28.3 C
Bogor
Friday, August 21, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1046

Bangli di Kali Cibalok, Pemdes Pandansari Terkesan Lakukan Pembiaran

0

JURNAL INSPIRASI – Lemahnya pengawasan dari petugas Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane, membuat kondisi Kali Cibalok di Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dipenuhi bangunan liar (Bangli). Ironisnya lagi, Bangli yang dibangun warga itu hampir menutup keberadaan kali sodetan Sungai Ciliwung tersebut.

Abeng, pegawai Desa Pandansari mengaku, Pemerintah Desa (Pemdes) Pandansari tidak bisa berbuat apapun terhadap keberadaan Bangli yang ada di sepanjang aliran Kali Cibalok.  “Desa bingung mau menegur juga. Karena yang membangun itu warga Pandansari,” akunya kepada wartawan, Senin (6/12).

Menurutnya, aliran Kali Cibalok yang dipenuhi Bangli meliputi dua kampung dan tiga rukun warga (RW), yakni Kampung Gadog RW 05 serta Kampung Peundeuy RW 03 dan 04. “Untuk jumlah bangunan, desa belum melakukan pendataan dan bukan kewenangan kami,” ujar Abeng.

BACA JUGA Pedagang Resah, Satpol PP Belum Ada Kabar Rencana Penutupan Toko Mario

Namun, Abeng membenarkan jika warga sudah melanggar aturan dengan mendirikan bangunan di atas kali. Sehingga, Pemdes Pandansari tidak akan ikut campur apabila dari pemerintah akan melakukan penertiban.

 “Kalau untuk jembatan penghubung sih saya juga memaklumi, karena untuk fasilitas umum. Tapi yang terjadi saat ini, warga membangun itu untuk dijadikan tempat usaha. Ada juga dijadikan tempat tinggal,” paparnya.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Trantib Kecamatan Ciawi, Rudi menegaskan, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap pemilik Bangli yang ada di sekitar bantaran Kali Cibalok. “Kebetulan ada informasi akan ada pendataan bangunan melanggar. Mungkin nanti sekalian akan kami data juga Bangli di Kali Cibalok tersebut,” imbuhnya.

BACA JUGA Apdesi Gunung Putri Berharap Anggaran Samisade Bisa untuk Bangun Kantor Desa

Ucup, anggota Satpol PP Kecamatan Ciawi menyatakan, Bangli yang ada disepanjang Kali Cibalok sudah pernah didata oleh Satpol PP Kabupaten Bogor.  “Waktu dulu sih sudah didata. Kami pun di kecamatan ikut mendampingi saat dilakukan pendataan. Tapi tidak tahu tindaklanjutnya seperti apa. Belum ada informasi lagi ke kami,” tukasnya.

Berdasarkan informasi, dari Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane sudah pernah melakukan pendataan hingga melayangkan surat teguran pertama kepada para pemilik Bangli. Sebelumnya, Dewan penasehat Formacip, Ujang Ka’mun menilai keberadaan Bangli disekitar Kali Cibalok Pandansari itu, semakin bertambah banyak saat di wilayah tersebut ada anggota dewan, baik DPRD Kabupaten Bogor maupun DPR RI.

“Posisi Bangli yang sekarang semakin menjamur, persis didepan rumah kedua wakil rakyat yang berangkat dari Partai Gerindra,” bebernya.

Ujang Ka’mun yang akrab dipanggil Uka menduga, warga semakin berani membangun di tempat yang dilarang pemerintah, karena diberikan contoh tidak baik oleh wakil rakyat. “Harusnya dewan melarang warga membangun di atas kali. Bukan mendiamkan,” tukasnya.

**dede suhendar

Pedagang Resah, Satpol PP Belum Ada Kabar Rencana Penutupan Toko Mario

0

JURNAL INSPIRASI – Para pedagang Pasar Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, resah. Sebab, rencana Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor yang akan melakukan penutupan Toko Mario hingga Selasa (7/12), belum ada informasi atau pemberitahuan.

Ustadz Holilul Rosid, dewan penasehat paguyuban pedagang Pasar Caringin mempertanyakan penutupan Toko Mario yang akan dilaksanakan besok (hari ini, red) oleh Satpol PP Kabupaten Bogor.

