30 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 945

Ratusan Pekerja Sosial Masyarakat Didaftarkan Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

0

JURNAL INSPIRASI – Ratusan anggota Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Bogor didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pendaftaran ratusan pekerja sosial ini secara simbolis dilaksanakan oleh Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Ketua IPSM Jawa Barat Eka Wardhana, dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor Mias Muchtar di Gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (13/1).

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga secara simbolis menyalurkan bantuan JKM kepada 2 ahli waris keluarga pekerja rentan yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ketua IPSM Jawa Barat Eka Wardhana menyampaikan terima kasih kepada BPJSTK yang telah mendaftarkan kepesertaan para pekerja sosial Kota Bogor melalui dana CSR.

“Ini sebuah penghargaan yang luar biasa kepada kami, volunteer atau relawan terdidik yang ada di Kota Bogor yang terhimpun dalam IPSM yang ada di Kota Bogor. Karena, kami yang selama ini bekerja melindungi dan mengedukasi warga malah belum terlindungi,” ujar Eka Wardhana yang dirilis HUMPROPUB.

Diungkapkan oleh Eka, anggota IPSM Kota Bogor ini akan mendapatkan bantuan berupa subsidi pembiayaan iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama tiga bulan kedepan. Ia pun berharap ratusan anggota lainnya bisa ikut terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar dalam bekerja memberikan perlindungan dan advokasi kepada warga, para anggota IPSM turut telrindungi juga oleh negara.

“Yang pasti kami akan menjadikan ini sebuah motivasi dan ini juga akan menjadikan kami wajib, mewajibkan kepada seluruh anggota agar taat bayar aturan. Jadi kalau ada 203 saya berharap malah itu merupakan awal. Karena di kami ada 700an relawan yang tergabung dalam IPSM Kota Bogor,” ungkap Eka.

Dilokasi yang sama, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bogor Mias Muchtar, menyampaikan CSR yang diamanatkan oleh yayasan Al-Magfirah untuk disalurkan ke IPSM Kota Bogor merupakan bentuk kehadiran negara kepada para pekerja rentan dalam kegiatan Peduli GN Lingkaran.

“Dengan giat hari ini, kami sampaikan bentuk kepedulian dari kawan-kawan yang ada di BPJSTK untuk menyalurkan dana CSR sebagai gerakan memberikan perlindungan kepada masyarakat Kota Bogor,” Kata Mias.

Yayasan Al-Magfirah merupakan yayasan yang dibangun oleh BPJS Ketenagakerjaan dan bertujuan untuk menyalurkan bantuan berupa perlindungan ketenagakerjaan kepada para pekerja rentan. Karena, selain IPSM, yayasan Al-Magfirah juga sudah menyalurkan CSR kepada PWI Kota Bogor.

“Itu adalah yayasan dari pegawai BPJS Ketenagakerjaan yang berdomisili di kantor pusat kami. Kita melakukan kegiatan sosial salah satunya tadi, lalu sempat dengan PWI Kota Bogor kemarin dengan memberikan bantuan Al-quran dan hari ini kami coba memerdayakan dengan memberikan perlindungan,” ujar Mias.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto berharap bahwa semakin banyak para pekerja Kota Bogor yang terlindungi melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Jika melihat data dari BPJSTK, masih ada kurang lebih 290 ribu angkatan kerja Kota Bogor yang belum terdaftar sebagai peserta jaminan. Kepesertaan ini penting untuk memberikan perlindungan kerja. Alhamdulillah hari ini bisa kita daftarkan para pekerja sosial”, jelasnya.

Perlindungan ketenagakerjaan ini penting terutama bagi para pekerja informal maupun pekerja sosial. Diperlukan regulasi yang menjadi dasar agar jaminan keselamatan kerja mereka terjamin.

“Harapan kita tentu agar semakin banyak yang tercover (BPJS Ketenagakerjaan, red). Terutama para pekerja informal. Kita akan coba lihat regulasinya sebagai bahan landasan untuk bisa membantu mereka (angkatan kerja, red),” tegas Atang.

