27.3 C
Bogor
Monday, August 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 852

TKSK Dampingi 795 Warga Tlajung Udik Dapat BLT BBM

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gunung Putri mendampingi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, bekerjasama dengan PT Pos Indonesia di aula Kantor Desa Tlajung Udik, Rabu (14/9).

Sebanyak 794 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan 2 bulan BLT BBM dan BPNT selama 1 Bulan. Masing-masing KPM mendapatkan Rp 500 ribu, untuk BLT BBM Rp 300 ribu selama 2 bulan, September dan Oktober, dan BPNT sebesar Rp200 ribu untuk September.

Ketua TKSK Gunung Putri Andi Apandi menjelaskan, pembagian BLT ini adalah pengalihan dari subsidi BBM untuk warga masyarakat miskin. Di Indonesia acuan warga miskin adalah warga yang masuk ke DTKS Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

“Ketika warga masyarakat yang ingin masuk ke DTKS itu datang ke desa dan minta dimasukin ke aplikasi sige engine kemudian aplikasi tersebut akan langsung terhubung dengan website Kementerian Sosial. Jadi selama tidak masuk ke data DTKS berarti warga itu dianggap mampu, kemudian ketika warga sudah masuk DTKS itu maka warga tersebut sudah berhak mendapatkan beberapa bantuan sosial diantaranya BPNT, KIS PBI dan juga KIP seperti itu,” papar Apandi kepada Jurnal Bogor, Kamis (15/09/22).

Menurutnya, dengan adanya pembagian ini mudah mudahan tepat sasaran sesuai barometernya yang masuk DTKS. Untuk di Kecamatan Gunung Putri ini sekitar 7000 lebih KPM dan penyaluran ini bekerjasama dengan PT Pos Indonesia, dan untuk saat ini BBM itu subsidinya terbagi 4 bulan dengan per bulannya Rp150 ribu.

“Saat ini yang dibagikan hanya dua bulan yaitu September dan Oktober, dan sekaligus pembagian BPNT yang biasanya via Himbara Mandiri Kabupaten Bogor, sekarang disalurkan melalui PT Pos Indonesia, saya berharap pembagian ini tepat sasaran,” harapnya.

Kalau ada bahasa yang dapatnya itu dia-dia lagi, katadia, itu karena kebijakan pemerintah, yang mendapatkan bantuan yang masuk ke DTKS, selama tidak masuk ke DTKS tidak akan bisa mendapatkan bantuan sosial.

“Jadi, data yang ada di DTKS itu memang data warga miskin yang mendapatkan bantuan, dan itu tidak bisa diubah sembarangan, kecuali bantuan untuk korban bencana alam, baru datanya bisa berubah-ubah,” jelasnya.

Dia meminta kepada operator desa, mengingat semua data bermuara di desa dan ketika seorang diketahui oleh RT dan RW keluarga mampu, maka dengan sendirinya silakan dibuka aplikasinya.

“Ada aplikasi usul sanggah, dan aplikasi usul sanggah itu ketika memang warga itu layak silakan dikonfirmasi ke desa, maka akan ada usul sanggah seperti itu, sekarang muaranya di desa tinggal pandai-pandai aparatur desa sepeti RT maupun RW komunikasi dengan operator desa,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tak Kuat Nanjak, Truk Ayam Tabrak Motor di Belakangnya

0

Nanggung | JurnalBogor 

Truk pengangkut pakan ayam bernomor polisi F 8039 AO mengalami masalah mesin saat menanjak, kemudian  mundur hingga menabrak pengendara sepeda motor yang berada di belakangnya.

Kejadian tersebut terjadi di tanjakan jalan Ace Tabrani, tepatnya di Kampung Pasirgintung, Desa Batu tulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis  (15/09) sekitar pukul 07:30 wib.

Menurut warga sekitar, Ocep, truk pengangkut pakan ternak ayam tersebut dari arah Panjaungan menuju ke Nanggung, setibanya di tempat kejadian mobil mogok. 

