32.1 C
Bogor
Tuesday, April 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 993

GSS Dilanggar, Tiga Hotel di Puncak Akhirnya Dibongkar

0

JURNAL INSPIRASI – Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PUPR bekerjsama dengan Satpol PP Kabupaten Bogor, membongkar tiga hotel yang ada di kawasan wisata Puncak, Cisarua dan Megamendung, Kamis (9/12). Pembongkaran dilakukan, lantaran keberadaan ketiga hotel itu telah melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS).

Adapun ketiga hotel yang dieksekusi pembongkaran, yakni Hotel Cibulan River Cottages dan Lembah Tirta di Kecamatan Cisarua, serta Hotel Khatulistiwa di Kecamatan Megamendung. “Untuk jumlah pelanggaran sih banyak, tapi kita prioritaskan dulu bangunan yang berdiri di sekitar daerah sempadan sungai,” ujar Andi Renaldi, Direktur Penertiban Pemanfaatan Tata Ruang Kementrian ATR/BPN, kepada wartawan.

Menurutnya, penertiban dilakukan, karena bangunan-bangunan tersebut dapat memicu terjadinya banjir. Selain itu, kata dia, penertiban bertujuan menata kembali fungsi sempadan sungai. “Makanya dilakukan pembongkaran untuk mengurangi aliran permukaan (run off), karena sudah meresap ke dalam,” ungkapnya.

BACA JUGA Gelapkan Uang Perusahaan, PT Shorin Maharasa Buat Laporan Polisi

Untuk langkah selanjutnya, kata Andi, Kementerian ATR/BPN akan melakukan pembuatan lubang biopori, penanaman pohon serta pemasangan plang peringatan di hotel yang telah dibongkar.

“Kalau jangka panjangnya, melakukan DED untuk penataan sempadan sungai secara menyeluruh berbasis masyarakat. Kita aktifkan masyarakat untuk mengelola atau menjaga lingkungan ini di bawah supervisi Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane,” paparnya.

Berdasarkan pendataan Pemerintah Kabupaten Bogor, sebanyak 42 bangunan telah teridentifikasi melakukan pelanggaran, seperti pelanggaran tata ruang fungsi sempadan sungai. Sementara 13 pemilik bangunan sudah diberikan surat teguran mulai dari teguran satu hingga tiga.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengapresiasi pemerintah pusat khususnya Kementerian ATR/BPN yang telah memprogramkan penataan kawasan sempadan sungai di Puncak.

Hal itu menurutnya, sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bogor, yakni sungai itu harus dijaga dan dikembalikan pada fungsi semula. “Alhamdulilah dengan adanya program penertiban ini, bisa sinergi antara program pemerintah pusat dan Pemkab Bogor sebagai upaya penataan sungai,” jelasnya disela pembongkaran.

BACA JUGA Camat Jonggol Curhat ke Elly Yasin

Agus Ridho pun turut mengapresiasi para pemilik hotel yang dinilai kooperatif dan melaksanakan pembongkaran secara mandiri. Artinya, pengelola memiliki kesadaran diri melakukan penataan di sempadan sungai.

 “Kami juga atas nama Pemkab Bogor, mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah dengan penuh kesadaran. Mereka mau membongkar sendiri, tentunya harapan saya ini bisa juga nanti berdampak pada pelanggar yang lain, sebelum kami tertibkan sebaiknya dari sekarang mulai dilakukan penataan,” tegasnya.

Agus Ridho menyatakan, penertiban bangunan yang berdiri di sempadan sungai dan tidak memiliki izin ini, akan terus dilanjutkan pada tahun mendatang. “Bukan berarti setelah tiga hotel ini dibongkar, penertiban akan selesai. Tapi akan kembali dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang,” tukasnya.

**dede suhendar

Gelapkan Uang Perusahaan, PT Shorin Maharasa Buat Laporan Polisi

0

JURNAL INSPIRASI – Perusahaan di bidang olahan makanan PT Shorin Maharasa melaporkan 17 karyawannya yang sudah di-PHK, karena telah terbukti menggelapkan dana distribusi perusahaan ke Polres Bogor, Kamis (9/12/21).

