26.6 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 848

Pengguna Jalan Keluhkan Adanya Terminal Bayangan di Flyover Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Warga dan pengguna jalan  mengeluhkan adanya terminal bayangan yang berada di bawah flyover Cileungsi. Pasalnya di lokasi tersebut selalu terjadi kemacetan arus lalulintas yang sangat padat sehingga menimbulkan kemacetan yang cukup panjang.

Seperti yang disampaikan Ujang, sopir truk tanah yang tiap hari melalui jalur tersebut menuju wilayah Bekasi. Dia mengatakan, kemacetan parah sering terjadi dan hampir tiap hari, dan belum ada solusi dari jalur di bawah flyover ini walaupun ada lampu merah tapi tidak berfungsi.

“Tiap hari di jalur ini pasti macet,  apalagi pada saat pagi hari dan sore hari yang notabene jam berangkat dan pulang kerja,” ucap Ujang kepada Jurnal Bogor, Selasa (2/8).

Ia menjelaskan kemacetan tersebut disebabkan banyaknya  angkutan umum yang sedang menunggu (ngetem) dan menurunkan penumpang di tempat yang tidak semestinya. Sehingga kendaraan yang ada di belakangnya terhalang dan baru bisa jalan jika angkutan umum mulai bergerak.

“Selain itu kemacetan di flyover Cileungsi juga disebabkan adanya parkir liar kendaraan baik R2 maupun R4, yang merupakan kendaraan warga yang belanja di Pasar Tradisional Cileungsi, dan peran PKL berjualan di pinggir jalan juga turut ambil andil dalam kemacetan tersebut,” paparnya.

Menurut UPT Dinas Perhubungan Wilayah Cileungsi, Jaya, Dishub sudah memaksimalkan untuk masuk ke terminal, tetapi pengemudi masih banyak yang mencari penumpang di flyover sehingga berdampak pada kemacetan.

“Untuk trayek 121 Jurusan Cileungsi Kp.Rambutan, dan Trayek T 05 semua sudah masuk ke terminal,” papar Jaya saat dihubungi via WhatsApp.

Dia mengaku kesulitan untuk menertibkan sopir trayek yang berhenti di flyover, karena tak jarang mereka juga karena banyak sewa yang enggan masuk ke terminal.

“Banyak penumpang yang lebih suka nongkrong dan menunggu angkutan di flyover Cileungsi itu salah satu penyebab kemacetan sehingga membuat para sopir ini ngetem , oleh karenanya kami menghimbau agar masyarakat juga sebaiknya masuk ke terminal jika ingin naik kendaraan umum,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

MIN 1 Bogor Persiapkan Lomba Gerak Jalan Tingkat Kecamatan

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bogor, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor tengah latihan rutin untuk persiapan lomba gerak jalan di tingkat kecamatan.

Sebanyak 18 orang terdiri dari dua regu siswa-siswi nantinya  pada 13 Agustus 2022 akan mengikuti lomba. Latihan tersebut dilakukan untuk melatih kedisiplinan, kerjasama dan kekompakan tim.

Kepala MIN 1 Bogor Samsuri mengatakan, bahwa anak didiknya akan mengikuti lomba gerak jalan di tingkat Kecamatan Leuwisadeng dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI.

Latihan dilakukan di halaman sekolah  setelah proses pembelajaran selesai. Bahkan Latihan itu mendapat bimbingan langsung dari kepala sekolah.

“Kita pernah juara, kita juga futsal juara umum bahkan Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat Kabupaten Bogor pada tahun lalu juara pertama,” ujar Samsuri, Selasa (2/8/2022).

Dia menjelaskan, bahwa untuk lomba tingkat Kecamatan Leuwisadeng, hanya gerak jalan hanya sekolah MI saja, sementara lomba-lomba yang lainnya seperti futsal diikuti masyarakat umum.

“Saya berharap jadi juara pertama, sebab yang sudah tertunda selama dua tahun dan di tahun ini kita ingin tetap mengungguli dari regu-regu yang lain,” jelasnya.

** Andres

Muspika Nanggung Buka Rangkaian Kegiatan HUT RI

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Nanggung, Kabupaten Bogor membuka rangkaian perlombaan dalam rangka HUT RI ke-77 tahun 2022, Senin (1/08/2022).