“Jadi menurut keterangan supir, mobil mogok dan gak bisa nyala, supir berinisiatif untuk digejlug dengan cara mundur namun gagal, sehingga menyeret motor di belakangnya dan menabrak ke pagar rumah warga,” ungkap Ocep menuturkan ungkapan sang sopir truk.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kendaraan motor jenis Vario itu ringsek dan korban mengalami luka-luka hingga dilarikan ke RSUD Leuwiliang.

“Alhamdulillah kalau korban jiwa nggak ada, hanya luka-luka, tadi udah langsung di bawa ke RSUD Leuwiliang,” tukasnya.

** Andres 

Blooming Beauty, Event Kecantikan AEON MALL Sentul City

0

Sentul | Jurnal Bogor

Produk kecantikan sangat digandrungi belakangan ini. Oleh karena itu, AEON MALL Sentul City mengadakan event kecantikan “Blooming Beauty” yang dilaksanakan di Canal Stage, AEON MALL Sentul City mulai tanggal 3 September hingga 2 Oktober 2022.
 
Berbagai event kecantikan, pameran produk kecantikan dan fashion wanita hadir selama periode event ini berlangsung. 10 stand UMKM yang hadir adalah Eco Print, Chanting Pradana, GNJ by Jennifer Chang, Kilau Arti dan berbagai brand lainnya.
 
 “Untuk memberikan entertainment dan edukasi kecantikan kepada customer, kami mengadakan acara ini selama bulan September – Oktober. Kami berharap acara ini dapat menjadi salah satu destinasi tambahan bagi pengunjung untuk datang ke AEON MALL Sentul City,” papar General Manager Mall Operation, AEON MALL Sentul City, Bayu Tunggul Aji.
 
Selama event ini berlangsung, AEON MALL Sentul City akan mengadakan Henna Competition (17 Sep; 14:00 WIB), Make Up Artist Competition (18 Sept; 13:00 WIB), Fashion Show (24 Sep; 15:00 WIB), Mini Wedding Expo (1 Oct; 16:00 WIB) dan Batik National Day (2 Oct; 13:00 WIB).
 
“Kami berharap AEON MALL Sentul City dapat menjadi wadah untuk para insan kreatif dibidang kecantikan,” tambahnya.
 
Selain event dan pameran UMKM, AEON MALL Sentul City juga mengadakan program belanja. Hanya dengan berbelanja dengan total Rp 250.000 diberbagai tenant partisipan, pengunjung berhak untuk mendapatkan Mini Beauty Haul.
 
Selain itu, member baru aplikasi AEON MALL Indonesia berhak untuk mendapatkan Gratis Parkir 1 Jam. Dan yang terakhir, Blooming Tummy, para pengguna aplikasi AEON MALL Indonesia berhak untuk mendapatkan cashback (maks. Rp 10.000) di Food Terrace (Food Court, Lantai 2) dengan menggunakan fitur “Self-Order” dengan pembayaran menggunakan e-wallet. Download aplikasinya dan dapatkan berbagai keuntungannya.

**handymehonk

Masyakarat Puspanegara Bersatu Geruduk RS Paragon

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Ratusan warga yang bergabung dalam Masyarakat Puspanegara Bersatu turun ke jalan meminta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menghentikan kegiatan pembangunan Rumah Sakit Paragon Mitra Medika yang berada di RW 006 Kelurahan Puspanegara, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu (14/09/22).

Terlihat raturan warga berjalan kaki menuju RS.Paragon dengan membentangkan spanduk dan menyuarakan tuntutan. Yunus (45) warga Puspanegara dalam orasinya meminta pihak RS Paragon untuk melakukan itikad baiknya agar menindaklanjuti aspirasi warga yang tergabung dalam Masyarakat Puspanegara Bersatu.

