30 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 944

Tugu Pahlawan di Leuwiliang Disorot Aktivis

0

JURNAL INSPIRASI – Tugu monumen sejarah yang berada di depan Puskesmas Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor disoroti aktivis mahasiswa.

Pasalnya, tugu pahlawan tersebut terlihat kumuh dan bahkan penuh sampah yang berserakan, sehingga kepekaan dinas terkait akan sejarah dipertanyakan.

Aktivis mahasiswa STKIP Muhammadiyah, Satya Nugraha Pamungkas mengatakan, tugu pahlawan yang berada di wilayah Kecamatan Leuwiliang tidak mendapat perhatian dari dinas, dan penanggung jawab monumen bersejarah dinilai tutup mata.

“Tugu pahlawan masuk dalam salah satu monumen bersejarah, namun terlihat hari ini sama sekali tidak terurus. Hal ini Sangat disayangkan karena monumen tersebut adalah salah satu cara agar generasi muda hari ini bisa terus mengenang bagaimana pahit dan kerasnya perjuangan para pahlawan terdahulu untuk mendapatkan kemerdekaan negara ini,” ungkapnya, Minggu (16/1).

Ia berharap dinas terkait bisa memaksimalkan di wilayah perawatan situs monumen bersejarah ini dan tidak terlihat tutup mata.

“Agar kita sama-sama bisa mengenang perjuangan para pendahulu kita. Jelas anggaran di wilayah pemeliharaan situs-situs bersejarah itu ada, namun pada pelaksanaannya dinas tersebut dirasa lalai dan sama sekali tidak memaksimalkan apa yang menjadi tugas mereka,” pungkasnya.

** Andres

Buka Destinasi Wisata, Pemdes Cilaku, Karang Taruna dan Warga Bersihkan Jalan

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Cilaku, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor bersama masyarakat dan karang taruna melestarikan budaya gotong-royong saat membersihkan bahu jalan, Sabtu (15/1). Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kerja bakti tersebut sebagai wujud budaya kebersamaan dan mempererat silaturahmi antarwarga.

Kegiatan gotong royong dengan nuansa kebersamaan itu untuk membuka  destinasi  wisata yang nantinya akan menjadi ikon Desa Cilakut.

Sejumlah pemuda dari karang taruna antusias ikut berpartisipasi dalam gotong royong itu dan menjadikan pemuda sebagai garda terdepan dalam mendukung adanya destinasi wisata di Desa Cilaku.

Sekretaris Desa Cilaku Jumawan mengatakan, dengan adanya kegiatan gotong royong membersihkan bahu jalan, nantinya akses ke tempat wisata Cilaku terlihat lebih asri.

“Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga merupakan wujud kebersamaan, sebagai cerminan dari kita sendiri. Seberat apapun hidup kita hadapi bila diemban dengan kebersamaan dan menanamkan  budaya gotong royong, maka semuanya akan terasa ringan,” tutur Jumawan

Ditempat yang sama Ketua Karang Taruna Desa Cilaku Suherman mengaku, pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan gotong royong ini, dimana gotong royong bermanfaat untuk kebersihan.

Menurutnya Pemerintah Desa Cilaku sangat responsif terhadap lingkungan sekitar, apa lagi akan dibukanya destinasi wisata alam kedepannya.

“Saya berharap bisa ikut memberikan kontribusi kepada Pemerintah Desa Cilaku dalam program yang sudah ditetapkan oleh pemerintah desa,” imbuhnya

Pemerintah Desa Cilaku bersama karang taruna dan masyarakat kata dia, selama ini telah menjaga dan bahkan turut aktif mengangkat nama desa. “Jika nanti destinasi wisata alam telah dibuka peran pemuda diberdayakan,” pungkasnya.

**Andres

Baru Dibangun, Fasilitas di Taman Tematik Jasinga Sudah Rusak

0

JURNAL INSPIRASI – Tokoh masyarakat Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor mempertanyakan proyek pembangunan Taman Tematik Jasinga (TTJ). Pasalnya, fasilitas olahraga untuk umum itu sudah mengalami kerusakan.

Ace Surahman mengatakan, pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2021 melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) sebesar Rp595.000.000.

“Sebenarnya konsep pembangunan sudah menarik, dan itu sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, hanya saja kualitas dari pembangunan itu sendiri harus kembali dipertanyakan,” ujar kepada Jurnal Bogor, Sabtu (15/1/22).

Dia menambahkan, fasilitas olahraga yang dibuka untuk umum yang terkesan seperti besi murahan yakni baru berapa lama sudah ada yang patah.

“Di situ ada fasilitas olahraga kan, yang kalo memang fasilitas itu mau dibuka ke publik, dibebaskan siapa saja mau menggunakan, pertama bahan bakunya harus yang handal dong tapi nyatanya bahan bakunya seperti besi dapet mungut,” ungkap pria yang akrab disapa Haji Ace.

