32.1 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1009

Kota Bogor Sudah Siap Gelar Kongres JKPI ke V

0

JURNAL INSPIRASI – Kota Bogor sudah siap menyambut para tamu delegasi Kongres ke V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang akan digelar 2-5 Desember 2021 mendatang. Kongres direncanakan diikuti para peserta dari 72 kota kabupaten di Indonesia.

“Persiapannya sudah dilakukan jauh-jauh hari sesuai  standar baku acara JKPI, baik kongres maupun rakornas dan seminar,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Atep Budiman. Menurutnya, saat ini panitia yang dipimpin Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Dody Ahdiat masih terus mematangkan persiapan rangkaian acara, termasuk beberapa venue dan detail acara kongres.

Agenda utama kongres adalah memilih dewan presidium dan pengurus untuk masa bakti 2022-2024. Disusul kemudian rakernas yang diikuti presidium terpilih dengan para anggota, pengurus, dan dewan eksekutif. “Mereka akan merumuskan program-program JKPI selanjutnya, termasuk persiapan rakernas berikutnya di Kota Pelembang,” lanjut Atep.

Sebelumnya, delegasi peserta yang datang akan disambut Wali Kota Bogor di Balai Kota. Malamnya digelar welcoming dinner  di Bogor Creative Center (BCC). Selain kongres sebagai agenda utama, juga akan digelar berbagai aktivitas lain.  Diantaranya seminar, pagelaran kesenian, pameran dan city tour mengunjungi beberapa situs sejarah Kota Bogor.

Pada kongres itu, JKPI juga me-launching Ibu Kota Kebudayaan. Di samping itu ada enam kabupaten/kota yang dinobatkan memiliki karakter kota pusaka. Juga ada agenda penyerahan penghargaan kepada penggagas JKPI, di antaranya Presiden RI Joko Widodo dan Tri Rismaharini. Kongres juga akan dihadiri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno dan sejumlah gubernur.

Gelaran Kongres JKPI disambut baik Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay. Ia menilai acara besar ini memberikan angin segar bagi dunia usaha. Ia bersyukur dengan adanya event berskala besar di Kota Bogor. “Ini titik awal, mungkin pertama kalinya lagi pasca pandemi. Saya yakin nanti okupansi atau pemesanan hotel akan sangat tinggi sekali,” katanya.

Yuno Abeta Lahay

Untuk saat ini pemesanan kamar di sejumlah hotel menurutnya sudah sangat tinggi. Momen akhir tahun memang selalu mendongkrak pemesanan hotel. Yuno tidak bisa memastikan, apakah pemesanan awal Desember didominasi oleh peserta JKPI ataupun tidak. “Intinya, pemesanan kamar pada tanggal tersebut sudah penuh,” lanjutnya.

Bukan hanya kamar hotel. Sejumlah restoran diperkirakannya tentu akan mengalami dampak yang signifikan dari perhelatan Kongres JKPI itu. Mulai dari pusat oleh oleh hingga kuliner kuliner khas Kota Bogor. Yuno optimis, karenanya perekonomian bisa  mengalami kenaikan. “Anggota-anggota kami standby di tempat usahanya, karena para peserta pasti akan eksplore Kota Bogor,” lanjutnya.

Pengamat lanskap sejarah dan budaya, Dr Nurhayati menilai, penetapan Kota Bogor sebagai kota pusaka memang sudah sewajarnya. “Karena sejarah Kota Bogor cukup panjang. Periode-periode itu punya banyak peninggalan seperti mozaik. Keunikan-keunikan itu masih bisa terlihat dan terasa sampai sekarang,” paparnya.  Dosen IPB University ini menyebut menyebut Hutan Samida peninggalan Pajajaran yang kini menjadi kawasan Kebun Raya.  

Dr Nurhayati

Ia pun menilai Kota Bogor memiliki kekentalan peninggalan heritage masa lalu yang masih ada dan bisa dirasakan. Oleh karena itu, perlu dijaga dengan baik. Tak cukup hanya melalui Perda mengenai cagar budaya. Melainkan, juga perlu dukungan partisipasi aktif dari masyarakat di sekitarnya. Sebagai Kota Pusaka golongan A, pelestarian cagar budaya sudah cukup baik.  “Tinggal memoles manajemennya, kemudian memberdayakan masyarakat,” tambahnya.

Penyelenggaraan Kongres JKPI ke V di Kota Bogor diharapkan bisa membangun awareness warga Kota Bogor tentang keberadaan pusaka warisan budaya Kota Bogor. Dengan itu diharap pula warga bersemangat untuk bereperan aktif melestarikannya.

