24.7 C
Bogor
Monday, August 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 848

Mentan SYL Minta Mahasiswa PEPI Bangun Sektor Pangan Yang Lebih Kuat

0

Tangerang | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta mahasiswa Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) ikut membangun sektor pangan nasional yang jauh lebih kuat. Dia ingin, mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menjadikan pertanian sebagai kekuatan utama membangun bangsa dan negara.

“Kita berharap mahasiswa PEPI lebih berkualitas di bidang pertanian dan enjiniring pertanian. Tentu saja mereka harus mampu mengenergi pertanian dimasa yang akan datang,” ujar SYL saat meresmikan Asrama Politeknik PEPI di Pagedangan, Tangerang, Banten, Senin, 19 September 2022.

SYL percaya kemampuan intelektual mahasiswa PEPI dapat berkembang dengan baik sesuai materi perkuliahan yang ada. Namun lebih dari itu, yang terpenting adalah menentukan langkah dan konsep ke depan agar lebih tertata, terstruktur dan terprogram.

“Salah satu konsep di pertanian adalah menghadirkan petani milenial kita agar demografis dari bangsa ini bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin melalui anak-anak muda yang besok memiliki ilmu pertanian lebih baik dan tentu saja etos kerja mereka, manajemen konsepsi mereka akan lebih terstruktur,” katanya.

SYL mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor yang terbukti mampu menjadi tumpuan ekonomi bangsa. Selaras dengan hal itu, pemerintah melalui Kementan juga sudah menyiapkan berbagai program dan kebijakan yang bisa diakses oleh semua petani muda di seluruh Indonesia.

“Kita harus terus dorong anak-anak milenial ini berkreasi. Yang paling penting ada kemauan dan semangat, dan paham bangsanya ini bangsa besar yang memiliki alam luar biasa. Oleh karena itu, pendidikan ini diharapkan menjadi bagian-bagian yang besok bisa lahir di PEPI ini,” katanya.

Yang pasti, menurut SYL, keilmuan PEPI tidak boleh kalah dari ilmu pertanian di negara lain. Pertanian harus menjadi harapan semua orang dalam memperbaiki ekonomi kebangsaan. Karena itu, mengelola pertanian harus dimulai dari kebersamaan dan networking yang kuat.

“Saya kira banyak petani milenial kita yang menunjukkan hasil yang lebih baik, karena dunia pertanian itu menjanjikan bagi kita. Karena itu tanam sebanyak-banyaknya apa yang ada di depan kita, pertanian itu penting bagi bangsa ini,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sektor pertanian di tiga tahun terakhir tumbuh meyakinkan. Produksi meningkat dan ekapor melesat. Terbaru, Indonesia dinyatakan swasembada oleh lembaga penelitian beras Internasional IRRI.

Pada saat yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengapresiasi penuh kerja keras seluruh pihak dalam menghadirkan PEPI dengan gedung perkuliahan dan asrama yang sudah berdiri, Dormitori dengan 8 lantai yang terdiri dari 64 kamar dengan kapasitas daya tampung 384 orang ini harapnya dapat memacu semangat para generasi muda sehingga menghasilkan lulusan – lulusan yang Profesional.

“Dengan Penyelenggaraan Pendidikan vokasi pertanian yang ada di PEPI komposisi beban SKS mencakup 40 % Teori dan 60% Praktik. Sehingga Profil lulusan PEPI sendiri adalah sebagai qualified job creators dan qualified job seekers di bidang enjiniring pertanian dapat terpenuhi”ujar Kabadan.

Saat ini Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengelola tiga (3) program studi yaitu Teknologi Mekanisasi Pertanian, Tata Air Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian dengan jumlah mahasiswa sebanyak 265 yang berasal dari putra putri terbaik dari seluruh wilayah Indonesia.

** ppmkp/kementan

PBVSI Kejar Juara di Porprov Jabar 2022

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bogor menggelar rapat perdana pasca terpilihnya Dede Chandra Sasmita sebagai ketua umum. PBVSI jelang even terakbar di Jawa Barat yang tinggal hitungan hari menargetkan medali emas atau juara pertama di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2022.