Menurutnya, Satpol PP Kabupaten Bogor sebelum melakukan penutupan, terlebih dulu berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

BACA JUGA Gelar Reses, Mochamad Ichsan Tampung Aspirasi warga Sukanegara

“Tapi begitu saya tanya ke anggota Pol PP Kecamatan Caringin, katanya belum ada informasi apapun dari Satpol PP Kabupaten Bogor. Kami dan pedagang lainnya menjadi resah,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (6/12).

Ustadz Holilul Rosid berharap, Satpol PP tidak hanya memberikan angin surga kepada para pedagang terkait penutupan Toko Mario. “Kami pedagang disini, sangat berharap Satpol PP membuktikan janjinya yang akan menutup toko tersebut,” tegasnya.

Herman, pedagang sepatu di Pasar Caringin pun menagih janji Satpol PP untuk membuktikan pernyataan yang akan menutup Toko Mario. “Jangan sampai, kami hilang kepercayaan kepada instansi penegak Peraturan Daerah (Perda) dibawah kepemimpin Agus Ridho,” paparnya.

BACA JUGA Cegah Penyebaran DBD, Pemdes Cijayanti Lakukan Fogging

Herman mengungkapkan, sebelumya para pedagang Pasar Caringin sangat bersyukur dengan tindakan Satpol PP yang pernah menutup toko tersebut. “Kalau memang Satpol PP jadi melakukan penutupan, kami ingin Toko Mario tutup selamanya,” imbuh pedagang sepatu di pasar tradisional itu.

Seperti diberitakan Jurnal Bogor pada hari Jum’at (3/12), Kepala Seksi (Kasi) Penegak Perda (Gakda) pada Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Budi menegaskan, petugas dari Gakda akan segera melakukan penutupan terhadap Toko Mario. “Paling telat hari Selasa (7/12) nanti. Hari Selasa itu paling telat,” ungkapnya kepada saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (2/12) sore.

BACA JUGA Ade Yasin Resmikan Gedung BUMDes Mandiri Desa Bojong Kulur

Agus Budi mengatakan, rencana penutupan Toko Mario sudah disampaikan kepada pimpinan dalam hal ini Kasatpol PP. Agus Budi menjelaskan, Satpol PP bukan tidak respon terhadap para pedagang Pasar Desa Caringin, namun banyaknya kegiatan di akhir tahun membuat pihaknya lebih fokus kepada kegiatan pembongkaran. “Sekarang saja saya masih rapat dengan kementerian di Jakarta, membahas terkait rencana pembongkaran di sekitar kawasan wisata Puncak Cisarua. Rencananya tanggal 9 Desember,” paparnya.

Untuk itu, Agus Budi minta agar para pedagang Pasar Desa Caringin bersabar. Karena, Satpol PP harus membagi waktu dengan kegiatan lain yang saat ini sedang padat. “Sekali lagi saya tekankan, pedagang bersabar awal minggu ini Toko Mario kami tutup dan akan dilakukan pemasangan segel,” tukasnya meyakinkan kembali.

**dede suhendar/deni pratama

Gelar Reses, Mochamad Ichsan Tampung Aspirasi warga Sukanegara

0

JURNAL INSPIRASI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Mochamad Ichsan, A MP melaksanakan acara reses di Desa Sukanegara, Jonggol, Kabupaten Bogor, Senin (06/12/2021).

H. Mochamad Ichsan, A MP

Politisi Partai Keadilan Sejahtra (PKS) ini mengatakan, reses merupakan  acara yang penting yang akurat secara fungsional untuk menyerap semua aspirasi warga  sebagai wadah untuk menjaring aspirasi masyarakat dalam hal sebagai kewajiban bagi anggota DPRD yang turun langsung ke dapil masing – masing untuk bertemu dan tatap muka dengan masyarakat.

“Guna menjaring informasi atau usulan usulan dan menghimpun seluruh aspirasi warga untuk kemudian dibawa ke rapat DPRD Provinsi Jabar untuk dikaji usulan tersebut,” ujurnya.

BACA JUGA Apdesi Gunung Putri Berharap Anggaran Samisade Bisa untuk Bangun Kantor Desa

Dia menambahkan, berbagai usulan melalui reses tersebut akan direkap dan  aspirasi masyarakat khususnya warga Desa Sukanegara  yang menginginkan infrastruktur yang layak serta aspirasi lainnya.