**adv

Menang Telak, Muhammad Nugraha Pimpin KNPI Cigudeg

0

JURNAL INSPIRASI – Perhelatan pemilihan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. selesai dilaksanakan secara demokratis dengan sistem voting, yang diselenggarakan di aula kantor Kecamatan Cigudeg, Minggu (28/11).

Dari tiga kandidat, Muhammad Nugraha mendapatkan suara terbanyak yaitu 34 suara dari jumlah 62 hak suara.

Demisioner Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Cigudeg. Haris Sumirat Nugraha menjelaskan, dalam proses musyawarah tersebut diikuti tiga calon diantaranya Muhammad Nugraha, M, Rizky dan Saepul Anwar.

Baca Juga Biskita Ramah Penyandang Disabilitas

“Dalam proses voting pada akhirnya yang menghasilkan perolehan hak suara terbanyak oleh Muhammad Nugraha sebanyak 34 suara,” jelasnya.

Jadi kata haris, berdasarkan pemilihan tersebut bisa disimpulkan bahwa ketua KNPI Kecamatan Cigudeg hasil Muscam tahun 2021 ini telah menghasilkan regenerasinya.

Haris berharap kepada pemenang maupun yang kalah untuk bisa menjaga kondusivitas saling merangkul dan bisa bersama-sama membesarkan Kecamatan Cigudeg.

“Yang menang harus bisa mengakomodir semua pihak, semua pemuda dari semua OKP, kemudian kepada yang kalah jangan berkecil hati karena medan perjuangan dan pengabdian tidak hanya di KNPI saja,” ungkapnya.

Baca Juga Wacana TPST di Rumpin, HMR Nilai DLH tak Becus

Sementara, Ketua KNPI yang baru Muhammad Nugraha mengatakan, dengan banyaknya kandidat di pemilihan PK KNPI Cigudeg bukan berarti cenderung akan terpecah belah. akan tetapi hal tersebut adalah membuktikan bahwa pemuda di Kecamatan Cigudeg mempunyai pontensi.

“Dengan ini membuktikan Cigudeg mempunyai pemuda-pemuda yang berpotensi dari berbagai sudut desa, maka dari itu saya berjanji akan merangkul semua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada di Kecamatan Cigudeg, tentunya akan mengakomodir semua pemuda yang ada di Kecamatan Cigudeg,” paparnya.

Jadi kedepann kata Nugraha dia akan berkoordinasi dengan kepala desa yang ada di Kecamatan Cigudeg, selain itu mengadakan pengajian-pengajian akbar yang berlokasi di Kecamatan Cigudeg.

“Saya berharap OKP di Kecamatan Cigudeg tetap solid, tetap bersama intinya saya tidak akan mampu membesarkan KNPI Kecamatan Cigudeg sendiri,” pungkasnya.

**andres

PHRI Sebut JKPI Berdampak Positif

0

JURNAL INSPIRASI – Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) bakal diselenggarakan di Kota Bogor pada 2 hingga 4 Desember 2021. Berbagai agenda pun akan dilaksanakan dalam giat tersebut, diantaranya pameran UMKM, seni dan budaya.

Selain itu, akan dilaksanakan karnaval budaya di GOR Pajajaran yang dimeriahkan oleh lebih dari 30 Kota dan Kabupaten perwakilan JKPI. Diketahui, sebanyak 72 delegasi kota dan kabupaten anggota JKPI akan hadir dalam agenda itu.

Pelaksanaan kongres tersebut, ternyata mendapat dukungan dari Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yuno Abeta Lahay. Menurutnya, penyelenggaraan JKPI akan berdampak positif pada sektor ekonomi khusus hotel dan restoran. Pasalnya, hingga kini sudah tujuh hotel yamg dibooking peserta JKPI.

BACA JUGA Biskita Ramah Penyandang Disabilitas

“JKPI berdampak positif karena dapatmembantu penjualan kamar hotel, dan semoga dapat berdampak juga untuk restoran,” ujar Yuno kepada wartawan, Minggu (28/11).

Kata dia, hotel akan memberikan diskon khusus, namun diharapkan mereka yang menginap dapat memberikan konteibusi dari sisi belanja dan konsumsi.

“Kami harap event ini menjadi event contoh pasca pandemi yang tentunya dapat meningkatkan kembali pariwisata Kota Bogor,” ungkapnya.

**fredyk

Biskita Ramah Penyandang Disabilitas

0

JURNAL INSPIRASI – Biskita Transpakuan akhirnya mengaspal di koridor 6 jurusan Parung Banteng – Air Mancur pada Minggu (28/11). Berbeda dari 10 bus yang disuguhkan di koridor ini, 1 unit diantaranya merupakan bus dengan akses ramah penyandang disabilitas pada bagian pintu belakang.

Selain bisa untuk kursi roda, space ini juga bisa dimanfaatkan untuk sepeda maupun stroller bayi. Terdapat juga kursi khusus pada kabin belakang. Kursi memanjang ini untuk pendamping penyandang disabilitas atau pembawa stroller bayi.

