28.5 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 956

Pohon Tua Ancam Keselamatan Pengendara, DLH Kok Diam Saja

0

JURNAL INSPIRASI – Para pengguna jalan di jalur HR Edi Sukma atau lebih dikenal dengan sebutan jalur Bocimi mengaku was-was saat melintas di jalur tersebut, tepatnya di Talang Dua Cimande, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Mereka khawatir, pohon besar di tepi ruas jalan yang kondisinya sudah lapuk itu, dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Lihat saja, pohonnya sudah tidak berdaun atau gundul dan terlihat sudah lapuk. Jelas lah bikin khawatir pengendara yang melintas karena umurnya sudah tua dan tinggal menunggu tumbang, ” keluh Irfan, warga sekitar.

Terlebih, lanjut dia, beberapa bulan sebelumnya, bagian dahan pohon tersebut pernah patah dan jatuh ke jalan. Untung saja kata dia, saat itu tidak mengenai pengendara yang melintas.

“Iya pernah ada dahan patah dan ukurannya cukup besar. Untung saja tidak menimpa pengendara. Dan waktu itu evakuasi pohon lumayan lama juga,” terangnya.

Zaelani, warga setempat juga mengaku khawatir jika pohon dengan tinggi sekitar 15 meter itu sewaktu-waktu tumbang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Ya solusinya harus ditebang atau bagian dahan dan rantingnya dipotong. Kami khawatir, jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan hal serius,” tandasnya.

Warga dan sejumlah pengendara pun meminta dinas terkait segera menebang pohon tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain pohon itu, juga terdapat puluhan pohon besar lainnya yang berjejer disepanjang jalur tersebut.

Meski membahayakan pengguna jalan, namun keberadaan pohon-pohon tersebut seolah luput dari pengawasan pihak terkait, dalam hal ini menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

“Saya rasa wajar adanya jika pengguna jalan merasa terancam keselamatannya dengan banyaknya pohon di jalur itu. Apalagi diantara pohon-pohon raksasa ada yang umurnya sudah mencapai belasan bahkan puluhan tahun,” tandas Ade Ikmal, warga Ciawi.

DLH pun diminta melakukan pemantauan pohon secara berkala sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjamin keselamatan para pengguna jalan.

Sekedar informasi tambahan, beberapa tahun lalu sempat ada peristiwa yang menewaskan dua pengguna jalan, yakni sopir dan kernet pengangkut barang yang tewas dengan kondisi mengenaskan setelah truk pengangkut barang yang mereka tumpangi tertimpa pohon besar di kawasan Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi.

**Deni

Pulihkan Ekonomi Masyarakat, Pemdes Tugu Jaya Luncurkan Program Satu Kampung Satu Produk

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor saat ini tengah melakukan pemulihan ekonomi masyarakat. Hal itu dilakukan melalui program Satu Kampung Satu Produk yang menjadi andalan progam desa menghadapi pandemi.

Program yang sudah diluncurkan sejak tahun 2021 ini diakui sudah memberikan manfaat bagi masyarakat, khusunya bagi warga yang kehilangan mata pencaharian mereka karena dampak pandemi.

Kepala Desa Tugu Jaya, M Rifky Abdillah mengatakan, program Satu Kampung Satu Produk ini digagas karena kondisi ekonomi di sejumlah wilayah mengalami kelesuan.

Maka, kata dia, melalui anggaran Dana Desa (DD), pihaknya mulai memberikan subsidi modal bagi setiap kampung yang warganya memiliki keahlian khusus, terutama di sektor ekonomi.

“Misalkan, kampung A piawai membuat penganan keripik singkong, maka kita akan berikan modal untuk memenuhi kebutuhan membuat keripik singkong, dan satu kampung ini harus fokus satu produk,” ujarnya, Kamis (6/1/2022).

Ia menyebut hingga saat ini sudah ada 9 kelompok atau 9 kampung yang sudah menjalankan program tersebut.

