26.6 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 852

Puskesmas Sadengpasar Tekan AKI dan AKB

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Puskesmas Sadengpasar yang membawahi 4 desa di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor menggelar pertemuan lintas sektoral dengan maparaji (dukun beranak), Selasa (26/7).

Bidang Koordinator Puskesmas Sadengpasar Nati Jumiarti mengatakan, upaya ini untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) agar bisa meningkatkan persalinan terutama di fasilitas kesehatan.

“Jadi akan mengurangi terjadinya pabrikasi pada ibu hamil dan ibu bersalin serta ibu nifas,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut memang terkesan untuk menyetop maparaji yang mana  tidak boleh melakukan persalinan hal itu sudah tertuang di peraturan daerah (Perda) dan tidak diperkenankan untuk menolong persalinan tetapi hanya menjadi pendampingan.

“Karena banyak sekali pabrikasi yang terjadi ketika persalinan ditolong oleh dukun beranak ini, jadi ketika dibawa ke tenaga kesehatan itu rata-rata kondisi ibu sudah tidak memungkinkan,” jelasnya.

Dia mengaku saat ini jarak akses masyarakat  untuk mendapatkan pelayanan kesehatan kini sudah terdapat bidan praktik swasta dan sudah tersebar di empat desa di wilayahnya. 

“Di masing- masing desa sudah mempunyai satu bidan desa hingga ke pelosok,” paparnya.

Dia berharap semua warga masyarakat terutama di Kecamatan Leuwisadeng bisa hidup mandiri terutama bidang kesehatan. “Kita akan melakukan pelayanan yang maksimal buat masyarakat dan masyarakat menjadi sehat mandiri dan berkualitas,” kata dia.

Sementara, Kepala Desa Babakansadeng Wawan BJ mengaku sangat mendukung upaya koordinasi  ini untuk menurunkan tingkat kematian saat melahirkan. “Sehingga kini antara bidan desa  dengan maparaji akan bekerja sama agar terjamin fasilitas kesehatannya,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya koordinasi ini  bukan untuk memberhentikan kinerja maparaji dalam hal mengurus bayi. “Dengan teknis masing-masing agar kesehatan dipadukan dengan budaya menjadi satu sehingga angka meninggalnya bayi bisa menurun,” tukasnya.

** Andres

Warga yang Jadi Korban Hanyut di Sungai Cikaniki Ditemukan

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Warga Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menemukan jasad pria tanpa busana di tepi Sungai Cikaniki yang tidak jauh dengan bendungan, Selasa (25/7). Jasad tersebut adalah Sumardi (55), warga Kampung Gunung Eusing RT 01 RW 15 Desa Curugbitung yang sudah belasan hari hanyut terbawa arus sungai di Leuwi Tikoro kawasan Gunung Pongkor, Selasa (12/7) lalu.

Menurut Kapolsek Nanggung AKP Achmad Budi Santoso, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga Desa Kalongliud, saat akan mencari pasir, pukul 05:30 wib. “Korban hanyut bernama SM  yang sudah 15 hari terbawa arus air, kini sudah diketemukan,” ujar Kapolsek Nanggung AKP Achmad Budi Santoso, Selasa (25/7).

“Setelah mendapat laporan dari warga bersama anggota langsung mengecek ke tempat penemuan mayat tersebut,” ungkapnya.

Kata dia, pihak keluarga korban langsung melihat dan membenarkan bahwa itu adalah keluarganya setelah 15 hari hanyut di Sungai Cikaniki. “Keluarganya sudah menyatakan bahwa itu benar, karena dilihat dari kondisi fisik kemudian dari tingginya,” ujarnya.

Menurutnya, jasad korban langsung dievakuasi dibantu warga dan Kepala Desa Curugbitung ke rumah duka. “Keluarganya tadi sudah datang dan langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk dimakamkan,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Curugbitung Engkos Kosasih menceritakan, saat kejadian cuaca di lokasi korban hanyut hujan cukup deras. Korban berangkat tidak sendirian, berencana ke sekitar Gunung Longsoran. Pada saat itu korban sudah sampai di tempat tujuan, namun karena hujan akhirnya korban pulang lagi dan setibanya di lokasi tersebut korban terpeleset dan terseret arus sungai.

“Informasinya mereka akan membuat jembatan penyebrangan sementara. Namun korban terpeleset jatuh kebawah air yang kondisinya air sedang besar,” tukasnya.

** Andres

Selain Tingkatkan Kualitas Air, Tirta Pakuan Juga Tingkatkan Kualitas SDM

0

Bogor | Jurnal Bogor

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Tidak hanya peningkatan kualitas teknis pengaliran air, tetapi juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Terbaru, para karyawan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor mendapatkan pelatihan tentang Operasi dan Perawatan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM), yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Bogor.