“Kami sampaikan tuntutan dan aspirasi masyarakat Puspanegara sesuai dengan Pasal 22 ayat 1, nomor 23 tahun 2014 Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor nomor 6 Tahun 2013 tentang tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan,” tegas Jendral sapaan akrabnya saat orasi, Rabu (14/09/22).

Adapun tuntutan yang disampaikan ialah, pertama hadirkan pimpinan dan pemberi keputusan dari pihak RS. Paragon Mitra Medika yang selama ini belum pernah menemui dan beritikad baik. Kedua, komitmen tertulis yang berisi penyerapan tenaga kerja lokal (lingkungan) yang dipekerjakan nantinya di RS. Paragon, baik skill ataupun non skill minimal 60%, serta komitmen kemitraan dengan potensi yang ada di lingkungan untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.

“Ketiga, pengkajian ulang terkait Surat Persetujuan Lingkungan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan, keempat, pengkajian ulang bersama UPT dinas terkait perizinan membangun, kelima  pemberhentian kegiatan aktivitas pembangunan RS. Paragon Mitra Medika

oleh dinas terkait yang selama belum ada transparansi perizinan pembangunan tersebut,” urainya lantang.

Pengawas UPT DPKPP untuk Kecamatan Citeureup Ali Akbar mengatakan, dia bersama LPM Kelurahan Puspanegara sudah pernah menyambangi RS.Paragon Mitra Medika dan meminta untuk memperlihatkan perizianan yang dimilikinya, namun pihak RS tidak memperlihatkan.

“Mereka (RS Paragon) hanya bilang sudah ada IMB-nya tapi saat kami minta fotokopinya untuk arsip kami di UPT mereka tidak memberikanya sampai demo ini akhirnya terjadi, maka dari itu saya akan mencari arsipnya dahulu di dinas terkait RS Paragon tersebut izin apa saja yang sudah mereka kantongi, dan jika memang ternyata arsip itu tidak ada maka kami akan membuat surat teguran,” pungkasnya saat dihubungi Jurnal Bogor melalui telepon selular.

Untuk diketahui, setelah dilakukannya demonstarasi oleh Masyarakat Puspanegara Bersatu terjadi mediasi di Kantor Kecamatan Citeurep, sampai diturunkan berita ini belum ada keterangan resmi dari Muspika Citeureup terkait hasil mediasi tersebut.

** Nay Nur’ain

Ada Nota Pembelian oleh SMK GM, Pelangi Jaya Photo Copy Didatangi Inspektorat

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pasca ditetapkannya Kepala Sekolah Yayasan SMK Generasi Mandiri berinisial MK (56) sebagai tersangka kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Tim Inspektorat Kabupaten Bogor mendatangi ke sejumlah lokasi yang diduga sebagai tempat pembelian sarana-prasarana dalam dugaan korupsi penggunaan dana BOS tersebut.

Beberapa lokasi tersebut, yaitu toko bangunan, fotokopi, bahkan rumah makan yang terletak di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Saat Jurnal Bogor menyambangi salah satu dari lokasi tersebut, yaitu Pelangi Jaya Photo Copy yang berlokasi di Jalan Letda Nasir, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Ela pemilik Photo Copy Pelangi Jaya membenarkan kedatangan pihak Inspektorat Kabupaten Bogor ke tokonya menanyakan apa saja yang dibeli oleh SMK Mandiri.

“Tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB, ada yang datang kesini, katanya sih dari Inspektorat Kabupaten Bogor, mambawa nota pembelian, menanyakan tentang apa saja yang dibeli oleh SMK Mandiri disini. Mana saya lagi hamil suami lagi sakit, nanya ke saya soal nota pembelian di fotokopi ini,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (14/9/22).

Menurutnya, nota pembelian yang ditunjukkan oleh pihak Inspektorat Kabupaten Bogor nominalnya sangat fantastis menunjukkan bukti nota pembelian atas nama toko Pelangi Jaya Photo Copy dengan nominal sebesar Rp 90 juta.

