30 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 808

PPMKP Kementan – Kemenlu RI Siap Bangun Kolaborasi Dukung Pengembangan SDM ASN

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) siap bangun kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dalam penyelenggaraan Latsar CPNS Kemenlu Tahun 2022. Kolaborasi diimplementasikan dalam bentuk dukungan sarana dan prasarana penunjang kegiatan oleh PPMKP. Itikad kolaborasi tersebut disampaikan oleh pihak Kemenlu dalam kunjungannya ke PPMKP, Rabu (21/09).

“Ini pertama kalinya kami akan mengadakan kegiatan besar, membutuhkan area yang sangat luas dan dukungan dari berbagai pihak, jika PPMKP bersedia mengakomodasi, kami siap bekerjasama”, kata Renata Bulan H. Siagian, Direktur Sekolah Dinas Luar Negeri, Kemenlu.

Renata mengungkapkan pihaknya senang sekali apabila PPMKP dapat mengakomodir atau memfasilitasi kegiatan Latsar tahapan klasikal CPNS Kemenlu yang akan diselenggarakan pada 24 Oktober hingga 10 November 2022 mendatang. Ia pun berharap nantinya kerjasama atau kolaborasi tidak hanya dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana saja.

“Siapa tahu kerjasama ini dapat berlanjut dengan kerjasama lain, bisa saja dengan pembelajaran terkait dengan pertanian yang bisa menghasilkan”, imbuh Renata.

Sementara itu, Kepala PPMKP, Yusral Tahir mengapresiasi kunjungan dan itikad baik Kemenlu untuk berkolaborasi dengan lembaganya.

“Kami sangat bangga sekali atas kedatangan teman-teman dari Kemenlu dan mengapresiasi itikad baik untuk bekerjasama. Kami welcome untuk itu, semoga kedepannya kerjasama dapat terus berlanjut”, ungkap Yusral.

Dalam kesempatan tersebut Yusral menjelaskan secara rinci fasilitas sarana dan prasarana PPMKP yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan SDM, khususnya ASN.

“Kami memiliki lima komplek, yang masing-masing komplek difasilitasi asrama atau kamar tidur, ruang makan, aula, dan ruang kelas yang nyaman untuk peserta dan 1 komplek administrasi. Selain itu, kami memiliki klinik kesehatan dengan dokter serta fasilitas untuk kelompok rentan. Semoga semua yang kami miliki dapat mengakomodir kebutuhan teman-teman Kemenlu”, jelas Yusral.

Senada dengan Renata, Yusral pun mengharapkan setelah kolaborasi atau kerjasama ini akan berlanjut dengan kerjasama lain.

“Kami mengharapkan semoga nantinya akan ada kerjasama dengan Kemenlu melalui penyediaan pengajar bahasa untuk materi anak-anak Latsar CPNS”, harap Yusral.

Rencana kolaborasi dua lembaga tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan bahwa kementerian tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kolaborasi dan kerjasama untuk menghadapi berbagai tantangan global yang ada

“Kementerian tidak bisa bergerak sendiri, dan kita harus bersama-sama menghadapi tantangan dari waktu ke waktu sesuai perkembangan dan kemajuan era yang ada”, kata Mentan Syahrul.

Kunjungan Kemenlu ke PPMKP merupakan tindak lanjut atas kunjungan Kepala PPMKP ke Pusdiklat Kemenlu beberapa waktu lalu guna melakukan koordinasi dan komunikasi lebih lanjut rencana kolaborasi.

** Nita/PPMKP

Cegah Tindak Kriminal, Jajaran Polsek Ciampea Rutin Patroli

0

Perkuat Sinergitas, Petugas Patroli Sambang Desa

Ciampea l Jurnal Bogor

Jajaran Polsek Ciampea Polres Bogor rutin melaksanakan patroli yang berada di kawasan Ciampea dan sekitarnya.

Patroli dengan disebut Sambang Desa guna memperkuat sinergitas antara petugas kepolisian dan Pemerintah Desa.

Kanit Patroli Polsek Cimapea AKP Asep Jamiat mengatakan, Sambang Desa dengan turun langsung ke-13 desa se- Kecamatan Ciampea tujuannya untuk menguatkan sinergitas dengan pemerintah dan stakeholder di wilayah Ciampea.

