JURNAL INSPIRASI – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi warga sasaran usia 6-11 tahun wilayah di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor hingga 27 Januari sudah mencapai 64,07 persen atau 4.500 anak dari target 6600 anak.
Sekretaris Camat Tanjungsari Suryana mengatakan, pelaksanaan vaksinasi jenis Sinovac masih terus digencarkan pihak kecamatan dengan target capaian 100 persen dosis pertama sesegera mungkin.
” Kecamatan Tanjungsari terus melakukan vaksinasi dinamis di sekolah-sekolah di tingkat sekolah dasar. Untuk Kecamatan Tanjungsari sendiri ada 27 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 15 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Melalui upaya jemput bola ini diharapkan semakin banyak anak usia 6-11 tahun yang divaksin,” paparnya, Kamis ( 27/01/22).
Ia menambahkan, untuk memenuhi target vaksin tersebut dia harapkan kepada orang tua untuk turut mendorong anak – anaknya agar mendapatkan vaksin untuk kesehatan kita bersama, mengingat saat ini sudah ada jenis varian baru dari Covid yaitu Omicron maka dengan upaya vaksinasi ikhtiar agar antibodi dalam tubuh kita lebih kuat dan terjaga.
” Saya ucapakan terimakasih kepada para tenaga medis yang sudah melaksanakan vaksinasi ditiap – tiap sekolah , apalagi di kecamatan Tanjungsari ini ada beberapa sekolah yang letaknya jauh di perbukitan ” jelasnya.
Diia berharap, upaya – upaya pencegahan penularan Covid 19 dengan melakukan vaksin bisa membuahkan hasil, sehingga masyarakat bisa bebas berkreasi dan beraktivitas seperti sebelum ada persoalan Covid, dan semoga tidak ada lagi varian – varian virus baru yang membuat takut masyarakat, ” pungkasnya.
JURNAL INSPIRASI – Adanya pemblokiran jalan Samisade di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, oleh salah satu pemilik lahan, ditanggapi Sekretaris Camat (Sekcam) Sukamakmur, Bakri Hasan.
Dia mengatakan, kejadian pemblokiran ini adalah kelemahan admistrasi desa. Sebetulnya rencana jalan itu untuk jalan Puncak 2. Pada waktu itu camat lama memang jalan itu sudah dilebarkan.
Menurutnya, permasalahan tersebut hanya masalah komunikasi dan nanti akan difasilitasi penyelesaiannya antara pihak desa dengan masyarakat dan kecamatan.
“Sebetulnya masyarakat juga membutuhkan dengan adanya jalan yang dibangun dari Program Samisade ini. Cuma memang komunikasi antara Kades dengan para tokoh setempat ini yang belum nyambung, makanya kita selaku Pemerintah Kecamatan akan memfasilitasi itu semoga ini cepat selesai,” ucap Bakri kepada Jurnal Bogor, Kamis ( 27/01/22).
Mantan Sekcam Cariu itu menambahkan, sebenarnya jalan tersebut manfaatnya besar karena akan membuka akses ekonomi nantinya, dari Jonggol melalui Jatinunggal, Sukaresmi, Sukadamai, Sukaharja, dan lurus ke Sukamulya, dan antinya akan membuka jalur Puncak 2.
“Jalur ini dulunya pernah dibuka juga, hanya tidak diteruskan. Pada saat itu sebenarnya jalan itu sebagai jalan poros tengah yang akan membuka jalan menuju Puncak 2, dan juga akan menghidupkan perekonomian masyarakat luas,” bebernya.
Bakri Hasan memaparkan, pihaknya juga akan melihat dulu seperti apa penghibahannya pada saat itu, memang sudah ada apa belum dan harus jelas dulu. Pihak Kecamatan tidak bisa berkomentar karena belum tahu jelas seperti apa permasalahannya.
Diakuinya, dulu jalan ini sebagai jalan galian tanah hanya saja ketika zamannya Camat Beben dilanjutkan untuk rencana jalan poros tengah jalur Puncak 2.
” Masalah pembebasannya memang dulu dari orang per orang yang memang mau mengajukan galian itu, tapi setelah beres galian mereka tidak lanjutkan dan dikembalikan ke pemerintah desa pada saat kepala desa dulu,” jelasnya.
