27.7 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1046

BISKITA Datang, 30 Angkot Dihancurkan

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak 30 unit angkutan kota (angkot) berbagai jurusan dihancurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di kawasan GOR Pajajaran, Senin (1/11).

Hal itu menandakan, sebanyak 10 unit Bus Biskita Trans Pakuan yang berasal dari program Buy The Service (BTS) akan mengaspal pada Selasa (2/11).

Sebagai perpanjangan dari kebijakan konversi 3 angkot menjadi 1 bus melalui program BTS besutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan Pemkot Bogor.

BACA JUGA: Dewan Peringatkan PT MSJ

Rencananya, sebanyak 10 unit Trans Pakuan bakal diujicoba pada koridor lima secara gratis hingga akhir tahun 2021.

“Jadi inti dari program ini adalah mengurangi angkot, secara bertahap. Karena ingin mengurangi angkot, maka bus-bus yang hadir di Kota Bogor, ngaspal di berbagai koridor Kota bogor, harus dipastikan mengganti angkot. Jangan sampai bus-nya masuk, angkot-nya masih jalan,” ujar Bima kepada wartawan, Senin (1/11).

Ia pun tidak ingin ada main-main dalam program ini dan ingin memastikan angkot yang dikonversi tidak lagi narik di jalanan Kota Bogor.

“Saya tidak mau ada akal-akalan, karena sekali lagit tujuannya targetnya mengurangi angkot,” imbuhnya.

BACA JUGA: PKS Pelototi Proyek Masjid Agung

Ia juga mengaku mempunyai solusi bagi para sopir yang angkotnya kena konversi dan akan dilibatkan dalam tim operasional Biskita Trans Pakuan yang dibuat di Karoseri Laksana, Semarang itu.

Menurut Bima, tetap akan ada pelatihan, seleksi dan persyaratan bagi eks sopir angkot yang ingin jadi pengemudi Biskita Trans Pakuan ini.

“Bagaimana pengemudinya? ini juga yang dari awal kita rencanakan. Semua sopir angkot yang dikonversi, akan direktrut dalam tim Biskita Trans Pakuan. Tapi memang ada proses, pelatihan dan seleksi, ada syaratnya. (Misalnya) SIM-nya B1, lalu ada syarat usia dan pendidikan,” ungkapnya.

Bima menegaskan, 10 bus itu akan menggantikan 30 angkot yang datanya dianggap jelas ada di Dinas Perhubungan (Dishub Kota Bogor).

BACA JUGA: Gerai Vaksin di Terminal Leuwiliang Dibuka Polsek Leuwiliang dan Koramil 2116

“Angkot yang dihancurkan ada yang diplat hitamkan, sehingga tidak boleh beroperasi lagi. Ada juga yang dibesi tuakan seperti ini,” katanya.

Lebih lanjut, kata Bima, nantinya tidak ada lagi angkot yang beroperasi. Pasalnya, dari 147 angkot yang didata, nanti total yang direduksi akan semakin banyak sampai tahun 2024.

“Targetnya semakin sedikit angkot yang beroperasi ditengah kota,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub, Eko Prabowo mengatakan, BTS bertujuan agar masyarakat yang semula menggunakan kendaraan pribadi beralih ke bus. Dengan menggunakan angkutan umum diharapkan dapat mengurangi penggunaan BBM oleh masyarakat.

BACA JUGA: Pergerakan Tanah Masih Terjadi, Warga Babakan Sukajaya Masih Was-was

Selain itu, kata dia, juga dapat meminimalisir dampak kerugian ekonomi dan kehilangan waktu akibat dari kemacetan, mengurangi polusi udara yang mencemari lingkungan. BTS, sambungnya terintegerasi dengan terminal dan stasiun, sehingga lebih memudahkan masyarakat.

Kolaborasi dengan antara BPTJ dan Pemkot Bogor akan melayani penumpang gratis alias free tanpa ongkos hingga akhir 2021.

**fredykristianto

Dewan Peringatkan PT MSJ

0

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIIB akan segera dilanjut. Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, pembebasan laham akan dilaksanakan pada 2022 mendatang.

