28.5 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 957

Asap Pembakaran Diduga Akibatkan Petani Gagal Panen

0

JURNAL INSPIRASI – Ratusan petani di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor terancam gagal panen. Puluhan hektare kebun milik warga seketika mengalami keguguran, bahkan tidak sedikit padi milik petani memerah yang menggambarkan padi-padi tersebut terancam mati.

Omang

Menurut Kepala Desa Mekarwangi, Omang, awal mula fenomena ini terjadi sejak tiga Januari lalu, yang diduga disebabkan oleh pembakaran ban dan kabel di sekitar wilayah warga.

“Saat ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Mekarwangi sedang mengumpulkan warga mencari solusi atas fenomena ini,” tuturnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (06/01/22).

Usai melakukan mediasi dengan warga, Pemdes Mekarwangi pun mendapatkan solusi untuk mendata kerugian warga.

“Solusi yang didapat, Pemdes melalui Poktan melakukan pendataan kerugian petani, yang nantinya akan di musyawarahkan kembali  dengan yang diduga melakukan pembakaran ban,” paparnya.

Sekedar diketahui, saat mediasi dihadiri juga Babinsa, Babinmas, PPL dan UPT Kecamatan Cariu.

** Nay Nur’ain

Gunakan Kas Desa, Kades Sukagalih Pasang PJU

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor melakukan kerja nyata untuk masyarakat berupa pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), belum lama ini.

Kepala Desa Sukagalih Samsudin mengatakan, pemasangan PJU salah satu kepedulian pemdes terhadap warga yang dilakukan di  11  titik yang tersebar di RT 03 RW 02.

“Anggaran pemasangan lampu PJU ini hasil kas Desa Sukagalih,” kata Samsudin kepada Jurnal Bogor, Kamis (6/1/22).

Dia mengaku bangga karena pekerjaan ini berkat sinergitas antara  pemdes dan warga  untuk menampung aspirasi dari warga, serta tidak terlepas bimbingan para tokoh masyarakat.

“Diharapkan dengan adanya lampu penerangan jalan umum semoga dapat bermanfaat bagi seluruh warga Desa Sukagalih,” harap Samsudin.

Senada disampaikan Sekdes Sukagalih Yanto yang mengaku bangga kepada kades dengan adanya lampu PJU untuk kepentingan warga, terlebih pemasangan ini menggunakan anggaran kas desa.

“Pemasangan ini tidak terlepas dari dorongan semua pihak dan stakeholder yang ada sehingga dapat mewujudkan cita-cita warga Desa  Sukagalih,” jelasnya.

Sementara warga RT 03 RW 02 warga  Kampung Jemblung Dadang mengapresiasi pemasangan PJU oleh kades  sehingga warga bisa merasakan manfaat PJU. Dia berharap kedepan penerangan jalan umum ini jadi program kerja Kades yang berkelanjutan serta bisa jadi upaya pemerataan kepada seluruh warga.

“Jalan-jalan lingkungan yang ada di Desa Sukagalih bisa mendapatkan penerangan PJU,” pungkasnya.

** Nay / Ramses

Jalan Samisade di Sukajaya Disambut Positif

0

JURNAL INSPIRASI – Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) disambut positif masyarakat khususnya warga Desa Sukajaya Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor mengingat jalan yang  sudah puluhan  tahun rusak, kini telah di bangun dimana tadinya tidak layak kini sudah bisa dilintasi.

Tim Monitoring Samisade Kecamatan Jonggol Mulyadi mengatakan program Samisade saat ini sudah di rasakan warga masyarakat yang bermukim  di Kampung  Cigintung  RT 04 RW  02 Desa Sukajaya. “Sudah dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) yang turut didampingi oleh BPD, Kadus, RW, UPT PUPR  Jonggol,” ujarnya, Kamis (06/01/22).

 Menurutnya, dari Kecamatan Jonggol sendiri monitoring secara random tahap kedua, dan mengkroscek lagi apakah sudah diselesaikan pembangunan betonisasinya dari program yang sudah direncanakan oleh desa,dan untuk saat  ini program Samisade untuk Desa Sukajaya sudah selesai.

”Evaluasi ini didampingi dari tim PUPR juga, dan nanti hasil dari PUPR dan tim pengamatan kecamatan akan dibuatkan laporan secara tertulis, buat ke desa maupun ke pimpinan,” bebernya .