“Dan Alhamdulillah dengan program ini banyak masyarakat khususnya pemuda-pemudi yang tadinya nganggur, kini punya penghasilan,” ucapnya

Dijelaskannya, bantuan modal ini menyisir semua sektor usaha, seperi, produk penganan, kerajinan, peternakan, menjahit dan lainnya. Dan pihak desa memberikan bantuan kepada masing-masing kelompok usaha senilai tiga juta rupiah.

Selain modal, Pemerintah Desa Tugu Jaya juga berkerjasama dengan Balai Latihan Keterampilan (BLK). Tujuannya, agar keahlian masyarakat ini ditunjang juga cara pengemasan, dan penjual serta manajemen yang baik.

“Karena saya tidak ingin ketika sudah diberikan modal, malah tidak berjalan, maka ada pelatihan,” bebernya.

Ia berharap, program ini bisa mengakomodir semua kampung yang memiliki keahlian di Desa Tugu Jaya yang bertujuan mendongkrak roda perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum UMKM Kecamatan Cigombong, Asfiani mengapresiasi program Satu Kampung Satu Produk yang digulirkan Pemdes Tugu Jaya.

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu solusi pemulihan ekonomi di masyarakat. Selain itu, kata dia, program ini juga sebagai upaya membangkitkan gairah para pelaku UMKM di warga.

“Ini sangat baik, programnya bermanfaat, apalagi sampai mendapatkan bantuan modal, dengan begitu, program ini perlu kita dukung penuh,” ujar Asfiani

Saat ini kata dia, berdasarkan data pihaknya ada sekitar 3000 UMKM di Kecamatan Cigombong yang sudah terdata. Ia berharap, dengan adanya program Satu Kampung Satu Produk bisa memunculkan prodak unggulan di masing-masing kampung.

**Deni

Junsam Dukung Porprov Bulan November 2022

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin mengtakan, sejak awal ia dan pengurus KONI lainnya yang ada di Jabar memang berharap pelaksanaan Porprov XIV Jabar tetap bisa digelar pada tahun 2022.

Lebih lanjut, kata Junsam, hasil pertemuan antara Dispora Jabar, KONI Jabar danNPCI Jabar juga sudah menyimpulkan pelaksanaan Porprov XIV Jabar bakal berlangsung pada bulan November 2022.

“ Sangat tepat  kalau pelaksanaan Porprov berlangsung pada tahun 2022. Pasalnya. Kalau bergeser ke tahun 2023 akan bentrok dengan jadwal BK PON semua daerah termasuk  Jabar ,” ucap Junsam kepada awak media, Kamis, 6 Januari 2022.

Junsam menegaskan, bagi Kabupaten Bogor sangat baik dan bagus kalau Porprov XIV Jabar 2022 berlangsung pada bulan November mendatang.

“ Minimal ini akan menambah waktu latihan atau persiapan para atlet semua cabor juga lebih lama lagi,” beber Junsam

Namun demikian, kata  Junsam, konsekuensinya pasti anggaran pembinaan cabor  akan lebih membengkak buat persiapannya.  

“ Soal anggaran yang bakal membengkak tentunya ini bisa dibahas lagi pada saat pembahasan anggaran perubahan nantinya,” tegasnya.   

Selain itu, kata Junsam, dengan bergeser bulan pelaksanan Porprov XIV Jabar ke November 2022, setidaknya ini juga akan menjadi langkah bagus bagi semua daerah penyelenggara untuk mempersiapkan fasilitas dan sarana pertandingannya.

**AS Pangrango

NPCI Agendakan Lima Bulan Gelar Pra Pelatcab

0

Jelang Peparda VI Jabar 2022

JURNAL INSPIRASI – Pelaksanaan Pekan Paralimpic Daerah (Peparda) VI Jawa Barat sudah bisa dipastikan bakal digelar pada bulan November 2022 di Kabupaten Bekasi.

M Misbach

National Paralimpic Committee (NPC) Kabupaten Bogor sudah banyak melakukan program pembahasan untuk ikut dalam Peparda VI Jabar 2022.