Menurut Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Ardani Yusuf, pelatihan Operasi dan Perawatan IPAM Perumda Tirta Pakuan menjadi pengalaman dan ilmu yang bermanfaat bagi para karyawan. Salah satunya terkait cara penghitungan sistem pengolahan air dan dosis larutan kimuia agar lebih efektif dan efisien.

“Para peserta mendapat pengalaman dan ilmu yang bermanfaat dari pelatihan ini. Terutama dari cara penghitungan sistem pengolahan air dan dosis larutan kimia agar lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Ardani Yusuf pun menutup kegiatan pelatihan Operasi dan Perawatan IPAM mewakili Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan.

Selain pelatihan bagi karyawan, dalam kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan bagi karyawan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Kemudian, Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan Rivelino Rizky menyerahkan penghargaan kepada peseta terbaik atas nama Hernawan Andriana yang merupakan staf sub Departemen Laboratorium.

** Handy Mehonk

Terima SK, Kang Dechan: Mesti Bermanfaat untuk Masyarakat

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita yang akrab dipanggil Kang Dechan resmi menerima SK kepengurusan periode 2022-2027 dengan nomor 468/SK/DPP.PD/DPC/VII/2022 di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022).

Dede Chandra Sasmita

Selain menerima SK, Kang Dechan juga menandatangani pakta integritas yang berorientasi pada kesungguhan semua Ketua DPC agar menjaga nama baik Partai Demokrat dengan menjaga atitude, moralitas dan perilaku personal.

Ketua DPC juga dituntut untuk menjauhkan diri dari perilaku asusila, kekerasan dan merugikan negara dan  banyak pihak, bahkan sebaliknya harus melakukan banyak hal yang bermanfaat untuk kepentingan  masyarakat, demi kemenangan Partai Demokrat di 2024.

“Alhamdulillah SK turun. Yang menarik perhatian saya adalah substansi dari adanya komitmen politik yang harus diwujudkan yakni bertujuan agar  kita selaku pimpinan partai di tingkat kabupaten/kota mesti mewujudkan Partai Demokrat menjadi partai yang bermanfaat untuk masyarakat (Kabupaten Bogor). Dan dengan turunnya SK ini, optimisme saya dapat menjadi awal action pengurus untuk  mengembalikan kejayaan Partai, insya Allah terwujud,” ucap Kang Dechan.

Sejumlah ketua DPC kata dia, termasuk Kabupaten Bogor telah meneken pakta integritas yang beberapa phoint di antaranya adalah harus melakukan pembentukan dan atau konsolidasi pengurus dari tingkat DPAC, Ranting hingga cucu ranting. Hal tersebut alhamdullah di Kabupaten Bogor sudah dilakukan dan sedang dalam tahap finishing.

“Pengurus sekarang semuanya aktif dan ini menjadi pertanda semua pengurus menginginkan kemenangan,” jelasnya.

Dalam upaya mengembalikan kejayaan Partai Demokrat dan menjadi pemenang Pemilu 2024, DPC Kabupaten Bogor kata Dechan telah menyatakan kesiapannya. Dimulai membangun pengurus yang solid, juga melakukan verifikasi kepengurusan PAC, ranting serta rekrutmen bacaleg yang memiliki klasifikasi optimal.

“Tahapan-tahapan seperti yang tadi saya sampaikan di atas sudah dan sedang kita lakukan, termasuk sekarang ini ada 55 bacaleg yang mumpuni dari tahap 1 dan 2,” kata dia.

Termasuk menyusun langkah-langkah kedepan agar Partai Demokrat yang memiliki tagline ‘Berkoalisi dengan Rakyat’ benar-benar diminati oleh warga Kabupaten Bogor.

“Rentetan kegiatan dan berbagai tahapan yang sudah dilakukan oleh DPC Partai Demokrat kabupaten Bogor, menjadikan optimisme kian nyata, terlebih karena keberadaan serta semangat juang pengurus di semua tingkatan, berikut para Bacaleg, kader, relawan yang luar biasa antusias konsolidasi dan melakukan berbagai kegiatan positif untuk kepebtingan masyarakat kabupaten Bogor ”.

“Bismillaah, usaha dan upaya tidak akan mengkhianati hasil, beri kami kepercayaan untuk melakukan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Bogor, dengan jalan bergabung dan tautkan hati ke Partai Demokrat,” tandasnya.

**ass

Alun-Alun Juga Jadi Temuan BPK

0

JURNAL INSPIRASI – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor tahun 2021, yang menyeret tiga SKPD, yakni Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) dan Dinas Arsip dan Perpustakaan, terus menjadi sorotan.

