23 C
Bogor
Friday, May 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 983

Dewan Sorot Pasar Tanah Baru

0

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan Pasar Tanah Baru senilai Rp3,4 miliar, mendapat sorotan DPRD Kota Bogor. Hal itu lantaran sisa waktu pekerjaan proyek yang berasal dari anggaran bantuan Tuga Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan hanya tinggal 12 hari.

Anggota Komisi III DPRD, Pepen Firdaus mengatakan, apabila melihat secara kasat mata bentuk bangunan pasar dari jalan terlihat seperti 60 persen.

“Jadi bulan lalu Komisi III sidak kesana penampakan depan bangunan itu masih gitu-gitu saja, belum ada perubahan,” ujar Pepen kepada wartawan, Kamis (16/12).

BACA JUGA Kondisi Kantor PDJT Mengkhawatirkan

Atas dasar itu, ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar meminta kontraktor mempercepat pengerjaan proyek tersebut. Apalagi, pembangunannya mesti rampung pada 26 Desember mendatang.

“Ya, mnimal ada upaya lain yang dilakukan agar pas jatuh tempo nanti pembangunan Pasar Tanah Baru ini benar-benar selesai dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Operasional Perusahaan Umum Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ), Deni Ari Wibowo mengatakan bahwa pekerjaan fisik Pasar Tanah Baru sudah menyentuh 80 persen.

BACA JUGA Aliansi Budaya Jawa Barat Desak Pemkot Hentikan GLOW

“Sudah 80 persen, tapi tugas kami kan hanya mengontrol saja. Sedangkan pengawasannya ada di Disperindag,” imbuhnya.

Kata dia, dinas terkait sudah meminta agar pelaksana proyek menuntaskan pekerjaan sesuai jadwal, yakni pada 26 Desember 2021.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Disperindag selaku pengguna anggaran.

** fredy kristianto

Kondisi Kantor PDJT Mengkhawatirkan

0

JURNAL INSPIRASI – Komisi II DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kantor Perusahaan Daerah Jasa Trasnportasi (PDJT) di kawasan Terminal Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kamis (16/12).

Namun, dalam sidaknya wakil rakyat justru dikejutkan dengan kondisi kantor perusahaan pelat merah tersebut tidak terurus dan terawat, bagaikan kandang ayam.

“Saya sangat terkejut melihat kantor PDJT yang harusnya merepresentasikan perusahaan pemerintah, malah terlihat seperti kandang ayam yang tidak terawat dan tidak terurus,” ujar ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy.

BACA JUGA Aliansi Budaya Jawa Barat Desak Pemkot Hentikan GLOW

Rusli bersama Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bogor Lusiana Nurissiyadah dan anggota lainnya, Safrudin Bima, Mahpudi Ismail dan Ujang Sugandi menjelajah ruangan di kantor PDJT. Salah satu ruangan yang disambangi oleh para anggota DPRD Kota Bogor ini terlihat banyak sampah dan debu. Bahkan listrik pun tidak mengalir, sehingga menyebabkan ruangan terlihat gelap gulita.

Rusli juga mengungkapkan, berdasarkan laporan dari salah satu karyawan yang ada di kantor PDJT bahwa direktur anyar PDJT baru sekali saja menyambangi kantor tersebut. Hal ini menambah rasa kekecewaan para anggota legislatif Kota Bogor.

“Seharusnya, direktur baru itu langsung berbenah. Masa ke kantor saja Cuma sekali. Kalau dari dalamnya dan kondisi kantor saja sudah tidak benar, gimana nanti kedepannya,” tegas Rusli.

Budi, salah satu supir Biskita yang berada di kantor PDJT mengeluhkan kepada para wakil rakyat ini bahwa ia belum menandatangani kontrak kerja. Padahal sejak kemarin, ia sudah ditugaskan untuk menjadi supir Biskita Transpakuan koridor satu.

Tak hanya Budi, ia mengaku ada 45 orang supir lainnya yang belum tanda tangan kontrak kerja. “Seleksi semua sudah selesai, sudah dipekerjakan, tapi kami belum tanda tangan kontrak kerja. Ini yang kami khawatirkan,” ujar Budi.