“Karena  aspirasi yang disampaikan pada reses tersebut  merupakan pendukung sarana dan prasarana kelancaran perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Dalam reses ini dia berharap, apa yang menjadi usulan warga Desa Sukanegara  dapat terealisasikan sehingga sebagai legeslatif akan meneruskan usulan warga ke eksekutif.

BACA JUGA Cegah Penyebaran DBD, Pemdes Cijayanti Lakukan Fogging

Di tempat yang sama, Kades Sukanegara Ahmad Yani saat ditemui usai acara reses mewakili warga Desa Sukanegra menghaturkan terimakasih kepada Mochamad Ichsan yang sudah datang ke desanya. “Semoga usulan dari warga dapat terealisasi sehingga apa yang diharapkan oleh warga Desa Sukanegara khususnya dapat diwujudkan melalui kegaiatan reses ini,” ucapnya penuh harap.

**nay/ramses

Apdesi Gunung Putri Berharap Anggaran Samisade Bisa untuk Bangun Kantor Desa

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Gunung Putri, Udin Saputra berharap anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang menjadi program unggulan Bupati Bogor dalam percepatan pembangunan bisa digunakan untuk membangun dan merehab kantor desa.

Menurutnya, minimnya anggaran untuk pembangunan dan rebabilitasi kantor desa, membuat sejumlah kepala desa di Kabupaten Bogor, khususnya beberapa desa di Kecamatan Gunung Putri, kesulitan untuk mengubah kantor yang sudah kurang layak karena dimakan usia agar menjadi nyaman.

“Saya berharap Program Samisade ini bisa untuk pembangunan kantor desa kedepannya, Karena, dari anggaran yang sudah rutin kita terima misalkan APBDes, Dana Desa (DD), Anggaran Dana Desa (ADD), hanya Bagian Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang bisa untuk membangun termasuk Bantuan Provinsi. Tapi kan habis sama posyandu, sedangkan untuk di Desa Ciangsana ada 37 posyandu maka anggaran tersebut banyak diserap untuk posyandu dan stunting,” jelas Udin yang juga sebagai Kepada Desa Ciangsana itu kepada Jurnal Bogor, Minggu (5/12/21).

BACA JUGA Cegah Penyebaran DBD, Pemdes Cijayanti Lakukan Fogging

Dia menambahkan, dari anggaran yang sudah rutin tersebut tidak bisa untuk pembangunan kantor desa karena sisanya hanya sedikit. Sedangkan untuk Kantor Desa Ciangsana sendiri dari tahun 1995 sampai sekarang atapnya sudah rapuh.

“Makanya kami para kepala desa yang kantornya sudah mulai dimakan usia, sangat berharap kedepan mungkin di tahun 2023 anggaran Samisade bisa untuk pembangunan kantor desa,” paparnya.

Sedangkan , sambung Udin, untuk kantor desa sendiri kita bangun pertahun sesuai dengan anggaran saja jadi bertahap tidak bisa secara langsung. Untuk sementara pada tahun 2022 nanti akan dibangun dari dana BHPRD sesuai kampuan misalnya atapnya terlebih dahulu karena sudah mengkhawatirkan

“Untuk Samisade berharap bisa untuk pembangunan kantor dari beberapa kepala desa juga berharap. Kan kantor desa itu pelayanan publik, kalau kantor desa saja tidak nyaman gimana maksimal untuk pelayanannya,” katanya.

BACA JUGA Ade Yasin Resmikan Gedung BUMDes Mandiri Desa Bojong Kulur

Apalagi, masih kata Udin, di Ciangsana dengan jumlah penduduk sangat banyak, kalau atap yang sudah rapuh tiba tiba ambruk dan menjadi viral Bupati juga yang malu apalagi ada korban.

“Terkadang itu yang jadi permasalahannya tidak ada dana desa yang bisa untuk membangun kantor. Dana desa tidak boleh hanya insfrastruktur, termasuk Samisade kan hanya infrastruktur bukan untuk membangun kantor desa,” jelasnya.

Senada, Sekretaris Apdesi Gunung Putri, Amir Arsyad mengatakan program Samisade  kedepannya diharapkan bukan hanya untuk pengerjaan jalan betonisasi, gorong – gorong atau turap. Namun bisa juga untuk membangun kantor desa.

