) tahap dua tahun anggaran 2021.

Pelaksana teknis lapangan, Sabarudin menyebutkan ada 2 titik kegiatan yang dianggarkan dari DD, yakni di Kampung Cisalopa RT 04 RW 06 dan di Kampung Swadiri RT 03 RW 08.  “Dari 2 titik ini, kami kerjakan yang di Kampung Cisalopa dengan volume 833 meter, 1 titiknya lagi yakni di Kampung Swadiri dikerjakan sama rekan kami,” katanya kepada wartawan.

Ia mengaku, selama pembangunan pihaknya mengedepankan transparansi. Hal ini dimaksudkan agar dapat diketahui oleh warga maupun pihak terkait.  “Kami transparan dan papan proyek juga ada tidak disembunyikan” ujar Sabarudin.

Kasi Ekonomi dan Bangunan (Ekbang) Desa Ciburuy, Dede Surachman menjelaskan, untuk papan proyek yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan baik itu mengenai volume, lokasi dan sumber dana dipasang di lokasi kegiatan.

 “Kami pasang, hanya saja memang untuk pemasangannya telat satu hari karena waktu itu dipadatkan oleh kegiatan monev dan suntik vaksin. Tapi kan yang penting dipasang dan pengerjaannya berjalan lancar,” jelasnya.

Dede menegaskan, soal adanya halaman depan rumah warga yang diaspal, itu dilaksanakan setelah pengerjaan selesai.  “Itu mutlak kebijakan dari pelaksana kegiatan. Lagian dikerjakannya juga setelah selesai dari pelaksanaan pembangunan tanpa mengurangi volume yang ada, kami sebagai pemerintah desa juga tidak merasa dirugikan,” terang Dede yang sering disapa Ongcuy ini.

Sementara, Kepala Desa Ciburuy, Suherman menyatakan, dalam pelaksanaan pembangunan jalan lingkungan dikerjakan Tim Pelaksan Kegiatan (TPK) Desa Ciburuy. Hanya saja, dalam hal ini melibatkan tim teknis yang mengetahui soal kontruksi.

“Pengerjaannya oleh TPK, begitu pun soal anggarannya kami serahkan semua ke pihak TPK. Adapun tim teknis yang terlibat dalam pelaksanaan itu memang benar, yang penting tidak menyalahi aturan dan menjalankan program padat karya,” ucap Suherman.

Terpisah, salah satu warga setempat, Akew menjelaskan pengerjaan jalan lingkungan secara hotmix pada rumah warga pemilik rumah makan atas permintaan sendiri.  “Adapun hal lainnya merupakan kebijakannya juga yang ingin memberi atas jasa dari aspal tersebut. Jadi, kalau ada yang mempermasalahkan mungkin itu ulah dari oknum yang tidak suka saja kepada pihak pelaksana,” tukasnya.

**dedesuhendar

Sungai Cikuluwung Meluap Hanyutkan Tiang Jembatan

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Akibat intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Selasa sore (28/9) mengakibatkan aliran Sungai Cikuluwung meluap. Bahkan dalam video rekaman warga,  luapan air Sungai  Cikuluwung melintasi wisata kuliner Kopi Tubing dan membuat tiang jembatan terbawa arus sungai.

Kepala Desa Ciasihan Lilih membenarkan bahwa Sungai Cikuluwung meluap akibat hujan yang cukup deras. “Iya hujan cukup deras, sehingga mengalami pondasi tengah jembatan terbawa arus,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui via telepon.

Menurutnya, dengan luapanSsungai Cikuluwung dirinya belum berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor. “Ya belum laporan kesiapa pun, nanti kita akan laporan ke Unit Pelayanan Teknis (UPT) jalan dan jembatan,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya wisata kuliner yang sampai bibir sungai tersebut, dirinya menilai tidak menjadi persoalan mengingat luapan sungai tersebut baru kali ini saja.

“Engga jadi persoalan ya, karena itu baru pertama kali sungai tersebut meluap, lagian tidak sampai ke area Kopi Tubing,” tutupnya. 

**cepikurniawan

Ubi Jalar yang Digarap Petani Cihideung Udik Ekspor ke Singapura

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Ditengah pandemi Covid-19, petani ubi jalar berkolaborasi dengan PT Multi Japanika mendongkrak perekonomian para petani ubi jalar dengan melakukan ekspor perdana ubi jalar ke Singapura, Selasa (28/9).

Pertanian ubi jalar yang berada di Kampung Sempurna, Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor dengan luas 1 hektare itu digarap oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan yang berasal dari Cihideung Udik.