Head of Marketing PT Shorin Maharasa, Jessica mengatakan, pihak direksi atau perusahaan telah melaporkan karyawan yang sudah dirumahkan karena terbukti melanggar peraturan.

“Jadi kemarin, kita dari PT Shorin didemo oleh ormas BPPKB karena dituding telah mem-PHK  sepihak, karena yang di-PHK tersebut anggota ormas. Hari ini adalah jawaban dari direksi, karena kami akan menindak tegas, jadi kami laporkan seluruh karyawan yang telah terbukti atas permasalahan penggelapan dana distribusi,” ujar Jessica kepada wartawan Jurnal Bogor.

BACA JUGA Camat Jonggol Curhat ke Elly Yasin

Jessica menjelaskan, sudah terbukti jelas bahwa karyawan tersebut mengakui bahwa mereka telah bersalah dan melanggar peraturan yang merugikan perusahaan.

“Pada tanggal 12 November itu mereka melakukan pengunduran diri. Kami punya semua bukti pengakuan bahwa mereka mengundurkan diri dan mereka bersalah dengan melakukan pelanggaran berupa tindak pidana uang transportasi distribusi,” ucapnya.

Dengan total nominalnya puluhan juta rupiah, dan pihaknya belum bisa memastikan persisnya karena masih melakukan audit.

“Dari hasil mediasi kemarin pihak ormas dan karyawan meminta untuk dipekerjakan kembali tapi dari pihak direksi dan manajemen belum bisa memutuskan siapa siapa saja yang akan kembali bekerja karena kita juga perlu kajian lebih lanjut lagi mengenai hal itu,” tandas Jessica.

**nay/wisnu

Camat Jonggol Curhat ke Elly Yasin

0

JURNAL INSPIRASI – Camat Jonggol Andri Rahman beserta kepala desa se – Kecamatan Jonggol menyalurkan aspirasi yang dibutuhkan oleh warga dan Pemerintah Kecamatan Jonggol saat HUT Sujud’s  (Sukarelawan Junaedi Samsyudin) dihadiri anggota DPR RI Elly Rahmat Yasin.

Andri Rahman

Andri Rahman menjelaskan dengan kehadiran anggota DPR RI mungkin bisa mengakomodir apa yang dibutuhkan oleh warga Jonggol khususnya.

” Kita sharing dengan apa yang saat ini dibutuhkan oleh desa – desa, sejauh ini sudah ada 3 desa yang diberikan bantuan oleh Bu Elly, satu desa diberikan bantuan motor bak, 2 desa lainnya diberikan bantuan sarana air bersih, mudah – mudahan dalam diskusi kali ini juga bisa mengakomodir kebutuhan – kebutuhan lainnya,” papar Andri biasa disapa.

BACA JUGA Kades Balekambang Tinjau Rumah Warga Tertimpa Pohon

Menurutnya, anggota DPR RI punya kewenangan untuk bisa menyuarakan aspirasi warga. “Seperti yang kita tau kendala krodit yang ada di Kecamatan Jonggol saat ini adalah kekeringan, terutama Desa Weninggalih yang walaupun hujan tetap saja kekeringan, itu salah satu PR yang harus kita carikan solusinya,” jelasnya

Oleh karena itu, dia mengeluarkan unek-unek agar DPR RI bisa membantu mengakomodir bantuan tersebut ke Kecamatan Jonggol karena moment seperti ini sangat sulit didapat untuk melakukan bincang – bincang perihal kondisi desa.

BACA JUGA Kecamatan Jonggol Lakukan Sosialisasi KIA

“Beliau kan DPR RI Dapil Jawa Barat insya Allah dan kami berharap apa yang kami sampaikan dalam diskusi kali ini bisa mendapat dukungan dan bisa direalisasikan oleh beliau, bukan untuk kebutuhan saya, bukan untuk kebutuhan kades, tapi semata – mata untuk kebutuhan masyarakat dan tugas kami disini mencarikan solusi agar kekeringan di Kecamatan Jonggol bisa teratasi,” tandas Andri Rahman.

