27.7 C
Bogor
Wednesday, August 19, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1010

Sinergitaskan Ulama dan Umaro, Asep Apresiasi Kegiatan Pemdes Tugu Jaya

0

JURNAL INSPIRASI – Plt Camat Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat mengapresiasi Pemerintah Desa (Pemdes) Tugu Jaya yang telah melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan.

Menurutnya, melalui kegiatan pembinaan keagamaan dapat mempersatukan antara ulama dan umaro yang ada di wilayah Desa Tugu Jaya.

 “Sinergitas ulama dan umaro terlihat dengan kegiatan tersebut,” kata Asep, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/12).

Asep berharap peran serta para alim ulama dalam menyukseskan program vaksinasi agar berbagai kegiatan keagamaan tidak boleh terjadi hambatan. Sebab, dengan target di atas 70% warga yang sudah tervaksin,  kegiatan pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya bisa dilaksanakan secara luring dan klasikal.

Plt Camat Cigombong menyampaikan pula dampak dari vaksinasi terhadap peningkatan ekonomi, karena roda perekonomian akan menggeliat kembali dan dapat meningkatkan pendapatan asli desa maupun daerah.  Sehingga, anggaran pembangunan desa akan bertambah serta pembangunan bisa berjalan secara normal.

 “Oleh karena itu, peran ulama dalam mensukseskan program vaksinasi sangat penting dan strategis,” ungkap Asep yang merupakan mantan Kepala Bidang (Kabid) GTK di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

Kapolsek Cijeruk Cigombong, Kompol Sumijo menilai, kegiatan yang saat ini dilaksanakan Pemdes Tugu Jaya, sangat positif dalam menciptakan sinergitas antara ulama dan umaro yang ada di wilayahnya.

Kompol Sumijo mengharapkan, peran ulama untuk mensukseskan program vaksinasi massal di Desa Tugu Jaya.  Mengingat capaian target vaksinasi warga Desa Tugu Jaya, masih di bawah 60%.

Hal itu terjadi, sambung Kapolsek, akibat jumlah penduduk dan wajib vaksin di Desa Tugu Jaya, paling banyak dibandingkan desa lainnya.

 “Saya berharap juga peran ulama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),  terutama menjelang malam tahun baru,” tegasnya.

Sementara, Kapala Desa (Kades) Tugu Jaya, Rifki menyerahkan bantuan sarana keagamaan kepada para Ketua DKM. Ia menyampaikan harapan, agar para alim ulama selalu bersinergi dengan Pemdes dan menjadi penerang dalam keberlangsungan proses pembangunan desa.

 “Khususnya dalam kegiatan keagamaan,” imbuhnya.

Ketua MUI Desa Tugu Jaya sejalan dengan Ketua MUI Kecamatan Cigombong, siap mendukung suksesi vaksinasi. Bahkan akan melaksanakan gerai khusus vaksinasi massal MUI Desa Tugu Jaya.

** Dede Suhendar

Yane Paparkan Soal Ketahanan Keluarga

0

Memperingati Hari Ibu dan HUT ke 22 DWP

JURNAL INSPIRASI – Hadir di acara HUT ke 22 Dharma Wanita Persatuan (DWP) sekaligus dalam rangka Hari Ibu, Penasehat DWP Kota Bogor Yane Ardian Bima Arya sampaikan beberapa poin terkait Ketahanan Keluarga.

Menurut istri dari Wali Kota Bogor Bima Arya, untuk membentuk keluarga tangguh perlu adanya pemahaman terkait peran dan fungsi dari masing-masing anggota keluarga.

Soal ketahanan keluarga, Yane yang juga Ketua TP PKK Kota Bogor menjabarkan, semua anggota keluarga harus satu paham bahwa keluarga itu merupakan unit terkecil dalam masyarakat tapi memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan.

