23 C
Bogor
Friday, May 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 982

Sosialisasi Kaldu Emas Disambut Antusias

0


JURNAL INSPIRASI – Sosialisasi aplikasi Kaldu Emas (Kanal Pengaduan Elektronik Masyarakat) Kementerian Pertanian disambut antusias seluruh jajaran di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor.

Kepala PPMKP Yusral Tahir menuturkan hadirnya Kaldu Emas yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian melalui Inspektorat Jenderal merupakan salah satu bentuk dukungan program pemerintah dalam akselerasi transformasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meliputi core values dan employer branding.

“Presiden kita, Pak Jokowi baru saja meluncurkan core values dan employer branding ASN yaitu berakhlak dan bangga melayani bangsa. Nah adanya kanal ” Kaldu Mas” ini merupakan implementasi dari pelayanan pada masyarakat yang merupakan salah satu aspek nilai dasar ASN, berAKHLAK yaitu berorientasi pelayanan”, ucap Yusral , Rabu (15/12/2021).

Baca Juga Pasca Resmikan Alun- Alun Kota Bogor, Kang Emil Berikan Pantun Khusus Untuk Bima Arya

Sementara itu, dalam paparannya Yosua Meditia Andreanthony, Auditor Inspektorat Jenderal Kementan menyebutkan Kaldu Emas merupakan inovasi Kementerian Pertanian yang merupakan salah satu implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik untuk mewujudkan pelayanan publik berkualitas dan terpercaya.

“Kaldu Emas merupakan salah satu SPBE Kementerian Pertanian yang bertujuan mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya dalam upaya mendukung reformasi birokrasi”, kata Yosua di PPMKP Ciawi Bogor, Rabu (15/12/2021).

Melalui situs dumas.pertanian.go.id, kata Yosua stakeholders Kementerian Pertanian mulai dari eselon 1 hingga UPT (Unit Pelaksana Teknis) dibawahnya, baik internal maupun eksternal dapat mengadukan hal – hal yang menyimpang berkaitan dengan pelayanan publik.

Baca Juga Terjadi 45 Kasus Tawuran Pelajar Warnai Kota Bogor Sepanjang 2021

Kata Yosua sistem aplikasi ini terintegrasi sehingga tata kelola dan penanganan pengaduan masyarakat dapat terpantau, semua elemen dapat mengetahui pengaduan masyarakat yang diadukan di tiap UPT.

“Seluruh stakeholders Kementerian Pertanian termasuk insan pertanian dapat mengadukan hal – hal menyimpang apapun berkaitan dengan pelayanan publik yang diselenggarakan Kementerian Pertanian maupun UPT di bawahnya, “ ujarnya..

Lahirnya Kaldu Emas kata Yosua sejalan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 77 tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Masyarakat (dumas).

Sementara itu, pemateri lainnya, Vivi Susilawati mengungkapkan terdapat enam jenis pengaduan yang dapat diadukan stakeholders pada Kementerian Pertanian dan UPT dibawahnya.

Baca Juga Handayani Geulis Serahkan Hak Paten “Batik Bogor Pisan” ke Pemkot Bogor

“Setidaknya ada enam pengaduan yang dapat diadukan stakeholders di kanal Kaldu Emas meliputi force majeure, pelanggaran kode etik, pelanggaran mekanisme / prosedur, penyimpangan dana, dan intervensi” tutur Vivi.

Dalam kesempatan tersebut, dikenalkan pula aplikasi Sigap UPT yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian yaitu aplikasi pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan gratifikasi. Aplikasi tersebut sebelumnya telah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam bidang pelayanan publik.

**Nita/Regi PPMKP Ciawi

11 Petarung Kota Bogor Turun di BK Porprov Jabar

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak 11 atlet Tarung Derajat Kota Bogor mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV 2021 di GOR Bima, Cirebon, yang berlangsung dari 19 hingga 23 Desember 2021.

Ketua Pengurus Cabang Tarung Derajat (TD) Kota Bogor, Boris Derurasman mengatakan bahwa dalam BK kali ini pihaknya menurunkan sebanyak 11 atlet, yang terdiri dari tujuh putra dan empat putri. “Target kami Insya Allah semua yang ikut BK dapat lolos agar bisa berlaga di Porprov nanti,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/12).

Baca Juga Pasca Resmikan Alun- Alun Kota Bogor, Kang Emil Berikan Pantun Khusus Untuk Bima Arya

Menurut Boris, ada dua atlet andalan TD yang berlaga dalam BK, yakni Bumi Arkananta pada kelas 58-61 kilogram dan Faradila Pasha pada nomor 45-50 kilogram.

“Ya, mudah-mudahan mereka dapat mempersembahkan medali emas bagi Kota Bogor,” ucap Boris.

Ia pun meminta agar seluruh atlet menunjukan sportivotas dan semangat pantang menyerah demi mengharumkan Kota Bogor di level Jawa Barat.

Baca Juga Terjadi 45 Kasus Tawuran Pelajar Warnai Kota Bogor Sepanjang 2021

Lebih lanjut, kata Boris, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung merupakan lawan terberat Kota Bogor pada Porprov nanti. Atas dasar itu ia berharap,atet ‘Kota Hujan’ tak bertemu dengan atlet dari kedua daerah tersebut di awal laga.

“Untuk Porprov kami memasang target tiga emas. Kami ingin memperbaiki raihan pada Porprov 2018 lalu, yang hanya satu emas. Insya Allah bisa direalisasi, sebab persiapan atlet sejauh ini sudah sangat matang lantaran digembleng baik teknik maupun fisik,” kata Boris.

**fredy kristianto

Terjadi 45 Kasus Tawuran Pelajar Warnai Kota Bogor Sepanjang 2021

0

JURNAL INSPIRASi – Sepanjang tahun 2021 jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota tangani 45 kasus tawuran pelajar yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Bogor.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto mengatakan, dari 45 kasus tersebut setidaknya ada lima pelajar yang mengalami luka-luka dan dua pelajar meninggal dunia akibat tawuran antar pelajar.

“Total ada 45 kasus tawuran pelajar. Dengan korban luka sebanyak lima orang dan meninggal dunia dua orang,” katanya, Jumat (17/12/ 2021).

Dari 45 kasus tawuran pelajar itu, Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan 146 pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran di sepanjang tahun 2021.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengamankan 314 pucuk senjata tajam berbagai jenis dan ukuran, yang digunakan pelajar dalam aksi tawuran.

“146 pelajar yang terlibat tawuran kami amankan. Kami juga menyita 314 senjata tajam. Mulai dari samurai, clurit, stik golf dan senjata lainnya,” ujarnya.

Dhoni menjelaskan, dari enam kecamatan yang ada di Kota Bogor, hampir setiap wilayah masuk dalam kategori zona merah yang menjadi langganan titik tawuran pelajar.

“Kami mencatat ada 64 titik lokasi yang sering digunakan pelajar untuk tawuran. 64 titik merata di enam kecamatan yang ada di Kota Bogor,” tutupnya.

**ahmad solehudin/mg-uika

Pasca Resmikan Alun- Alun Kota Bogor, Kang Emil Berikan Pantun Khusus Untuk Bima Arya

0

JURNAL INSPIRASI – Bertepatan dengan ulang tahun ke-49 Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto yang jatuh pada 17 Desember 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya meresmikan Alun-alun Kota Bogor.

Bahkan, peresmian Alun-alun Kota Bogor yang menelan biaya pembangunan senilai Rp13,6 miliar itu juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, peresmian Alun-alun Kota Bogor ini merupakan momen bersejarah untuk Wali Kota Bogor. Sebab, peresmian Alun-alun Kota Bogor tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang ke-49.