AKP Asep Jamiat yang merupakan mantan Kanit Reskrim di Polsek Leuwiliang yang kini baru 10 hari menjabat sebagai Kanit Patroli di Polsek Ciampea, menyatakan kehadirannya sekaligus memperkenal diri.

“Juga untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban, dan antisipasi gangguan kamtibmas ditengah masyarakat.” ujar AKP Asep Jamiat kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/9).

“Serta mengoptimalkan pencegahan gangguan kamtibmas.” kata dia.

Menurutnya, kehadiran petugas kepolisian tentu sangat sangat dinantikan masyarakat. Jadi, polisi sebagai pelayan harus dekat dengan masyarakat.

Dia memaparkan Sambang Desa dengan patroli keliling bersama anggotanya diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat akan bahaya tindak kriminal yang dapat meresahkan masyarakat.

“Dengan kehadiran patroli ke setiap desa minimal angka kriminalitas bisa menurun,” jelasnya.

Menurutnya, memperkuat senergitas dengan semua unsur diharapkan meminimalisasi penyebab timbulnya gangguan kamtibmas dan dapat diatasi sejak dini.

** Arip Ekon

Kementan Ajak Para Pemimpin Antisipasi Krisis Pangan Global Dengan Tiga “Jurus Jitu”

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus melakukan upaya antisipasi krisis pangan global yang kini tengah terjadi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengemukakan tiga strategi atau “jurus jitu” Kementerian Pertanian dalam mengantisipasi krisis pangan global.

“Ada tiga starategi atau “jurus jitu” yang harus kita lakukan dalam mengantisipasi krisis pangan global, yaitu kendalikan inflasi, konsumsi pangan lokal, dan tingkatkan kapasitas ekspor”, jelas Dedi dalam kesempatan memberikan materi pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di PPMKP Ciawi.

Di depan puluhan peserta pelatihan, Dedi mengajak para peserta untuk aware terhadap krisis pangan global

“Krisis pangan global sudah di depan mata, kita harus antisipasi krisis pangan jangan sampai singgah di bumi pertiwi ini”, seru Dedi

Lebih lanjut, Dedi menguraikan lebih detail langkah tiga “jurus jitu” yang menurutnya dapat mengantisipasi krisis pangan

“Kendalikan inflasi, caranya tingkatkan produktivitas tanaman cabai, bawang merah dan bawang putih, karena komoditas tersebut penyumbang terbesar inflasi, kemudian konsumsi pangan lokal. Stop konsumsi gandum, ganti dengan pangan lokal kita, seperti singkong, sagu atau sorgum, lalu genjot ekspor setelah kebutuhan domestik terpenuhi”, jelas Dedi.

Menteri Pertanian, Syahrul yasin Limpo pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama berkontribusi terhadap upaya pencapaian ketahanan pangan sebagai antisipasi krisis pangan global. Salah satunya “jurus” konsumsi pangan lokal. Menurutnya, pangan lokal merupakan bagian dari budaya, dan budaya tersebut harus dijaga dan ditingkatkan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Gerakan itu pun harus dimulai dari diri sendiri.

“Kita harus membiasakan diri mengkonsumsi pola makan yang sehat dengan pangan lokal yang baik, kita bisa karena terbiasa, kebiasaan ini juga saya terapkan ke diri sendiri, memang harus dipaksa sedikit, tapi pasti bisa, mulai dari diri sendiri dulu,” ajak Syahrul.

** Nita/PPMKP

Kavling Aruna Hills Beroperasi Saat Kejagung Blokir Desa Sukaharja

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Dua desa yang berada di Kecamatan Sukamakmur yakni Desa Sukamulya dan Sukaharja terkena blokiran Bapendda Kabupaten Bogor atas instruksi Kejaksaan Agung sehingga tidak bisa melakukan pembayaraan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) karena ada aset yang sedang dalam sitaan BLBI.

Namun disaat Desa Sukaharja berstatus terblokir tak menyurutkan pengusaha Kavling Aruna Hills mencari konsumen agar membeli lahan yang sedang dalam pengawasan Kejagung.