“Jadi kalau misalkan keluarga-keluarganya dijaga secara fungsi dan peran, insya allah keluarga itu menjadi baik dan bisa turut serta dalam pembangunan seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Tapi sebaliknya, jika keluarga itu tidak dijaga, tidak paham tentang peran dan fungsi anggota keluarga masing-masing, ya bagaiman bisa berkontribusi untuk pembangunan kotanya,” ucap Yane disela-sela acara kegiatan yang digelar di Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang berada di kawasan Dekeng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu, 15 Desember 2021.

Peran dan fungsi di dalam sebuah keluarga, sambung Yane, memang perlu disampaikan sekaligus mengedukasi peran keluarga di dalam berkeluarga.

“Saya sampaikan (edukasi) ini agar semua menjadi paham akan fungsi dan peran dari masing-masing anggota keluarga tersebut. Semisal fungsi ibu apa, fungsi ayah apa, anak-anak seperti apa, lalu apa yang bisa dilakukan untuk membangun kota dan kontribusinya  apa, kan itu semua harus diedukasi agar ketahanan keluarga itu tetap terjaga dengan baik demi membangun keluarga yang baik dan harmonis,” tuturnya.

“Di dalam keluarga itu ada yang namanya pola nafkah dan pola asuh. Nah pola-pola itu harus dijalankan fungsi dan perannya dengan baik. Jangan sampai istri yang tadinya memiliki pola asuh berubah menjadi pola nafkah, sedangkan suami yang tadinya memiliki pola nafkah berubah menjadi pola asuh. Nah kalau pola ini tidak berjalan dengan baik atau terbalik, bagaiman ayah atau suami yang tidak memiliki pengetahuan soal pola asuh bisa mengurus anak, nah ini yang akhirnya bisa menimbulkan chaos,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Santy Fiscarini Indira yang didampingi wakilnya Yuniati Ardani dan Safira Rivelino menambahkan, untuk menjaga ketahanan keluarga, semua anggota keluarga harus bisa bertahan dan beradaptasi menghadapi lingkungan sekitar.

“Tapi yang terpenting, kepada ibu-ibu semua harus bisa menghormati dan menghargai suami serta mendukung kegiatan-kegiatan suami,” tukasnya.

Handy mehonk

Dikerjakan CV. Oryano, Proyek SMPN 2 Caringin Terlambat Beberapa Hari

0

JURNAL INSPIRASI – Proyek pembangunan Unit Gedung Baru (UGB) atau Unit Sarana Baru (USB) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang dikerjakan CV. Oryano hingga saat ini belum juga selesai.

Padahal, berdasarkan kontrak kerja yang tertera dipapan nama kegiatan, proyek dibawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor dengan menghabiskan anggaran sebesar 5,8 miliar itu, mulai pengerjaan tanggal 25 Agustus 2021 dan berakhir sampai 22 Desember 2021.

Dari pantauan Jurnal Bogor, para pekerja masih melakukan pengecatan gedung sekolah yang memiliki tiga lantai. Bahkan, sebagian para pekerja dari CV. Oryano masih mengerjakan pembangunan tembok pagar depan dan gerbang sekolah.

Ahmad, perwakilan CV. Oryano mengaku, saat ini program pembangunan sudah mencapai 97 persen. Karena, untuk pengecetan gedung terutama ruang kelas sebanyak tiga lantai, sudah hampir selesai.

“Walaupun warna cat nya sudah dicari dan saya sampai mencari ke Jakarta, pengecetan akhirnya selesai juga. Tinggal beberapa item saja yang sedang dikerjakan,” katanya kepada Jurnal Bogor di lokasi proyek, Rabu (29/12).

Adapun untuk taman, Ahmad mengatakan, tidak terlalu banyak taman yang dibuat. Sesuai didalam RAB, untuk taman hanya menanam beberapa pohon saja.

“Paling beberapa pohon yang ditanam. Dan itu lokasinya di atas atau setelah gerbang sekolah. Sarana olahraga seperti lapang futsal sedang dikerjakan,” jelasnya.