Salah satunya yang akan dilakukan NPCI Kabupaten Bogor dalam waktu dekat adalah menggelar secara resmi Pra Pelatcab yang akan diikuti para atlet pemula binaan NPCI Kabupaten Bogor.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach secara tegas menyambut gembira hasil rapat yang dilakukan Dispora Jabar  dengan KONI dan NPCI Jabar belum lama ini di Bandung.

“ Hasil kesimpulan rapat yang dilakukan Dispora Jabar terkait pelaksanaan Porprov dan Peparda yang akan dilangsungkan pada bulan November 2022,” tegas Msibach kepada awak media, Kamis, 6 November 2022.

Misbach menyebutkan, sejak awal NPCI Kabupaten Bogor berkeyakinan pelaksanaan Peparda VI Jabar 2022 memang akan digelar di bulan November mendatang.

Untuk itu, kata Misbach, salah satu upaya persiapan yang akan dilakukan NPCI Kabupaten Bogor dalam menghadapi Peparda VI Jabar 2022 pada bulan November mendatang  adalah dengan cara menggelar Pra Pelatcab yang lebih lama.

“ Awalnya kami akan menggelar Pra Pelatcab sekitar tiga bulan. Namun karena pelaksanaan Peparda VI Jabar 2022 bulan November, maka kami akan menambah dua bulan lagi jadwal Pra Pelatcab jadi lima bulan,” tegas Misbach.

Pelaksanaan Pra Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor, kata Misbach, akan dilansungkan pada minggu kedua bulan Januari 2022.

“ Insya Allah Pra Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor akan mulai berlangsung pada tanggal 10 Januari 2022 dan akan berlangsung sampai bulan Juni 2022,” bebernya.

Setelah selesai Pra Pelatcab, tambahnya,  para atlet NPCI akan langsung mengikuti Pelatcab selama tiga bulan lamanya.

“Pra Pelatcab ini bisa juga sebagai sarana bagi NPCI Kabupaten Bogor  dalam menseleksi para atlet yang akan jadi bagian Kontingen Kabupaten Bogor menuju Peparda VI Jabar 2022,” pungkasnya.

** AS Pangrango

Terima Dana Hibah, NPCI Terus Benahi Tata Kelola Keuangan

0

JURNAL INSPIRASI – National Paralimpic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor merupakan salah satu organisasi keolahragaan yang mendapatkan dana hibah dari Pemkab Bogor.

Dana hibah pembinaan NPCI  yang sifatnya reguler dan perubahan selama ini memang masih berkisar sekitar 2 Milyar .

Namun untuk menghadapi pelaksanan Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi, rencananya  NPCI Kabupaten Bogor bakal diguyur dana hibah sebesar Rp 18 Milyar untuk kebutuhan kontingen.

Sebagai organisasi olahraga penerima anggaran hibah dari Pemkab Bogor, NPCI Kabupaten Bogor saat ini terus melakukan pembenahan tata kelola keuangannya supaya tepat sasaran dan penggunaannya.

Wasekum NPCI Kabupaten Bogor, Iji Hataji membenarkan kalau saat ini NPCI Kabupaten Bogor terus melakukan pembenahan dalam hal tata kelola keuangan dan pelaporan sistem keuangan.

“ Semua yang kami lakukan di NPCI Kabupaten Bogor semata mata agar penggunaan keuangan dana hibah yang diberikan Pemkab Bogor ini bisa tepat sasaran dan laporannya juga sesuai aturan yang berlaku,” tegas Iji Hataji        

Intinya, kata Hataji, semua uang yang dikeluarkan dari anggaran NPCI Kabupaten Bogor nantinya harus benar benar bisa dipertanggung jawabkan dan ada bukti tertulis pengeluarannya.

“ Sebagai organisasi penerima dana hibah bukan berarti bisa seenaknya menggunakannya. Karena semuanya harus ada laporannya ,” pungkas Hataji.

