32.1 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1008

M Iran Fauzi Sosok DibaliK Kesuksesan Event KORMI

0

JURNAL INSPIRASI – Kebersamaan dan kekompakan semua pengurus adalah karakter yang menonjol dalam Komite Olahraga Rekeasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor dalam menggelar event kegiatan.  

Selain itu, totalitas Usep Supratman, SH  selaku orang nomor satu di organisasi yang sejajar dengan KONI Kabupaten Bogor ini jadi kunci keberhasilan semua event yang digelar KORMI Kabupaten Bogor.

Namun ada Satu sosok yang tak boleh dilupakan oleh insan olahraga rekreasi masyarakat Kabupaten Bogor saat ini.

BACA JUGA Tim Voli Guru Swasta Tumbangkan Guru SMP Negeri

M Iran Fauzi adalah salah satu sosok yang tak boleh dilupakan para pelaku olahraga rekreasi di Kabupaten Bogor.

Kiprah  M Iran  Fauzi selama ini memang berada dibelakang layar semua kegiatan KORMI Kabupaten Bogor ataupun masih saat bernama FORMI.  

Totalitas dan tanggung jawab M Iran Fuazi untuk kesuksesan semua acara KORMI kabupaten Bogor tak perlu diragukan lagi .

Tak jarang Fauzi selalu jaga “gawang”  semua kegiatan KORMI Kabupaten Bogor.

BACA JUGA Warga Lapor Setu Tlajung Hilir Tercemar

Namun pria penggemar Bubur Madura ini tak mau banyak komentar, ia hanya berusaha  agar semua kegiatan KORMI bisa lancar, sukses dan semua tersenyum.

“Pada intinya semua pengurus pasti ingin semua acaranya sukses dan  lancar, hal inilah yang selama ini jadi acuan saya bagaimana caranya semua kegiatan KORMI ini bisa berakhir dengan senyuman semua elemen insan olahraga rekreasi di Kabupaten Bogor,” bebernya yang rela berhujan hujanan menyiapkan logistik dan venue Senam Pancakarsa serta venue untuk kegiatan Festival Ortad.

“ Saya juga bangga semua pengurus KORMI Kabupaten Bogor serta pengurus KORMI Kecamatan se Kabupaten Bogor sangat  kompak dan bersinergi satu sama lain,” tegasnya.

**as.pangrango

Tim Voli Guru Swasta Tumbangkan Guru SMP Negeri

0

Kejuaraan Bola Voli HUT PGRI Ke-76

JURNAL INSPIRASI – Tim bola Voli gabungan  guru SMP  swasta Kecamatan Tenjo meraih gelar juara turnamen bola voli PGRI Cup Tenjo yang berlansung di Lapangan Voli milik Yayasan  Bani Harun.

Dalam babak final, tim voli guru swasta se Kecamatan Tenjo itu mampu menumbangkan Tim bola Voli gabungan  guru SMP Negeri se Kecamatan Tenjo dengan skor 3-2.

Tim Bola Voli Gabungan Guru SMP Swasta se Kecamatan  Tenjo itu dengan manajer Muhtadin, S, Pd, MM dan dimotori para pemain andalanya seperti Deni Hari Muhti, Syahroni, Abidin, Ilyas, Indra,Ade Wahyudi, Ade, Muhtadin dan Sarbini.    

BACA JUGA Sebelum Kepergiannya, Ameer Bercita-cita Kuliah S2 Keluar Negeri

“ Sejak awal kami memang optimis bisa memenangkan event HUT PGRI ini. Apalagi semua pemain kami sangat kompak dan solid,” tegas Deni Hari Muhti yang bertindak sebagai kapten tim  

Deni mengaku, event  voli antar guru SMP se Kecamatan Tenjo ini sangat bagus karena meningkatkan  gairah para guru dalam berolahraga.

Selain itu, sambung Deni yang mempunyai smash yang tajam dan menghujam bumi , turnamen ini juga jadi ajang silaturahmi ceria para guru SMP se Kecamatan Tenjo .

