28.5 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 932

D’Empang Jadi Sentra Penjualan Produk UMKM di Desa Cibatok 1

0

JURNAL INSPIRASI – Meskipun terdampak pandemi Covid-19, namun saat ini keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah terus berbenah, salah satunya yang dilakukan di Desa Cibatok 1, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Ketua Forum UMKM IKM Kabupaten Bogor Surya Purnama menjelaskan, pihaknya meresmikan cafe D’Empang sebagai sentra penjualan produk UMKM dari warga di wilayah Desa Cibatok 1.

“Produk yang dijual dengan kualitasnya yang tidak kalah dari daerah lain,” ucapnya ketika mengadiri peresmian sentra UMKM, Rabu (26/1).

Dia menambahkan, saat ini UMKM dan IKM sudah bekerjasama dengan Bank BJB untuk permodalan bagi pengusaha tanpa anggunan dan bunga.

“Untuk wilayah Kecamatan Cibungbulang sendiri, sudah ada 4 desa dengan para pelaku usahanya yang mendapatkan bantuan modal dari Bank BJB,” tukasnya.

** Arip Ekon

“Sudah Beres” Soal Telur Busuk, Kejari Bingung

0

JURNAL INSPIRASI – Pernyataan Farhan sebagai supplier telur ke PT. Aam Prima Artha (APA), terkait “sudah beres” dengan Kejaksaan, Dinas Sosial dan kepolisian soal adanya telur busuk yang dibagikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, baru-baru ini dibantah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor.

Dikonfirmasi melalui Whatsapp terkait pernyataan Farhan, Kasi Intel Kejari Kabupaten Bogor, Juanda menampik pemberitaan yang beredar. Bahkan, pihak Kejari belum pernah menemui supplier telur milik PT APA tersebut. “Makanya saya juga bingung beres terkait apa itu (pernyataan Farhan, red),” ujarnya,  Rabu (26/1).

Sebelumnya, Farhan supplier telur ke PT. Aam Prima Artha (APA) melakukan konferensi pers di Saung Abah, Kecamatan Babakan Madang, terkait persoalan telur busuk yang dikeluhkan warga. Persoalan sudah beres juga dia katakan termasuk kejaksaan.

“Adanya pertemuan dengan media ini merupakan bagian niat baik saya untuk memperbaiki nama PT Aam, dimana setelah ini PT Aam mau memakai saya lagi atau tidak itu saya kembalikan lagi kepada mereka. Yang pasti untuk persoalan ini mulai dari pergantian di masyarakat, klarifikasi ke Dinas Sosial, kepolisan, dan kejaksaan semuanya sudah beres,” papar Farhan.

Diakuinya untuk pengiriman ke Desa Karang Tengah menyatakan kewalahannya menyuplai 7.123 paket telur ke seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Bogor. Farhan menyatakan dari banyaknya paket telur yang harus disupply, perusahaan tidak bisa memastikan telur yang disupply kepada agen itu busuk atau tidak. “Kita tidak tau telur itu kondisi dalamnya bagus atau tidak, kami hanya bisa ngecek kondisi telur itu bagus atau tidak,” ucapnya saat

Dari 7.123 paket, yang mana setiap paket berisi satu kilogram telur, Farhan mengatakan ketidaksanggupan perusahaan untuk melakukan screening satu per satu. “Kami tidak bisa melakukan pengecekan satu per satu,” katanya.

Farhan pun memaparkan dari 7123 paket telur, ada 95 paket yang dikeluhkan baik oleh agen maupun KPM. “Paket dari 7123 kedapatan yang komplain hanya 95 paket itu pun sebagaian besar sudah kami ganti,” paparnya.

Menurut Farhan, proses screening atau Quality Control (QC) sudah dilakukan terus menerus sedari peternakan. “Mungkin karena dikirim dari Jawa Tengah dan jumlahnya yang besar, mungkin disana ada proses dalam pengiriman yang memakan waktu beberapa hari hingga terjadinya pembusukan,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Farhan, saat telur sampai di gudang, perusahaan kembali lakukan checking ulang terkait kondisi telur.

“Di gudang kembali dilakukan screening, apakah ada telur yang kurang baik atau tidak, saat di distribusikan ke agen pun, kami sudah mengingatkan untuk melakukan checking ulang kepada sebelum didistribusikan ke KPM,” tukasnya.

Farhan menambahkan, dirinya merupakan supplier telur yang dipakai oleh PT Aam Prima Artha untuk memenuhi kebutuhan bantuan BPNT yang dikelola oleh PT. Aam.

