34.9 C
Bogor
Sunday, November 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 8

Kementan Perkuat Tata Kelola Pengadaan melalui Pelatihan dan Uji Kompetensi PBJP

0

Bogor | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) untuk memperkuat tata kelola pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJP) yang profesional, transparan, dan akuntabel. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan dan Uji Kompetensi PBJP Level 1 lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) yang resmi dibuka secara daring pada Senin (19/10/2026) di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Ciawi, Bogor.

Penguatan kompetensi pengadaan menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan program pembangunan pertanian. Melalui pengelolaan pengadaan yang tepat, anggaran pemerintah diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan program, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong penguatan tata kelola dan efektivitas penggunaan anggaran untuk mendukung pembangunan pertanian, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Dalam upaya tersebut, pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan sesuai ketentuan, dengan mengedepankan profesionalisme dan akuntabilitas, menjadi salah satu faktor penting bagi keberhasilan program strategis Kementan.

Sejalan dengan hal itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ASN yang terlibat dalam pengadaan barang/jasa merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan.

Dalam arahannya pada pembukaan pelatihan, Idha menyampaikan bahwa peserta perlu memahami kebijakan, prinsip, etika, prosedur, serta tata kelola pengadaan barang/jasa pemerintah agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Kompetensi tersebut diperlukan untuk menyelaraskan kebutuhan program pembangunan pertanian dengan perencanaan pengadaan yang berkualitas. Selain itu, aparatur diharapkan mampu mengidentifikasi dan memitigasi risiko, mencegah potensi penyimpangan, serta memastikan setiap penggunaan anggaran sesuai ketentuan dan berorientasi pada hasil.

Idha juga menekankan bahwa pengadaan barang/jasa harus berkontribusi langsung terhadap pencapaian sasaran pembangunan pertanian, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, dukungan penerapan teknologi, hingga peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan. Karena itu, setiap proses pengadaan perlu mempertimbangkan aspek efisiensi anggaran, kualitas barang dan jasa, keberlanjutan, serta manfaatnya bagi pelaksanaan program dan kesejahteraan petani.

Pelatihan dan Uji Kompetensi PBJP Level 1 lingkup BPPSDMP diselenggarakan melalui kerja sama Sekretariat BPPSDMP, BBPMKP, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Kegiatan ini diikuti 40 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan BPPSDMP.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen BBPMKP dalam mendukung pengembangan kompetensi ASN, khususnya di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah.

“Melalui pelatihan dan uji kompetensi ini, kami berharap para peserta tidak hanya memahami ketentuan dan prosedur pengadaan barang/jasa, tetapi juga mampu menerapkannya secara profesional, transparan, dan akuntabel dalam pelaksanaan tugas. Kompetensi tersebut penting untuk memastikan pengelolaan anggaran berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi pembangunan pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, BBPMKP terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan melalui kolaborasi dengan LKPP dan BPPSDMP. Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan pengembangan kompetensi aparatur sesuai dengan kebutuhan organisasi sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Pelatihan dilaksanakan dengan metode blended learning selama 52 jam pelajaran (JP). Tahap pembelajaran melalui e-learning berlangsung pada 19–30 Oktober 2026, dilanjutkan pembelajaran tatap muka pada 5–6 November 2026, serta ujian sertifikasi pada 7 November 2026 di BBPMKP, Ciawi, Bogor.

Selama proses pembelajaran, peserta mendapatkan pendampingan dari fasilitator tersertifikasi LKPP. Melalui rangkaian pelatihan dan uji kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip pengadaan yang efektif, efisien, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel dalam pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing.

Peningkatan kompetensi pengelola pengadaan ini diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan kompetensi, tetapi juga tercermin dalam kualitas perencanaan dan pelaksanaan pengadaan di lingkungan BPPSDMP. Dengan demikian, pengelolaan belanja pemerintah dapat semakin akuntabel, pelaksanaan program pembangunan pertanian berjalan optimal, dan upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dapat didukung secara lebih efektif.

(Restu/BBPMKP)

Harapkan Beri Dampak Positif Bagi Dunia Kesehatan, RSUD R.Moh Noh Nur Lepas 16 Dokter Internship

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menggelar acara Yudisium Pelepasan Peserta Dokter Internship Indonesia Angkatan IV Periode November 2025 – November 2026 pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini menjadi penanda purna tugas bagi 16 dokter muda yang telah menyelesaikan masa pengabdian dan praktik klinik di RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang serta puskesmas wahana pendamping.