Selain itu, dia menghimbau agar jalan yang sudah dibangun untuk dirawat  dan dijaga. Sebab percuma kata dia, jika pemerintah membangun jalan bagus juga, tapi kalau masyarakatnya tidak peduli kemudian tidak menjaga yang akibatnya nanti hancur lagi. Terutama kapasitas kendaraan yang melintasi di atas 5 ton jangan sering melintas.

“Apalagi ketika masyarakat membiarkan muatan mobil di atas 5 ton maka akan cepat rusak lagi jalan ini. Mari kita jaga semua infrastruktur yang ada di daerah kita agar awet dan terawatt,” pungkasnya.

** Nay / Ramses

Hmmm … Baru Seumur Jagung Proyek Samisade Desa Ligarmukti Retak dan Ngelotok

0

JURNAL INSPIRASI – Program unggulan Bupati Bogor, diduga banyak disalah gunakan oleh segelintir orang sehingga adanya anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tidak maksimal dengan hasil di lapangan.

Seperti yang terjadi di Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor betonisasi yang belum seumur jagung tersebut sudah retak parah dengan sendirinya. Padahal jalan tersebut bukanlah jalan yang dilalui kendaraan bertonase tinggi.

Kepala Desa Ligarmukti Samin mengatakan, Samisade Desa Ligarmukti berada di Kampung Cisalada RT 08/04 dan pembuatan di tahap kedua saat November akhir. Untuk Pengaspalan jalan desa dengan volume P 1.100 x L 2,5 x T 0,5 dengan anggaran Rp.613.490.000, dan untuk betonisasi jalan desa volume P 747M x L 2,5M x T 0,12M dengan anggaran Rp.386.510.000, serta untuk drainase terdapat di 2 titik

“Pekerjaan Samisade ini kami kerjasamakan dengan PT PPE yang merupakan BUMD Kabupaten Bogor. Namun PPE hanya sebatas menyuplai barang saja, untuk tenaga kerjanya TPK bersama masyarakat,” paparnya, Kamis (06/01/22).

Terpisah, Toto, salah satu warga yang melintas mengatakan dirinya berterimakasih karena jalan ini sudah lama baru tersentuh beton, tapi agak kecewa karena hasilnya tidak memuaskan. Pasalnya, jalan yang masih tergolong baru, namun betonnya sudah banyak yang retak dan terkikis seperti asal jadi atau memang kualitas dari beton itu sendiri yang kurang baik.

“Saudara saya kan tinggal disini, hampir sering saya melintasi jalan sini, senang udah gak becek lagi, cuma aneh aja masa jalan yang baru dibikin udah banyak yang retak dan terkikis begini. Ssetau saya jalan ini jarang dan bisa dibilang tidak pernah dilintasi mobil bermuatan berat, lebih banyak motor. Jadi aneh aja kalo jalan baru udah retak – retak,” jelasnya.

** Nay / DW

Di Dapil 1, Anton Ajak Implementasikan 4 Pilar Kebangsaan

0

JURNAL INSPIRASI – Kumpulkan sejumlah tokoh masyarakat dari 6 kecamatan yang berdomisili di dapil 1 Kabupaten Bogor, Sekretaris MPR RI Fraksi Partai Demokrat H. Anton Sukartono Suratto melakukan Dengar Pendapat Masyarakat (DPM). Hal ini bertujuan guna menyerap aspirasi dari masyarakat. Acara tersebut berlangsung di Aula DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Minggu (12/12/2021).

Dalam kesempatan ini pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI mengatakan, melalui kegiatan DPM, dirinya meminta kepada para peserta yang hadir untuk menyampaikan aspirasi yang ada di wilayahnya.

“Dengar pendapat masayarakat ini sangat penting bagi saya selaku anggota legislatif, melalui kegiatan ini saya dapat bertatap muka langsung dan berdialog dengan masyarakat, terlebih lagi saya sadar betul sebagai seorang anggota legilegislatif adalah kepanjangan tangan dari masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Alhamdulillah dalam kegiatan hari ini saya bisa mencatat dan mendengar langsung terkait keluhan masyarakat, mulai dari kebijakan pemerintah, infrastruktur dan ekonomi,” terang pria yang akrab disapa Kang H. anton.