Masalahnya sekarang kata dia, persoalan menjadi berkembang karenavtidak mau ada yang mengalah. “Yang ini juga tindak mau mengalah, kalau seperti ini intinya selalu dianggap bener semua, makanya yang kami inginkan adanya musyawarah agar bisa ketemu titik terangnya. Secepatnya kita akan adakan musyawarah.”
“Karena saya juga sudah ditegur pak Sekda, terkait permasalahan ini agar segera secepatnya diselesaikan, sebetulnya permasalahan ada yang diselesaikan secara adat dan ada yang diselesaikan secara hukum, kalau kita menyelesaikan secara adat berarti kita mengadakan musyawarah, kecuali sudah tidak bisa lagi dilakukan untuk musyawarah silakan secara hukum,” jelasnya.
Dia berharap masyarakat dengan pemerintahan desa tetap harus bersama-sama dalam pelaksanaan terutama dalam pengembangan pembangunan infrastruktur di wilayah.
“Namanya musyawarah tidak sepenuhnya bisa terpenuhi, jadi ada memberi ada terpenuhi, istilahnya berkorban dan juga ada yang bertahan, tapi putusan musyawarah itulah yang tertinggi,” pungkasnya.
Sebelumnya, betonisasi jalan Program Samisade di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, diblokir warga. Bukan tanpa alasan, pemblokiran dilakukan lantaran pembangunan Samisade itu berada diatas tanah sah hak milik warga dan setiap tahunnya masih membayar pajak.
Program yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur di wilayah pedesaan, akses jalan wisata dan pertanian itu dinodadi oleh lalainya Pemerintah Desa Sukaresmi dalam menentukan titik pembangunan jalan. Akibatnya, program unggulan Bupati Bogor menjadi polemik di tengah-tengah kalangan masyarakat.
Salah satu warga pemilik lahan, Keling memaparkan, sebelumnya sudah berbicara kepada Pemerintah Desa atas lahan yang terpakai untuk pelebaran jalan adalah milikiknya yang masih dibayarkan pajak setiap tahunnya. Bahkan, dia tidak pernah merasa menjual dan kepada siapapun tanah yang diklaim miliknya itu.
“Saya tidak pernah menjual atau menghibahkan tanah tersebut kepada pemerintah desa seperti yang diterangkan oleh Kepala Desa Sukaresmi, Yaya yang memberikan keterangan ke saya bahwa lahan tersebut sudah dibebaskan oleh Kades yang lama menggunakan anggaran dari pengusaha yang diperuntukkan akses Puncak Dua. Pengusaha tersebut sudah memberikan dan menghibahkan kepada Pemdes Sukaresmi,” ucapnya kepada Jurnal Bogor.
JURNAL INSPIRASI – Ungkap penimbunan solar subsidi sebanyak 48 ton, Polres Bogor tetapkan satu orang tersangka.
Polres Bogor menggelar konferensi pers merilis pengungkapan penimbunan solar subsidi sebanyak 48 ton di Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (27/01/2022).
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres AKBP Iman Imanuddin mengatakan, Polres Bogor mengungkap adanya penimbunan solar bersubsidi sebanyak 48 ton.
“Satreskrim Polres Bogor sudah memeriksa 12 saksi dan menetapkan satu orang tersangka,” ucapnya kepada wartawan.
Satu tersangka AS telah melakukan kegiatan penyalahgunaan minyak subsidi pemerintah dan melakukan kegiatan usaha, pengangkutan, penyimpanan, dan penjualan bahan bakar minyak tanpa memiliki izin usaha sejak November 2021.
“Dengan cara memperoleh bahan bakar minyak solar subsidi dari hasil pembelian di pom bensin yang ada di daerah sekitar Kabupaten Bogor, Cibubur dan Depok dengan harga 5.000 sampai dengan 6.000 per liternya ” ungkap Kapolres Bogor.
Menurut Iman, AS membeli dengan menggunakan 5 unit mobil box yang sudah dimodifikasi.
“Masing-masing berisi 2 kempu dengan kapasitas 2.000 liter dan sudah dilengkapi alat Alcon dan alat sedot dari tank mobil yang otomatis mengisi ke tangki kempu dalam,” tuturnya.