Bahkan, untuk mengakomodir penumpang disabilitas supaya tetap dapat melihat pemandangan di jalan raya, kaca bagian belakang dibuat luas. Fasilitas lainnya sama dengan model yang sudah mengaspal sebelumnya di koridor 5 (Stasiun Bogor – Ciparigi), seperti AC, CCTV, kotak P3K, palu pemecah kaca, APAR, jam digital, serta tombol untuk menginformasikan penumpang hendak turun.

BACA JUGA DLH Mau Bangun Tempat Sampah, Warga dan Mahasiswa Rumpin Kompak Menolak

“Saya cek aplikasi ada CCTV bisa dicek, saya melihat sistemnya jalan. Bisa monitor kondisi di dalam bus, termasuk juga sopirnya jika ngantuk bisa lihat di sini, kalau terdeteksi ngantuk berkurang poin sopir busnya. Kalau CCTV ini pengawasan kita saja. Tapi kalau untuk mengetahuinya busnya sudah sampai mana, jadwalnya jam berapa, warga bisa mendownload aplikasi Biskita,” beber Bima Arya.

Menurut Bima, hadirnya Biskita Transpakuan ini merupakan era era baru penataan transportasi di Kota Bogor. Ke depan, kata Bima, masih ada koridor-koridor lain yang diluncurkan untuk memberikan pelayanan transportasi yang nyaman bagi warga.

“Ada 10 bus yang beroperasi di koridor 6 ini. Beberapa hari kedepan nambah lagi koridor lainnya. Jadi,Insya Allah sesuai rencana sampai akhir tahun ini akan beroperasi 49 bus,” kata Bima.

Bima Arya juga mengaku bangga melihat antusias warga untuk menikmati layanan tersebut.

“Antusiasmenya luar biasa. Untuk koridor 5 (Stasiun Bogor – Ciparigi) per hari rata-rata 2 ribu penumpang, akhir pekan rata-rata 3 ribu. Kalau di Jakarta, Transjakarta itu akhir pekan sepi, tapi kalau Kota Bogor akhir pekan justru lebih ramai,” terangnya.

BACA JUGA Dewan Selatan Tidak Ditanggapi Satpol PP

“Sampai hari ini di koridor 5, sudah 52 ribu warga yang naik Biskita Transpakuan. Ada yang mau bekerja, ada yang mau olahraga dan lain-lain. Jadi bus ini bukan saja untuk keperluan sehari-hari juga untuk liburan dan berwisata, mudah-mudahan ke depan tidak berkurang dan terus tahun depan akan semakin banyak bertambah, memudahkan warga,” tambah Bima.

Bima juga mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi dari Kemenhub, BPTJ, konsorsium dari PT Kodjari dan Lorena, PDJT serta Dishub yang terus memastikan semua tahapan-tahapan berjalan dengan baik dan lancar.

Titik Pemberhentian Biskita Transpakuan Koridor 5 antara lain Parung Banteng 2, Baranangsiang Indah 2, Simpang Bogor Baru, Bratasena, Taman Corat Coret 1, Jambu Dua 1, SMPN 8, BPJS, Dinkes dan Air Mancur 1.

Lalu arah sebaliknya dari Air Mancur 2, GOR Pajajaran, Gedung DPRD, SMPN 5, Jambu Dua 2, Villa Citra Bantarjati, Taman Corat Coret 2, Simpang Cimahpar, Baranangsiang Indah 1, Griya Bogor Raya dan Parung Banteng.

BACA JUGA Vini Vidi Vici Suara Junsam Tak Terbendung

Hingga akhir tahun 2021, tarif layanan bus ini masih gratis. Cukup dengan menempelkan kartu uang elektronik (non-tunai) di pintu masuk sebelum menaiki bus.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, dengan hadirnya Biskita Transpakuan, pihaknya sedang merampungkan konsep rerouting angkot untuk diusulkan menjadi feeder atau pengumpan bus BTS. “Sekarang kita sedang lakukan rerouting, minggu besok tahap akhir. Dari evaluasi rerouting trayek itu akan diusulkan jadi feeder BTS. Pertengahan Desember kita usulkan ini ke BPTJ. Ini jadi kesepakatan ini untuk menata transportasi. Feeder ini pengumpan ke Biskita. Jumlah feeder atau angkot feeder ini menyesuaikan koridor BisKita,” ujar Eko.

Ia juga menambahkan, proses rekrutmen pengemudi angkot menjadi pengemudi Biskita masih terus dilakukan. “Namun ada kendala teknis yaitu di SIM. Prosesnya harus, SIM A SIM B1 umum dan B1 biasa. Ini saya sampaikan ke teman-teman Organda dan sopir angkot untuk mengikuti proses karena mereka juga akan diterima,” katanya.