Ahmad menyatakan, ada beberapa kontruksi masjid yang dibangun pelaksana proyek pertama, harus diganti dan dilakukan pembangunan ulang.

“Termasuk dinding masjid juga kami harus pesan dulu bahan materialnya. Dan baru selesai tinggal dipasang saja,” ujarnya sambil menunjuk ke plat besi dengan ukuran panjang 3 kurang lebih 3X1 meter.

Saat ditanya terkait keterlambatan pengerjaan yang seharusnya selesai pada tanggal 22 Desember, Ahmad enggan berkomentar banyak.

Namun ia menjelaskan, kondisi bangunan dan lahan saat mulai dilakukan pengerjaan, banyak yang harus diperbaiki terutama tebingan sekolah.

“Tebing sekolah dikeruk lagi dan butuh waktu hampir satu minggu dalam pengerjaannya. Belum lagi kontruksi bangunan pertama yang harus dirapihkan ulang. Jadi saya kira kalau proyek lanjutan itu hanya tinggal melaksanakan kekurangannya saja, tapi ini malah seperti mengulang pembangunan lagi,” aku Ahmad.

Ahmad optimis jika pengerjaan proyek UGB atau USB SMPN 2 Caringin ini, bisa selesai sampai akhir tahun. Terlebih, saat ini dengan jumlah pekerja sebanyak 65 orang, pengerjaan finishing bisa cepat diselesaikan.

“Target sebelum akhir tahun selesai. Informasinya nanti akan diresmikan orang nomor satu di Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Sementara, Plt Kepala SMPN 2 Caringin, Eko saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, tidak mau mengangkat. Dan melalui pesan pun Kepsek SMPN 1 Caringin tersebut, tidak membalas.

** Deni Pratama

Tugu Pancakarsa Jadi Wajah Baru Pintu Masuk Kabupaten Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Tugu Pancakarsa jadi ikon baru Kabupaten Bogor  yang lokasinya tepat di pintu masuk Sirkuit Sentul. Tugu Pancakarsa tersebut diresmikan secara langsung oleh Bupati Bogor Ade Yasin pada Senin (27/12/2021) malam

Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan, peresmian Tugu Pancakarsa jadi momen yang ditunggu-tunggu karena Desember ini sesuai yang direncanakan tugu ini sudah selesai dan terlaksana dengan baik. Meskipun harus banyak melewati dan menghadapi halangan, rintangan dalam proses pembangunannya.

“Kita ubah dan hari ini kita lihat tugu ini sebagai simbol dari visi misi kami, saya dengan Pak Iwan Setiawan dan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, Pancakarsa kenapa harus jadi simbol, karena panca itu artinya adalah mengandung lima keinginan atau lima tekad. Dalam lima keinginan atau lima tekad, kita ingin Kabupaten Bogor ini sehat, cerdas, maju, membangun dan berkeadaban,” ujar Ade Yasin.

Lebih lanjut Bupati Bogor menjelaskan akan terus membenahi pembangunan Kabupaten Bogor tidak hanya di kota, tetapi desa pun sudah bisa membangun dengan bantuan keuangan yang sudah diberikan yaitu Samisade.

Bupati Bogor juga berpesan kepada masyarakat bahwa Tugu Pancakarsa belum bisa dipergunakan karena sesuai aturan dari tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 harus menghindari kerumunan atau kegiatan yang menimbulkan kerumunan, seperti bakar petasan, arak-arakan, pesta terompet dan lainnya.

Dimas, salah satu pengendara sepeda motor yang melintas jalan Sentul tersebut merasa senang karena dengan adanya pembangunan tugu menjadi putaran satu arah hingga bias menguranginya kemacetan.

“Iya dengan dilakukanya puteran satu arah jadi berkurang kemacetan dari sebelumnya dan di puteranya itu ada tugu yang mana kalo dilihat pada malam hari itu sangat indah dengan adanya lampu-lampu yang warna warni dan air mancur jadi saya kalo berangkat kerja tidak kawatir macet yang begitu parah,” ujarnya.