BACA JUGA Skor Tipis, Citeureup Raya FC Taklukan Bintang Timur

“Untuk diketahui bahwa tidak semua kantor desa di Kabupaten bogor yang kurang layak atau kurang nyaman untuk dilihat. Sebenarnya bukan tidak ada niatan dari kepala desa untuk membangun. Namun pertama kaitan hal anggaran karena dari Dana desa tidak bisa untuk membangun desa. Serta bantuan dari Provinsi mustahil karena anggarannya sedikit, maka tidak bisa untuk membangun kantor desa,” tegasnya.

Amir yang juga sebagai Kepala Desa Bojong Nangka itu mengharapkan, salah satu solusi yang terbaiknya atasnama Kepala Desa Bojong nangka dan Sekretaris Apdesi Gunung putri berharap nanti 2022 atau 2023 ada kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bupati, anggaran Samisade juga bisa untuk membangun atau merehab kantor desa.

“Yang terpenting bahwa semua pembangunan betonisasi di desa masing-masing sudah tercapai semua baru anggarannya untuk membangun kantor desa,” pungkasnya.

**nay nur’ain

Cegah Penyebaran DBD, Pemdes Cijayanti Lakukan Fogging

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor dalam upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melakukan pembinaan kebersihan lingkungan pada musim penghujan dan penyemprotan atau fogging di rumah – rumah warga dan lingkungan RT 02, RW 06, Senin (06/12/2021).

Sekdes Cijayanti Komarudin  mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pencegahan berkembang biaknya nyamuk Aedes Agepty  atau yang akrab disapa nyamuk demam berdarah. Namun dia juga meminta agar masyarakat senantiasa menjaga lingkungan dan rutin melakukan aksi 3 M.

BACA JUGA Skor Tipis, Citeureup Raya FC Taklukan Bintang Timur

“Disini juga sangat dibutuhkannya kesadaran masyarakat, karena upaya fogging yang dilakukan desa hanyalah bagian kecil untuk pencegahan yang utamanya adalah menjaga lingkungan sekitar,” ujar Komarudin.

Dalam kegiatan fogging, Pemerintah Desa Cijayanti berkerja sama dengan Satgas Puskesmas Cijayanti, tokoh masyarakat dan relawan. Pemdes berharap dengan adanya kegiatan ini mampu membuat satu terobosan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Nay / Tedy

Skor Tipis, Citeureup Raya FC Taklukan Bintang Timur

0

JURNAL INSPIRASI – Salah satu wakil Kabupaten Bogor, Citeureup Raya FC berhasil membawa kemenangan perdananya dalam laga perdana Grup D, Liga 3 Jabar Seri 1 tahun  2021 setelah menaklukan Bintang Timur Sukabumi dengan skor tipis dramatis 4-3.

Laga perdana Liga 3 Jabar Seri 1 tahun 2021 antara Citeureup Raya kontra Bintang Timur digelar di Stadion Patriot, Kota Bekasi, Minggu, 5 Desember 2021.

Arsitek Citeureup Raya FC DianIirawan menyebutkan, empat gol kemenangan yang diraih The Buldozer atas Bintang Timur dicetak  Fauzie dengan 2 gol, Abdan Hanif dan Riski. Sementara tiga gol balasan yang dicetak Bintang Timur masing masing dibukukan  Denal Zamaludin (2 gol) dan Ardiansyah Ado.

BACA JUGA Siap Jadi Tuan Rumah FORNAS 2023, Usep Supratman Minta Syarat Penting Ini

“Tiga poin ini sangat berarti bagi kami untuk menatap laga selanjutnya di kancah Liga 3 Jabar Seri 1 tahun 2021,” ujar Dian Irawan arsitek The Buldozer, julukkan Citeureup Raya FC kepada Jurnal Bogor, Senin (06/12).

Dian mengatakan, akan melakukan evaluasi  pascakemenangan perdana atas Bintang Timur dalam laga perdana Grup D Liga 3 Jabar Seri 1.

“Kami akan mengevaluasi semua pemain dengan kemanangan perdana ini dan kami akan lebih memperhatikan lini pertahan dan penyerangan,” paparnya.

BACA JUGA Suryanto Minta Atlet Angkat Berat Tampil Maksimal di BK Porprov XIV Jabar 2021

Sementara itu, CEO The Buldozer, Dedi Cakra Baidilah memuji penampilan para pemain dalam laga perdana Grup D  Liga 3 Jabar Seri 1 saat lawan wakil dari Sukabumi. Namun Cakra masih kurang puas dengan terjadinya 3 gol yang bersarang ke gawang tim besutan Dian Irawan.

