28.5 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 955

Hidup Dalam Rumah Tanpa Tembok Pelindung, Imas Harapkan Perhatian

0

JURNAL INSPIRASI – Miris, nasib Imas (44) bersama suaminya Didin (50), warga Kampung Wangun 1, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor harus tinggal di rumah tidak layak huni pasca bencana longsor 2019 lalu.

Imas mengatakan, saat 2019 lalu pascakejadian longsor sampai saat ini belum mendapatkan bantuan untuk pembangunan rumahnya, meskipun dia termasuk dalam penerima Bantuan BLT DD.

“Saya berterima kasih atas bantuan dari desa dan kecamatan, untuk bantuan sembakonya, tapi kami mohon yang kamu butuhkan saat ini adalah perbaikan rumah,” papar Imas.

Menurutnya, dirinya harus rela berbagi tempat dengan 3 anaknya dengan tidur tanpa dinding penghalang, hingga saat hujan dan angin pasti sudah menjadi santapan sehari – hari.

“Pernah dulu mau pindah, tapi saya harus bayar dengan harga 4 juta, saya sama sekali tidak sanggup, dan mau pinjam pada bank keliling pun saya gak berani karena takut gak kebayar ” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (09/01/22).

Terpisah, Eman warga yang datang menengok kondisi Imas mengatakan, dia mengaku sedih dan menangis ketika bertemu dan berbincang langsung dengan ibu Imas warga RT 02 RW 09. Pasalnya rumah Imas dalam kondisi yang sangat memprihatinkan terbuka tanpa dinding bagian depan .

“Sangat prihatin dan kurang layak dihuni dalam kondisi saat ini, apalagi kita tahu desa Karang Tengah juga banyak pengusaha wisata yang dikunjungi oleh wisatawan luar daerah, namun masih ada yang bernasib memprihatinkan seolah tanpa perhatian,” paparnya.

Dia pun mengajak dan mengetuk pintu hati untuk para donatur yang mempunyai kelebihan rejeki dan kepedulian untuk bisa membantunya. Kalau untuk pemerintahan dia sudah pernah sampaikan kepada aparat setempat untuk disampaikan kepada pemerintah desa. “Namun sampai saat ini dari tahun 2019 belum ada realisasi bantuan yang dating,” pungkasnya.

Sampai diturunkannya berita ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintahan desa perihal warganya yang perlu bantuan.

** Nay Nur’ain

Warga Citeureup Terkena DBD, RYC Peduli Gelar Fogging Gratis

0

JURNAL INSPIRASI – Rachmat Yasin Center (RYC) bersama Koordinator Desa (Kordes) dan dibantu pemerintah setempat menggelar fogging gratis di dua Kelurahan, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Kegiatan fogging dua kelurahan antara lain Kelurahan Puspanegara tepatnya di RT 02, 03 RW 02 dan RT 01,02 Rw 07. Dan Kelurahan Karang Asem Barat, RT 01, 02, 03, 04 Rw 01. Mereka (Petugas RYC-red) untuk menekan menyebaran nyamuk aedes aegypti dan kasus demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan warga yang terkena penyakit tersebut.

Ketua RYC Korwil 1, Yanah Mulyanah, mengungkapkan, bahwa dirinya bersama tim koordinator desa (Kordes) sangat terketuk setelah diwilayahnya ada warga yang terkena penyakit DBD tersebut.

“Ini bentuk kepedulian kita dalam menjalankan fogging massal secara gratis dilingkungan warga yang terkena DBD. Apa yang di lakukan oleh RYC Peduli ini, sebagai salah satu bentuk pencegahan agar warga dapat terhindar dari penyakit DBD,” jelas Yanah kepada wartawan.

Menurut Ketua RYC Korwil Satu, bahwa kegiatan tersebut, petugas menyisir seluruh pasilitas umum yakni mushollah, rumah warga, selokan air atau tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut.

“Selain fogging, kami juga melakukan sosialisasi kepada Kordes dan warga tentang upaya pencegahan penularan DBD dengan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan penerapan 3M. Mudah-mudahan, apa yang kami lakukannya ini dapat bermanfaat untuk warga Citeureup,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kordes Kelurahan Puspanegara, Eli juga menyampaikan kepada warga setempat agar tetap peduli terhadap lingkungannya masing-masing.

