JURNAL INSPIRASI – Pengerjaan hotmix jalan di Kampung Sibentang – Pasir Eurih, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang menghubungkan Desa Sukaluyu ditargetkan akhir 2021 rampung dibangun.
H. Firdaus
Kepala Desa Hambaro H. Firdaus mengatakan, peningkatan jalan dengan aspal hotmix ini dibiayai dari bantuan keuagan APBD Kabupaten Bogor melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun anggaran 2021.
“Pembangunan ini tindak lanjut pencairan Samisade tahap kedua,” ujar Kepala Desa Hambaro H Firdaus kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Pihak desa memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan perdesaan untuk mendukung ekonomi masyarakat ditengah Pandemi Covid -19. “Melalui program Samisade, alhamdulilah kami bisa merealisasikan pembangunan yang sebelumnya sempat tertunda akibat wabah Covid- 19,” imbuhnya.
Beberapa pengerjaan di Desa Hambaro selain hotmix jalan juga terdapat pemagaran sebagai pengaman jalan. “Termasuk pembangunan TPT dan drainase,” tambah ketua TPK Alek.
Dengan demikian, kata Alek salah satu pembangunan jalan Kampung Sibentang – Pasir Eurih yang sudah beraspal, namun kondisinya rusak sehingga butuh perbaikan dengan peningkatan untuk memperlancar akses ekonomi masyarakat.
“Meski tengah memasuki turun hujan namun pembangunan terus dilaksanakan. Ditergetkan, sebelum tahun baru 2022 semua pembagunan rampung dibangun,” pungkasnya.
JURNAL INSPIRASI – Untuk percepatan vaksinasi Covid-19 bagi usia 12 tahun keatas, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan vaksinasi door to door ke rumah warga.
Selain itu pihak Desa Sukaluyu juga melakukan gerai vaksinasi di 11 titik lokasi dalam 1 pekan dengan target 1500 jiwa.
Seperti pada Rabu (8/12), Pemdes Sukaluyu melakukan vaksinasi dosis satu dan dua di Posyandu Sukamulya RW 06. Upaya itu dilakukan untuk percepatan vaksinasi hingga akhir tahun 2021 mencapi 70 persen.
“Semoga dengan door to door ini jumlah target 70 persen hingga akhir tahun tercapai,” ujarnya.
Menurutnya, kini masyarakat mulai menyadari pentingnya vaksin, selain untuk menjaga kesehatan, kartu vaksin juga kini sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.
“Maka harapan kita sebelum akhir tahun sudah tuntas 70 persen, makanya gerai ini kita yang tadinya satu titik setiap hari kita buka di sebelas titik lokasi,” pungkasnya.
JURNAL INSPIRASI – Rencana PSSI menggelar babak 8 besar Liga 2 Indonesia 2021 di Stadion Pakansari mendapat sambutan hangat dari Plt Kadispora Kabupaten Bogor, Trian Turangga
Trian Turangga selaku orang nomor satu di SKPD yang menangani olahraga dan kepemudaan di Kabupaten Bogor menegaskan, pada dasarnya Dispora Kabupaten Bogor sangat setuju dengan rencana babak 8 besar Liga 2 Indonesia 2021 dilakukan di Pakansari.
“ Secara kesiapan Stadion Pakansari sudah sangat siap jadi venue utama babak 8 besar Liga 2 Indonesia 2021,” tegas Trian Turangga yang juga tercatat sebagai Binpres FPTI Kabupaten Bogor.
Trian mengatakan , pihaknya merasa senang jika partai final Liga 2 Indonesia 2021 bisa dilansungkan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
“ Apapun ceritanya Stadion Pakansari sudah sangat teruji menggelar event berskala nasional dan internasional,” terangnya
Menurutnya, Stadion Pakansari yang jadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor sebenarnya sangat pantas dan layak jadi venue Piala Dunia U-20 .
Namun, tambah Trian, hingga saat ini Dispora Kabupaten Bogor belum menerima surat dari PSSI atau PT Liga Indonesia Baru ( LIB) selaku operator kompetisi terkait penetapan Stadion Pakansari sebagai venue utama babak 8 besar Liga 2 Indenesia 2021.
“Ketika sudah ada surat resmi dari PT LIB atau PSSI terkait tuan rumah babak 8 besar Liga 2 Indonesia 2021 , saya langsung koordinasi dengan Disbudpar membahas kesiapan hotel di Kabupaten Bogor terutama di kawasan Sentul sebagai tempat menginap kontestan babak 8 besar Liga 2 Indonesia 2021,” paparnya.