Project Specialist PT. Multi Japanika Adi Purnomo mengatakan, permintaan ekspor sangat tinggi untuk ubi madu atau ubi jalar dengan  kisaran 20 ton per minggunya. “Beraneka ragam harga dari grade  A, 6 ribu, grade B, 4 ribu dengan kondisi kulit ubi madu yang sudah halus dan bersih karena kita ada keterlambatan dan keterbatasan disuplay dari para petani jadi kita kirim 8 ton per minggunya,” kata Adi Purnomo.

Sementara itu menurut Kepala Desa Petir Sukardi, meskipun area pertanian itu hanya masuk  wilayah batas desa, pihaknya sangat mengapresiasi ubi jalar bias diekspor keluar negeri.

Di tempat yang sama Kepala Desa Cihideung Udik  H Denny mengatakan, keterpurukan ekonomi di masa pandemi ini jadi salah satu upaya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat para petani.

“Mudah-mudahan dengan adanya ekspor ubi jalar yang ada di Desa Cihideung Udik para Gapoktan Harapan tetap konsisten dalam langkah awal menuju go internasional dalam bidang pertanian ubi madu,” pungkasnya. 

**cepikurniawan

Bima: Wisata GLOW di Kebun Raya Bogor Kaji Dulu

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta pengembangan wisata GLOW di Kebun Raya Bogor (KRB) untuk dikaji terlebih dahulu sebelum dibuka untuk umum. Permintaan tersebut menyusul adanya kekhawatiran dari sejumlah elemen masyarakat. Ia menyebut wisata GLOW berpotensi mengubah keheningan malam KRB.

Penggunaan lampu berlebihan di waktu malam, sambungnya, berpotensi mengganggu perilaku dan fisiologi serangga penyerbuk, nokturnal maupun diurnal.

“Saya minta agar konsep GLOW ini dikaji dengan melibatkan pakar untuk bisa memberikan jawaban terkait kekhawatiran publik. Apakah nantinya adanya GLOW bakal mengganggu spesies di KRB atau seperti apa, ini semua harus dilakukan kajian secara ilmiah,” ujar Bima Arya kepada wartawan, Selasa (28/9).

Kata dia, KRB sudah berumur lebih dari dua abad dan tidak terpisahkan dari masyarakat Bogor, dan sekaligus sebagai ikon kebanggaan. Bahkan, Kebun Raya juga tengah diusulkan sebagai world heritage.

“KRB yang menyelamatkan Kota Bogor. Kalau tidak ada KRB, Kota Bogor tidak akan seperti ini. Pemkot Bogor selalu berkoordinasi dengan LIPI untuk mendorong KRB sebagai pusaka dunia,” katanya.

Bima meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  untuk segera berkoordinasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang kini dilebur menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk bersama-sama melakukan kajian.

“Apapun hasilnya nanti akan kami koordinasikan lagi dengan pihak PT Mitra Natura Raya. Pada intinya kita akan pastikan semua berjalan sesuai dengan karakteristik Kota Bogor,” ungkapnya.

Namun, berdasarkan hasil pertemuan dengan PT Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor, sangat menyetujui dengan adanya kajian terlebih dahulu sebelum konsep wisata GLOW diterapkan.

“Kami menyepakati bahwa KRB adalah pusat konservasi juga tempat kajian dan riset selain tempat wisata. Karena itu konsep KRB harus selalu berpedoman kepada prinsip tadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah Kedeputian Infrastruktur Riset BRIN, Hendro Wicaksono mengatakan bahwa baru akan melakukan kajian terkait rencana pengembangan wisata GLOW di KRB.

“Jadi arahan Pak Wali Kota perlu dikaji terkait pengaruh-pengaruhnya karena kan belum pernah dibuka nih. Jadi kita belum tahu, ini akan mengkaji,” jelasnya.

Kata dia, konservasi tumbuhan dan penelitian harus tetap dijaga dengan baik. Sesuai dengan Peraturan LIPI no. 4 th 2019 tentang Pembangunan Kebun Raya, batas luas maksimal pembangunan fisik (pengerasan lahan) di Kebun Raya Bogor adalah 20 persen dari luasan total.

“Sebetulnya tidak melampaui. Justru itu kita jaga terus konsistensinya. Soal jalan setapak yang sudah ada dari jaman Belanda kita perbaiki karena sudah bolong-bolong. Secara fisik tidak ada perubahan,” ungkapnya.

Komisaris Utama PT. Mitra Natura Raya (MNR) Ery Erlangga memastikan akan mengedepankan eduwisata, konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan, wisata ilmiah dan jasa lingkungan.

“Semangat kami ada pada pelestarian lingkungan. Kami juga tidak akan berani mengambil langkah yang melawan upaya pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Kata dia, PT Mitra Natura Raya juga akan menerima masukan dan siap untuk berdialog dengan sejumlah elemen masyarakat yang keberatan dengan wisata GLOW.

“Insya Allah kami siap menjelaskan dan berdialog dengan seluruh elemen masyarakat,” paparnya.

**fredykristianto