Lebih lanjut, Deni yang juga menempati posisi manager tim softenis Kabupaten Bogor untuk Porprov XIV Jabar 2022 berharap kedepannya ada event voli PGRI Cup yang pesertanya perwakilan PGRI dari 40 kecamatan se Kabupaten Bogor.

**as.pangrango

Sebelum Kepergiannya, Ameer Bercita-cita Kuliah S2 Keluar Negeri

0

JURNAL INSPIRASI – Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar mendiang KH Muhammad Arifin Ilham dengan berpulang putra keduanya Muhammad Ameer Azzikra. Ameer dikabarkan meninggal dunia di rumah Sakit  RS EMC Sentul City, Senin (29/11/2021) dini hari.

Ameer (20) diusia mudanya sudah banyak berkiprah, salahsatunya dalam berdakwah, berbisnis  serta menyandang status sebagai mahasiswa di Universtas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Kabar kepulangan mengejutkan teman sekampusnya.  “Langsung lemas dan syok gak percaya gitu,” ujar Rachmaniati, salah seorang teman sekelas Ameer.

BACA JUGA Warga Lapor Setu Tlajung Hilir Tercemar

Sebelum kepergiannya, Ameer  sempat bercita-cita dengan istrinya Nadzira Shafa melanjutkan S2 keluar  negeri. “ Dia punya cita-cita mau keluar negeri mau kuliah S2-nya ke Yaman atau gak Mesir bersama Zira”, jelas Wahyuniati Al-Waly, Mama Ameer saat ditemui di kediamannya di Sentul, Senin (29/11/2021).

Sosok yang humoris, selalu menebarkan senyum menjadi karakter adik Alvin Faiz ini. “Ameer orangnya baik banget, tulus kalau bantu teman-teman di kelas, bahkan suka bantu disaat genting. Tidak pilih kasih dalam berteman”, lanjut Rachmaniati.

**eliyani/mg-uika

Warga Lapor Setu Tlajung Hilir Tercemar

0

Achmad Fathoni Beri Catatan Merah SLH

JURNAL INSPIRASI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor mendapat pengaduan warga perihal Setu Tlajung Hilir, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang diduga tercemar limbah. DPRD akan memanggil perusahaan yang terindikasi memiliki saluran air yang mengarah ke setu. Achmad Fathoni juga memberikan catatan merah untuk Satgas Lingkungan Hidup (SLH) Kecamatan Gunung Putri yang terlambat melaporkan.

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni, Senin (29/11/21), melakukan penyusuran terkait indikasi saluran air yang mengalir ke setu Tlajung Hilir tersebut. “Karena sudah beberapa hari ini saya terima laporan dari masyarakat, Setu Tlajung Hilir tercemar,” ucapnya kepada Jurnal Bogor.

Dia menjelaskan, sudah ke lokasi melakukan pengecekan, dan ditemukan memang ada bau tapi sudah tidak terlalu terasa, tetapi menurut laporan warga di akhir pekan lalu warna dan baunya sangat pekat.

BACA JUGA Putra Kedua Almarhum Ustaz Arifin Ilham, Muhammad Ameer Adzikro Meninggal Dunia

“Tapi terlihat bekas-bekasnya masih hitam, yang kedua pendangkalannya luar biasa, orang yang tadi ngejala turun langsung ke tengah bukan di pinggir lagi,” lanjut Anggota Legislatif (Aleg) Fraksi PKS ini.

Fathoni menegaskan, ia akan melaporkan hal ini ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor urusan pencemaran, dan Balai Besar Wilayah Sungai (bbws) untuk urusan pendangkalan.

“Termasuk tadi bercandanya masyarakat, kalo emang gak diurus, maka aset negara ini kita timbun aja, di bagi-bagi, tapi kan mustinya tidak begitu, negara harus peduli,” tegasnya.

Fathoni pun mengungkapkan, di setiap ada  kejanggalan yang merugikan masyarakat di segi perusakan alam, ia selalu melakukan pelaporan ke kepala Dinas LH.