BACA JUGA Perketat Kehadiran THM

Dalam kesempatan yang sama, Plt Direktur Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT), Eko Wibisono mengatakan bahwa setiap koridor akan dilengkapi satu unit bus khusus yang bisa mengangkut difabel dan sepeda. “Bisa masuk dua kursi roda, dan tiga sepeda,” ucapnya.

Jadwal waktu kedatangan antar bus satu dengan lainnya, kata Eko, masing-masing delapan hingga 10 menit. “Itu estimasi waktu ketika tidak macet,” katanya.

**fredy kristianto

DLH Mau Bangun Tempat Sampah, Warga dan Mahasiswa Rumpin Kompak Menolak

0

JURNAL INSPIRASI | Rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dengan kapasitan 200 ton sampah/hari di  Kampung Gunung Nyungcung, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, kompak ditolak warga serta Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR).

“Rencana DLH yang akan menjadikan wilayah Desa Kampung Sawah, sebagai tempat pembuangan sampah bagi kami sangat melukai, kenapa ? belum beres urusan debu akibat hilir mudiknya truk pengangkut tambang, malah kami mau diberi bau sampah,” tegas Ketua HMR Ibnu Sakti Mubarok, Minggu (28/11).

Ditegaskan Ibnu, dari pada membangun tempat pembuangan sampah baru, seharusnya DLH mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat, segera mengoperasikan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo, di Kecamatan Klapanunggal.

BACA JUGA Dewan Selatan Tidak Ditanggapi Satpol PP

“TPPAS Lulut – Nambo itu kan dibangun untuk menampung dan mengolah sampah dari beberapa daerah, diantaranya Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Depok, bahkan informasinya Tangerang Selatan (Tangsel) pun siap bergabung. Nah, ini kenapa DLH malah bikin rencana sendiri mau bangun TPST di Kampung Sawah,” ujar aktivis Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Banten itu.

Diungkapkan Ibnu,  penjelasan yang disampaikan pejabat DLH saat sosialisasi kepada masyarakat, ketika TPST di Kampung Sawah, terealisasi tidak ada penumpukan sampah, seperti di TPA Galuga, Kecamatan  Cibungbulang, bukanlah suatu jaminan, sebab ketika sampah yang dibuang sebanyak 200 ton perhari pastinya akan ada penumpukan  dan imbasnya menimbulkan bau. “Apalagi, kami belum melihat teknologi modern seperti apa yang akan dibawa DLH untuk mengolah sampah, kalau pakai incinerator  itu kan teknologi lama,” katanya. .

Ridwan Darmawan, tokoh muda Kecamatan Rumpin pun ikut bersuara lantang menolak Kampung Gunung Nyungcung, Desa Kampung Sawah, dijadikan tempat buang sampah. “Pokoknya, secara pribadi saya menolak karena akan banyak dampak yang ditimbulkan dari keberadaan TPPST di Kampung Gunung Nyungcung. Rencana DLH itu harus dibatalkan, urusan dengan truk tambang saja belum beres, ini malah aka nada tambahan persoalan lagi yakni sampah,” kata mantan tim pengacara pemenangan Jokowi-JK itu.

BACA JUGA Vini Vidi Vici Suara Junsam Tak Terbendung

Kepala Desa Rumpin, Robi Setiawan menjelaskan, keberadaan TPPAS di Kampung Gunung Nyungcung, ketika jadi direalisasikan tetap akan menimbulkan persoalan, selain pencemaran air, bau tak bisa dihindari.“Intinya, Pemerintah Desa Rumpin, sebagai tetangga Desa Kampung Sawah, mohon rencana DLH itu dipertimbangkan lagi lah,” pinta Robi.  

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Sawah, Edi Riyadi menambahkan, rencana pembangunan TPPAS di Kampung Gunung Nyungcung, merupakan program Pemerintah Kabupaten Bogor. TPPAS  yang akan dibangun lokasi di atas lahan milik atau aset daerah seluas tiga hektar.”Itu program pemerintah, ya memang kalau ada sisi postif dan negatipnya kita lihat nanti. Kalau banyak dikeluhkan masyarakat ya buat apa? Kan gitu,”terang Ugan sapaan akrabnya.

Ugan, mengaku, DLH  memang sudah melakukan sosialisasi di aula kantor desa baru-baru ini . “Kalapun banyak dikeluhkan masyarakat, ya kita bahas bareng-bareng soal rencana pengolaan sampah tersebut,”tutupnya,

BACA JUGA Anggaran Program Prioritas Banyak Dipangkas

Sebagai informasi, TPPAS yang akan dibangun DLH di Kampung Sawah, difungsikan untuk menampung sampah dari Kecamatan Parung, Ciseeng, Rumpin dan Gunungsindur.