Iman pun memaparkan, dari hasil pengangkutan yang dilakukan oleh sopir mobil box, kemudian dilakulan penyimpanan di pangkalan yang berada di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
“Dilakukannya bongkar muat pemindahan dari mobil box ke tengki duduk berukuran 8.000 liter dan 30 kempu berukuran 1.000 liter dengan menggunakan alat Alcon (alat sedot, red)” paparnya.
Diketahui, tersangka melakukan penjualan solar subsidi ilegal ini kepada pengguna mobil tangki berwarna biru dengan kapasitas 8.000 Liter.
“Penjualan ini dikerjasamakan dengan saudara IN selaku pemilik mobil, dengan cara menggunakan alat sedot dari kempu dan tangki duduk yang ada di pangkalan untuk diisi ke tangki biru,” papar Iman lagi.
Laanjut Iman, ketika tangki mobil sudah terisi penuh, mobil pun keluar dengan menggunakan surat jalan dan dijual ke pabrik atau industri oleh pemilik nobil tangki tersebut.
“Dengan harga jual 8.300 per liternya, Tersangka diperkirakan melakukan penjualan solar sekitar 20.000 liter dengan omset keuntungan diperkirakan 46 juta sampai 50 juta per harinya,” lanjutnya.
Adapun pasal yang sementara disangkakan untuk penimbunan solar ini ialah Undang-Undang tentang Minyak dan Gas Bumi.
“Pasal yang disangkakan pasal 55, dan atau pasal 53 huruf b, c, d, jo. Pasal 23 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Ancaman pidana paling lama 6 tahun dan denda 60 miliar rupiah,” bebernya.
JURNAL INSPIRASI – Bupati Bogor langsung menugaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor baru dilantik mengatasi pencemaran Setu Citongtut yang berada di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kadis DLH Ade Yana Mulyana pun menyatakan siap menindaklanjuti perintah tersebut, Kamis (27/01/2022).
Usai rombak tujuh pejabat eselon II, dikutip dari instagram resmi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Bupati Bogor, Ade Yasin tugaskan Ade Yana Mulyana selaku Kepala DLH Kabupaten Bogor yang baru untuk atasi pencemaran di Setu Citongtut yang menyebabkan ribuan ikan mati.
“Turun ke lapangan, harus dicari penyebabnya, apa berasal dari limbah industri? Siapa yang buang limbah ke situ?,” perintahnya kepada Ade Yana Mulyana.
Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Bogor, Ade Yana Mulyana mengatakan, selaku Kepala DLH yang baru dirinya sedang melakukan pengecekan duduk permasalahan yang ada.
“Nanti kita bahas untuk langkah dan solusi sebagaimana kewenangan DLH Kabupaten Bogor untuk langkah penindakan di kawasan setu ini,” ucapnya.
Menurutnya, seharusnya permasalahan pencemaran setu ini mendapat perhatian khusus pula dari pejabat tingkat kecamatan dan kepala desa.
“Persoalan bukan hanya tugas DLH Kabupaten Bogor saja, tapi semua bertanggung jawab terutama di tingkat wilayah, camat dan kepala desa (kades) sebagai kepanjangan tangan Bupati,” paparnya.
Lanjutnya, setiap persoalan yang menyangkut perusakan lingkungan seharusnya bukan hanya DLH yang bertanggung jawab, Jika ada persoalan yang masih kecil seharusnya di tangani langsung jangan dibiarkan menjadi besar.
” Laporan bukan hanya laporan tapi harus ada langkah yang dilakukan juga seharusnya langkah pertama diambil dan dilakukan oleh tingkat wilayah (camat dan kades) semua tidak langsung koordinasi ke DLH,” lanjut mantan Kadis Perhubungan ini.
Bahkan, tak hanya DLH, camat dan kades, Ade menyebutkan semua stakeholder harus bertanggung jawab perihal pencemaran ini.
“Cuma sekarang ini saya sedang telusuri dulu untuk memastikan langkah yang diambil dan juga melihat hasil lab yang kemarin bagaimana, insya Allah dikerjain,” pungkasnya.