Acara yudisium ini dihadiri langsung oleh Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS, Wakil Direktur Pelayanan dr. Esther Melanni, M.Kes, Kepala Bidang Medik dr. Rosmalina Agustina, MARS, Ketua Tim Pelayanan dan Pengembang Medik dr. Lydia Meilani Puspa Dewi, serta Ketua Komite Medik dr. Dadang Herdiana, Sp.PD. Turut hadir dokter pendamping dari fasilitas pelayanan kesehatan wahana, yakni dr. Kurnia Utami (RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang), dr. Farida Indriawati (Puskesmas Leuwisadeng), dr. Noor Alya (Puskesmas Jasinga), serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi evaluasi oleh para dokter pendamping, dilanjutkan dengan arahan dan pernyataan koordinasi wahana oleh Direktur Rumah Sakit serta arahan dari Ketua Komite Medik. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berkas surat selesai pelaksanaan internship secara simbolis oleh perwakilan peserta, yaitu dr. Tasya Nabiila Edlin (Ketua Internship Angkatan IV) dan dr. Muhamad Raihan Ramadhan T.

Berikut adalah poin-poin penting yang mengemuka dalam acara Yudisium Dokter Internship Angkatan IV:

Penyelesaian Masa Pengabdian: Sebanyak 16 dokter dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia berhasil menyelesaikan program internship selama satu tahun di wilayah kerja Kabupaten Bogor.

Evaluasi & Penguatan Kompetensi: Para dokter pendamping mengapresiasi kinerja, dedikasi, serta integritas para dokter muda selama memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat di RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Puskesmas Leuwisadeng, dan Puskesmas Jasinga.

Serah Terima Berkas Resmi: Penandatanganan berkas selesai internship menjadi bukti kelulusan administrasi dan klinis dokter internship dalam menjalankan tugas medis.

Apresiasi dan Kesan Pesan: Perwakilan peserta menyampaikan terima kasih atas bimbingan para dokter senior dan manajemen rumah sakit, dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan serta doa penutup oleh dr. Muhamad Akbar Ramadhan.

“Kami mengapresiasi dedikasi dan kontribusi seluruh dokter internship Angkatan IV selama bertugas. Semoga pengalaman klinis dan bimbingan yang didapat di RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang serta puskesmas wahana menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas profesi kedokteran yang berintegritas di masa depan,” ujar Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS, dalam arahannya.

Pihak manajemen rumah sakit secara tidak langsung menyampaikan harapan agar para dokter lulusan internship ini dapat terus menjaga kode etik kedokteran, meningkatkan kualitas pelayanan medis, serta memberikan dampak positif bagi dunia kesehatan di mana pun mereka bertugas kelak.

Acara yudisium diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh jajaran manajemen, dokter pendamping, dan peserta dokter internship. RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang terus berkomitmen untuk mendukung program pendidikan dan pelatihan kedokteran demi mencetak tenaga medis yang profesional dan berdaya saing tinggi.

(say/cc)

Hari Osteoporosis Sedunia, RSUD R.Moh.Noh Nur Senam Sehat dan Edukasi Kesehatan

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Sedunia, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menggelar kegiatan Senam Sehat dan Edukasi Kesehatan pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 07.30 WIB bertempat di Lapang W.R. Supratman. Kegiatan ini menyasar para pegawai rumah sakit yang sedang tidak bertugas dalam pelayanan langsung, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebugaran internal serta pencegahan pengeroposan tulang sejak dini.

Melalui rangkaian Senam Sehat bersama dan edukasi interaktif, rumah sakit berkomitmen untuk mendorong gaya hidup aktif serta meningkatkan pemahaman staf dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kepadatan tulang.

Poin-poin penting yang disosialisasikan dalam kegiatan peringatan Hari Osteoporosis Sedunia ini meliputi:

Peningkatan Kebugaran Fisik: Mengajak jajaran pegawai dan masyarakat untuk rutin berolahraga guna menjaga kekuatan otot dan kepadatan tulang.