Kepada wartawan, Anggota DPRD Kota Bogor H Zaenal Abidin memperingatkan PT Marga Sarana Jabar (MSJ) agar berhati-hati menentukan desain perencanaan. Hal itu lantaran, apabila berkaca dari pembangunan seksi sebelumnya, desain jalan hingga ramp yang ada, berdampak buruk secara tidak langsung terhadap sisi perekonomian.

Kendati merupakan wakil rakyat dapil Tanahsareal, namun ia mengaku belum mengetahui perihal rencana pembebasan lahan dan rencana ruislag dengan lahan milik pemkot.

BACA JUGA: PKS Pelototi Proyek Masjid Agung

“Ini harus hati-hati dalam mendesain jalan-nya dan menentukan lahan mana saja yang mau dipakai. Jangan sampai pengalaman yang lalu terjadi kembali,” kata H Zaenal.

Salah satu contohnya, pembangunan ramp di dekat RS Bunda Suryatni. Padahal, tak jauh dari sana terdapat jalan kecil menuju pemukiman.

Namun, pembebasan belum dapat dilakukan, sehingga kendaraan ukuran besar tak dapat masuk. “Kan itu sampai sekarang belum dibebaskan, sehingga nutupin akses,” katanya.

BACA JUGA: Pergerakan Tanah Masih Terjadi, Warga Babakan Sukajaya Masih Was-was

Alhasil, warung di sekitar terkena imbas. Ia menyebut hal itu akibat perencanaan yang tak cermat. “BORR memang untuk kepentingan orang banyak, tapi setidaknya mesti benar-benar cermat dalam perencanaan, sehingga tak berdampak negatif,” jelasnya.

Diketahui Ssebelumnya, perubahan desain pembangunan lanjutan Jalan Tol BORR Seksi IIIB di kawasan Kecamatan Tanahsareal, rupanya tidak hanya berdampak pada perencanaan pembangunan strategis milik Pemkot Bogor. Namun juga warga yang harus merelakan tanahnya digusur akibat proyek strategis nasional.

**fredykristianto

PKS Pelototi Proyek Masjid Agung

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua DPW PKS Provinsi Jawa Barat, Haru Suandharu mengunjungi lokasi pembangunan Masjid Agung yang kini baru 40 persen, Minggu (31/10). Sedangkan sisa waktu pengerjaan tinggal 1,5 bulan.

Didampingi oleh Anggota Fraksi PKS Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Kota Bogor Iwan Suryawan, rombongan susuri tiap bagian Masjid yang berada di Jalan Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah.

“Saya kira proses pembangunan Masjid Agung dan Alun-alun Kota Bogor ini harus kita kawal bersama. Ini adalah uang rakyat. Jangan sampai Pemerintah kalah cepat membangun masjid dibandingkan masyarakat”, ujar Haru melalui keterangan tertulisnya, Senin (1/11).

BACA JUGA: Gerai Vaksin di Terminal Leuwiliang Dibuka Polsek Leuwiliang dan Koramil 2116

Menurut dia, Fraksi PKS DPRD Jawa Barat mendukung penuh penyelesaian masjid ini. PKS Kota Bogor juga diminta mengawal dan mengawasi proses penyelesaiannya. Pastikan selesai tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan“, tambah Kang Haru.

Keresahan Fraksi PKS bukan tanpa alasan. Masjid Agung yang diharapkan menjadi pusat ibadah masyarakat muslim Kota Bogor ini belum selesai sejak 2015 dan sempat terhenti pembangunannya selama tiga tahun karena gagal lelang. Terlebih lagi, Provinsi Jawa Barat telah anggarkan bantuan keuangan sebesar 48 milyar di tahun 2016 dan 50 milyar di tahun 2017, namun tidak terserap optimal.