Seperti diketahui, proyek Perpustakaan Daerah yang menjadi program Dinas Arsip dan Perpustakaan terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp600 juta. Rupanya hal serupa juga terjadi pada pengerjaan Alun-Alun.

Kepada wartawan, Kepala Disperumkim, Juniarti Estiningsih membenarkan mengenai temuan tersebut. Menurutnya, berdasarkan hasil temuan BPK ada kelebihan pembayaran sebesar Rp416 juta.

“Ya, sudah kita laporkan ke pelaksana kegiatan atas temuan itu,” ujarnya, Senin (25/7).

Kata dia, usai pelaporan, pelaksana kegiatan awalnya meminta diberikan tenggat waktu hingga akhir tahun untuk melunasi kelebihan pembayaran ini. Namun, Disperumkim meminta agar pelaksana kegiatan menyelesaikan dengan lebih cepat.

“Kami meminta September harus selesai, dan mereka juga sudah menyanggupinya, itu sudah tertuang dalam surat pernyataan bermaterai,” ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Esti ini mengaku bakal mengevaluasi temuan tersebut kedepannya. “Kami sebagai pengguna anggara untuk memonitor terkait hal itu,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim meminta kontraktor proyek pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Kota Bogor tahun 2021 dapat mengembalikan uang ke kas Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sebelum akhir tahun 2022.

“Kalau bisa sebelum evaluasi sudah dibayar, sebelum akhir tahun (2022), ya pokoknya secepatnya,” katanya.

Ia menegaskan, berdasarkan keterangan dari pelaksana atau kontraktor pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Kota Bogor, uang yang mereka sudah terima itu dinilai sepadan dengan hasil produksi atau pekerjaan yang sudah mereka hasilkan.

Namun, kemudian ada temuan dari BPK, yang katanya ada kekurangan volume, dimensi dan sebagainya tentu harus dikonfirmasikan ulang ke kontraktor.

“BPK memberikan kesempatan untuk dicicil selama punya niat baik. Yang harus jadi pidana dikemudian hari kalau tidak ada niat baik,” katanya.** Fredy Kristianto

Plesiran Itali Dicibir, Dewan Stop Kunker?

0

JURNAL INSPIRASI – Perjalanan dinas luar negeri ke Italia yang dilakukan oleh sejumlah anggota dewan, diantaranya H Murtadlo, Said Mochammad Mohan dan Sarif Sastra, masih mengundang sorotan publik. Namun, dibalik itu Kementerian Sekretariat Negara menerbitkan surat edaran bernomor B-56/KSN/S/LN.00/07/2022 tentang Kebijakan Pelaksanaan Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) Dalam Upaya Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) tertanggal 22 Juli 2022, yang berisi tentang larangan PDLN.

Dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, berkenaan dengan kembali meningkatnya laporan penyebaran Covid-19 varian baru di Indonesia dan sebagai upaya pencegahan penularan yang lebih di dalam negeri.

“Dengan hormat kami sampaikan kiranya seluruh rencana kegiatan PDLN yang akan dilaksanakan oleh pejabat dan pegawai di lingkungan instansi saudara dapat ditangguhkan. Adapun pelaksanaan PDLN yang bersifat sangat esensial yang pelaksanaannya merupakan arahan presiden dan tugas belajar,” demikian isi surat itu.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin (JM) memastikan bahwa tidak ada lagi PDLN yang dilakukan anggota dewan pasca adanya surat edaran tersebut.

“Kita fatsun aja karena memang proses ke luar negeri itu cukup panjang mekanismenya perizinannya, kalau tidak disetujui maka tidak akan berangkat,” ujar JM kepada wartawan, Senin (25/7).

“Tidak ada yang berangkat lagi. Otomatis tidak ada yang berangkat dan saya rasa kita patuh dan fatsun. Kalau pun berangkat itu merupakan program kementerian dalam negeri ketika ada acara peningkatan sumber daya manusia,” sambungnya.

Saat disinggung mengenai apakah Kementerian Sekretariat Negara atau Kementerian Dalam Negeri memberikan rekomendasi PDLN ke Eropa atau Singapura (sesuai rekomendasi Bimtek Kemendagri). JM mengaku belum mengetahui kemana negara tujuan.

“Kami sebagai anggota dewan adalah peserta ya jadi kita mengikuti dimana pun waktu. Ya, berapa lama secara teknis katanya juklak juknisnya belum di edarkan ke semua ke sekretariat DPRD. Kita tunggu saja,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah kunker ke luar negeri berdasarkan undangan atau ‘mencari’ undangan. JM menegaskan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima undangan.