Edukasi Pencegahan Osteoporosis Sejak Dini: Mengidentifikasi faktor risiko osteoporosis serta langkah-langkah pencegahannya melalui asupan gizi seimbang (kalsium dan vitamin D) dan aktivitas fisik teratur.

Pembentukan Kebiasaan Hidup Aktif: Mengampanyekan pentingnya menjaga mobilitas fisik sehari-hari agar kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.

“Mari tingkatkan kebugaran dan kenali cara menjaga kesehatan tulang untuk mencegah osteoporosis sejak dini. Tulang sehat, tubuh kuat, tetap aktif bergerak!” seru perwakilan penyelenggara saat mengajak seluruh peserta mengikuti jalannya senam sehat.

Secara tidak langsung, pihak manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang juga menyampaikan bahwa kesehatan fisik pegawai merupakan modal utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat, sehingga kegiatan promotif dan preventif harus dimulai dari lingkungan internal rumah sakit.

Melalui peringatan Hari Osteoporosis Sedunia ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berharap semangat untuk hidup sehat dan aktif terus menginspirasi seluruh civitas hospitalia dan masyarakat Kabupaten Bogor.

(say/cc)

Dukung Gerakan Indonesia Asri, RSUD R.Moh.Noh Nur Aktif Korve Bersama

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka mendukung program nasional menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan sehat, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berpartisipasi aktif dalam aksi “Korve Bersama Kabupaten Bogor Dukung Indonesia Asri” yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan aksi kebersihan lingkungan ini diselenggarakan serentak di wilayah Kabupaten Bogor sebagai wujud komitmen daerah dalam menyukseskan Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.

Melalui gerakan gotong royong ini, jajaran manajemen dan pegawai RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang bahu-membahu membersihkan area internal maupun lingkungan sekitar fasilitas pelayanan kesehatan. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa keberadaan lingkungan yang asri, resik, dan tertata rapi merupakan bagian tak terpisahkan dari standar pelayanan kesehatan paripurna untuk menjamin kenyamanan pasien serta pengunjung.

Poin-poin utama sasaran kegiatan Korve Bersama dalam mendukung Gerakan Indonesia Asri ini meliputi:

Pembersihan dan Pemilahan Sampah: Aksi bersih-bersih massal di area lingkungan kerja, taman, fasilitas umum, dan akses sekitar rumah sakit.

Penataan dan Penghijauan Lingkungan: Pemeliharaan tanaman dan area hijau untuk menciptakan suasana fasilitas kesehatan yang asri, sejuk, dan ramah lingkungan (green hospital).

Penguatan Budaya Gotong Royong: Membangun kepedulian bersama antarpegawai dan masyarakat sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

“Kebersihan lingkungan fasilitas kesehatan adalah cermin dari mutu pelayanan. Melalui Korve Bersama ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang siap mendukung penuh Gerakan Indonesia Asri demi mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman, dan asri bagi seluruh masyarakat,” ujar perwakilan manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang.

Secara tidak langsung, pihak manajemen juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif rumah sakit dalam aksi Korve Bersama ini merupakan bentuk keselarasan program kerja RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang dengan arahan Pemerintah Kabupaten Bogor serta arahan nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mewujudkan keberlanjutan lingkungan (Indonesia Asri).

Aksi Korve Bersama ini diharapkan dapat terus membudaya dan menjadi agenda rutin di lingkungan kerja rumah sakit, sehingga menciptakan dampak positif bagi kesadaran kebersihan lingkungan masyarakat Kabupaten Bogor yang Istimewa dan Gemilang (Tegar Beriman).

(say/cc)

FMBI Desak Presiden Perhatikan Masyarakat Terdampak Karhutla di Kalimantan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Aliansi Forum Mahasiswa Bergerak Indonesia (FMBI) menggelar aksi penyampaian aspirasi di Jalan Jalak Harupat, Kota Bogor, tepatnya di depan Istana Presiden, Senin (19/10/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak Presiden agar memberikan perhatian serius terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Mereka meminta pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak akibat bencana tersebut.

Koordinator Forum Mahasiswa Bergerak Indonesia (FMBI), Muhammad Rizqi Firmansyah, mengatakan mahasiswa akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat Kalimantan dan mendorong pemerintah agar tidak mengabaikan kondisi warga yang terdampak bencana.