Saat pandemi Covid-19 Pemerintah telah mengeluarkan ketentuan yang mengatur kedatangan dari luar negeri, bahkan diwajibkan untuk karantina selama sekitar 14 hari. Tujuannya untuk memutus rantai covid-19 apalagi sekarang jenis omnicron makin menggila.
Apa hubungan dengan tenis ?
Ketentuan yang dilakukan Pemerintah ini telah dilakukan negara tetangga kita, Singapura. Apakah turnamen tenis internasional di Singapore atau manca negara terus berhenti ? Ternyata tidak juga.
Nah, kenapa hal yang sama tidak dilakukan oleh Indonesia. Justru terbuka peluang yang besar untuk mendapatkan peringkat internasional bagi petenis Indonesia. Disatu sisi petenis Indonesia butuh turnamen baik nasional maupun internasional. Disisi lain merupakan dambaan datang dari ofisial turnamen seperti wasit yang sudah menyandang sertifikat ITF White Badge umpires atau wasit nasional sekalipun.
Yang jadi pertanyaan adalah kemana saja petenis khususnya putra dibandingkan petenis putri seperti Aldila Sutjiadi, Beatrice Gumulya, Jessy Rompies dan juga Christopher Rungkat masih tetap lajukan try out keluar negeri bahkan saat ini sedang berlaga di Australia.
Acara seleksi nasional yang dipersiapkan menghadapi SEA Games Vietnam sudah selesai. Bahkan atlet pelengkap anggota SEA Games Vietnam telah terbentuk. Selanjutnya programnya dipertanyakan.
Tidak cukup dengan latihan latihan terpusat saja tapi perlu ditindak lanjuti dengan ikut serta turnamen turnamen nasional dan internasional. Sementara materi pemain sudah siap siaga mengikuti turnamen turnamen tersebut..
Tugas utama induk organisasi tenis menyiapkan sarana turnamen untuk petenis Indonesia.
Sekarang momen yang tepat dapat dilakukan induk organisasi tenis yaitu selenggarakan turnamen turnamen internasional ITF baik kelompok yunior maupun kelompok umum , untuk mengejar peringkat ITF nya, disaat pandemi Covid-19..
Dengan adanya ketentuan karantina bagi kedatangan dari luar negeri akan menghambat keinginan untuk datang petenis asing ke Indonesia karena akan menambah beban mereka sehingga kesempatan petenis Indonesia mendapatkan peringkat ITF Junior maupun peringkat ATP dan WTA. Ketertarikan petenis asing untuk ikuti turnamen internasional di Indonesia akan berkurang, walaupun akan datang juga segelintir petenis asing ke Indonesia dengan segala resikonya.
Harus diakui kenapa petenis asing tertarik ikuti turnamen internasional di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri kesempatan dapatkan point peringkat di Indonesia lebih mudah akibat minimnya petenis tuan rumah memiliki point internasional. Sehingga setiap Indonesia selenggarakan turnamen internasional , merupakan ladang bagi petenis asing mendulang hasil maksimal.
Dengan adanya peluang besar ini kesempatan yang tidak atau sulit diulang lagi , bukannya menjadikan jago kandang. Karena dengan peringkat yang dimiliki petenis putra ( saat ini sekitar peringkat 1.000 an ) sulit diterima babak kualifikasi sekalipun turnamen ITF diluar negeri.
Bahkan jika memungkinkan turnamen kelas $ 25,000 ( challenger ?) diadakan maka kesempatan koleksi pointnya makin besar.
Strategi lainnya penyelenggaraan bukan di Jakarta, yang selama pandemi Covid-19 belum dibuka penerbangan internasionalnya sehingga harus melalui Jakarta. Contohnya, Palembang memiliki Stadion Bukit Asam Jakabaring Sport City yang sekarang menyandang kompleks tenis terbesar di Indonesia dengan 16 lapangan outdoornya. Mudah dicapai baik melalui darat dan udara. Fasilitas akomodasi dengan wisma atlet tersedia memudahkan bagi petenis Indonesia.
Yang jadi pertanyaan sekarang, apakah momen ini disadari oleh petinggi induk organisasi tenis di Indonesia. Semoga !