“Harapan kami bisa meraih prestasi di Porprov 2022 dengan meraih emas,” ujar Kang Dechan, yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor.

Kini, PBVSI menyusun kepengurusan dan semua yang terlibat adalah pihak-pihak yang telah lama berkecimpung di dunia voli Kabupaten Bogor. Sekaligus menyusun berbagai kebutuhan dalam rangka meraih prestasi tertinggi di Porprov Jabar 2022.

“Yang meliputi, pemain, pelatih, akomodasi, peralatan, TC dan lain-lain untuk mendongkrak prestasi bola voli,” jelasnya. Seperti diketahui, prestasi terbaik PBVSI Kabupaten Bogor adalah peringkat ke-3

Kemudian dibahas pula terkait program jangka panjang, pembinaan usia dini dan pelatihan yang sebelumnya belum pernah dlaksanakan.

“Kami mempersiapkan upaya agar kontingen voli khususnya tim putra agar bisa masuk di Poprov 2022, karena KONI tidak mendaftarkan, jadi harapan saya semoga semua pemangku kebijakan di luar PBVSI bisa mendukung rencana ini,” jelas Kang Dechan.

** Asep.S.Sayyev

Pulihkan Trauma, Kades Cileuksa Buat Sirkuit Motor Trail

0

Sukajaya | Jurnal Bogor 

Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi membuat sirkuit motor trail untuk memulihkan trauma warganya pasca bencana beberapa waktu lalu. Idenya mengkonsep lahan yang bekas longsoran itu dibuat trek motor trail.

Alhasil setiap sore masyarakat Cileuksa khususnya, umumnya Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor bisa mendapatkan sarana hiburan. Bahkan kaum emak-emak hingga anak kecil berkumpul setiap sore sembari menikmati pemandangan alam di wilayah tersebut.

“Ini bagian pengabdian untuk masyarakat agar mereka mendapatkan hiburan. Karena pasca bencana lalu mereka tentu masih merasaka trauma terlebih saat ini sebagian mereka masih ada yang tinggal di huntra meskipun proses pembangunan huntap secara swakelola sedang dikerjakan oleh pokmas,” kata Ujang Ruhyadi kepada wartawan, kemarin.

Dia menjelaskan, pihaknya juga akan membuat kolam dan menyediakan lahan untuk ketahanan pangan masyarakat disana. “Insya Allah masyarakat disana secara perekonomian akan lebih bangkit,” katanya.

Lebih lanjut Kades yang biasa disapa Jaro Apih itu mengatakan, pihaknya juga meminta kepada Dinas Perhubungan untuk turun ke wilayah Sukajaya karena sampai saat ini wilayah tersebut minim penerangan jalan umum alias PJU.

“Meskipun minim kriminal tentu kan ini wilayah pegunungan kalau malam gelap dan sangat bahaya jika tidak ada PJU. Saya harap dinas terkait segara memasang PJU bagaimana pun Sukajaya ini bagian dari Kabupaten Bogor,” tukasnya.

** Andres

Kavling Arjuna Hill Muncul tak Berizin

0

Fungsi Pemerintah Dipertanyakan

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Belum genap sebulan Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor meminta usulannya terkait Perda Kavling Kebun dikeluarkan dari Propemperda, kini di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor kembali adanya kavling baru dengan nama Arjuna Hills.

Ketua Himpunan Masyarakat Bogor Timur (HMBT) Kecamatan Sukamakmur Culeng menyatakan keprihatinannya atas makin maraknya kavling kebun yang tak berizin dan justru cuma menjadi tontonan Muspika semata. Dimana ada Satpol PP di Kecamatan Sukamakmur, tapi cuma jadi penonton tidak ada tindakan apapun akan kemunculan kavling-kavling baru.

“Mereka berdalih usaha, dan sekarang justeru dianggap sebagai hal biasa, dimana usaha ilegal menjadi tontonan Pemkab Bogor dan Pemcam Sukamakmur,” kesalnya.

