27.7 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1047

Baru Pertama Kali, Siswa SDN Pasir Peuteuy Adaptasi ANBK

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan pelajar dari Sekolah Dasar Negeri (SDN)  Pasir Peuteuy Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor tengah mengikuti gladi bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Senin (1/11).

Kepala Sekolah SDN Pasir Peuteuy Juju Juhaeriah mengatakan, sebanyak 20 siswa/siswi kelas lima tersebut baru pertama kali dilakukan ANBK. Mereka diawasi oleh para guru, pengawas sekolah dan Kepala SDN Pasir Peuteuy.

Kegiatan ANBK secara online diakuinya sewaktu-waktu bisa terkendala jaringan sinyal. “Jaringan internet 80 persen sehingga kegiatan ANBK  berlangsung berlancar,” ujar Kepala Sekolah SDN Pasirpeuteuy.

BACA JUGA: Pemuda Masa Kini Tergerus Perkembangan Zaman

Adapun materi yang dibahas tentang literasi dan numerisasi. Juju dalam pengawasan tersebut mengatakan, keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dapat terpantau, bahkan bisa selesai sebelum batas waktu yang diberikan.

Diakuinya fasilitas komputer untuk ANBK sejauh ini masih belum maksimal karena komputer yang digunakan hasil pinjam dari para guru. “Komputer memang tersedia, meski sebagian kita pinjem,” paparnya.

“Hanya kita ada bantuan afirmasi sehingga Alhamdulillah bisa dimanfaatkan untuk anggota sekarang,” tambah Juhaeriah.

BACA JUGA: Pemenang Mojang Jajaka Kota Bogor 2021

Menurut Juhaeriah, kegiatan ANBK tersebut akan dilaksanakan satu hari dengan harapan ANBK di sekolahnya, siswa/siswi bisa lebih mengenal komputer dan paham untuk kemudian hari bisa mengerjakan soal-soal itu dengan baik.

“Sejauh ini belum ada kesulitan yang terlalu fatal,” kata dia.

Hal serupa dikatakan guru pendamping, Dian Susilawati bahwa pelajar mengaku kesulitan adaptasi pada program baru tersebut, akan tetapi ANBK dari hari pertama telah berjalan lancar. “Ini program baru sehingga para peserta ada sedikit kesulitan. Setelah kita coba Alhamdulillah secara berkala bisa beradaptasi,” pungkasnya.

**aripekon

Permudah Akses Jalan Warga, Samisade Desa Cibodas Sambungkan Jalur Antardesa

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Cibodas, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor melakukan betonisasi jalan tembus menuju Desa Pabuaran, Sukamakmur. Upaya ini untuk mempermudah akses jalan untuk warganya.

Suhanda Anda Permana

Kepala Desa Cibodas, Suhanda Anda Permana mengatakan, betonisasi jalan program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) tahun ini dikerjakan oleh pihak ke-3 yaitu PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) untuk betonisasi jalan Kampung Karangsaat RT 01/ 02 untuk tahap 1 dengan volume P 400M x L 3,5M x T 0,15M dan tahap 2 sedang dalam proses.

“Akses jalur ini nantinya bisa menuju Desa Pabuaran, memang masih agak panjang untuk menuju akses jalan tersebut, namun kami berupaya adanya program Samisade ini bisa menghubungkan jalur-jalur lintas antardesa dan kecamatan,” jelas Anda biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Senin (01/11).

BACA JUGA: Camat Cileungsi Apresiasi Samisade, Infrastruktur yang Dibangun Bermanfaat untuk Masyarakat

Dia menjelaskan, untuk kualitas beton yang digunakan adalah K 250 dan sebagai pemilik anggran akan memantau pekerjaan tahap 2nanti , mengingat ada yang kurang saat pengerjaan tahap 1, dan dia harapkan PT PPE pengerjaannya lebih baik dari swasta yang lainnya karena merupakan BUMD Kabupaten Bogor.

“Ini kan program Bupati Ade Yasin, yang mengerjakannya adalah BUMD Kabupaten jadi sudah seharusnya kualitas lebih bagus dari yang dikerjakan secara mandiri ataupun pihak ke-3 lainnya,” ucap Anda.

