34.9 C
Bogor
Sunday, November 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 7

UIKA Bogor Bidik Penguatan Mutu Pendidikan Tinggi melalui Kolaborasi Indonesia–Malaysia

0

Bogor | Jurnal Bogor — Penguatan mutu pendidikan tinggi menjadi salah satu fokus dalam pertemuan Rektor Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., dengan Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, di Kantor Perdana Menteri Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu (21/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pendidikan tinggi Indonesia – Malaysia sebagai upaya memperluas jejaring akademik dan mendukung pengembangan institusi pendidikan.

Bagi UIKA Bogor, kolaborasi internasional menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kualitas pendidikan melalui hubungan antar perguruan tinggi. Kerja sama tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta perluasan wawasan akademik dalam menghadapi tantangan pendidikan di tingkat global.

Dalam pertemuan itu, Anwar Ibrahim menyampaikan dukungan terhadap pengembangan UIKA Bogor melalui peluang kerja sama teknis, terutama dengan perguruan tinggi. Dukungan tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh institusi pendidikan kedua negara.

Penguatan pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga dengan pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial lulusan. Dalam pertemuan tersebut, Anwar Ibrahim turut menekankan pentingnya nilai empati, keadilan, dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat dalam membentuk generasi pemimpin masa depan.

Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen UIKA Bogor dalam mengembangkan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, integritas moral, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui semangat Iman, Ilmu, dan Amal, UIKA berupaya menempatkan pendidikan sebagai sarana pengembangan kompetensi sekaligus pembentukan karakter mahasiswa.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun (YPIKA) Bogor, Fathurrahman Mahfudz, dan Wakil Rektor UIKA Bogor, Dr. Budi Susetyo.

Penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih konkret antara institusi pendidikan tinggi Indonesia dan Malaysia. Dengan penguatan jejaring akademik, perguruan tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan lulusan yang kompeten, berintegritas, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat.

(Najwa Putri Maulida/mg-uika)

Diguyur Hujan, Massa Aksi Tetap Bertahan dan Lanjutkan Demonstrasi di Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Hujan yang mengguyur kawasan sekitar Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/1 Bogor tidak menyurutkan semangat massa aksi untuk melanjutkan demonstrasi. Meski harus duduk di atas jalanan yang basah, para peserta aksi tetap bertahan dan menyuarakan aspirasi mereka di tengah guyuran hujan.

Pada Kamis (22/10/2026) sore, massa aksi terpantau masih bertahan di kawasan Denpom III/1 Bogor meskipun hujan terus mengguyur lokasi demonstrasi. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak mematahkan semangat para peserta untuk tetap menyampaikan aspirasi. Sebagian massa terlihat mengenakan jas hujan, sementara lainnya tetap bertahan meskipun pakaian mereka basah akibat guyuran hujan.

Kondisi tersebut tidak membuat massa aksi beranjak dari lokasi. Mereka tetap berkumpul dan melanjutkan demonstrasi sebagai bentuk kesungguhan dalam menyampaikan aspirasi.

Di sisi lain, aparat kepolisian tampak berjaga dan duduk berhadapan dengan peserta aksi untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Pengamanan dilakukan agar kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif meskipun hujan masih mengguyur kawasan tersebut.

Suasana di lokasi memperlihatkan semangat massa aksi yang tetap bertahan meskipun harus menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Jalanan yang basah dan genangan air tidak serta-merta mematahkan tekad para peserta untuk tetap berada di lokasi.

Aksi tersebut menjadi gambaran kuatnya tekad massa dalam menyampaikan aspirasi. Bagi para peserta, hujan bukanlah alasan untuk menghentikan perjuangan dalam menyuarakan pendapat.

Hingga hujan mengguyur kawasan tersebut, massa aksi masih terlihat bertahan di lokasi. Semangat mereka untuk melanjutkan demonstrasi tetap menyala di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

BEM se-Bogor Gelar Aksi di Depan Istana Bogor, Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional

0

Bogor | Jurnal Bogor
Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor menggelar aksi demonstrasi di kawasan depan Istana Bogor. Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), evaluasi kebijakan pemerintah, serta persoalan pendidikan di Indonesia.

Mengusung tema “Rakyat Menderita, Pemerintah Berkuasa, Hutan pun Membara”, aksi demonstrasi yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026) tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak pemerintah agar mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi sorotan.