Kepala DLH Asnan, menjelaskan sampah yang dibuang nantinya akan langsung dihancurkan dengan cara dibakar menggunakan mesin incinerator.“Sampah yang dihancurkan akan dijadikan pupuk cair dan barang-barang lainnya yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegas Asnan, saat menggelar sosialisasi. 

**mochamad yusuf

Vini Vidi Vici Suara Junsam Tak Terbendung

0

JURNAL INSPIRASI – Vini Vidi Vici (Saya Datang, Saya Melihat dan Saya Menang) rupanya sangat tepat dialamatkan kepada Junaidi Samsudin, Ketua Askab PSSI Bogor yang mampu meraup suara terbanyak dalam pemilihan Exco PSSI Jawa Barat periode 2021-2026.

Dalam pemilihan  Exco Asprov  PSSI Jawa Barat di Golden Flower, Kota Bandung, Sabtu, 27 November 2021, boleh dikatakan Junsam tak diunggulkan. Namun faktanya politisi PPP Kabupaten Bogor ini mampu mendulang suara terbanyak.

Junsam yang mendaftar sebagai calon Exco Asprov PSSI Jabar dengan nomor urut 30  berhasil meraih 49 suara atau 96,08 persen dan mengalahkan  16  calan Exco Asprov  PSSI Jabar lainnya.

BACA JUGA  Dewan Selatan Tidak Ditanggapi Satpol PP    

Sebanyak 52 voters memberikan suaranya dalam pemilihan Exco Asprov PSSI Jawa Barat periode 2021-2025. Para voters hanya memberikan suara kepada 7 calon exco Asprov PSSI Jawa Barat 2021-2025,

Peringkat kedua suara terbanyak ditempati Erwan Setiawan  dengan total 38 suara atau 74, 51 persen. Rimsyahtono menempati peringkat ketiga dengan raihan  38 suara atau 74,51 persen

Sementara itu, Wahyuliana Chandra Rini dari Persikabo 1973  menempati posisi keempat  dengan 36 suara atau 70, 59 persen. 

Herman yang mengumpulkan 35 suara atau 68,63 persen menempati posisi kelima. Pada poskisi keenam ditempati  Suryadi yang meraih 20 suara atau 39,22 persen.

BACA JUGA Pelaksana Proyek TPT Jalan Cipicung Melanggar UU KIP

Sedangkan, Sutisna Suwirya menempati posisi ketujuh dan meraih 17 suara atau 33,33 persen. “Saya ucapkan terimakasih kepada semua voters yang telah memberikan amanah kepada saya untuk jadi Exco Asprov PSSI Jabar,” tegas Junsam.

Junsam menambahkan, ia bersama para Exco lainnya akan bersama sama dengan Ketua terpilih untuk memajukan dunia sepakbola di Jawa Barat  lebih maju lagi kedepannya.

Dedi Cakra Baidilah,salah satu voters dari Citeureup Raya mengatakan sangat bangga dengan terpilihnya Ketua Askab PSSI Kabupaten Bogor jadi Exco PSSI Jawa Barat.

“Semoga PakJunsam jadi bagian penting dalam mewarnai kemajuan dunia sepakbola yang ada di Jawa Barat,” tegas Cakra.

**as.pangrango

Dewan Selatan Tidak Ditanggapi Satpol PP

0

JURNAL INSPIRASI – Permintaan Usep Supratman dan anggota DPRD Kabupaten Bogor asal daerah pemilihan (Dapil) 3 agar Toko Mario ditutup, tidak ditanggapi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pasalnya, hingga saat ini Toko Mario yang belum mengantongi legalitas baik, izin mendirikan bangunan gedung (IMBG) maupun izin operasional, masih tetap buka dan beroperasi.

Rizal, pedagang pakaian anak di Pasar Desa Caringin merasa heran dengan Satpol PP Kabupaten Bogor dibawah kepemimpinan Agus Ridho. Karena, sampai saat ini belum juga melaksanakan penindakan terhadap pengusaha yang melanggar aturan pemerintah.

Selain itu, lanjutnya, desakan agar Toko Mario ditutup pun sudah diminta anggota dewan dari selatan kepada Satpol PP. Namun, suara wakil rakyat itu seolah tidak dihiraukan sama sekali.

BACA JUGA Wabup Minta PUI Sinergi Dengan Pemkab Bogor

“Pak Usep Supratman dewan dari PPP sudah pernah meminta Satpol PP menutup toko itu. Termasuk Heri Aristandi dari Gerindra juga meminta Toko Mario ditutup. Pernah ditutup saat dewan dari PAN, Larasati menghubungi langsung Satpol PP dan itu juga hanya bertahan beberapa hari saja. Tidak lama dibuka kembali toko itu berikut pencabutan garis line Pol PP yang dipasang Satpol PP,” ungkap Rizal kepada wartawan.