“Bahwa saya tidak pernah mengeluarkan nota tersebut kepada pihak yang bersangkutan. Terlebih lagi, pada nota pembelian itu, tampak berbeda dengan nota yang dimiliki oleh saya,” ungkapnya.

Ela menambahkan bahwa untuk nominal sebesar itu biasanya hanya pabrik-pabrik saja yang membeli peralatan di tokonya.

“Kalo pabrik iya bisa sampe ratusan, itupun jarang, kalo sampe ngeluarin nota pembelian sebesar itu saya gak pernah apalagi buat ke sekolahan itu,” jelasnya.

Sebelumnya, pada beberapa hari lalu, ia sempat dipanggil ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk memberikan keterangan terkait nota pembelian yang mengatasnamakan tokonya itu.Tetapi panggilan itu tidak ditanggapi olehnya, karena ia merasa tidak mengeluarkan nota tersebut kepada pihak yang bersangkutan. 

“Saya cuma pengen yang bener-bener aja, kalo kayak gitu nggak deh, soalnya saya juga emang nggak ngerasa, notanya juga beda itu dia bikin sendiri notanya bukan kayak punya saya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Terkendala Akses, Curug Kembar Cinyenang Dikonsep Lestarikan Alam

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Objek wisata Curug Kembar Cinyenang yang terletak di Kampung Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menyuguhkan persemaian pembibitan pohon endemik hingga wisata alam dan camping ground.

Dengan konsep menjaga kelestarian lingkungan, dan menambah pendapatan dengan mengelolanya sebagai objek wisata, pengelola wisata Hendrik menjelaskan, sejak berdirinya kelompok model kampung konservasi (MKK) Cisangku  yang digagas dan dibentuk oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) pada tahun 2007, pihaknya kini mengkonsep objek wisata tersebut berbasis melestarikan alam dan mensejahterakan masyarakat sekitar. 

“Awalnya pada tahun 2009 masyarakat sekitar memanfaatkan dengan persemaian pembibitan pohon endemik. Kami baru membuka tempat ini untuk wisata pada tahun 2021. Alhamdulillah sudah banyak yang berkunjung, baik wisatawan lokal maupun wisatawan luar seperti Tangerang,” ujarnya.

“Karakteristik yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar Curug Kembar Cinyenang baru satu tahun berjalan,” tambahnya.

Meski begitu menurutnya, masih terkendala seperti akses jalan yang kurang memadai. Sebab akses jalan untuk menuju ke kawasan tersebut rusak parah. “Itu salah satu kendala bagi para pengunjung dan kami. Jalan menuju ke wisata ini masih rusak,” ungkapnya.

Dengan kerusakan jalan tersebut berdampak pada penurunan pengunjung dan pemasukan. “Padahal kalau jalan milik Pemerintah Kabupaten Bogor ini memadai pasti kami merasakan dari wisata ini,” katanya.

Dia berharap Pemkab mendukung pengembangan wisata konservasi tersebut. “Ini masyarakat yang berada di kawasan Taman Nasional mampu meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Tetapi juga menjaga hutan tetap lestari,” tukasnya.

** Andres

Asal Tempel, Kabel dan Tiang Optik Semrawut Bikin Warga Was-was

0

Gunung Putri| Jurnal Bogor 

Semrawutnya kabel optik di sepanjang Jalan Raya Gunung Putri, Kabupaten Bogor, membuat warga khawatir. Pasalnya kabel yang seperti benang kusut itu bisa mengancam keselamatan warga.

Terlihat dengan kasat mata, kabel optik dibiarkan semrawut dan tidak tertata dengan baik. Banyak kabel optik juga yang putus dan tiang yang miring dibiarkan begitu saja tidak ada tindakan.

Roy salah satu warga Desa Tlajung Udik mengatakan, dengan adanya kabel optik yang tidak tertata dengan baik sangat meresahkan, pasalnya kabel dibiarkan seperti benang kusut.

