34.8 C
Bogor
Monday, August 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 859

Bangunan Sudah tak Layak, SDN Cikopomayak 02 Minim Perhatian

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Di wilayah perbatasan, Kabupaten Bogor. lebih tepatnya di Kampung Roke, Desa Neglasari, Kecamatan Jasinga. masih terdapat sarana pendidikan yang puluhan tahun belum tersentuh pembangunan maupun perbaikan perawatan.

Pasalnya, gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikopomayak 02, kondisi saat ini atap bangunan gedung di sekolah itu tampak rapuh bahkan sering bocor, kumuh dan menanti keruntuhannya.

Padahal, pihak sekolah dalam usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) kerap kali dilakukan kepada pemerintah terkait. Namun sampai dengan tahun ini masih sebatas masuk dalam data saja, sedang kepastian untuk rehab atau pembangunannya belum juga mendapatkan titik terang kepastian.

Hal itu dibenarkan staf Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Jasinga, M Toha menyatakan, bahwa  kondisi sekolah tersebut  80% tidak layak. Kondisi ketidak layaknya itu didominasi dari bagian atap yang rapuh lantaran bangunan yang menggunakan kayu tersebut sudah belasan tahun.

“Kami sudah melakukan monitoring keseluruhan sekolah dasar yang kurang lebih ada 61 sekolah dasar yang berada di wilayah Kecamatan Jasinga,” ungkapnya, Senin (05/09/22).

Menurut dia, untuk bangunan SDN Cikopomayak 02, pihaknya sudah antisipasi pada kegiatan Musrenbang 2022 bahkan menjadi usulan skala prioritas. “Kami dengan Kasi Pendidikan dan Kesehatan sudah datang langsung ke Dinas Pendidikan khususnya kebagian sarpras, bahwasanya kita sudah sampaikan untuk kondisi bangunan tersebut secara lengkap dengan administrasi dan dokumentasinya,” paparnya.

Lanjut Toha, sehingga data terkait SDN Cikopomayak 02 diakui Toha sudah masuk dalam daftar usulan di Pemerintahan Kabupaten pada bidang terkait yakni Dinas Pendidikan.

“Untuk data di Dinas Pendidikan memang sudah ada dan kita sudah lihat, sudah ada dalam daptar listnya untuk usulan pembangunan. Kita berharap segera terlaksana untuk pembangunan atau rehab gedungnya,” kata dia.

Sementara itu, salah satu guru di sekolah tersebut Abiyudin menjelaskan, untuk kondisi bangunan itu sendiri telah didirikan sekitar tahun 2005, akan tetapi hingga kini belum ada perhatian terkait rehab atau perbaikan gedung sekolah tersebut.

“Dimana kayu-kayu bagian atap banyak yang sudah tidak menempel pada penyangga karena sudah termakan oleh usia sehingga sudah sangat rapuh,” katanya.

Padahal kata dia, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sudah pernah mengecek lokasi tersebut pada Febuari 2022 dan datang kembali memantau sehabis lebaran. Namun sampai dengan saat ini kepastian akan harapan direhab atau dibangun kembali masih menjadi mimpi.

“Terkait pengusulan, pihak sekolah mengakui sudah kerap berulang kali mengajukan usulan rehab bangun. Entah itu melalui UPT ataupun langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten,” paparnya.

Sedangkan di sekolah tersebut terdapat 204 siswa belajar yang harus mengisi ruang kelas yang rusak dimana ada 3 ruan belajar 1 ruang kantor dan ruang dapur.

“Miris, setiap kali hujan turun pada jam belajar pihak sekolah harus  mengungsikan siswa, sehingga ketika hujan tong-tong sampah pun kerap menjadi alat guna menadah air hujan yang masuk kedalam ruangan,” tukasnya.

** Andres

Mensyukuri Kemerdekaan, PKS Kota Bogor Gelar Ziarah Kebangsaan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dalam rangka mensyukuri kemerdekaan RI yang ke-77, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor melakukan Ziarah Kebangsaan ke makam para Sesepuh Bogor serta menggali kisah perjuangan langsung dari para keturunan mereka pada Jumat (2/9/2022).

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan ziarah makam sekaligus napak tilas perjuangan para sesepuh dan silaturahim dengan keturunan para sesepuh serta para tokoh setempat, sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan RI yang ke-77.

“Kita bersyukur atas kemerdekaan yang telah Allah berikan kepada NKRI. Perjuangan para ulama dan santri sangatlah besar, sebagai bentuk rasa syukur, kita berziarah ke makam para sesepuh bogor, napak tilas perjuangannya, sekaligus bersilaturrahim dengan keturunannya”, jelas Atang.

Selain dihadiri oleh seluruh pimpinan PKS Kota Bogor, seluruh Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, Pimpinan DPW PKS Jawa Barat H. Iwan Suryawan, ziarah kebangsaan tersebut juga turut dihadiri oleh para kiyai dan santri diantaranya Pesantren Al Umm Aswaja, Pesantren Al Kautsar, Pesantren Al Quran Al Falah Lulut, Pesantren Al Jauhari, Paguyuban Bogor Raya Bersholawat, dan majelis taklim Annidhom.

Rute ziarah diawali setelah sholat Jumat bersama dengan berziarah ke Mamak Cipelang, salah seorang tokoh pejuang agama di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk dilanjutkan dengan silaturrahim ke KH Mama Ajengan Kholidi, Pengasuh Pesantren Ar Rohmah Bakom, Bogor Selatan.

Usai bersilaturahim dalam suasana yang amat hangat dengan KH Mama Ajengan Kholidi, rombongan sholat ashar dan berziarah ke komplek makam Mama Asy’ari dipimpin oleh KH Lutfi Kurnaen dan doa oleh KH Taufiq Bakom.

Perjalanan berikutnya adalah makam keramat Empang, dilanjutkan shalat magrib berjamaah di masjid bersejarah di kota Bogor. Setelah itu, seluruh anggota rombongan dijamu makan malam oleh sesepuh Empang, Habib Ali bin Zain Alatas. Dalam jamuan tersebut, Habib Ali bercerita banyak tentang kiprah para sesepuh Empang dalam perjuangan kemerdekaan dan dakwah di Bogor.

Setelah dari Empang, rombongan bergerak berziarah ke makam Mama Falak Pegentongan. Sehabis doa dan sholawatan, rombongan bersilaturahim ke dzurriyyah Mama Falak, yaitu KH Tb Agus Fauzan, yang juga pengasuh PP Al Falak, Pagentongan.

Mengakhiri perjalanan Ziarah Kebangsaan, rombongan menuju makam KH Abdullah bin Nuh, sesepuh Kota Bogor yang terkenal dengan kitab Ana Muslim Sunni Syafi’ie. Putera Mama ABN, yaitu KH Mustofa Abdullah bin Nuh yang akrab dipanggil Kyai Toto yang berkenan membuka acara ziarah, juga memberikan wejangan kepada zairin untuk bisa menjadi pemersatu ummat, saling menghormati perbedaan, dan terus mendoakan para ulama melalui ziarah dan doa.

Sehabis ziarah, Atang merasa bersyukur atas kegiatan ziarah kebangsaan yang berlangsung dengan lancar dan banyak mendapatkan kisah keteladanan serta pelajaran dan nasihat-nasihat dari para tokoh yang ditemui.

“Alhamdulillah hari ini Allah ijinkan kami untuk bisa berziarah ke makam para ulama besar Indonesia yang pernah dimiliki Bogor. Mendapatkan kisah serta pelajaran keteladanan dari perjuangan beliau-beliau. Sekaligus dapat bersilaturrahim dan mendapatkan nasihat dari para tokoh ulama keturunannya”, urai Atang.

Di tempat yang sama, Bendahara Umum PKS Kota Bogor Adityawarman Adil menegaskan harapannya untuk bisa menjalankan pesan dan nasihat para ulama. “Kami tadi mendengar semua masukan, nasihat, saran serta harapan para ulama di kota Bogor kepada PKS. Apa yang menjadi kegelisahan ulama, beban-beban umat yang menjadi perhatian ulama, serta apa yang harus PKS perjuangkan di Kota Bogor ini agar semakin berkah dan maju masyarakatnya,” ungkapnya.

Sebelumnya,  Ketua Majelis Syura PKS, Habib Salim Segaf al-Jufri baru-baru ini juga berziarah ke pemakaman Ma’la, sekitar 10 kilometer pusat kota Mekah.  Beberapa ulama Indonesia yang dimakamkan di Jannatul Ma’la antara lain adalah Syaikh Ahmad Khatib Sambasi (wafat 1875), Syaikh Nawawi Bantani (1897), Syaikh Junaid Betawi (akhir abad 19 M), Syaikh Abdul Haq Banten (1903), Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau (1916), Syaikh Abdul Hamid Kudus (1916), Syaikh Mahfuzh Tremas (1920), Syaikh Mukhtarudin Bogor (1930), Syaikh Umar Sumbawa (1930-an), dan Syaikh Abdul Qadir Mandailing (1956). Ulama kontemporer yang belum terlalu lama wafat di kota Mekah adalah Syaikh Yasin Padang (1990) dan KH Maimoen Zubair (2019).

**handymehonk

Rakyat Makin Terbebani, Fraksi PKS DPRD Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kebijakan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, pada Sabtu (03/09) lalu menuai banyak kecaman. Pasalnya, keputusan menaikan harga BBM itu dinilai tidak tepat, karena saat ini banyak rakyat yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, akibat hantaman pandemi Covid-19 yang melanda global sejak tahun 2020 lalu.

“Pandemi belum usai, sektor usaha masih tertatih untuk bangkit, setelah banyak yang tumbang. Keadaan ekonomi bangsa belum kembali normal. Rakyat sedang sulit untuk membeli kebutuhan pokok dan kesehatan. Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan tindakan yang fatal, karena akan akan berimbas pada semua lini,”kata Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor Fikri Hudi Oktiarwan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (06/09).

Kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah, kata Fikri, seperti tangga yang jatuh menimpa setelah masyarakat gagal menaikinya. Alih-alih bukannya masyarakat menjadi senang karena mendapat BLT, justru dampak yang diakibatkan oleh kenaikan harga BBM bersubsidi lebih memberatkan masyarakat ke depannya.

“Anggapan atau pandangan subsidi BBM sebagai sebagai langkah yang tidak tepat sasaran karena masyarakat miskin hanya sedikit yang menggunakan BBM adalah keliru. Kenapa, ? karena BBM merupakan bahan bakar yang dipakai oleh semua masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung. Transportasi barang atau manusia hampir semuanya menggunakan BBM,”ungkap Fikri.

Menurut Fikri, kenaikan harga pangan dan energi secara bersamaan akan berdampak langsung terhadap meningkatnya jumlah masyarakat rentan miskin. Karena mayoritas masyarakat saat dalam kondisi rentan miskin, dampak yang ditimbulkan adalah masyarakat yang rentan miskin tersebut menjadi miskin.

F-PKS kata Fikri memahami, banyak program pemerintah yang membutuhkan anggaran, namun solusinya tidak menaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah sambung Fikri, seharusnya menghemat belanja negara, salah satunya dengan memprioritaskan program yang memang dibutuhkan untuk kepentingan umum.

Pemerintah harus mengerti kondisi masyarakat yang sedang terpuruk akibat pandemi. Pemerintah harus membantu dengan kebijakan yang pro rakyat. Makanya, kami FPKS DPRD Kabupaten Bogor, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dan meminta pemerintah untuk mencabut kebijakan itu,”tegas Fikri menutupi.

** Mochamad Yusuf

Kementan Cetak ASN BerAKHLAK

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian secara konsisten mendorong penguatan SDM pertanian yang unggul, profesional, dan adaptif. Termasuk salah satunya melahirkan generasi ASN BerAKHLAK. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Organisasi dan Kepegawaian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, Zulkifli beberapa hari lalu.

Di depan ratusan peserta Pelatihan Dasar CPNS (Latsar CPNS) 2021 Kementerian Pertanian Angkatan 9,10,11,12, dan 13, Zulkifli berpesan agar ASN saat ini harus mampu memberikan pelayanan terbaik sebagaimana merujuk pada core values ASN BerAKHLAK

“Dengan semua potensi yang ada, berikanlah pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Saya berharap Saudara-saudara dapat menginternalisasikan dan mengimplementasikan core values ASN BerAKHLAK, yaitu Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif” dan nilai-nilai ini diharapkan akan dapat menjadi fondasi budaya kerja ASN yang profesional dalam mendukung employer branding ASN “Bangga Melayani Bangsa”, seru Zulkifli

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) mengatakan pembangunan pertanian harus diawali dengan pembangunan kualitas SDM nya.

Searah dengan hal tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu menekankan penguatan SDM pertanian agar mampu menghadapi tantangan dan turbulensi yang ada melalui pendekatan core values BerAKHLAK

“Dari tantangan yang terjadi saat ini maka seorang ASN atau pejabat pemerintah harus dikawal dengan moralitas melalu pendekatan Core Values BerAKHLAK agar kita tetap bisa bekerja dengan baik” kata Mentan Syahrul.

Peserta Latsar CPNS adalah generasi pilihan, generasi harapan masa depan yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan, mengisi pembangunan bangsa dan negara. Oleh karenanya, sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat, CPNS harus harus siap mental dan kapasitas.

Latsar CPNS Kementerian Pertanian Angkatan 9,10,11,12, dan 13 diikuti oleh 192 peserta lingkup, berlangsung secara klasikal dari tanggal 30 Agustus hingga 8 September 2022 mendatang di PPMKP Ciawi.

** Nita/PPMKP

Satpam Pelaku Rudapaksa Anak Disabilitas Diciduk Polisi

0

JURNAL INSPIRASI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor meringkus pelaku pemerkosaan terhadap anak penyandang disabilitas berinisial GNS (13) di kawasan Danau Perumahan Villa Bogor Indah, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara pada 26 Agustus 2022.

Diketahui, pelaku AJ (23) yang merupakan satpam ditangkap di kawasan Warung Jambu saat hendak pulang kerja.

Kepada wartawan, Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan menjelaskan bahwa sebelum kejadian korban pamit kepada kelurga untuk mengambil HP yang katanya ketinggalan di salah satu klinik.

Kemudian, setelah mengambil handphone itu korban main ataupun singgah ke tempat kejadian perkara di seputaran danau, dan bertemu dengan tersangka.

Pelaku yang melihat korban, kata Ferdy, tertarik kepada GNS, dan membujuknya. “Jadi di tempat tulah melihat korban sendiri, karena korban sendiri memiliki kebutuhan khusus,” tambahnya.

Ferdy juga mengungkapkan kondisi korban masih trauma pasti trauma dan sekarang masih dalam pendampingan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kota Bogor

“Saat ini korban sedang memulihkan trauma akibat dari perbuatan dari tersangka,” tandasnya.

Kata dia, tersangka dijerat pasal 76 huruf E UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan ancaman denda maksimal Rp5 miliar.

“Sekarang ini, untuk tersangka dalam proses penyidikan lebih lanjut untuk segera diserahkan ke jaksa penuntut umun,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka AJ mengaku bahwa ia pertama kali melihat korban saat dia tengah nongkrong dengan rekannya. “.ereka yang pertama ngerayu, ngajak nongkrong dan ngobrol sampai terjadi rudapaksa,” ucapnya.

AJ juga mengaku tidak mengetahui, bahwa korban mengalami keterbelakangan mental atau penyadang disabilitas.

“Saya melakukan di sekitar danau. Saya tidak tahu kalau korban memiliki keterbelakangan mental. Saya langsung meraba tubuhnya dan ketika ngobrol juga dianya mau,” ucapnyanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwando menyebut tersangka diamankan di kawasan Warung Jambu, dijalan setelah mendapat informasi pelaku sedang menuju pulang kerja.

“Dalam pemeriksaan korban kami bekerjasama dengan pihak kesehatan dan psikologi anak dan traumahealing. Setelah mendapat keterangan yang cukup dan akurat dari korban, barulah kita menangkap tersangka,” pungkasnya.** Fredy Kristianto

Pemkot Cari Investor Trem

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) akan mencari imvestor untuk mewujudkan proyek moda transportasi trem yang membutuhkan biaya sebesar Rp1,2 triliun, yang tak mungkin tercover oleh APBD.

Seperti diketahui, bahwa Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus mematangkan rencana tersebut, karena proyek itu menjadi bagian dalam mengatasi kemacetan yang hingga saat ini belum terpecahkan.

Kepala Bappeda Kota Bogor Rudy Mashudi mengatakan, bahwa rencana proyek moda transportasi terus berjalan dan berbagai tahapannya terus dimatangkan

“Ya, tahap-tahapan terus dimatangkan, sekarang kita mengkosentrasikan terhadap tiga hal pertama aspek regulasi, aspek teknis dan aspek pembiayaan,” kata Rudi, Selasa (6/9).

Untuk regulasi, kata Rudi, terkait dengan aturan pusat, regional maupun aturan di Kota Bogor. Menurut dia, asal semua tahapan telah telah di tempuh, maka pembangunan fisik bisa digarap pada tahun 2026 mendatang.

Namun, kata dia, untuk mewujudkan proyek trem tersebut memerlukan biaya yang cukup fantastis, sekitar Rp1,2 hingga 1,3 Triliun. Dan tidak mungkin mampu dibiayai dari APBD, sehingga harus mencari investor.

“Nah untuk pembiayaan, kita tau bahwa APBD tidak memungkinkan, oleh karena itu, kita harus cari investor. Sebab jika memakai dana pinjaman juga nampaknya skemanya berat, seperti pengembalian dan sebagainnya,” ujarnya.

Untuk mendapatkan profosal pembiayaan yang baik, maka Pemkot Bogor menggandeng PT Indonesia Infrastructure Finance (PT IIF).

“Nanti PT.IIF mendampingi Perumda Transportasi (PT) dalam menyusun proposal pembiayaan dari trem itu sendiri, yang nantinya untuk ditawarkan ke Investor ” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga mengandeng PT KAI karena, memang PT KAI adalah sebuah BUMN yang paling berpengalaman. “Ya, kami juga gandeng PT.KAI untuk membicarakan tahapan termasuk bisnis, karena mereka punya Commuter Line,” tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa trem merupakan bagian dari penataan transportasi jangka panjang, dengan menggeser angkot ke pinggir kota.

“Untuk pusat kota dilayani Biskita dan trem. Yang kita kerjakan sekarang adalah baru satu koridor. Nantinya ada total empat koridor. Jadi ini trem ini jangka panjang,” ujar Bima.

Untuk merealisasikan trem, sambung dia, harus dilakukan sejak saat ini, sebab kemungkinan moda transportasi itu baru akan rampung dalam lima hingga 15 tahun ke depan.

“Di Jakarta MRT juga dimulai dari Bang Yos. Ini kita mulai sekarang dan kita lakukan akseleraasi. Jadi sekali lagi di masa depan di pusat kota tidak ada angkot lagi. Angkot menjadi ferder kemudian biskita menjadi transporasi utama, akan terus ditambah. Begitu juga trem,” jelasnya.

Kota Bogor sendiri, kata dia, sudah menuntaskan kajian trem, sehingga saat ini mesti fokus kepada pendanaan. “Ya, memang agak berliku karena tidak mengandalkan APBN maupun APBD. Ini pendanaannya ada beberapa model yang insya Allah akan kita jajaki,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bima menegaskan bahwa pemkot sudah menjalin kerjasama dengan Perumda Trans Pakuan yang akan bermitra dengan Indonesia Infrastructure Finance (IIF) untuk pendanaan.

“Kamiakan mengekspolor mengelaborasi model pendanaan tadi. Sambil menyempurnakan terus kajian-kajian teknisnya,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Dechan Kunjungi dan Support Latihan Tim Voli Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua PBVSI Kabupaten Bogor periode 2022-2026, Dede Chandra Sasmita langsung melakulan kunjungan kepada para atlet PPOPM binaan Kabupaten Bogor.

Kunjungan yang dilakukan Dede Chandra Sasmita itu dilakukan di GOR Ksatria Arena Karadenan, Cibinong, Senin, 5 September 2022

Pada kunjungan kali ini, Dechan panggilan akrab Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor ini memberikan motivasi kepada semua atlet binaan PBVSI Kabupaten Bpgor yang juga tercatat sebagai atlet PPOPM Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, Dechan juga menerima curhatan para atlet bola voli Kabupaten Bogor yang disiapkan untuk ke Porda Jabar 2022.

“Alhamdulilah saya bisa berkesempatan ketemu dengan para atlet voli Kabupaten Bogor. Ini sebagai kunjungan awal saya kepada para atlet,” ujar Dechan.

Dechan menambahkan, ia juga banyak menampung curhatan para atlet bola voli Kabupaten Bogor. Intinya, kata Dechan, kunjungannya kali ini sebagai bagian sinergitas antara pengurus, pelatih dan para atlet.

“Saya berharap sinergitas ini jadi modal bagi tim voli Kabupaten Bogor untuk mewujudkan prestasi terbaik pada Porda Jabar 2022,” tegas Dechan.

** Asep Syahmid

Ade Yasin CS Beda Kesaksian, Para Terdakwa tak Seragam

0

Bandung | Jurnal Bogor

Meski tetap dibantah terdakwa Ade Yasin, Ikhsan Ayatullah dan Maulana Adam tetap membawa nama Bupati Bogor non aktif  tersebut dalam pemberian sejumlah uang ke oknum auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat (Jabar)

Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung kembali menggelar sidang lanjutan dugaan tindak pidana suap audior BPK perwakilan Jabar dengan terdakwa Bupati Bogor non aktif Ade Yasin dan kawan-kawan, Bandung, Senin (5/9).

Sidang ke-13 dengan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Hera Kartiningsih mengagendakan keterangan para terdakwa yakni Ade Yasin, Ikhsan Ayatullah, Maulana Adam dan Rizki Taufik Hidayat.

Dalam keterangannya di persidangan, Ade Yasin tetap berpegang teguh terhadap tidak adanya perintah untuk menyuap BPK perwakilan Jabar dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran 2021.

“Saya memang lakukan pertemuan dengan orang BPK perwakilan Jabar pada bulan Oktober 2021. Pertemuan tersebut diawali adanya permintaan Ikhsan untuk memperkenalkan orang BPK tersebut. Pertemuan singkat pagi hari tanpa ada bahasan untuk predikat Wajar Tanpa Pengecualian terhadap LHP Kabupaten Bogor karena saya langsung ada kegiatan upacara Hari Sumpah Pemuda,” ujar Ade dalam keterangannya di persidangan, kemarin.

Sementara itu, Ikhsan Ayatullah mengatakan, bahwa dirinya memberikan ratusan juta rupiah terhadap auditor BPK perwakilan Jabar di salah satu restoran di wilayah Sentul.

“Pada saat itu salah satu auditor meminta uang Rp70 juta dengan alasan untuk uang sekolah Kepala BPK Perwakilan Jabar. Namun uang diberikan oleh saya dengan nilai genap Rp100 juta,” kata Ikhsan.

Ikhsan menambahkan, bahwa sumber uang ratusan juta rupiah tersebut bukan hanya bersumber dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tempat dirinya bekerja yakni BPKAD saja.

“Uang yang diberikan kepada BPK Jabar itu dari PUPR, Bappenda dan BPKAD. Pemberian uang kepada auditor BPK yang bernama Hendra Kartiwa itu,” ungkapnya.

Ia menerangkan, bahwa dirinya menyebut nama Ade Yasin agar pejabat di PUPR tersebut mau berkontribusi terhadap permintaan uang oknum BPK Jabar itu.

“Saya sebut nama ibu Bupati supaya pak Maulana Adam mau memenuhi permintaan uang BPK Jabar,” terangnya.

Ikhsan mengungkapkan, dirinya juga telah menyuap oknum BPK Jabar untuk memuluskan audit pada Tahun Angggaran (TA) 2020 sehingga mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Pada pemeriksaan BPK perwakilan Jabar terhadap tahun anggaran 2020 saya memberikan uang kepada auditor sebesar Rp700 juta rupiah,” ungkapnya.

Selanjutnya Jaksa Penuntut KPK dalam persidangan menunjukan bukti percakapan antara Ikhsan dan Maulana Adam terkait uang untuk auditor BPK Jabar tersebut.

“Iya Ikhsan hubungi saya ngomong kalau uang yang diminta untuk sekolah Kepala BPK Jabar itu disuruh ibu Bupati digenapan jadi Rp100 juta,” terang Adam.

Lebih lanjut Adam memaparkan, bahwa uang yang diberikan dinasnya tersebut bersumber dari para pegawai struktural di PUPR Kabupaten Bogor.

“Uang yang saya kasih untuk BPK Jabar itu dari para Kabid dan Kepala UPT. Kalau dari penyedia jasa, saya minta orang BPK itu langsung. PUPR hanya fasilitator saja untuk kedua belah pihak itu,” tandasnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Tonny Frenky Pangaribuan menegaskan, bahwa Ade Yasin dan kawan-kawan terbukti dalam dugaan suap BPK Perwakilan Jabar.

“Saya yakin para terdakwa akan divonis penjara. Nanti dalam agenda tuntutan akan kami buka semua,” tegas Tonny.

** Tim Redaksi

Demokrat Tolak Kenaikan Harga BBM, tak Ada Upaya Penghematan Rezim Jokowi

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan langsung Presiden Joko Widodo pada akhir pekan kemarin menjadi keprihatinan Partai Demokrat ditengah rakyat kesulitan ekonomi akibat belum pulih dari pandemi Covid-19. Partai Demokrat bahkan tidak melihat upaya pemerintah berhemat sebelum meminta rakyat untuk hidup lebih sulit dengan kenaikan harga BBM yang akan berimplikasi terhadap kenaikan harga lainnya, termasuk bahan pokok.

“Tidak ada upaya penghematan yang dilakukan pemerintah. Anggaran digelontorkan untuk pembangunan proyek pencitraan,” ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Senin (5/9).

Justeru kata Herzaky, para pejabat dan aparat pemerintah memperlihatkan gaya hidup yang jauh dari kesengsaraan rakyat. Tidak terlihat tanda-tanda upaya untuk mengencangkan ikat pinggang dari operasional pemerintah.

“Selain itu, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM di Indonesia tidak turun. Lalu, uangnya sekarang kemana?,” ungkapnya heran.

Ditegaskan Partai Demokrat, kenaikan harga BBM membuat kehidupan rakyat yang sudah sulit menjadi semakin sulit. Pemerintah bukannya mengurangi beban rakyat, tetapi malah menambah beban rakyat.

“Kondisi rakyat belum pulih akibat pandemi, malah semakin diperberat oleh pemerintah dengan kenaikan BBM,” jelas Herzaky.

Sebelumnya, anggota Komisi V DPR RI Fraksi Demokrat Irwan mendesak kenaikan harga BBM dibatalkan segara karena membuat rakyat menderita.

“Kenaikan harga BBM ini adalah bentuk abai dan tidak pedulinya pemerintah terhadap derita dan kesusahan rakyat saat ini. Pemerintah lebih memilih menambah masalah rakyat dibanding memenuhi amanat untuk menyejahterakan rakyat,” kata Irwan.

Menurut Wasekjen Demokrat ini, Presiden Jokowi tak mempedulikan suara masyarakat agar harga BBM tak dinaikkan. Kenaikan harga BBM, menurut Irwan, berdampak langsung pada masyarakat kecil.

“Presiden telah abai mendengarkan suara rakyat. Kenaikan BBM ini akan berdampak langsung pada rakyat kecil menengah, seperti UMKM, buruh, tani, nelayan, bahkan karyawan-karyawan swasta maupun pegawai pemerintahan itu sendiri,” ujarnya.

Harga BBM naik juga akan berdampak pada harga kebutuhan pokok lainnya, sehingga harga kebutuhan masyarakat yang diperlukan pun akan meningkat pula. Karena itu, Demokrat menolak tegas kenaikan harga BBM.

“Sektor-sektor lain akan terdampak kenaikan BBM, seperti biaya pendidikan, kesehatan, pariwisata, infrastruktur, dan lain-lain. Pemerintah tidak konsisten dan komitmen untuk menjaga inflasi yang mereka targetkan, yaitu 3,3 persen. Kenaikan harga BBM ini akan menaikkan inflasi dan serta-merta menambah kemiskinan,” ucap Irwan.

“Kami nyatakan menolak kenaikan BBM ini. Demokrat memilih bersama rakyat. Batalkan kenaikan BBM!” tegasnya.

** Asep Saepudin Sayyev|*

Minim Perhatian, SDN Cipicung 04 Sedekah Jumat untuk Beli Meja Kursi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Sebanyak 3 ruang kelas di SDN Cipicung 04 yang berada di Jl.Harvest City, Kp.Cigarogol RT.06 RW.02 Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, tak memiliki kursi dan meja belajar.

Oyib

Tampak pemandangan siswa yang belajar dengan menggunakan bangku dari plastik dan bangku hajatan, mengingat kondisi bangku kayu siswa sudah banyak yang tidak layak.

Plt Kepala Sekolah SDN Cipicung 04 Oyib mengatakan pemandangan seperti ini sudah ada disaat dirinya menjadi Plt di sekolah tersebut. “Ada sekitar 40 unit bangku dan 20 unit meja yang kondisinya sangat memprihatinkan makanya kami inisiatifkan dengan menggunakan bangku plastik dan bangku guru agar anak bisa duduk saja,” papar Oyib kepada Jurnal Bogor, Senin ( 05/09/22).

Menurutnya, pihak sekolah sudah meminta bantuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan CSR setempat untuk ketersediaan meja kursi minimal untuk 1 ruang kelas. “Proposal sudah disebar namun sampai saat ini belum ada yang nyangkut termasuk dari Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, orang tua murid berinisiatif untuk membelikan bangku dan kursi dari uang iuran infak Jumat Berkah yang dikelola oleh Komite Sekolah. “Komite Sekolah mengadakan program Jumat berkah, dan melihat kondisi kekurang bangku dan meja ini mereka berinisiatif untuk membelikan meja dan kursi walaupun sejatinya sarpras untuk sekolah negeri itu adalah tangguh jawab Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak sekolah tidak pernah meminta orang tua untuk memikirkan kekurangan bangku dan kursi di sekolahnya. “Saya berharap, paling tidak CSR Perumahan Harvest untuk memberikan perhatian akan kekuatan bangku dan kursi di sekolah kami, mengingat sekolah ini berada di lingkungan perumahan elit, namun tidak punya sarana yang memadai ” pungkasnya Oyib yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Cipicung 03.

** Nay Nur’ain