** Nay / Tedy

Intensitas Hujan Tinggi, Leuwigoong Longsor

0

JURNAL INSPIRASI – Curah hujan yang tinggi baru – baru ini  mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Bogor  mengalami longsor, khususnya di daerah dataran tinggi.

Seperti yang terjadi di Desa Karang Tengah, di Kp Leuwigoong RT03 RW 06, Kecamatan Babakan Madang. Wilayah tersebut mengalami pergeseran tanah yang mengakibatkan tanah longsor dengan panjang kurang lebih 60 meter dan kedalaman kurang lebih 5 meter di bantaran aliran susukan Leuwigoong. Kondisi ini membuat  satu rumah warga  mengalami retak di bagian pondasi.

Bina Wilayah (Binwil) Desa Karang Tengah Aris menjelaskan, hujan yang mengguyur sejak pukul 01.00 malam di wilayah Babakan Madang khususnya di Desa Karang Tengah membuat tanah labil dan Ibu Ana yang berada di pinggir tebing yang memang belum ada turap beton mengaku khawatir. Pasalnya, saat terjadi pergerakan tanah terancam longsor.

” Kalo untuk keretakan hanya keretakan pondasi, kita himbau kepada masyarakat bahwa keadaan di Desa Karang Tengah itu kan labil, maka dari itu kami minta agar warga lebih berhati – hati dan jangan terlalu lelap saat tidur mengingat curah hujan sedang tinggi. Kami khawatir terjadi pergerakan tanah yang menyebabkan longsor kembali,” paparnya.  Nay / Tedy

Warga Ancam Demo Jika Jalan tak Diperbaiki

0

JURNAL INSPIRASI – Warga yang bermukim di sekitar lapangan  Kapuk, Desa  Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor mengancam siap  blokir  jalan jika jalan rusak tidak segera ditangani. Pasalnya, jalan rusak parah tersebut akibat sering dilintasi  kendaraan yang bermuatan berat.

Tokoh masyarakat, H Rohman yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Bogor Timur (HPBT) menjelaskan, warga siap  menggelar aksi demo memprotes jalan rusak tersebut.

Menurutnya, dampak dari kerusakan jalan menyebabkan aktivitas warga menjadi terganggu, padahal sudah berkali – kali meminta agar Pemkab Bogor segera membenahi jalan tersebut yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

“ Jalan ini sudah sangat lama dan dibiarkan dalam keadaan rusak, lobang yang cukup dalam belum lagi jika hujan, tidak jarang ada pengguna jalan yang melintas jatuh karena tidak tahu kalo ada lobang “ ujarnya.

Dia mengatakan, jika tak jua ditanggapi, nantinya warga akan menggelar aksi demo dengan melakukan penanaman pohon di lubang jalan yang rusak.

“Soalnya kalau siang, polusi udara juga mengganggu warga sekitar. Masalah ini sudah ramai jadi bahan perbincangan warga, terutama di warung-warung kopi,“ katanya.

Pihaknya juga menyoroti truk-truk  yang bermuatan berat  yang melintas. Baginya kondisi tersebut membuat masyarakat setempat menjadi gelisah dan tidak nyaman dampak dari kerusakan jalan tersebut.

“Kami hanya ingin jalan di lapangan Kapuk  dalam kondisi baik, itu saja, “  tutupnya.

** Nay / Ramses

Warga Citeureup Hanyut Ditemukan di Bekasi

0

JURNAL INSPIRASI – Seorang warga hanyut saat memancing di Kali Cijere dan ditemukan sudah meninggal dunia di Kali Kota Bekasi, Selasa (28/12/21). Korban pun dibawa ke rumah duka di kampung Bojong Engsel, RT 02/08, Desa Tarikolot, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor.