Masih kata dia, ada beberapa kekurangan di tahap 1 ini seperti tingginya ada yang tidak mencapai 0,15M dan pihaknya akan minta pertanggung jawaban kepada pihak PPE jika ada kekurangan volume ditambah panjang volumenya untuk menutupi kekurang yang sebelumnya.

BACA JUGA: Program Samisade Desa Weninggalih Buka Akses Jalan ke Kampung Terisolasi

“Maka dari itu untuk tahap ke-2 yang belum dikerjakan ini tapi uangnya sudah kami serahkan kepada pihak PT PPE kami akan lebih ketat dan selektif lagi. Jangan sampai ketika ada temuan dilimpahkan kepada desa karena yang mengerjakan adalah PT PPE,” jelas Anda.

Dia berharap program ini terus berkelanjutan sehingga harapan untuk menyambungkan akses jalan menuju desa dan kecamatan lain bisa terealisasi karena dengan dibangunkannya tembusan jalan-jalan antardesa tersebut bisa memudahkan akses warga dan bisa meningkatkan perekonomian serta menaikan harga tanah.

BACA JUGA: Dikerjakan Mandiri, Samisade Desa Sukajaya Berjalan Mulus

“Terima kasih tak lupa saya ucapakan kepada Bupati Ade Yasin yang sudah menggelontorkan dana Samisade ini yang sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Semoga Bupati kita sehat dan bisa melanjutkan program kerjanya menuju Kabupaten Termaju,” pungkasnya penuh harap. Nay Nur’ain

PDI Perjuangan Komitmen Cetak Pengusaha Handal

0

JURNAL INSPIRASI – DPC PDI Perjuangan Kota Bogor bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan HIPMI menyelenggarakan seminar Peringatan Sumpah Pemuda bertajuk “Pemuda Kreatif dan Inovatif Berbasis Teknologi Digital di Masa Pandemi” yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna DPRD Kota Bogor, Minggu (31/10).

Dalam seminar tersebut, Kepala Disnakes, Elia Buntang, Kepaa Dinas Koperasi dan UKM, Samson Purba dan Ketua HIPMI Zulfikar Priyatna tampil sebagai pembicara.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata mengatakan, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini sengaja diperingati berbeda dari tahun sebelumnya, yang hanya sebatas seremonial.

BACA JUGA: Pemuda Masa Kini Tergerus Perkembangan Zaman

“Kegiatan tahun ini sifatnya aplikatif, dimana pemuda dan pelaku usaha bisa bertemu langsung dengan perwakilan dari dinas yang menangani langsung masalah ketenagakerjaan atau UKM,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (31/10).

Menurut Dadang, seminar ini seharusnya dapat memberi manfaat langsung kepada pemuda dan pelaku usaha agar dapat mengakses langsung dan berdiskusi dengan para ahli.

“Sehingga kedepannya program apa yang ada di pemerintahan maupun swasta bisa diakses pemuda, untuk mengembangkan dan memulai usaha,” ungkapnya.

BACA JUGA: Banjir Parah GBJ, Achmad Fathoni Minta Pemda Segera Bikin Drainase

Dadang menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan dan pendampingan kepada pemuda serta para pelaku usaha, agar mendapatkan output jangka panjang dari kegiatan tersebut. “Kami berharap ada pengusaha muda lahir dari seminar ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar, Erik Suganda mengatakan bahwa pihaknya berkeinginan untuk menciptakan wirausahawan berkualitas handal, sehingga dapat membuka lapangan kerja baru.

“Ada sebanyak 108 peserta, mereka tidak semuanya kader, ada mahasiswa, pelajar dan pelaku usaha,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pemenang Mojang Jajaka Kota Bogor 2021

Erik menyatakan, saat ini mencari pekerjaam bukanlah hal mudah, sehingga dibutuhkan alternatif bagi pemuda untuk menata masa depan. “Kalau kita semua berharap untuk bekerja di perusahaan untuk menjadi ASN atau TNI-Polri semakin sulit. Jadi kita arahkan mereka untuk jadi pengusaha, demi mengurangi pengangguran,” imbuhnya.

Erik menegaskan, PDI Perjuangan akan terus membina kerjasama dengan berbagai stakeholder seperti Disnaker, Dinas Koperasi dan UKM serta HIPMI lantaran mereka memiliki jaringan di level provinsi maupun pusat.

“Kami akan kolaborasikan terus. Bila ada peserta seminar yang ingin menjadi anggota HIPMI itu boleh, malah bagus karena kemampuan usaha akan terus terasah,” pungkasnya.