**nay nur’ ain

Kecamatan Jonggol Lakukan Sosialisasi KIA

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kecamatan Jonggol melaksanakan kegiatan sosialisasi Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sekaligus di 14 desa se-Jonggol.

Kasie Pelayanan Kecamatan Jonggol, Gogo Badarudin menjelaskan, sosialisasi penerapan K.I.A dimulai dari Usia 0- 17 tahun ini dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2016 tentang kartu identitas anak. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh aparatur desa  di Kecamatan Jonggol.

“Tujuan dari sosialisasi ini memberikan pengetahuan kepada aparat desa yang ada di Kecamatan Jonggol dalam hal penerapan KIA, identitas yang berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan sistem informasi dan administrasi kependudukan,” kata Gogo kepada Jurnal Bogor, Kamis (9/12).

BACA JUGA Kades Balekambang Tinjau Rumah Warga Tertimpa Pohon

Menurutnya, dengan pemberian identitas kependudukan kepada anak akan mendorong peningkatan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik untuk mewujudkan hak terbaik bagi anak. Penerbitan KIA sendiri merupakan program baru dan bagian dari hal penting bagi Pemerintah Kecamatan Jonggol.

Maka dengan kegiatan sosialisasi ini bisa menjelaskan lebih luas serta memberikan pemahaman kepada peserta yang mengikuti sosialisasi.

“Kami akan membuat program pelayanan keliling dengan cara menjemput bola di sekolah-sekolah, rumah sakit, taman bacaan, tempat hiburan anak-anak, dan tempat layanan lainnya agar cakupan kepemilikan dapat maksimal,” bebernya.

Dia menjelaskan, Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan setiap warga negaranya termasuk perlindungan terhadap hak anak yang merupakan hak asasi manusia. Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kelangsungan hidup manusia dan kelangsungan bangsa dan negara.

BACA JUGA Anggaran Belum Cair, Pihak Kecamatan Minta Payung Hukum Samisade

Adanya jaminan perlindungan dan pemenuhan hak anak tertuang dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Dalam kesempatan ini saya berharap agar semua pihak terkait dapat saling berkoordinasi,” jelasnya.

Gogo mengatakan, kegiatan sosialisasi KIA ini dilaksanakan mengacu kepada landasan hukum Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak dan Administrasi Kependudukan.

**nay/ramses

Kades Balekambang Tinjau Rumah Warga Tertimpa Pohon

0

JURNAL INSPIRASI – Kepala Desa Balekambang, Anap Setiawan meninjau rumah Mak Asmih (63) yang rusak tertimpa pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang, Kamis (9/12), dinihari, pukul 02:00 WIB  di Kp Kadu Panda RT 03 RW 05 Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Anap menjelaskan, kerusakan terberat rumah Mak Asmih berada di bagian dapur. “Alhamdulilahnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut dia langsung  menginstruksikan kepada Kadus, RT dan RW agar melakukan monitoring sehingga setiap perkembangan situasi dapat diketahui kondisinya untuk dilaporkan guna pengambilan langkah-langkah dalam penanggulangan bencana secara cepat dan tepat.

BACA JUGA Tiga Desa di Leuwisadeng Salurkan BLT-DD

“Kami juga mengajak dan sekaligus menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dengan perkembangan situasi dan kondisi cuaca saat ini, bila ada pohon besar dekat rumah agar ditebang untuk menghindari bencana,” ungkapnya.

Dia juga akan berupaya sesegera mungkin agar rumah Mak  Asmih yang juga seorang janda tua segera diperbaiki  secara bergotong – royong, karena dengan begitu ada kepedulian serta jiwa sosial masyarakat untuk saling membantu kepada siapa saja yang membutuhkan.

“Semoga dengan gotong royong ini dapat meringankan beban ibu Asmih  yang menjadi korban peristiwa terjadinya musibah bencana ini.”

BACA JUGA Desa Curugbitung Evaluasi Pencapaian Vaksinasi

“Hal ini tentunya sudah menjadi kewajiban kami sebagai aparat desa dibantu babinsa, babinmas untuk selalu membantu warga masyarakat terlebih lagi bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah bencana, ” tuturnya.

Dia berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kadu Panda karena sudah membantu sehingga kerjasama ini bisa tetap terpelihara secara baik.