Relawan SAR gabungan, Supri Sumantri menjelaskan, warga yang hilang adalah Sahrul ( 61 ) seorang  pencari ikan, meninggal dunia hanyut di Kali Cijere saat air naik dan ditemukan di Kota Bekasi oleh BPBD Kota Bekasi.

“Pak Sahrul hari Senin Pukul 11.00 dia turun ke kali, ada satu orang saksi Bagus ( 30) teman korban dan berangkat dengan beliau. Dari satu tempat ia pindah ke satu tempat lagi karena tempat yang pertama banyak orang. Nah setelah itu jam 16.00 saat itu Sahrul menyuruh Bagus untuk mengambil alat pancing, dan ketika si Bagus kembali Pak Sahrul sudah tidak ada. Sesampai jam 7 malam belum pulang, lalu pihak keluarga baru mencari, dan melaporkan ke pemdes dan laporan jam 8 pagi ke tim SAR gabungan lalu bergerak,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (29/12/21)

Senada disampaikan Loreng , tim relawan yang ikut turun semua mencari dan mendapatkan informasi oleh BPBD Kota Bekasi telah menemukan jenazah dengan ciri ciri yang sesuai.

“Tagana, BPBD, Damkar, relawan Karang Taruna Citeureup, JKU dan aparat desa mencari informasi jam 9.00 pagi sampai 9.30 kita dapat informasi bahwa BPBD Kota Bekasi menemukan jenazah dengan ciri ciri yang sesuai, bapak Sahrul umur 61 tahun kampung Bojong Engsel, dan kita langsung kesana dan benar memang langsung A1 atau valid,” ungkap Loreng biasa disapa.

Lalu Loreng menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Bogor untuk saat ini harus lebih berhati-hati karena curah hujan sedang tinggi.

“Himbauan agar tidak terjadi kembali seperti ini kepada masyarakat jangan turun dulu ke sungai atau tempat tempat yang rentan banjir, seperti sungai, danau dan sebagainya, karena curah hujan sedang tinggi saat ini dikhawatirkan air bah mendadak, menerjang hingga menimbulkan korban jiwa,” himbaunya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Tarikolot Wawan Kurniawan juga mengatakan bahwa kejadian tersebut benar salah satu warganya terbawa hanyut saat hujan.

“Agak banjir besar di Kali Cijere, beliau memang sudah hampir tiap hari lah, memancing menyelam, bahkan pernah kejadian yang tenggelam yang hanyut waktu itu beliau salah satu yang biasa turun untuk evakuasi dan memberikan pertolongan. Namun kemarin mungkin kondisi kurang fit jadi terbawa hanyut dan juga musibah,” ucapnya.

Wawan pun turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalakan dan diharapkan hal ini tidak terulang lagi, karena curah hujan sedang tinggi.

“Pemdes yang diwakilkan Kesra mengirim 2 ambulans kesana untuk membawa jenazah. Alhamdulillah sudah dibawa ke rumah duka sekitar pukul 3 sore dan kami turut berduka cita untuk keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu

Puan Salurkan Puluhan Ribu Kantung Beras Premium

0

Total Berat 50 Ton untuk Masyarakat Terdampak Covid-19


 
JURNAL INSPIRASI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani baru-baru ini menyalurkan sebanyak sepuluh ribu paket berupa beras melalui Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka untuk masyarakat di Kabupaten Cianjur yang berlangsung secara simbolis di halaman kantor DPC PDIP Cianjur, Selasa (28/12), belum lama ini.

Diah Pitaloka yang merupakan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Daerah Pemilihan (Dapil) III Jawa Barat itu menyebutkan, ada sebanyak 10 ribu paket kantung beras yang disalurkan untuk masyarakat di Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor, dengan total berat keseleuruhan 50 ton beras.

“Secara simbolis sejumlah warga masyarakat datang ke kantor DPC PDIP Cianjur untuk menerima paket besar, hal Ini merupakan salah satu bentuk nyata wujud kepedulian Ketua DPR RI, Mbak Puan Maharani khusu bagi seluruh masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Diah.