Acara itu resmi dibuka oleh Camat Nanggung Ae Saepuloh yang dihadiri jajaran Muspika Nanggung, para kepala desa se-Kecamatan Nanggung dan unsur masyarakat.

Sekretaris Kecamatan Nanggung, Suharsono mengatakan bahwa di Kecamatan Nanggung mengadakan berbagai event olahraga. Ada sekitar sembilan event kegiatan yang akan dilaksanakan.

“Kurang lebih ada sembilan event kegiatan yang dilaksanakan dari lomba turnamen futsal, bola voli, gerak jalan, lomba kebersihan dan lain-lain. Hari ini merupakan pembukaannya sampai terakhir nanti tanggal 16 dan puncaknya tanggal 17 pemasangan bendera di Kecamatan Nanggung,” ujar Suharsono.

Nantinya, kata dia, peserta dari seluruh desa yakni 11 desa di Kecamatan Nanggung juga Muspika Nanggung yang akan menjadi peserta lomba.

“Jadi kita selama dua tahun ini dikekang oleh Covid-19 dan mudah-mudahan tahun ini masyarakat kangen acara-acara lomba, kami mengadakan kegiatan kecuali sepakbola ditiadakan karena kita masih mengikuti turnamen tingkat kabupaten,” katanya.

Saat disinggung terkait adanya karaoke dangdut mewarnai dalam kegiatan pembukaan perlombaan tersebut, Suharsono menjelaskan, bahwa itu bukan panggung dangdut. Adapun yang menyanyi itu diluar agenda yang sudah direncanakan. Kendati demikian, pelayanan di Kantor Kecamatan Nanggung tetap berjalan seperti biasanya.

“Sebetulnya bukan panggung dangdut, bukan direncanakan. Ini mah dadakan di luar dari (agenda) ini. Acara sudah selesai mereka mungkin menunggu pulang. Diluar agenda acara ini mah hanya hiburan, ini kan bukan dangdut live, jam 5 (sore) juga selesai,” tukasnya.

** Andres 

Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kampung Jawa Ludes Terbakar

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor 

Akibat korsleting listrik, satu rumah milik warga Kampung Jawa RT 02 RW 02 Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor ludes terbakar, Senin (1/8). Api baru bisa dipadamkan pukul 14.30 WIB oleh tim pemadam kebakaran sektor Leuwiliang.

“Iya benar ada satu rumah terbakar milik Oman dan penyebabnya korsleting listrik, laporan diterima pukul 12.30 WIB dan api bisa dipadamkan pukul 14.30 WIB,” kata Komandan Regu Damkar Sektor Leuwiliang Refgie Raulia.

Ia menjelaskan, unit yang menangani Merapi 42 dan Merapi 16 yang berasal dari Sektor Leuwiliang berjumlah 12 anggota terjun ke lokasi kejadian. “Proses pemadaman berjalan dengan lancar, tanpa adanya kendala,” jelasnya.

Namun ia menuturkan dalam kejadian tak ada korban jiwa hanya kerugian material. Untuk sementara pemilik rumah mengungsi ke tempat kerabat terdekat.

“Untuk kondisi rumah habis terbakar,” tukasnya.

** Andres

Harga Diri DLH “Dicopot”, Dyan Heru Beri Peringatan Keras PT.Banyu Biru Lestari

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Mendapati garis PPNS line DLH Kabupaten Bogor dicopot, Kepala Sub Kordinator Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup (Subko Gakum DLH) Kabupaten Bogor Dyan Heru Sutjahyo memberi peringatan keras kepada owner PT.Banyu Biru Lestari (BBL), Selasa (02/08).

“Saat mendapat kabar hari ini juga kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan, dan benar saja kondisi PPNS line sudah tercopot dari mobil yang membawa limbah ini,” papar Dyan Heru kepada Jurnal Bogor di lokasi PT.BBL.

Menurutnya, peringatan keras langsung disampaikan melalui telepon kepada Gugun selaku owner PT.BBL. Ada dua versi cerita yang diterima, namun hal tersebut tetap menyalahi aturan jika mencopot PPNS line.