Kang H. Anton juga menyampaikan tentang 4 Pilar MPR RI kepada para peserta, ia menegaskan, bahwa 4 Pilar MPR RI sangatlah penting untuk menjaga kedaulatan dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

“Negara kita ini memiliki modal yang sangat berharga berupa 4 Pilar MPR RI, ini akan sangat berguna untuk menjaga eksistensi Negara kita dan menusntaskan permasalahan yang tengah bangsa ini hadapi saat ini,” ujarnya seraya tersenyum.

Dalam kesempatan ini, Kang H. Anton memberikan contoh kepada para peserta soal keberadaan Pancasila yang menjadi salah satu pilar. Menurutnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat sesuai dengan jatidiri bangsa Indonesia.

“Dalam Pancasila yang kita jadikan sebagai ideology bangsa, terdapat lima sila disana. Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila sangatlah indah, sesuai dengan jatidiri bangsa kita. Apabila Pancasila kita implementasikan semua silanya dalam kehidupan berbangsa kita akan begitu indah, saya ambil contoh sila ke 3 yang berbunyi Persatuan Indonesia, semangat gotong royong dan kerukunan sesama anak bangsa harus terus kita gelorakan,” terangnya.

Kang H. Anton mengajak semua lapisan masyarakat jangan hanya menghapal Pancasila tapi juga harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Ayo kita praktekan Pancasila setiap butirnya, sehingga semua persoalan bangsa ini insya Allah akan terselesaikan,” ajaknya.

**

Warga Terganggu Saluran Air Dekat Kantor Desa Ciampea

0

JURNAL INSPIRASI – Saluran air yang berada di depan Kantor Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, saluran air yang membentang sepanjang kantor desa itu tersumbat dan meluap serta menghasilkan bau yang tak sedap.

Menurut warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi saluran itu keberadaannya sudah terjadi sejak lama dan dikeluhkan oleh warga sekitar.

“Udah hampir 3 bulan mah ada ini belum dibetulkan. Baunya ini yang sekarang mengganggu banget,” ucapnya, Kamis (6/1).

Kondisi tersebut kata dia, warga sudah melaporkan kepada Kepala Desa. Namun tidak direspons.

“Kalau saya cukup mengeluh saja. Tapi, kemarin menurut pengakuan warga yang lain ini sudah diadukan ke Kades. Malah gak ada respons sama sekali,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, ia meminta untuk para pegawai desa untuk segera membereskannya.

“Saya sih gini aja. Fogging dilakukan dimana-mana. Tapi, depan desanya jadi sarang nyamuk karena ini tersumbat. Tolong lah, pegawai desa supaya peka melihat ini. Jangan tidur terus kerjanya. Melek sekali-sekali,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Ciampea, Maman menerangkan, dibiarkannya kondisi aliran air tersebut dengan alasan, akhir Februari ini akan ada perbaikan.

“Karena itu sudah dianggarkan sama PUPR satu paket sama pengecoran jalan yang dari Warung Borong- Rancabungur,” pungkasnya.

**Andres

Wali Kota Bekasi Diamankan KPK

0

JURNAL INSPIRASI – Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Bekasi, Rabu (5/1). Salah satu yang diamankan dalam operasi senyap tersebut yakni Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (RE) alias Bang Pepen. Selain itu, tim juga mengamankan sejumlah uang yang masih dalam perhitungan. Uang tersebut diduga kuat berkaitan dengan praktik suap-menyuap.

“Beberapa pihak kami amankan bersama sejumlah uang,” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufronmasih yang belum menjelaskan secara detail berapa orang yang diamankan serta terkait kasusnya. 
Sementara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengungkapkan Rahmat Effendi saat ini tengah menjalani pemeriksaan. Selain Pepen beberapa pihak yang diamankan saat OTT juga turut diperiksa.

Firli tidak merinci Pepen dan beberapa pihak tersebut diperiksa di mana. Namun, Pepen dan orang yang diamankan tersebut masih mintai keterangan terkait OTT tersebut. “Wali Kota Bekasi dan beberapa orang yang terkait sedang dilakukan pemeriksaan,” ujar Firli, Rabu (5/1).

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. KPK berjanji bakal segera menginformasikan kembali update soal OTT di Bekasi ini. “Nanti pada saatnya kami akan sampaikan ke publik,” kata Firli.