** AS Pangrango

The Buldozer Siap Ladeni Bayi Ajaib

0

Laga Uji Coba

JURNAL INSPIRASI – Kontestan Liga 3 Nasional asal Kabupaten Bogor, Citeureup Raya FC atau yang akrab dengan julukan The Buldozer saat ini sudah mulai melakukan persiapan menghadapi  Liga 3 Nasional 2022.

Salah satu persiapan yang dilakukan The Buldozer dalam menghadapi Liga 3 Nasional 2022 adalah dengan memperbanyak uji coba dengan tim selevel.

Rencananya, The Buldozer akan melakukan laga uji coba dengan Persikota Tangerang di Stadion Mini Persikabo, Cibinong, Jumat, 7 Januari 2022.

“ Laga lawan Baji Ajaib julukan bagi Persikota Tangerang merupakan laga perdana bagi The Buldozer dalam persiapan menghadapi Liga 3 Nasional 2022 dalam waktu dekat,” tegas Presiden Klub The Buldozer,  Dedi Cakra Baidilah, Kamis, 6 Januari 2022.

Selain sudah menyusun serangkaian laga uji coba, ia juga tengah membidik para pemain baru yang akan jadi bagian skuad The Buldozer pada kancah Liga 3 Nasional.

“ Kami terus memonitor para pemain potensial yang akan kami ajak gabung dalam bagian skuad The Buldozer dalam Liga 3 Nasional,” tambahnya

Cakra menambahkan, sedikitnya  The Buldozer  butuh lima pemain baru potensial yang sudah punya jam terbang dikancah nasional.

Menurutnya, Liga 3 Nasional sangat beda dengan Liga 3 Jabar, karena banyak tim tim yang dulu pernah berkiprah di ISL atau Divisi Utama yang akan jadi lawan The Buldozer  nantinya.   

“Intinya kami tidak mau jadi tim yang numpang lewat saja di Liga 3 Nasional. Karena kami juga punya mimpi dan obsesi kedepannya The Buldozer  bisa berlaga pada Liga 2 atau Liga 1 Nasional,”           

Terkait laga uji coba lawan Bayi Ajaib, Dian Irawan selaku Head Coach The Buldozer mengatakan, semua pemainnya sudah siap meladeni Bayi Ajaib dalam  laga besok petang.

“ Ini uji coba yang sangat bagus bagi para pemain kami. Apalagi  Bayi Ajaib termasuk tim yang sudah lama dan pernah berkiprah pada ajang ISL atau Divisi Utama Ligina,” cetus Dian.   

Dian mengintruksikan kepada para pemainnya untuk tampil spartan dan all out, walaupun ini hanya sekedar laga uji coba.

“ Kami ingin lihat mental dan motivasi para pemain kami saat melawan tim yang sudah punya nama besar dalam sepakbola tanah air seperti Persikota,” pungkasnya.

**AS Pangrango

Besok, Dirut Tirta Pakuan Susul Tim Peduli Semeru ke Lumajang

0

JURNAL INSPIRASI – Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan akan menyusul Tim Peduli Semeru Kota Bogor, Jumat (7/1/2022). Kehadiran Rino untuk memastikan pembangunan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) dan sarana ibadah musala berjalan lancar juga sesuai target.

“Saya akan menyusul Tim Peduli Semeru Kota Bogor yang telah dilepas Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Mako PWI Kota Bogor di Jalan R.M. Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Rabu (5/1/2022). Hari ini tim sudah tiba di Lumajang dan diterima oleh Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Mahameru Lumajang, Achmad Arifulin Nuha,” ungkap Rino kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (6/1/2022).

Rino melanjutkan, kehadirannya disana selain untuk mengecek proses pembangunan juga memastikan berjalan dengan lancar, karena pembangunan MCK dan mushola tersebut dari sumbangan para donatur lain.

“Sebagai bukti pertanggungjawaban juga, jadi harus sesuai pembangunannya dan bisa dirasakan oleh masyarakat Lumajang,” tambah Rino yang juga Ketua Polmas Bogor Raya.