“Saya sendiri belum menerima undangan ya. Pernah sih dulu itu ada undangan secara tupoksi berkaitan langsung contoh misalkan saya hadir seminar terkait smart city. Kemudian seminar tentang teknologi air minum. Peserta yang berangkat dibatasi yaitu empat orang,” tuturnya.

JM menuturkan, untuk dapat melaksanakan PDLN, usulan harus diserahkan kepada wali kota kemudian diserahkan ke gubernur, dan setelah dapat verifikasi serta persetujuan gubernur lalu diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri untuk diproses ke Kementerian Keuangan selama sebulan.

“Setelah disetujui, maka kita mendapatkan point itu baru mempelajari proses segala kebutuhan si masing masing anggota. Misalkan visa atau surat surat lain lah berkiatan dengan syarat untuk ke luar negeri,” jelasnya.

JM juga menyatakan bahwa anggota dewan yang melaksanakan PDLN harus memberikan laporan hasil kunjungannya.

“Dalam kota aja biasanya kita rata-rata satu pekan. Kalau luar negeri kasih kesempatan untuk para anggota menyusun laporan dalam dua minggu, sesuai dengan hasil dari undangan yang mereka hadiri yang berkaitan dengan tupoksi masing masing. Nanti akan di pertanyakan ke anggota,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tidak semua hasil kunker dapat diimplementasikan, lantaran tergantung dari situasi dan kondisi Kota Bogor.

Sementara itu, Direktur Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Bogor Rahmatullah mengaku menyayangkan dengan adanya ‘healing’ para dewan.

“Kalau memang study banding sudah ada dalam perencanaan memang secara regulasi sah sah saja tapi tidak ada substansinya yang mereka lakukan itu,” ucapnya.

Ia meminta agar dewan menghentikan kegiatan-kegiatan setemonial, yang tidak memberkkan efek positif bagi masyarakat. “Lebih baik dihapuskan saja kegiatan yang tidak ada efeknya bagi masyarakat,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Simaklah, Suara Anak Daerah Kota Bogor

0

Berbagai pesan disampaikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada peringatan Hari Anak Nasional yang berlangsung di Kebun Raya Bogor, Sabtu 23 Juli lalu. Salah satunya, Presiden mengingatkan, anak-anak memiliki dunia bermain dengan keceriaannya masing-masing. Oleh karena itu, Presiden berharap agar kasus perundungan (bullying) dan segala bentuk kekerasan terhadap anak tidak akan terjadi lagi, sebagaimana dikutip dari website Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.
“Inilah yang harus kita jaga bersama-sama agar anak-anak kita ini memiliki dunia bermain, dunia anak-anak dengan keceriaannya mereka. Jangan terjadi lagi yang namanya perundungan,” tutur Presiden. Perundungan yang terjadi merupakan tanggungjawab semua pihak untuk mencegahnya, termasuk orangtua, para pendidik dan seluruh masyarakat.

Ditegaskan Presiden, semua kasus kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, harus diproses secara hukum dengan tegas, sesuai peraturan yang ada, sehingga kasus tersebut tidak akan terjadi lagi ke depannya. “Karena memang aturannya itu tidak diperbolehkan dan itu ada pidananya. Saya kira penegakan hukum yang keras dan tegas terhadap kegiatan-kegiatan seperti itu menjadi tanggungjawab kita semuanya untuk memagari agar tidak terjadi lagi,” lanjut Presiden.
Kasus kekerasan terhadap anak, telah menjadi salah satu kasus yang menuntut perhatian dan kepedulian semua pihak untuk menangkal dan mengatasinya. Kasus tersebut patut menjadi kepedulian dan perhatian semua pihak, terutama karena kini kasus kekerasan yang dialami anak-anak dengan berbagai bentuk, semakin kerap terjadi. Terkait dengan itu, Forum Anak Kota Bogor, juga telah menyampaikan harapan serupa sebagai salah satu poin yang tertuang di dalam 10 Rumusan Suara Anak Daerah Kota Bogor.

Rumusan Suara Anak Daerah Kota Bogor telah disampaikan Forum Anak Kota Bogor pada audiensi  dengan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, di Balaikota Bogor, Rabu, 20 Juli lalu.  Pada kesempatan tersebut Dedie menegaskan, Pemerintah Kota Bogor sangat memperhatikan apa yang menjadi suara anak daerah Kota Bogor.
Di samping soal kekerasan, juga disampaikan keinginan, harapan dan cita-cita anak-anak Kota Bogor agar mereka selalu dilibatkan dalam langkah-langkah pembangunan di Kota Bogor. Menanggapi harapan tersebut,  Dedie menyatakan, “Tadi hampir semua OPD terkait memberikan tanggapan dan memberikan komitmen untuk memperhatikan dan menindaklanjuti yang menjadi usulan di suara anak daerah Kota Bogor,” ujarnya.