BACA JUGA Tarif Biskita Masih Digratiskan

Menanggapi hal ini, Safrudin Bima mengaku miris atas kinerja dari direktur PDJT Kota Bogor. Ia menilai seharusnya setelah dilakukan pelantikan, direktur yang baru segera berbenah kantor dan menyiapkan segala dokumentasi untuk para pekerja.

“Ini kan kacau. Biskita sudah beroperasi, tapi kontrak kerja belum ditanda tangani. Gimana nasib para pekerja nantinya,” tegas Safrudin.

Safrudin juga menyoroti perihal sopir Biskita Transpakuan yang diisi oleh sopir rekrutan anyar, bukan sopir angkot yang dibina oleh PDJT untuk mengemudikan Biskita Transpakuan, sesuai janji Walikota Bogor Bima Arya.

“Saya akan memanggil pihak PDJT untuk membuka ini semua. Kami di Komisi II DPRD Kota Bogor akan memfokuskan agar kondisi kantor kedepannya lebih representatif dan karyawannya semua orang Bogor serta sopir angkot yang sudah direduksi sesuai janji Walikota,” pungkasnya.

**fredy kristianto

Aliansi Budaya Jawa Barat Desak Pemkot Hentikan GLOW

0

JURNAL INSPIRASI – Gelombang penolakan terhadap pengoperasian wisata malam GLOW di Kebun Raya Bogor (KRB) terus bergulir. Kamis (16/12), puluhan orang yang tergabung dalam berbagai elemen mendatangi Balai Kota Bogor  meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendesak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghentikan GLOW.

Ketua I Aliansi Budaya Jawa Barat, Tb Lufti Suyudi mengatakan bahwa budayawan meminta penegasan kembali dari Pemkot Bogor dan DPRD agar operasional GLOW dihentikan.

“Kan sudah jelas ada rekomendasi dari pemkot dan DPRD agar kegiatan GLOW dihentikan. Tetapi BRIN tidak mengindahkannya,” ujar Lufti kepada wartawan.

BACA JUGA Sungai Cidurian Meluap, Lima Rumah Terendam dan Satu Ambruk

Menurut dia, tetap beroperasinya GLOW di KRB adalah bentuk pelecehan terhadap pemkot dan DPRD. “Tetap dibukanya GLOW adalah sinyal tidak baik, sama saja itu menyepelekan. Kalau ini tidak dihentikan, kami akan terus berunjukrasa,” tegasnya.

Lufti pun membenarkan bahwa saat pihaknya beraudiensi bersama wali kota dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), masa yang hadir sempat mengusir perwakilan BRIN dan PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku operator GLOW.

“Kami ingin beraudiensi, tetapi tidak ingin ada mereka (BRIN dan PT MNR). Sebab, tuntutan kita tetap sama, yaitu stop operasional GLOW,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman mengatakan bahwa Wali Kota Bima Arya didukung Forkopimda secara tegas meminta agar GLOW tidak beroperasi selama kajian masih dilakukan.

“Kan kajiannya bukan hanya dari aspek lingkungan, tetapi bdaya, sosial dan ekonomi. Selain itu, kajian tidak merujuk pada literatur luar negeri, tetapi lebih kepada kearifan lokal,” ucap Atep.

BACA JUGA Anak Usia 6 Hingga 11 Tahun Mulai Divaksin

Atep menegaskan bahwa berdasarkan rapat, kajian baru dilaksanakan pada bulan lalu dan akan selesai dalam enam bulan kedepan. Selama ini, sambung dia, PT MNR mengaku hanya sebagai operator GLOW dan beroperasi atas perintah BRIN.

“Padahal, pemkot dan DPRD sudah menerbitkan rekomendasi agar GLOW dihentikan,” tegasnya.

Sementata itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengatakan bahwa GLOW berpotensi mengancam kelestarian alam dan kelestarian budaya di Kota Bogor. Sebab, kata dia, KRB merupakan identitas Bogor bahkan Jawa Barat, tidak hanya dalam konteks observasi alam, tetapi juga budaya.

“Karena bercocok tanam, mengatur tanam, pepohonan dan sebagainya adalah bagian dari budaya,” imbuhnya.

Atang menegaskan, bila DPRD sepakat bahwa KRB adalah identitas budaya dan alam Kota Bogor. “Namun ketika ada perbedaan pandangan dengan BRIN, maka perlu dicarikan solusi. Secara hukum. KRB dibawah pengelolaan BRIN, tapi yang menjadi masalah adalah KRB pengelolaannya justru dipihakketigakan,” jelasnya.