Sementara Rahmat Effendi sebelum OTT KPK mengunggah harapan di 2022 lewat akun Instagramnya @bangpepen03. Ia memposting video berbagai aktivitasnya di 2021 dan berharap tahun 2022 dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

“Terima kasih untuk tahun 2021. Semoga di Tahun 2022, kita selalu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. SALAM PATRIOT,” tulis Bang Pepen di akun Instagramnya dikutip, Rabu (5/1).

Partai Golkar sendiri terkait kadernya yang diamankan KPK, direspons Ketua Badan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) DPP Partai Golkar Supriansah. Dia sampai saat ini belum mendengar resmi kabar terkait dugaan terjadinya OTT KPK di Bekasi. “Terkait siapa yang terjaring OTT tentu menjadi kewenangan KPK untuk mengumumkan,” katanya.

Anggota Komisi III DPR RI itu menyatakan tak ingin berkomentar banyak ihwal pihak yang turut diamankan oleh lembaga antirasuah tersebut. “Jadi sebaiknya kita tunggu saja pengumuman resmi dari KPK terkait masalah itu,” tandasnya.

**ass


Mayat Pria Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Ciamut

0

JURNAL INSPIRASI – Sesosok jenazah pria tanpa identitas ditemukan mengambang di Sungai Ciamut RT 02 RW 06, Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (5/1/2) sekira pukul 10.30 WIB.

Kepada wartawan, Kasubsie Penmas Polresta Bogor Kota Iptu Rahmat Gumilar mengatakan bahwa jasad pria naas itu pertama kali ditemukan oleh Tatang.

“Jadi dia sedang membersihkan rumput di bawah sungai Ciamut Komplek Rivela Park dan melihat ada benda terapung di tumpukan sampah berwarna coklat,” ujarnya, Rabu (5/1).

Selanjutnya, kata dia, mayat yang awalnya disangka benda itu digeser menggunakan bambu. Lantas Tatang pun kaget ternyata benda tersebut merupakan mayat laki-laki.

“Saat ditemukan mayat dalam kondisi tak terlentang menggunakan baju kemeja abu tanpa celana yang sudah bau membusuk tertutup oleh tumpukan sampah dan ranting pohon,” katanya.

Kemudian, kata Rahmat, temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Kertamaya untuk ditindaklanjuti.

Rahmat mengatakan bahwa kini mayat tersebut di bawa ke RSUD Ciawi oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Bogor Kota untuk dilakukan visum.

“Untuk penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Penghentian Operasional Biskita Rugikan Organda

0

JURNAL INSPIRASI – Pemberhentian operasional Biskita Transpakuan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), menimbulkan kekecewaan berbagai pihak, tak terkecuali Organda Kota Bogor. Hal itu lantaran berhenti mengaspalnya Biskita akan memberikan dampak luas dan efek domino besar bagi transportasi di ‘Kota Hujan’.

Bahkan, Organda khawatir program Bikita dapat kembali lagi ke titik nol seperti awal akan dioperasionalkan.

“Biasanya kalau sudah di stop berhenti, maka akan susah kembali beroperasional. Jadi kembali lagi ke nol. Organda Kota Bogor sangat kecewa dengan berhentinya operasional BisKita. Organda sudah melaksanakan tugasnya menjalankan konversi skema 3 banding 1 untuk mendukung BisKita dan mengawal kelancaran operasionalnya. Jadi, kami meminta kepastian dari Pemkot Bogor untuk kelanjutannya seperti apa, karena program konversi harus diselamatkan yaitu dari 3 angkot berubah menjadi 1 bis,” jelas Ketua Organda Kota Bogor, R. Ishack kepada wartawan, Rabu (5/1).

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Organda, Freddy Djuhardi menjelaskan, bahwa program BTS merupakan program Kemenhub dan BPTJ, melalui mekanisme pelelangan.

Menurut dia, sejak awal munculnya program BTS Organda sudah mempertanyakan apakah ada perlindungan untuk pemenang lelang. Apalagi KSO PDJT telah membeli 49 bis, merekrut karyawan, supir bis, mekanik dan pengawas lapangan, termasuk pegawai administrasi.

“Dengan berhentinya BTS paling lama satu bulan sejak 1 Januari 2022, bagaimana tanggung jawab pemerintah terhadap kewajiban menggaji karyawan dan kepada angsuran setiap bulan untuk 49 bis yang dioperasionalkan di Kota Bogor?,” katanya.