Aksi unjukrasa BEM se-Bogor Raya

Salah satu tuntutan utama massa aksi adalah mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional. Selain itu, mahasiswa menuntut pemerintah menyusun kebijakan strategis untuk menyelesaikan persoalan karhutla secara transparan dan berkelanjutan.

Massa aksi juga mendesak Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, untuk turun dari jabatannya. Tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik mahasiswa terhadap kebijakan dan penanganan persoalan kehutanan di Indonesia.

Tidak hanya menyoroti persoalan lingkungan, BEM se-Bogor turut menyampaikan tuntutan terkait evaluasi menyeluruh terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dalam tuntutan tersebut, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan komersialisasi pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan guru.

Selain itu, massa aksi mendesak agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi tersebut diharapkan dapat dilakukan secara transparan dan berkelanjutan guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Melalui aksi ini, mahasiswa BEM se-Bogor menegaskan pentingnya keterbukaan pemerintah dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Aksi tersebut juga mengangkat sejumlah tagar, yakni #IndonesiaMenderitaRakyatBersuara, #IndonesiaMembaraRakyatMenderita, #SelamatkanIndonesia, dan #FromBogorToIndonesia. Tagar-tagar tersebut menjadi bagian dari pesan yang disuarakan mahasiswa untuk menarik perhatian masyarakat terhadap berbagai persoalan yang mereka angkat.

Melalui rangkaian tuntutan tersebut, BEM se-Bogor berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan karhutla, melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai bermasalah, serta menghadirkan solusi yang transparan, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

Massa Aksi BEM se-Bogor Gelar Demo di Depan Istana Bogor, Lalu Lintas Terpantau Padat

0

Bogor | Jurnal Bogor
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 14.30 WIB. Arus lalu lintas di kawasan depan Istana Bogor terpantau padat di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat tampak memadati ruas jalan di sekitar kawasan Istana Bogor. Kendaraan bergerak perlahan, sementara sejumlah petugas kepolisian terlihat berjaga untuk mengatur arus lalu lintas dan menjaga situasi tetap kondusif.

Aksi demonstrasi tersebut turut menjadi perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan pusat Kota Bogor. Kepadatan terlihat dari antrean mobil dan sepeda motor yang melintas di ruas jalan tersebut.

Sejumlah petugas kepolisian tampak bersiaga di beberapa titik untuk memantau kondisi lalu lintas serta mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan selama aksi berlangsung.

Pengendara yang melintasi kawasan depan Istana Bogor diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif guna menghindari keterlambatan perjalanan.

Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan situasi lalu lintas di sekitar kawasan Istana Bogor dan menyesuaikan rute perjalanan dengan kondisi terkini di lapangan.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

Perkuat Mutu Pelayanan Neonatal, RSUD R.Moh.Noh Nur Workshop Tata Laksana Sepsis dan BBLR

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir, enam perwakilan tenaga kesehatan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang mengikuti kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Terkait Paket Pelayanan Standar Tata Laksana Sepsis Neonatorum dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)/Prematur. Kegiatan yang difasilitasi oleh U.S. Department of State (U.S. DOS) melalui RISE ini berlangsung di Novotel Cihampelas, Bandung, pada 21 hingga 22 Oktober 2026.

Keikutsertaan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mempercepat upaya penurunan angka kematian bayi, khususnya pada kelompok rentan seperti bayi prematur, kasus berat badan lahir rendah, serta pencegahan risiko infeksi berat (sepsis neonatorum). Melalui penguatan kompetensi berbasis praktik klinik terbaik (bundle of care), diharapkan standar pelayanan neonatal di fasilitas kesehatan semakin optimal.

Adapun delegasi perwakilan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang yang ditugaskan berdasarkan Surat Perintah Tugas resmi meliputi:

dr. Desak Gede Arie Yudhantari, Sp.A (Dokter Spesialis Anak)
dr. Muhammad Mulyadi, Sp.OG, M.Kes (Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi) Komarasari Suparyatini, Amd.Kep (Kepala Ruangan NICU)
Tini Dwi Suciani, Amd.Kep (Kepala Ruangan Perina)
Dhita Asti Permata, S.Tr.Keb (Kepala Ruangan Maternal)
Neng Sri Nurhasanah, S.Kep., Ners (Tim Mutu)

Berikut adalah poin-poin penting yang diperoleh melalui keikutsertaan dalam workshop peningkatan kapasitas tersebut:

Penerapan Standar Bundle of Care: Pengenalan dan standarisasi tata laksana perawatan komprehensif bagi bayi berat lahir rendah serta pencegahan sepsis neonatorum secara terpadu.