Rizal mempertanyakan alasan Satpol PP yang membiarkan Toko Mario tidak ditindak tegas sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum (Tibum).

“Biasanya Satpol PP menutup, menyegel sampai membongkar bangunan yang tidak berizin, baik IMBG, izin operasional dan lainnya. Kenapa Toko Mario tidak dilakukan sama dengan pelanggar Perda Tibum yang sudah ditindak tegas,” ujarnya.

Sikap pembiaran yang diperlihatkan Satpol PP terhadap pengusaha melanggar aturan, menjadi pertanyaan besar bagi para pedagang Pasar Desa Caringin.

BACA JUGA Pelaksana Proyek TPT Jalan Cipicung Melanggar UU KIP

“Kami para pedagang jadi punya pikiran jelek kepada instansi Penegak Perda era Bupati Bogor, Ade Yasin ini. Jangan-jangan sudah terkena gratifikasi oleh pengusaha. Ini mah baru dugaan saja,” kata Budi pedagang sepatu di Pasar Desa Caringin lainnya.

Seperti diberitakan Jurnal Bogor hari Selasa (23/11), keluhan dan aspirasi para pedagang Pasar Caringin terhadap keberadaan Toko Mario, didengar dan disikapi Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman.

Usep yang merupakan wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) 3 ini pun meminta agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, menutup Toko Mario sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai instansi penegak Peraturan Daerah (Perda).

Menurut Usep, Satpol PP berwenang melakukan penutupan Toko Mario, lantaran keberadaan toko tersebut belum memiliki perizinan terutama izin operasional dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

BACA JUGA DMI Kecamatan Tanjungsari Bentuk Kepengurusan di desa

“Satpol PP segera menutup Toko Mario sebelum izin keluar dan permasalahan dengan pedagang selesai,” tegasnya saat menghadiri kegiatan lomba senam Pancakarsa tingkat Kecamatan Ciawi, di lapang bulu tangkis Chevilly Resort.

Selain persoalan izin operasional, lanjut Politisi PPP ini, persoalan gugatan yang dilakukan kuasa hukum Toko Mario, mulai dari Pengadilan Negeri (PN) Cibinong sampai banding ke tingkat TUN Bandung, sudah kalah.

Untuk itu, agar tidak menjadi polemik di para pedagang tradisional milik aset Desa Caringin, penutupan Toko Mario solusi terbaik sampai permasalahannya benar-benar selesai.

“Penutupan itu bukan karena bangunannya tidak ada IMBG. Tapi sekali lagi saya tekankan terkait izin operasional,” tegas Usep, ketua komisi yang membidangi pemerintahan dan perizinan.

Perjuangan para pedagang Pasar Desa Caringin agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Satpol PP menutup Toko Mario, terus dilakukan. Hari Kamis (25/11) lalu, para pedagang mendatangi Mako Satpol PP dan memberikn surat permohonan permintaan penutupan Toko Mario.

BACA JUGA Setu Wanaherang Kembali Tercemar

Namun kedatangan para pedagang yang jumlahnya lebih dari 10 orang itu, hanya disambut para Kepala Bidang (Kabid) dan Kepala Seksi (Kasi) pada Satpol PP.

“Berhubung Pak Kasatpol PP ada acara yang tidak bisa ditinggalkan, maka kami diminta untuk mewakilinya,” kata Kabid Penegak Perda (Gakda) Bu”Berhubung Pak Kasatpol PP ada acara yang tidak bisa ditinggalkan, maka kami diminta untuk mewakilinya,” kata Kabid Penegak Perda (Gakda) Budi Mulyawan saat menerima perwakilan pedagang di ruang rapat Mako Satpol PP Kabupaten Bogor.

Semua keluh kesah pedagang Pasar Desa Caringin yang diwakili dewan penasehat paguyuban, seakan dianggap Kabid Gakda hanya angin lalu. Sebab, keinginan dan permintaan pedagang agar Toko Mario ditutup hari Jum’at (26/11) lalu, nyatanya tidak dilakukan Satpol PP.

” “Kalau dengan cara baik-baik, keluhan dan keinginan kami tidak juga didengar Satpol PP. Kami dan semua para pedagang pasar beserta keluarganya akan melakukan demo. Kami memberikan waktu sampai hari Senin (29/11), agar Satpol PP menutup Toko Mario,” tukas Ustadz Holilul Rosid, dewan penasehat Paguyuban Pasar Desa Caringin.