BACA JUGA Pasar Tanah Baru Terancam Molor

Lebih lanjut, kata Atang, DPRD meminta BRIN memghentikan GLOW sekaligus mengevaluasi secara menyeluruh bentuk kerjasama.

“Bahkan kalau bisa diputuskan tahap selanjutnya jika bermasalah. Kami tetap pada pososi sikap yang resmi, nanti akan dikomunikasikan dengan wali kota dan forkompimda apakah akan ditegakan perda serta perwali terbuka kota pusaka ini, atau cagar budaya atau bagaimana kita diskusi dengan pemerintah pusat dan pihak lainnya,” tuturnya.

Sebelumnya, General Manager Corporate Communication and Security PT. MNR, Zaenal Arifin, mengatakan bahwa BRIN meminta kajian dijalankan secara komprehensif, dan saat ini pihaknya sedang melaksanakan arahan tersebut.

Saat ditanya apakah pengoperasionalan GLOW sudah sesuai arahan BRIN, Zaenal membenarkannya. “Betul, sebagai lembaga yang memiliki otoritas Kebun Raya,” katanya.

** Fredy kristianto

Sungai Cidurian Meluap, Lima Rumah Terendam dan Satu Ambruk

0

JURNAL INSPIRASI – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Sukajaya, Kamis (16/12) sore, menyebabkan lima rumah terendam banjir dan satu rumah hancur di Kampung Banar RT 02/08 Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Dikatakan warga sekitar, Iwan (30) penyebabnya akibat dari luapan kali Cidurian. “Sebanyak lima rumah warga terendam banjir, satu hancur tergerus banjir dengan ketinggian sementara 15 centimeter,” ungkapnya.

BACA JUGA Anak Usia 6 Hingga 11 Tahun Mulai Divaksin

Iwan menjelaskan, penyebab lain, adanya kelalaian pembangunan tanggul dibantaran kali Cidurian yang belum selesai. Dia menilai seharusnya jangan dibikin tanggul dulu itu hingga akhirnya air meluap ke pemukiman warga.

“Sementara warga yang rumahnya tergenang air masih membersihkan kotoran akibat banjir Kali Cidurian itu,” pungkasnya. 

**andres

Anak Usia 6 Hingga 11 Tahun Mulai Divaksin

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memulai pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 hingga 11 tahun pada Rabu (15/12).

Target sasaran vaksinasi diantaranya adalah anak jalanan (anjal) dan pengamen serta pelajar sekolah dasar (SD). Mereka digiring ke Posyandu Kampung Mongol, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, untuk disuntik dosis pertama vaksin Sinovac.

Tampak puluhan anak jalanan dan pemulung ini menunggu antrean di halaman Posyandu. Usai menjalani vaksinasi, anak-anak tersebut kemudian diberi bingkisan.

BACA JUGA Tarif Biskita Masih Digratiskan

Kepada wartawan, Ketua Karang Taruna Kujang Kelurahan Tegallega, Muslihat mengatakan bahwa anjal dan pengamen tersebut merupakan hasil operasi petugas Tagana serta Satpol PP di beberapa titik lokasi.

“Rata-rata anak-anak jalanan dan pengamen yang dijaring di sekitar lampu merah dan beberapa titik lokasinya lainnya. Beberapa di antaranya memang ada warga Kampung Mongol,” ujar Muslihat.

Selain di Kampung Mongol atau populer dengan sebutan Kampung Pemulung, vaksinasi usia 6-11 tahun juga digelar di gedung SDN Kawung Luwuk, Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara.

Ditemani orangtua, ratusan siswa tampak antusias untuk mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin Covid-19.

BACA JUGA Pasar Tanah Baru Terancam Molor

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di wilayah Kota Bogor dilaksanakan setiap hari, dari tanggal 15 Desember 2021 sampai dengan 15 Januari 2022. Target sasarannya adalah siswa SD dan anak jalanan.

“Jadi tercatat di SD Kawung Luwuk ada sekitar 500 anak dan di Kampung Mongol sebanyak 30 anak,” ujar Bima usai meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun di Kampung Mongol.