Rino membeberkan, ide awal keterlibatan Tirta Pakuan Kota Bogor dan Polmas Bogor Raya adalah berawal dari pengumpulan donasi yang dilakukan oleh anggota Polmas.

“Jadi ini benar berangkat dari ide kecil dari teman Polmas yang ngecrek di pinggir jalan ada seminggu di beberapa titik, akhirnya ngobrol-ngobrol dengan pihak PWI Kota Bogor. Kami ngumpul di ruangan saya di kantor Tirta Pakuan, tercetus ide karena tiba-tiba banyak donartur yang memberi,” bebernya.

Rino menambahkan, dari sana kemudian tercetus ide untuk membuat MCK. Namun kata Rino keberadaan MCK kurang lengkap jika tidak dilengkapi sarana ibadah.

“Iya kalau MCK enggak ada musholanya kurang, kami niatkan lagi dibuatin gambarnya untuk bikin mushola tersebut tiba-tiba ada yang ngasih ngebangunin mushola ya memang semua niat baik itu dimudahkan sama Allah,” tutur Rino.

Rino menjelaskan, tim Peduli Semeru ini akan berada di lokasi bencana sekitar satu minggu. Ia pun berharap pembangunan MCK dan Mushola ini bisa bermanfaat untuk warga yang menjadi korban bencana.

Sementara itu, Dirut Perumda Tirta Mahameru Lumajang, Achmad Arifulin Nuha mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada Tim Peduli Semeru Kota Bogor, yang telah datang jauh-jauh dari Kota Bogor untuk memenuhi misi kemanusiaan. Semoga bermanfaat bagi masyarakat Lumajang, terutama korban Semeru.

“Terimakasih atas apa yang sudah diberikan. Semoga menjadi amal baik bapak ibu sekalian,” singkatnya.

Penyaluran bantuan Tim Peduli Semeru Kota Bogor ini juga terselenggara atas kepedulian dan dukungan dari semua masyarakat serta para donatur yaitu Perumda Tirta Pakuan, Telkom Bogor, IKPTK, Indocement, SEG (Sejahtera Eka Graha), SIG Mortar Indonesia, Alfamart, Kanma Group, Weekend Pedalers dan SLR.

Handy Mehonk

Monev Jabar Caang, DESDM Jabar Sambangi Cigudeg

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Jawa Barat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap warga yang mendapatkan bantuan penerangan listrik di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Kamis (6/1)

Melintasi jalan bebatuan menuju perkampungan warga yang lokasinya berada di pedalaman pegunungan, Kepala Bidang (Kabid) Ketenaga Listrikan DESDM Provinsi Jabar, Usman Matjan, didampingi Kepala Cabang (Kacab) DESDM Wilayah II Bogor, Iman Budiman beserta jajarannya dan mitra CSR, yakni perwakilan dari PT. Tirta Fresindo Jaya dan PT. Indorama, tiba di kediaman Kepala Desa (Kades) Banyuasih pukul 10.00 WIB.

Usman Matjan mengatakan, program Jabar Caang, merupakan program Gubernur Jabar yang mulai digulirkan tahun 2019 lalu. Adapun sasaran dari program tersebut, yakni memberikan bantuan penyambungan listrik kepada warga miskin atau tidak mampu dengan kondisi rumahnya belum terpasang lampu penerangan.

Usman mengungkapkan, dari tahun 2019 sampai 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) yang difasilitasi DESDM, sudah melaksanakan penyambungan listrik kepada masyarakat miskin dan tidak mampu sebanyak 4660 rumah tangga.

“Jumlah tersebut tersebar di 22 kabupaten, 38 kecamatan dan 61 desa yang tersebar di Jabar dengan melibatkan 159 mitra CSR, 12 badan usaha instalatir dan 7 badan usaha LIT TR,” kata Kabid Ketenaga Listrikan usai meninjau rumah warga penerima bantuan sambungan listrik di Desa Banyuasih.