**fredykristianto

Omzet PCR Bisa Capai Rp1,6 Triliun per Bulan

0

JURNAL INSPIRASI – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan penggunaan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk keluar masuk Jawa dan Bali melalui jalur darat, laut, dan udara dinilai lebih kuat bermuatan bisnis daripada tujuan kesehatan. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Sukamta.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini kemudian memberikan perhitungan kasar gurita bisnis tes PCR. Potensi omzetnya mencapai Rp800 miliar sampai dengan Rp1,6 triliun dengan kebutuhan alat 2,8-5,6 juta per bulan.

“Kebutuhan alat tes PCR per hari sekitar 100.000–200.000 kit. Artinya, sebulan bisa mencapai 2,8-5,6 juta kit. Jika harga tes PCR Rp300.000,- saja potensinya mencapai Rp800 milliar sampai Rp1,6 triliun per bulan.

BACA JUGA: GMKB Baksos Ngabaran Baginda dan Pepes Ayam

Bahkan sejak pandemi Covid-19 telah dilakukan tes Covid-19 mencapai 45,52 juta dengan total estimasi nilai pasar bisnis tes Covid-19 sudah menembus angka Rp15 triliun. Ini jelas bisnis menggiurkan di tengah pandemi yang bikin ekonomi lesu,” katanya dalam keterangannya.

Soal siapa yang menikmati, Sukamta mengungkap data bahwa perusahaan swasta yang paling banyak menikmati bisnis ini. Pertama, negara eksportir.

Menurut data BPS impor reagent untuk tes PCR pada periode Januari-Agustus 2021 mencapai 4.315.634 kg (4.315 ton) dengan nilai USD516,09 juta atau setara Rp7,3 triliun. China dan Korea menjadi negara eksportir terbesar senilai masing masing USD174 juta dan USD181 juta, disusul AS sebesar USD45 juta, Jerman USD33 juta.

BACA JUGA: Dorong Sport and Tourism, MGS Gelar Turnamen Golf ‘GOBAR’

Kedua, sambung dia, perusahaan importir swasta dalam negeri. Data Bea dan Cukai, perusahaan swasta adalah entitas yang mendominasi kegiatan impor PCR mencapai 88,16%, lembaga nonprofit hanya 6,04%, dan pemerintah 5,81%.

“Kebijakan ini aneh dan terlalu jelas motifnya. Data Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat nilai impor alat tes PCR hingga 23 Oktober 2021 mencapai Rp2,27 triliun melonjak drastis dibandingkan dengan bulan Juni senilai Rp523 miliar,” kata Sukamta.

“Para importir kit tes PCR ini luar biasa. Berani dan punya terawangan jitu bisa menduga bahwa kebutuhan kit PCR akan meningkat. Padahal bulan lalu belum ada kebijakan soal kewajiban tes PCR dikeluarkan oleh pemerintah,” katanya.

BACA JUGA: Kota Bogor Juara Umum BK Porprov XIV Jabar

Anggota Komisi I DPR RI ini menambahkan, alasan bahwa motif bisnis lebih kuat dibandingkan dengan motif kesehatan yaitu vaksinasi dan kebijakan pembatasan pergerakan.

“Persyararatan perjalanan dalam negeri, khususnya wilayah Jawa-Bali dengan mewajibkan tes PCR dan sudah vaksin menjadi kebijakan aneh dan diduga motif ekonomi lebih kuat dibandingkan alasan kesehatan,” imbuhnya.

Sukamta memperkuat alasannya. Pertama, kondisi di Indonesia status Covid-19 telah menjadi pandemi. Kasusnya menyebar merata di semua wilayah. Tes PCR juga bukan jaminan bahwa penumpang benar-benar terbebas dari virus Covid-19.

BACA JUGA: Pemuda Masa Kini Tergerus Perkembangan Zaman

Maka mewajibkan PCR dengan kondisi persebaran masif tidak akan berdampak signifikan. Kedua, syarat PCR dibarengi dengan syarat sudah vaksinasi. Kebijakan ini kontraproduktif dengan kebijakan vaksinasi.

Jumlah vaksinasi dosis 1 telah mencapai 50%, dan dosis 2 sekitar 30%. Alasan giatnya masyarakat vaksinasi agar bisa segera beraktifitas secara normal.