JURNAL INSPIRASI – Kasus pengeroyokan yang terjadi di auditorium kampus Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) berlanjut ke tahap proses hukum selanjutnya.
Muhammad Malik Abid sebagai korban dari pengeroyokan didampingi oleh kuasa hukum memberikan kesaksian lebih lanjut di Polsek Cilandak pada Senin, 24 Januari 2022 dengan Laporan Polisi Nomor STPL/58/1/20022/Sek.Cilandak.
“Saya berharap pihak kepolisian segera mengungkap oknum mahasiswa yang melakukan pengeroyokan terhadap saya agar kasus ini cepat terungkap dan tentunya memberikan efek jera terhadap pelaku pengeroyokan,” tutur Malik.
Maulana Fajri S.H selaku pengacara korban mengatakan, memiliki bukti yang cukup kuat terkait kasus pengeroyokan tersebut.
“Ada bukti visum, elektronik, keterangan saksi dan bukti lainnya. Kami berkeyakinan dengan bukti tersebut pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku.”
Hingga sampai saat ini kliennya masih dalam proses pengobatan mengingat korban mengalami luka yang cukup parah, salah satunya adalah memar di bagian kepala belakang dan dia berharap pihak kampus turut serta melindungi korban dan mendorong agar kasus ini agar cepat terungkap.
JURNAL INSPIRASI – Ustdz H. Abdul Aziz Darmawan S.Pdi bersama sang istri Hj. Mila merupakan pendiri Yayasan Pondok Pesantren Tahfidz Al – Qur’an Bina At – Taufiq yang berada di Jl.H. Mawi Gg. Serius, RT.01/RW.04 Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.
Kini Bina At – Taufiq yang sudah berdiri sejak 2015 memberikan pelayanan pendidikan agama, dan juga pelayanaan pembiayaan pendidikan formal bagi anak yatim dan dhuafa.
Awal mulanya pondok ini berdiri dilatar belakangi oleh mimpi Ustdz Abdul Aziz untuk beserta teman – temanya sesama alumni pondok. Mendirikan Pondok Pesantren yang berlandasan Al – Qur’an, namun pada waktu itu dengan keterbatasan lahan dan keuangan ustdz Abdul Aziz beserta teman – temannya dan istri mempunyai tekad yang kuat sehingga basecamp yang mereka miliki pada saat itu yang hanya berbantuk kandang kambing menjadi awal sejarah pondok itu berdiri hingga saat ini.
Tidak disangka seiring berjalanya waktu, banyak orang – orang baik memberikan sumbangannya untuk membantu pembangunan pondok pesantren. Pondok ini juga membantu bagi anak – anak yatim dan dhuafa untuk tetap bisa merasakan pendidikan di pesantren dengan gratis.
Program yang diberikan pada setiap hari pembelajaran yaitu menghafal Al – Qur’an, mengkaji kitab kuning, menghafal hadist, latihan berbahasa, latihan berpidato, serta belajar formal. Semua ini dilakukan untuk memberikan pendidikan serta pengasuhan terbaik bagi mereka yang sudah tidak punya orangtua dan bagi mereka yang tidak mampu untuk bersekolah.
Yayasan ini sudah mempunyai 5 bangunan 3 lantai asrama putri dan 3 lantai asrama putra dengan 1 masjid dan 2 gedung yang sedang dalam proses pembangunan.
Untuk tenaga pengajar saat ini 25 orang dan untuk jumlah santri kurang lebih berjumlah 185 santri putra dan putri. Keinginan Ustdz H. Abdul Aziz Darmawan untuk berkhidmat serta membantu bagi anak – anak yang kurang mampu untuk tetap merasakan pendidikan yang layak serta bernilai agama dia iktiarkan meski sampai saat ini.
Sebelum terpikirkan untuk membangun sebuah panti asuhan Redy terinspirasi dari temannya, yang mampu mengurus dan mendidik puluhan anak yatim piatu meski ia tau temannya itu pun terbatas finansial.
“Alhamdulillah puji syukur saat ini bisa menyaksikan anak – anak dapat belajar dan bermikim dengan nyaman, mengingat dulu hanya bermodalkan tekad untuk membangun pondok ini, kami juga membentu anak – anak yatim dan dhuafa yang ingin belajar dan menghafal Qur’an dengan segala keterbatasan yang mereka miliki,” ungkap Abdul Aziz.