Intinya, tambah Trian, saat ada event resmi digelar di Stadion Pakansari harus berdampak signifikan kepada ekonomi daerah termasuk kepada pengusaha hotel
Sementara itu, Kepala UPT Sarpras Dispora Kabupaten Bogor, Herdi Sukriadi mengatakan, sudah tidak ada masalah soal lapangan Pakansari.
“ Kalau babak 8 besar Liga 2 Indonesia 2021 dilakukan pada tanggal 15 Desember 2021, maka lapangan Stadion Pakansari sudah bisa digunakan,” tegas Herdi.
Ia sudah koordinasi dengn pihak ketiga yang melakukan pemeliharaan dan pemupukan rumput lapangan Stadion Pakansari.
“ Meraka (Pihak Ketiga) menyatakan kalau lapangan Stadion Pakansari sudah bisa dipakai,” paparnya.
Sebanyak delapan tim sudah memastikan tampil pada 8 besar Liga 2 Indonesia 2021 di antaranya PSIM Yogyakarta, Persis Solo, Sulut United, Persiba Balikpapan, Sriwijaya FC, PSMS Medan, Dewa United dan RANS FC.
JURNAL INSPIRASI – Musyawarah Wilayah (Muswil) I Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (Hastana) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dilaksanakan pada Senin, 6 Desember 2021 di Thamrin Nine Jakarta.
Hasil Muswil I DPW Hastana Jabidetabek telah menghasilkan Ketua DPW Hastana Jabodetabek periode 2021 – 2024, Ilham Gerrald dari Veramo Wedding yang akan menjadi nahkoda baru DPW Hastana Jabodetabek.
Dalam keterangan pers dari PIC Media dan Publikasi yang diterima Jurnal Bogor, DPW Hastana Jabodetabek diharapkan menjadi DPW yang memiliki standarisasi dalam pelaksanaan usaha Wedding Organizer di Jabodetabek sehingga anggota DPW Hastana Jabodetabek memiliki kredibilitas dan kepercayaan dari pengantin dalam tugas sebagai penata acara pernikahan.
Dalam pemilihan kali ini, Ilham Gerrald menunjuk Ahmad Ikhsan Ramadhan dari Saya Terima Nikahnya WO dan Bunga Firdaus dari Bunga Wedding Planner sebagai tim formatur untuk membentuk kepengurusan DPW Hastana Jabodetabek.
Acara Muswil yang diselenggarakan melalui melalui online dan offline ini dihadiri oleh seluruh anggota Hastana Jabodetabek yang merupakan pelaku usaha penata acara pernikahan (wedding organizer) dari berbagai wilayah di Jabodetabek.
Hadir pula Kepala Bidang Industri Pariwisata DKI Jakarta Bapak Dedi Sumardi yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata, serta perwakilan asosiasi lain seperti APJI (Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia), APPGINDO (Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun Indonesia), ASGEPERINDO (Asosiasi Gedung & Tempat Resepsi Indonesia), ASPEDI (Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia), HIPDI (Himpunan pengusaha dokumentasi Indonesia, IPAMI (Ikatan Pengusaha Musik Pernikahan Indonesia), PPJI ( Persatuan Pengusaha Jasa Boga Indonesia), HIPAPI (Perkumpulan Pembawa Acara Pernikahan Indonesia), Harpi Melati (Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia) dan DPW Hastana Indonesia dari daerah lainnya.
Melalui sambutan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata, yang diwakili oleh Dedi Sumardi selaku Kepala Bidang Industri Pariwista DKI Jakarta berharap bahwa Hastana dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang strategis khususnya terkait dengan program dan kegiatan-kegiatan organisasi Hastana Jabodetabek ke depan.
Selain itu, melalui MUSWIL ini kiranya dapat tersusun kepengurusan organisasi Hastana DPW Jabodetabek yang kuat, handal, dan visioner sehingga dapat menciptakan personil event creator yang semakin mendorong tumbuh kembangnya industri wedding di wilayah Jabodetabek, sehingga eksistensinya daapt dirasakan dan diakui oleh masyarakat, bangsa dan negara.