“Syarat PCR tes membuat rakyat berpikir ulang ikut vaksinasi yang harus susah payah, panas-panasan, antrean panjang. Namun setelah vaksin tetap saja harus PCR untuk melakukan perjalanan dan kegiatan secara normal. Setelah edaran ini dijalankan rakyat menjadi malas untuk ikut vaksinasi,” ujar legislator Dapil Yogyakarta ini.

“Vaksin telah terbukti membuat risiko kematian lebih rendah bagi orang yang terpapar Covid-19 namun vaksinasi masih jauh dari target. Seharusnya pemerintah lebih gencar mendorong pencapaian target vaksinasi bukan membuat kegaduhan,” katanya.

**ass

Hadits Hari Ini

0

Sahih al-Bukhori:6762

عَنْ عَاصِم قَالَ: قُلْتُ لاِنَسٍ: أَحَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ؟ قَالَ:

نَعَمْ، مَا بَيْنَ كَذَا إِلَى كَذَا لاَ يُقْطَعُ شَجَرُهَا، مَنْ أَحْدَثَ فِيهَا حَدَثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ.

Dari Ashim, dia berkata: Aku bertanya kepada Anas: Apakah Rasulullah saw telah mengharamkan Madinah? Ia menjawab:

Ya, yaitu antara ini hingga itu, tidak boleh ditebang pohonnya, barangsiapa berbuat zalim di sana, maka baginya laknat Allah, malaikat dan semua manusia.

Pesan :

  1. Rasulullah telah mengharamkan Madinah sehingga tidak boleh memotong pohon, dan tidak boleh berbuat kezaliman atau melakukan perbuatan yang haram seperti jual beli hal yang haram, atau melindungi orang yang zalim disana.
  2. Ancaman bagi orang yang berbuat zalim disana adalah laknat dari Allah, malaikat-Nya, dan semua manusia.

Dorong Sport and Tourism, MGS Gelar Turnamen Golf ‘GOBAR’

0

JURNAL INSPIRASI – PT. Mitra Gelora Sportindo (MGS) baru saja menggelar turnamen bertajuk ‘GOBAR’ suported by Bogor Wonderful Golf, Persatuan Golf Indonesia Kabupaten Bogor, dan Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Bogor, di Sentul Highland, akhir pekan kemarin. Pada kesempatan ini, dibarengi juga dengan peluncuran aplikasi My Golf Statistic.

Chief Executive Officer (CEO) PT. Mitra Gelora Sportindo, Tegar Putra Munggaran mengatakan, ini merupakan pra event sebelum ke acara Utama yang bakal digelar di delapan lapangan golf di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor 29 November hingga 10 Desember mendatang.

BACA JUGA: Kota Bogor Juara Umum BK Porprov XIV Jabar

Delapan lapangan tersebut yaitu Sentul Highland, Club Golf Bogor Raya, Gunung Geulis Country Club, Rainbow Hills Golf Club, Palm Hill, Permata Sentul, Riverside dan Rancamaya Golf.

Perusahan yang didirikan oleh Tegar Putra Munggaran, Rahmat Hidayat, Rizky K Gunawan, dan M. Luthfi Afdhitama itu berfokus pada perhitungan skor maupun handicap dalam permainan golf dan promosi sektor pariwasata yang ada di sekitar lapangan golf tersebut.

“Ini event pemanasan sekaligus memperkenalkan aplikasi my golf statistic kepada lingkungan terdekat kami sebelum aplikasi ini dapat di download untuk umum. Aplikasi itu berfokus pada perhitungan handicap pemain, membantu perhitungan skor untuk tournament maupun gobar komunitas golf dan juga memberikan info wisata yang ada di sekitar lapangan golf. Khalayak pun bisa melihat di instagram kami @mygolfstatistic,” kata Tegar Putra Munggaran.

BACA JUGA: Pemenang Mojang Jajaka Kota Bogor 2021

Dia menambahkan, tujuan PT MGS menggelar turnamen golf adalah untuk mendorong promosi wisata Kabupaten Bogor sekaligus untuk meningkatkan eksistensi ‘Bumi Tegar Beriman’ yang memiliki 11 lapangan golf bertaraf internasional.

“Saat ini kami fokus untuk merealisasikan perpaduan antara olahraga, seni budaya, dan pariwisata, karena dampak positifnya jelas menambah pendapatan asli daerah Kabupaten Bogor,” jelas pria yang akrab disapa Ega ini.