Menurutnya, jika Pemkab Bogor serius dalam menangani persoalan kavling bisa saja diselesaikan sejak kemarin. Hanya hal ini tidak adanya keseriusan, baik dari Pemcam Sukamakmur maupun Pemkab Bogor dan saling tunggu, jadi sangat wajar jika regulasi menjadi acak-acakan dan banyak yang diterobos.

“Mungkin karena adanya sebuah bekingan. Kavling itukan bukan seperti usaha yang umpet-umpetan, ini terbuka, alat berat masuk melewati beberapa kantor pemerintah. Kok ditonton bukan distop, ini ada apa, mungkin jika terus diabaikan seperti ini Sukamakmur bisa bernasib seperti bencana di Palu atau bahkan di Bojong Koneng yang terjadi baru-baru ini,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Senin (19/9).

Menurutnya, warga tak lagi bisa bergantung kepada pemilik kebijakan dan aturan yang hanya menunggu hukum alam dan kemarahan sang pencipta, mengingat semakin lama akan semakin berkurangnya pohon untuk resapan air karena dipangkas jadi kavling yang berdalih untuk perkebunan tapi nyatanya untuk dibuat rumah.

“Mungkin kita sudah lelah meminta ketegasan pemerintah, Satpol PP sebagai penegak perdanya pun tak bisa berbuat apa-apa. Tinggal menunggu longsor dan bencana baru lah mereka menyadari, mungkin itu juga, walaupun jika ada bencana yang dijadikan alasan pasti karena intensitas hujan,” cetusnya.

Dia berharap masih ada pemangku kebijakan yang peduli akan keberlangsungan lingkungan, dan masyakayat sekitar. “Jika pun tidak ada yang peduli, tinggal nunggu bencananya aja,” ujarnya.

Terpisah disampaikan Iman (45) warga sekitar, ambat laun keasrian gunung yang ada di Sukamakmur akan tergerus seiring banyaknya pemilik uang yang serakah dan tidak memikirkan lingkungan sekitar.

“Mereka itu tidak tinggal di Sukamakmur, hanya mencari peluang uangnya saja, nanti dampaknya kepada warga jika sudah terjadi bencana, baru pada gercep dan seolah pura-pura tidak tahu dan saling menyalahkan. Itu sudah model lama seperti itu, makanya jangan salahkan warga jika sudah hilang kepercayaan kepada pemerintah yang tidak bisa dengan sigap menyikapi setiap permasalahan, ” ujarnya.

Pasalnya, tidak berizin saja berani terang-terangan apalagi jika diizinkan penyimpangan bakal besar-besaran terjadi. “Jadi lucu aja jika pemerintah kalah dengan pengusaha illegal,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Polisi Amankan Pelaku Asusila Anak Dibawah Umur

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Seorang pria yang belum diketahui indentitasnya warga Desa Cibeber II, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor diduga telah melakukan tindak asusila terhadap anak dibawah umur.

Akibat perbuatannya, pelaku telah diamankan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Leuwiliang.

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto membenarkan kejadian yang berada di wilayah hukumnya.

“Di Polsek kan tidak ada PPA-nya, jadi korban sedang dikoordinasikan ke PPA Polres Bogor,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Saat ini, pelaku yang sudah berada di Polsek Leuwiliang sedang dilakukan pemeriksaan.

“Untuk kronologisnya masih pendalaman, tadi pelaku diamankan warga dan langsung dibawa ke Polsek,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Kasie Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana bahwa untuk perkara tersebut terkonfirmasi sudah dilimpahkan ke PPA Polres. “Tapi masih proses pemeriksaan,” tukasnya.

** Andres

Tak Bisa Bayar Pajak BPHTB, Warga Sukamulya Minta Penjelasan Bappenda 

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor diblokir oleh Bapendda Kabupaten Bogor hingga mengakibatkan warga tidak bisa melakukan transaksi administrasi pembayaran pajak atau untuk balik nama surat menyurat.