**Fredyk-rls

Soal Demo di Disdik, Ini Kata Orangtua Murid SMPIT At Taufiq

0

JURNAL INSPIRASI – Konflik Yayasan At-Taufiq Bogor (Yatib) dengan Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bogor (YAAB) semakin memanas. Hal tersebut semakin keruh seiring adanya desakan orangtua murid SMPIT agar Dinas Pendidikan (Disdik) mencopot Plt Kepala Sekolah (Kepsek) Ahmad Furqon.

Belum usai permasalahan tersebut, orangtua murid pun menyesalkan pernyataan Kepala Disdik, Hanafi yang menyebut bahwa aksi orangtua murid di kantornya pada Rabu (12/1) tak mengantungi izin aparat.

Perwakilan Orangtua Murid Bersatu, Edwin mengatakan, kedatangan mereka ke Disdik untuk menyampaikan aspirasi terkait Plt Kepsek yang dinilai tidak netral.

“Kami juga menyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Plt tersebut, hingga meminta kepada Kadisdik untuk diganti,” kata Edwin melalui keterangan tertulisnya, Jumat (14/1).

Selain itu, kata dia, kedatangan puluhan orangtua murid ke Disdik itu lantaran surat yang dilayangkan tidak ditanggapi oleh Disdik dan juga Plt Kepsek.

Sementara itu, perwakilan Glguru At-Taufiq, Irma menanggapi perihal dapodik yang disinggung Kadisdik. Menurutnya, terkait dapodik siswa, pihaknya memiliki data yang diperlukan untuk mengupdate pada dapodik. Namun Plt Kepsek tidak pernah berkoordinasi perihal tersebut.

“Waktu itu pak kadis mengundang kami untuk rapat, tapi beliau tidak hadir dan kemudian rapat dipimpin Plt Kepala SMP At-Taufiq Ahmad Furqon,” kata Irma.

Ia juga membeberkan perihal walk out yang dilakukan oleh guru-guru At-Taufiq. Kata dia, walk out itu dilakukan karena Plt seolah mengarahkan untuk menerima SK YAAB (Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bogor).

“Perihal walk out yang dilakukan guru itu karena dalam forum tersebut guru dihadapkan pada surat pernyataan yang diminta untuk memilih menerima SK YAAB atau tidak, sementara dalam undangan tertulis agenda rapat Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar,” bebernya.

Sementara itu, Perwakilan Yatib Ustadz Syarif Ahmad mengungkapkan, dari awal baik Yayasan maupun orang tua siswa meminta untuk tidak ada perubahan guru, tetap guru lama baik dari pihak At Taufiq maupun Al Irsyad.

“Artinya tidak ada penambahan guru baru. Guru yang mengajar masih sama sebelum terjadi konflik,” ujarnya.

Mengenai rekening penampung SPP, kata Syarif, selama ini orangtua mempercayakan pengelolaan kepada At Taufiq. “Jika akan dibuka rekening penampung dari BSI, kami bersedia dengan spesimen bersama termasuk dari Disdik sebagai pengawas,” katanya.

Ia menyebut, apabila pembulaan rekening baru harus dilakukan untuk menampung SPP, hal itu harus berdasarkan kesepakatan kedua yayasan.

“Kami sudah mengirimkan mosi tidak percaya, di mana suratnya kami tujukan kepada walikota. Sampai saat ini kami masih menunggu respon beliau,” ucapnya.

Indikasi ketidaknetralan Plt Kepsek, sambung dia, juga dikeluhkan dewan guru karena tidak bisa berkomunikasi dengan baik dan tidak merespon saran dan pendapat guru. “Untuk itulah, kami tidak berkenan yang bersangkutan memasuki area sekolah,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi menjelaskan bahwa At Taufiq sedang dilanda dualisme antara Yatib dengan YAB. Dimana keduanya itu, sebelumnya datang ke Disdik untuk menyelesaikan permasalahan dan pihaknya menerima kedua belah pihak tersebut.