“Kemaren saya sudah langsung lapor Pak Kadis termasuk waktu Cileungsi merah itu, saya lapor juga tolong ada tindakan selanjutnya, hari ini juga sebenarnya saya nunggu orang DLH tapi saya kurang tau sudah jalan atau belum,” ungkapnya.

BACA JUGA Ahmad Fathoni Terbelalak, Cara PT KIM Buang Limbah ke Aliran Sungai

Yang jelas kata Fathoni, ajakannya memiliki esensi untuk menjaga setu. Masyarakat telah membuat komunitas bernama Jagawana. Upaya ini jika terjadi apa-apa pihak komunits bisa bertindak termasuk jika ada program pemerintah mesti dilibatkan.

“Kita coba susuri, kita tidak ingin menuduh pabrik manapun, tapi jika sudah terbukti ya kita sampaikan tolong ini ditindak lanjut.  Tindak lanjut yang dimaksud bukan hanya melakukan cek lab namun harus ada tindakan tegas supaya para pencemar setu ini jera,” paparnya.

“Jangan hanya cek lab nanti habis itu hasilnya diumumkan, harus diberi tindakan dan kami ingin jika memang pabrik yang mencemari setu, tolong segera memperbaiki diri, dengan cara kita perbaiki sama-sama, kita jaga alam dan setu kita,” tuturnya.

Ketika menyusuri setu, wakil rakyat dari dapil dua ini menemukan beberapa perusahaan yang terindikasi saluran pembuangannya menuju ke arah setu.

BACA JUGA UPT Pengelolaan Sampah 2 Jonggol Kekurangan Truk Sampah

“Dari situ kami ingin mengagendakan, kita panggil DLH, BBWS terus komunitas atau masyarakat, pemdes, kecamatan jika mau ikut juga dan perusahaan-perusahaan yang kita indikasi ikut serta membuang, kita belum bisa katakan limbah tapi ikut membuang airnya ke setu,” jelasnya lagi.

Yang jelas, menurut Fathoni, komisi 3 akan panggil semua elemen yang berkaitan guna mendapatkan solusi terbaik.

“Kita akan panggil, silahkan nanti kita harap ada kejelasan, kalo tindakan mungkin jalurnya DLH harus ngecek kemudian lapor polisi, kemudian ada pengadilan, kalo sampai sana itu ranahnya hukum, tapi yang kita ingin esensinya menjaga alam dan setu, dan saya tidak dalam posisi, orang yang sudah melakukan kesalahan potong, tutup dan seterusnya, saya juga ingin memberikan kesempatan, hayu bareng-bareng, kalo memang tidak ada kesengajaan dia untuk merusak alam ya jaga alam dong,” terusnya.

Setelah pemanggilan perusahaan-perusahaan itu, Achmad Fathoni dengan bijak mengajak semua elemen untuk menjaga serta merawat setu Tlajung Hilir ini.

“Kalo tindakan yang tepat itu pihak berwenang menindak tegas, itu yang paling tepat dan kita inginkan, cuma ada problem lain yang kita saya sendiri tidak memiliki kewenangan sampe sana, itu jalurnya hukum, kita tetap mendorong itu, tapi yang disisi masyarakat, disisi sebagai bagian dari seluruh elemen yang wajib menjaga alam ini saya mengajak, makanya kita cek perusahaan-perusahaan mana yang membuang airnya ke setu, pertama kita laporkan jika memang ada limbah, kita ajak mereka menjaga, kalo mereka ingin menjaga ya artinya mereka ingin memperbaiki diri,” ajaknya.

BACA JUGA JKPI Akan Dihadiri Presiden Joko Widodo

Ia pun mengharapkan kedepannya temen-temen komunitas membuat buat semacam pos untuk menerima keluhan-keluhan masyarakat.

“Kita pun ingin segera ada kegiatan program pemerintah untuk merawat setu kita bisa sama-sama sinergi, dan saya siap jadi bagian dari itu,” harapnya.

Di sisi lain, Achmad Fathoni justru berikan catatan merah untuk satgas lingkungan hidup (SLH) Kecamatan Gunung Putri, sebab terkait setu ini ia malah lebih dulu mendapat laporan dari masyarakat ketimbang SLH.