“Mestinya tiga gol itu tak perlu terjadi kalau lini pertahanan tim kokoh dan solid untuk ditembus para pemain lawan dan saya minta lini belakang The Buldozer harus lebih kokoh lagi dalam menghadapi tim tim yang ada di Grup D ini,”  beber Cakra. 

Selanjutnya, kata Cakra, The Buldozer akan meladeni Persika Karawang dalam laga kedua Grup D Liga 3 Jabar Seri 1 Tahun 2021.

“Mudah mudahan dalam laga kedua nanti, The Buldozer akan kembali memetik poin penuh. Semua laga harus dimenangkan oleh kami,” tutupnya.

**nay/wisnu

Ade Yasin Resmikan Gedung BUMDes Mandiri Desa Bojong Kulur

0

JURNAL INSPIRASI – Bupati Bogor, Ade Yasin merresmikan gedung BUMDes Teladan Mandiri dan galeri UKM di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Minggu (5/12/21).

Bupati Bogor mengaku bangga dengan BUMDes Bojong Kulur bisa menjadi BUMDes mandiri dan diharapkan bisa menjadi contoh dan dapat memotivasi untuk desa lainnya di Kabupaten Bogor.

Ade Yasin mengatakan bahwa menjadikan BUMDes maju merupakan salah satu program yang saat ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor menuju masyarakat desa sejahtera. Di Kabupaten Bogor jumlah BUMDes mandiri masih sedikit, se-Kabupaten Bogor baru ada 6 BUMDes yang sudah mandiri, kemudian ada 16 BUMDes maju, 63 BUMDes berkembang dan 331 BUMDes dasar.

BACA JUGA Nunggu Beton, Jalan Warung Borong Diuruk Batu

“25 BUMDes sudah memperoleh keuntungan termasuk BUMDes Bojong Kulur dengan keuntungan mencapai 100 juta, dan 18 BUMDes sudah ikut berkontribusi terhadap perekonomian desa. Jumlah tersebut masih sangat sedikit maka kita harus dorong, di Pemkab Bogor sendiri ada tim TJSL yang salah satunya mencari CSR sehingga bisa mendorong kemajuan dan kemandirian BUMDes di seluruh Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengelola BUMDes harus kreatif dalam menggali potensi ekonomi di wilayah desanya masing-masing, baik itu pariwisata, produk lokal UMKM dan lainnya.

BACA JUGA Tingkatkan Kapasitas Perangkat Desa, Pemdes Pangkaljaya Gelar Pelatihan

“Harus kreatif jangan jadi BUMDes yang dibentuk terus cicing (diam), gali potensi ekonomi di masing-masing desa tidak hanya dari pariwisata saja, misalnya persampahan juga bisa melalui pengelolaan iuran sampah dikerjasamakan dengan DLH. Apapun bisa dijadikan potensi pemasukan untuk BUMDes,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini ada BUMDes yang sudah mengelola hotel salah satunya BUMDes di Megamendung.

“Meskipun hotel yang dikelolanya tidak besar tetapi ini sesuatu yang perlu dicontoh oleh daerah lain. Termasuk BUMDes Bojong Kulur juga bisa jadi percontohan untuk daerah lain, jangan pelit membagikan ilmu dan harus terus membagikan ilmunya untuk desa-desa lain,” tandasnya.

BACA JUGA Banyak Belum Paham Tupoksi Kerja, Perangkat Desa Sadengkolot Dibina Forkompimcam Leuwisadeng

Selanjutnya, perwakilan BUMDes Bojong Kulur Rahman Gunardi menuturkan, Bumdes Bojong Kulur bergerak mengelola pasar, kerjasama dengan Samsat, jasa pengiriman, dan grosir.

“Alhamdulillah omsetnya hampir 800 juta dengan aset 1 miliar, sehingga bisa berkontribusi untuk PADes Bojong Kulur sebesar 100 juta. Mudah-mudahan ke depan omset BUMDes bisa lebih banyak lagi. Ini tidak terlepas dukungan pak Kades, pak Camat dan ibu Bupati Bogor,” tutupnya.