BACA JUGA: Pergerakan Tanah Masih Terjadi, Warga Babakan Sukajaya Masih Was-was

“Pesan Kang Haru pada kami sangat jelas. Kawal dan selesaikan pembangunan Masjid Agung. Meski pelaksanaan pembangunan adalah ranah eksekutif, insya Allah kami siap laksanakan peran penganggaran dan pengawasan secara maksimal sesuai perintah pimpinan. DPRD Kota Bogor telah anggarkan sebesar 15 miliar di 2020, namun sayang tidak terserap. Di tahun 2021 sebesar 32 miliar. Alhamdulillah sekarang sedang proses pembangunan. Kami akan kawal terus agar Masjid ini kembali berdiri dan dapat digunakan segera untuk beribadah”, tegas Atang.

**fredykristianto

Gerai Vaksin di Terminal Leuwiliang Dibuka Polsek Leuwiliang dan Koramil 2116

0

JURNAL INSPIRASI – Kepolisian Sektor (Polsek) Leuwiliang dan Koramil 2116 melibatkan para petugas kesehatan (Nakes) Leuwiliang menggeber percepatan Program Vaksinasi Covid-19 sejak Oktober lalu.

Kapolsek Leuwiliang melalui Koordinator lapangan Ipda Ali Nurdin mengungkapkan, kolaborasi antara pihak kepolisian,  Koramil dan para Nakes Kecamatan Leuwiliang sebagai upaya ikhtiar.

“Kegiatan yang kita laksanakan saat ini membuka gerai vaksin agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan vaksinasi untuk mendukung percepatan vaksinasi nasional,” ujar Ipda Ali Nurdin kepada wartawan, Senin (1/11).

BACA JUGA: Pergerakan Tanah Masih Terjadi, Warga Babakan Sukajaya Masih Was-was

Pelaksanaan gerai vaksinasi  yang dilaksanakan di Terminal Leuwiliang, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Sebanyak 2400 dosis jenis vaksin Sinovac itu menyasar masyarakat umum, penumpang, serta awak kendaraan

Sementara petugas pengelola Terminal Tipe B Leuwiliang Wahyu Hidayat mengatakan, pelaksanaan gerai vaksinasi tersebut sudah dilakukan sejak Oktober.

“Dari hari pertama Kapolsek sudah mengadakan Vaksinasi di Terminal Leuwiliang yang disasarkan untuk penumpang dan awak kendaraan.

BACA JUGA: Tirta Pakuan Minimalisir Kesalahan Pembacaan Meter Air

Selama kegiatan tersebut berlangsung kondusif mengingat respon masyarakat untuk mengikuti vaksinasi terbilang cukup meningkat.

Menurutnya, pihaknya hanya mempasilitasi berjalannya vaksinasi, keadaan tempat strategis sehingga Kapolsek sering mengadakan vaksinasi di terminal Leuwiliang.

Ada dua  jenis vaksin Sinovak dan Pfizer dan pada Kamis mendatang dari Puskesmas Leuwiliang akan ada vaksin Astrazeneca.” Pihak Dishub terus mendukung percepatan vaksinasi, seiring  jelang datangnya tahun baru,” jelas Wahyu.

BACA JUGA: Baru Pertama Kali, Siswa SDN Pasir Peuteuy Adaptasi ANBK

Sementara calon penumpang yang berpergian keluar daerah kata dia, rata-rata mereka sudah melakukan vaksinasi.

**aripekon

Pergerakan Tanah Masih Terjadi, Warga Babakan Sukajaya Masih Was-was

0

JURNAL INSPIRASI – Warga di Kampung Babakan, RT 01 RW 10, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya saat ini masih merasa was-was. Pasalnya sejak Kamis (28/10) hingga Senin (1/11), pegerakan tanah masih terus terjadi apalagi belakangan ini terus turun hujan.

Hal itu diungkapkan warga yang rumahnya hancur, Iyus bahwa hingga kini pergerakan tanah masih terus terjadi bahkan kondisinya semakin parah. “Setiap hari ada pergerakan tanah bahkan istilahnya tiap menit itu ada pergerakan tanah,” ungkap Iyus kepada wartawan, Senin (01/11/2021).

Kalau hujan turun, warga sekitar lokasi kejadian mengungsi ke rumah tetangganya yang lebih aman ke tenda pengungsian. “Kita kalau ada hujan, kita (warga) mengungsi tidak menempati rumah sendiri karena takut dan khawatir soalnya kan kalau hujan itu drastis perubahannya,” kata Iyus.