Hal tersebut dirasakan M (35) warga Desa Sukamulya yang mengaku tidak bisa melakukan transaksi administrasi saat ingin balik surat menyurat dan harus bayar BPHTB. Namun hal itu tidak bisa dilakukan karena statusnya diblokir.

“Saat saya ingin membayar BPHTB ke Bappenda Kabupaten Bogor ternyata tidak bisa karena statusnya untuk Desa Sukamulya diblokir,” jelas M kepada Jurnal Bogor, Senin (19/9).

Dia jugamerasa heran, karena dengan membayar BPHTB otomatis akan menambah pendapatan ke Pemerintah Kabupaten Bogor, tapi ini malah tidak bisa dilakukan.

“Akhirnya saya bertanya ke Kantor Desa, dan ternyata desa pun baru mengetahui hal itu setelah dikroscek ternyata memang bukan hanya saya yang tidak bisa melakukan pembayaran BPHTB, tapi se – Desa Sukamulya tidak bisa dilakukan,” paparnya.

Terpisah, Kepala Desa Sukamulya Komar menjelaskan jika pemblokiran sudah berlangsung selama 3 bulan terakhir ini, dimana untuk Kecamatan Sukamakmur ada 2 desa yang diblokir tidak bisa melakukan pembayaran BPHTB, yakni Desa Sukamulya dan Sukaharja.

“Kami sudah melayangkan surat permohonan pembukaan blokiran ke Bappenda Kabupaten Bogor, dan saat itu juga saya berkonsultasi kepada Camat Sukamakmur akan hal pemblokiran ini, sama pak camat disuruh bersurat kesana, nanti juga Kecamatan akan ikut bersurat kesana agar blokirannya bisa dibuka,” jelas Komar.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk penyebab diblokirnya sendiri dirinya belum mengetahui apa penyebabnya, sampai saat ini pun belum ada penjelasan resmi dari Bappendai.

Terpisah disampaikan Korlap Bappenda Kabupaten Bogor Itang. Sebab tidak mungkin dilakukan pemblokiran terhadap desa yang ingin melakukan pembayaran pajak, mengingat pajak itu adalah pemasukan untuk Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Adapun persoalannya adalah biasanya desa itu bekerja sama dengan notaris untuk melakukan pembayaran pajak, namun ternyata tidak dibayarkan oleh notaris tersebut jadi akun si notaris itu yang kita blokir bukan akun desanya, dan akan kita buka lagi nanti setelah mereka melunasi pembayaran BPHTB,” jelas Itang melalui telepon selular.

Intinya, Bappenda kata dia, tidak pernah memblokir akun desa yang ada, namun akan memblokir akun notaris yang belum melakukan pembayaran transaksi pajak.

** Nay Nur’ain

YBM PLN Gunung Putri Salurkan Bantuan Korban Pergeseran Tanah

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Yayasan Baitul Mal PLN UP3 Gunung Putri menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam pergeseran tanah yang ada di pengungsian di Kp.Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp. 10.000.000 dan diserahkan kepada tim Tagana yang berjaga di posko utama, Sabtu (17/9).

Ketua YBM PLN Gunung Putri, Achmad Edy Junaedi mengatakan adapun bantuan yang diberikan berupa sembako, selimut, perlengkapan mandi, susu anak, popok bayi, lampu emergency, dan tikar. Bantuan tersebut adalah kebutuhan korban terdampak yang kini berada di tenda pengungsian menurut tim Tagana.

“Semoga bantuan yang disalurkan oleh YBM PLN Gunung Putri dapat membantu memenuhi kebutuhan korban bencana di pengungsian, demikian yang diharapkan,” ucap Edy Junaedi.

Berdasarkan informasi, bencana alam yang terjadi pda 16 September 2022,  dua hari lalu ini disebabkan oleh adanya pergeseran tanah. Inilah yang menyebabkan terjadinya retakan-retakan pada permukaan tanah, jalan-jalan, dan bangunan di atasnya.