Selain memilih ketua DPW baru, Muswil Hastana Jabodetabek juga menjadi momen peresmian DPW Hastana Jabodetabek yang menaungi lima kota yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pihak OC Muswil memilih logo acara yang menginterpretasikan wilayah naungan Jabodetabek yaitu Logo Monas yang mewakili Jakarta, Logo Tugu Kujang yang mewakili Bogor, Tugu Gong Si Bolong yang mewakili Depok, Tugu Perisai Bambu yang mewakili Bekasi dan Runway Soekarno Hatta yang mewakili Tangerang, serta tulisan SATU yang berarti persatuan kota-kota tersebut menjadi satu kekuatan poros pernikahan di Indonesia.
Selain menjadi poros kemajuan industri pernikahan di Indonesia, DPW Hastana Jabodetabek memiliki tugas yang besar dalam rangka menjadikan anggota DPW Hastana Jabodetabek sebagai wedding organizer yang kredibel dan terpercaya.
DPW Hastana Jabodetabek yang dinaungi oleh Hastana Indonesia yang berbadan hukum dan dimonitor langsung menjadikan wedding organizer yang tergabung dalam anggota DPW Hastana Jabodetabek dapat dipercaya oleh calon pengantin untuk mesukseskan acara pernikahannya.
Sekilas mengenai DPW Hastana Jabodetabek
Dideklarasikan pada 6 Desember 2021 di Thamrin Nine Jakarta. Saat ini anggota Jabodetabek berjumlah 52 Perusahaan penata acara pernikahan (wedding organizer) yang tersebar diberbagai wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi)
JURNAL INSPIRASI – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang digawangi kaum perempuan, keampuhannya menghadapi tekanan pandemi Covid-19 sudah terbukti. Bahkan tak sedikit dari usaha kaum hawa ini tak sekedar bertahan atau survive, namun ada yang tumbuh maju ketika ekonomi nasional tertekan imbas dari adanya pandemi Covid-19.
“Pandemi yang memasuki tahun kedua ini, saya mengajak semua pelaku UMKM, utamanya yang diperankan kaum perempuan bersama-sama dengan pemerintah daerah membangkitkan lagi ekonomi daerah yang terkontraksi selama dua tahun berturut-turut,” kata Sekretaris Daerah Burhanudin, dihadapan ratusan kaum perempuan yang tergabung dalam wadah Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bogor, Selasa (7/12).
Pandemi yang melanda global di awal tahun 2020, kata Burhanudin, membuat banyak ekonomi negara-negara di dunia terpuruk, Indonesia pun kena imbasnya. Namun, memasuki tahun 2021, ketika vaksin Covid-19 ditemukan, perlahan namun pasti kegiatan ekonomi kembali menggeliat.
“Ini menjadi kabar menggembirakan, kita berharap di tahun 2022 mendatang, pandemi berakhir, sehingga ekonomi kita bisa tumbuh lagi, sehingga daya beli masyarakat yang sempat anjlok di tahun 2020 dan 2021 pulih lagi. Ini tugas berat kita bersama, dan saya berharap kaum perempuan ikut ambil bagian,” ujarnya.
Burhanudin mengungkapkan, peran kaum perempuan dalam sektor usaha berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ada sekitar 50 persen kaum perempuan terlibat aktif disektor usaha. Sementara data Bank Dunia (Word Bank) ada sekitar 42,8 persen Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) di Indonesia dijalankan kaum perempuan.
“Ini potensi yang tak boleh dipandang sebelah mata. Saya sangat berharap DWP diusia yang ke 22 tahun ini turun dan aktif membina kaum perempuan yang menjalankan usaha, agar mereka maju dan tumbuh menjadi pengusaha sukses, karena dengan usaha mereka suskes ekonomi daerah pun terdongkrak,” katanya.
Pada kesempatan itu, Burhanudin pun tak lupa pelaku UMKM perempuan melakukan transpormasi usaha, khususnya dari segi pemasaran produk melalui jaringan digital. Banyak keuntungan yang didapatkan ketika masuk pasar digital atau istilah kerennya marketplace, pertama jangkauan pemasaran akan lebih luas dengan pembeli tak mengenal batas daerah.
“DWP harus membantu pelaku UMKM perempuan masuk pasar digital, pemerintah pusat hingga daerah, bahkan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah mengeluarkan kebijakan untuk mempercepat pelaku UMKM go digital,” sebut pejabat senior yang sudah menjabat beberapa jabatan strategis sebelum dipercaya menjadi sekretaris daerah itu.
Ketua DWP Kabupaten Bogor, Nurhayati menjelaskan, membina dan membantu pelaku UMKM yang digeluti kaum perempuan sejalan dengan misi organisasi. “Anggota DWP Alhamdulillah banyak yang menjadi pengusaha, kendati skalanya masih mikro dan kecil. Sebagian besar dari mereka pun sudah memanfaatkan pasar digital untuk memasarkan produknya,” ungkapnya.