Mitigasi Risiko Komplikasi: Penguatan deteksi dini dan penanganan klinis guna menekan angka kesakitan serta kematian pada neonatus rentan.

Kolaborasi Lintas Profesi: Penyelarasan peran tenaga medis (dokter spesialis anak, spesialis obgyn, perawat, bidan, hingga tim mutu) dalam memberikan pelayanan neonatal yang berstandar tinggi di lingkungan rumah sakit.

“Keikutsertaan dalam workshop ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola klinis di unit pelayanan maternal dan perinatal. Kami berkomitmen untuk mengimplementasikan standar pelayanan terbaik guna menekan risiko komplikasi dan menyelamatkan generasi masa depan Kabupaten Bogor,” ujar perwakilan manajemen rumah sakit.

Melalui keikutsertaan dalam program kolaborasi mutu ini, RSUD R. Moh. Noh Noh Leuwiliang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan demi mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal di Kabupaten Bogor (Tegar Beriman).

Sumber: Instalasi Perawatan Intensif Neonatus (NICU/Perina), Bidang Pelayanan Medis, & Kehumasan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang.

(say/cc)

Pasar Cibinong Bakar Tumpukan Sampah Campuran

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Konon katanya, pengelolaan sampah di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, pada tahun 2026 melibatkan sinergi antara UPT Pengelolaan Sampah Wilayah 1 Cibinong, pihak kelurahan, serta kegiatan Operasi Bersih (Opsih) dan pemasangan tempat sampah terpilah yang digencarkan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Usut punya usut, ternyata sampah – sampah yang dihasilkan oleh aktivitas di pasar tersebut tidak sesuai dengan gembar – gembor melalui pengelolaan sampah dengan fasilitas tempat sampah terpilah mulai ditempatkan di area Pasar Cibinong untuk memisahkan jenis sampah organik dan anorganik.

Faktanya, Rabu (22/10/2026) malam, terekam kamera tumpukan sampah campuran Pasar Cibinong dibakar yang lokasinya berada di halaman parkir belakang Pasar Cibinong, Jalan HR. Lukman, Cibinong. Terlihat dua bak sampah berlogo Pemerintah Kabupaten Bogor berwarna hijau dan orange, namun kedua bak tersebut berisi sampah campuran.

Kapasitas kedua bak sampah tersebut tidak dapat menampung seluruh sampah campuran, sehingga tertumpuk dan dibakar oleh petugas kebersihan pasar tersebut. “Satu hari terkumpul delapan gerobak pak,” ujar Soleh(32 tahun), salah satu petugas kebersihan Pasar Cibinong, Rabu (21/10/2026) malam.

Soleh yang bertugas bersama tim kebersihan lainnya, Juned, Mahmud bule, dan Iksan mengaku pelaku pembakar tumpukan sampah campuran yang berada di halaman parkir belakang Pasar Cibinong. “Tiap malam dibakar pak sampahnya, soalnya bak sampah sudah penuh,” ujarnya kepada Jurnal Bogor.

Ia mengaku bekerja sebagai pekerja tidak tetap yang berada dibawah perintah dan koordinasi Mumuh yang merupakan atasannya di Kantor Pengelola Pasar Cibinong yang dikelola oleh Perumda Pasar Tohaga, Kabupaten Bogor.

“Tugas kita cuma membersihkan sampah, pokoknya pagi – pagi harus sudah bersih semua kios dan area pasar. Jadi supaya cepat ya dibakar. Tapi, kita jagain kok supaya api tidak menjalar,” kata Soleh yang mengaku hanya mendapat upah Rp. 150.000,- per bulan.

Ditanya mengenai siapa yang memberikan perintah untuk membakar tumpukan sampah campuran tersebut. Soleh berdalih membakar sampah atas inisiatif tim kerjanya. “Biasanya juga dibakar, kalau tidak dibakar kan semakin menumpuk sampahnya,” dalihnya.