Turnamen pertama sendiri diikuti 38 pegolf dari berbagai komunitas golf dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ega berharap, pada event utama nanti pihaknya bisa memulihkan sektor ekonomi. “Contohnya pegolf yang datang dari luar jabodetabek pasti menginap di hotel, dan makan di daerah Kabupaten Bogor. Sektor pariwisata pun saya harap bisa meningkat,” papar Ega.

BACA JUGA: Banjir Parah GBJ, Achmad Fathoni Minta Pemda Segera Bikin Drainase

Jordiliansyah selaku ketua pelaksana kegiatan gobar tersebut juga menyampakan hal yang sama. “Mudah-mudahan dengan Kabupaten Bogor menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah daerah dan PT. MGS ini mendorong pemerintah daerah lainnya bersama-sama meningkatkan eksistensi golf di Indonesia yang nantinya berdampak kepada perekonomian daerah di sektor sport tourism dan membantu PGI mencari bibit muda berbakat yang nantinya bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional,” jelas Jordiliansyah.

Sementara itu, Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten Bogor mendukung langkah yang dilakukan PT. MGS yang merancang turnamen tersebut. “Ini bagus untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Bogor. Sektor olahraga, dan wisata bisa mendongkrak ekonomi disaat pandemi seperti ini. Pegolf muda pun banyak yang berpartisipasi. Saya harap pada event utama bisa berjalan lancar, dan tentunya prokes ketat harus benar-benar dijalankan,” kata pengurus PGI, Rizki Akbar.

**as.pangrango

Kota Bogor Juara Umum BK Porprov XIV Jabar

0

Kawinkan Gelar Juara Beregu Putra dan Putri

JURNAL INSPIRASI – Kota Bogor keluar sebagai juara umum  babak kualifikasi (BK)  pekan olahraga provinsi (Porprov) Jabar 2021 yang berlansung Jumat-Minggu ,29-31 Oktober 2021 di GOR Laga Tangkas Jatinagor.

Di final, tim putri mengalahkan rekannya tim putri Kabupaten Bogor 3-0. Sedangkan tim putra juga menumbangkan tim Kabupaten Bogor 3-1.

Tim putri Kota Bogor yang digawangi Alda Rahayu, Sofie Fitria,  Amanda, Alda Rahayu, Yanti, Galuh, dan Nanda sukses menang 3-0 dari babak penyisihan hingga final.

BACA JUGA: Pemuda Masa Kini Tergerus Perkembangan Zaman

Total pertandingan dari babak penyisihan hingga final 8 kali pertandingan beregu, dengan memainkan nomor tunggal. “Alhamdulillah tunggal pertama, Sofie menang, Amanda dan Alda juga menang. Jadi tidak memainkan tunggal keempat dan kelima,” kata pelatih kepala Kota Bogor, Kiki Hermawan.

Sedangkan tim putra Kota Bogor, terdiri Mahardika, Gatin,  Bayu, Ryan, Muhammad Akbar, Derry, dan Sandy diluar prediksi malah sukses juara pertama. Padahal target untuk tim putra hanya masuk empat besar saja. “Alhamdulillah bisa juara ini mengulangi sukses di BK Porda 2018 silam,” kata Kiki.

BACA JUGA: Pemenang Mojang Jajaka Kota Bogor 2021

Menurut dia, kekuatan tim tenis meja, baik putra dan putri di Jawa Barat sudah merata. Meski begitu tim Kota Bogor dapat memenangkan pertandingan dengan poin poin ketat. “Menegangkan. Setiap pertandingan butuh perhatian ekstra,” kata Kiki.

Tim Kota Bogor juga mendapat support dari pelatih Rossi Syechbubakar yang setia di panggir lapangan. Beberapa kali mantan pemain nasional tenis meja ini meneriakkan semangat dan motivasi kepada atlet-atlet Kota Bogor yang bertanding.

**ass/rls

GMKB Baksos Ngabaran Baginda dan Pepes Ayam

0

JURNAL INSPIRASI – Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB) kembali menyelenggarakan bhakti sosial dengan mengusung tema Ngabagi Sayuran Bagi Janda dan Duafa (Ngabaran Baginda) dan Program Sanguna Anak Yatim (Pepes Ayam).

Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Bulu Tangkis RT 2 RW 7 Kelurahan Semplak, Kacematan Bogor Barat, Kota Bogor, Minggu (31/10).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Anggota DPRD Kota Bogor Rifki Al Idrus, Kabid Rehabsos Dinsos Almer. Sementara dua orang mewakili Kadin Kota Bogor Deni dan Mariam.

BACA JUGA: Banjir Parah GBJ, Achmad Fathoni Minta Pemda Segera Bikin Drainase

Ketua Umum GMKB R.Ridho mengatakan bahwa dalam kegiatan pihaknya  memberikan bantuan kepada 60 janda tidak mampu berupa paket sembako yang berisi sayuran, beras dan kebutuhan masak lainnya.

Selain itu, kata dia, juga membagikan doorprize kepada 100 janda dan para kader setempat. Lalu juga bagikan lima paket bingkisan dan 6 amplop bagi 20 anak yatim.

Kata dia, sumber dana kegiatan tersebut merupakan iuran dan sumbangan para anggota GMKB yang rutin dikumpulkan tiap bulan.

BACA JUGA: Pemuda Masa Kini Tergerus Perkembangan Zaman

Selain itu ditunjang dari para donatur dan sponsor diantaranya Kadin Kota Bogor, Wings Food, CV ABBA, Kamar Kreasi  dan Koperasi Baitul Ikhtiar

“Donatur lainnya diantaranya Ade Sunaryo dari Yayasan Nurul Ia, Ibu Deswita, Ibu Sarah, Ibu Neneng Jamhur, dan dari LSM Peduli Jaringan Tenaga Rakyat Jakarta Pak Fahri,” ujar Ridho kepada wartawan, Minggu (31/10).

Menurut Ridho, kegiatan yang di gelar di wilayah barat Kota Bogor itu merupakan baksos yang ke 35 kalinya.

BACA JUGA: Pemenang Mojang Jajaka Kota Bogor 2021

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian GMKB kepada masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa membantu meringankan beban warga karena sulitnya ekonomi selama Pandemi,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, berbagai kegiatan yang dilakukan GMKB selalu mendapat dukungan penuh dari ketua dewan pembina GMKM yakni H Akhmad Saeful Bakhri yang juga anggota DPRD Kota Bogor.

“Kami GMKB mengucapkan terima kasih atas segala bantuan para donatur sehingga kegiatan mulia ini terlsaksana dengan lancar,” pungkasnya.

**fredykristianto

Pemuda Masa Kini Tergerus Perkembangan Zaman

0

“Refleksi Sumpah Pemuda Dengan Semangat Patriotisme”

JURNAL INSPIRASI – Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Bogor Raya menggelar acara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di Café tenda Kopi 8 Jam, Patamran, Semplak Barat, Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/10/21).

Dalam acara tersebut turut mengundang beberapa organisasi dan komunitas antara lain; Karang Taruna Kabupaten Bogor, Karang Taruna Ranca Bungur, Karang Taruna Semplak Barat dan Komunitas Cilebut Art Project.

BACA JUGA: Pemenang Mojang Jajaka Kota Bogor 2021

Acara yang diisi dengan agenda diskusi tematik “Refleksi Sumpah Pemuda Dengan Semangat Patriotisme” sharing mengenai sejarah dan relevansi kepemudaan masa kini untuk dapat andil dalam membangun bangsa ke arah yang lebih baik lewat peran pemuda.

Salah satu Panelis, Ali Sayyidina menjelaskan sejarah terbentuknya pemuda merupakan bentuk kesadaran sosial bersama dengan rasa keterjajahan yang kemudian berhimpun dengan semangat patriotisme membangun konsolidasi-konsolidasi ke daerah daerah sehingga tercipt nya Kongres Pemuda dan itu semua di dasari pada semangat yang sama.

Kesamaan budaya dan kesamaan tujuan bahwa negara Indonesia harus bersatu dan kemajuan ini perlu di pelopori oleh pemuda. Ia juga menyayangkan peranan pemuda masa kini yang tergerus perkembangan zaman dengan kesibukan game online, media sosial dan sebagainya. Tetapi lupa dengan peranannya sebagai pemuda yang punya andil besar.