“Justru, satgas ini mustinya tidak hanya menerima laporan, dia mustinya aktif mengawasi, kalo keduluan masyarakat lapor sebenernya ada catatan untuk satgas, makanya saya sudah sampaikan ke temen-temen komisi 3, ke pimpinan bahwa saya hari ini sidak, saya akan laporkan harapannya mungkin pekan depan kita panggil, dan mudah-mudahan saja ada solusi masyarakat, kalo solusi hukum nanti DLH dan seterusnya yang menindak,” ucapnya lagi.

“Setahu saya, saya tidak apal SK-nya tapi yang namanya SLH kan mengedukasi, memberikan sosialisasi, aturan-aturan tentang lingkungan hidup, abis itu kan ada proses penegakan dan mengawasi kemudian mendata,” pungkasnya.

**nay/wisnu

Jadi Irup HUT KORPRI, Bima Arya Ingatkan Perjuangan Pendahulu Kota Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkumpul di Plaza Balai Kota Bogor untuk melangsungkan upacara peringatan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-50, Senin (29/11/2021) pagi.

Selaku inspektur upacara (irup), Wali Kota Bogor, Bima Arya mengajak para ASN di lingkup Pemkot Bogor untuk meniru ikhtiar para pendahulu. Kata dia, Kota Bogor mencatatkan sejarah para ASN – ASN handal yang meniti karir dari bawah hingga yang mampu menjadi pemimpin di Kota Bogor.

“Melayani warga dengan berbagai ikhtiar pada masanya, sebagai wujud dari pengabdian dan pelayanan publik. Pak Muhammad, Wali Kota Bogor yang dikenal pada masanya membangun ikon Kota Bogor yang sampai saat ini identik dan menjadi kebanggaan Kota Bogor. Lalu Pak Suratman yang pada masa pengabdiannya dikenal sebagai wali kota yang selalu turun ke lapangan, mengomandoi semua kegiatan pelayanan,” urai Bima Arya.

BACA JUGA Putra Kedua Almarhum Ustaz Arifin Ilham, Muhammad Ameer Adzikro Meninggal Dunia

Bahkan di zaman Wali Kota Suratman, dikenal jika ada lurah yang tidak berprestasi atau memiliki catatan, maka akan diberi plat hitam sebagai penanda. Namun pada masa beliau inilah Kota Bogor menerima banyak sekali penghargaan, karena sistem punishment yang diterapkan.

Dilanjut dengan kepemimpinan Wali Kota Edi Gunardi dan Iswara Natanegara yang dikenal sangat disiplin. Bahkan, terkadang keras dan detail. Kegiatan rapat tidak saja pagi, siang, atau sore. Akan tetapi malam hari pun dilakukan untuk mengecek dan melakukan perencanaan yang matang dan detail.

“Pada masa – masa itu Kota Bogor meraih penghargaan dalam hal tertib administrasi. Penghargaan yang hari ini kita rasakan terkait dengan membangun sistem perencanaan keuangan, tidak bisa dilepaskan dari ikhtiar Pak Edi dan Pak Iswara. Juga di masa Pak Diani, dilakukan banyak sekali terobosan untuk mendekatkan pemerintah dengan warganya. Beliau identik dengan subuh keliling berkomunikasi dengan para ulama dengan warga tokoh masyarakat dengan cara yang sangat sangat humanis,” urainya.

BACA JUGA Ahmad Fathoni Terbelalak, Cara PT KIM Buang Limbah ke Aliran Sungai

Bima Arya menegaskan, para pendahulu ASN Kota Bogor memulai karir dari jenjang yang paling bawah. Namun, ikhtiar untuk melakukan adaptasi terus dilakukan untuk terus lebih baik lagi melayani warga. Untuk itu ia mengajak seluruh ASN saling menghormati, belajar dan ikhtiar dari para pendahulu.