Menurut dia, sebagian besar anak-anak yang mengikuti vaksinasi di Kampung Mongol sebagian besar anak putus sekolah dan tidak mengenyam pendidikan. Mereka adalah anak jalanan dan pengamen.

“Bnyak yang tidak sekolah. Jadi kita minta data anak-anak di Kota Bogor sesuai jalurnya. Untuk anak SD datanya di Disdik, dan yang tidak ada data di sekolah di Dinas Sosial. Untuk madrasah dan pesantren di Kemenag,” kata dia.

BACA JUGA Apdesi Kabupaten Bogor Kompak Menolak Regulasi Perpres 104

Kendati demikian, vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun bukan tanpa kendala. Menurutnya, ada anak yang terpaksa ditunda disuntik lantaran sakit atau memiliki penyakit tertentu.

“Ada beberapa tadi misalnya sesak nafas. Tapi dicek dulu kalau pengobatannya sudah tuntas, itu tidak apa-apa,” katanya

Bima mengatakan, sasaran vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun di Kota Bogor berjumlah 100.862 orang.

**fredy kristianto

Tarif Biskita Masih Digratiskan

0

JURNAL INSPIRASI – Wali Kota Bogor Bima Arya meresmikan beroprasinya dua koridor baru Biskita Trans Pakuan di Shelter Cidangiang, Rabu (15/12).

Koridor 1 dan 2 tersebut melayani rute Terminal Bubulak – Cidangiang (Botani Square) dan Terminal Bubulak – Ciawi.

“Ada tambahan 28 bus baru yang beroperasi, terdiri dari 15 unit di koridor 1 dan 13 unit di koridor 2 . Ini dua koridor yang masuk merambah pusat kota, Insya Allah melayani lebih banyak lagi warga sampai daerah Bogor Selatan dan Bogor Timur. Menyusul koridor lainnya,” ungkap Bima Arya.

BACA JUGA Pasar Tanah Baru Terancam Molor

Koridor 1 akan memulai keberangkatan dari Terminal Bubulak dan melintasi Jl. KH. Abdullah Bin Nuh – Jl. Sholeh Iskandar – Jl. KS Tubun – Jl. Raya Pajajaran – Baranangsiang (Transfer Point Cidangiang/Botani Square).

Untuk jalur kepulangan melintasi Cidangiang – Jl. Cikabuyutan – U Turn Tol Jagorawi – Jl. Raya Pajajaran – Jl. Otto Iskandardinata – Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Jalak Harupat – Jl. Salak – Jl. Raya Pajajaran – Jl. KS Tubun – Jl. Sholeh Iskandar – Jl. KH. Abdullah Bin Nuh – Terminal Bubulak.

Sementara koridor 2 akan dimulai di Terminal Bubulak lalu melintas Jl. KH. Abdullah Bin Nuh – Jl. Letjen Ibrahim Adjie – Jl. Raya Gunung Batu – Jl. Veteran – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Gatot Subroto – Jl. Merdeka – Jl. Kapten Muslihat – Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Jalak Harupat – Jl. Raya Pajajaran – Baranangsiang (Cidangiang) – Jl. Cikabuyutan – U Turn Tol Jagorawi – Jl. Raya Pajajaran – Jl. Raya Tajur – Ciawi.

Rute sebaliknya melintasi Ciawi – Jl. Raya Tajur – Jl. Raya Pajajaran – Jl. Otto Iskandardinata – Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Kapten Muslihat – Jl. Veteran – Jl. Raya Gunung Batu – Jl. Letjen Ibrahim Adjie – Jl. KH. Abdulah Bin Nuh – Terminal Bubulak.

BACA JUGA Apdesi Kabupaten Bogor Kompak Menolak Regulasi Perpres 104

“Untuk warga Bogor silahkan menikmati, masih gratis. Kalau ditanya sampai kapan? Sampai ada keputusan lebih lanjut, tapi kalau pun bayar nantinya Insya Allah sangat bersahabat,” ujar Bima.

Bima juga bercerita terkait animo warga terhadap kehadiran Biskita Transpakuan kerjasama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan ini.