BACA JUGA: Banjir Parah GBJ, Achmad Fathoni Minta Pemda Segera Bikin Drainase

“Sesungguhnya maju mundurnya suatu bangsa ada ditangan pemuda, apalagi pemudanya progresif revolusioner makan majulah bangsa tersebut. Namun, apabila pemuda nya disibukkan dengan gadget dan halal yang tidak penting makan pantaslah mundur bangsanya,” pungkasnya.

Kemudian disambut oleh pemantik dari Ketua Karang Taruna Rancabungur, Kang Barok yang melihat kondisi sosial pemuda hari ini mulai bergeser kultur budayanya tetapi  masih banyak organisasi-oganisasi kepemudaan yang masih peduli terhadap pemuda salah satu nya wadah karang taruna.

Karang taruna dapat menjadi wadah anak-anak muda untuk berkreasi dan berorganisasi. Dan terakhir, Kang Zoldy dari Cilebut Art Project menyinggung peran pemuda dapat melalui karya seni, mengkritik persoalan bangsa yang lebih mudah didengar melalui sebuah karya dan tidak melulu dilakukan dengan demonstrasi turun ke jalan.

BACA JUGA: Badan Pangan Dunia Minta Jangan Buang-buang Makanan

Miftah Farid, selaku Koordinator acara mengatakan, latar belakang diadakan agenda yang bertajuk Sumpah Pemuda ini guna menjalin tali silaturahmi pemuda antar desa sekaligus memperluas relasi dan semangat kepemudaan dalam membangun Bogor secara khusus, dengan peran dan bidangnya masing-masing.

“Sejarah terbentuknya Sumpah Pemuda kan didasari atas semangat yang sama, rasa senasib sepenanggungan, semangat patriotism membangun bangsa dengan melepas baju-baju kedaerahan pemuda masa lalu. Kalo dulu, ada Jong Java, Jong Celebes, Jong Sumatra dll. Sekarang kita berkumpul Kembali dengan semangat yang sama, ada Jong GPPI, Jong Karang Taruna dan Jong Cilebut,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kementan Bangun Lumbung Pangan di 7.230 Kecamatan Seluruh Indonesia

“Kalau generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap superioritas primordialisme (kedaerahan) suku, agama, ras dan budaya, menuju persatuan dan kesatuan bangsa. Maka sudah sepatutnya tugas generasi saat ini mampu membuka pandangan yang lebih luas tanpa mengkotak-kotakan untuk menyongsong masa depan dunia yang lebih baik,” lanjut Miftah.

Acara berbalut diskusi dan penampilan musik dan puisi ini, ditutup dengan pembacaan Sumpah Pemuda sebagai simbol refleksi Sumpah Pemuda ke-93 dengan semangat patriotism untuk membangun bangsa melalui kedalaman nalar kritis melihat situasi lokal dan nasional yang sedang tidak baik-baik saja.

**herninda/mg

Trofeo Meriahkan Hari Sumpah Pemuda di Nanggung

0

JURNAL INSPIRASI – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2021, Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Nanggung menggelar Trofeo. Turnamen sepakbola ini diikuti 14 tim kesebelasan mulai dari aparatur pemerintah desa se-Kecamatan Nanggung, Muspika dan karyawan PT. Antam Pongkor.

Camat Nanggung Ae Saepuloh mengatakan, pihaknya membuat event tersebut sebagai sarana hiburan selama menjalani aktivitas dimasa Pandemi Covid-19. Sejauh ini kata dia, berbagai kegiatan seperti vaksinasi tak bisa melakukan olahraga bersama.

BACA JUGA: Banjir Parah, Achmad Fathoni Minta Pemda Segera Bikin Drainase

“Tujuannya ini bukan semata-mata olahraga juga, melainkan menjalin kebersamaan antara  stakeholder, Muspika Nanggung bahwa kita semua memberikan semangat, motivasi, dorongan apapun kepada generasi di bawah,” lanjutnya.

Sementara Itu, KOK Nanggung Qomaruddin mengatakan, turnamen tersebut dilaksanakan di lapangan Perumahan Parempeng, Desa Kalongliud dengan hasil swadaya aparatur pemerintah desa.

BACA JUGA: Dari 416 Desa, Pemdes Nanggung Masuk 4 Besar Ajang Lomba Profil Desa

Dengan  memperebutkan trofi berikut uang pembinaan, setiap tim akan bertanding  dengan durasi waktu 20 menit hingga berakhir di babak  final.

**aripekon