“Kemudian dimediasi oleh walikota, namun di waktu yang berbeda, di waktu bersamaan ternyata tidak ada titik temu, dimana keduanya saling menginginkan apa yang mereka inginkan,” jelasnya.

Hal itu, sambung Hanafi, membuat Pemkot Bogor mengambilalih dan menunjuk Plt Kepsek untuk menjalankan KBM.

“D menjalankan KBM itu tentu ada tahapannya, seperti kurikulumnya seperti apa, kemudian dapodik-nya (data pokok kependidikan) pun harus disesuaikan. Tetapi kenyataannya tidak direspon secara positif, tindakan operasional yang dilakukan oleh Plt SMPIT At-Taufik ini tidak didukung secara utuh,” katanya.

“Saya kumpulkan manajemen dan kedua belah pihak sepakat. Setelah pembelajaran diatur, disusun, dijadwalkan dan dapodik nya disesuaikan, karenakan sumber semuanya dapodik, dan pihak Yatib sudah mengakui bahwa izinnya itu milik Al-Irsyad, jadi tentu harus ada manajemen kedua belah pihak dilibatkan dan pertemuan beberapa kali. Disana itu ada dualisme yakni YAB dan Yatib” kata Hanafi.

Karena dualisme, maka pihaknya berkirim surat kepada Yatib untuk dibuatkan rekening penampungan dan spesimennya ya di kedua belah pihak dan waktu itu sudah setuju tetapi di lapangan tidak konsisten, tidak terlaksana.

“Proses KBM itu perlu manajemen, perlu pembiayaan makanya saya minta bikin rekening penampungan, pelaksanaannya terserah dan saya tidak memberikan kewenangan pengelolaan uang untuk kepala sekolah,” katanya

“Nah sekarang guru, tenaga kependidikan perlu berapa sekian orang, kan harus di sepakati, ternyata tidak sepakat, tidak mau, menginginkan seperti keinginan sendiri, saya kumpulkan, tetapi belum selesai saya ngomong sudah bubar. Setalah itu besok nya Plt mau masuk sekolah, tetapi ruangannya dikunci dan sekarang sudah mulai lagi dikunci ruangannya dari pihak guru, nah kita undang kedua belah pihak manajemen, tidak mengundang orangtua murid tapi kok kenapa datang bawa poster demo,”pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Dampak Gempa di Sumur Banten, 3 Rumah di Sukajaya Rusak Berat

0

JURNAL INSPIRASI – Gempa bumi yang terjadi  di daerah Sumur, Provinsi  Banten berdampak ke wilayah Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Gempa dengan 6,7 skala richter (SR) tersebut mengakibatkan 3 bangunan rumah permanen yang terletak di dua kampung di Desa Harkatjaya mengalami rusak berat.

Sekretaris Desa Harkatjaya Riski Ramdani menerangkan, 2 unit rumah rusak berat tepatnya di  Kampung Cibuluh. Sedangkan  kondisi serupa 1 unit rumah yang dihuni 2 Kepala Keluarga (KK) kini tak bisa dihuni lantaran rusak berat.

Saat di lokasi kejadian, kata Sekdes, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bersama aparat desa dan pihak Kecamatan Sukajaya, serta dibantu masyarakat setempat melakukan evakuasi kelurga korban akibat bencana alam tersebut.

“Tidak ada korban dalam kejadian musibah gempa bumi tersebut. Namun untuk sementara korban mengungsi ketempat yang lebih aman,” jelas Riski Ramdani kepada Jurnal Bogor, Jumat (14/1).

Sedangkan kerugian seperti rumah yang alami kerusakan di Kampung Pasir Ipis kata dia, sekitar 80-70 juta dan kerugian untuk rumah yang di Kampung Cibuluh ditaksir sebesar Rp 20 hingga Rp 25 juta.

** Arip Ekon

Biskita Segera Mengaspal, Bima: Paling Lambat Senin

0

JURNAL INSPIRASI – Kabar baik datang bagi warga Kota Bogor. Biskita Trans Pakuan siap mengaspal kembali di 4 koridor dalam waktu dekat. Sebelumnya, operasional Biskita Trans Pakuan mengalami jeda operasional lantaran adanya penyesuaian mekanisme pengadaan barang/jasa dari pelelangan umum menjadi pengadaan melalui e-catalog.