JURNAL INSPIRASI – Bupati Bogor Ade Yasin, resmikan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal di dua desa di Kecamatan Cisarua, yakni Desa Cibeureum dan Jogjogan, Rabu (26/1).
Ade Yasin
Ade Yasin mengungkapkan bahwa dibuatnya IPAL Komunal ini untuk untuk memperbaiki sanitasi yang buruk, kondisi lingkungan yang kumuh, bau dan rentan terhadap munculnya beragam penyakit, termasuk stunting, serta menjadi solusi efektifitas untuk wilayah kumuh dan padat penduduk dengan keterbatasan lahan dalam pembangunan septick tank individual di tempatnya.
“Pembangunan IPAL Komunal di wilayah Kecamatan Cisarua ini sangat penting, dikarenakan wilayah Cisarua merupakan wilayah Hulu Sungai Ciliwung sehingga dapat meminimalisir pencemaran air sungai yang disebabkan oleh limbah rumah tangga, karena IPAL Komunal ini berfungsi untuk mengolah limbah cair domestik yang berasal dari rumah tangga yang tadinya berpotensi mencemari menjadi aman untuk dilepas di badan air,” paparnya saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Cisarua.
Bupati Bogor menerangkan, ada 6 tempat yang dikunjungi hari ini salah satunya meresmikan IPAL Komunal dengan kapasitas menampung 120 saluran. Ia melihat kesadaran masyarakat mulai tumbuh dan ini harus bersinergi dengan desa dan salah satu yang mendesak dan jadi program prioritas adalah program IPAL Komunal. Melalui IPAL Komunal ia ingin lingkungan ini bersih baik dari sampah maupun dari kotoran.
“Kami ingin upayakan dari hulu hingga hilir sungai itu jernih. Kita usahakan lingkungan bersih dengan tidak membuang sampah dan kotoran ke sungai karena itu juga dapat menyebabkan banjir. Kebersihan ini harus kita rawat bersama, makanya yang namanya Jumat Bersih harus digalakkan di tiap desa, bebersih, gotong- royong bersihkan kali, got dan halaman rumah,” tegas Ade Yasin.
Menurutnya, karena kebersihan sebagaian dari pada iman, kebersihan itu perlu dijaga dan dirawat. Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berlomba-lomba jaga kebersihan bila perlu ia akan adakan lomba desa bersih yang paling bersih maka dapat hadiah.
Lanjut Ade Yasin menambahkan, sejak tahun 2008 Pemerintah Kabupaten Bogor telah membangun beberapa IPAL Komunal yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor, dan akan terus mengembangkan ke seluruh desa di wilayah Kabupaten Bogor, sebab program ini masuk dalam Karsa Bogor Membangun dan Karsa Bogor Sehat.
“Cara kerja IPAL Komunal ini sangat efektif dalam meminimalisir pencemaran air akibat limbah. Melalui IPAL Komunal ini dapat mengalirkan limbah cair yang berasal dari kloset, kamar mandi dan dapur (cucian piring dan lainnya) melalui jaringan perpipaan ke bak kontrol dan bak penangkapan lemak yang akan diproses secara anaerobik di bangunan pengolahan untuk mendapatkan BOD dan COD yang sesuai dengan ambang aman,” tegasnya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas PUPR, Subiantoro menambahkan, bahwa ini merupakan percontohan desa yang pertama mudah-mudahan dapat dicontoh oleh desa dan kecamatan lain di Kabupaten Bogor termasuk wilayah perkotaan seperti Bojonggede.
“Karena banyak kecamatan di Kabupaten Bogor yang perlu seperti ini, mengembangkan penyelamatan lingkungan dan integrasi air bersih dengan air limbah. Melalui program ini kami ingin menyandingkan antara Bogor Membangun dengan Bogor Sehat, sebagai percontohannya di Kecamatan Cisarua, mudah-mudahan program ini juga dapat dikembangkan di desa-desa atau kawasan cukup padat untuk mempercepat penurunkan angka stunting. Selain IPAL Komunal kami juga kembangkan inovasi dengan membuat Sistem Pendorong Air Minum (SPAM),” imbuhnya.