“Sampai hari ini, saya banyak sekali menerima informasi antusiasme warga. Bahkan ada yang lapor, ‘Pak Wali, tolong ibu saya diingatkan sudah berhari-hari muter. Keasikan naik bis yang nyaman muter-muter Bogor.’ Memang banyak ibu-ibu yang naik kalau ditanya jawabnya tidak tahu ke mana saja, yang penting gratis,” ceritanya.

Dengan hadirnya 4 koridor dengan 49 bus, kata Bima, berhasil mengurangi jumlah angkot di Kota Bogor sebanyak 147 unit angkot. “Insya Allah kita rawat bersama, jaga bersama. Tahun depan mudah-mudahan bisa bertambah lagi. Dengan konsorsium yang ada, PDJT, Lorena, Kodjari dan semuanya. Terimakasih juga kepada BPTJ kemenhub,” katanya.

BACA JUGA Pemilik Bangunan Demo, Tim Eksekutor Pembongkaran dari Jasa Marga Balik Kanan

Sementara itu, Dirut PDJT Kota Bogor Lies Permana Lestari mengungkapkan, dengan diluncurkan koridor 1 dan koridor 2, menggenapkan dua koridor yang sebelumnya telah diluncurkan.

“Alhamdulillah hari ini kami telah melaksanakan koridor 1 dan koridor 2. Mudah-mudahan tambah meningkatkan kualitas transportasi di Kota Bogor dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Lies.

“Insya Allah nanti tahun depan akan ada dua koridor lagi, tapi kami menunggu koordinasi dengan BPTJ. Termasuk penambahan 26 unit bus lagi. Tarif belum, masih ujicoba. Sembari menunggu pembahasan lebih lanjut. Masyarakat silahkan menikmati ini secara gratis sampai nanti ada pembahasan selanjutnya. Kami mengajak masyarakat untuk ikut merasakan layanan Biskita yang tentunya lebih nyaman,” pungkasnya.

**fredy kristianto

Pasar Tanah Baru Terancam Molor

0

JURNAL INSPIRASI – Sejumlah proyek di Kota Bogor kembali menjadi sorotan. Hal itu lantaran pekerjaan fisik prioritas tersebut terancam molor. Diantaranya, jalur sepeda dan pedestrian Jalan Sudirman, penataan kawasan Suryakencana, serta revitalisasi Pasar Tanah Baru, yang hingga kini pembangunannya terkesan lamban.

Berdasarkan pantauan lapangan, pengerjaan pada proyek senilai Rp3,4 miliar dari Dana Tugas Perbantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, masih berkutat pengacian bagian tembok depan dan pemasangan beberapa eksterior seperi pagar ventilasi. Sedangkan untuk pekerjaan finishing seperti pengecetan juga keramik belum dilaksanakan. Sementara sisa waktu pelaksanaan tinggal 12 hari kedepan.

Diketahui, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Tri Tanerto Simber melalui nomor SPK 510.2/06-Rev. Psr-TanahBaru/VIII/2021, yang dimulai pengerjaannya pada 9 Agustus 2021. Waktu pelaksanaan sendiri memakan 140 hari kalender.

BACA JUGA Apdesi Kabupaten Bogor Kompak Menolak Regulasi Perpres 104

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan, apabila terjadi keterlambatan atau molor dari target kontrak kerja yang telah disepakati, tentunya pelaksana pekerjaan akan terancam sanksi  berupa denda satu per mil dari nilai kontrak per harinya.

“Memang kendala dilapangan itu banyak, tetapi jangan dijadikan masalah karena kalau telat ada dendanya. Dendanya per mil. Memang tidak melanggar hukum selama mereka bersedia untuk membayar denda, itu kan konsekuensi pekerjaan,” ucap Dedie kepada wartawan, Rabu (15/12).

Menurut Dedie, apabila pekerjaan sudah selesai pun kontraktor masih berkewajiban untuk melakukan pemeliharaan, sebelum serah terima.

Terpisah, Direktur Operasional Perusahaan Umum Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ), Deni Ari Wibowo mengatakan bahwa pekerjaan fisik Pasar Tanah Baru sudah menyentuh 80 persen.

BACA JUGA Pemilik Bangunan Demo, Tim Eksekutor Pembongkaran dari Jasa Marga Balik Kanan

“Sudah 80 persen, tapi tugas kami kan hanya mengontrol saja. Sedangkan pengawasannya ada di Disperindag,” imbuhnya.