Terlebih, lanjutnya, program gotong royong berskala besar (PGRBB) ini merupakan program kepedulian yang dibagikan di seluruh wilayah di Indonesia. Termasuk hari ini 10 ribu paket beras tersebut akan disalurkan ke 100 titik di Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor.

“Jadi kami akan salurkan per titiknya itu 100 paket beras dari Mba Puan Maharani ke masing-masing dapil,” ucapnya.

Diah berharap, di situasi pandemi Covid-19 seperti ini tentunya pemberian paket beras dari Putri Ibu Megawati Soekarnoputri yang sekaligus Cucu dari Presiden pertama Soekarno Hatta ini pun dapat membantu masyarakat sebagai bentuk solidaritas dan gotong royong.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur Susilawati mengatakan, paket beras dari Ibu Puan Maharani yang disalurkan melalui Anggota Fraksi-nya Ibu Diah Pitaloka ini tentu sangat menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Puan selaku Ketua DPR RI. Yang mana beras ini tentu sangat bermanfaat untuk masyarakat di tengah-tengah pandemi seperti ini.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Puan Maharani dan Ibu Diah Pitaloka yang sudah memberikan bantuan beras untuk masyarakat di Kabupaten Cianjur dan tentunya ini sangat bermanfaat sekali untuk masyarakat,” kata Susi.

Ditempat yang sama, Aisyah warga Warung Kondang Cianjur, merasa senang karena mendapat bantuan beras bergambar Puan Maharani Ketua DPR RI.

“Terima kasih ibu Puan, ibu Diah dan PDIP yang sudah peduli mamberi bantuan kepada saya dan masyarakat Cianjur, bantuan ini sangat bermanfaat sekali,” tutupnya dengan sumringah.
 
Handy Mehonk

Alun Alun Leuwiliang Dipertanyakan, Kadis DKPP: Dananya Dianggarkan

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintahan Kecamatan (Pemcam) Leuwiliang mempertanyakan pembangunan Alun Alun Leuwiliang. Pasalnya, alun alun berdiri di depan kantor pelayanan ditakutkan akan terjadi kondisi yang sifatnya tidak tertib.

Selain itu  pemerintah kecamatan pun mempertanyakan untuk petugas perawatan dan petugas kebersihan alun-alun sehingga ketika sudah rapi jangan sampai kembali kumuh.

Camat Leuwiliang Daswara Sulanjana mengatakan, pihaknya bukan penanggung jawab dalam pembangun alun-alun tersebut meskipun masuk di kawasan halaman kecamatan.

“Saya bukan penanggung jawab, saya hanya ketitipan program. Ketika ada yang belum maksimal pihaknya tidak tau, walaupun ada gambar yang diserahkan sama saya tidak bisa detail untuk menjelaskan karena itu harus melihat perencanaan itu bukan tanggung jawab camat,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (29/12).

Dirinya mempertanyakan jika sudah selesai pembangun jangan sampai alun-alun ini menjadi permasalah sehingga tidak terurus dan kumuh.

“Sekarang kan kalau ini sudah jadi siapa yang tangguh jawab kebersihan dan pemeliharaan. Ini program Bupati untuk alun-alun kecamatan itu memang dibangun taman sekarang ketika dibangun taman itu jelas ruang publik yang perlu penanganan dan menejemen tersendiri karena kan tidak bisa setelah dibangun terbengkalai itu nggak bisa,” tegasnya.

Ia menegaskan harus ada petugas khusus yang menjaga taman seperti  Alun Alun Kota Bogor. Artinya ada petugas khusus yang menjaga taman dan namanya petugas pemeliharaan atau perawatan.