Kabar baik itu disampaikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya usai bertemu dengan Plt Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Setiadi di sela rapat koordinasi di Vimala Hills, Kabupaten Bogor, Jumat (14/1).

“Sedang dilakukan percepatan, akselerasi penyesuaian proses e-catalog. Saya tadi komunikasi dengan Plt Kepala BPTJ, dan Insya Allah kembali mengaspal paling lambat hari Senin (17/1/2022),” ungkap Bima Arya.

Dengan kembali mengaspalnya dalam waktu dekat ini, berarti lebih cepat dari estimasi sebelumnya. Jeda operasional ini juga akan dimanfaatkan Pemkot Bogor dan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor untuk melakukan persiapan, baik armada maupun shelter.

“Sekarang kita cek-cek lagi kesiapan armada, 1-2 hari ini. Untuk hari Senin siap kembali melayani warga Bogor,” kata Bima.

Bima menambahkan, warga bisa menikmati layanan Biskita Trans Pakuan masih secara gratis.. “Masih belum berbayar. Nanti tahapan tahapan untuk berbayarnya terus kami komunikasikan dengan BPTJ dan dewan,” pungkasnya.

Sebelumnya, BPTJ Kemenhub mengumumkan adanya jeda operasional pada layanan Biskita Trans Pakuan per 1 Januari 2022. Penghentian sementara operasional ini tidak hanya terjadi di Kota Bogor, tapi juga di lebih dari 30 daerah yang mengoperasikan layanan sejenis dari Kemenhub. 

Alasannya, lantaran adanya penyesuaian mekanisme pengadaan barang/jasa dari pelelangan umum menjadi pengadaan melalui e-catalog. Selain itu, BPTJ mengaku sedang mengusulkan kontrak tahun jamak kepada Kementerian Keuangan untuk memberikan iklim investasi yang lebih menarik bagi operator sekaligus memberikan jaminan layanan jangka panjang.

** Fredyk

PSB Butuh Imbang Kontra Perkesit

0

JURNAL INSPIRASI – Klub sepakbola kebanggan Kota Bogor, PSB akan melakoni laga terakhir pada Grup N babak 24 besar Liga 3 Seri 2 Jawa Barat, dengan melawan Perkesit Cianjur di Sabilulungan Bandung, Sabtu (15/1).

PSB hanya butuh hasil imbang untuk dapat lolos ke fase 16 besar. Setelah sebelumnya mengalahkan Mandala Majalengka dengan skor 1-0.

“Kita hanya butuh hasil imbang saja. Insya Allah kita lolos, walaupun materi pemain semuanya lokal tanpa kontrak, dan dibayar hanya per pertandingan saja,” ujar Plt Ketua PSB, Nasrul Zahar kepada wartawan, Jumat (14/1).

Nasrul mengatakan, PSB berlaga pada Liga 3 murni tanpa biaya APBD, dan hanya mengandalkan sumbangan sukarela dari para mantan pemain dan pejabat yang masih peduli terhadap kebangkitan sepakbola ‘Kota Hujan’.

“Setiap pertandingan kebutuhan Rp15 juta, itu semua hasil sumbangan agar PSB kembali berkibar seperti era 1990-an,” ucap Nasrul.

Kendati demikian, kata Nasrul, ketiadaan anggaran bukanlah sebuah halangan untuk membangkitkan kejayaan PSB. Terbukti, Laskar Pakuan dapat melenggang ke babak 24 besar.

“Justru ketiadaan menjadi motivasi bagi kami untuk menunjukan bahwa PSB masih ada. Mudah-mudahan bila sudah lolos seri 1, akan ada supporting anggaran dari sponsor. Sekarang kita tunjukan prestasi saja,” jelasnya.