“Kegiatan fogging ini merupakan salah satu cara untuk mematikan dan memotong siklus penyebaran nyamuk aides aegepty. Kami juga minta kepada warga, tetap peduli dan menjaga lingkungan agar tetap bersih,” harapnya.

Sementara, Ketua RW 02, Ilyas bersama warga setempat mengucapkan terima kasih kepada RYC Peduli yang sudah melakukan fogging dilingkungan Puspanegara secara gratis.

“Terima kasih kepada RYC Peduli yang sudah melakukan fogging di lingkungan kami secara gratis. Dan kami berharap warga Puspanegara bisa terbebas dari ancaman demam berdarah itu,” tungkasnya.

**ass-rls

Disdik Kabupaten Bogor Gelar Sosialisasi PIP di SMPN 1 Jonggol

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyelenggarakan Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) di aula SMP Negeri 1 Jonggol, Jumat (7/1). Penyelenggara PIP, Dudi mengatakan, sosialisasi PIP untuk memberikan informasi tentang pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban sesuai petunjuk teknis PIP.

Dengan demikian diharapkan bisa menyamakan persepsi tentang penyaluran PIP tahun 2022 sesuai Permendikbud Nomor 10 Tahun 2020.

“Saya menyambut baik diselenggarakannya sosialisasi PIP sehingga para siswa  nantinya bisa mendapatkan informasi tentang PIP mulai dari cara pencairan hingga pertanggungjawaban,” papar Dudi yang juga menjabat sebagai Ketua TKSK Kecamatan Jonggol tersebut.

Menurutnya, PIP merupakan program pemerintah pusat guna memberikan bantuan pendidikan secara tunai bagi anak usia sekolah dari keluarga pemegang KKS atau kriteria yang sudah ditetapkan. PIP harus dikelola  dengan sebaik-baiknya sesuai peruntukannya.

“Alokasi penerima PIP berdasarkan data. Dengan demikian  para siswa  harus mengisi data  dengan benar dan lengkap sesuai petunjuk,” jelasnya.

Sementara sosialisasi PIP diikuti oleh para operator sekolah se Kecamatan Jonggol dengan narasumber dari staf Disdik Kabupaten Bogor.

** Nay/Ramses

Kebakaran Hebat Renggut Nyawa Dua Warga Tegalwangi

0

JURNAL INSPIRASI – Diduga akibat korsleting listrik, satu rumah di Kampung Nanggung, RT 03/03, Desa Tegalwangi, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor ludes terbakar. Bahkan dalam insiden tersebut menelan 2 korban meninggal dunia.

Warga sekitar, Elan Jaelani mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (7/1/22) sekitar pukul 23:00 wib, yang mana ketika dia sedang melintas melihat kepulan asap di atas rumah korban.

“Kejadian sekitar pukul 11 malam, tiba-tiba saya melihat titik api di bagian atap rumah pak Husen,” ungkapnya.

Dia menambahkan, titik api dibagian atap rumah yang dihuni tiga jiwa itu begitu cepat membesar hingga dia langsung berteriak memanggil warga sekitar.

“Pas saya liat kaget, langsung saja saya teriak sampai warga sekitar berhamburan dan kita bersama warga coba memadamkan api dengan alat dan air seadanya,” ujar Elan Jaelani.

Sementara itu, Aceng, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Desa Tegalwangi, setelah dia mendapat kabar ada kebakaran langsung mendatangi lokasi.

“Setelah mendapat telepon dari pak RW saya langsung meluncur, saya sampai sini api masih dalam keadaan besar-besarnya,” ujar, Aceng

Dia menambahkan, kebakaran tersebut diduga karena hubungan arus pendek listrik dan kerugian ditaksir hingga Rp. 200.000.000. Sedangkan korban selamat diungsikan ke rumah kerabatnya, sementara korban meninggal langsung dibawa pihak keluarga korban untuk menjalani proses pemakaman.

“Dugaan sementara sih korsleting listrik dan kerugian sampe dua ratus juta karena di dalam ada dua motor dan barang berharga lainnya,” ungkapnya.