Kata dia, dinas terkait sudah meminta agar pelaksana proyek menuntaskan pekerjaan sesuai jadwal, yakni pada 26 Desember 2021.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Disperindag selaku pengguna anggaran.

**fredy kristianto

Apdesi Kabupaten Bogor Kompak Menolak Regulasi Perpres 104

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Dinilai menabrak sistem perencanaan desa, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bogor, turut bereaksi terhadap Perpres Nomor 104 Tahun 2021 tentang Penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2022. Mereka bergabung dengan Apdesi Jawa Barat dan Banten menggelar aksi menolak regulasi yang terbit pada 29 November 2021 itu di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (16/12).

Perwakilan Apdesi Kabupaten Bogor, Asep Ma’mun Nawawi mengatakan, Perpres yang mengatur rincian APBDes, khususnya Dana Desa (DD) menabrak sistem perencanaan desa yang sudah berjalan.

Sehingga, kata dia,  jika diterapkan akan menghambat pembangunan desa. Sebab 40 persen DD dialokasikan untuk program perlindungan sosial berupa bantuan langsung tunai desa.

BACA JUGA Pemilik Bangunan Demo, Tim Eksekutor Pembongkaran dari Jasa Marga Balik Kanan

Kemudian 20 persen untuk program ketahanan pangan dan hewani, serta 8 persen dialokasikan untuk refocusing anggaran mendukung penanganan Covid-19.

“Jika ditotalkan DD yang terkuras untuk menanggulangi hal itu mencapai 68 persen. Sementara anggaran tersisa hanya 32 persen, padahal desa juga punya beban, punya janji dan tanggung jawab kepada masyarakat,” kata Asep BJ, sapaan akrabnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp (WA), Kamis (16/12).

Dengan sisa 32 persen, lanjut dia, Perpres Nomor 104  Tahun 2021 sama halnya dengan mengebiri hal dan kewenangan pemerintah desa. Apalagi rata-rata pemdes sudah menggelar musdes dan musrenbang, banyak sekali aspirasi untuk pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan setelah dua tahun ini terkoreksi sangat besar untuk penanganan Covid-19.

“Para kades bukan tidak sepakat dengan ketentuan tersebut. Kami siap melaksanakan ketentuan prioritas penggunaan dana desa dgn ketentuan tidak dikunci atau diploting angkanya,” tegas Kepala Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua ini.

BACA JUGA Ferry Roveo Chechanova: Tepi Jalan Umum Bukan Bukan Milik Perumda Tohaga, tak Layak Terima Iuran

Karena itu, jika pemerintah menganggap desa bisa berperan mengangkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, maka Perpres tersebut harus direvisi atau dicabut.

Sementara itu, Ketua DPP Apdesi, Surta Wijaya, meminta agar penggunaan DD dilakukan berdasarkan permusyawaratan berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Harus direvisi berdasarkan asas hukum rekognisi dan subsidiaritas dan kewenangan Desa dalam UU No 6/2014 tentang Desa, sehingga Desa berwenang untuk mengatur dan mengurus Dana Desa sesuai hasil permusyawaratan di Desa,” ujarnya.

Dia menilai keuangan desa dalam APBN berdasarkan kewenangan Desa. Sehingga, Surta menyebut Menteri Keuangan harus menerbitkan kebijakan pengelolaan keuangan dalam APBN tanpa membatasi penggunaan dana desa untuk perlindungan sosial, program ketahanan pangan dan hewani, serta dukungan pendanaan Covid-19.

BACA JUGA Berbagi Kebaikan di Lingkungan, Pabrik Aqua Ciherang Berikan Edukasi Bijak Berplastik di SMK Humanika

“Kami meminta dengan hormat dukungan publik, terutama dari bupati/wali kota dan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota untuk menunda pelaksanaan ketentuan Pasal 5 ayat (4) Perpres No. 104/2021 tentang Rincian APBN TA 2022 yang mengatur tentang penggunaan Dana Desa pada TA 2022, sehingga Dana Desa kembali digunakan sesuai asas rekognisi, subsidiaritas dan permusyawaratan dalam UU No. 6/2014 tentang Desa. Desa tidak boleh menjadi korban dari kebijakan sentralistik pengelolaan keuangan negara dan Kepala Desa tidak menjadi korban kebijakan yang berujung pada kesalahan administrasi dan perbuatan pidana,” tukasnya.