Usman menyatakan, untuk program Jabar Caang tahun 2022, Pemprov Jabar menargetkan sebanyak 5.500 bantuan sambungan listrik yang akan diberikan kepada warga. Jumlah tersebut ada peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 5.000 sambungan listrik. “Ada penambahan tahun ini sekitar 500 sambungan,” ujarnya.

Usman mengajak semua Pemerintah Daerah (Pemda) terutama Kabupaten Bogor agar bersama-sama mensukseskan program Jabar Caang dengan melakukan hal sama, yakni membantu warga miskin dan tidak  mampu untuk mendapatkan bantuan sambungan listrik.

“Seperti sekarang, kami berikan bantuan sambungan listrik ke warga Desa Banyuasih. Kalau saja bantuan ini dilakukan bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, pastinya program Jabar Caang bisa tuntas di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Kades Banyuasih, Saeful Hupad mengaku, melalui program Jabar Caang yang dimulai dari tiga tahun lalu, sangat membantu warganya untuk mendapatkan bantuan penerangan listrik. “Alhamdulillah, adanya program Jabar Caang, sekarang semua rumah warga saya sudah teraliri listrik,” tegasnya.

Saeful menambahkan, untuk tahun 2021, sebanyak 99 rumah warga yang mendapatkan bantuan penyambungan listrik.  “Kalau jumlah keseluruhan warga yang mendapatkan bantuan dari tahun 2019, sekitar 214 rumah tangga,” imbuhnya.

Usai mendapat bantuan sambungan listrik, Kades Banyuasih pun berharap agar desanya mendapatkan bantuan lainnya dari pemerintah, baik pusat, provinsi atau kabupaten. “Kami ingin ada pembangunan jalan utama warga beraktivitas. Karena, kondisi jalan satu-satunya ke wilayah kami, masih bebatuan. Padahal, ruas jalan itu masuk kedalam status kepemilikan kabupaten,” tukas Saeful.

**Arip Ekon

Anggota Dewan Respons Dugaan Kades Catut Dana Desa

0

JURNAL INSPIRASI – Dugaan Dana Desa (DD) dicatut oleh Kepala Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya direspons oleh anggota DPRD dari Dapil V Kabupaten Bogor.

Nurodin anggota dewan asal Sukajaya memaparkan kejadian ini terjadi antara Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan Pemerintah Desa lantaran sistem yang kurang baik dan kurangnya keterbukaan.

“Kalau saja desa mau membangun dengan sistem yang lebih baik dan  perencanaan  partisipatif, kemudian cara tersebut menunjukan TPK. Meskipun kewenangan kepala desa,  tetapi juga harus dibawa kedalam musyawarah,” papar Nurodin  kepada Jurnal Bogor, Rabu (5/1/2022).

“Kami melihat sistemnya saja yang tidak baik. Sehingga membuka peluang dan kesempatan untuk hal-hal yang tidak baik,”ungkapnya.

Ia menegaskan, sejauh ini pihak kepala desa belum memahami tugas dan fungsi dana desa dan aturan dari peraturan Kementerian Desa (Permedes).

“Saya sudah malang melintang di pemerintah desa, saya menyarankan kepada kepala desa se-Kabupaten Bogor agar memahami regulasinya, kan sudah ada juklak juknis dana desa, dan harus ada pola musyawarah dalam pembentukan TPK tentunya itu kan sudah  diatur dalam Permendes,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jika sistem dibentuk sudah berjalan dengan baik maka kedepannya terbentuk pemerintahan yang baik, jika sebaliknya, maka orang baik akan berubah menjadi orang jahat.

“Kalau sistem dibuat dengan baik, akan baik kedepannya akan baik sebaliknya kalau sistem yang jahat makan akan mengubah orang baik menjadi orang jahat dan jangan sampai hal ini menjadi  disandra oleh kepentingan politis,” jelasnya.