Untuk diketahui, Pasar Cibinong telah mengklaim bahwa pada bulan April 2026, fasilitas tempat sampah terpilah mulai ditempatkan di area Pasar Cibinong untuk memisahkan jenis sampah organik dan anorganik.

Pasar Cibinong juga mengklaim telah melaksanakan kebijakan hulu ke hilir berdasarkan arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto pada 2026, penanganan sampah diperkuat dari tingkat desa/kelurahan.

(Sabilillah)

Dua Siswa Alami Luka Bacok, Kepsek: Tawuran Memang Ada, Namun Bukan dari SMK Cendikia Muslim

0

‎‎‎Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Tawuran antarpelajar yang informasinya beredar luas dinarasikan antara SMK Cendikia Nanggung dengan SMA Negeri 1 Nanggung, Kabupaten Bogor terjadi di Kampung Pasir Nangka  RT 04 RW 07 di Kecamatan Cigudeg pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Namun informasi yang dihimpun Jurnal Bogor salah satu sekolah yang terlibat tawuran bukan dari SMK Cendikia Muslim Nanggung, melainkan sekolah yang berasal dari SMK Pertiwi Cibungbulang.

‎‎Kepala Sekolah SMK Cendikia Muslim Awaludin menyebut, bahwa informasi yang beredar siswa SMK Cendikia Muslim terlibat tawuran itu keliru alias tidak benar.

‎”‎Kami sudah kroscek semua terkait informasi adanya siswa terlibat tawuran dan kami pastikan yang terlibat tawuran bukan berasal dari sekolah SMK Cendikia Muslim  tetapi dari SMK Pertiwi Cibungbulang dengan SMAN Nanggung. Tawuran antarpelajar memang ada, tetapi bukan dari sekolah SMK Cendikia Muslim,” tegas Awaludin saat dikonfirmasi Jurnal Bogor.

‎”‎Kami di sekolah adem ayem, karena sejumlah murid  di SMK Cendikia Muslim sama sekali tidak terlibat tawuran,” tegasnya lagi.

‎‎Lebih  lanjut  Awal menjelaskan, tawuran  terjadi hingga kedua  pelajar dari sekolah SMK Pertiwi dan SMAN 1 Nanggung megalami luka bacok. ‎”Kedua pelajar mengalami luka bacok hingga dilarikan ke RSUD Leuwiliang,” pungakasnya. ‎

(Arip Ekon)

‎

‎

‎

‎

Kades Batutulis: Kebersihan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Kepala Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Ade Supriatna, S.IP, M.A, punya pandangan tersendiri soal menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, tak hanya pemerintah, kebersihan tanggung jawab bersama tanpa kecuali.‎

‎‎”Sinergi antara warga dan pemerintah  sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan tentu kewajiban semua baik elemen masyarakat maupun pemerintah,” kata Ade Supriatna, Rabu (21/10/2026).‎

‎Dia menjelaskan soal  menjaga lingkungan harus bersih dan sehat, tidak bisa dibebankan kepada pemerintah maupun ke petugas kebersihan saja, melainkan tanggung jawab bersama.‎

‎Dalam hal ini termasuk peran masyarakat begitu penting dalam membangun kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.‎

‎Seperti berlangsungnya aksi korve kerja bakti membersihkan sampah dan rumput liar di jalan Desa Batutulis dengan keterlibatan semua elemen masyarakat.

‎‎” Sebab, dengan lingkungan yang bersih dan sehat pastinya dapat memberikan kenyamanan secara luas di kehidupan sehari -hari,” tukasnya. ‎

‎(Arip Ekon)

‎

‎

Ratusan Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Menu MBG

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Ratusan siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, mengalami keluhan kesehatan berupa mual, pusing, muntah, hingga nyeri perut setelah mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu pagi. Seluruh siswa yang terdampak saat ini telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani observasi di RSUD Goenawan Partowidigdo Cibeureum.

Salah seorang orang tua siswa, Denny, mengaku mendapat informasi dari pihak sekolah bahwa anaknya mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi paket MBG. Ia segera menuju rumah sakit dan mendapati anaknya tengah menjalani perawatan.