BACA JUGA: Tirta Pakuan Minimalisir Kesalahan Pembacaan Meter Air

Untuk bantuan logistik, Iyus menyampaikan, para korban sudah mendapat bantuan logistik, meksipun demikian warga berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi warga di sini yang rumahnya hancur.

“Pemerintah lihat langsung ke sini, jangan hanya melihat kabar berita saja, lebih baik turun ke lapangan biar lebih jelas kami mengharapkan kedatangannya,” ucap Iyus.

Senada dengan Iyus, warga korban lainnya, Eli mengatakan, pasca kejadian itu ibunya, Jenah diungsikan ke rumah saudaranya di wilayah Bogor.

BACA JUGA: Survei Hasil Pekerjaan Samisade PT PPE, Hadi: Saya Tidak Kecewa Hanya Kurang Puas

“Saya juga kalau hujan mah ngungsi ke rumah tetangga, saya masih takut soalnya saya juga panik disini saudara pada jauh,” katanya.

Eli menyampaikan, harapannya kepada pemerintah dapat membantu penggantian rumahnya yang saat ini kondisinya rusak parah. “Saya mah harapannya dapat penggantian rumah dari pemerintah, tidak mau Huntara-huntara seperti yang lain karena kalau Huntara itu kan hanya sementara saja. Saya harapan ke pemerintah diganti rumah lagi,” harap Eli.

Sementara itu, Kepala Desa Harkatjaya Neneng Mulyati mengatakan, rumah warga rusak berat sekitar 15 rumah dan yang rusak sedang sekitar 23 rumah. Pergeseran tanah higga kini masih terus terjadi bahkan semakin melebar.

BACA JUGA: Dari Samisade, Desa Balekambang Bisa Bangun Jalan dan Jembatan

“Alhamdulillah bantuan (logistik) dari mulai 2 hari ini sudah masuk ya, dari mulai Pak Camat, dari teman-teman kepala desa, dari Kampung Siaga Bencana dan insya Allah siang ini ada bentuan yang turun dari rekan-rekan,” ucapnya.

Neneng Mulyati mengatakan, masyarakat sekitar akan direlokasi tentunya butuh kajian dari beberapa lembaga pemerintah. “Nanti kita akan konsultasi dulu dan akan mengkaji dari tim BPBD Kabupaten Bogor dan juga tim Geologi,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Tingkatkan Pelayanan Zona 1, Tirta Pakuan Siap Kelola WTP Milik PT. Unitex

0

JURNAL INSPIRASI – Untuk menambah produksi air di zona 1, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bekerjasama dengan PT. Unitex Tbk untuk mengelola Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dimiliki PT. Unitex Tbk. Penandatanganan kerjasama (MoU) dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan dengan Direktur Umum dan Personalia PT. Unitex Tbk Ir. H. Tri Atmojo dan disaksikan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Paseban Sri Baduga, Kecamatan Bogor Tengah, Senin (1/11/2021).

Hadir dalam penandatanganan, Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Pakuan Rivelino Rizky, Direktur Teknik (Dirtek) Ardani Yusuf, Ketua Badan Pengawas Tirta Pakuan Dody Rosadi, Badan Pengawas Tirta Pakuan Hanafi, Presiden Direktur PT. Unitex Tbk Kiyoshi Yamagami, Direktur Keuangan PT. Unitex Tbk Teruhiko Togo, Advisor PT. Unitex Tbk Sugi Hadi Prawiro dan Manager Umum dan Personalia PT Unitex Tbk Sukoco.

BACA JUGA: Tirta Pakuan Minimalisir Kesalahan Pembacaan Meter Air

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menuturkan, jadi PDAM itu tantangannya banyak untuk tetap menjaga kualitas pelayanan. Ada kebutuhan untuk meningkatkan produksi, ada kebutuhan untuk meminimalisir kebocoran air, ada kebutuhan untuk merapihkan data data pencatatan penggunaan dari pelanggan dan itu semua bisa di lakukan dengan cara berkolaborasi tidak saja dengan anggaran dari Tirta Pakuan atau modal dari pemerintah kota.