**dede suhendar

Pemilik Bangunan Demo, Tim Eksekutor Pembongkaran dari Jasa Marga Balik Kanan

0

JURNAL INSPIRASI – Niat PT Jasa Marga akan melanjutkan pembongkaran kembali terhadap sejumlah bangunan kios warung milik warga yang masih berdiri di atas lahan negara, di Kampung Tipar, Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (16/12),  akhirnya batal dilakukan.

Petugas eksekutor pembongkaran yang dibawa perusahaan milik negara itu, memilih balik kanan saat mengetahui ada aksi massa dari warga atau para pemilik warung.

Pemilik warung yang merupakan warga Kampung Tipar RW 04, Desa Ciawi Kecamatan Ciawi tersebut, memilih turun ke jalan dan melakukan demo kepada pihak PT Jasa Marga.

BACA JUGA Berbagi Kebaikan di Lingkungan, Pabrik Aqua Ciherang Berikan Edukasi Bijak Berplastik di SMK Humanika

Dalam orasinya, sambil membentangkan spanduk warga yang didominasi ibu-ibu itu, berteriak meminta keadilan agar bukan hanya tempat mengais rezeki mereka saja yang dibongkar, tapi seluruh bangunan kios yang berdiri di lahan Jasa Marga.

 “Masa hanya kios kami saja dibongkar, sedangkan bangunan kios didepan jalan masuk kenapa tidak. Kami menuntut keadilan,” teriak salah seorang pemilik bangunan kios yang akan dibongkar saat melakukan demo, Kamis (16/12).

Imam Wijaya, warga Kampung Tipar mempertanyakan Jasa Marga yang tidak menggusur bangunan-bangunan permanen, karena sama-sama berdiri di lahan negara. Namun, pembongkaran yang dilakukan pihak Jasa Marga hanya kios di titik-titik tertentu, yakni di lahan yang dimanfaatkan oleh warga asli Kampung Tipar untuk berjualan.

Imam menegaskan, apabila pihak Jasa Marga tidak tembang pilih dalam menegakan aturan dengan membongkar semua bangunan yang berdiri di atas lahan negara, warga atau para pemilik warung disini akan membongkar bangunannya sendiri.

 “Bagaimana kami tidak kesal, bangunan diatas tidak dibongkar, berikut juga bangunan yang ada dibawah tidak dibongkar, padahal sama-sama berdiri di lahan Jasa Marga dan juga permanen. Bagi kami ini sudah tidak adil, kalau hanya kios kami saja yang dibongkar,” tegasnya.

BACA JUGA Ferry Roveo Chechanova: Tepi Jalan Umum Bukan Bukan Milik Perumda Tohaga, tak Layak Terima Iuran

Sementara, Panit Binmas Polsek Ciawi, Ipda Agus Syafi’i, yang turun langsung mengamankan aksi massa tersebut mengungkapkan, pada intinya warga bukan menolak penertiban. Warga mempertanyakan kenapa tidak semua bangunan yang berdiri di atas lahan PT Jasa Marga dilakukan pembongkaran dan hanya kios mereka saja.

 “Masyarakat juga akan menjaga ketertiban. Saya yakin masyarakat disini bisa mengendalikan diri dan menjaga ketertiban,” tukasnya.

Berdasarkan informasi, pihak PT Jasa Marga sudah melakukan pembongkaran  sejumlah bangunan kios yang digunakan warga berjualan di Kampung Tipar, dua hari lalu tepatnya pada Rabu (15/12).

Rencananya, tim eksekutor Jasa Marga akan melanjutkan pembongkaran kembali bangunan-bangunan kios yang belum dibongkar.

Untuk menghindari terjadinya bentrok massa antara pihak Jasa Marga dengan warga, difasilitasi Pemerintah Desa Ciawi bersama Polsek Ciawi, akhirnya dilakukan musyawarah di aula kantor desa.

**dede suhendar

Berbagi Kebaikan di Lingkungan, Pabrik Aqua Ciherang Berikan Edukasi Bijak Berplastik di SMK Humanika

0

JURNAL INSPIRASI – Sebagai perusahaan yang ramah lingkungan, Pabrik AQUA Ciherang berbagi kebaikan dengan tetangga. Kali ini tim Pabrik AQUA Ciherang,  berkunjung ke SMK Humanika yang berjarak sekitar 100 meter dari pabrik guna menjelaskan cara pengelolaan sampah, baik sampah organik maupun anorganik.