Ia menilai bahwa pemberhentian itu sangat merugikan anggota Organda Kota Bogor, apalagi Biskita sudah didukung oleh Organda lantaran adanya konversi 3 angkot menjadi 1 bis. “Pemerintah tidak boleh sembarangan melaksanakan perubahan aturan serta merta, dari awal harus ada masa transisi. Sehingga tidak merugikan operator BisKita, dalam hal ini PDJT selaku pemenang lelang dan dua perusahaan KSO, PT Lorena dan PT Kodjari,” jelasnya.

Terkait evaluasi dan perubahan sistem pembayaran dari layanan umum ke e-katalog, seharusnya BPTJ menerapkan masa transisi bukan menghentikan pengoperasionalan bis.

Organda menilai lemahnya komunikasi dari Pemkot Bogor kepada BPTJ, karena yang jadi korban para anggota Organda Kota Bogor dan masyarakat umum.

“Untuk kedepan, setiap perubahan harus dikomunikasi terlebih dulu kepada Organda, dikoordinasikan dampak maupun solusi sebelum adanya program perubahan regulasi. Sehingga tidak merugikan berbagai pihak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sambungnya, Organda meminta kepada Pemkot Bogor segera memberikan solusi untuk karyawan Biskita agar segera diselesaikan.

“Supaya jaminan hidupnya masih terjaga, selama bis berhenti. Organda berharap ada skema yang diambil pemerintah untuk segera mengoperasikan kembali BisKita, karena masyarakat sudah nyaman menggunakan angkutan massal tersebut,” harapnya.

Terkait tarif yang akan diterapkan BisKita apabila nanti dioperasionalkan kembali, Organda tetap meminta kepada BPTJ agar tarif Biskita tarifnya diatas tarif angkot. Atau sesuai dengan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang diajukan oleh pemenang lelang yaitu PDJT. Karena angkot sudah mendukung BisKita, sehingga tarifnya jangan lebih rendah dari angkot. Karena Biskita menggunakan sistem pembayaran Buy The Service (BTS) yang dibayar setiap kilometer ketika berjalan.

“Soal tarif yang akan ditetapkan, harus lebih tinggi dari tangkot. Kami berharap Organda Kota Bogor dilibatkan menjadi tim dalam penentuan tarif untuk Biskita itu,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

DPM di Dapil 4, Anton Ajak Jaga Kedaulatan Bangsa

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Wakil Ketua Komisi I yang juga menjabat Sekretaris MPR RI Fraksi Partai Demokrat H. Anton Sukartono Suratto melakukan Dengar Pendapat Masyarakat (DPM) dengan tokoh masyarakat yang tinggal di dapil 4 Kabupaten Bogor yang meliputi 6 Kecamatan, yang dilaksanakan di Aula DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Sabtu (11/12/2021).

Pria yang akrab di sapa Kang H. Anton itu menegaskan, bahwa 4 Pilar MPR RI sangatlah penting untuk menjaga kedaulatan dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

“Negara kita ini memiliki modal yang sangat berharga berupa 4 Pilar MPR RI, ini akan sangat berguna untuk menjaga eksistensi Negara kita dan menusntaskan permasalahan yang tengah bangsa ini hadapi saat ini,” ujarnya seraya tersenyum.

Dalam kesempatan ini, Kang H. Anton memberikan contoh kepada para peserta soal keberadaan Pancasila yang menjadi salah satu pilar. Menurutnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat sesuai dengan jatidiri bangsa Indonesia.

“Dalam Pancasila yang kita jadikan sebagai ideologi bangsa, terdapat lima sila disana. Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila sangatlah indah, sesuai dengan jatidiri bangsa kita. Apabila Pancasila kita implementasikan semua silanya dalam kehidupan berbangsa kita akan begitu indah, saya ambil contoh sila ke 3 yang berbunyi Persatuan Indonesia, semangat gotong royong dan kerukunan sesama anak bangsa harus terus kita gelorakan,” terangnya.

Kang H. Anton mengajak semua lapisan masyarakat jangan hanya menghapal Pancasila  tapi juga harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Ayo kita praktikan Pancasila setiap butirnya, sehingga semua persoalan bangsa ini insya Allah akan terselesaikan,” ajaknya.

Acara ini juga jadi kesempatan masyarakat menyampaikan aspirasinya. Banyak persoalan di lingkungan yang disampaikan kepada Kang H. Anton. Mulai dari masalah ekonomi, UMKM, sampah hingga jalan rusak.

**gp