**nay/ramses

Tiga Desa di Leuwisadeng Salurkan BLT-DD

0

JURNAL INSPIRASI – Penyaluran  Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahapan akhir dari anggaran Dana Desa (DD) di Kecamatan Leuwisadeng, Kebupaten Bogor , baru tiga desa yang menyalurkan bantuan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Leuwisadeng Cecep Irawan bahwa pembagin BLT-DD, di Kecamatan Leuwisadeng  tahapan akhir ini baru diselenggarakan di tiga desa.

“Alhamdulillah untuk pembagian BLT-DD di Kecamatan Leuwisadeng hari ini ada tiga desa yang melaksanakan pembagian BLT Desa Kalong I, Kalong II, dan Desa Babakansadeng ini yang terakhir di bulan 12 nanti akan dilanjutkan ke desa selanjutnya,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (9/12).

BACA JUGA Desa Curugbitung Evaluasi Pencapaian Vaksinasi

Ia menjelaskan, penyaluran ini yang terakhir dan tidak ada perubahan keluarga penerimaan manfaat (KPM) juga semua dilaksanakan dengan aturan.

“Semua sudah terkoordinir, semua sudah siap tinggal kita menentukan waktu saja, Ya mudah-mudahan kedepan masih ada bantuan bagi khususnya warga yang tidak mampu yang terdampak akibat pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalong I, Yeyen Yeni Permana mengatakan, meski penyaluran bantuan tahapan akhir, tentunya kedepan pemerintah masih memberikan bantuan kembali.

“Ini bantuan yang disalurkan secara langsung dan diterima langsung oleh penerima KPM, tentunya pemerintah harus memberikan bantuan kembali agar pemulihan ekonomi menjadi prioritas tercapai,” pungkasnya.

**andres

Desa Curugbitung Evaluasi Pencapaian Vaksinasi

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa (Pemdes) Curugbitung Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melaksanakan rapat koordinasi di tingkat wilayah membahas evaluasi RKPdes, realisasi hasil RKPdes tahun 2021 dan juga pencapaian vaksinasi memasuki akhir tahun.

Sekretaris Desa Curugbitung Dede Taufiqurrahman mengatakan, pihaknya ada permasalahan terkait masih kurangnya target pencapaian vaksinasi yang masih di bawah 70 persen.

“Desa Curugbitung pencapaian vaksin masih kurang 70 persen, maka dari itu tadi saya gali permasalahan yang ada di wilayah RT dan RW. Keluhannya hampir semua sama, masih termakan isu hoax dan juga susahnya cara berpikir masyarakat,” kata Dede, seusai rapat kepada Jurnal Bogor, Kamis (9/12 ).

BACA JUGA Anggaran Belum Cair, Pihak Kecamatan Minta Payung Hukum Samisade

Jadi kata dia, Pemdes Curugbitung terus berupaya melakukan sosialisasi pemberian vaksin kepada masyarakat agar tercapainya target vaksinasi.

“Kemarin kami sudah melakukan langkah-langkah kongkrit, dengan menekankan kepada  RT/RW agar dapat lebih giat lagi mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Untuk sekarang kami memakai metode vaksin melalui Posyandu. Pesan saya mewakili kepala desa, tetap semangat, jangan pernah bosan mengajak masyarakat untuk divaksin,” pungkasnya. Andres

Anggaran Belum Cair, Pihak Kecamatan Minta Payung Hukum Samisade

0

JURNAL INSPIRASI – Anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) program Bupati Bogor Ade Yasin membuat tim verifikasi dan monitoring dari pihak kecamatan meminta payung hukum. Sekretaris Camat Sukajaya Tirta Juwarta menyebutkan, sudah akhir tahun akan tetapi masih banyak anggaran Samisade belum cair padahal anggaran tersebut tidak bisa disilpakan atau sisa lebih pembiayaan anggaran.

Tirta menjelaskan bahwa hasil pertemuan via zoom meeting belum lama ini dengan kepala DPMD, dipastikan 11 desa di Kecamatan Sukajaya dipastikan keluar. “Untuk verifikasi dan monitoring kami mempertanyakan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor,” ujar Tirta, kemarin.