**dede suhendar

Wabup Minta PUI Sinergi Dengan Pemkab Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan meminta pengurus, anggota, dan kader organisasi Persatuan Umat Islam (PUI) dapat meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, untuk sama-sama membangun Kabupaten Bogor. Hal tersebut diungkapkan Iwan Setiawan pada kegiatan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) PUI Kabupaten Bogor, di Aula Graha Dinar Hotel, Cisarua, Sabtu (27/11).

Selain Wakil Bupati Bogor, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Achmad Ru’yat, Ketua DPW PUI Jawa Barat, KH. Iman Budiman dan Ketua BAZNAS Kabupaten Bogor, KH. Lesmana, dan Ketua DPD PUI Kabupaten Bogor, Samsi Akbar Aflah.

 “Peran aktif dan kontribusi PUI dalam pembangunan Kabupaten Bogor tentunya sangat kami harapkan, saya meminta agar sinergi antara PUI dan Pemkab Bogor terus ditingkatkan karena urusan pembangunan tidak mungkin hanya dikerjakan oleh pemerintah saja,” ungkap Iwan.

BACA JUGA Pelaksana Proyek TPT Jalan Cipicung Melanggar UU KIP

Wabup menambahkan, Pemkab Bogor membutuhkan peran stakeholder, khususnya PUI Kabupaten Bogor.

Iwan pun mengajak bersama-sama mewujudkan program-program Kabupaten Bogor yang sudah dijanjikan kepada masyarakat selama lima tahun. Mudah-mudahan sisa dua tahun kedepan segala janji politik yang disampaikan ke masyarakat bisa terlaksana, tentunya berkat dukungan seluruh masyarakat dan PUI Kabupaten Bogor.

 “Semoga melalui Mukerda ini, para pengurus PUI Kabupaten Bogor, beserta anggota dan seluruh kader, dapat menghasilkan berbagai program kerja yang berkualitas. Sinergi kita kedepan semakin meningkat, demi mewujudkan visi Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban,” papar Wabup Bogor.

Ketua DPW PUI Jawa Barat, KH. Iman Budiman mengatakan, sebuah kehormatan baginya pada kesempatan kali dapat menghadiri Mukerda sekaligus pelantikan PC PUI se-Kabupaten Bogor. Terlebih kegiatan ini dihadiri juga oleh para pemangku kebijakan yang sangat penting keberadaannya.

BACA JUGA Setu Wanaherang Kembali Tercemar

 “Membangun Kabupaten Bogor merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Karena Kabupaten Bogor ini luas wilayahnya sangat besar sekali, penduduknya juga terbanyak di Indonesia yakni lima juta jiwa lebih,” ujarnya.

Iman melanjutkan, kegiatan ini salah satu upaya PUI berkontribusi dalam pembangunan, sebagai salah satu entitas organisasi yang ada di Kabupaten Bogor.

 “Kami akan melahirkan program kerja nyata demi membangun Kabupaten Bogor dan mewujudkan cita-cita persatuan,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPD PUI Kabupaten Bogor, Samsi Akbar Aflah menjelaskan, selama dua hari pihaknya akan bermusyawarah membuat program kerja, menyusun rencana strategis bagaimana beramal melalui wadah PUI. Demi masa depan umat, masa depan bangsa, masa depan peradaban yang lebih baik.

 “Sebagai ormas dakwah, sebagai ormas pendidikan, PUI memiliki kekuatan sejarah. PUI adalah organisasi yang cukup dewasa. Dengan kekuatan sejarah, kita memiliki semangat untuk berkiprah membangun bangsa ini, khususnya membangun Kabupaten Bogor,” tukas Samsi Akbar.

**dedesuhendar

Pelaksana Proyek TPT Jalan Cipicung Melanggar UU KIP

0

JURNAL INSPIRASI – Proyek siluman ditemukan di akhir tahun 2021. Seperti kegiatan pengerjaan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di ruas Jalan  Cibalung-Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, di lokasi proyek tidak dipasang papan plang nama.

Ahmad, penjual bensin eceran tak jauh dari lokasi proyek mengatakan, pengerjaan TPT jalan baru dilaksanakan satu minggu lalu. “Baru ada satu minggu ini,” katanya sambil melayani pembeli bensin kepada wartawan akhir pekan lalu.

Menurutnya, proyek TPT ini dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bukan pihak desa. “Warga sini juga ada beberapa orang yang ikut kerja,” ujar Ahmad warga Desa Cibalung tersebut.

BACA JUGA Kepengurusan JMI Bogor Raya Dilantik. Ini yang Diharapkan Wakil Walikota Bogor

Deni, pengguna jalan mengungkapkan, kondisi tebing jalan ini memang harus dilakukan penanganan dari pemerintah. Sebab, bila dibiarkan khawatir longsoran tebing jalan semakin meluas.  “Alhamdulillah akhirnya TPT ini dibangun juga,” ungkapnya.