** Fredyk

Tim Basket Kabupaten Bogor Raih Kemenangan Penting Sebelum Derby Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Tim Basket Putra Kabupaten Bogor kembali menuai poin penting dalam lanjutan babak kualifikasi Porprov XIV Jabar 2022 yang digelar di GOR Panembong, Kabupaten Cianjur, Kamis, 13 Januar1 2022.

Pada laga kedunya, tim besutan Galih Nugraha berhasil menumbangkan tim basket Kota Depok dengan skor 95-70 .

Sebelumnya pada hari pertama, para pemain basket Kabupaten Bogor mampu mengilas Kabupaten Sukabumi dengan poin akhir 77-44.

“ Dua kali kemenangan ini akan jadi modal penting bagi kami dalam menatap laga selanjutnya,”tegas Galih Nugraha.

Galih mengaku sangat  senang dengan skuadnya yang  mampu mendominasi  jalannya pertandingan tiap kuarter.

Dalam laga ketiga yang akan digelar, Jumat, 14 Januari 2022, Tim Basket Kabupaten Bogor akan melakoni partai Derby Bogor.

“ Mudah mudahan semua pemain kami tetap dalam kondisi prima untuk melakoni semua laga lanjutan pada BK Porprov XIV  Jabar 2022 untuk  cabor Basket nomor putra 5×5 ini, “ beber Galih.

Sementara itu,  Wabup Bogor yang juga sebagai Ketua Umum Perbasi Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan, SE memberikan ucapan selamat atas dua kali kemenangan yang diraih tim basket putra Kabupaten Bogor dalam BK Porprov XIV Jabar 2022.

“ Saya optimis tim basket putra Kabupaten Bogor akan lolos ke Porprov XIV Jabar 2022,” singkat Iwan Setiawan.

** AS Pangrango

Usep Supratman Tak Berminat Pimpin Askab

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor, Usep Supratman, SH tegaskan tak berminat pimpin PSSI Askab Bogor.

Sekjen DPC PPP Kabupaten Bogor memilih akan tetap fokus menahkodai KORMI Kabupaten Bogor.

“ Saya tidak haus jabatan dalam organisasi. Apalagi saat ini saya masih jadi Ketua KORMI Kabupaten Bogor,” ujar Usep Supratman kepada Jurnal Bogor, Kamis, 13 Januari 2022.

Selain itu,  Ketua Komisi  1 DPRD Kabupaten Bogor  ini tidak dapat dukungan atau ijin dari para anggota dan pengurus KORMI Kabupaten Bogor untuk masuk dalam kepengurusan cabor apapun, termasuk cabor sepakbola yang bernaung dibawah PSSI Askab Bogor.

“Bagaimana saya berbagi waktu dengan keluarga, jika saya harus mengurus banyak organisasi keolahragaan,”  tegasnya

Ia juga mengucapkan  terimaskasih jika selama ini ada beberapa insan sepakbola di Kabupaten Bogor yang menginginkannya maju dalam bursa Ketua Umum PSSI Askab Bogor.

“ Saat ini saya belum minat dan belum ada waktu untuk maju dalam bursa Ketua Umum PSSI Askab Bogor.Kketika saya harus masuk dalam bursa dan terpilih, saya tak boleh setengah setengah,” bebernya.

** AS Pangrango

NPCI Kabupaten Bogor Rekrut 50 Atlet Baru

0

JURNAL INSPIRASI – Sudah satu pekan terakhir ini National Paralimpic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor  melakukan seleksi kepada puluhan calon atlet NPCI Kabupaten  Bogor yang akan diterjunkan dalam Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.      

Para calon atlet NPCI Kabupaten Bogor ini mayoritas mengikuti  seleksi cabor renang, atletik, panahan, catur, tenis meja dan tenis lapangan.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach mengatakan, proses seleksi yang dilakukan NPCI Kabupaten Bogor ini nantinya hanya akan merekrut sekitar 50 atlet baru yang akan masuk dalamPra Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan, Pra Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor ini nanti akan berlangsung sekitar 5 bulan sebelum memasuki fase Pelatcab.