Di sekolah tersebut, tim Pabrik AQUA Ciherang menjelaskan, bahwa kegiatan operasional Pabrik AQUA Ciherang dijalankan dengan konsep ramah lingkungan. Bahkan, seluruh proses produksi termasuk pemanfaatan sumber daya alam, dilaksanakan secara bijak, sesuai peraturan yang berlaku serta selalu memperhatikan faktor dampak lingkungan.

 “Saat ini Pabrik AQUA Ciherang menerapkan program Blue Operations, yaitu penerapan produksi yang ramah lingkungan dari hulu sampai ke hilir pada setiap aspek produksi. Dengan demikian, proses produksi yang kami jalankan dilakukan secara efektif dan efisien dengan senantiasa memperhatikan faktor sosial lingkungan secara terintegrasi,” jelas HR Manager Pabrik AQUA Ciherang, Muhammad Atim dihadapan puluhan murid SMK Humanika, Kamis (16/12).

BACA JUGA Ferry Roveo Chechanova: Tepi Jalan Umum Bukan Bukan Milik Perumda Tohaga, tak Layak Terima Iuran

Muhammad Atim mengungkapkan, bahwa dalam Blue Operations terdapat tiga pilar utama pengelolaan produksi yang ramah lingkungan, yaitu efisiensi di bidang energi, air dan kemasan.

Untuk energi, lanjutnya, pihaknya  menjalankan program-program hemat energi dalam kegiatan operasional sehari-hari di pabrik. Terkait efisiensi air, pihaknya berupaya untuk memanfaatkan air secara bijak, setiap tetes air sangat berharga untuknya.

Selain itu, pihaknya berupaya menjaga sumber-sumber air di sekitar pabrik bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Sedangkan untuk kemasan Pabrik AQUA Ciherang, telah menggunakan kemasan plastik hasil daur ulang dan pengelolaan sampah.

 “Saat ini sampah menjadi persoalan untuk kita semua. Kita perlu menghadapi hal itu dan mengatasinya secara bersama-sama. Cara yang baik adalah, mulai dari diri sendiri dengan melakukan pemilahan sampah organik, anorganik dan sampah plastik,” papar Muhammaf Atim.

Kunjungan tim Pabrik AQUA Ciherang pada 16 Desember 2021 itu, diterima dengan baik oleh Kepala Sekolah SMK Humanika Bayu Purwananda.

Bayu Purwananda mengaku sangat berterima kasih kepada Pabrik AQUA Ciherang yang berkenan untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengelola sampah. Rencananya, pihak sekolah akan memasukkan masalah pengelolaan sampah tersebut ke dalam kurikulum SMK Humanika.

BACA JUGA Soal Kegiatan Galian Tanah, Ini Kata Kades Tlajung Udik

 “Edukasi yang disampaikan tim Pabrik AQUA terkait sampah ini sangat bagus. Makanya, kami akan masukkan ke dalam kurikulum di sekolah ini,”

ujar Bayu pada edukasi bijak berplastik diikuti sekitar 40 murid SMK Humanika yang saat ini masih menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan didampingi 10 guru.

Sementara, dikesempatan itu Stakeholder Relations Manager, Heri Yunarso menyerahkan dua drop box. Satu drop box khusus untuk pilah sampah botol, tutup botol dan label. Sedangkan satu lagi, untuk sampah organik dan anorganik.

 “Kami berharap drop box ini bermanfaat untuk SMK Humanika, karena selama ini sudah mengelola sampah dengan baik dan ada pemulung yang selalu siap untuk mengambil sampah itu,” tukasnya.

Keberadaan Pabrik AQUA Ciherang yang menjalankan kegiatan operasional secara ramah lingkungan dan mau berbagi kebaikan dengan tetangga, membuat Pabrik AQUA Ciherang mendapat Sertifikasi dan Penghargaan Industri Hijau 2021 dari Kementerian Perindustrian RI dan PROPER Hijau dari Kementerian KLHK.

**deni ratama/dede suhendar