Baca Juga Handayani Geulis Serahkan Hak Paten “Batik Bogor Pisan” ke Pemkot Bogor

Selain meresmikan alun-alun, pada kesempatan itu Ridwan Kamil juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dengan sebuah pantun.

“Makan bihun makan roti srikaya. Selamat ulang tahun Kang Bima Arya,” katanya, saat meresmikan Alun-alun Kota Bogor, Jumat 17/12/2021.

Ridwan Kamil menjelaskan, pada 2021 ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan hibah kepada 27 kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat untuk pembangunan alun-alun.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menilai, alun-alun kota merupakan salah satu elemen penting bagi sebuah daerah. Di mana alun-alun merupakan salah satu gambaran atau wajah bagi suatu daerah.

“Di tahun ini ada 27 kota kabupaten yang kami berikan hibah untuk pembangunan alun-alun. Salah satunya Kota Bogor. Karena alun-alun merupakan satu identitas bagi setiap daerah,” ujarnya.

Baca Juga Mengenal Kotok Bongkok, Makanan Khas dari Lebak Banten

Kang Emil juga memuji konsep pembangunan Alun-alun Kota Bogor. Tak hanya dari segi desain dan pengerjaan, Kang Emil juga memuji lokasi pemilihan Alun-alun Kota Bogor yang sarat akan sejarah.

“Alun-alun Kota Bogor ini sangat istimewa, karena punya dimensi sejarah yang tidak semua kota dan kabupaten di Jawa Barat miliki. Yaitu nempel dengan Stasiun Bogor yang usianya sudah 140 tahun dan akan ada juga Masjid Agung Kota Bogor di sini,” ucapnya.

Dirinya berharap, dengan adanya Alun-alun Kota Bogor ini dapat meningkatkan identitas Kota Bogor sebagai kota yang aman dan nyaman.

“Karena ciri kota yang baik adalah warganya yang sering nongkrong di alun-alun dan taman publik, yang menandakan kotanya aman dan nyaman. Semoga dengan ini bisa menaikan kelas Kota Bogor sebagai kota aman dan nyaman,” tutupnya.

**ahmad solehudin/mg-uika

Handayani Geulis Serahkan Hak Paten “Batik Bogor Pisan” ke Pemkot Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Bertepatan pada 16 Desember 2011, Batik Handayani Geulis memulai kiprahnya di Kota Bogor, pasalnya ini menandai 1 dekade kiprah Handayani Geulis Batik Bogor.

Sri Ratna Handayani Budi selaku pemilik menyerahkan secara langsung salah satu motif batik miliknya, yakni Bogor Pisan yang telah memiliki sertifikat hak paten kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya secara langsung di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Kamis (16/12/2021), belum lama ini.

Baca Juga Dewan Sorot Pasar Tanah Baru

Dalam penyerahan tersebut, Bima Arya mendapatkan penjelasan secara langsung dari pemilik Handayani Geulis Batik Bogor tentang 13 sertifikat hak paten motif batik yang telah diproduksi dan menjadi pemegang hak paten terbanyak di Kota Bogor.

Disamping perjalanan jatuh bangun yang dialami Sri Ratna Handayani Budi dalam membangun Handayani Geulis Batik Bogor hingga saat ini

Usai menerima batik Bogor Pisan, Bima Arya mengungkapkan, tantangan dan konsistensi para pengrajin batik Kota Bogor untuk mempertahankan dan meningkatkan minat serta animo masyarakat terkait batik menjadi satu hal yang harus dihadapi, mengingat batik adalah budaya asli yang juga kebanggaan Indonesia.

Baca Juga Kondisi Kantor PDJT Mengkhawatirkan

“Tantangan untuk menumbuhkan kebanggaan masyarakat Kota Bogor akan batik asli Kota Bogor secara khusus. Selain itu juga untuk mengembangkan pasar dan batik identitas Kota Bogor yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bogor,” kata Bima Arya didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman.