** Nay Nur’ain

Warga Bojong Koneng Bantah Soal Sentul City

0

JURNAL INSPIRASI – Rapat dengar pendapat antara orang-orang yang mengaku warga Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor dengan DPR RI Komisi III, Rabu (19/1) lalu di Gedung DPR RI yang mengadu tentang Sentul City, dibantah warga yang juga mengaku warga Bojong Koneng. Tidak semua warga mengatakan hal yang sama.

Yadi yang mengaku warga Bojong Koneng kampung Tapos tersebut menjelaskan bahwa dengan adanya Sentul City di desanya, banyak dirasakan manfaatnya terutama dalam hal lapangan pekerjaan.

“Jelas kami rasakan manfaatnya, seperti Sumber Daya Masyarakat (SDM), jadi bisa tercipta lapangan bekerja, fasilitas bertambah. Gak mungkin jalan ada seperti ini kalo gak ada Sentul City,” ucap Yadi, Rabu (26/1).

Menurutnya, dengan adanya Sentul City menambah daya tarik wisata untuk pengunjung dari luar daerah datang dan menambah nilai jual tanah di Desa Bojong Koneng. Selain itu Sentul City juga turut memperbaiki mushola, PAUD dan juga memberikan santunan.

“Saya sering kali merasakan yang namanya santunan itu dan juga ada peningkatan dari harga tanah kini menjadi mahal dan itu semua karena adanya Sentul City. Ekonomi jadi meningkat drastis, itu yang saya rasakan,” bebernya.

Senada dikatakan Iyom (55), ia mengaku dengan adanya Sentul City menambah lapangan pekerjaan dan ekonomi meningkat, apalagi jika Sabtu – Minggu dan hari libur banyak wisatawan datang sehingga apa yang menjadi ikon di Bojong Koneng menjadi daya jual.

” Kalo saya merasakan dampak positifnya dengan adanya pembanguan yang dilakukan Sentul City, kan semua tergantung yang merasakannya pak, jadi tidak bisa disamakan antara warga yang satu dengan yang lain,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu

SMPN 2 Citeureup Sabet Adiwiyata Tingkat Nasional

0

JURNAL INSPIRASI – SMP Negeri 2 Citereup akhirnya tercatat sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Nasional. Dari serangkaian kegiatan untuk mencapai penghargaan Adiwiyata sudah diikuti sejak awal tahun 2021 di bawah monitor dan evaluasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

Humas SMPN 2 Citeureup Yoko menjelaskan, kegiatan yang dilombakan dan menjadi catatan penilaian meliputi kelengkapan admistrasi, tata lingkungan sekolah, dan kegiatan yang sesuai visi misi sekolah yang mana temanya adalah mencintai lingkungan hidup.

 8 standar program – program sekolah yang menjadi penilaian Dinas Lingkungan Hidup (Tim penilaian Kabupaten),masuk semua dalam kategori yang dilombakan untuk kegiatan Adiwiyata ini,” ungkap Yoko kepada Jurnal Bogor, Rabu (26/1).

Ia menjelaskan, tidak mudah untuk mendapatkan  Adiwiyata tingkat Nasional ini, akan tetapi karena kemauan bersama dari pihak sekolah dan warga sekolah yang bekerja sama dengan baik, maka tercapailah sampai Adiwiyata tingkat Nasional.

“Susahnya mengedukasi siswa-siswi sekolah itu luar biasa, dan Alhamdulillah semua sudah hampir terbiasa dengan bersih – bersih lingkungan, dan tidak membuang sampah sembarangan. Ya intinya kita warga sekolah harus mempertahan kan itu semua,” papar Yoko.

Ia berharap,  dengan menyandang penghargaan sekolah Adiwiyata tingkat Nasional ini kedepan seluruh guru dan warga sekolah dapat konsisten menjaga alam dengan langkah-langkah sederhana dan berkelanjutan di lingkungan kelas dan sekolah.

“Seperti mengurangi sampah, membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mengelola sampah, menjaga kelestarian air dan sumber energy,” harapnya.

Kedepan SMP Negeri 2 Citeureup berharap bisa berkontribusi dalam skala yang lebih besar dengan mengikuti sekolah Adiwiyata Mandiri di tahun 2022 ini dengan dapat mengurangi sampah. “Adanya kebiasaan yang diawali dari sekolah semoga teraplikasi saat berada di rumah, hingga kebersihan itu tetap terjaga baik di sekolah maupun di rumah,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu

Ketua MUI Jonggol Minta Aparat Tutup Toko Penjual Miras

0

JURNAL INSPIRASI – Tokoh  agama di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor meminta aparat penegak hukum  untuk berani menutup toko yang sudah menjual minuman keras (miras).