Dedie juga menyampaikan, ia sangat menginginkan generasi muda Kota Bogor menjadi Generasi Emas di 2045. Hal ini tentu harus dipersiapkan dari sekarang. Diantaranya bagaimana Pemerintah Kota  Bogor juga bisa menangani anak-anak putus sekolah mengingat di beberapa wilayah masih banyak anak-anak putus sekolah. “Saya meminta secara khusus ke kecamatan dan kelurahan untuk melakukan pemetaan yang lebih komprehensif agar kita bisa mengambil langkah-langkah kebijakan yang tepat dan solusi supaya anak-anak bisa kembali sekolah atau menyelesaikan sekolahnya,” tegasnya.
Ia melanjutkan, yang juga menjadi harapan mereka yakni anak-anak ini bisa mengisi atau berkontribusi pada pembangunan. Karena mereka mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan dan untuk bisa mencapai cita-cita ini perlu komunikasi yang intens dengan Pemerintah Kota Bogor agar jalannya terbuka dan mereka bisa menggapai cita-citanya.
Simaklah selengkapnya Suara Anak Daerah Kota Bogor berikut ini :
Perumusan Suara Anak Daerah Kota Bogor
1. Kami memohon kepada pemerintah untuk mensosialisasikan terkait fungsi dan penggunaan Kartu Identitas Anak  (KIA) di Kota Bogor.

2. Forum Anak Kota Bogor bersama pemerintah bekerjasama untuk mengoptimalkan penurunan angka pernikahan anak melalui edukasi dan sosialisasi

3. Kami sebagai anak menolak segala bentuk kekerasan dan memohon kepada pemerintah untuk menegakkan kembali regulasi yang telah ditetapkan terkait kekerasan dan perundungan terhadap anak di Kota Bogor.

4. Forum Anak Kota Bogor mendukung pemerintah untuk memaksimalkan fungsi dan lebih memperhatikan infrastruktur ramah anak di Kota Bogor

5. Forum Anak Kota Bogor mendukung pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan menolak secara tegas penggunaan segala jenis rokok di sekitar anak.

6. Mendukung pemerintah untuk memaksimalkan  dan meningkatkan fungsi fasilitas kesehatan ramah anak di Kota Bogor

7. Forum Anak Kota Bogor, pemerintah dan masyarakat bekerjasama untuk meningkatkan keterlibatan anak penyandang disabilitas dalam partisipasi yang lebih inklusi

8. Menolak eksploitasi anak dan mendukung pemerintah dalam mengatasi eksploitasi anak di Kota Bogor.

9. Menolak tegas pornografi dan pornoaksi dalam bentuk apapun di Kota Bogor

10. Forum Anak Kota Bogor mendukung pemerintah terkait optimalisasi informasi layak anak

(Advertorial)

Kunjungi Polbangtan Malang, Mentan Syahrul Yasin Limpo Berikan Kuliah Umum 

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengunjungi kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang), Senin (25/7/2022) siang. Mentan SYL hadir untuk memberikan kuliah umum di depan para mahasiswa dan dosen Polbangtan Malang serta perwakilan UPT Kementerian Pertanian di Jawa Timur.

Mengawali kuliah umumnya, Mentan Syahrul mengajak mahasiswa untuk menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Dia berpesan kepada para mahasiswa untuk mengawal Indonesia menuju kejayaan.

Besok Indonesia akan lebih kokoh. Kamulah yang bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa Indonesia,” kata Mentan SYL di depan sekitar 600 mahasiswa Polbangtan Malang yang hadir langsung di Aula Sasana Giri Sabha. 

Dalam kuliah umum yang berlangsung secara hibrid, Mentan Syahrul menyebut mahasiswa Polbangtan Malang telah berada di jalur yang tepat, menjadi bagian dari penjaga ketahanan pangan dunia. 

Dia mengatakan bahwa tantangan krisis pangan dunia mesti dihadapi dengan cara yang luar biasa, bukan dengan strategi lama. Strategi pertanian, kata Mentan SYL,  harus beradaptasi dengan tuntutan masa sekarang. 

Krisis global yang terjadi saat ini akibat wabah covid-19 membuat semua menjadi tersekat di wilayah masing-masing, yang berdampak pada perputaran ekonomi. Belum selesai covid-19, lanjut dia, timbul climate change atau perubahan iklim yang terjadi secara ekstrem. Kondisi tersebut membuat produktivitas menurun, khususnya di negara-negara yang mengalami empat musim. 

“Produktivitas di seluruh dunia menurun antara 30 sampai 42 persen,” kata Syahrul. 