“Tidak ada kata henti dalam inovasi. Jangan pernah lelah untuk berubah. Hidup itu adalah perubahan. Kota ini untuk didorong lebih cepat berubah dan harus ada yang paling terdepan dalam perubahan itu. Saya minta kepada semuanya tidak hanya untuk memberikan dukungan secara lisan, tetapi juga untuk memberikan keteladanan dalam bentuk aksi dan tindakan,” seru Bima Arya lagi.

Di akhir amanatnya, Bima Arya meminta seluruh ASN yang ada di Kota Bogor memberikan contoh dengan naik Biskita Trans Pakuan yang sudah beroperasi di koridor seputar wilayahnya masing-masing. Para ASN diminta untuk terus mendukung program pembenahan transportasi tersebut.

BACA JUGA JKPI Akan Dihadiri Presiden Joko Widodo

“Hari ini Kota Bogor diapresiasi karena berhasil memviralkan program ini. Sesuatu yang di beberapa daerah, bahkan gagal karena minimnya sosialisasi, minimnya keteladanan dari pada dari pembuat kebijakan. Sejak diluncurkannya Biskita sudah lebih dari 20.000 warga yang antusias naik bus tersebut. Contohkan pada semua, karena ini adalah program prioritas nomor satu dari Pemerintah Kota Bogor, program perbaikan transportasi publik yang sudah sangat ditunggu,” jelas Bima Arya.

Di akhir upacara peringatan HUT KORPRI ke-50, ada 10 ASN termasuk Sekretaris Daerah (Sekda), Syarifah Sofiah yang mendapat Satyalancana dari Wali Kota Bogor atas puluhan tahun pengabdiannya sebagai ASN. Dalam upacara juga turut hadir Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan perwakilan Muspida lainnya.

**fredyk

Putra Kedua Almarhum Ustaz Arifin Ilham, Muhammad Ameer Adzikro Meninggal Dunia

0

JURNAL INSPIRASI – Kabar duka datang dari keluarga mendiang almarhum Ustaz Arifin Ilham, Muhammad Ameer Adzikro, meninggal dunia, Senin (29/11).

Muhammad Ameer Adzikro

Anak kedua almarhum KH Muhammad Arifin Ilham dan Umi Yuni Al Waly itu dari informasi yang beredar di medsos, almarhum wafat pada hari Senin, 29 November 2021 pukul 01.20 wib di RS EMC Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Almarhum Muhammad Ameer Adzikro Rencana akan disholatkan di Masjid Azzikra Sentul ba’da Subuh.

BACA JUGA Ahmad Fathoni Terbelalak, Cara PT KIM Buang Limbah ke Aliran Sungai

Kemudian kembali ke Pesantren Azzikra Gunung Sindur dan dimakamkan di samping almrhum KH. Muhammad Arifin Ilham.

Bripka Abdi Babinmas Desa Cipambuan menyampaikan kepada awak media bahwa berita tersebut benar. “Saya ucapkan inalilahi wainailaihi rojiun, semogga almarhum diterima amal ibadah di sisi Allah SWT dan ikhlas yang ditinggalkan. Aamiin.”

“Saya berada di lokasi Masjid Azikra pukul 7.00 wib. Terlihat tamu untuk melayat ke rumah duka, Namun saat ini semua sudah terlihat aman tidak menimbulkan kemacetan dan tidak banyak kerumunan,” jelasnya.

**nay/tedy

Ahmad Fathoni Terbelalak, Cara PT KIM Buang Limbah ke Aliran Sungai

0

JURNAL INSPIRASI – Mendapati pengaduan warga atas pembuangan limbah yang dilakukan oleh PT Kokoh Idola Menawan (KIM) yang berada di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni langsung terbelalak saat mendapati air mengalir melalui pipa – pipa yang sengaja terpasang di saluran air.

Aleg dari Fraksi PKS tersebut mengatakan bahwa kasat mata saja sudah ada kesalahan dimana sudah ada saluran air, tapi PT KIM masih menggunakan pipa lain.

“Itu wajib menjadi pertanyaan, kenapa harus ada beberapa pipa dalam saluran yang sama. Jika memang air ini bukan bagian dari limbah berbahaya, kenapa harus terpisah – pisah pipanya ” cetus Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Senin (29/11).
BACA JUGA Aparatur Desa Sibanteng Diminta Utamakan Pelayanan Masyarakat

Dia terbelalak saat melihat kejadian pembuangan limbah cair yang nyata di depan matanya. Dia pun merasakan bau menyengat hingga membuat hidungnya.