Sri Ratna Handayani Budi menyebutkan, Handayani Geulis Batik Bogor memiliki 91 motif batik tulis dan batik cap. Salah satu motif batik yakni Batik Bogor
Pisan yang menggambarkan ikon-ikon Kota Bogor
yang memiliki filosofi tentang keberagaman warga
yang menjadi kekuatan Kota Bogor.

Penyerahan batik motif Bogor Pisan sebagaimana yang diungkapkan Handayani Geulis Batik Bogor sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih pihaknya kepada Pemkot Bogor yang telah memberikan dukungan.

Baca Juga Aliansi Budaya Jawa Barat Desak Pemkot Hentikan GLOW

“Sebagai salah satu pengrajin batik di Kota Bogor saya serahkan hak paten Batik dengan motif Bogor Pisan kepada Pemerintah Kota Bogor untuk di produksi oleh pengrajin batik lain di Kota Bogor. Saat ini motif itu hanya ada di Handayani Geulis, di Jalan Raya Bogor Baru Nomor 16, Tegal Gundil, Bogor Utara,” katanya.

Handy Mehonk | **l

Mengenal Kotok Bongkok, Makanan Khas dari Lebak Banten

0

JURNAL INSPIRASI – Kotok Bongkok atau kerap kali disebut juga Picung Bongkok adalah hasil fermentasi dari kluwek atau kepayang atau picung. Meski namanya cukup unik didengar, panganan yang satu ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan kotok atau ayam.

Makanan khas Lebak ini dipercaya berasal dari Kampung Cimenger, Desa Mekanwangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten. Makanan ini cukup populer juga di kecamatan sekitarnya seperti Kecamatan Cipanas, Sajira, Sobang dan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Untuk proses pembuatan Kotok Bongkok ini cukup rumit, karena harus dilakukan oleh ahlinya. Lantaran jika salah sedikit dalam bentuk pengolahannya maka bisa-bisa masih mengandung zat-zat beracun didalamnya.

BACA JUGA Penghuni Huntara Keluhkan tak Nyaman

Proses pembuatan Kotok Bongkok ini mula-mulaya dilakukan dengan mengupas isi biji lalu melakukan perendaman secara berulang-ulang, dan tahap selanjutnya proses fermentasi beberapa hari sehingga aman untuk dikonsumsi.

Jika proses pembusukan dinilai sudah pas dan memiliki aroma khas yang cukup menyengat, maka Kotok Bongkok sudah siap dikonsumsi oleh pelanggan.

Untuk teksturnya sendiri cukup lunak dan kenyal juga sedikit mirip tekstur jamur. Umumnya, Kotok Bongkok dimasak dengan cara dibungkus daun pisang (dipais) lalu dibakar di atas bara api, ditumis, digoreng krispi dengan balutan tepung.

Bagi yang tak terbiasa, rasanya memang terasa aneh di lidah. Tapi bagi kebanyakan masyarakat di sekitar Kecamatan Muncang, pais Kotok Bongkok katanya sangat nikmat dipadukan dengan nasi, sambal dan ikan pindang maupun berbagai macam ikan asin.

BACA JUGA Dewan Sorot Pasar Tanah Baru

Kotok Bongkok ini biasanya dijajakan oleh penjual dengan cara keliling di wilayah Kecamatan Cipanas atau Kecamatan Muncang. Untuk harga satu nyiru (alat menampi beras berbentuk bundar) bisa berisi 150 biji Kotok Bongkok dengan harga satuannya sekitar 500 Rupiah per biji.

Kotok Bongkok sendiri adalah salah satu kuliner tradisional turun-temurun yang harus tetap dilestarikan. Di dalamnya terdapat khasnya tersendiri yang bisa dijadikan potensi bagi masyarakat, baik secara ekonomi maupun budaya. Dan jika harus melihat tradisi kuliner di Nusantara yang tak lepas dari buah bernama Kepayang, Kotok Bongkok tentu bisa menjadi produk unggulan ciri khas Lebak selain gula aren dan madu.