Di masa pandemi ini, kata Nurhayati, kaum perempuan banyak yang mampu menopang ekonomi keluarga. “Anggota DWP yang sudah terjun jadi pelaku UMKM akan terus kita bisa agar maju, dan tumbuh menjadi besar. Ini momentum dari peringatah hari jadi organisasi ke -22 yang dipusatkan di Chevilly Resort and Camp, Ciawi ini,” tutupnya.
JURNAL INSPIRASI – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) III Jakarta Gelar menggelar serbuan vaksinasi massal Covid-19 untuk masyarakat di Balai Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (7/12). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Korps Wanita TNI Angkatan Laut (KOWAL) 2022.
Kapok Sahli Koarmada I Laksamana Pertama TNI Tresna Kusumawati mengatakan, serbuan target vaksinasi sebanyak 500 orang dan untuk petugas melibatkan para dokter dan tenaga kesehatan TNI AL.
“Vaksinasi yang diberikan jenis Sinovac dan AstraZeneca. Kegiatan sosial ini, sesuai arahan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.” paparnya kepada awak media, Selasa (7/12/21).
Masih kata dia, sebagai KOWAL tertua di wilayah Jakarta, kegiatan vaksinasi kali ini selain untuk merayakan HUT juga sebagai bagian dari bakti kepada masyarakat agar terhindar dari Covid – 19.
“Alhamdulillah atusias masyarakat kita sudah mulai meningkat, mengapa vaksin ini semakin sedikit? Biasanya kita serbuan minimal ribuan, tetapi sekarang kita laksanakan hanya 500 karena memang yang lainnya sudah tervaksin,” tuturnya.
Dengan diadakannya Kegiatan ini, Tresna Berharap bisa terus meningkatkan capaian vaksinasi agar terbentuk herd immunity, khususnya di wilayah Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. “Mudah-mudahan kegiatan KOWAL ini bisa menambah herd immunity bagi masyarakat,” ucapnya.
Senada, Kepala Desa Bojong Nangka H. Amir Arsyad mengatakan, pihaknya menargetkan umur 7 tahun keatas dan warga Desa Bojong Nangka sudah mencapai target vaksinasi. “Target saat ini hanya 500 orang, ya karena memang warga yang sudah divaksin sudah mencapai 90,5 persen atau 16 ribu lebih bila dijumlahkan,” jelasnya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih karena telah dilaksanakannya serbuan vaksinasi Covid-19 oleh KOWAL. Upaya ini adalah bagian ikhtiar untuk menjaga kesehatan bersama dan sehingga target sasaran vaksinasi bisa tercapai.
JURNAL INSPIRASI – UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) wilayah 3 Jonggol kembali memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk merawat binatang kesayangannya. Untuk itu, setelah kantor selesai direnovasi akan dibuka klinik hewan dengan nama Satwa Sehat sebagai pusat pelayanan kesehatan hewan.
Tujuan pendirian Klinik Hewan Satwa Sehat ini untuk menanggulangi penyakit hewan di wilayah UPT Puskeswan Jonggol wilayah 3 seperti hewan peliharaan, hewan besar atau eksotik dan hewan unggas. Sehingga, angka kematian hewan di wilayah UPT Puskeswan Jonggol wilayah 3 bisa ditekan seminimal mungkin.
“Segera periksakan kesehatan hewan warga jangan sampai ada penyakit yang menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya,” kata H Nanang Suriyana, Kepala Puskeswan Jonggol wilayah 3, Selasa (7/12 ).
Nanang menerangkan untuk menjaga kesehatan, hewan harus dirawat dengan baik, mulai kebersihan hingga vaksinisasi, karena dengan melakukan vaksinansi akan membuat hewan lebih kebal dan tidak mudah terserang penyakit.
“Nantinya, Klinik Hewan Satwa Sehat juga melayani pengobatan, vaksinasi, dan direncakan akan membuka penitipan hewan,” jelasnya.
Klinik ini juga memiliki tim terdiri dari dua dokter dan paramedic. Klinik Hewan Satwa milik UPT Puskeswan Jonggol wilayah 3 tersebut dibuka setiap Senin-Jumat, mulai pagi mulai pukul 07.30-14.00 WIB
“Tidak hanya itu, untuk memberi pelayanan yang lebih Kinik Hewan Satwa Sehat juga memberi pelayanan rumah panggilan. Artinya, pemilik hewan bisa hubungi petugas jika ada hewan kesayangannya sakit dan tak bisa dibawa ke klinik. Anda panggil, kami datang,” ujarnya.