“Jika bisa direkam saya akan rekam bau ini supaya jika saya bahas dalam rapat nanti semua bisa merasakan baunya. Ini sudah sangat fatal, kondisi air berbusa, berwarna, dan berbau, langsung dialiri ke arah Sungai Cileungsi. Jadi jika hal seperti ini dianggap biasa , yang luar biasanya seperti apa,” ucapnya.

Menurutnya, semua pihak harus turun tangan, karena ada saluran milik desa yang dipakai oleh perusahaan sehingga seperti apa sistem kerjasamanya. Apakah perusahaan sewa kepada desa atau bagaimana , namun bukan berarti dengan menyewa aliran ini bisa seenaknya untuk membuang limbah.

“Memang perlu dilakukan oleh uji lab untuk memastikan air limbah seperti apa yang di buang oleh PT KIM , tapi jika secara kasat mata ini sudah terlihat dengan adanya beberapa pipa pembuangan air,” jelasnya.

BACA JUGA UPT Pengelolaan Sampah 2 Jonggol Kekurangan Truk Sampah

Atas kejadian itu kata dia, akan membawa persoalan ini dalam rapat nanti dan saya akan minta izin dan jadwal kepada Komisi 3 untuk lakukan sidak ke lapangan atau memanggil pihak perusahaan, begitupun untuk pemerintah desa dan kecamatan sejauh mana pengawasannya terhadap perusahaan ini, mengingat warga sudah banyak mengadukan tapi belum ada tindakan.

Dia berharap, untuk satgas Lingkungan Hidup yang ada di Kecamatan Gunung Putri turut mengamati adanya persoalan ini, untuk diadukan kepada dinas terkait. “Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi, karena dampak dari perbuatan ini yang akan merasakan anak dan cucu nantinya.”

“Untuk dinas terkait saya akan minta untuk bertindak tegas , apalagi ini bukan pertama persoalan limbah yang ada di Kecamatan Gunung Putri, jika ada unsur pidananya langsung ditindak jangan hanya diberikan sanksi administrasi harus ada sanksi hukumnya untuk efek jera,” tandasnya.

**nay/wisnu

Aparatur Desa Sibanteng Diminta Utamakan Pelayanan Masyarakat

0

JURNAL INSPIRASI – Agar perangkat desa lebih akuntabel dan sinergitas dalam hal pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kecamatan Leuwisadeng melakukan pembinaan perangkat desa di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor, Senin (29/11).

Kasi Pemerintahan Kecamatan Leuwisadeng Welly menjelaskan, kegiatan tersebut memberikan arahan kepada aparatur desa untuk lebih memahami tupoksi sebagai perangkat desa sesuai dengan jabatan di struktur pemerintah desa.

“Selain itu juga mendorong aparatur desa untuk responsif terhadap segala permasalahan yang muncul di masyarakat terutama tentang pelayanan publik,” jelasnya.

BACA JUGA UPT Pengelolaan Sampah 2 Jonggol Kekurangan Truk Sampah

Ia berharap setelah pembinaan perangkat desa tersebut pelayanan di desa lebih ditingkatkan lagi, terutama terhadap masing-masing perangkat desa yang harus bisa menyesuaikan tugas dan fungsi mereka.

“Intinya kedepan mereka jangan sampai menunda-nunda pekerjaan. Kita bina supaya mereka lebih aktif lagi dalam kegiatan di dalam hal pekerjaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sibanteng Didin mengatakan bahwa kegiatan itu program dari Pemkab Bogor yang harus dijalankan oleh pemerintah kecamatan.

“Dalam pembinaan ini saya berharap masing-masing perangkat desa bisa memahami tupoksinya dan meningkatkan lagi dedikasinya, akuntabel terutama melayani masyarakat,” tandasnya.