**mia nurjanah/mg-uika

Penghuni Huntara Keluhkan tak Nyaman

0

Toilet Bersama, Gubuk Sempit, Dinding Bolong, Atap Panas dan Berisik Saat Hujan

JURNAL INSPIRASI – Keinginan untuk tinggal di rumah yang layak huni, saat ini sedang diimpikan oleh  warga korban banjir bandang dan longsor pada awal tahun 2020 lalu.

Pasalnya, ratusan warga di Kampung Cileuksa Utara, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dengan jumlah 245 Kepala Keluarga (KK) di satu RW sekitar 400 jiwa itu, terpaksa harus menempati hunian sementara (Huntara) yang kondisinya saat ini sangat menghawatirkan.

“Kami sudah hampir dua tahun ini bertahan dengan terpaksa di Huntara dengan keadaan  yang sudah tidak layak apalagi kesehatan udah terganggu seperti toilet tidak maksimal,” ujar Ketua RW 06 Hasannudin (50) kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/12).

BACA JUGA Dewan Sorot Pasar Tanah Baru

Hasanudin menyebut mereka dengan terpaksa menempati bangunan Huntara tersebut karena tidak ada pilihan lain. “Sebetulnya kami sudah nggak tahan lagi  tinggal di Huntara ini,” cetusnya.

Terlebih menurutnya, sudah terlalu lama tempat tinggalnya sudah tidak nyaman untuk ditempati.

“Kondisi bangunan yang saat ini kalau hujan pasti berisik karena atapnya terbuat dari seng dan dindingnya pada bolong, apalagi kalau musim panas warga pada nggak di dalem karena panas,” ujarnya.

Ia berharap kepada pemerintah pusat untuk segera direalisasikan hunian tetap (Huntap) untuk warga korban longsor dan banjir.

“Kami dan warga penghuni huntara lainnya minta kepada pemerintah pusat Bapak Presiden Jokowi untuk segera membangunkan rumah yang layak dan hunian tetap untuk ditempati,” harapnya.

BACA JUGA Kondisi Kantor PDJT Mengkhawatirkan

Sementara warga lainnya, Rahmah (50) juga mengaku sudah tidak tahan lagi tinggal di gubuk hunian sementara tersebut. Gubug yang ditempati menurutnya, sangat sempit dengan ukuran 3X4 dengan ditempati dua keluarga, sehingga kalau tidur harus berdesakan jadi satu dengan dapur.

“Kami berharap penderitaan yang kami alami ini cepat berakhir, berharap bantuan dari pemerintah untuk pembangunan rumah hunian tetap dan layak bisa kami tempati bersama Keluarga dengan nyaman dan sehat,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, warga mengeluhkan kondisi toilet yang tidak layak. “Ada satu MCK digunakan untuk satu RT secara bersama sama,” pungkasnya.

**andres

HADITS HARI INI

0

Sahih al-Bukhori: 4700

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لاِرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا. فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda:

Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.

Pesan :
Jangan menikahi seorang wanita karena wajahnya, keturunannya, atau hartanya saja. Namun carilah wanita yang mempunyai ilmu agama yang baik dan menerapkannya dalam kehidupan, karena wanita itu akan menjadi ibu bagi anak-anak anda kelak.

Tahun 2022, Perumda Tirta Pakuan Genjot Pendapatan

0

Matangkan Rencana Potensi dalam Bisnis Air Kemasan


 
JURNAL INSPIRASI – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus mematangkan rencana menarik pendapatan dari potensi sektor bisnis lain, selain menyediakan air minum bagi pelanggan.
 
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan menegaskan, pihaknya tengah mematangkan rencana kemungkinan potensi bisnis lain untuk menggenjot pendapatan.
 