** Nay Nur’ain

Rayakan Ultah, SSB Tunas Muda Gelar Turnamen Usia Dini 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda 85 menggelar turnamen sepak bola usia dini yang diikuti 36 SSB dan dilaksanakan di lapangan SSB Tunas Muda, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (18/9).

Turnamen sepak bola ini diikuti usia 12, 11, 10 dan 8 tahun yang dibagi menjadi 4 gup dengan menggunakan 4 lapangan, dengan sistem satu hari selesai dan langsung final.

Ketua Panitia, Tatang Suhendra menjelaskan, turnamen mini ini diselenggarakan untuk silaturahmi antar SSB yang ada di sekitaran Kecamatan Gunung Putri dan sekitarnya. 

” Istilahnya SSB tetangga-tetangga sekitaran Kecamatan Gunung Putri, dan ada juga yang dari Jonggol, Cileungsi, Cibinong dan Depok ini diikuti oleh anak-anak usia 12, 11, 10 dan 8 tahun. Katagori usia 8 tahun diikuti 8 team, usia 10 tahun diikuti 12 team, usia 11 diikuti 8 team, dan usia 12 diikuti 8 team, total keseluruhan diikuti 36 team,” paparnya Tatang Suhendra kepada Jurnal Bogor, Senin (19/9).

Menurutnya, turnamen ini merupakan ajang silaturahmi, sebab ajang sesungguhnya di Kabupaten Bogor ada wadahnya yaitu Forum Komunikasi (FK) SSB se-Kabupaten Bogor. Turnamen ini untuk persiapan liga bagi yang masuk Forum Komunikasi (FK) SSB.

“Liga FK usia 10 dan 12 tahun akan dimulai pada 1 Oktober 2022 acara pada hari ini hanya ajang uji coba melihat materi para pemain untuk persiapan liga FK tersebut,” paparnya.

Tatang yang sekaligus pelatih SSB Tunas Muda 85 ini berharap kedepannya anak anak semakin semangat untuk ikut SSB karena komunitasnya banyak.

“Saya mengharapkan kepada orang tua agar selalu mendukung para anaknya untuk mengikuti SSB yang terdekat, agar para anaknya bisa mengembangkan bakatnya di sepak bola,” harapnya. 

Ia juga mengakomodir pelatih yang ada di sekitaran Kecamatan Gunung Putri dan wilayah lainnya untuk mengadakan acara turnamen antar SSB.

“Sebenarnya ulang tahun SSB Tunas muda diadakan Juni, saat itu ingin dimajukan ke bulan Agustus namun lapangannya tidak bisa dipakai, baru bulan September ini kita mengadakan turnamen ini, saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman pelatih yang sudah datang mengikuti turnamen,” imbuhnya.

Dalam mini turnamen ini dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Adi Suwardi Fraksi Gerinda, sekaligus memberikan piala kepada para pemenang dalam pertandingan mini turnamen ini.

** Nay Nur’ain

Panpel Ajukan Main di Stadion Pakansari, Semifinal Piala Bupati U-19 Segera Bergulir

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pertandingan Semifinal Turnamen Sepakbola Piala Bupati Bogor usia-19, yang akan mempertemukan empat finalis yakni Kecamatan Cibinong melawan Kecamatan Parung, dan Kecamatan Babakan Madang versus Kecamatan Citeureup, harus tertunda hingga dua pekan, setelah laga perempat final usai digelar pada 7 September 2022 lalu di Stadion Mini Cibinong.

Sementara Manajer dari empat Kecamatan peserta semifinal telah mempertanyakan kepada panitia turnamen, soal kelanjutan pertandingan semifinal turnamen sepakbola Piala Bupati Bogor usia-19 kapan akan dilaksanakan. Hal itu dikatakan Ketua Panitia Pelaksana Turnamen, H Iswahyudi, Senin (19/9/2022).