Menurut Denny, anaknya mulai mengalami pusing dan muntah setelah mengonsumsi susu yang dibagikan bersama paket makanan MBG. Ia berharap pengawasan terhadap kualitas makanan dan minuman dalam program tersebut dapat diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto yang meninjau langsung penanganan para siswa memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama, baik yang mengalami gejala ringan maupun sedang.

“Jumlah yang pasti hari ini ada 103 siswa. Dari 103 tersebut baik gejala ringan maupun gejala sedang, semua ditangani dengan perlakuan yang sama dan pelayanan yang baik. Kita ingin memastikan siswa-siswi pulang ke rumahnya masing-masing dalam kondisi sehat seperti saat mereka berangkat,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, sebagian besar siswa diperkirakan dapat dipulangkan secara bertahap setelah menjalani observasi medis. Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan melakukan pemantauan lanjutan ke rumah-rumah siswa guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga pascakejadian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, S.H., M.H.Kes., menjelaskan, seluruh siswa ditangani sesuai dengan kondisi dan gejala yang dialami. Siswa yang menunjukkan tanda-tanda dehidrasi mendapatkan terapi cairan, sedangkan mereka yang mengalami mual dan sakit perut diberikan pengobatan sesuai kebutuhan medis.

“Anak-anak ditangani sesuai gejala yang timbul. Yang terindikasi dehidrasi diberikan cairan, kemudian yang mual dan sakit perut diberikan terapi sesuai gejalanya, lalu diobservasi. Insya Allah sebagian besar dalam waktu dekat akan dipulangkan secara bertahap,” katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga telah mengamankan seluruh sampel makanan yang disajikan dalam program MBG untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sampel yang diuji meliputi nasi, telur, sayuran berupa wortel dan jagung, serta minuman yang diberikan kepada para siswa.

Selain mengambil sampel makanan yang tersisa, petugas juga mengamankan sampel cadangan dari bank sampel yang tersedia di dapur penyedia MBG sebagai bahan pembanding dalam proses pemeriksaan.

Hingga saat ini, pemerintah daerah belum dapat memastikan penyebab insiden tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui paling cepat dalam waktu sekitar 24 jam.

Berdasarkan keterangan sejumlah siswa, gejala mulai dirasakan kurang dari 30 menit setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang disediakan. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui hasil uji laboratorium.

Saat ini, seluruh siswa yang sebelumnya sempat mendapatkan penanganan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya telah dipusatkan di RSUD Goenawan Partowidigdo untuk memudahkan proses observasi dan pemantauan kondisi kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Badan Gizi Nasional dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi terus melakukan pendampingan serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden yang menimpa para siswa tersebut.

(Dadang Supriatna)

Hiasan Bernuansa Sunda Percantik Kawasan Batu Gede Cibungbulang

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor
Kawasan Batu Gede yang berada di Kp. Gunung Leutik No. 2/5, Desa Ciaruteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, tampak semakin menarik dengan berbagai hiasan bernuansa tradisional Sunda.

Berbagai dekorasi terlihat menghiasi kawasan tersebut, mulai dari pagar bambu, saung dengan atap ilalang, tanaman hias, hingga lampu-lampu yang memberikan suasana hangat pada malam hari.

Salah satu daya tariknya adalah batu berukuran besar yang bertuliskan “BATU GEDE”. Di sekitar batu tersebut terdapat bangunan berbahan bambu yang dibuat menyerupai saung tradisional.

Sementara itu, pada bagian pintu masuk terdapat gapura bertuliskan “DAYEUH PAJAJARAN” yang juga menggunakan bambu dan ornamen khas tradisional.

Menurut Ketua Pemuda Gunung Leutik Suarto, penataan dan hiasan tersebut dibuat untuk memberikan suasana yang lebih nyaman sekaligus memperkuat nuansa tradisional di kawasan Batu Gede.

“Kami ingin kawasan ini terlihat lebih menarik, tetapi tetap mempertahankan nuansa tradisional dengan menggunakan bambu dan bahan-bahan alami,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan hiasan tersebut dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung sekaligus menikmati suasana kawasan Batu Gede.

Dengan perpaduan ornamen bambu, tanaman hijau, serta pencahayaan pada malam hari, kawasan Batu Gede kini memiliki tampilan yang lebih asri dan kental dengan nuansa budaya Sunda.

(Maulida Intan Susanti/mg-uika)