Sementara dalam hal transparansi sudah diatur dalam undang-undang, dia menilai, pemerintah desa belum sepenuhnya transparan.

“Transparasi itu kan sudah diatur dari regulasi dalam undang-undang, desa juga harus terbuka dan diatur dalam sistem komunikasi. Saya menilai sistem dibawah masih lemah jadi komitmen tidak terjalin,” pungkasnya.

**Ekon /Andres

Usaha Katering Rumahan Tetap Bertahan di Masa Pandemi

0

JURNAL INSPIRASI – Salah satu usaha katering rumahan milik Ibu Nunur yang berlokasi di Jl. Pejaten Barat II Jakarta Selatan, dengan nama usaha Dapurreeva katering menawarkan hidangan berupa nasi box, kue ulangtahun, minuman herbal dan lain sebagainya yang bisa dipesan melalui sistem preorder tanpa minimal pemesanan.

Sebelumnya pemilik usaha katering rumahan ini mempunyai kedai sendiri atau yang biasa disebut dengan warung nasi. Namun pada saat awal pandemi, warung makan milik Ibu Nunur terkena dampak yang cukup parah sehingga warung makan miliknya tidak seramai biasanya. Dengan keadaan seperti itu membuat pemilik usaha warung makan tutup dan mencari jalan keluar untuk tetap bertahan meski kondisi sedang pandemi.

“Dulu saya punya warung nasi di daerah Pejaten juga tapi ya waktu itu emang pas awal covid warung nasi sepi orang masih takut untuk beli makan diluar akhirnya tutup karena gak ada pemasukan,” ujar Ibu Nunur saat dimintai keterangan, Kamis (06/01).

Dengan pengalaman yang tidak mengenakan, akhirnya dia menyediakan jasa masak atau katering rumahan dan pemesan bisa macam – macam makanan mulai dari makanan ringan seperti kue – kue, makanan berat, dan kue ulangtahun.

Kemduian dia mengembangkan usahanya dengan menyediakan minuman herbal buatan sendiri dengan nama MAPIS (Madu Jeruk Nipis) ala Reeva dan sudah mendapatkan sertifikasi dari BPOM (Badan Pemeriksa Obat dan Makanan).

“iya, waktu itu warung tutup akhirnya saya coba buat bikin jasa masak terima pesanan gitu, dari mulut ke mulut akhirnya banyak yang tau ya cukup lumayan banyak orderan juga buat acara ulangtahun, acara keluarga gitu. Saya juga bikin produk sendiri minuman herbal gitu ada minuman yang bahan dasarnya dari buah, ada madu jeruk nipis” tambahnya.

Dalam upaya bertahan saat pandemi pemilik usaha catering rumahan ini mencoba untuk menawarkan jasanya menggunakan media online seperti Facebook dan banyak teman, serta warga sekitar yang memesan dan merekomendasikan masakan dari pemilik usaha katering rumahan Dapurreeva.

Setelah mencoba hal baru dengan membuka jasa masak atau katering rumahan pemilik Dapurreeva katering sering menerima pesanan seperti nasi box dan kue ulang tahun namun ada menu yang menjadi rekomendasi dan pemilik usaha sering mendapatkan pesanan dengan menu nasi tutug oncom, nasi liwet teri asin, dan nasi terasi bawang dengan tahu tempe dan ayam, untuk sambalnya pemesan bisa memilih sambal apa yang diinginkan.

Saat pandemi, UMKM seperti ini banyak terkena dampak. Dengan begitu, pemilik katering rumahan Dapurreeva menggunakan media online seperi Facebook dan Instagram sebagai media promosi, dalam menerima pesanan secara online pemilik menggunakan akun media sosial Instagram @dapurreeva dan sudah tertera lokasi usaha katering, nomor telephone untuk dihubungi dalam mempermudah pemesanan secara online dan ada beberapa sampel testimoni berupa foto dan video dari masakan yang pernah dibuat.

**Yudha Rezky|Yudhistira Putra/mg-up