” Versi pertama disampaikan pegawai yang bilang digigit anjing sehingga terlepas. Namun versi kedua disampaikan ownernya jika dilepas oleh si pemilik mobil karena mau dipakai atau dibenerin mobilnya. Maka dari itu hari ini kami pasang kembali PPNS line, jika ada lagi yang mencopot akan kami tindak pidananya,” paparnya.

Dyan Heru juga memperingatkan siapapun yang nantinya berani membuka PPNS line akan dikenakan sanksi hukum dan pidana karena sudah menyalahi prosedur dan tidak mengahargai dinas terkait yang punya produk tersebut.

“Jika sudah ada hasil laboratorium akan limbah yang dibawa mobil ini baru akan ada keputusan apakah PPNS line ini dicabut atau berubah jadi police line, jadi tunggu hasil laboratorium keluar dan hanya kami pihak DLH yang punya kewenangan untuk membuka garis line ini, bukan pemilik mobil atau pun pemilik perusahaan,” tegasnya.

Sebelumnya disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni yang menyayangkan jika sanksi hanya diberikan kepada perusahaannya saja sehingga pelaku atau pemilik perusahaan tersebut masih bisa membuka perusahaan baru dengan tempat yang berbeda. Padahal pencemaran dan kerusakan lingkungan diperbuatnya di Desa Gunung Putri.

“Ini yang saya khawatirkan jika pemilik perusahaannya tidak ditindak, sehingga dia bisa membuat perusahaan baru dengan tempat yang baru namun kesalahan yang sama, dan dalam hal ini bisa dijadikan acuan untuk aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan, dan nyatanya terbukti dia membuka perusahaan baru di tempat yang baru dengan kesalahan yang sama,” pungkas politisi PKS tersebut.

** Nay Nur’ain

Pengunjung Ngeluh, Harga Parkir Pasar Ciawi Saingi Mall

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Naiknya harga parkir kendaraan di Pasar Ciawi, Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor, dikeluhkan pengunjung. Sebab, harga parkir di pasar tradisional dibawah pengelolaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tohaga itu, menyaingi harga parkir di lokasi mall.

Dari pantauan Jurnal Bogor, harga parkir Pasar Ciawi yang saat ini dikelola PT Tegar Parking sebagai pihak ketiga, untuk kendaraan motor satu jamnya Rp3000, mobil Rp 4000 dan kendaraan barang atau box mencapai 6000 rupiah.

Ida Parida, pengunjung Pasar Ciawi asal Kelurahan Sindang Sari Kota Bogor mengatakan, kenaikan harga parkir di Pasar Ciawi yang semula hanya 2000  menjadi 3000 rupiah, sangat memberatkan.

“Kalau satu jamnya 3000, berarti saya harus bayar parkir 6000 bila waktu berbelanja itu dua jam. Dan saya sangat keberatan,” akunya kepada wartawan saat keluar di lokasi parkir Pasar Ciawi, akhir pekan lalu.

Ibu dua anak itu pun mengungkapkan, adanya kenaikan harga parkir, membuat dirinya tidak nyaman saat berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Alasannya, karena jika berlama-lama di pasar, sudah pasti biaya parkir akan bertambah besar.

“Biasanya saya sampai tiga jam di pasar. Maklum lah kalau sudah di pasar inginnya lihat sana sini dulu,” akunya.

Ida menjelaskan, berbelanja ke Pasar Ciawi setiap dua hari sekali, lantaran di rumahnya membuka warung kelontongan dengan menjual berbagai bahan kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Saya buka warung kecil-kecilan. Walaupun sedikit tapi segala macam kebutuhan pokok saya jual,” paparnya.

Ida berharap, pihak pengelola pasar memberikan toleransi kepada pengunjung tetap. Dimana, harga 3000 setiap jam nya untuk kendaraan bermotor, bagi pengunjung tetap atau rutin tidak berlaku.

“Ya saya ingin sih harga per jam nya itu normal seperti biasa 2000 rupiah, biar tidak terlalu berat. Setiap kali belanja saya selalu membawa motor sendiri,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Baharudin, pengunjung Pasar Ciawi lainnya yang merasa keberatan dengan harga parkir di lokasi pasar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut.

“Masa harga parkir motor di Pasar Ciawi sama dengan di mall,” ujarnya.