“Saya berharap tentunya bisa maksimal pemanfaatan ruang publik ini oleh masyarakat, tinggal sekarang penataan antara ruang publik dengan kantor pelayanan masyarakat. Disini tidak ada tander gitu yang membuat jaga batas antara ruang publik dengan ruang pelayanan. Karena ketika ruang publik dengan ruang pelayanan tidak dibatasi akan terjadi kondisi yang sifatnya tidak tertib karena masyarakat sekarang mau parkir mobil maupun bermain di halaman kecamatan ini kan masalah harusnya kan ruangan publik itu harus terpisah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, terkait dengan pemeliharaan alun-alun kedepannya akan masuk anggaran DPKPP.

“Pemeliharaan untuk 6 bulan kedepan masih tanggung jawab kontraktor, lewat dari enam bulan masih kontek perawatan DPKPP, selanjutnya memang kita sedang merancang untuk anggaran masuk di kecamatan untuk petugas atau anggaran DPKPP itu ya pola-polanya, ini masih dalam pembahasan,” ujarnya.

Dia menyarankan dengan batas wilayah kecamatan dan alun-alun tentunya menyarankan pihak kecamatan untuk membuat pagar pembatas. “Itu konteksnya batas kecamatan, saya sudah menyarankan untuk diusulkan di anggaran kecamatan sebagai pengaman aset, jadi bukan pengaman taman,” pungkasnya.

**andres

DPKPP Tinjau Huntap di Wangunjaya

0

Ajat Rochmat Jatnika: Sangat Layak untuk Ditempati

JURNAL INSPIRASI – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor memonitoring akhir bangunan hunian tetap (huntap) korban longsor Kampung Seluduk, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Rabu (29/12).

Camat leuwisadeng Rudy Mulyana saat menyerahkan kunci rumah huntap kepada warga yang didampingi Kabid DPKPP.

Sebelum kedatangan Dinas DPKPP, pihak Kecamatan Leuwisadeng yang didampingi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Wangunjaya menggelar syukuran dan simbolis penyerahan kunci rumah huntap oleh Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana.

Kepala Dinas DPKPP Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, lahan yang akan ditempati oleh warga korban longsor tersebut sudah sangat layak untuk ditempati, baik dari segi bangun fisik maupun struktur tanah.

“Kita lihat kalau pekerjaan fisik sudah selesai dan saya kira dari segi strukturnya juga sangat layak untuk ditempati,” ujarannya.

Menurut dia, semua fasilitas untuk huntap tersebut sudah disediakan listrik berkapasitas 900 wat untuk satu rumah maupun air.

“Saat ini tinggal kita nunggu pasang listrik dan masalah air. Karena di huntara itu juga dituntut harus lengkap sarana dan prasarananya,” ungkapnya.

Jadi kata dia beberapa waktu hari lagi huntap tersebut sudah clear. “Mudah-mudahan minggu depan ini sudah bisa ditempati. Kalau sudah dihuni nanti dengan seiring berjalannya waktu kita bisa Saba Desa,” jelasnya.

Dia menambahkan, proaktifnya kepala desa  yang mana  sudah menyediakan tanah dan lainnya akhirnya pihaknya terdorong untuk membangun.

“Saya berharap masyarakat mensyukuri karena ini kan luar biasa tanahnya diberi oleh kepala desa  dan masyarakat bisa untuk menjaga fisik dan menjaga kehidupannya,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Wangunjaya Jaro Hanapi mengatakan, pihaknya sangat terharu dengan proses tasyakuran tersebut. “Sudah terwujudnya proses pembangunan ini tentunya bisa akan dinikmati oleh korban bencana longsor,” imbuhnya.

Hanapi menyebutkan, sebanyak 17 unit dibangun untuk warga terdampak bencana pergeseran tanah yang terjadi 2020 lalu di desa tersebut dengan menelan anggaran sebesar Rp 1 milar lebih dan dikerjakan oleh dua CV.

“Saat ini sudah 95 persen. listrik ini kita akan pasang besok, kita sudah siapkan untuk huntap ini listrik maupun air yang mata airnya dari pegunungan,” pungkasnya.

**andres