Dia berharap masyarakat segera periksakan hewan kesayangannya di Klinik Satwa Sehat di UPT Puskeawan Jonggol wilayah 3 di Jalan Transyogi Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol agar satwa sehat, dan manusia sejahtera.
JURNAL INSPIRASI – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni meminta agar para pengusaha kavling komitmen jika sudah dibuatkan peraturan daerah (perda) untuk perizinan kavling kebun di Kabupaten Bogor.
Saat kunjungan ke Sukawangi, Fathoni biasa disapa mengatakan, melihat kondisi tanahnya kawasan ini rentan akan bencana longsor dan pergerakan tanah sehingga tidak diperuntukan untuk kavling perumahan. Adapun yang saat ini sudah menjamur yaitu kavling kebun itu harus diatur dulu.
“Maka dari itu saat kunjungan Komisi 1 melihat situasi seperti ini maka harus dicarikan solusi dan didorong untuk perizinannya, jangan sampai ada pihak yang dirugikan,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (7/12).
Menurutnya, untuk pembahasan kavling kebun ini sudah masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) yang nantinya akan dibahas di tahun 2022. Dia berharap apa yang diinginkan pengusaha kavling bisa terwujud untuk bisa memiliki usah yang legal.
“Nanti setelah ada perda, pengusaha harus komitmen, ini kan peruntukan hanya untuk kebun dan tanaman jangan buatkan bangunan permanen,” jelasnya.
Pemerintah daerah dan kecamatan kata dia harus tegas dan mengawasi jika nantinya ada kavling kebun yang dibangun dengan bangunan permanen sehingg untuk menghindari hal – hal tersebut maka Satpol PP harus tegas.
“Jika ada kavling kebun yang buat bangunan permanen harus dirobohkan. Kami dorong nanti pembahasannya, tapi pengusaha kami pegang komitmennya,” jelas Fathoni.
JURNAL INSPIRASI – Kondisi Pasar Citeureup masih semrawut dan menjadi pembicaraan masyarakat. Untuk itu, Teguh Widodo, anggota DPRD Kabupaten Bogor meminta agar pemerintah daerah mengembalikan fungsi jalan dan terminal di Citeureup.
Teguh Widodo
Teguh mengatakan, Citeureup merupakan salah satu daerah penyangga jika kondisinya semrawut seperti sekarang sungguh sangat memprihatinkan. “Kita semua tahu sudah berapa lama persoalan Pasar Citeureup ini belum juga ada penyelasaian sampai hasil akhir kemarin rapat dengan beberapa dinas terkait belum juga ada ection di lapangan,” ucap Teguh kepada Jurnal Bogor, Selasa (7/12).
Menurutnya, ada 5 tuntutan warga yang saat hasil mediasi dengan beberapa dinas seperti DPUPR , DLH , Satpol PP dan Dinas Perhubungan yang sampai saat ini belum juga direalisasikan. Yang pertama yaitu saluran air dari pembuangan PD 1 dan 2 yang berdampak di RW 01 , RW 03 dan RW 04. Pada saat rapat November lalu, DPUPR siap membenahi drainase dari perempatan PD Pasar sampai Kanisatex, dan DPUPR akan melanjutkan masalah saluran pembuangan air yang masuk ke area lingkungan kepada pihak terkait, namun sampai saat ini belum terealisasi.
“Begitupun persoalan alih fungsi terminal, mengingat revitalisasi tahun 2006 / 2007 dimana ada terminal namun sampai sekarang bentuknya tidak ada, dan Dishub saat itu berstatement jika Terminal Citeureup merupakan terminal tipe A yang kewenangannya berada di Kemenhub dan sekarang sedang dalam kajian, dan Dishub pun siap mendukung untuk difungsikan kembali dan mereka akan membahas dalam internal Dishub yang sekarang juga belum terlihat ectionnya,” papar Teguh.
Selain itu, masalah sampah dan limbah pasar yang merupakan tanggung jawab DLH , begitu juga alih fungsi jalan yang menjadi auning yang mengakibatkan hilangnya fungsi jalan dan terminal di PD Pasar Tohaga dan terakhir adalah persoalan CSR yang menurut warga PD Pasar Tohaga tidak ada perhatiannya.