Selain itu, sambung Baharudin, naiknya harga parkir di Pasar Ciawi oleh pihak pengelola, tidak disertai dengan pembenahan fasilitas pasar terutama kenyamanan para pengunjung.

“Tetap saja kendaraan motor yang parkir tidak tertata dengan rapih. Harusnya dinaikan harga parkir itu dibarengi dengan pembenahan fasilitas nya agar pengunjung merasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Baharudin berharap, Pemkab Bogor melalui Perumda Pasar Tohaga, turun ke lokasi Pasar Ciawi untuk melihat sejauh mana kondisi pasar itu, terlebih keberadaan fasilitas umumnya.

“Coba saja lihat, keberadaan bangunan Pasar Ciawi yang terlihat kumuh dan terkesan belum pernah dilakukan perawatan. Pasar nya saja tidak dirawat, kenapa harga parkir dinaikan,” tukasnya.

** Dede Suhendar  

Limbah Lagi, Achmad Fathoni Beri Warning Kepala Desa 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Miris dan prihatin, dua kalimat yang keluar dari mulut anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni saat mendapati adanya pencemaran limbah di lokasi berbeda, namun pelakunya masih sama.

Achmad Fathoni

“Pertama yang paling penting kaitan dengan penindakan si pembuang limbah B3,  yang dulu PT.SBI dan pernah meninggalkan noda di Gang Pocong Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri itu sudah sangat memprihatinkan,” ujar Aleg dari PKS tersebut kepada Jurnal Bogor , Senin (01/08).

Menurutnya, si pelaku membuang limbah berbulan-bulan sampai terkubur kemudian dibongkar karena memang mulai ada bau. Pihaknya menyayangkan penindakan yang di-black list itu adalah perusahaannya, sedangkan orang yang bersangkutan tidak ada tindakan hukum yang seharusnya berlaku untuk perusahaan dan pelakunya.

“Efek dari hal itu sehingga inilah buktinya dia muncul dengan nama perusahaan yang berbeda dari PT.SBI ke PT.BBL. Nah ini yang saya rasa pertama harus jadi pelajaran karena proses hukum itu bukan hanya terkait perusahaan yang didaftarkan dan melanggar tapi juga kaitan orangnya atau pelakunya, seperti istilah dalam permainan olahraga kan gak cuma klubnya yang kena sanksi tapi juga pribadinya,” papar Fathoni biasa disapa.

Kedua kata dia, kejadian sudah berulang kali si pemilik perusahaan itu melakukan hal semacam ini dan berharap dalam hal ini ada tindakan serius dari Aparat Penegak Hukum (APH). Dia sepakat dengan Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menyampaikan bahwa menjaga lingkungan itu bukan cuma tugas DLH yang punya keterbatasan SDM dan kewenangan serta anggaran tapi juga kepedulian itu harus ada dari bawah.

“Disini adalah masyarakatnya dan yang paling penting adalah aparat terkait mulai  dari Kades atau Pemerintah Desa yang ketempatan wilayah, termasuk di dalamnya ada Polsek, Pol PP yang ada disana, dan Pemerintah Kecamatan, Dan itu yang saya rasa dan mustinya laporan-laporan begini bukan harus menunggu dari masyarakat yang menyampaikan komplain tapi dari aparat setempat yang sudah mengetahui lebih awal kemudian melaporkan sesuai dengan prosedur kepada Aparat Penegak Hukum ” beber Aleg dari Dapil 2 tersebut.

Aleg dari Fraksi PKS itu memberi warning atau sekedar mengingatkan untuk Kades Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri khususnya agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan Surat Izin Domisili, Dimana konsepnya jika aparat setempat itu punya tanggungjawab juga terhadap lingkungannya tidak akan mungkin kades mengeluarkan izin lingkungan.

“Apalagi ini sudah terjadi sebelum ada kegiatan seharusnya menjadi pertimbangan. Karena otomatis perusahaan yang akan membuat izin dan dia mengambil lokasi tertentu harus jelas operasionalnya apa kemudian hal-hal yang terkait apalagi kalau usahanya berurusan dengan limbah.”