Sementara itu, lebih dari satu pekan, pihak penyedia jasa yang diketahui dari CV. Sinar Jaya dan konsultan pengawas dari PT. Windu Expotindo belum menjelaskan saat dikonfirmasi terkait adanya fasilitas olah raga yang baru selesai dibangun, tapi sudah ada yang patah.

**andres

Penerima BPNT Desa Karang Tengah Terima Telur Busuk

0

JURNAL INSPIRASI – Warga Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Kabupaten Bogor mengeluhkan barang dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterimanya berupa telur kebanyakan telah busuk dan tidak layak konsumsi. BPNT yang seharusnya diterima di e-warung juga justru dibagikan di kantor desa, Minggu (16/01/22).

Panji salah satu warga Desa Karang Tengah mengatakan, pembagian dilakukan di kantor Desa Karang Tengah dengan beberapa staf desa yang membagikannya dan kartu ATM Bank Mandiri juga digesek di kantor Desa Karang Tengah.

“Saudara saya yang mendapatkan bantuan tersebut berupa beras, buah jeruk yang kecut gak bisa dimakan, kacang ijo dan telor yang hampir sebagian besar busuk gak bisa konsumsi,” paparnya.

Padahal dengan anggaran Rp 200.000 per KPM per bulan, harusnya mendapatkan barang yang layak konsumsi dan layak makan, bukan justru seperti ini. Untuk penerima pun bervariasi ada yang terima 4 karung beras, ada yang terima hanya sekarung beras tanpa ada keterangan jelas dari Bank Mandiri maupun TKSK Kecamatan Babakan Madang.

“Soal telur yang busuk ini sudah diadukan ke desa, namun desa tidak respons, dan Kadus lah yang respon dan dibilang jangan sampai berisik nanti diganti katanya,” beber Panji.

TKSK Kecamatan Babakan Madang H.Ali yang bertanggung jawab atas pembagian BPNT saat dikonfirmasi tidak merespons sehingga belum ada penjelasan, baik dari pihak Desa Karang Tengah  maupun dari TKSK perihal telur busuk tersebut.

** Nay Nur’ain

Miris, Nenek Renta di Sukadamai tak Dapat Bansos Apapun

0

JURNAL INSPIRASI – Seorang nenek tua yang tinggal di rumah tidak layak huni dan tinggal sebatang-kara yang berada di kampung RT 04, RW 01, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor butuh uluran pemerintah. Namun nenek Ati (62) justeru tak mendapatkan bantuan sosial (bansos).

Cep Entoh Sidik

Nenek Ati sebebarnya mempunyai 2 orang putra, tetapi anaknya tidak pernah memperhatikannya sehingga ia tinggal sendiri bahkan makan saja dari tetangga. “Budak nganteran dahar sataun sakali (anak antar makan setahun sekali), pan dulur ge dibedeng si Husen teh,” ucap nenek ati dengan merintih.

Terpisah, Ketua DPC HMBT (Himpunan Masyarakat Bogor Timur) Sukamakmur Cep Entoh Sidik mengatakan Mak Ati sudah lama tinggal sendiri dengan rumah seperti gubuk dan anaknya pun tidak pernah memperhatikannya.

“Untuk makan saja harus minta belas kasihan tetangganya. Hidup Mak Ati kini sangat memprihatinkan dan tidak ada tangan pemerintah yang memfasilitas dan memberikan bantuan,” ucap Culeng biasa disapa, Minggu (16/1/22).

Bahkan Mak Ati pun kini tinggal ditanah milik orang lain yang baik hati untuk meminjamkan tanahnya. Dengan kondisi seperti itu, pemerintah setempat mestinya lebih memperhatikan masyarakat yang memang sangat butuh.

“Sampai saat ini, belum ada tangan pemerintah yang turun hadir untuk membantu, dan saya sangat menyesalkan kepada pihak pemerintah desa yang mana banyak program bansos tapi tidak tepat sasaran dan contoh Mak Ati ini tidak tersentuh bansos apapun, itukan harus menjadi perhatian kita semua,” tutupnya geram.

** Nay/Wisnu

Achmad Fathoni Lepas Relawan ke Gunung Semeru

0

JURNAL INSPIRASI – Anggota DPRD Kabupaten Bogor , Achmad Fathoni melepas relawan Desa Cicadas yang hendak berangkat dan mengirimkan bantuan kepada korban bencana erupsi Gunung Semeru, Jumat (14/01/22).

Anggota legislatif (aleg) yang berangkat dari PKS tersebut mengatakan, sejatinya musibah adalah ujian dan bagi bagi yang terkena musibah untuk bersabar dan ujian bagi yang tidak terkena musibah apakah mau membantu atau hanya menjadi penonton dan berdiam diri.