“Disini pemerintah dan dinas terkait ditantang untuk membereskan persoalan Pasar Citeureup, harus ada tindakan tanpa melihat siapa, karena Citeureup merupakan daerah penyangga Kabupaten Bogor. Jangan sampai tageline Bupati Bogor ” The City of Sport and Tourism ” hanya slogan semata karena Citeureup merupakan salah satu akses jalan menuju wisata yang ada di Sukamkmur dan jalur Puncak Dua,” bebernya.
Disini, pemerintah harus benar – benar tegas supaya terlihat marwahnya, bertindaklah dan tertibkan sesuai dengan fungsi asalnya tanpa harus ada pandang bulu, sekalipun mereka oknum tersebut punya surat sakti, sejatinya surat itu tidak ada yang sakti jika berbenturan dengan aturan .
“Pedagang itu bukan digusur tapi digeser , beri mereka tempat tanpa menghilangkan fungsi infrastuktur yang ada. Mari kita tertibkan bersama jangan tutup mata dan masuk angin, dinas terkait disini harus bertanggung jawab,” ucapnya.
Dia berharap, setelah Bupati fokus dengan pembenahan dan pesestrian jalan Pemda yang menumpahkan semua anggaran kesitu, tahun berikutnya Bupati bisa terfokus kepada daerah – daerah penyangga Kabupaten Bogor jadi saat kita kedatangan tamu daerah penyangga ini tidak semrawut dan menjadi enak dilihat dan dipandang.
JURNAL INSPIRASI – Seluruh Kepala Desa sekecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor memiliki harapan dimasa pandemi dari program satu miliar satu desa (Samisade).
Pasalnya, hampir seluruh anggaran desa difokuskan untuk penanganan Covid-19 sejak awal tahun 2020. Dengan adanya program Samisade membawa angin segar untuk para kades.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, meskipun ada beberapa desa mendapatkan program samisade pengerjaan terlambat ia meminta pengerjaan dikebut.
“Lalu pengecekan jalan-jalan yang dibangun oleh Samisade, ya harus di bulan Desember ini harus selesai, jadi empat desa itu karena terlambat pengajuannya karna itu masuk perubahan, tapi nanti di akhir Desember harus selesai,” ungkapnya, Selasa (07/12).
Ia menjelaskan, pembangunan jalan tentunya tidak memakan waktu yang cukup lama, proses pengeringan saja yang sedikit memakan waktu.
“Itu pengerjaannya gak lama sih kalo pembuatan jalan proses cepat namun pengeringannya saja aga lama mencapai 28 hari,” tegasnya.
Sementara itu, ketua APDESI Kecamatan Jasinga Nurohman mengatakan, dengan program samisade tentunya memecahkan persoalan di setiap desa lantaran anggaran pemerintah difokuskan untuk Covid-19.
“Alhamdulillah hari ini kunjungan kerja bupati Bogor ke Kecamatan Jasinga terkait program Samisade, ini salah satu kebanggaan Kecamatan Jasinga dengan kehadiran ibu Bupati Yang melihat lokasi-lokasi yang mendapatkan program samisade,” ujarnya.
Ia pun mengucapkan rasa syukur atas program Samisade menjadi keberkahan terhadap masyarakat.
“Saya berterimakasih banyak kepada ibu Bupati yang mana hari ini cuaca dalam kondisi hujan, mudah-mudahan ini menjadi keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.
Ia menegaskan, ini salah satu angin segar yang mana di saat tahun 2020 kondisi sedang dalam masa pandemi Covid-19, yang mana negara kita dan dunia.
“Dengan program ini menjadi suatu angin segar bagi para kepala desa, selama ini cost anggaran yang dari dana desa di fokuskan untuk penanganan Covid-19 termasuk BLT DD, ini salah satu program satu-satunya di Indonesia tentunya menjadi keberkahan bagi kita,” bebernya.
Ia menjelaskan, Ini sangat luar biasa terhadap masyarakat, masyarakat merasa senang, karna akses jalan yang memang belum tersentuh oleh pembangunan, tentunya itu memudahkan masyarakat untuk kegiatan ekonomi dan tentunya ini menjadi keberkahan bagi kami.
“Tentunya kami berharap program ini bisa berlanjut dan bisa dilaksakan di seluruh Kabupaten Bogor. Mengingat pemimpin kita sangat sayang terhadap masyarakat Kebupaten Bogor walaupun dalam wacana pemekaran Kabupaten Bogor akan tetapi masih memikirkan pembangunan diwilayah khusus Bogor Barat,” pungkasnya.