**nay/wisnu

Nunggu Beton, Jalan Warung Borong Diuruk Batu

0

JURNAL INSPIRASI – Ruas Jalan Warung Borong -Rancabungur yang rusak dan berlubang, akhirnya dilakukan perataan dengan cara diuruk oleh UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciampea.

Jalan Kabupaten Bogor itu diuruk mengunakan matrial batu, sembari menunggu perbaikan jalan yang rencananya tahun 2021 ini dikerjakan betonisasi. Namun, karena adanya refocusing anggaran sehingga perbaikan dijadwalkan awal tahun 2022.

Menanggapi hal itu Kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciampea, Bondan Triyana mengatakan, perbaikan jalan saat ini sifatnya sementara. Yakni dengan cara diuruk pakai batu dan material split dan dipadatkan, sembari menunggu pembangunan betonisasi yang diprioritaskan 2022.

BACA JUGA Tingkatkan Kapasitas Perangkat Desa, Pemdes Pangkaljaya Gelar Pelatihan

“Karena ruas jalan warung Borong Rancabungur rusak parah, demi kenyamanan makanya hari ini kami melakukan perataan di titik titik jalan yang berlubang,”ujarnya, kemarin

Bondan meminta masyarakat atau pengguna jalan yang biasa melintasi ruas jalan tersebut bersabar menunggu pembangunan jalan dengan betonisasi.

Pihaknya bahkan sudah sering mengajukan ruas jalan tersebut, bahkan rencananya tahun 2021 Ini akan dilakukan pembangunan.

BACA JUGA Banyak Belum Paham Tupoksi Kerja, Perangkat Desa Sadengkolot Dibina Forkompimcam Leuwisadeng

“Tapi karena kena refocusing anggaran, untuk penanganan Covid 19 dan lainnya, sehingga pembangunan beralih ke 2022 dan itu saya akan pastikan Pada awal tahun, saya minta maaf dan berharap masyarakat bisa bersabar,”katanya.

Sebelumnya Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor melakukan pertemuan dengan 13 Kades, Camat, UPT Jalan dan Jembatan, Pengairan dan Pertanian di Kecamatan Ciampea.

Usai pertemuan itu Tim Percepatan Pembangunan akan melaporkan permasalahan yang ada di Kecamatan Ciampea, salah satunya jalan rusak Letnan Sukarna atau Warung Borong Rancabungur yang sampai saat ini belum ada penanganan dan tim percepatan akan membawa usulan itu ke Bupati agar jala, itu jadi prioritas.

**arip ekon

Siap Jadi Tuan Rumah FORNAS 2023, Usep Supratman Minta Syarat Penting Ini

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bogor, H Usep Supratman mengusulkan Kabupaten Bogor, jadi tuan rumah pelaksanaan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VII Tahun 2023 mendatang.

Bahkan pernyataan itu langsung disampaikan H Usep Supratman pada saat acara final lomba Senam Pancakarsa dan Festival Olahraga Tradisional (Ortrad) 2021 yang dihadiri Bupati Bogor Hj Ade Yasin, Ketua Umum Kormi Pusat, Hayono Isman, Ketua Umum Kormi Jawa Barat Denda Alamsyah, peserta dan tamu undangan lainnya di lapangan utama Stadion Pakansari Cibinong, akhir pekan kemarin.

“Kabupaten Bogor siap jadi tuan rumah Fornas VII 2023. Asalkan dalam pelaksanaannya kami mendapatkan dukungan dari Bupati Ade Yasin dan juga Kormi Pusat,” kata H Usep Supratman.

BACA JUGA Suryanto Minta Atlet Angkat Berat Tampil Maksimal di BK Porprov XIV Jabar 2021

Menanggapi hal ini Ketua Umum Kormi, Hayono Isman menyambut baik keinginan Provinsi Jawa Barat, dalam hal ini Kabupaten Bogor mengajukan tuan rumah Fornas 2023 mendatang. Bahkan kata Hayono Isman, Jawa Barat termasuk Kabupaten Bogor sangat dimungkinkan menjadi tuan rumah.