Pemerhati Lingkungan dan Infrastuktur Heri KH menyayangkan lambatnya tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor terkait penertiban kavling kebun ilegal sehingga mengakibatkan kesalahan-kesalahan baru dibuat kembali.

“Jika saat itu Pemda tegas untuk melakukan penutupan terhadap salah satu kavling ilegal saja mungkin pengusaha itu mikir 1000 kali untuk membuka usaha itu, tapi tindakan tersebut kan tidak dilakukan, Pemda hanya mempelototi berdirinya kavling ilegal,” tandas Heri kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/9).

Akhirnya, kata dia, kini terjadi masalah yang lebih ‘seksi’ terjadi, disaat pengusaha dari Kavling Kebun Aruna Hills berani melakukan aktivitas dilahan yang sedang berproses dengan aset BLBI. Ini sama dengan pemerintah membiarkan banyak korban atau konsumen yang terperosok kedalam persoalan lahan sengketa.

“Sudah jelas Desa Sukaharja sedang diblokir, harusnya ada tindakan tegas dari pemerintah setempat seperti Pemerintah Kecamatan dan Desa Sukaharja, tutup aktivitas itu. Jangan hanya jadi penonton, makin semrawut nanti persoalan ini jika Pemda tidak bisa menindak, berarti ada apa?. Dan disini pemerintah pusat harus turun tangan apalagi yang membuat rekomendasi pemblokiran atas Desa Sukaharja untuk validasi BPHTB adalah Kejagung, Kejagung harus hadir dalam persoalan ini,” tandasnya. 

Lebih lanjur Heri mengatakan, jangan biarkan persoalan Kampung Kurma terulang lagi. Dan untuk Kejagung dan BLBI pun mohon untuk segera memastikan lahan mana yang pernah diagunkan oleh Darmawan Lee kepada BLBI. “Jangan jerumuskan konsumen dengan pembiaran yang harusnya tidak dilakukan oleh pemerintah,” tandasnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Agung Fikri sebagai owner Kavling Aruna Hills tidak memberikan tanggapan apapun.

Sebelumnya Koordinator Lapangan Bappenda Itang menjelaskan dua desa di Kecamatan Sukamakmur sedang diblokir atas arahan dari Kejagung mengingat hampir sebagian lahan di dua desa tersebut menjadi aset sitaan BLBI yang diagunkan oleh Darmawan Lee.

** Nay Nur’ain

Kabulkan Keinginan Warga, Pemdes Parakanmuncang Bangun Stadion Mini

0

Naggung l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mewujudkan sarana olahraga dengan membangun lapangan sepakbola yang berlokasi di Kampung Cogreg RT 02 RW 03 Dusun 02.

Tokoh masyarakat setempat Dayat Firmansyah mengaku bersyukur dengan dibangunnya lapangan Cogreg. Pasalnya, keinginan warga Parakanmuncang adanya lapangan sepak bola kini terjawab sudah.

“Impian masyarakat ingin adanya lapangan desa, alhamdulillah direspons baik Pak Kades. Diatas lahan satu hektare, target untuk dijadikan stadion mini seluas 100×100 meter per segi,” ujar Dayat Firmansyah kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/9).

Dayat Firmansyah yang merupakan penggiat sepak bola sejak 1982 yang saat ini masih aktif  sebagai wasit bercita cita mengembangkan sarana olahraga dikemas menjadi wisata olahraga.

“Mudah-mudahan  lapangan ini terwujud  sampai difungsikan sebagaimana mestinya. Potensi pemain muda sepakbola di Desa Parakanmuncang terbilang cukup banyak. Ada yang masuk SSB bahkan ada yang masuk Porda Jabar,” jelas Dayat.

Dia mengharapkan meski pembangunan fasilitas penunjang olahraga lainnya direncanakan tahun mendatang, namun paling tidak proses pemerataan lahan bisa rampung sekarang ini.

Menurut Dayat, seandainya pemerataan lahan lapangan hingga tahun mendatang, khawatir tahun 2023  akses alat berat itu tidak  semudah sekarang ini.

“Nah, sekarang alat berat bisa lewat, namun tahun 2023 itu belum tentu. Jadi, ini kesempatan, paling tidak  proses pemerataan untuk stadion itu bisa selesai tahun ini,” harap Dayat.