“Kami meminta agar aparat penegak hukum menertibkan toko yang menjual minuman keras,” kata Ketua MUI Kecamatan Jonggol KH Jajang Gozali, Rabu (26/1).

Menyikapi itu, KH Jajang Gozali menegaskan, pihaknya memberikan dukungan terhadap pemerintah daerah untuk terus memberantas peredaran minuman keras khususnya di wilayah Kecamatan Jonggol. PIhak MUI kata dia, tegas mendesak aparat penegak hukum untuk memberantas dan menutup toko yang menjual minuman keras.

“Toko di kawasan Citra Indah yang telah  berani dan bebas menjual miras  sudah melukai hati masyarakat, selain “L” sebagai penjual miras tersebut bersikap arogan juga seakan merasa dilindungi , sehingga berani bertindak seperti itu, disini penegak Perda Satpol PP harus tegas dan jangan jadi penonton begitu juga kepolisian bisa paksa mereka tutup,” jelasnya.

Dia meminta hal tersebut diusut secara tuntas dan penertiban penjualan minuman keras mesti dilakukan secara menyeluruh di semua tempat. “Jangan tebang pilih apalagi diam karena sesuatu,” pungkas KH.Jajang Gozali.

** Nay / Ramses

Rutilahu Warga Bendungan Direnovasi Tahun Ini

0

JURNAL INSPIRASI – Akhirnya, tahun 2022 ini rumah tidak layak huni (rutilahu) milik Abah Boim (78 tahun) warga Kampung  Jati  RT 03 RW 06, Desa Bendungan, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor siap dibangun dan masuk dalam program rutilahu pemerintah.

Hj.Nemi

Pria  yang disapa Abah Boim sudah cukup lama tinggal digubuk reyot tersebut, kini harus hidup seorang diri lantaran pasangan hidupnya, Mak Neneng beberapa tahun lalu telah lebih dahulu menghadap Sang Pencipta.

Eulis, cucu Abah Boim yang tinggal tidak jauh dari kediamannya saat ditemui Jurnal Bogor menuturkan, berbagai upaya pun telah dilakukan agar Abah  tinggal bersama namun ajakan itu selalu ditolak.

“Abah tidak mau dibawa pindah dan tinggal dengan kami, namun Abah lebih memilih tinggal disini. Karena menurut Abah rumah ini banyak kenangannya semasa bersama dengan almarhum (istrinya),” bebernya, Rabu (26/1).

Sementara Kepala Desa Bendungan Hj.Nemi saat ditemui usai mengikuti rapat Musrenbang tingkat kecamatan mengatakan, untuk rumah Abah Boim pada tahun 2022  ini akan segera direnovasi  melalui dana bantuan rutilahu BST. Dia berharap kepada RT RW untuk melakukan monitoring di wilayahnya masing-masing.

“Tolong laporkan jika ada  rumah warga mana yang membutuhkan bantuan renovasi dan barangkali bias dimasukan ke anggaran penerima bantuan,” jelasnya.

** Nay / Ramses

Proyek Bumi Ageung Batal Dikerjakan

0

JURNAL INSPIRASI – Proyek penataan Batutulis dipastikan batal dilaksanakan pada 2022 ini. Musababnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak memiliki anggaran yang cukup untuk merealisasikannya.

“Pembangunan Bumi Ageung untuk mengintegerasikan eks SD Batutulis dengan situs Batutulis dibutuhkan biaya Rp7 miliar. Makanya penataan infrastruktur belum bisa dilaksanakan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman kepada wartawan, Rabu (26/1).

Sedangkan untuk pembebasan dua lahan seluas 750 meterpersegi yang akan diperuntukan untuk pembangunan museum ruang terbuka hijau dan sarana penunjang tengah dilaksanakan dengan anggaran senilai Rp5 miliar. “Sekarang sedang berproses,” tegasnya.