Menurunnya produktivitas tersebut berdampak pada munculnya kelaparan, meningkatnya pengangguran dan kemiskinan. Kegagalan negara atau negara bangkrut seperti yang terjadi Sri Langka menjadi ancaman serius. 

Belum selesai kedua krisis tersebut, muncul perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada sistem logistik dunia. Beruntung Indonesia relatif aman dari ancaman tersebut. Syahrul Yasin Limpo menyebut hal yang membuat krisis energi dan pangan global adalah pertanian. 

“Pertanian menentukan hidup matinya dunia. Kuat dan kokohnya Indonesia karena sektor pertanian,” kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu. 

Mentan SYL mengatakan sektor pertanian telah berkontribusi besar bagi pendapatan domestik bruto (PDB) . Sektor itu pula satu-satunya yang tumbuh di masa pandemi covid-19. 

“Karena pertanian bagus, kalian masih bisa sekolah seperti ini,” ucapnya disambut aplaus para peserta kuliah umum. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, dalam kesempatan terpisah mengutarakan hal serupa.

“Sebagai sektor yang mampu terus tumbuh saat pandemi, pertanian harus menjadi yang terdepan untuk memulihkan ekonomi. Termasuk dalam hal menjaga ketahanan pangan, untuk itu dibutuhkan peran semua pihak tak terkecuali para mahasiswa” kata Dedi.

Mengakhiri kuliah umumnya, Menteri Syahrul Yasin Limpo kembali berpesan kepada para mahasiswa Polbangtan Malang, sebagai generasi penerus bangsa agar menjaga jangan sampai Indonesia mengalami krisis. 

**PPMKP/Kementan

Kota Bogor Naik Peringkat,  Kota Layak Anak Predikat Nindya

0

Sebagai Kota Layak Anak, Kota Bogor tahun ini berhasil mendapatkan penghargaan predikat Nindya.  Wali Kota Bogor, Bima Arya menerima penghargaan tersebut secara langsung dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga di Hotel Novotel Bogor Golf Resort and Convention Centre, Jumat malam 22 Juli lalu.
Dengan penghargaan tersebut berarti tahun ini sebagai Kota Layak Anak, Kota Bogor naik peringkat. Dari Kota Layak Anak dengan predikat Madya, menjadi Kota Layak Anak dengan predikat Nindya. Sebelumnya, selama tiga tahun berturut, Kota Bogor hanya menjadi Kota Layak Anak dengan predikat Madya.

Diraihnya penghargaan sekaligus kenaikan peringkat tersebut disyukuri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Iceu Pujiati.  Dia  mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan Kementerian PPPA untuk Kota Bogor tersebut . “Alhamdulillah Kota Bogor yang dalam tiga tahun menyandang penghargaan Kota Layak Anak predikat Madya, pada tahun 2022  naik peringkat dengan mendapat penghargaan KLA predikat Nindya,” ungkapnya.

Penghargaan yang diraih tersebut menurutnya, tidak terlepas dari kerja keras, semangat dan sinergitas semua pihak di Kota Bogor. Ia berharap, kenaikan peringkat tersebut mampu menjadi motivasi bagi semua pihak di Kota Bogor untuk tetap konsisten dan bekerja keras dalam kebersamaan sebagi ikhtiar memenuhi  hak-hak anak dan perlindungannya di dalam seluruh aspek kehidupan anak di Kota Bogor.
Namun pada saat bersamaan dirinya juga menyadari dan meyakini beratnya tantangan ke depan. Peningkatan predikat dari Madya ke Nindya, membuat pekerjaan rumah yang harus dihadapi Pemerintah Kota Bogor maupun jajaran DP3A Kota Bogor bersama pihak-pihak lainnya, sebagai Kota Layak Anak akan semakin banyak. Untuk itu diperlukan energi, kerja keras dan kerja sama yang lebih baik  lagi di waktu-waktu mendatang.

Menurut Iceu, predikat Kota Layak Anak pada dasarnya merupakan sebuah alat kontrol. Inilah mekanisme yang dapat dipergunakan untuk menilai setiap upaya mewujudkan kehidupan anak-anak yang terjamin hak-hak hidup dan tumbuh kembangnya secara kondusif serta terlindungi dari berbagai hambatannya. Dengan Kota Layak Anak ini, akan terukur sampai sejauh mana pemerintah, masyarakat dan seluruh unsur atau para stakeholders responsif dalam melaksanakan  pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak.
“Penghargaan KLA predikat Nindya yang diraih Kota Bogor tahun 2022 akan kami jadikan motivasi bagi Pemerintah Kota Bogor, khususnya DP3A untuk berusaha dalam mewujudkan predikat Kota Layak Anak,” jelasnya. Selamat Kota Bogor! Semoga peringkat ini akan meningkat lagi di tahun depan berkat kerja keras, terpadu dan kompak yang konsisten dari semua pihak. (Advertorial)

Anggota Dewan Plesiran ke Itali, Hasilnya Apa?