“Kami sudah ditanya oleh manajer tim Kecamatan peserta semifinal, soal kelanjutan untuk pertandingan kapan akan digelar. Soalnya jarak pertadingan perempat final dengan semifinal sudah terhenti selama dua pekan. Jadi dasar itu yang saat ini jadi pertanyaan para manajer tim,” ujarnya.

Iswahyudi menjelaskan, bahwa tertundanya pertandingan semifinal, dikarenakan Panpel Turnamen, dan Askab PSSI Bogor, masih akan berkoordinasi dengan Plt Bupati Bogor, H Iwan Setiawan, soal rencana penggunaan Stadion Pakansari jadi venue pertandingan semifinal. Termasuk juga ingin melaporkan hasil evaluasi selama pertandingan babak 16 besar, 8 besar berlangsung di Stadion Mini.

“Kita sudah bersurat kepada Plt Bupati Bogor H Iwan Setiawan, sejak 8 September 2022 lalu. Kaitan dengan pelaporan hasil evaluasi, sekaligus rencana ingin penggunaan Stadion Pakansari menjadi venue pertandingan Semifinal. Namun sampai saat ini kita belum bisa bertemu dengan Plt Bupati,” kata H Iswahyudi menjelaskan.

Jadi, kata H Is-sapaan akrab Politisi Partai Golkar itu, kendalan itu yang menjadi hambatan, sehingga pertandingan semifinal belum bisa digelar. Namun H Is berharap, dalam waktu dekat ini, pihak Panpel bisa bertemu dengan Plt Bupati Bogor H Iwan Setiawan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita bisa bertemu Plt Bupati Bogor, dan mendapatkan restu atas penggunaan Stadion Pakansari jadi venue pertandingan semifinal turnamen sepakbola Piala Bupati usia-19,” kata H Is.

** asep syahmid

Atlet Wushu Kabupaten Bogor Sabet Tiga Medali

0

Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022

Cibinong | Jurnal Bogor

Prestasi membanggakan diraih para atlet wushu binaan Pengcab Wushu Kabupaten Bogor yang memperkuat Jawa Barat dalam Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022 yang berlangsung di Graha Unesa, Surabaya, Jawa Timur.

Pada hari kedua kejurnas kali ini, Senin, 19 September 2022? para atlet Wushu binaan Pengcab Wushu Kabupaten Bogor sudah meraih 2 medali perak dan 1 medali perunggu.

Dua medali perak yang diraih Tim Wushu Kabupaten Bogor diraih oleh Ragil Wira Mukti pada nomor Taijil Quan dan Taiji Jian.

Sementara satu medali perunggu yang diraih Tim Wushu Kabupaten Bogor pada ajang Kejurnas ini dipersembahkan oleh Ahmad A Zaidan dari nomor Nan Quan.

Ketua Pengcab Wushu Kabupaten Bogor, Fitri Putra Nugraha mengatakan, kans para atlet Wushu Kabupaten Bogor untuk menambah medali pada Kejurnas ini masih sangat besar

“°Hari ini atlet Wushu Kabupaten Bogor yang tampil pada Kejurnas Piala Presiden 2022 sudah meraih 2 perak dan 1 medali perunggu,” ujar Fitri Putra Nugraha yang akrab disapa Nungki, Senin, 18 September 2022

Nungki menambahkan, masih ada 4 nomor lagi sampai tanggal 22 September 2022 yang akan dikuti atlet Wushu Kabupaten Bogor.

” Saya optimis atlet Wushu Kabupaten Bogor bakal kembali menyumbang medali bagi Jawa Barat pada Kejurnas kali ini,” pungkasnya.

Ajang Kejurnas ini, kata Nungki, sebagai bagian Try Out sebelum bertolak ke Porprov Jabar 2022.

” Hasil yang didapat hari ini sangat memuaskan karena para atlet kami dapat mengalahkan atlet – atlet PON dari Provinsi lainnya,” tegas Nungki

Bahkan, kata Nungki , ia merasa yakin optimis untuk atlet atlet yang dapat medali pada Kejurnas Piala Presiden 2022 ini masih diatas rata rata atlet Jabar lainnya.

**asep syahmid