Sementara, kata dia, untuk biaya pembangunan secara keseluruhan mencapai Rp15 hingga Rp20 miliar. “Kebutuhan anggaran segitu, APBD kita tidak cukup. Makanaya sempat mengajukan di Musrenbang Jawa Barat (Jabar). Tapi lagi-lagi terbentur anggaran disana,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan kembali mengajukan bantuan keuangan ke Jabar pada musrenbang provinsi tahun ini untuk pembangunan fisik pada 2023 mendatang. “Kami juga akan ajukan lagi di forum OPD se-Jabar juga,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Atep, Bumi Ageung nantinya akan memiliki beberapa fungsi, yakni edukasi, tempat penyimpanan benda cagar budaya, museum, kuliner, kerajinan, atraksi seni dan sanggar.

“Kami sudah berkomitmen menjadikan kawasan Batutulis sebagai tempat aktivitas kesenian Sunda agar tetap eksis kedepannya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan bahwa Bumi Ageung nantinya akan dijadikan tempat kegiatan seni budaya, gallery serta dilengkapi dengan narasi sejarah ‘Kota Hujan’.

“Pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum bebas berkunjung. Selain itu, apabila warga ada yang memiliki pusaka, boleh juga dipamerkan,” ucapnya.** Fredy Kristianto

Draft Raperda PMP tak Kunjung Disahkan, Perumda PPJ Salahkan BPN

0

JURNAL INSPIRASI – DPRD Kota Bogor hingga kini belum mengesahkan draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ). Penyebabnya karena adanya Sertifikat Hak Milik (SHM) perseorangan dalam area Pasar Sukasari.

Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ Muzakkir mengatakan, munculnya SHM atas kepemilikan ruko di Sukasari itu terjadi sebelum aset itu diserahkan sebagai PMP dari Pemkot Bogor ke Perumda PPJ.

“Itu terjadi waktu lahan belum di jadikan PMP, sertifikat udah lama 2005 kalau ga salah,” kata Muzakkir saat di konfirmasi melalui Aplikasi WhatsAppnya, Rabu (26/1).

Hal itu, sambung dia, merupakan kesalahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang telah menerbitkan sertifikat tanpa persetujuan Pemkot Bogor selaku pemegang Hak Pengguna Lahan (HPL).

“Itu kesalahan dari BPN. Karena menerbitkan sertifikat tanpa pesertujuan Pemkot sebagai pemegang HPL,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (26/1).

Ketua Pansus Raperda PMP Perumda PPJ Zaenul Mutaqin, mengungkapkan, alasan belum menyetujui draft Raperda PMP Perumda PPJ, karena masih adanya beberapa poin yang harus diperbaiki oleh pihak Pemkot Bogor.

Poin pertama kata Zaenul, yang harus diperbaiki oleh Pemkot Bogor adalah mengeluarkan dua poin yang terdapat dalam Pasar Sukasari, yaitu terkait tanah seluas 2.350 meter persegi dan bangunan ruko seluas 4.170 meter persegi dari PMP yang diajukan.

“Hal ini dikarenakan masih adanya bangunan ruko yang diketahui dimiliki oleh perseorangan, sehingga perlu adanya perbaruan luasan bangunan dan tanah,” ungkap dia.

Menurutnya, dengan adanya ketentuan tersebut, maka di poin kedua, maka perlu dilakukannya perubahan atau revisi terhadap kajian investasi oleh Pemkot Bogor.

Selain itu juga perlu merevisi nilai uang pada penyertaaan modal dan luas lahan yang tertera dalam kajian investasi dan Bussines plan.

“Jadi kami tidak bisa menyetujui Raperda yang diajukan Pemkot sebelum poin-poin catatan dari pansus dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Raperda PMP Perumda PPJ diketahui berisikan penyertaan modal berupa uang sebesar Rp40 miliar dan aset tanah dan bangunan dengan nilai Rp280 miliar yang terdiri dari pasar Jambu Dua, pasar Sukasari, pasar Taman Kencana dan Plaza Bogor.

Nantinya PMP ini pun akan diberikan secara bertahap kepada Perumda PPJ, dimana pada Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar Rp20 miliar, TA 2023 sebesar Rp10 miliar dan TA 2024 sebesar RP10 miliar.

“Dengan adanya PMP ini nantinya pihak Perumda PPJ wajib meningkatkan pelayanan kebutuhan sarana dan prasarana pasar yang aman, nyaman, bersih, dan teratur,” ungkapnya.

Kemudian, kata dia, menyampaikan laporan tahunan tentang perkembangan usaha Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor kepada Wali Kota melalui Dewan Pengawas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Terakhir, memberikan kontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Bogor,” tandasnya.**Fredy Kristianto

Nunggak Pajak, Aset WP Dipasangi Plang

0

JURNAL INSPIRASI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor melaksanakan pemasangan papan pengawasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) pada Senin (24/1).

Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian pada Bapenda, Anang Yusuf mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan terhadap aset wajib pajak yang belum membayar PBB P2 yang memiliki rata-rata piutang diatas tiga tahun, dengan nilai piutang diatas Rp50 juta.

“Sebelum pemasangan papan pengawasan, Bapenda telah mengirim surat pemberitahuan kepada wajib pajak untuk segera menyelesaikan kewajiban membayar pajak sebanyak tiga kali, dan surat peringatan pemasangan papan,” katanya kepada wartawan, Rabu (26/1).

Namun, sambung dia, lantaran wajib pajak tak kunjung membayar hingga batas waktu yang telah ditentukan, pemasangan papan mau tak mau dilaksanakan.

“Ada beberapa lokasi pemasangan papan pengawasan. Diantaranya di Kelurahan Cimahpar, Cibuluh, Ciparigi, Bantarjati, Ranggamekar, Tajur dan Balumbang Jaya,” jelas Anang.

Ia juga menegaskan, bila pemasangan papan pengawasan pajak juga dibantu oleh Satpol PP Kota Bogor dan aparatur wilayah.**Fredy Kristianto

Sekda Tinjau Rumah Terdampak Angin Kencang

0

JURNAL INSPIRASI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas dan aparatur wilayah meninjau lokasi rumah warga rusak yang terdampak hujan dan angin kencang, Senin (24/1) lalu, di Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Tercatat, dari 44 rumah yang terdampak di Kelurahan Curug, ada tiga rumah di tiga lokasi berbeda yang secara langsung di cek kondisinya di RT.03 RW.02, RT.02 RW.05 dan terakhir di RT.01 RW.07.

Menurut Sekda, rumah-rumah yang terdampak bencana angin kencang kemarin cukup banyak terjadi di titik-titik di Kota Bogor. Mayoritas atap rumahnya terbawa angin dan ada juga sebagian yang temboknya roboh.

“Mudah-mudahan peninjauan bersama BPBD Kota Bogor, aparatur wilayah dan pemberian bantuan sementara bisa membantu warga yang terdampak musibah angin kencang kemarin,” kata Syarifah, Rabu (26/1).

Kepada aparatur wilayah dan LPM setempat diharapkan agar mengajak warga lain untuk bergotong royong membantu warga yang terdampak bencana dan kesulitan dengan potensi serta kemampuan yang dimiliki.

Untuk perangkat daerah terkait seperti BPBD dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor untuk mengantisipasi potensi dan dampak yang ditimbulkan akibat curah hujan yang masih tinggi serta angin yang kencang. Syarifah menyebut, kondisi cuaca saat ini berdasarkan prediksi yang disampaikan BMKG, hingga Februari curah hujan masih tinggi.

“BPBD harus terus mengantisipasi, demikian juga Disperumkim awasi dan antisipasi pohon-pohon yang sudah tua, khawatir akibat angin kencang dahan-dahan yang patah, jatuh dan bisa menimpa warga atau kendaraan. Semoga tidak ada bencana lagi,” harap Syarifah.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas menambahkan, untuk penanganan lanjutan terhadap rumah warga yang terdampak pihaknya telah mengambil beberapa langkah, salah satunya membantu warga dengan menyediakan kontrakan bagi rumah warga yang terdampak dan tidak bisa dihuni sambil menunggu penanganan perbaikan dari perangkat daerah terkait.

“Kondisinya tidak sama semua, kami melihat yang paling parah dan tidak bisa dihuni lagi, untuk sementara kita bantu dengan menyediakan kontrakan. Bantuan kedaruratan lain yang bisa kita berikan adalah menyediakan terpal untuk mencegah kerusakan tempat tinggal yang lebih parah,” katanya.

Terkait perbaikan fisik dampak dari bencana, BPBD Kota Bogor lanjut Theo sapaannya akan membuat surat keterangan yang akan dilimpahkan ke Disperumkim Kota Bogor atau dinas teknis lain untuk ditindaklanjuti.

Sementara untuk warga Kota Bogor, ia menghimbau agar meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi mengingat prediksi curah hujan yang masih tinggi dan angin kencang antara Februari hingga Maret 2022.

“Untuk yang di bantaran sungai juga harus waspada potensi tanah atau tebingan yang longsor diantisipasi. Untuk warga yang ingin menyampaikan laporan potensi bencana maupun yang terdampak bencana, silahkan cek di akun sosmed BPBD Kota Bogor maupun grup whatsapp,” kata Theo.** Fredy Kristianto