Dia juga menjelaskan, masyarakat desa menginginkan lapangan sepak bola yang luas sehingga bisa digunakan untuk kegiatan lainnya. Dengan adanya stadion mini generasi muda dapat mengembangkan potensinya.

“Sejalan dengan dukungan semua pihak terutama dari Pemerintah Desa,” jelasnya.

Pemerataan lapangan sendiri menggunakan alat berat yang didanai dari anggaran CSR PT Antam.

Sedangkan Ketua RW 03 Kampung Cogreg, Sanju bersama masyarakat dan anggota linmas lainnya ambil bagian dalam menundukung jalannya pembangunan dengan mengamankan alat berat yang digunakan pemerataan lapangan tersebut.

“Dibangunnya stadion olahraga, kami bersama masyarakat sangat mendukung. Bahkan setiap malam, bersama masyarakat, Linmas kebagian jaga mengamankan alat berat,” imbuh RW Sanju.

Sementara dukungan pembangunan lapangan Cogreg datang dari berbagai pihak, termasuk kepala Dusun 01 Andi Suwandi dan masyarakat sekitar Didin mengakui momentum ini sangat tepat karena keberadaan fasilitas olahraga seperti lapangan sepakbola sangat dinantikan warga.

“Sangat tepat kalau pemerataan lahan yang akan dijadikan lapangan bisa rampung tahun ini, sebab  tahun 2023 mendatang pemerintah desa bisa fokus merencanakan membangun fasilitas lainnya,” ujar Didin.

Kepala Desa Parakanmuncang  Mauludin mengaku telah menjawab keinginan warga dengan dibangunnya lapangan sepakbola yang sudah tercetus sejak lama. “Diupayakan pemerataan lapangan berjalan hingga selesai dan fasilitas pendukung tahun depan,” ujarnya.

** Arip Ekon

Drainase yang Dibangun CV Makmur Disebut Serobot Tanah Warga

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pekerjaaan pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai di Kampung Pabuaran RT 04 RW 10 Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor diprotes warga. Pasalnya pembangunan drainase tersebut diduga menggunakan lahan milik warga.

Pekerjaan tersebut dikerjakan CV Makmur HMC dan Konsultan Pengawas dari PT. Dua Tunas Sejahtera yang memakan anggaran sebesar Rp 440.000.000.

Pemilik tanah Samen mengatakan, dengan adanya pembangunan drainase ini tanah miliknya terpakai sekitar 40cm dan tidak ada konfirmasi baik dari kontraktor maupun konsultan terlebih dahulu.

“Sekarang tanah saya yang kena sekitar 40cm kalau dikali 10 aja istilahnya udah berapa, memang tidak banyak yang terpakainya, namun demikian tetap disebut sebagai penyerobotan. Umpama sekarang kenanya hanya 4 meter tetap mah pajak kita yang bayar, dia mah gak mungkin mau bayar,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/9/).

Dia pun merasa kecewa terhadap ketua lingkungan, dimana saat itu mengatakan proyek drainase ini tidak akan mengenai tanah warga.

“Saya merasa kecewa pada RW, waktu itu dia bilang, iya tidak makan tanah warga nyatanya sekarang makan tanah saya. Sebelumnya saya sudah bicara dengan RW, saya tidak mau tanah saya kena dari pembangunan ini. Kata RW ya nanti saya mundurin lagi ke sana ga apa apa, karena saat itu saya setuju, soalnya dia bilang diluar patok pasangnya, gak taunya masangnya lewat masuk dalam patok tanah saya,” bebernya.

Lebih lanjut ia memaparkan, adanya pekerjaan yang mengenai tanah miliknya, pekerjaan ini pernah disetop untuk tidak dilanjutkan sampai urusan selesai.

“Makanya kemarin saya setop, selama 3 hari tidak ada yang kerja, sekarang mulai kerja lagi. Kata mandornya bilang bagaimana saya dengan pak RW, saya bilang ke mandornya pak RW suruh datang aja ke rumah saya nemuin saya, sampai sekarang dari pihak RW tidak datang,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Penghijauan dan Cegah Longsor, Area TPAS Galuga Ditanami Ribuan Pohon

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor 

Sebanyak 2000 bibit pohon ditanam di area penyangga antara Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga dengan area masyarakat sebagai upaya penghijauan. Warga juga berharap dibuatkan Tanggul Penahan Sampah (TPS).