“Kami mendesak Bapak Presiden agar melihat masyarakat yang ada di Kalimantan atas bencana karhutla ini. Kami sebagai mahasiswa akan selalu turun untuk menyuarakan aspirasi ini,” ujar Muhammad Rizqi Firmansyah.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak bencana sekaligus upaya untuk menyampaikan suara masyarakat kepada pemerintah.

FMBI menegaskan akan terus mengawal persoalan karhutla di Kalimantan dan menyuarakan aspirasi masyarakat hingga mendapatkan perhatian serta tindak lanjut dari pemerintah.

(Arif Rizky Effendi/mg-uika)

Latihan Kader 1 HMI Cabang Kota Bogor Komisariat Agama Islam UIKA Bogor Digelar di Cisarua

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor Komisariat Agama Islam UIKA Bogor menggelar kegiatan Latihan Kader 1 (LK 1) di Villa Zaitun, Cisarua, Kabupaten Bogor, pada 16–18 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah mahasiswa yang menjadi peserta kaderisasi HMI. LK 1 merupakan salah satu tahapan awal dalam proses pengkaderan HMI yang bertujuan membentuk dan mempersiapkan mahasiswa agar memiliki wawasan keislaman, keilmuan, serta kemampuan berorganisasi.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dan materi yang telah disiapkan oleh panitia. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi peserta untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta membangun rasa kebersamaan antarkader.

Digelar Selama Tiga Hari

Pelaksanaan LK 1 berlangsung mulai Jumat hingga Minggu, 16–18 Oktober 2026, dengan suasana kegiatan yang diwarnai kebersamaan antara peserta dan panitia.

(Arif Rizky/mg-uika)

Kades Curugbitung: Makna Hidup Sesungguhnya Adalah Rasa Syukur

0

Nanggung l Jurnal Bogor ‎
‎Kepala Desa Curugbitung, Nanggung Kabupaten Bogor Maman Lukmanul Hakim berbagi pandangannya perihal hidup yang bisa menginspirasi. Sebagai manusia dengan bertambahnya usia yang semula mengejar kesenangan atau validasi, kini prioritas bergeser dengan belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

‎Hal ini tak lepas dari bertambahnya usia dan pola pikir pun berubah dimana lebih penting menjaga kestabilan emosi dan lebih menghargai ketenteraman.

‎Menurut Kades Maman Lukmanul Hakim, kebahagiaan tidak diukur dari pencapaian besar atau gemerlap mewahnya yang menjadi hiasan semata, melainkan  bagaimana terus berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik dengan tenang dan sabar.

‎‎”Karena makna hidup yang sesungguhnya  adalah rasa syukur,” kata Maman Lukmanul Hakim, Senin (19/10/2026).

‎‎”Rasa syukur dengan tidak banyak menuntut atau terlalu berambisi dan berpikir lebih realistis. ‎Tanpa kita sadari, dengan  diberikannya kesehatan atau kebahagian, maka ketenangan itu didapat, bagaimana cara kita mensyukurinya,” ungkapnya.

‎‎(Arip Ekon)

‎

‎

‎

‎

‎

Dorong Sektor Pertanian di Batutulis Berkembang, Antam Salurkan Sprayer dan Pupuk ke Petani

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎PT. Antam Tbk UBPE Pongkor secara berkala memberikan alat mesin pertanian (alsintan) seperti hand sprayer elektrik serta pupuk kepada kelompok tani di Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.‎

‎‎Tujuh sprayer elektrik dengan  menggunakan daya baterai  dilengkapi motor listrik diberikan ke petani bunga sedap malam di Desa Batutulis.‎

‎‎”Sprayer elektrik bisa memompa cairan secara otomatis yang bisa membantu aktivitas para petani,” ujar Manajer CSR PT Antam Arif Rahman Shaleh, Senin (19/10/2026).‎

‎Sprayer ini menggantikan pompa manual dengan tangan sehingga sprayer elektrik dapat mempermudah kerja para petani.‎

‎‎Menurutnya, langkah modernisasi ini juga untuk membantu para petani dapat  mengendalikan serangan hama pada tanaman lebih cepat.‎

‎‎”Diharapkan  bantuan sprayer tersebut  dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” harapnya.‎