“Terlihat pemandangan kabel optik  seperti benang kusut, saya sangat khawatir bila terjadi sesuatu pada kabel tersebut, dan apabila putus mencelakakan warga siapa yang bertanggung jawab,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (14/9/22).

Menurutnya, dengan semrawutnya kabel optik yang ada sekarang justeru malah masih tetap ditambahkan tiang untuk pemasangan baru kabel tersebut dengan bermacam provider.

“Ya, semalam saya melihat ada yang memasang tiang untuk kabel optik yang baru, saya hitung satu lokasi itu kira kira ada 7 sampai 8 tiang terpasang di satu titik, jadi semakin semrawut aja kabel yang terpasang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, selain semrawutnya kabel tersebut, juga terlihat kabel yang putus dan tiang yang miring dibiarkan begitu saja tanpa ada tindak lanjutnya.

“Saya melihat di sepanjang jalan banyak kabel yang putus sampai jatuh ketanah, dan juga pemasangan tiang yang hampir roboh dibiarkan begitu aja, saya berharap kepada dinas terkait agar secepatnya turun, jangan sampai kabel yang semrawut yang ada ini memakan korban warga,” paparnya.

Sementara Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Gunung Putri, Suharto mengaku telah meminta kepada pihak provider atau kontraktor agar merapikan kabel yang kusut dan acak acakan tersebut.

“Kekusutan kabel itu banyak yang putus dan membahayakan bagi masyarakat maupun pengendara, disitukan kabel optik banyak macamnya ada Telkom, Indosat, Bisnet dan lainnya dan sekarangkan kabel optik harus dipasang dibawah tanah dan kita berharap tidak ada pemasangan di atas lagi,” jelasnya.

Dia juga mengatakan,  pihak perusahaan juga tidak ada konfirmasi ke pihak kecamatan maupun Satpol-PP. 

“Seharusnya kan ada konfirmasi dari pihak perusahaan tersebut, kalau ada masyarakat yang menanyakan saya bisa menjelaskan, tapi ini nyatanya tidak ada. Jadi masyarakat menanyakan juga saya tidak tahu. Kalau tidak ada konfirmasi ke kita dan kita mau jawab apa,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Dapat Bantuan Arab Saudi, Masjid Jami Darul Ulum Direnovasi

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor 

Masjid Jami Darul Ulum di Kampung Garogol, Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, mulai mendapatkan sentuhan renovasi. Pasalnya kondisi bangunan masjid saat ini saat ini sudah sangat memprihatinkan akibat  sebagian bangunan telah termakan usia.

Ketua Yayasan Darul Ulum H. Wawan sekaligus pemilik masjid tersebut mengatakan, kapasitas masjid hanya mampu menampung puluhan jamaah. Kondisi itu sudah tidak mungkin lagi karena jamaah semakin bertambah, maka dari itu dia lakukan renovasi total yang berukuran panjang 10 meter dan lebar 8 meter, berikut instalasi listrik dan air dengan dananya bersumber dari Pemerintah Arab Saudi.

“Saya sebagai ketua yayasan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terwujudnya bantuan untuk kegiatan keagamaan. Saya berharap warga masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik, terutama shalat berjamaah,” ujarnya.

Camat Tanjungsari Totok Supriyadi melakukan peletakan batu pertama yang didampingi Kepala Desa Sirnarasa Deny Firdaus Zam zam dan disaksikan pengurus RT dan RW, staf desa serta para tokoh agama di wilayah tersebut.

“Dengan terealisasinya pembangunan masjid, saya ucapkan terimakasih kepada pemberi bantuan dan seluruh instansi yang terlibat didalamnya. Termasuk pengurus RT dan RW. Para tokoh agama serta warga masyarakat kampung Garogol,” kata Kades Sirnarasa, Deni Firdaus. Rabu (14/6) melalui telepon.