Dalam waktu dekat, kata Rino, pihaknya akan membuat Fesibility Studies (FS) atau studi kelayakan rencana pengembangan usaha (bussiness plan) untuk tahun depan.
 
“Diantaranya kemungkinan kita buat air kemasan. Baik dijual langsung atau kita suplai ke produsen. Atau, ada kemungkinan kita ‘main’ di penyuplai es batu yang katanya di Kota Bogor itu-itu saja, kemungkinan-kemungkinan itu akan kita matangkan,” jelas Rini, Kamis (16/12/2021).
 
Untuk mewujudkan hal itu, tegas Rino, pihaknya memang tidak akan bekerja sendiri, melainkan bakal bekerja sama dengan pihak lain atau investor.
 
Pihaknya mengaku, sudah melakukan inventarisasi rencana bisnis secara internal. Tinggal melanjutkan diskusi dengan pihak lain atau calon investor dalam Forum Discussion Group (FGD), yang direncanakan pada pekan depan.
 
“Untuk itu mulai akhir tahun ini atau awal tahun depan kita mulai bertemu banyak pihak, dengan tujuan membuka kerjasama. Mulai dari pemkot melalui ibu sekda, pimpinan BUMD lain, Pemprov Jabar hingga pusat dan swasta, untuk business plan lima tahun kedepan,” paparnya.
 
Hal itu dilakukan agar target Perumda Tirta Pakuan sejalan dengan target Pemkot Bogor, Pemprov Jabar hingga pemerintah pusat. Termasuk sebagai dasar pengajuan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) ke pemerintah.
 
“Hampir semua kita tidak kerjakan sendiri. Kita gandeng beberapa pihak karena kita ingin tetap di koridor penjual air minum saja. Selain itu bentuknya kerjasama,” tandas Rino.
 
Ditambahkan Rino, sumber pendapatan dari rencana pengembangan bisnis lain itu akan berbentuk sharing profit atau berbagi keuntungan.
 
“Jadi kita sharing profit. Itu akan kita gunakan untuk meningkatkan pelayanan ke pelanggan di Kota Bogor,” ungkapnya.
 
Sehingga, ujar Rino, pada kuartal pertama tahun 2022 pihaknya bakal membuka apa saja potensi bisnis di Perumda Tirta Pakuan.
 
“Kita undang semua potensi kerjasama, jadi selain investasi utama kita suplai air ke pelanggan. Kita dapat keuntungan dari kerjasama pengembangan bisnis ini. Jadi pelayanan utama kita tetap,” pungkas Rino.

** handy mehonk 

Iluni 95 SMA Rimba Madya Jaga Konsistensi Lakukan Donor Darah

0

JURNAL INSPIRASI – Ikatan Alumni Angkatan 1995 (Iluni 95) SMA Rimba Madya, Pasir Mulya, Bogor Barat, Kota Bogor, masih konsisten menjaga programnya melakukan donor darah.

Kali ini, donor darah dilakukan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciomas, Kamis (16/12/2021).

“Kebetulan (Kepala Desa Mekarjaya Yasin SH) alumni Rimba,” ujar Zaenal Mutaqin, Ketua Alumni SMA Rimba Madya 95.

BACA JUGA Dewan Sorot Pasar Tanah Baru

Kegiatan donor darah yang rutin digelar 3 bulan sekali tersebut kata dia, sebagai wujud peduli terhadap sesama yang membutuhkan darah.

“Tadi ada 50 orang lebih yang donor dari alumni dan warga sekitar,” jelas Zaenal.

Donor darah di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor diakuinya tidak jauh dengan sebaran alumni di Bogor Barat.

BACA JUGA Kondisi Kantor PDJT Mengkhawatirkan

Pihak Iluni 95 berupaya keliling dalam program donor darah sehingga tidak terpaku di satu titik pelaksanaan.

“Tiga bulan yang akan datang lagi mungkin di Bogor Barat lagi,” tandas Zaenal.

**ass