Untuk korban selamat yakni pak Husen sudah diungsikan adapun untuk identitas korban meninggal yakni Mariah usia 65 tahun, serta cucunya Khoreun Nisa 11 Tahun. “Sekarang korban di rumah duka untuk langsung proses pemakaman,” pungkasnya.

**andres

Beredar Isu Penculikan di Nanggung, Kapolsek Nanggung: Hoaks

0

JURNAL INSPIRASI – Belakangan ini masyarakat di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor diresahkan dengan beredarnya isu pelaku penculikan  dan  mencari  korban sasarannya adalah  anak-anak. Kapolsek Nanggung AKP Achmad Budi Santoso menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Kapolsek Nanggung menerangkan, berkaitan informasi  penculikan yang berlokasi TKPnya di Kampung Panjaungan, Desa Batutulis beberapa waktu lalu, itu merupakan suatu peristiwa yang patut diduga tetapi dari hasil penyelidikan serta pendalaman informasi  bahwa yang bersangkutan  dalam  kondisi depresi.

“Secara psikologis, ketika yang bersangkutan diajak berkomunikasi tidak nyambung karena pernyataannya yang berubah rubah,” jelasnya Kapolsek Nanggung, AKP Achmad Budi Santoso kepada Jurnal Bogor, Sabtu (8/1).

Dari penyelidikan, bersangkutan dengan jenis kelamin perempuan sekitar usia 40 tahun merupakan warga Cibatok, Kecamatan Cibungbulang kini telah dikembalikan pada  keluarganya untuk diawasi dan dilakjukan pengobatan di Rumah Sakit Marzuki Mahdi.

“Kebetulan warga kita ada  yang mengenali, bahwa yang bersangkutan adalah warga Cibatok Cibungbulang,” ujar  

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, saat media sosial banyak beredarnya informasi isu terkaait penculikan. Menurutnya, memang kejadian penculikan itu ada, tetapi diluar wilayah, namun tidak semasif  seperti apa yang digambarkan dalam informasi atau di media sosial.

Meski demikian, masyarakat diminta agar tetap waspada. “Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Nanggung untuk tidak mudah terpancing atau terprovokasi oleh suatu berita berita yang belum tentu jelas kebenarannya,” kata dia.

Apabila menemukan warga yang tidak dikenal,  curiga boleh saja  tetapi jangan main hakim sendiri. “Kami sarankan segera laporkan ke aparat kepolisian atau Babinsa. Silahkan laporkan yang kemudian untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Kalau memang terbukti, mempunyai itikad suatu perbuatan pidana yang bersangkutan akan diproses sesuai  ketentuan secara aturan hukum.

Bilamana yang bersangkutan kondisi kejiwaannya mengalami depresi terutama untuk pemanggilan, maka  perlu diketahui keberadaan keluarganya.

“Tentu kami berupaya untuk menyerahkan ke instansi seperti ke Satpol PP,  Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan untuk  dilakukan rehabilitasi,” tukasnya.

** Arip Ekon

Mahasiswa UNAS dan BPM FIS UNJ Webinar Konten Instagram

0

JURNAL INSPIRASI – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional (UNAS) berkerjasama dengan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (BPM FIS UNJ) sukses membuat Webinar bertajuk “Membuat Konten Kreatif Dan Menarik Untuk Mendapatkan Hasil Yang Menarik dan Maksimal di Instagram”. Webinar ini telah berlangsung pada Minggu (02/01/2022).

Webinar ini terbagi dalam dua sesi yang mana sesi pertama di isi oleh Jodi Sosiawan, mahasiswa UNAS dengan materi Copywriting. Dalam penyampaian materinya, Jodi meyampaikan tentang strategi bagaimana supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam penyusunan kata yang akan berbentuk caption pada konten yang menarik sehingga meraih hasil yang maksimal.

Dan sesi kedua diisi oleh Agus Setiawan, mahasiswa UNAS dengan materi grafis desain dan manajemen media sosial Instagram. Dalam materi itu Agus menyampaikan “Grafis desain berbicara konten visual, yang dimaksud visual itu bisa dilihat dari indra penglihatan seseorang di era kini, memang secara otamatis pengguna Instagram melihat apakah gambar atau video tersebut menarik atau tidak.”