Sebagai informasi berdasarkan sumber data dari PUPR Kabupaten Bogor terdapat 7 titik lokasi IPAL Komunal di wilayah Kecamatan Cisarua yakni, 1 di Desa Tugu Selatan, 2 di Desa Cibeureum, 1 di Desa Citeko, 1 di Desa Leuwimalang, 1 di Desa Batulayang dan 1 di Desa Jogjogan.
JURNAL INSPIRASI – Dampak refocusing anggaran untuk Covid 19 membuat tiga ruas jalan Kabupaten Bogor yang ada di wilayah Kecamatan Dramaga rusak berat.
Pengamat jalan dan jembatan wilayah Dramaga, Hadi mengaku, ada beberapa ruas jalan kabupaten yang selama ini sudah dalam kondisi memprihatikan meski dilakukan pemeliharaan.
Ruas Jalan yang rusak dan gagal dibangun pada tahun 2022 yakni Ruas Jalan Laladon – Dramaga sepanjang 430 meter, ruas Dramaga -Petir sepanjang 1,5 Kilometer dan Petir- Situ Uncal.
“Ruas Jalan yang gagal dikerjakan tahun 2022, kita usulkan lagi di tahun sekarang dan tinggal menunggu lelang, ” ujarnya kepada wartawan, kemarin.
Ia menambah pada tahun 2021 tidak ada proyek peningkatan jalan Kabupaten Bogor akan tetapi lebih ke pemeliharaan jalan. Salah satunya ruas Jalan yang dilakukan pemeliharaan yakni Jalan Ciherang.
“Asalkan tidak gagal lelang, ketiga ruas Jalan yang rusak di Kecamatan Dramaga bisa cepat dibangun,” katanya.
Sementara itu, Camat Dramaga Tenny Ramadhani meminta ke UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciomas mengawal betul proyek ruas jalan yang rusak di Kecamatan Dramaga.
“Kita berharap Jalan rusak bisa cepat diperbaiki. Sebab, Jalan kebutuhan yang urgent, ” pungkasnya.
JURNAL INSPIRASI – Bagi kamu yang hobi traveling, mencari ketenangan dan ingin melepas penat karena aktivitas sehari-hari, wisata Pesona Taman Batu Nunggal tentunya wajib dikunjungi.
Destinasi wisata yang terletak di Kampung Pangradin, Desa Pangradin, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor ini menyuguhkan udara segar dan posisinya berada di atas perbukitan.
Pesona Taman Batu Nunggal berdiri hasil swadaya masyarakat Desa Pangradin dan masih dalam tahap pengerjaan yang harus diselesaikan untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Meski begitu, 50 persen wisata ini sudah ada beberapa pasilitas yang bisa disinggahi. Selain tempatnya sejuk kita juga dapat menikmati pemandangan pegunungan. Bahkan, di sekitar lokasi itu juga terdapat kebun durian, bukit yang hijau dan kolam renang.
Salah satu pengunjung, Setiani Amalia (19) mengatakan, dia bersama teman-temannya mengunjungi wisata tersebut untuk berswafoto.
“Aku bareng temen kesini tempatnya sejuk banget jauh dari polusi, pemandangannya juga sangat bagus,” ungkapnya, kemarin.
Sementara, rute untuk menuju lokasi dari arah Kota Bogor ke arah pertigaan Pangradin. Bisa juga melalui jalan utama yang tidak jauh dari Kantor Kecamatan Jasinga.
Kepala Desa Pangradin Deni Setiabudi mengatakan, untuk mewujudkan tempat wisata itu pihaknya bekerjasama dengan lembaga pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan desa.
“Saya sebagai kepala desa berkewajiban meningkatkan perekonomian masyarakat dengan cara menggali potensi yang ada,” ungkapnya.
Deni berharap, tempat wisata di Desa Pangradin dilirik para investor untuk membantu meningkatkan kualitas wisata.
“Karena wisata itu sendiri menjadi satu sektor untuk membantu perekonomian masyarakat khususnya masyarakat Desa Pangradin,” pungkasnya.