“Kami melakukan tanam pohon bekerjasama dengan pihak Perhutani mengundang Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Muspika dan para ormas serta masyrakat untuk melakukan penanaman pohon,” kata Sekretaris Forum Masyarakat 3 Desa, Irfan kepada wartawan, Rabu (21/9).

Irfan mengatakan, penamaan ribuan pohon dari Perhutani itu dilakukan di area sekitar tempat milik TPAS DLH Kota Bogor karena area tersebut dekat dengan pertanian warga bahkan tidak jauh dari pemukiman.

“Apalagi belum lama ini dilokasi tersebut telah terjadi longsor yang berdampak pada area pertanian warga,” katanya.

Ketua Forum Masyarakat Dukuh (Fosmadu) Gojal mengatakan, mayarakat dari tiga desa terlebih Desa Dukuh yang terdampak langsung longsoran dari TPAS milik Pemkot Bogor berharap kejadian  itu tidak terulang lagi dan minta dibuatkan tanggul untuk mengantisipasi longsor susulan dan juga dibuat saluran alir.

“Karena selama ini air licit itu ketika turun hujan apalagi mengalir ke areal pertanian warga bahkan ke pemukiman tentu ini harus ada penahan khusus dan skala primata dari DLH Kota Bogor maupun Kabupaten,” kata Gojal.

Menagggapi hal itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Denis Wismanto akan mengupayakan usulan warga tersebut.

“Insya Allah kita memiliki perjanjian yang ditandatangani oleh bupati dan walikota apa yang tertuang komitmen dalam perjanjian insya Allah itu bisa jadi prioritas,” katanya.

Tapi kalau yang diluar itu pasti ada skala prioritas lagi dan prosesnya tidak bisa langsung direalisasikan. Namun untuk saluran air dalam waktu dekat kata dia, tahun ini akan perbaiki.

“Terjadinya longsor itu ada peringatkan volume sampah apalagi area kita itu satu hamparan dengan milik Pemkab Bogor,” katanya.

Sementara Camat Cibungbulang, Agung mengatakan, kegiatan menanam pohon ini  merupakan kegiatan berdampak positif terhadap lingkungan buffer zone di arena pembuangan sampai yang semakin hari semakin meningkat volumenya.

“Yang paling cepat yang kita rasakan ya ini menjadi cadangan oksigen bagi masyarakat,” katanya

Terkait penanganan  longsor yang tempo hari terjadi, pihaknya sudah rapat dengan DLH Kota maupun Kabupaten Bogor.

“Sudah disampaikan beberapa opsi keinginan masyarakat atau usulan-usulan masyarakat kami sedang menunggu tindak lanjut dari rapat itu yang katanya akan dirapatkan secara internal antara DLH dan juga pihak Pemda,” tukasnya.

** Andres

BHPRD 2022 Turun, Kades Gunung Putri Pertanyakan Cara Hitung Bappenda

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri mengeluhkan turunnya angka Bagi Hasil Pendapatan Retribusi Daerah (BHPRD) yang hanya Rp100 juta di tahun 2022 ini.

Menurutnya, untuk tahun 2022 Desa Gunung Putri sudah lunas pajak, namun yang membuat dirinya bingung mengapa bisa turun sampai sejauh itu. Padahal tahun sebelumnya mencapai 600 juta.

“Yang ingin kami tanyakan kepada Bappenda ialah bagaimana cara penghitungan bagi hasil pajak ini, seperti apa rumusnya, dan berapa total pajak yang dihasilkan oleh desa,” jelas A Heri kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/09).

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebaiknya ada keterbukaan terkait bagi hasil pajak ini agar desa ini juga tahu, berapa persentase yang harus didapat desa dari bagi hasil pajak. Jangan sampai sudah berupaya membuat desa lunas pajak harus kecewa dari bagi hasil pajak yang ditetapkan oleh Bappenda.

“Mungkin kami akan bersama-sama mempertanyakan cara hitung-hitungan Bappenda dalam membagi hasil pajak ini, karena selama ini kami tidak diberitahu teknis pembagiannya seperti apa?, Jadi seolah-olah terima saja apa yang dibagikan,” cetus Damanhuri.