Namun Deni menyayangkan dengan pelaksana yang mengerjakan proyek tebing tersebut. Dimana, pihak pelaksana tidak memasang plang nama kegiatan untuk diketahui masyarakat luas.

 “Kalau memang ini dikerjakan pihak ketiga, papan nama kegiatannya harus dipasang. Terkesan seperti proyek siluman,” paparnya.

Adanya papan nama kegiatan, sambung Deni, menjadi keharusan setiap pelaksana proyek yang bersumber anggaran dari pemerintah, baik APBD Kabupaten Bogor, APBD Provinsi Jabar maupun APBN.

BACA JUGA Anggaran Program Prioritas Banyak Dipangkas

 “Berarti kalau tidak dipasang plang papan nama kegiatan, pelaksana sudah melanggar aturan terutama Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP),” tegasnya.

Deni minta agar Pemkab Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), mengawasi pelaksanaan kegiatan proyek tersebut.

 “Dinas juga harus menegur pelaksana untuk memasang papan nama kegiatan,” imbuhnya.

**dedesuhendar/denipratama

Kepengurusan JMI Bogor Raya Dilantik. Ini yang Diharapkan Wakil Walikota Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Jurnalis Mancing Indonesia (JMI) Bogor Raya menggelar pelantikan pengurus periode 2021-2022 di villa Dinasty Akasha, Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Dalam pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah perangkat daerah pemerintah antara Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Acara itu juga menyelenggarakan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti gerakan menanam 1000 pohon, menebar benih ikan dan pelatihan jurnalistik media digital dan konten kreatif.

BACA JUGA DMI Kecamatan Tanjungsari Bentuk Kepengurusan di desa

“Selamat kepada pengurus JMI wilayah Bogor Raya yang baru dilantik, muda-mudahan dalam melaksanakan tugas keorganisasian JMI dapat memberikan kontribusi terbaik untuk anggota dan masyarakat Bogor,” kata Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim, seusai melantik kepengurusan JMI Bogor Raya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (27/11).

Orang nomor dua di Kota Bogor itu menyebut, dalam pelantikan tersebut dirinya melakukan berbagai kegiatan, selain menyalurkan hobi mancing,  juga menanam pohon dan memberikan benih ikan kepada warga dan memberikan semangat kepada peserta yang ikut dalam pelatihan jurnalistik media digital dan konten kreatif.

“Keberadaan JMI ini bisa memberikan kontribusi sosial untuk warga dan warga bisa menerima manfaat dari keberadaan JMI secara menyeluruh, jadi bukan hanya untuk anggota tetapi di mata masyarakat juga ada image positif,” ujarnya.

BACA JUGA Anggaran Program Prioritas Banyak Dipangkas

Dedie berharap JMI Bogor Raya bisa mengembangkan diri dan mengembangkan kompetensi bagi para anggota nya, untuk meningkatkan kapasitas sehingga jurnalistik di media digital dan konten kreatif yang sekarang menjadi salah satu keharusan kemampuan dari pada jurnalis itu dimiliki.

“Kita bisa mengelola kondisi situasi jaman, jadi jangan ketinggalan, jangan justru hoax yang lebih dominan. Tetapi melalui koordinasi jurnalistik yang betul-betul resmi dan memang berafiliasi pada media konvensional maupun digital itu yang menjadi leader permintaan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu Ketua JMI Bogor Raya Billy Adhyaksa mengungkapkan, JMI Bogor Raya akan melakukan berbagai hal setelah pelantikan tersebut.

“Karena ini akan menjadi gong kami untuk melakukan berbagai kegiatan, salah satunya diklat yang yang sudah kita liat tadi (pelatihan jurnalistik), kami akan menyelenggarakan ini secara continue,” ungkap Billy.

BACA JUGA Selain Maju di Pilgub Jabar, Ridwan Kamil Didukung Hanura untuk Maju Pilpres 2024

Yang kedua, lanjut Billy, pihaknya juga akan melakukan program kegiatan aksi tanam pohon dibarengi dengan susur sungai yang sudah diinisiasi oleh JMI.

“Jadi kami akan konsen, kami akan mengadopsi pohon-pohon yang ditanam dan melakukan sebuah riset lebih kepada tanaman-tanaman itu. Bahkan kita berencana mau bikin lomba bagaimana perawatan pohon tersebut, terutama di bantaran sungai yang kritis,” tambahnya.

Selain itu, masih kata Billy, pihaknya juga akan melakukan kegiatan lain, salah satunya di bidang usaha.

“Bidang usaha ini, insya Allah mudah-mudahan terwujud, kami sudah komunikasi dengan pak kepala Dinas UMKM Kota Bogor, rencana kami ingin melaunching mall pancing Bogor terbesar di Bogor,” tutupnya.

**andres