“Dengan Unitex ini saya harap bisa lebih  sama-sama di kelola untuk memaksimalkan kebutuhan pelanggan, memenuhi kebutuhan pelanggan khususnya di zona 1,” ungkap Bima.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan memaparkan, dengan Unitex akan dicoba 6 bulan kedepan,  akan mulai meneliti menyesuaikan dengan WTP baru yang mereka miliki agar mengetahui kondisi air bakunya seperti apa, kondisi WTP nya seperti apa dan air yang akan di hasilkan seperti apa.

BACA JUGA: Diduga Miliki Penyakit Epilepsi, Seorang Pemuda Hanyut di Sungai Ciaspal

“Dari situ kalau memang hasil kajian kami menguntungkan, kami akan tingkatkan dengan perjanjian kerjasama. Menginisiasi sama-sama kami, jadi waktu itu kondisi zona 1 sangat kekurangan atau defisit air. Setelah itu kami cari sumber yang memungkinkan, salahsatunya kami dapat dari Unitex. Kebetulan dari informasi Unitex memiliki WTP yang ingin dikembangkan tidak akan dipakai lagi, tetapi kami kerjasamakan, dimulai menjajaki kesana,” ungkap Rino kepada wartawan.

Rino melanjutkan, kapasitas nya sendiri 50 liter perdetik menurut hasil kajian mereka, cuma pihaknya bakal mengecek kedepannya apa masih 50 liter perdetik atau kurang. Kalau kurang apa yang harus diperbaiki atau akan dimaksimalkan kebutuhan WTPnya. Unitex ini dikhususkan di zona 1, jadi zona satunya akan terbagi dua yang setelah Boxies 123 kebawah Tajur dari Unitex, sedangkan sebelum Unitex itu dari Rancamaya.

“Ya, jadi akan memudahkan buat pelanggan kami di sekitar zona satu ini, kan selama ini kekurangan terus, teriak terus, pasti sering kekurangan air, hari ini kami buka solusi. Hari ini kami punya dua solusi yaitu kami buat WTP di Rancamaya dan di Unitex, yang Rancamaya kami mulai pending, kami lihat hasilnya di Unitex, seandainya Unitex ini bisa memenuhi kebutuhan, yang Rancamaya akan ditunda pembangunannya dikemudian hari, ya mungkin dua tahun kedepanlah setelah kebutuhan air bisa penuhi,” jelasnya.

BACA JUGA: Dari Samisade, Desa Balekambang Bisa Bangun Jalan dan Jembatan

Ditempat yang sama, Manager Umum HRD dan Personalia PT. Unitex Tbk Sukoco mengatakan, mewakili direksi mengucap terimakasih melaksanakan MoU dari PT. Unitex Tbk dengan Perumda Tirta Pakuan. Unitex selama 49 tahun memproduksi kain, pada 2 September tahun 2020 ditutup dua departemen, tetapi saat ini masih eksis produksi benang dan masih ada karyawan yang mesti dihidupi.

“Untuk WTP, tadinya kami butuh 5.000 meter kubik perhari, saat ini kami hanya butuh 1.000 meter kubik karena dua departemen ditutup. Mudah-mudahan MoU ini, bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat Kota Bogor dan bisa menjadi wujud Corporate Social Responsibility (CSR) bagi warga Kota Bogor agar hidup sehat dengan air bersih,” pungkasnya.

**handymehonk

Tirta Pakuan Minimalisir Kesalahan Pembacaan Meter Air

0

Gunakan Teknologi Smart Retrofit Dari PT Elnusa Tbk

JURNAL INSPIRASI – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama Bukti Konsep (Proof of Concept) Teknologi Smart Retrofit dengan PT Elnusa Tbk yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah pada Senin (1/11/2021) sore. Diketahui Teknologi Smart Retrofit ini berbasis Internet of Things (IoT) dan bisa mendukung pengelolaan air di Kota Bogor.

Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama dilakukan oleh Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Ali Mundakir dan Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan, disaksikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Penandatanganan ini juga dihadiri juga oleh Direktur Operasi merangkap Pengembangan Usaha Elnusa, Rony Hartanto, VP Business Development PT Elnusa Tbk, Hera Handayani serta Kepala Departemen Teknologi Informasi PT. Elnusa Tbk, Adi Yatama. Dari Perumda Tirta Pakuan juga hadir Direktur Teknik Ardani Yusuf, Direktur Umum Rivelino Rizky serta jajaran Badan Pengawasan Dody Rosadi bersama Hanafi.

BACA JUGA: Survei Hasil Pekerjaan Samisade PT PPE, Hadi: Saya Tidak Kecewa Hanya Kurang Puas

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, sekarang jamannya berkolaborasi, dirinya berpendapat kni merupakan pilihan cerdas berkolaborasi dengan Elnusa. Ia berharap teman-teman Tirta Pakuan tidak hanya berkolaborasi jangka waktu pendek dengan gratisnya.

“Tapi saya minta ada transfer knowledge. Saya lihat sudah mulai adanya kebocoran cepat terdeteksi, perbaikan bisa cepat. Jadi PDAM itu tantangannya banyak untuk tetap menjaga kualitas pelayanan. Ada kebutuhan untuk meningkatkan produksi, ada kebutuhan untuk meminimalisir kebocoran air, ada kebutuhan untuk merapihkan data-data pencatatan penggunaan dari pelanggan dan itu semua bisa di lakukan dengan cara berkolaborasi tidak saja dengan anggaran dari Tirta Pakuan atau modal dari Pemerintah Kota,” ungkap Bima

Sementara itu, Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan memaparkan, dengan Elnusa ini berbasis IoT jadi pihaknya ini ingin membaca meteran secara otomatis, jadi selama ini harus difoto meterannya dan kirim laporan hasil bacaannya.

BACA JUGA: Baru Pertama Kali, Siswa SDN Pasir Peuteuy Adaptasi ANBK

“Setelah itu baru kami tagihkan, tapi nanti real time kami bisa dapat cek pemakaian di pelanggan, cuma ini masih bentuk konsep, kami harus buktikan bahwa dia kuat terhadap air, angin, debu, pencurian dan segala macam. Nah konsep ini yang akan kami coba, dan hari ini kerjasama sama dengan Elnusa juga dengan ada satu pihak lain lagi kita akan coba di sekitar 800 pelanggan kami di Kota Bogor,” tuturnya.

Rino melanjutkan, untuk zona percobaannya, difokuskan di zona satu, jadi ada satu di daerah Tajur, satu lagi di Padjajaran, dan satu lagi di Rancamaya.

“Untuk adanya sistem nya, apakah akan mengurangi SDM?, jadi SDM itukan kebutuhannya kami masih banyak karena pelanggan kan makin banyak, nanti SDM yang ada ini kami alihkan ke depertemen lain agar lebih optimal tapi kami dapat hal yang lebih cepat juga kan,” terangnya.

BACA JUGA: Raperda Pesantren Digeber, Pansus Gelar Dengar Pendapat

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Ali Mundakir memaparkan, sebelumnya Elnusa telah menjalin kerjasama serupa dengan Perumda Air Minum Tirta Benteng Kota Tangerang dalam memberikan solusi teknologi IoT pengelolaan air di Kota Tangerang pada Februari 2019, serta beberapa Perumda lainnya dan saat ini masih berlangsung.

Elnusa mengembangkan teknologi Smart Retrofit dalam mendukung pengelolaan air yang berbasis IoT.

“Pengembangan teknologi ini merupakan solusi untuk mengurangi tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) dari sisi non teknis dan perusahaan penyedia air dan memudahkan masyarakat dalam mengatur penggunaan air di rumah. Teknologi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pemantauan penggunaan air. Melalui teknologi tersebut, perusahaan penyedia air dapat memantau secara realtime dan online proses penyaluran air ke pelanggan sehingga dapat mengurangi ketidakakuratan pembacaan meter yang selama ini dilakukan secara konvensional,” paparnya.