“Sangat mungkin, karena Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor itu secara infrastruktur olahraganya sangat siap, dan menurut hemat saya juga sudah siap menjadi tuan rumah Fornas 2023. Namun kami belum bisa memastikan, karena ada tiga Provinsi lainnya juga mengajukan tuan rumah seperti Provinsi Kalimantan Utara, Jawa Timur dan Banten, jadi perlu adanya open bidding dalam penetapan tuan rumah tersebut,” kata Hanyono Isman menjawab pertanyaan wartawan di Stadion Pakansari.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tahun 1993-1998 itu mengatakan, olahraga masyarakat ini tidak serumit olahraga prestasi, bahkan dalam pelaksanaannya dapat memanfaatkan sarana olahraga prestasi, seperti contoh Stadion Pakansari yang jadi venue fertival ortrad dan juga lomba senam Pancakarsa yang dilakukan Kormi Kabupaten Bogor.

BACA JUGA Begini Komentar Ketua Portina Terkait Kesuksesan Festival Ortrad 2021

“Tidak perlu harus membangun fasilitas olahraga yang baru, cukup kita manfaafkan fasilitas yang ada, apakah itu dilapangan terbuka atau mall. Karena beberapa induk olahraga masyarakat suka tampil di mall-mall. Jadi menurut hemat saya fleksibel olahraga masyarakat dan tradisional ini,” kata Hayono Isman menjelaskan.

H Usep Supratman

Disinggung soal kesiapan infrastruktur dari empat provinsi yang mengajukan tuan rumah Fornas 2023, dengan tenang Hayono Isman mengatakan keempat provinsi ini siap termasuk Jawa Barat. Namun dalam perjalannya saingan Jawa Barat adalah Jawa Timur. Karena Jawa Timur infrastrukturnya juga lengkap.

“Tapi itu bukan ukuran nomor satu. Karena nomor satunya adalah semangat pegiat olahraga masyarakat yang didukung oleh Pemerintah Daerah, dan jika memenuhi persyaratan Insya Allah Jawa Barat bisa jadi tuan rumah Fornas VII 2023, karena kami belum menetapkan provinsi mana yang bakal jadi tuan rumahnya,” ucapnya.

BACA JUGA Tingkatkan Kapasitas Perangkat Desa, Pemdes Pangkaljaya Gelar Pelatihan

Sementara Bupati Bogor, Hj Ade Yasin mengaku senang Kabupaten Bogor masuk sebagai calon tuan rumah Fornas VII 2023 setelah Sumatera Selatan yang akan digelar tahun 2022. Bahkan mengenai anggaran akan disusun atau direncanakan oleh Pengurus Kormi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor.

“Tidak ada kata tidak siap untuk Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah Fornas di tahun 2023, termasuk dalam sisi dukungan akan ketersediaan anggaran. Apalagi tim cabang olahraga Kasti Kabupaten Bogor mendapat kesempatan langsung tampil di Fornas 2022, sesuai permintaan Ketum Kormi Pusat, jadi kenapa tidak kami tidak siap,” ungkap Ade Yasin.

**as.pangrango

Tingkatkan Kapasitas Perangkat Desa, Pemdes Pangkaljaya Gelar Pelatihan

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar pelatihan kapasitas aparatur Pemerintah Desa.

Taupik Sumarna

Dengan melibatkan pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) sebagai pembicara, acara  tersebut dilaksanakan di Hotel Puncak Raya, Kecamatan Cisarua yang diikuti  mulai dari staf Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) LPM,  RT, RW, Satlinmas  se-Desa Pangkaljaya, baru baru ini.

Kepala Desa PangkalJaya Taupik Sumarna mengatakan dengan menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021, bahwasannya  pelatihan perangkat aparatur desa merupakan pemberdayaan yang meliputi sesuai fungsi dan peran pelaksanaan di masyarakat.

BACA JUGA Banyak Belum Paham Tupoksi Kerja, Perangkat Desa Sadengkolot Dibina Forkompimcam Leuwisadeng

Kegiatan tersebut sesuai Undang- Undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa akan tetapi yang  menjadi landasan utama dalam semua perangkat desa dibutuhkan SDM yang produktif dan profesional.

“Harapan kami memiliki kapabilitas dalam menjalankan sesuai tupoksinya,” ujar kepala Desa Pangkaljaya Taupik Sumarna kepada Jurnal Bogor, Senin (6/12).

Dilaksanakannya pelatihan  aparatur desa, baik RT, RW, LPM, dan perangkat desa lainya  diharapkan bisa memahami dan mampu menjalankan tugas secara optimal.

“Artinya, semua aparatur desa paham regulasi yang berlaku dalam pelaksanaan tatakelola  pembangunan,” pungkasnya.

**arip ekon