“Jangan sampai aparat setempat dan merasa punya kewenangan mengeluarkan izin kemudian begitu ada belakangnya pelanggaran dia lepas tangan. Karena tanggungjawab yang paling utama justeru ada di lingkungan dan pemerintah desa. Saya rasa yang akan kena efek paling terdepan, kalo ada misalnya pencemaran masyarakat pasti lari pertama kali ke pihak pemerintah desa. Mah ini yang kita berharap disamping proaktif juga harus jeli untuk pemerintah desa setiap ada investor baru maupun izin-izin yang diajukan baru harus betul-betul ber hati-hati apalagi di wilayah- wilayah yang memang sering kejadian persoalan pencemaran limbah,” pungkas Achmad Fathoni.

** Nay Nur’ain

Kinerja Penyuluh Pertanian Desa Jambu Luwuk Dikritisi

0



Ciawi | Jurnal Bogor
Kelompok tani di Desa Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, mengkritisi kinerja penyuluh pertanian. Sebab, pegawai dibawah Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) itu, selama bertugas baru satu kali melakukan penyuluhan.

Ketua Kelompok Tani Cukangaleuh, Desa Jambu Luwuk, Indra mengeluhkan penyuluh pertanian yang tidak pernah lagi turun ke para petani di wilayah Jambu Luwuk untuk memberikan bimbingan.

Menurutnya, pasca pergantian penyuluh dari Atik kepada Nani, para petani tidak lagi mendapatkan penyuluhan terkait cara bercocok tanam dan lainnya.

“Kurang lebih enam bulan pergantian penyuluh, baru satu kali turun ke kelompok tani,” ungkapnya kepada wartawan.

Indra membandingkan kinerja penyuluh yang baru dengan sebelumnya. Dimana, saat masih dipegang Atik, banyak sekali wawasan yang didapat para petani melalui kelompok terkait keberhasilan bertani.

“Sekarang kalau penyuluh nya saja tidak pernah turun, bagaimana hasil pertanian di wilayah kami jadi barhasil,” paparnya.

Terlebih, lanjutnya, program terbaru dari pemerintah pusat agar anggaran bantuan keuangan Dana Desa (DD) sebesar 20% (dua puluh persen) yang diterima setiap pemerintahan desa, harus dialokasikan untuk ketahanan pangan dan hewani.

“Program ketahanan pangan dan hewani itu pun sudah ada payung hukumnya, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN tahun anggaran 2022,” jelas Indra.

Untuk itu, Indra berharap agar Kepala Distanhorbun menegur pegawainya yang bertugas di tiga wilayah, yaitu Desa Jambu Luwuk, Desa Bojong Murni dan Desa Banjarsari.

“Kalau kinerja pegawainya seperti ini, bagaimana program ketahanan pangan dan hewani akan sukses dilaksanakan pada kelompok tani. Saya minta kepala dinas menegur pegawainya tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Distanhorbun Kabupaten Bogor, Tatang Mulyadi mengungkapkan, program ketahanan pangan dan hewani yang sekarang ini sudah digulirkan pemerintah pusat dengan mengalokasikan anggaran dari DD, tentunya harus dipersiapkan setiap desa.
“Program pemerintah pusat tersebut merupakan upaya dalam mengurangi kerawanan pangan yang terjadi sekarang ini,” ucapnya usai memberikan sambutan dan sekaligus membuka kegiatan peningkatan kapasitas kelompok tani se-Desa Cileungsi, Kamis (28/7).

Tatang pun menjelaskan, konotasi ketahanan pangan saat ini berbeda dengan dulu. Dimana, ketahanan pangan itu identik dengan program swasembada padi.

“Kalau sekarang para kelompok tani bisa menjalankan program ketahanan pangan dengan menanam apa saja, mulai dari tanaman sayuran, ternak kambing, ternak ikan serta lainnya yang masuk kedalam program ketahanan pangan dan hewani,” jelasnya.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan pada Distanhorbun itu pun menghimbau agar para kelompok tani di Desa Cileungsi tidak diam setelah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas sekarang.

“Para kelompok tani langsung  menjalankan pengetahuan yang sudah didapat dari kegiatan tersebut. Saya berharap, melalui program ketahanan pangan dan hewani dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Cileungsi khususnya dan Kabupaten Bogor umumnya,” tukas Tatang.