BACA JUGA Kekurangan Komoditi Diganti, Genpar Fasilitasi Agen dengan KPM

“Bilamana sisa waktu yang tersisa tidak dapat menyelesaikan Samisade yang diprogramkan oleh Bupati Bogor, dan kedua arahan di tingkat kecamatan lebih baik disilpakan di APBDes, kemudian penggunaannya sesuaikan dengan kebutuhan. Kalaupun terjadi silpanya di APBDes bukan di APBD.”

“Harapannya anggaran di pegang dulu oleh pemerintah desa. Makanya kita mempertanyakan untuk bilamana hal itu tidak terpenuhi mohon kirannya ada  payung hukum yang melindungi kami pemerintah desa maupun Kecamatan dalam realisasi tersebut. Kami meminta hal itu ke DPMD,” jalas Tirta.

BACA JUGA Dekati Akhir, Pembangunan Jalan Sibentang- Pasir Eurih Dikebut

Dari 11 desa di Kecamatan Sukajaya, hingga saat ini baru ada satu desa yang sudah mendapatkan Samisade dan itupun baru sebesar 40 persen yang sudah direalisasikan. “Baru Desa Urug itu yang sudah 40% dan yang 60 persennya sedang diusulkan pencairan,” kata Tirta.

Untuk desa yang lainnya, kata dia, baru permohonan pencairan yang sudah dilakukan oleh pemerintah desa. Namun ada juga yang sudah masuk ke rekeningnya akan tetapi belum di realisasikan seperti di Desa Sipayung. “Dari 11 desa dipastikan dapat walaupun harus mengejar waktu,” kata dia.

**arip ekon

Kekurangan Komoditi Diganti, Genpar Fasilitasi Agen dengan KPM

0

JURNAL INSPIRASI – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar) memfasilitasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan agen e- Warong BPNT Desa Karihkil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Pertemuan digelar di kediaman salah satu KPM di wilayah Desa Karihkil, Rabu (8/12). Hal ini upaya melakukan musyawarah yang disepakati bersama bahwa pihak agen mengembalikan selisih komodi BPNT bagi KPM.

Sekjen Genpar, Iyeng menerangkan, semenjak meluasnya  pemberitaan antara Siti Yanti yang merupakan agen e- warong BPNT  Desa Karihkil Kecamatan Ciseeng dengan KPM Agus Wahyudi kini permasalahan tersebit sudah dilakukan islah sebagaimana telah dituangkan dalam berita acara kesepakatan bersama.

BACA JUGA Desa Setu Bangga Ada Ponpes Penghafal Al-Qur’an

Kesepakatan tersebut, keluarga penerima manfaat atas nama Agus Wahyudi telah menerima kekurangan komoditi dari agen e-Warung milik Siti Yanti,” terang Iyeng, kemarin.

Pada pertemuan itu dihadiri Ketua umum LSM Genpar Sambas Alamsyah, Sekjen Pian Sopiani, anggota DPP LSM Genpar Rudy Hartono, KPM Agus Wahyudi serta  Siti Yanti agen penyalur BPNT Desa Karihkil, begitu juga terlihat hadir TKSK Kecamatan Ciseeng yang juga  sebagai Ketua Forum TKSK Kabupaten Bogor Mahmur Memed.

Tak hanya itu, hadir pula Kordinator daerah (Korda)  Program Sembako Kabupaten Bogor  Fahrudin, berikut Sekdes Karihkil Vivih dan ketua RT setempat Endi Suhendi. “Setelah semua pihak melakukan  musyawarah mufakat  dan akhirnya permasalahan tersebut dinyatakan Islah,” ujarnya.

BACA JUGA Dekati Akhir, Pembangunan Jalan Sibentang- Pasir Eurih Dikebut

Salah satu KPM Agus Wahyudi menyatakan terimakasih karena  pihaknya telah mendapatkan kekurangan komoditi yang diterima langsung dari agen tersebut. “Tak lupa permohonan  maaf atas ketidaknyamanan mengenai pemberitaan yang telah beredar luas di masyarakat,”  ucap Agus Wahyudi.