Sedangkan dalam Materi Manajemen Media Sosial “manajemen media sosial dan konten visual saling berkaitan untuk meraih hasil yang maksimal. Hasil tersebut bisa berupa interaksi audiens terhadap media sosial yang dikelola. Maka dari itu, memahami audiens juga menjadi hal yang tak luput diprioritaskan untuk diperhatikan.” Jelas Agus.

Tidak hanya dihadiri oleh para peserta, webinar ini juga dihadiri oleh Yayu Sriwartini, S.Sos, M.Si selaku dosen pembimbing. Juga Siliana Rachma yang menjabat sebagai Kepala Divisi Humas dan Media Kreatif BPM FIS UNJ. Yayu dalam sambutannya menyampaikan, “ Betapa pentingnya di era digitalisasi ini untuk bijak dalam memilih konten dalam media sosial untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan menarik khusunya di Instagram.”

Webinar ini merupakan salah satu bentuk capaian dari mata kuliah Public Relation dan Manajemen Corporate Social Rensposibility. yang digagas oleh 5 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional dengan kerjasama dengan BPM FIS Universitas Negeri Jakarta sebagai mitra utama penyelenggara, HIMA Penerbitan Polimedia, MBEC Club Universitas Mercu Buana dengan harapan bisa meningkatkan skill manajemen media sosial Instagram.

** Muthia Arfah/mg

Warga Jasing Keluhkan Listrik yang Kerap Mati Nyala

0

JURNAL INSPIRASI – Pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jasinga mengeluhkan sering terjadinya aliran listrik yang kerap mati nyala.

Seperti yang disampaikan salah satu warga,  Ahmad. Warga Kampung Peuteuy, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor ini mengatakan, pemadaman listrik yang kerap terjadi secara singkat tersebut membuat dirinya bertanya-tanya. Pemadaman secara singkat tersebut seperti sedang di permainkan.

“Aneh emang, hampir setiap malam listrik mati hidup seperti sedang dipermainkan, kaya anak kecil mainin stop kontak gitu loh dimatiin dinyalain dimatiin dinyalain,” ungkapnya keheranan.

Dia menambahkan, dengan adanya kejadian listrik padam dan menyala secara singkat tersebut tentunya membuat dirinya sebagai pelanggan perusahaan milik negara tersebut merasa terganggu.

“Tentunya kita terganggu dan saya rasa warga lain pun merasakan hal serupa seperti saya, dan satu lagi ini, ada apa ya kalo sering kaya gini, apa jangan – jangan sedang dipermainkan untuk melonjakan tagihan,” tuturnya penuh tanya.

Sementara itu, Jajang yang kebetulan mendengar pembicaraan Ahmad pun membenarkan adanya listrik yang kerap mati dan nyala tersebut.

“Iya itu biasanya sering terjadi setiap malam diatas jam dua belas malam, ya sekitar jam satuan lah biasanya suka kaya gitu, kaya semalam jam satuan sama jam setengah tiga kayak gitu” ungkapnya.

Staf Teknik PLN Rayon Jasinga, Adit saat dikonfirmasi menyampaikan bahwasanya kawasan yang dikeluhkan masyarakat itu masuk dalam kawasan penyulang Kalimaya, yang mana penyulang Kalimaya itu ada saklar atau sekringnya (sekloser).

“Terkait padam nyala padam nyala mungkin dijaringannya itu melewati pohon-pohon yang sudah mendekati kabel listrik, jadi kalo misal pohon kena kabel listrik pasti dia ada gangguan,” bebernya.

Dia pun menambahkan, penyebab mati nyala mati nyala akibat eklus sehingga eklusnya itu dari ranting pohon kena jaringan dan habis itu lepas lagi.

“Jadi upaya dari kami setiap hari itu pasti ada kegiatan buat pemangkasan pohon-pohon yang sudah mendekati jaringan supaya pohon-pohon itu bisa terhindar dari jaringan listrik,” tandasnya.