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah pusat masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 akibat kasus covid yang kembali meningkat.

Kendati demikian, sejumlah Anggota DPRD tetap terbang Italia dalam rangka studi banding, baru-baru ini. Diketahui, keempat anggota DPRD yang melakukan perjalanan ke ‘Negeri Pizza’ itu, yakni H Murtadho, Said Mochamad Mohan, Sarif Sastra dan Rifky Alaydrus.

Hal itu pun dibenarkan oleh Sekretaris Dewan (Setwan) Kota Bogor Boris Darurasman. “Ya, betul ada empat anggota dewan yang berangkat, dan didampingi oleh satu ASN,” ucapnya, baru-baru ini.

Menurut dia, sesuai himbauan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kegiatan kunjungan kerja (kunker) keluar negeri memang tidak diperbolehkan selama pandemi Covid-19.

Namun, kata dia, untuk saat ini kunker ke luar negeri sudah bisa dilakukan.”Kalau sekarang sudah ada aturan baru, jadi boleh melakukan kunker ke luar negeri,” ujarnya.

Kata dia, kunker ke luar negeri, tetap harus memenuhi sejumlah tahapan, mulai dari izin wali kota, gubernur serta persetujuan, Kemendagri, Sekretariat Negara (Setneg) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Boris juga mengatakan bahwa anggaran kunker luar negeri bagi para wakil rakyat pun sudah tertera dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) Pemkot Bogor.

“Untuk biaya selama perjalanan atau kegiatan lanjutnya, itu ditanggung oleh keuangan daerah sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan dalam SIPD,” jelasnya.

Anggaran kunker luar negeri, sambungnya, sudah termasuk ke dalam akomodasi hotel dan sebagainya, untuk teknisnya ngikutin sesuai ketentuan dalam SIPD.

“Kalau misalnya biaya hotel di Itali atau tempat kunjungan sekian, atau misalnya biaya kopi sekian, kalau kita masukin angka diatas sistem maka akan merah, artinya tidak bisa,” ungkapnya.

Kendati demikian, Boris enggan merinci berapa anggaran yang dihabiskan para wakil rakyat untuk plesiran ke Eropa.

Lebih lanjut, kata Boris, anggota dewan yang melalukan kunjungan itu sesuai tupoksi di komisinya, dan hasilnya nanti akan dimplementasikan dengan masing-masing dinas yang menjadi mitra kerjanya.

Boris menambahkan, para anggota DPRD yang melaksanakan kunker ke luar negeri, setibanya di tanah air mereka harus membuat laporan, terkait apa saja yang dipelajari kepada Kemendagri, paling lambat sepekan setelah kepulangannya.

“Harus dibuat laporan dalam sepekan, kalau tidak ada sanksinya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan berbeda, Pengamat Kebijakan Publik, Dwi Arsywendo mempertanyakan urgensi wakil rakyat melaksanakan studi banding ke luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Kota Bogor.

“Urgensinya apa? Kalau mau bicara soal kesejahteraan rakyat, tinggal sinkronkan saja program dinas mana yang langsung menyentuh rakyat? Misalnya, mengenai pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, hingga pelatihan wirausaha. Itu lebih real,” tegas Dwi.

Dwi pun menyebut bahwa untuk mengimplementasikan program-program dari luar negeri ke Kota Bogor, mestinya dilakukan secara apple to apple. “Harusnya dari pemerintah ke penerintah. Atau palingh tidak dilakukan oleh level pusat. Sebab, daerah punya keterbatasan wewenang,” ungkapnya.

Dwi menambahkan, seharusnya kalaupun kunker luar negeri harus dilakukan, anggota dewan lebih baik mendatangi kota di luar negeri, yang telah menjalin kerjasama dengan Kota Bogor dalam bentuk sister city. Sehingga transfer ilmu dan teknologi dapat dilakukan tanpa kendala.

“Kenapa nggak berkunjung ke kota yang sudah jadi sister city dengan Kota Bogor? Sekarang mana hasilnya?,” katanya.

Sementara itu, dari keempat wakil rakyat tersebut saat dikonfirmasi mengenai keberangkatannya ke Itali, dua diantaranya memilih bungkam meski mereka membaca WhatsAppnya, satu diantaranya mengaku sedang di Bandung dan satu orang lagi memilih membalas meski tidak menjelaskan soal keberangkatannya ke luar negeri.