Sementara Sambas Alamsyah mengemukakan bahwa fungsi dan peran serta hadirnya  LSM adalah sebagai mitra masyarakat juga sebagai wahana kontrol sosial dalam hal  kebijakan pemerintah maupun swasta.

Dengan begitu,  terkait permasalahan ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP)  Republik Indonesia No.71 tahun 2000 tentang tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi serta dikuatkan dengan regulasi hukum terhadap persoalan korupsi.

BACA JUGA Sukaluyu Door to Door Vaksinasi Warga 12 Tahun Keatas

“Maka secara penanganan penyelesaian dan permasalahan ini lebih mengutamakan metode restorative justice,” jelas Sambas.

Kendati demikian, Sambas mengimbau agar kesalahpahaman ini  diharapkan tidak terulang kembali. “Tentu saja dengan mengedepankan nilai kehati-hatian dari sisi administrasi artinya saling merperbaiki  komunikatif satu dengan lainnya,” ungkapnya.

Saat dihubungi Jurnal Bogor, Ketua TKSK Kecamatan Ciseeng Makmur Memed  membenarkan adanya miskomunikasi antara agen penyalur Desa Karihkil dengan KPM. Namun, hasil musyawarah dan telah disepakati bahwa pihak agen Desa Karihkil mengganti komoditi bagi KPM sebesar satu juta selama lima bulan.

Ketua TKSK Ciseeng yang akrab disapa Amung memparkan atas kejadian itu mudah mudahan kedepan para agen  bisa melakuan evaluasi untuk melayani komuditi bagi KPM yag lebih baik lagi.

“Kepada semua agen sebelumnya telah diinformasikan dan kami selalu mengedukasi dalam hal melayani di masyarakat. Terlebih kejadian ini diharapkan tidak terulang lagi,” tukasnya.

**arip ekon

Desa Setu Bangga Ada Ponpes Penghafal Al-Qur’an

0

JURNAL INSPIRASI – Pondok Pesantren Sulaimaniyah menjadi kebanggaan Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, lantaran keberadaannya banyak warga yang menjadi penghafal Al-Qur’an.

Kepala Desa Setu, Esa Asmarina mengatakan, dengan adanya pondok pesantren penghafal Al-Qur’an di wilayah Desa Setu, tentunya memberikan keberkahan terhadap pemerintah desa.

“Di pondok pesantren tersebut sudah ada 3 angkatan ya, satu angkatannya ada sekitar 160, ini kan levelnya untuk SMA kalo mereka sudah menghafal Al-Qur’an nantinya akan diberangkat ke Turki untuk melanjutkan penghafal Al-Qur’an,” ungkapnya, Rabu (08/12).

BACA JUGA Dekati Akhir, Pembangunan Jalan Sibentang- Pasir Eurih Dikebut

Meskipun belum ada warganya yang berangkat ke Turki untuk melanjutkan penghafal, akan tetapi dengan adanya penghafal Al-Qur’an sangat mengharukan Desa Setu.

“Mereka belum pernah ke sana tapi masih menghafal di sini,” tuturnya.

Dengan adanya pondok peserta tersebut tentunya bias mengangkat pertumbuhan sumber daya manusia yang unggul.

“Kan susah ya untuk menghafal Al-Qur’an dengan ada satu orang penghafal Al-Qur’an apa lagi sampai ratusan orang itu kan sangat luar biasa,” jelasnya.

BACA JUGA Sukaluyu Door to Door Vaksinasi Warga 12 Tahun Keatas

Tidak hanya itu, bahkan pemdes pun membantu dalam hal kebutuhan pokok para santri.

“Mereka dapet suplai makanan dari para petani Desa Setu, Mangkanya kami memiliki lahan sekitar 30 hektar padi untuk disalurkan kepada penghafal Al-Qur’an,” bebernya.

Ia pun berharap dengan adanya para penghafal Al-Qur’an bisa membanggakan Pemdes sampai ke manca negara.

“Tentunya dengan adanya penghafal Al-Qur’an di wilayah Desa Setu bisa membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar, tentunya itu menjadi kebanggaan bagi pemerintah desa maupun orang tuanya,” tukasnya.

**arip ekon