“Jika ditanya saya yakin kita semua tidak ingin berada diposisi yang sedang terkena musibah. Jadi sudah semestinya kita yang sehat dan dalam posisi berada untuk membantu mereka yang sedang terkena musibah, karena Allah SWT akan memberikan secara bergiliran musibah dan karunia kepada setiap manusia,” paparnya Fathoni biasa disapa.

Oleh karena itu, dia pun sangat mendukung kegiatan peduli pengungsi Semeru dari para relawan. Sebab kebaikan para relawan insya Allah akan memunculkan kebaikan – kebaikan lainnya dan kebaikan dan kepedulian kepada sesama akan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala surge-Nya.

“Semoga untuk para relawan yang berangkat senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan. Aamiin ya robbal aaliamin,” cetusnya.

Dia berpesan kepada para relawan agar mengikuti aturan yang berlaku dan menghormati kebiasaan adat dan keyakinan masyarakat setempat, karena tujuan ingin membantu jangan sampai justeru menambah beban masalah.

“Insya Allah jika mengikuti aturan dan adat masyarakat setempat kita juga akan diterima dengan baik,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kegiatan pelepasan relawan Desa Cicadas tersebut turut dihadiri oleh Achmad Fathoni DPRD Kabupaten Bogor, Heryawan Babinsa Desa Cicadas, Ahmad Ghazali LPMD Desa Cicadas dan Putro Utomo mewakili kades Cicadas.

Adapun relawan yang berangkat ialah Rionaldi Putra (GPS Cicadas) , Eka Permana Zohan (Katar Desa Cicadas), M.Ikbal (APC Adventure) , Chandra Kirana (IRBK), Abdul Malik Fajar (Cheng Squad + Celah Teduh Community ), dan Ditho Imam W (KT Rawasari).

** Nay Nur’ain

GM PT. Simone Accesary Collection Diduga Gelapkan Barang Hasil Produksi

0

JURNAL INSPIRASI – General Manager (GM) PT. Simone Accesary Collection, Mr C diduga lakukan penggelapan dan penyalahgunaan wewenang jabatan, lantaran kerap kali mengeluarkan atau membawa barang hasil produksi.

Perusahaan yang berada di Gunung Putri Kabupaten Bogor tersebut memproduksi tas ber merk. Berdasarkan keterangan OM, Mr C tersebut kerap mengeluarkan barang-barang berupa tas, hasil produksi tanpa diketahui pihak lain.

“Bahkan lolos dari pantauan Bea Cukai, ada apa ini,” jelas dia kepada wartawan melalui selulernya, Jumat (14/1/2021).

OM menambahkan, terkait beberapa foto sempat diabadikanya juga saat ini ada beberapa data yang dihimpun redaksi benar. Meskipu beberapa foto itu sudah agak lama diambilnya kurang lebih beberapa bulan lalu.

“Ya, benar foto itu diambilnya sudah cukup lama. Tidak ingat tanggal berapa dan bulannya,” paparnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, pihak Bea Cukai Bogor melalui Prayogi Rahmat belum bisa memberikan keterangan karena pihaknya harus memastikan terlebih dahulu kapan dan bulan berapa itu foto- foto yang disampaikan ke Bea Cukai.

“Kami akan selidiki terlebih dahulu kebenaranya dan saya belum bisa memberikan penjelasan,” kata Prayoga pada wartawan melalui telpon selulernya.

Ditempat terpisah, GM PT. Simone Accesary collection, Mr Co yang diduga melakukan dugaan pencurian atau mengeluarkan barang hasil produksi perusahaan tersebut tidak merespons pesan WhatsApp yang dipertanyakan beserta beberapa foto barang dan satu unit mobil yang digunakan untuk mengelurkan dugaan barang berupa tas.

Sampai saat berita ini ditayangkan belum terkonfirmasi pada pihak terkait atau belum mendapat tanggapan pada Mr Co.

** Nay Nur’ain

Paguyuban RW Silaturahmi, Santuni Yatim dan Duafa

0

JURNAL INSPIRASI – Paguyuban RW se-Kecamatan Jonggol menggelar silaturahmi bulanan serta santunan anak yatim dan duafadi Kp Rawa Bogo Rt 01 Rw 04 Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jumat (16/1).

“Paguyuban RW  telah berdiri  6 bulan yang lalu dan  sudah melakukan berbagai macam kegiatan sosial kemasyarakatan. Setiap bulannya, Paguyuban RW membahas kegiatan sosial, diantaranya santunan anak yatim dan lainnya, dan kini Desa Weninggalih yang menjadi titik santunan,” ujar Ketua Paguyuban se-Kecamatan Jonggol Yohanis.