Ali juga membeberkan, bagi pelanggan, dengan adanya teknologi ini, mereka bisa memantau jumlah penggunaan air sekaligus melakukan evaluasi penggunaan dan perkiraan jumlah tagihannya. Lebih jauh lagi, data yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan harga dinamis berdasarkan waktu penggunaan. Terintegrasi dengan billing system. Dan terakhir dapat memprediksi pendapatan harian maupun bulanan.

BACA JUGA: Pemenang Mojang Jajaka Kota Bogor 2021

“Kegiatan Proof of Concept ini akan dilaksanakan selama dua bulan sejak penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama POC dilakukan. Tim Teknologi Informasi Elnusa yang akan menjadi tim utama dalam pengembangan Teknologi Smart Retrofit ini. Kerja sama ini merupakan sinergi antara pemerintah daerah melalui BUMD dan perusahaan kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pengembangan teknologi IoT yang kami lakukan merupakan kontribusi Elnusa dan afiliasinya untuk mendukung program pemerintah dalam pengendalian pengunaan air,” bebernya.

Ali juga menambahkan, disamping itu kerjasama ini meningkatkan profitability Perumda. Ia menyakini teknologi ini mendukung program smart city di Indonesia khususnya di Kota Bogor. Teknologi ini merupakan bisnis strategis dan inovasi berkelanjutan yang dilakukan Elnusa. Elnusa berkomitmen memberikan pelayanan melalui solusi total dalam mendukung Pemerintah. Salah satunya dalam pengelolaan sumber daya air yang sekaligus memenuhi ekspektasi masyarakat, utamanya kepada perusahaan daerah.

“Tentu saja kami berharap bisa mendukung Program Smart City yang sedang digalakkan di Indonesia. Nah untuk bentuk kerjasama kedepannya kami tengah diskusikan dengan Tirta Pakuan Kota Bogor,” pungkasnya.

**handymehonk

Diduga Miliki Penyakit Epilepsi, Seorang Pemuda Hanyut di Sungai Ciaspal

0

JURNAL INSPIRASI – Seorang pemuda Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor hanyut terbawa air Sungai Ciaspal saat mencuci sepeda motor, Senin (01/11/21). Diduga pemuda tersebut mempunyai penyakit bawaan epilepsi.

Koordinator pencarian korban, Loreng menjelaskan, menurut keterangan masyarakat, sebelum terbawa hanyut arus sungai, korban sedang mencuci sepeda motor di pinggir sungai.

BACA JUGA: Survei Hasil Pekerjaan Samisade PT PPE, Hadi: Saya Tidak Kecewa Hanya Kurang Puas

“Awalnya dapet info dari masyarakat, kejadian di Sungai Cigede, sebelum hanyut menurut keterangan warga korban sedang mencuci motor dan tiba-tiba kehilangan kesadaran,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Loreng, pemuda ini diduga memiliki penyakit bawaan sehingga seketika bisa hilang kesadarannya.

BACA JUGA: Dari Samisade, Desa Balekambang Bisa Bangun Jalan dan Jembatan

“Indikasi penyakitnya adalah ayan, adapun SAR gabungan yang telah hadir Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Citeureup, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Tagana, Relawan Karangtaruna (Rekan) Kecamatan Citeureup, Pemdes Citeureup, JKU Polmas, Damkar Indocement, dan Rescue Padakojar, ” tutur Loreng yang juga Ketua Rekan Kecamatan Citeureup.

Korban sendiri dari keterangan masyarakat terbawa hanyut sebelum air meluap. “Kejadian terjadi saat kondisi air kecil, untuk saat ini pencarian dihentikan karena kondisi sungai tidak memungkinkan,” pungkasnya.

**naynur’ain

Survei Hasil Pekerjaan Samisade PT PPE, Hadi: Saya Tidak Kecewa Hanya Kurang Puas

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor turun langsung melakukan survei lapangan betonisasi jalan desa hasil pekerjaan PT Prayoga Pertambangan dan Energi yang digelontorkan dari anggaran Samisade (Satu Miliar Satu Desa), Senin (01/11).

Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi mengatakan, pihaknya sudah sangat rewel kepada PT PPE untuk mengerjakan betonisasi jalan sesuai dengan RAB yang dibuat oleh desa dengan ukuran lebar 2,5 meter, di lapangan ada yang akhirnya memiliki lebar 3M.

BACA JUGA: Dari Samisade, Desa Balekambang Bisa Bangun Jalan dan Jembatan

“Ada yang 2,2M, 2,4M ,2,5M dan sampai 3M namun kami minta tidak mengurangi ketinggian beton,” jelas Hadi.

Masih kata dia, apalagi melihat kondisi beton yang mengelupas padahal belum genap 3 bulan dibangun. Begitupun yang retak –retak dan dia minta kepada pihak PT PPE untuk melakukan hotmix pada beton yang sudah mengelupas sebagai bagian dari tanggung jawab pekerjaan.

“Masih ada anggaran 31 juta yang saya tahan, jika PT PPE enggan menghotmix beton yang sudah mengelupas  maka anggaran yang ada di kami akan kami pakai untuk hotmik jalan tersebut,” cetusnya.

BACA JUGA: Baru Pertama Kali, Siswa SDN Pasir Peuteuy Adaptasi ANBK

Begitupun untuk soal pemeriksaan, pihaknya meminta jika ada temuan dari pekerjaan yang dikerjakan oleh PT PPE, maka pihak perusahaan minta untuk bertanggung jawab atas temuan tersebut dan tidak melemparkan kepada pihak desa.

“Saya tidak kecewa tapi kurang puas dengan hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh PT PPE,” pungkas Hadi.

**naynurain

Dari Samisade, Desa Balekambang Bisa Bangun Jalan dan Jembatan

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor menyalurkan anggaran Samisade (Satu Miliar Satu Desa) untuk betonisasi jalan dan pembanguna jembatan. Meski hasil betonisasi jalan tampak banyak retak, namun warga yang melintas cukup senang karena bisa menikmati akses jalan bagus dan tidak becek-becekan saat hujan.

Saat dikonfirmasi oleh Jurnal Bogor, salah satu staf Desa Balekambang mengatakan, pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE), baik untuk betonisasi jalan maupun untuk pembuatan jembatan baru karena pihak desa tidak memiliki tenaga ahli untuk melakukan pembangunan jembatan.

“Dana tahap 1 kita alokasikan untuk betonisasi jalan Kampung Kadu Pandak RT 02/06 dengan volume P 525M x L 3,00M x T,0,15M dengan anggaran 305.000.000 , dan untuk Samisade tahap 2 kami alokasi untuk pembuatan Jembatan baru yaitu Jembatan Kali Cihieum di Kp.Satus RT 01/07 dengan volume P 10M x L 4,00 M ” jelasnya, Senin (01/11).

BACA JUGA: Baru Pertama Kali, Siswa SDN Pasir Peuteuy Adaptasi ANBK

Menurutnya untuk betonisasi memakai beton jenis K 225 dan melihat kondisi beton yang sudah ada retak tengah tersebut, dia sudah meminta PT PPE untuk memperbaikinya karena masih dalam pertanggung jawaban mereka sebagai penyedia jasa.

“Untuk keretakan beton sudah kami komplain dan dilakukan tambalan oleh PT PPE dan adapun tambalan yang lain itu diakibatkan terkikis hujan karena saat penggelaran beton kemarin pas kebetulan hujan turun sehingga ada tambalan,” ucapnya.

BACA JUGA: Permudah Akses Jalan Warga, Samisade Desa Cibodas Sambungkan Jalur Antardesa

Terpisah, Kepala Desa Balekambang Anap Setiawan mengungkapkan terimakasih dan syukur atas program Samisade yang sudah digelontorkan Bupati Ade Yasin. Dia berharap menjadi program berkelanjutan untuk kemajuan desa.

“Untuk saat ini pekerjaan kami serahkan kepada pihak ke-3 yaitu PT PPE selain kami tidak punya tenaga ahli di bidang jembatan, sekaligus mengurangi risiko yang tidak diinginkan,” ucap Anap.

**naynur’ain