**Andres

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Kembali Ditegaskan Anton Suratto

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sekretaris MPR RI Fraksi Partai Demokrat H. Anton Sukartono Suratto menggelar Dengar Pendapat Masyarakat (DPM) pada Selasa (14/12/2021) di Aula DPC Partai Demokrat, Kabupaten Bogor, acara tersebut dihadiri, sejumlah aktivis pemuda, ormas, serta para tokoh yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) 6 Kabupaten Bogor.

Acara yang mengambil tema penegasan Pancasila sebagai dasar negara ideologi bangsa dan negara ini berlangsung meriah, bahkan di akhir acara dilakukan sesi tanya jawab tentang nilai pancasila sebagai pedoman dan falsafah bangsa Indonesia.

Acara tersebut menjadi bagian dari agenda rutin yang dilaksanakan anggota MPR RI. Dengan harapan agar masyarakat bisa menyampaikan langsung aspirasinya dan berdialog dengan wakilnya di parlemen.

Pria yang akrab disapa Kang H. Anton menyampaikan, bahwa semua sila yang ada di dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, sehingga pemahaman dan pengalamannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya.

“Pada Sila pertama yaitu, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung nilai spirituil yang memberikan kesempatan seluas – luasnya kepada semua pemeluk agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME. Semua makna yang terkandung didalam semua sila utuh, pada sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mengandung nilai satu derajat, sama hak dan kewajiban, serta bertoleransi dan saling mencintai,” ujarnya.

Pada sila ke 3 Persatuan Indonesia sambung Kang H. Anton, mengandung nilai kebersamaan, bersatu dalam memerangi penjajah dan bersatu dalam mengembangkan negara Indonesia. Dan pada sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat atau demokrasi yang dijelmakan oleh persatuan nasional

“Pada bagian sila ke 5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengandung sikap adil, menghormati hak orang lain, dan bersikap gotong-royong yang menjadi kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata,” tuturnya.

Dalam acara yang menggunakan protokol kesehatan ini, banyak dari peserta yang menyampaikan aspirasinya kepada Kang H. Anton, mulai dari soal kesehatan, Ekonomi, Infrastruktur, serta masalah Blank Spot atau wilayah yang sama sekali tidak ada sinyal.

**gp

Taman Batas Tidak Terawat, LSM JPP Pertanyakan Kinerja DLH

0

JURNAL INSPIRASI – Tidak terawatnya taman batas wilayah antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi, terus menuai kritikan dari berbagai kalangan. Salah satunya LSM Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (JPP) ikut menyayangkan dengan kondisi taman batas yang ada wilayah selatan persisnya di Kecamatan Cigombong tersebut.

Ketua LSM JPP, Saleh Nurangga mengatakan, seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Bupati Ade Yasin, memperhatikan juga keberadaan semua batas wilayah, baik yang ada di selatan, timur, utara maupun barat.

“Karena, batas wilayah bisa menjadi ikon bagi warga luar saat masuk ke Kabupaten Bogor. Kalau ciri atau batas wilayahnya saja tidak terawat, bagaimana menjadi daya tarik warga luar,” ungkapnya kepada wartawan.

Saleh mempertanyakan kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terhadap kondisi taman batas yang terkesan tidak ada perawatan tersebut.

“Apakah tidak ada anggarannya atau memang dibiarkan begitu saja,” katanya.

Saleh mengaku heran dengan program Bupati Bogor saat ini. Dimana, untuk kegiatan pembangunan lebih kepada penataan kawasan perkotaan dan terkesan menganaktirikan wilayah.

“Coba saja lihat pembangunan tahun 2021, mega proyek itu dilaksanakan untuk penataan wilayah Cibinong dan sekitarnya. Kalau pembangunan wilayah, taman batas saja tidak dirawat dan banyak infrastruktur jalan di selatan yang kondisinya rusak parah,” paparnya.

Saleh minta, Bupati Bogor bersikap adil dan merata dalam mengambil kebijakan, terutama untuk program pembangunan. Sehingga, alokasi anggaran yang dikeluarkan setiap tahunnya, bisa dirasakan semua warga Kabupaten Bogor.