“ Kuota atlet baru yang akan masuk dalam Kontingen Kabupaten Bogor untuk Peparda XVI Jabar 2022 sebanyak 50 atlet baru,” tegas Misbach, Kamis, 13 Januari 2022   

Mudah mudahan, kata Misbach,  para atlet baru ini nantinya bisa langsung memberikan kontribusi prestasi bagi Kabupaten Bogor.

** AS Pangrango

Pertanyakan Jalan Cikereteg, Tomas Ciderum Datangi UPT

0

JURNAL INSPIRASI – Tokoh masyarakat (tomas) Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, mulai dari Ketua BPD, LPM, Kepala Dusun (Kadus), Rukun Warga (RW) dan tomas Kampung Cikereteg, datangi kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Kamis (13/1/2022).

Kedatangan tomas ke kantor UPT kepanjangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor yang berlokasi di komplek Pemerintahan Ciawi itu, untuk menanyakan penanganan perbaikan ruas Jalan Cikereteg yang dinilai menjadi salah satu penyebab  kemacetan di jalur wisata tersebut.

Para tomas Desa Ciderum yang berjumlah 6 orang itu, disambut Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Ade Sa’ban, mewakili Kepala UPT, Rizki Akbar yang sedang tugas ke DPUPR.

Ketua BPD Desa Ciderum, Ujang Hasbullah mengatakan, kedatangannya ke kantor UPT Jalan dan Jembatan, untuk mempertanyakan penanganan perbaikan Jalan Cikereteg yang kondisinya rusak parah.

Menurutnya, rusaknya jalan yang menjadi akses utama warga Ciderum beraktivitas maupun jalur lintasan para wisatawan saat ingin berwisata ke wilayah Pancawati, salah satu penyebab kemacetan.

 “Makanya kami datang kesini ingin meminta segera ada penanganan perbaikan jalan yang rusak tersebut,” kata Ujang Hasbullah saat bertemu dengan Kasubag TU UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Kamis (13/1/2022).

Kadus 04 Desa Ciderum, Didin Subandi pun menanyakan kegiatan pelaksanaan pemeliharaan di ruas Jalan Cikereteg maupun Pancawati di tahun 2021.

 “Sekalian saya pengen tahu anggaran pemeliharaan di ruas jalan itu,” ungkapnya.

Sedangkan tomas Cikereteg, Pepen meminta agar pihak UPT Jalan dan Jembatan segera melakukan perbaikan yang bersifat mendesak. Pasalnya, apabila menunggu perbaikan peningkatan, memakan waktu lama.

 “Kalau menunggu perbaikan dengan program peningkatan, paling pelaksanaan nya bisa dipertengahan tahun. Jika memang ada anggaran darurat, kami minta untuk dilakukan perbaikan seadanya saja, terpenting jalan tersebut tidak terlalu rusak parah,” paparnya.

Kasubag TU UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Ade Sa’ban menjelaskan, untuk penanganan perbaikan Jalan Cikereteg yang saat ini kondisinya rusak, sudah diajukan dan mudah-mudahan terealisasi di tahun 2022 awal.

 “Kami masukkan ke peningkatan dengan pengajuan betonisasi sepanjang kurang lebih 500 meter. Dan mudah-mudahan tidak dicoret lagi atau ada pemangkasan anggaran,” jelasnya kepada tomas Desa Ciderum.

Ade pun ingin ada pengawalan dari para Tomas Desa Ciderum dalam merealisasikan pengajuan peningkatan Jalan Cikereteg. Ia juga minta para tomas ikut mensosialisasikan kepada para pemilik bangunan yang memakan bahu jalan agar mau menggeser, termasuk para pedagang kaki lima (PKL) didepan Pasar Cikereteg.

“Biar drainase sepanjang jalan yang dilakukan perbaikan, kembali lagi ada. Dan itu harus dilakukan sosialisasi kepada para pemilik bangunan maupun PKL,” ujarnya.