** Dede Suhendar  

Anak Jalanan Dapat Pembelajaran Kreativitas dari Genre

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Sejumlah anak-anak jalanan yang kesehariannya biasa beraktivitas di sekitar area Pasar Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor mendapatkan pendampingan khusus melalui kegiatan pembelajaran kreativitas dari Rumah Harapan Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Bogor.

Kegiatan pembelajaran pekan ini pada Minggu (31/07/2022) digelar di aula lantai 3 Pasar Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang. Mereka diajarkan keterampilan seperti pembuatan produk lilin aromaterapi.

Dari pantauan, anak-anak mulai usia 5 tahun hingga 15 tahun tampak ceria mengikuti arahan yang disampaikan pembimbing dari Rumah Harapan Genre tersebut.

Ketua Rumah Harapan Genre Angginun Juwita Sari menyampaikan, pihaknya mengajarkan bagaimana cara membuat produk lilin aromaterapi kepada anak-anak tersebut.

“Kegiatan ini bekerjasama dengan Program Kreativitas Mahasiswa dari Kelompok Mahasiswa IPB University Dramaga,” ujar Anggi kepada wartawan disela kegiatannya.

Duta Genre Kabupaten Bogor itu mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang kurang beruntung dalam mendapat pendidikan yang layak.

“Banyaknya anak- anak  jalanan yang tidak sekolah di wilayah Pasar Leuwiliang, dengan rasa keprihatinan kita sehingga setiap seminggu sekali melakukan pembelajaran berkreasi agar bisa merubah kebiasaan anak-anak jalanan ini,” katanya.

Pendekatan terhadap anak-anak jalanan di sekitar area Pasar Leuwiliang itu dilakukan dengan mengajak mereka bercengkrama dan bermain terlebih dahulu sebelum diberikan pengarahan atau pelajaran keterampilan.

“Seperti pekan kemarin kami memberitahukan ke mereka kami mau ada renang nih jadi temen-temen ikut ya dan baru banyak yang ikut gitu, mereka sangat tertarik dengan rumah Genre ini,” katanya.

Awalnya, dia mengaku, iba melihat anak-anak yang seharusnya mendapat pendidikan layak di bangku sekolah tetapi anak-anak itu justru harus mencari uang di jalanan. Hal itu, membuat pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak pengelola Pasar Leuwiliang dan pemerintah setempat dan mendapat respons yang positif.

“Kreativitas dari anak-anak jalanan dan juga bentuk kepedulian kepada masyarakat anak jalan bahwa mereka pun harus mendapatkan pendidikan yang layak,” papar Anggi.

Dia berharap program Rumah Harapan Genre dapat terus  berjalan dan memenuhi kebutuhan pendidikan terhadap anak-anak jalanan.

“Karena ini merupakan salah satu program juga dari  Duta Genre Kabupaten Bogor, di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB),” tukasnya.

** Andres

Identitas Mayat Tangan Terikat dan Kepala Ditutup Karung Terkuak

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Identitas mayat dengan kondisi tangan diikat dan kepalanya ditutup karung di Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor perlahan terungkap. Diketahui mayat pria itu diduga korban pembunuhan asal Kalimantan Barat.

“Dari hasil pemeriksaan, informasi yang didapat adalah warga Kalimatan Barat,” ujar petugas UGD Puskesmas Sukamakmur Teguh Yudiana dalam keterangannya, Minggu (31/7).

Namun demikian untuk identitas lengkap, Teguh mengaku kewenangan dari pihak polisi. “Hanya bilang dari Kalbar saja, untuk lengkapnya belum dapat informasi,” tuturnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo DC Tarigan mengungkapkan, bahwa mayat merupakan korban pembunuhan. “Dilihat dari ada jeratan di leher, tangan juga terikat di belakang, dugaannya menghilangkan nyawa,” kata Siswo.

Meski begitu, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban, karena masih menunggu hasil otopsi. Namun kepolisian telah berhasil mengidentifikasi mayat tersebut.

Korban merupakan laki-laki berinisia AH (36) berasal dari Kalimantan Barat. “Tunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematiannya apa. Keluarga juga sudah perjalanan dari Kalimantan Barat ke (RS Polri) Kramat Jati,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Arca, RT 04/07, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor digegerkan dengan penemuan mayat pria dalam karung, Sabtu (30/7).

** Wisnu / Nay