Ia menambahkan, apabila pembangunan masjid selesai diharapkan warga Kampung Garogol dapat meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

“Dengan pembangunan masjid jami ini, dapat dimanfaatkan warga masyarakat untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan Rasul- Nya,” harap Deny.

** Nay Nur’ain

PT Pos Bagikan BLT BBM-PKH di Kantor Desa Singajaya

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

PT.Pos Indonesia Cabang Jonggol membagikan Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk warga Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Kegiatan berlangsung di aula Desa Singajaya, Rabu (14/09/22)

Sebanyak 1.101 KPM mendapatkan BLT BBM dan BPNT dan masing masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sebesar Rp.500.000,00 dengan uang tunai sebesar 300 ribu untuk 2 bulan dan 200 ribu dalam bentuk sembako untuk 1 bulan.

Kepala Desa  Singajaya Hj.Lili  berharap adanya BLT BBM ini bisa meringankan kebutuhan pokok sehari-hari bagi KPM dan tidak dipergunakan untuk hal lainnya.

“Kami Pemdes Singajaya berharap agar BLT BBM ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari dan dapat dipergunakan dengan sebaik baiknya,”  harapnya.

Ditempat yang sama disampaikan Muis (43) salah satu KPM yang merasa senang dengan adanya BLT BBM dan sembako mengingat dampak dari kenaikan harga BBM ini merambah kepada semuanya.

“Bukan cuma sembako, tapi juga angkutan umum dan semuanya, pokoknya yang berhubungan dengan mobilitas angkutan pasti naik, alhamdulilah sih dapet bantuan tapi baiknya BBM jangan dinaikan,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa  Singajaya, sekretaris desa, beserta staf desa, Bhabinkamtibmas Polsek Jonggol  Bhabinsa Koramil  RT/RW, dan KPM. Penyaluran berjalan lancar dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

** Ramses/Nay 

Komite Sekolah Smanel Persilakan Orang Tua Berikan Sumbangan Sesuai Kemampuan

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Ketua Komite SMAN 1 Leuwiliang (Smanel), Kabupaten Bogor Bambang Setiawan memberikan penjelasan perihal adanya orang tua siswa yang meminta keringanan dana sumbangan pendidikan (DSP). Bagi orang tua yang mau menyumbang dipersilakan sesuai kemampuan ekonomi.

“Terkait aspirasi dari orang tua mengenai  sumbangan, pihak Komite Sekolah sangat terbuka dan mempersilakan kepada orang tua  berkoordinasi dengan Komite Sekolah atau dengan  pihak sekolah,” ujar Bambang Setiawan dalam keterangan klarifikasi dan hak jawab, Rabu (14/9).

Selain itu, kata dia, bagi siswa yang  SKTM, PIP, PKH, KIS dan yatim, dibebaskan memberikan sumbangan ke sekolah. Adapun adanya sumbangan menurutnya telah sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat  Nomor 44 tahun 2022, Tentang Komite Sekolah Menengah Atas Negeri, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sekolah Luar Biasa Negeri.

Dengan demikian, Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidkan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.

“Berdasarkan Pergub, Komite Sekolah SMA Negeri Leuwiliang,  menggalang dana dan salah satunya bersumber dari orang tua/wali.  Panggalngan dana sumbangan ini  sudah sesuai peraturan yang berlaku.

Menggalang dana sumbangan ini tugas Komite Sekolah, berdasarkan paparan program oleh sekolah dan RKAS yang telah disusun sekolah,” jelas Bambang Setiawan.

Dijelaskannya, Komite Sekolah telah bermusyawarah dengan orang tua peserta didik dan pihak sekolah  untuk menggalang dana sumbangan. Sumbangan dana tersebut digunakan untuk membiayai program-program sekolah yang tidak terbiayai oleh dana dari pemerintah. Untuk tahun ajaran ini, musyawarah telah dilakukan Kamis (8/9) lalu di ruang aula Smanel.

** Arip Ekon/rls