Oleh karena itu dia berharap ada keterbukaan dari Pemda terkait bagi hasil pajak agar Pemerintah Desa juga bisa paham cara hitung-hitungan pajak yang dipakai Pemerintah Daerah.

** Nay Nur’ain

Si Paris Bakal Gebrak Peningkatan Wisata Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Sistem Informasi Pariwisata Sukamakmur (Si Paris) berbasis web akan memberikan kemudahan bagi wisatawan sehingga bisa mendongkrak wisata yang ada di Sukamakmur.

” Kita melakukan sosialisasi Si Paris kepada pengelola wisata hingga lapisan masyarakat yang ada di Kecamatan Sukamakmur,” ujar Camat Sukamakmur, Bakri Hasan, Rabu (21/9).

Menurutnya, adanya Si Paris ini untuk pengembangan wisata melalui jaringan yang lebih luas seperti mempromosikan lewat media sosial hingga lainnya. Apalagi Sukamakmur sendiri memiliki puluhan wisata, baik wisata alam maupun wisata buatan.

“Si Paris berguna juga untuk menarik investor pengembangan wisata di Sukamakmur, intinya untuk menarik minat wisatawan agar berkunjung ke Sukamakmur,” jelasnya kepada Jurnal Bogor.

Bukan hanya itu, Si Paris pun nantinya berguna bagi para investor yang akan melakukan pembangunan wisata agar mengetahui zona rawan tidaknya lokasi tersebut

“Tidak semua tempat di Sukamakmur boleh membangun wisata, ada zona rawan bencana yamg dilarang keras membangun wisata, tanpa adanya perizinan hingga kajian lainnya, nanti dijabarkan disistem si Paris ini,” terangnya.

Dia berharap dengan adanya Si Paris ini dapat mendokrak peningkatan wisata di Kecamatan Sukamakmur, namun mengaku ada kendala fasilitas infrastruktur jalan yang kurang memadai.

“Dengan dibangunnya jalan mungkin lebih mempermudah wisatawan menjangkau area wisata Sukamakmur. Semoga saja bisa diperbaiki,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Desa Bojong Nangka Digeruduk Kades se-Kabupaten Merangin Jambi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor mendapat kunjungan dari para kepala desa dan Badan Pengawas Desa (BPD) se-Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Rabu (21/9).

Kunjungan tersebut untuk peningkatan kapasitas kepala fesa dan BPD dalam hal administrasi pemerintah desa.

Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir mengatakan, selain peningkatan kapasitas kepala desa dan BPD, yang menjadi obyek kepala desa se-Kabupaten Merangin ialah terkait beberapa laporan-laporan desa.

“Seperti RPJMDES, RKPDES, LPPD Desa, APBDes, serta hal hal yang menyangkut kemasyarakatan,” ujar Amir kepada Jurnal Bogor di aula Desa Bojong Nangka.

Amir menyebutkan, mereka sangat antusias mengunjungi Desa Bojong Nangka serta merespons baik sistem pemerintahannya karena mendapatkan banyak hal-hal baru untuk bisa diterapkan di Kabupaten Merangin. Dengan begitu, Pemerintah Desa Bojong Nangka pun mengapresiasi kepala desa dan BPD yang telah mengunjunginya.

“Tetapi mereka lebih fokus, dan intens menanyakan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat, seperti pelayanan online, kemudian juga desa berbasis digital dan sebagainya,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, tamu yang hadir merupakan kepala desa yang baru dilantik pada Juni lalu yang baru menjabat selama tiga bulan.

“Yang hadir kurang lebih sebanyak 70 orang, dipimpin langsung oleh DPMD Provinsi Jambi, dan para camat yang mendampingi rombongan tersebut,” sebut Amir.

 Pemerintah Desa Bojong Nangka juga mengharapkan masukan dan saran dari pengalaman para kepala desa Kabupaten Merangin tersebut. “Yang mungkin cocok bisa diterapkan disini,” tandas Amir.

Diakhir acara, Camat Gunung Putri Kabupaten Bogor menerima pelakat berupa Kujang dan Golek Semar yang diberikan Kepala Dinas DPMD Provinsi Jambi.

** Nay Nur’ain