‎Tak hanya itu, PT Antam dalam menjalankan komitmennya terus mendukung salah satu program ketahanan pangan yang digagas para petani secara berkelanjutan di lingkup Kecamatan Nanggung.‎

‎”Kami mendukung sektor pertanian mulai perbaikan irigasi di Batutulis, maka termasuk mesin traktor pun bisa diusulkan sesuai kebutuhan para petani,” tandas Arif Rahman Shaleh. ‎

(Arip Ekon)

‎

‎

‎

‎

Satuan Transmisi TVRI Gunung Tela Terbengkalai Sejak 2016, Direncanakan Aktif Kembali

0

Cigudeg | Jurnal Bogor
Satuan Transmisi TVRI Gunung Tela yang berada di Cirangsad, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor tampak terbengkalai setelah tidak beroperasi sejak sekitar 2016.

Pantauan Jurnal Bogor pada Sabtu (18/10/2026), sejumlah bangunan di kawasan tersebut terlihat mengalami kerusakan. Bagian atap beberapa bangunan tampak lapuk, sementara dinding dan sejumlah fasilitas lainnya terlihat membutuhkan perawatan.

Di bagian depan lokasi masih terdapat papan nama bertuliskan “Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia – Satuan Transmisi Gunung Tela”. Selain itu, terdapat pula papan peringatan terkait bahaya tegangan tinggi serta larangan masuk bagi masyarakat umum.

Meski sudah lama tidak digunakan, kawasan tersebut masih dijaga dan terdapat petugas keamanan. Salah seorang petugas keamanan, Fahri, mengatakan fasilitas tersebut sudah tidak beroperasi sejak sekitar 2016.

“Sudah hampir satu dekade tempat ini tidak digunakan. Namun, bukan berarti akan dibiarkan begitu saja. Ada rencana TVRI untuk kembali mengaktifkan fasilitas ini, diperkirakan mulai 2027 sampai 2030,” kata Fahri.

Menurut Fahri, rencana pengaktifan kembali tersebut membuat keberadaan fasilitas transmisi TVRI Gunung Tela masih dipertahankan hingga saat ini.

Sementara itu, menara transmisi yang berada di kawasan tersebut masih terlihat berdiri kokoh di antara bangunan yang kondisinya mulai mengalami kerusakan. Jika nantinya kembali diaktifkan, fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kembali fungsi penyiaran TVRI di wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

(Maulida Intan Susanti/mg-uika)

Kedatangan Rombongan Pejabat ke Istana Bogor, Lalu Lintas Pusat Kota Padat Merayap

0

Bogor | Jurnal Bogor
Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan pusat Kota Bogor mengalami kepadatan pada Jumat  (16/10/2026) malam, bertepatan dengan kedatangan sejumlah pejabat negara ke Istana Kepresidenan Bogor untuk menghadiri pertemuan yang diundang Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan foto kondisi lalu lintas, antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat memenuhi ruas jalan pada malam hari. Kepadatan juga terjadi di sekitar Istana Bogor, jalur Sistem Satu Arah (SSA), Kebun Raya Bogor, kawasan Alun-Alun Bogor dan Stasiun Bogor. Situasi ini memperlambat perjalanan masyarakat, terutama pada jam sibuk.

Kemacetan terjadi saat rombongan pejabat ke Istana Bogor

Sejumlah pejabat negara mulai memasuki kawasan Istana Bogor melalui Pintu 3 sekitar pukul 18.00 WIB. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengatakan kehadirannya memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto.

”Kita memenuhi undangan Pak Presiden pada malam ini. Ya, saya yakin pasti ada agenda penting,” kata Arif saat ditanya awak media mengenai agenda pertemuan tersebut.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai arahan yang akan disampaikan Presiden, Arif menjawab, “Nanti setelah acara selesai ya.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa rincian agenda pertemuan belum dijelaskan kepada awak media saat kedatangan para pejabat.

Kedatangan rombongan pejabat yang berlangsung bersamaan dengan tingginya aktivitas kendaraan malam hari menjadi salah satu konteks yang perlu diperhatikan dalam kondisi lalu lintas di pusat Kota Bogor.

Kepadatan kendaraan berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat yang melintasi kawasan pusat kota. Pengendara diimbau untuk memantau informasi lalu lintas terbaru dari pihak berwenang, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan arus kendaraan.

(Najwa Putri Maulida/mg-uika)