Terpisah, berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, sebanyak 50 anggota dewan akan secara bergiliran terbang ke luar negeri, dengan kuota per kloternya sebanyak empat orang.** Fredy Kristianto

Anggota Dewan Plesiran ke Itali, Hasilnya Apa?

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah pusat masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 akibat kasus covid yang kembali meningkat.

Kendati demikian, sejumlah Anggota DPRD tetap terbang Italia dalam rangka studi banding, baru-baru ini. Diketahui, keempat anggota DPRD yang melakukan perjalanan ke ‘Negeri Pizza’ itu, yakni H Murtadho, Said Mochamad Mohan, Sarif Sastra dan Rifky Alaydrus.

Hal itu pun dibenarkan oleh Sekretaris Dewan (Setwan) Kota Bogor Boris Darurasman. “Ya, betul ada empat anggota dewan yang berangkat, dan didampingi oleh satu ASN,” ucapnya, baru-baru ini.

Menurut dia, sesuai himbauan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kegiatan kunjungan kerja (kunker) keluar negeri memang tidak diperbolehkan selama pandemi Covid-19.

Namun, kata dia, untuk saat ini kunker ke luar negeri sudah bisa dilakukan.”Kalau sekarang sudah ada aturan baru, jadi boleh melakukan kunker ke luar negeri,” ujarnya.

Kata dia, kunker ke luar negeri, tetap harus memenuhi sejumlah tahapan, mulai dari izin wali kota, gubernur serta persetujuan, Kemendagri, Sekretariat Negara (Setneg) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Boris juga mengatakan bahwa anggaran kunker luar negeri bagi para wakil rakyat pun sudah tertera dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) Pemkot Bogor.

“Untuk biaya selama perjalanan atau kegiatan lanjutnya, itu ditanggung oleh keuangan daerah sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan dalam SIPD,” jelasnya.

Anggaran kunker luar negeri, sambungnya, sudah termasuk ke dalam akomodasi hotel dan sebagainya, untuk teknisnya ngikutin sesuai ketentuan dalam SIPD.

“Kalau misalnya biaya hotel di Itali atau tempat kunjungan sekian, atau misalnya biaya kopi sekian, kalau kita masukin angka diatas sistem maka akan merah, artinya tidak bisa,” ungkapnya.

Kendati demikian, Boris enggan merinci berapa anggaran yang dihabiskan para wakil rakyat untuk plesiran ke Eropa.

Lebih lanjut, kata Boris, anggota dewan yang melalukan kunjungan itu sesuai tupoksi di komisinya, dan hasilnya nanti akan dimplementasikan dengan masing-masing dinas yang menjadi mitra kerjanya.

Boris menambahkan, para anggota DPRD yang melaksanakan kunker ke luar negeri, setibanya di tanah air mereka harus membuat laporan, terkait apa saja yang dipelajari kepada Kemendagri, paling lambat sepekan setelah kepulangannya.

“Harus dibuat laporan dalam sepekan, kalau tidak ada sanksinya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan berbeda, Pengamat Kebijakan Publik, Dwi Arsywendo mempertanyakan urgensi wakil rakyat melaksanakan studi banding ke luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Kota Bogor.

“Urgensinya apa? Kalau mau bicara soal kesejahteraan rakyat, tinggal sinkronkan saja program dinas mana yang langsung menyentuh rakyat? Misalnya, mengenai pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, hingga pelatihan wirausaha. Itu lebih real,” tegas Dwi.

Dwi pun menyebut bahwa untuk mengimplementasikan program-program dari luar negeri ke Kota Bogor, mestinya dilakukan secara apple to apple. “Harusnya dari pemerintah ke penerintah. Atau palingh tidak dilakukan oleh level pusat. Sebab, daerah punya keterbatasan wewenang,” ungkapnya.

Dwi menambahkan, seharusnya kalaupun kunker luar negeri harus dilakukan, anggota dewan lebih baik mendatangi kota di luar negeri, yang telah menjalin kerjasama dengan Kota Bogor dalam bentuk sister city. Sehingga transfer ilmu dan teknologi dapat dilakukan tanpa kendala.

“Kenapa nggak berkunjung ke kota yang sudah jadi sister city dengan Kota Bogor? Sekarang mana hasilnya?,” katanya.

Sementara itu, dari keempat wakil rakyat tersebut saat dikonfirmasi mengenai keberangkatannya ke Itali, dua diantaranya memilih bungkam meski mereka membaca WhatsAppnya, satu diantaranya mengaku sedang di Bandung dan satu orang lagi memilih membalas meski tidak menjelaskan soal keberangkatannya ke luar negeri.

Terpisah, berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, sebanyak 50 anggota dewan akan secara bergiliran terbang ke luar negeri, dengan kuota per kloternya sebanyak empat orang.** Fredy Kristianto