“Jangan pilih kasih, apalagi wilayah selatan yang sudah memberikan pemasukan ke daerah cukup besar. Idealnya, alokasi anggaran pembangunan wilayah selatan lebih diprioritaskan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Saeful Jamal, warga Kecamatan Cigombong mengaku prihatin dengan kondisi taman batas yang dibangun Pemkab Bogor. Karena, banyak sampah disekitar taman tersebut.

“Lihat saja, taman milik Kabupaten Bogor banyak sampah, baik sampah plastik maupun sampah dedaunan. Jadi terlihat kotor dan kumuh,” ungkapnya kepada wartawan.

Berbeda dengan kondisi taman batas milik Pemkab Sukabumi. Disekitar taman batas tersebut, terlihat bersih dan terawat, sehingga warga yang melihatnya merasakan keindahan.

“Tidak ada sampah apa pun juga. Taman batas milik Pemkab Sukabumi benar-benar terawat,” jelas Saeful.

Selain sampah, lanjutnya, taman yang menjadi penghias, terkesan dibiarkan tumbuh dengan sendirinya tanpa ada perawatan, baik dengan cara dipotong dan lainnya.

“Tamannya juga seperti asal tumbuh saja. Ukuran taman tidak rata dan rapih, beda dengan taman yang dibangun Kabupaten Sukabumi, semua rapih,” tukas Saeful.

** Dede Suhendar

Anton Ingatkan Masyarakat Pentingnya Nilai-nilai Luhur Kebangsaan

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, Sekretaris MPR RI Fraksi Partai Demokrat H. Anton Sukartono Suratto menggelar Dengar Pendapat Masyarakat (DPM) dengan sejumlah generasi muda dan tokoh masyarakat dari Kecamatan, Ciawi, Tamansari, Cisarua, Megamendung, Cijeruk, dan Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (13/12/2021) di Aula DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor.

DPM tersebut membahas persoalan sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Hal ini guna mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai luhur kebangsaan yang dirangkum dalam empat pilar MPR RI untuk diaktualisasikan.

Dalam kegiatan DPM ini, pria yang akrab disapa Kang H. Anton, meminta agar masyarakat khususnya generasi muda dapat mengenal nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

”Selain hal-hal yang dipaparkan pembicara, saya juga berharap adanya masukan dari masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahuaan dan pemahaman masyarakat kita terhadap nilai-nilai kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Untuk diketahui, lanjut Yadi, MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. MPR merupakan lembaga permusyawaratan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga Negara dan berdasarkan ketentuan Pasal 5 UU Nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, MPR mempunyai beberapa tugas.

Pertama, memasyarakatkan ketetapan MPR. Kedua, memasyarakatkan Pancasila Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal ika. Ketiga, mengkaji sistem ketatanegaraan, Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta pelaksanaannya. Terakhir, menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, tutur Kang H. Anton yang juga menjabat sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, anggota MPR berkewajiban melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, dan salah satu kegiatan yang dilakukan adalah DPM dengan masyarakat di daerah pemilihannya. Kegiatan dengar pendapat yang dilakukan oleh setiap anggota MPR dengan masyarakat ini merupakan wadah untuk berdialog guna menampung saran, pendapat dan aspirasi dari masyarakat terkait pelaksanaan nilai-nilai luhur kebangsaan tersebut.

”Saya prihatin dengan semakin tergerusnya kesadaran dan rasa nasionalisme di benak pemuda. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat membangkitkan semangat persatuan, budaya gotong royong sehingga dapat menghindari perpecahan antar elemen masyarakat khususnya di Kabupaten Bogor,” tutur anggota MPR/DPR RI Dapil Jabar V (Kabupaten Bogor) ini.

Kang H. Anton menjelaskan, MPR sebagai sebuah institusi akan terus melakukan kegiatan sosialisasi dan menugaskan seluruh anggota MPR untuk melakukannya.

”Hal ini penting dilakukan agar tercipta filter kebangsaan yang kuat di tengah masyarakat. Selama ini sangat banyak dijejali oleh berbagai macam tayangan di berbagai media yang tidak mencerminkan kultur dan kepribadian Bangsa Indonesia,” pungkasnya.

**gp