**andres

UPT Pengelolaan Sampah 2 Jonggol Kekurangan Truk Sampah

0

JURNAL INSPIRASI – UPT Pengelolaan  Sampah 2 Jonggol  mengaku kekurangan armada pengangkut sampah sehingga banyak sampah bercecer di tempat pembuangan sementara (TPS) di jalan atau bahkan di kali.

Eming Sutisna mengatakan, saat ini, UPT PS 2 Jonggol  hanya memiliki  30  truk sampah. Padahal, produksi sampah mencapai  lebih kurang 100 kubik per hari. Idealnya, dengan jumlah penduduk   di wilayah  Bogor Timur  harus mempunyai minimal  40 truk sampah.

“Idealnya, kami memiliki armada  lebih banyak dari jumlah armada saat ini, minimal 40 truk,” paparnya.

BACA JUGA JKPI Akan Dihadiri Presiden Joko Widodo

Masih kata dia, dengan jumlah armada saat ini,  30 truk sampah, hanya mampu mengangkut sampah sebanyak  100 kubik per hari. Masih butuh 10 armada saat ini.

“Dengan jumlah  truk sampah, kami telah mempekerjakan pegawai lebih kurang sebanyak  50 petugas.  Penambahan armada truk juga harus diimbangi dengan memperbanyak petugas kebersihan,” tambahnya, Senin ( 29 / 11).

Menurutnya jumlah armada saat ini masih jauh dari angka ideal dalam pengadaan truk sampah. Kondisi ini, menjadi salah satu penyebab banyak sampah berceceran dan belum masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Galuga.

BACA JUGA Menang Telak, Muhammad Nugraha Pimpin KNPI Cigudeg

“Itu menjadi penyebab banyak tumpukan sampah. Di lokasi  sampahnya diangkut, tetapi di titik lainnya tidak terangkut,” jelasnya.

Sisa sampah yang tidak terangkut, sambung dia, ada juga yang masuk melalui bank sampah, sejauh ini kecamatan Cileungsi merupakan penyumbang sampah terbanyak di wilayah UPT Pengelolaan Sampah 2 ( PS ) 2 Jonggol.

“Namun, ada juga masyarakat yang buang sampah sembarang ke TPS liar,” pungkasnya.

**nay/ramses

JKPI Akan Dihadiri Presiden Joko Widodo

0

JURNAL INSPIRASI – Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) bakal diselenggarakan di Kota Bogor pada 2 hingga 4 Desember 2021.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Atep Budiman menuturkan, kongres ini akan dihadiri oleh satu pencetus JKPI pada 2008, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, serta sejumlah gubernur dan delegasi.

Agenda utamanya, JKPI akan memilih dewan presidium dan pengurus untuk masa bhakti 2022-2024. “JKPI juga meluncurkan Ibu Kota Kebudayaan. Ada enam kabupaten atau kota yang dinobatkan memiliki karakter kota pusaka,” ungkapnya.

BACA JUGA Kota Bogor Sudah Siap Gelar Kongres JKPI ke V

Lebih lanjut, lata Atep, berdasarkan jadwal JKPI pada Jumat (3/12) dan Sabtu (4/12) akan diselenggarakan pagelaran seni yang juga digelar di area Gedung Eks Bakorwil atau di Bogor Creative Center (BCC). Kemudian dilanjutkan dengan City Tour ke beberapa tempat di Kota Bogor, salah satunya ke Batutulis.

“Kemudian malam harinya akan ada gala dinner dan karnaval di area hall basket GOR Pajajaran. Sementara di hari terakhir bakal dilaksanakan kongres di Puri Begawan yang akan dihadiri Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno dan para gubernur,” katanya.

BACA JUGA PHRI Sebut JKPI Berdampak Positif

Menurut dia, JKPI juga akan dimeriahkan dengan berbagai agenda seperti pameran UMKM, seni budaya, dan karnaval di GOR Pajajaran yang dimeriahkan oleh lebih dari 30 Kota dan Kabupaten perwakilan JKPI.

Diketahui, sebanyak 72 delegasi kota dan kabupaten anggota JKPI akan hadir dalam agenda itu.

**fredy kristianto