Menurutnya, gerakan menghimpun dana umat sebagai bentuk partisipasi warga dan semangat gotong royong dari kita oleh kita dan untuk kita. Pihaknya hanya perlu pemikiran dan gerak bersama, dari komponen yang ada, serta memaksimalkan potensi organisasi yang ada di Kecamatan Jonggol khususnya.  

“Kecamatan Jonggol harus beda, juga harus menjadi contoh bagi kecamatan yang lainnya, kita tidak harus melulu mengandalkan dan berharap kepada pemerintah, kita harus berangkat dari kita sendiri atau partisipasi masyarakat,” bebernya.

Dia secara pribadi dan mewakili paguyuban, mendukung dan mensuport rencana yang telah dibahas, dan siap menjadi penggerak di lapangan.

** Nay / Ramses

Orang tak Dikenal Duduki At Taufik

0

JURNAL INSPIRASI – Segerombolan orang tak dikenal menduduki sekolah At Taufik yang berada di Jalan Cimanggu Permai 1, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (15/1) malam.

Ada 19 orang yang melakukan pendudukan terhadap sekolah tersebut. Bahkan satpam at Taufik yang sedang berjaga harus keluar dari sekolah tersebut karena kalah jumlah.

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Suhartono mengatakan peristiwa pendudukan sendiri terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

“Jadi yang datang ke sekolah ini dan melakukan pendudukan adalah security baru dari Al- Irsad dengan jumlah 19 orang,” kata Suhartono dikutip dari pojokbogor saat berada di lokasi.

Suhartono mengungkapkan peristiwa pendudukan sendiri didasari oleh ketidaktahuan dari para security bahwa pengelolaan saat ini SD maupun SMP At Taufik diambil alih oleh walikota dengan penunjukan surat keputusan kepala sekolah SD maupun sekolah SMP.

“Dan kita tinggal menunggu dari keputusan pengadilan proses hukumnya seperti apa dan Alhamdulillah berkat bantuan pak camat, pak danramil mereka siap meninggalkan lokasi,” ucapnya.

Sementara itu, gerombalan yang melakukan pendudukan terhadap sekolah at-Taufik telah keluar dari sekolah tersebut dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Mereka pun keluar dengan menggunakan motor.

Ditempat yang sama, Camat Tanah Sareal Sahib Khan, mengungkapkan bahwa status sekolah At Taufik merupakan Status Quo.

“Saat ini pengelolaan SD dan SMP diambil Alih sementara oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor,” tukasnya.

** Fredyk

Nasdem Gelar SP Cup ke-7 di Kota Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Setelah sebelumnya sempat absen lantaran pandemi Covid-19, Partai Nasdem melalui Nasdem Sport Center menggelar turnamen bulutangkis Surya Paloh (SP) Cup ke-7 yang diikuti oleh 300 peserta di GOR Pajajaran, Sabtu (15/1).

Benninu Argoebie

Dalam turnamen yang menggunakan protokol kesehatan (prokes) ketat ini, dihadiri oleh Majelis Tinggi DPP Partai Nasdem IGK Manila, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, dan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bogor Benninu Argoebie.

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bogor, Benninu Argoebie mengapresiasi Pemkot Bogor yang sudah memberikan ruang bagi atlet bulutangkis yang sudah lama mempersiapkan diri mengikuti ajang ini.

“Karena hanya dengan olahraga bendera Merah Putih kita berkibar di mana-mana. Sangat merasa bangga kami ditunjuk menjadi tuan rumah. Insya Allah Kota Bogor bisa menjadi tuan rumah yang baik dan bisa jadi percontohan penyelenggara turnamen
olahraga yang menggunakan prokes ketat pertama di Indonesia,” ujar Benninu.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut bahwa Nasdem merupakan parpol yang paling banyak menyelenggarakan kegiatan olahraga dibandingkan dengan partai lain.

“Di Bogor ini banyak parpol, tapi partai yang banyak kegiatan di olahraga adalah Nasdem,” ucap Bima Arya.

Bima berharap, Nasdem dan Pemkot Bogor bisa berlari kencang dalam memajukan dunia olahraga, khususnya di Kota Bogor.

“Ini event bagus sekali untuk memberikan motivasi pembinaan nasional. Semoga ke depan terus berlanjut menumbuhkan pembinaan bulutangkis nasional,” ucapnya.

Sebagai informasi, SP Cup 2022 bakal memperebutkan Piala Eksebisi IGK Manila, Piala Bergilir Prananda Surya Paloh dan piala tetap.

Selain itu, SP Cup 2022 juga mempertandingkan kategori Ganda Intern Bogor dan memperebutkan Piala Tetap DPD Nasdem Kota Bogor dengan total hadiah Rp10 juta.

** Fredy Kristianto