Selain itu, terkait penanganan perbaikan dengan anggaran bersifat darurat atau pun pemeliharaan mulai dari Jalan Cikereteg sampai ke Pancawati, tahun 2021 tidak ada anggaran sama sekali.

 “Karena saat itu Jalan Pancawati kami ajukan peningkatan, jadi anggaran pemeliharaan berikut untuk Jalan Cikereteg tidak ada. Tapi diperjalanan, anggaran untuk peningkatan ruas jalan itu dicoret dan dialihkan kepada penanganan Covid-19. Tahun 2021 murni tidak ada anggaran pemeliharaan untuk ruas Jalan Cikereteg dan Pancawati,” imbuh Ade.

Meski begitu, Ade berjanji akan melakukan musyawarah dengan Camat Caringin untuk membahas terkait penanganan darurat agar Jalan Cikereteg bisa dilakukan perbaikan.

Apalagi, Ade mengaku belum lama ini ikut rapat dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Pancawati bersama para pengusaha untuk penanganan kerusakan jalan dan adanya jembatan yang rusak di wilayah tersebut.

 “Alhamdulillah para pengusaha waktu rapat, bersedia membantu memperbaiki kerusakan jalan yang bersifat penanganan sementara sebelum ada peningkatan dari Pemerintah Kabupaten Bogor,” jelasnya.

** Dede Suhendar

Vaksin Booster Sasar 112.689 Warga

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memulai vaksin booster Covid-19 pada Kamis (13/1). Sebanyak 112.689 warga yang menjadi target penyuntikkan vaksin ketiga ini.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau langsung proses vaksinasi booster hari pertama di Puskesmas Semplak, Kecamatan Bogor Barat. Dedie bersama Komandan Korem (Danrem) 061 Suryakencana, Brigjen TNI Achmad Fauzi, Dandim 0606 Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan, dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro juga ikut dilakukan penyuntikkan.

Dedie mengungkapkan, vaksin dosis ketiga atau booster ini memiliki gejala yang hampir sama dengan penyuntikkan sebelumnya, seperti pegal – pegal. Namun setelah melewati masa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), semua berjalan normal.

“Memang karena saya sudah lama dari vaksin kedua itu sekitar 9 bulan lebih terasa pegal. Tapi KIPI-nya juga sudah lewat 15 menit, sudah aman,” kata Dedie di Puskesmas Semplak.

Dedie mengatakan jika masyarakat khususnya lansia dan komorbid sangat antusias dalam mengikuti vaksinasi booster. Sehingga dengan begitu, dalam waktu dua bulan, target bisa selesai.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan, vaksin booster ini diberikan enam bulan setelah dosis kedua. Ada total 112.689 target masyarakat yang divaksin booster.

“Prioritas kita fokuskan ke lansia. Karena yang sudah bisa di booster adalah 34.000 dan hari ini kita sudah serempak di 25 puskesmas dan 68 kelurahan. Untuk lansia menghabiskan sisa vaksin kita sekitar 23.000 dosis. Jenis vaksinnya Astrazeneca, setengah dosis yang diberikan,” kata Retno sapaan Kadinkes.

“Target kita menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin, ada Astrazeneca dan Pfizer. Begitu vaksin tersedia, akan kita vaksin dengan targetnya sekitar 112.000 pelayanan publik juga lansia, TNI, Polri, dan ASN sesuai prioritas,” terangnya.

Menambahkan, Danrem 061 Suryakencana, Brigjen TNI Achmad Fauzi mengatakan, vaksin booster ini mempercepat terbentuknya herd immunity yang ada pada masyarakat Kota Bogor. Menurut Danrem, vaksinasi booster ini di Kota Bogor adalah yang pertama kali diselenggarakan.

“Tadi kita juga saya (Danrem), Pak Dandim, Pak Kapolresta, Pak Wakil Wali Kota, pak camat, lurah sama-sama melaksanakan vaksinasi booster. Di Kota Bogor Alhamdulillah sangat meriah dan luar biasa. Hari ini kita contohnya per Kelurahan targetnya 200 (orang), ternyata antusiasme melebihi yang diekspektasikan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto