29.9 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 859

Bappeda Litbang Rakor Susun Renstra Geoproduk di Pongkor

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Litbang) Kabupaten Bogor melakukan rapat koordinasi penyusunan rancangan rencana strategis (renstra) geoproduk di wilayah Geopark Nasional Pongkor tahun 2022.

Rapat kali ini berlangsung di aula Kecamatan Leuwisadeng, Senin 12/07). Upaya ini agar ada peran untuk membuat UKM  di wilayah Geoparka Pongkor bisa lebih baik.

Hadir narasumber pada rakor tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin).

Tenaga ahli geoproduk, Baban Sarbana mengatakan, selain sosialisasi para UKM  tentu  menggali potensi produk di wilayah Geopark Pongkor. Sebab konsep geopark tersebut bahwa ada produk yang dikelola oleh komunitas.  

“Di Kecamatan Leuwisadeng ini kita ingin tau produk unggul dan  komoditas khas di wilayah, tentu kita lihat di Kecamatan Leuwisadeng ini banyak produk unggul, diantaranya manggis dan pala dan di luar itu banyak juga kerajinan dari bambu maupun dari kayu dan makanan,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya menggali dan mencari produk yang mempunyai daya saing yang cukup tinggi. “Jadi kita akan data dan menggali masalah yang di wilayah maupun peluang lalu eksekusi nantinya,” kata dia.

Sementara itu, Bidang Perekonomian Bapedalitbang Dias Tuti menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa barat sudah membuatkan master plan untuk Geopark Nasional Pongkor di Kabupaten Bogor. “Ini salah satu rencana kerjanya untuk pengembangan geoproduk,” jelasnya.

Kata dia, rencana tahun ini ada di 8 kecamatan yang mana Geopark Nasional Pongkor itu meliputi 15 kecamatan dan sisanya akan dilaksanakan tahun depan. “Karena di dalam master plan Geopark Pongkor ini pengembangan dan perencanaannya ada dua tahap, lima tahun tahap awal,” kata dia.

Kedepan, akan ada rencana kerja. Di leuwisadeng ada 20 UMKM yang diundang dan akan ada tim korasi dari narasumber yang akan menunjuk kelayakan geoproduk. “Tentunya kita tidak bisa kerja sendiri tetapi menjalin kerjasama yang baik dengan para UKM atau dunia usaha, instansi vertikal dan lainnya,” tukasnya.

** Andres 

Ratusan Warga Desa Sukagalih Terima BLT-DD

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Sebanyak 102 warga Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor yang termasuk warga kurang mampu mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT-DD), Senin (11/7).

Kasie Kesra Desa Sukagalih Ayudin, mengatakan pemberian BLT-DD ini termasuk tahap ke-2 yang dibagikan secara tunai kepada KPM dengan nilai Rp.900.000 untuk tiga bulan, yakni April, Mei dan Juni. Bantuan ini tidak lain untuk membantu pemulihan ekonomi khususnya warga kurang mampu.

“Penerima BLT-DD dipastikan telah memenuhi kriteria, yakni warga kurang mampu, kehilangan mata pencarian, penyakit kronis, kepala keluarga lansia dan belum mendapatkan bantuan sosial lainnya,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (12/7).

Menurutnya, BLT-DD ini disalurkan secara langsung ke rumah atau door to door bagi KPM yang memang kedapatan sedang dalam keadaan sakit. Namun untuk yang sehat bisa mengambilnya di aula Kantor Desa Sukagalih.

“Pada tahun 2022 ini, penggunaan Dana Desa diperuntukkan BLT 40%, penanganan Covid-19 sebesar 8%, ketahanan pangan 20%, operasional kantor 6% dan sisanya untuk pemberdayaan masyarakat serta infrastruktur,” bebernya.

Oleh karena itu, kata dia, dengan diprioritaskannya BLT-DD ini bisa sedikit membantu mendorong ekonomi warga dan untuk warga yang menerima pun agar bisa memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik mungkin.

Sementara itu Wahyu Amirullah, salah satu penerima BLT-DD mengaku terbantu dengan adanya bantuan BLT-DD tersebut. Bantuan itu akan dipergunakan untuk menambah modal usahanya di bidang UMKM perumahan.

“Alhamdulillah, lumayan buat nambah modal usaha saya. Intinya sangat bersyukur sekali karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami ditengah pandemi Covid-19,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Gantung Diri

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Seorang pria paruh baya tanpa identitas ditemukan meninggal dunia dalam kondisi leher tergantung di sebuah pohon pada Senin (11/7) di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Kejadian tersebut membuat geger warga sekitar pukul 07.30 pagi. Saat seorang warga yang hendak berkebun di sekitaran lokasi dikejutkan dengan adanya seorang pria dalam gantung diri dengan seutas kain.

Kapolsek Tanjungsari Iptu Hartanto Rahim S.H mengatakan, pihaknya yang datang ke lokasi, setelah menerima informasi kejadian tersebut pun langsung melakukan olah TKP.

“Dari olah TKP yang kita lakukan diketahui pria tersebut ialah Ade (55) warga Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cariu. Dari pemeriksaan yang kita lakukan tidak ditemukan adanya tanda-tanda tindak kekerasan pada tubuh korban,” katanya dalam keterangan, Selasa (12/7).

Korban tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan.

“Karena keluarga korban ini menolak untuk dilakukannya autopsi dan menerima dengan ikhlas bahwa kejadian ini merupakan sebuah musibah,” ungkap Iptu Hartanto.

** Wisnu / Nay 

Meraih Keberkahan dalam Kebersamaan di HUT Telkom ke-57

0

Bogor | Jurnal Bogor

Suara riuh rendah terdengar di kantor Telkom STO Semplak Bogor, di jalan Salabenda Raya No.24, Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sejumlah karyawan PT. Telkom Bogor, Cibinong dan Depok hadir dan tumplek di kantor tersebut.

Hari itu adalah hari perayaan ulang tahun Telkom ke 57 yang dibarengi juga perayaan hari raya Idul Adha 1443 H, jadi Telkom Witel Bogor selain mengadakan syukuran ulang tahun dengan memotong nasi tumpeng, juga menyelengarakan pemotongan hewan qurban.

Dengan tema, Meraih keberkahan dalam kebersamaan di HUT telkom ke 57 dengan keikhlasan ber qurban bersama Witel bogor (QBWB), sebanyak 29 sapi, 1 kerbau dan 5 kambing akan disembelih. Jumlah tersebut adalah kumpulan dari PT. Telkom Witel Bogor, stake holder, anak perusahaan Telkom dan mitra Telkom.

Dalam kesempatan itu General Manager PT. Telkom Witel Bogor, Muskab Muzakkar mengatakan, “Alhamdulilah bertepatan, hari ulang tahun Telkom yang berusia 57 tahun, tepatnya 6 Juni 2022 dan Hari raya Qurban, jadi kami merangkai acara ini untuk kebersamaan. Diperkirakan sebanyak 3500 paket daging qurban ini akan tersedia. Kami akan mendistribusikannya ke warga sekitar, ke cleaning servis, satpam dan karyawan lapangan dan perwakilan kantor Bogor, Cibinong dan Depok.”

“Kami semua berkumpul disini untuk kebersamaan, banyak yang sukarela membawa konsumsi sendiri untuk kita makan bersama sama, dan untuk makan siangnya kita juga sudah ada tim yang memasak daging qurban ini. Ada sebanyak kurang lebih 200 peserta di acara ini ditambah 70 orang panitia. ”

Dalam rangka ulang tahun Telkom yang ke 57 ini, Telkom pun melakukan bakti sosial antara lain dengan mengunjungi rekan rekan yang sedang sakit di rumah sakit, menjenguk teman teman yang melahirkan, dan mengunjungi keluarga yang sedang beribadah haji, dan termasuk upaya percepatan penyelesaian gangguan layanan.

Menariknya Telkom juga berkunjung ke rumah pelanggan yang berusia 57 tahun yang berlokasi di perumahan Vila Bogor Indah 6, dan tidak lupa pula langsung mengapresiasi pelanggan yang hadir di kantor Plaza Telkom pada hari ulang tahun Telkom ke 57.

“ Harapannya dengan kebersamaan ini Telkom semakin solid, selain untuk ibadah, kita bisa mensyukuri ulang tahun Telkom ini, sehingga kedepannya kita bisa mengalang kekuatan untuk semakin maju dan siap di era digital ini dan siap menjadi perusahaan digital. Terimakasih kepada semua stake holder, semua mitra, warga masyarakat, semoga Telkom makin jaya dan tambah sukses, apalagi sekarang Telkom bertransformasi menjadi perusahaan digital, dan mudah mudahan diberikan kemudahan dan kelancaran untuk menggapai cita cita dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara, Republik Indonesia,” pungkasnya.

** prast

Dewan Tagih Laporan CSR

0

Bogor | Jurnal Bogor

DPRD Kota Bogor baru saja selesai melakukan pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PP-APBD) Kota Bogor tahun anggaran 2021 ditingkat komisi-komisi dan Badan Anggaran. Dalam pembahasan PP-APBD 2021, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin menyoroti tidak adanya kejelasan terhadap laporan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL) Kota Bogor di tahun 2021.

JM menerangkan bahwa TJSL harus dicatat karena masuk kedalam pendapatan daerah yang tercatat di APBD dari sumber lain-lain pendapatan yang sah, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah juga dijelaskan oleh Kang JM sudah diatur dalam Pasal 295 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 yang menerangkan bahwa Lain-lain pendapatan Daerah yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285 ayat (1) huruf c merupakan seluruh pendapatan Daerah selain pendapatan asli Daerah dan pendapatan transfer, yang meliputi hibah, dana darurat, dan lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan bantuan berupa uang, barang, dan/atau jasa yang berasal dari Pemerintah Pusat, Daerah yang lain, masyarakat, dan badan usaha dalam negeri atau luar negeri yang bertujuan untuk menunjang peningkatan penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.

“Berdasarkan bunyi pasal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa alokasi dana TJSL untuk pembangunan daerah dapat dikategorikan sebagai pendapatan daerah berupa hibah,” ujar JM kepada wartawan, Senin (11/7).

Untuk itu, JM mengaku meminta agar Pemkot Bogor segera menyampaikan laporan dan TJSL 2021. Hal tersebut jelas sudah tertuang didalam ayat (3) pasal 15 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahan yang berbunyi Pemerintah Daerah menyampaikan laporan pelaksanaan TJSL setiap tahun kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

“Nantinya dari laporan ini kita bisa tahu bahwa untuk melakukan pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan sosial kita bisa memaksimalkan dana TJSL ini,” tegas JM.

Isu terkait kesehatan masih menjadi persoalan serius yang harus bisa diselesaikan oleh Pemerintah Kota Bogor, sehingga dana CSR bisa digunakan untuk membantu warga miskin yang mengalami tunggakan BPJS Kesehatan.

“Dana CSR ini bisa ditingkatkan lagi penggunaannya dengan perencanan yang maksimal dari pihak tim faslitator TJSL, contohnya untuk membantu warga yang menunggak BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Said Muhamad Mohan, mengungkapkan, berdasarkan informasi yang sementara ia terima, didalam data LKPJ 2021, dana CSR Kota Bogor hanya sebesar Rp2 miliar dengan jumlah 17 perusahaan yang menyalurkan.

“Jumlahnya mengalami penurunan dari tahun 2020, yang tadinya Rp4 miliar dengan 18 perusahaan. Tentu ini menjadi perhatian kami,” ujar Mohan.

Untuk itu, Mohan mengungkapkan, Komisi IV DPRD Kota Bogor telah meminta ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop-UMKM) Kota Bogor data perusahaan yang memiliki kewajiban menyalurkan dana CSR.

“Nantinya dari data-data tersebut akan kami pantau langsung penyaluran dana CSR tersebut,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Tidak Diterima di SMAN 1 Ciawi, Warga Ranji Diduga Depresi

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Ciawi, Kabupaten Bogor, jalur zonasi menyisakan kesedihan dan kekecewaan untuk masyarakat, terutama para siswa. Mereka menangis dan mudah marah karena tekanan psikologis setelah tersingkir dari sekolah tujuan meskipun hanya berjarak sekitar 1,3 kilometer dan mendaftar secara kolektif di sekolah awal.

Sh (56) orang tua peserta PPDB jalur zonasi ke SMAN 1 Ciawi mengakui adanya perubahan sikap anaknya bernama Si, karena tidak diterima. Anehnya, kata dia lagi, temannya yang berdomisili tidak jauh dari rumahnya lolos meskipun mereka mendaftar secara bersama-sama secara kolektif yang dikelola pihak sekolah awal yakni SMPN 2 Ciawi.

“Sekarang anak saya jadi berubah sikapnya, jadi pemarah dan sering menangis. Temanya yang sama-sama satu kampung bisa lolos tapi anak saya tidak, padahal daftarnya secara kolektif juga,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (11/07).

Warga asal Kampung Ranji RT03/06, Desa Telukpinang itu mengaku pasrah akan nasib anaknya tersebut, terlebih saat ini PPDB jalur zonasi sudah ditutup. Alhasil, sambungnya, ibu empat orang anak itu merasa kebingungan akan masa depan putra ke tiganya tersebut.

“Ga tau mau daftar kemana lagi pak, kan udah tutup jalur zonasinya. Pengelola yang mengkolektif tidak mengarahkan harus kemana lagi daftar, padahal ada kutipan biaya operasional. Alasan saya ikut secara kolektif, karena tidak paham dengan sistem aplikasi atau online,” imbuhnya.

Menanggapi penomena PPDB SMA jalur zonasi, Ketua Indonesia Morality Watch (IMW) perwakilan Bogor Raya, Rey Candra angkat bicara. Ia menilai, PPDB SMA jalur zonasi yang diatur dalam Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 berpotensi menimbulkan masalah dan saat ini pihaknya menerima berbagai aduan maupun keluhan orang tua siswa yang anaknya gagal mendaftar.

“Pasal 16 ayat 2 Permendikbud nomor 14 tahun 2018 menyatakan alamat domisili didasarkan Kartu Keluarga (KK) yang terbit maksimal 6 bulan sebelum PPDB. Pada umumnya, di daerah jarak yang diperbolehkan melalui jalur zonasi untuk tingkat SMA-SMK berkisar 9-10 kilometer,” kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam penerapan jalur zonasi PPDB tahun 2022 di Kabupaten Bogor terdapat kelemahan terutama pada standar nasional pendidikan yang belum merata di semua sekolah. Selain itu, kuota daya tampung siswa belum jelas distribusinya karena jumlah sekolah negeri tidak seimbang dengan jumlah penduduk. Hasilnya, apabila jumlah sekolah negeri masih belum mampu mengakomodasi, maka pilihan bagi orangtua yang anaknya tidak lolos PPDB ialah dengan mendaftarkannya ke sekolah swasta.

“Sekolah swasta pun jaraknya tidak dekat dari rumah, dan sekolah yang bagus-bagus sudah tutup pendaftarannya. Ini menjadi persoalan, akhirnya siswa yang tidak lolos depresi dan orang tua kebingungan apalagi masyarakat miskin,” tambahnya.

Dalam sistem jalur zonasi, kata dia lagi, indikasi berbagai kecurangan bisa saja terjadi misalkan dengan merubah domisili agar jarak rumah tinggal dengan sekolah yang dituju masuk dalam hitungan. Untuk itu, Candra meminta pengawas PPDB dan instansi terkait melakukan verifikasi ulang syarat-syarat administrasi siswa yang lolos melalui zonasi di SMAN 1 Ciawi. Bahka, Candra menegaskan akan menerjunkan peneliti IMW untuk memastikan tidak terjadi kecurangan.

“Kami sudah terima keluhan dan aduan, nanti ada peneliti yang turun ke lapangan. Harusnya pengawasan diperketat, agar masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Ciawi mendapatkan keadilan bagi anak-anaknya,” tegas.

Dikonfirmasi, Ahmad yang mengkolektif pendaftaran siswa-siswa SMPN 2 Ciawi ke sekolah tujuan yakni SMAN 1 Ciawi mengaku belum memiliki solusi bagi siswa didik yang mendaftar melalui jalur zonasi tetapi tidak lolos.

“Terkait hal itu, saya belum ada pengarahan karena pendaftaran tidak melalui aplikasi,” singkatnya. 

** Dede Suhendar

Masjid Jami At–Taqwa Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Ketua DKM  Masjid At- Taqwa Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor meriahkan Idul Adha dengan menyembeli hewan kurban yang dilaksanakan di halaman masjid.

Ketua DKM Masjid At -Taqwa  H.Rozak mengatakan, saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pihaknya itu mengikuti anjuran dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meminimalisasi terjadinya kerumuman di lapangan masjid.

“Hari ini panitia melakukan pemotongan hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban  digelar  dimulai  pukul 09.00 WIB  sampai selesai,” ucap H.Rozak kepada Jurnal Bogor , Senin (11/07/22)

H Rozak menambahkan pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Masjid At-Taqwa  hanya berlangsung dalam satu hari saja dan dalam pelaksanaannya panitia telah dibekali pemahaman agar selalu memperhatikan protokol kesehatan pemotongan hewan kurban dari pemerintah.

“Kita mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah , untuk mengantisipasi hewan yang ingin disembelih ini terjangkit PMK , maka dari itu 2 sapi yang disembelih hari ini sudah memiliki surat kesehatan dari dokter hewan dan dinas terkait,” paparnya.

Senada disampaikan Ketua  Panitia Pelaksana Hewan Kurban Masjid AT – Taqwa Bariman menjelaskan, para pengurus telah mewanti-wanti para penjaga dan petugas pemotongan hewan kurban agar mengikuti protokol kesehatan yang telah disampaikan dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2021 perihal petunjuk teknis pelaksanaan hewan kurban.

” Walau sudah dibebaskan atau dilonggarkan untuk penggunaan masker kami tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Jika tak Jadi Perda, Kavling Kebun Akan Jadi Bom Waktu Bagi Pemkab Bogor

0

 Cibinong | Jurnal Bogor 

Makin maraknya kavling kebun yang notabene berada di wilayah Bogor Timur menjadi sorotan banyak publik akan acuhnya Pemerintah Kabupaten Bogor akan usaha-usaha kavling diduga ilegal yang diperjualbelikan secara bebas.

Atma, SE

Hal tersebut pun menjadi sorotan Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Atma, SE. Menurutnya, kavling kebun yang sudah terlanjur menjamur di wilayah Bogor Timur harus segera dicarikan solusi karena sudah menjamur dan ada konsumen yang harus dipikirkan nasibnya. Apalagi konsumen notabene warga di luar Bogor yang tidak tahu menahu jika di Kabupaten Bogor belum ada aturan untuk penjualan kavling kebun.

” Betul, Komisi 1 yang mengusulkan akan Perda untuk kavling kebun tersebut, mamun regulasi aturan harus tetap ditempuh, dalam arti pengusaha harus tetap mengedepankan aturan yang ada jangan main tabrak,” ujar Atma kepada Jurnal Bogor , Senin (11/07/22).

Jika Perda tidak dibuat , kata dia, besok lusa usaha kavling kebun ini akan menjadi bom waktu untuk Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri. Maka dari itu Komisi 1 menjadi pengusul agar kesemrautan yang ada di Bogor Timur, khususnya bisa tersusun dan tertata rapi karena dengan adanya Perda secara otomastis pengusaha harus mengikuti regulasi.

“Tapi saat ini tidak semudah itu untuk membuat menjadi perda, karena harus ada kajian – kajian dari eksekutif dan dinas – dinas terkait  dan sampai saat ini itu belum ditempuh,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya bukan membatasi investor untuk berkembang di Kabupaten Bogor , namun justru mendukung dengan adanya investor. Hanya saja harus tetap taat pada aturan dan jangan main tabrak apalagi aturan itu baru mau digodok dan jangan dijadikan ajang jualan agar konsumen pun nantinya bisa memiliki kavling kebun yang legal tanpa ada permasalahan.

“Kita coba dukung usaha dengan mengusung Perda, namun tetap ada peran eksekutif untuk melakukan kajian, apakah lahan tersebut layak untuk dijadikan kavling kebun atau tidak, itu kewenangan eksekutif untuk membuat kajian,” beber Aleg yang berangkat dari PKS tersebut.

Jadi, jelasnya, jika mau semuanya rapi harus mengikuti regulasi yang ada hingga pengusaha bisa tenang dan konsumen pun nyaman.

Kini, jumlah kavling kebun di Bogor Timur sudah sampai puluhan, mulai dari Granada, Andalus, Jati Indah, Pesona Alam, Bonjovi, dan masih banyak lagi yang tak jarang terjadi persoalan pertanahan dan perizinan.

** Nay Nur’ain 

Idul Adha, Tazkia Salurkan Qurban di Tiga Kampusnya

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Pemakaian masker yang dilonggarkan pemerintah disambut baik oleh masyarakat seperti perayaan Idul Adha 2022 pasca Covid -19 turut dirasakan Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin.

Menurutnya, Hari Raya Idul Adha tahun ini tampak lebih meriah. Hal ini karena umat Islam bebas menjalankan Sholat Idul Adha dan menyaksikan pemotongan hewan qurban. 

“Bagi yang menyumbangkan  hewan qurban bukan hewan yang menjadi fokus, apakah sapi atau kambing. Tapi niat dan keikhlasan yang menjadi hal penting, karena itu menjadi simbol ketakwaan kita kepada Allah SWT,” papar Rektor Tazkia Murniati Mukhlisin kepada Jurnal Bogor, Senin (11/07/22).

Menurutnya, buat seseorang berqurban harus sama seperti halnya ibadah haji, maknanya jauh dari hanya sekedar bermalam di Mina, wukuf di Padang Arafah, melempar jumroh, mengelilingi Ka’bah, lari lari kecil dari Bukit Shofa ke Marwa atau tahalul memotong rambut. 

“Salah sekali jika qurban dilukiskan sebuah ritual menumpahkan darah untuk mendapatkan bantuan dari Allah melalui kematian hewan yang dipotong,” jelasnya. 

Menyumbangkan hewan qurban, menurutnya bentuk pengungkapan rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang Allah berikan. Hal ini ditekankan Al-Quran dan Surah Al-Kausar (108) ayat 1-2 yang artinya Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.

Sementara jumlah hewan qurban yang disembelih di Masjid Andalusia dan Kampus Alif, Ba, Ta Institut Agama Islam Tazkia totalnya ada 9 ekor sapi dan 20 ekor kambing.

“Kami bagikan di tiga kampus yaitu Masjid Andalusia, Sentul City (sebelah lokasi Kampus Alif)

7 sapi dan 15 kambing, Kampus Ba Dramaga dengan 1 ekor sapi dan 5 kambing  dan yang ke-3 Kampus Ta, Cilember dengan 1 ekor sapi,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay 

Pemdes Sanja Bagikan BLT-DD Usai Idul Adha

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Setelah merayakan Idul Adha, Pemerintah Desa Sanja, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor menyalurkan Bantuan Langsung Dana Desa (BLT-DD) tahap 2 tahun 2022, Senin (11/07/22).

Kaur Kesra Desa Sanja, Irawan Prasetyo mengatakan, Desa Sanja menyalurkan BLT-DD tahap 2 di Desa Sanja untuk triwulan.

“Pembagian ini untuk bulan April, Mei, dan Juni. Uang yang dibagikan sebesar 300 ribu per bulannya jadi mendapatkan 900 ribu untuk 3 bulan tersebut,” jelasnya kepada Jurnal Bogor di aula Desa Sanja.

Menurutnya, sebanyak 126 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan BLT-DD ini dan bisa tersalurkan dengan tepat sasaran.

“Alhamdulillah setelah lebaran Idul Adha kita (Pemerintah Desa Sanja) bisa menyalurkan BLT-DD yang mana, BLT-DD ini adalah untuk memback up atau mengcover kebutuhan masyakarat. Ini terlihat dari antusias warga yang merasa terbantu untuk kebutuhan sehari-harinya, dan untuk penerima sendiri yang pastinya sesuai dengan kriteria karena dari pemilihan RT/RW dan ini akan perollingan atau perputaran jadi setiap 6 bulan nama-nama itu akan dirolling,” ujarnya.

Dengan demikian, untuk penerima BLT-DD ini akan dilakukan pertukaran secara berkala, dimana jika dilakukan serentak anggaran tidak terpenuhi, maka Pemerintah Desa Sanja menginisiasi melakukan perolingan untuk penerima manfaat agar tidak ada cemburu sosial di masyarakat.

“Kita berupaya untuk bersikap adil dan merata di masyarakat, dan hanya orang-orang pilihan dan memang sangat membutuhkan bantuan yang akan kita masukan dalam penerima manfaat BLT-DD ini ” pungkasnya.

** Wisnu / Nay