34.9 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 7

SC Golkar: Belum Buka Pendaftaran Kok, Sudah Tolak Calon

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Bogor, M. Alexander, menilai penolakan terhadap salah satu bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor sebelum tahapan penjaringan resmi dimulai merupakan langkah yang prematur.

Hal itu disampaikan Alexander menanggapi sikap tiga kader, yakni Erlangga Pramada, Heri Cahyono, dan Naufal, yang menyatakan penolakan terhadap kemungkinan Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor saat ini, Rusli Prihatevy, kembali maju dalam kontestasi pemilihan ketua.

Menurut Alexander, hingga saat ini seluruh tahapan penjaringan bakal calon belum dibuka. Panitia baru melaksanakan rapat koordinasi bersama seluruh stakeholder Partai Golkar untuk mempersiapkan pelaksanaan Musda.

“Bagaimana bisa ada bakal calon yang menolak bakal calon lain, sementara tahapan saja belum dimulai. Pendaftaran belum dibuka, pengambilan formulir juga belum dilakukan. Kami pun belum mengetahui siapa saja kader yang nantinya akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, status seseorang sebagai bakal calon baru sah setelah seluruh tahapan penjaringan resmi dibuka sesuai mekanisme organisasi. Karena itu, menurutnya, setiap kader memiliki hak yang sama untuk mengikuti proses pencalonan selama memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam petunjuk pelaksanaan DPP Partai Golkar.

Alexander berharap seluruh kader menghormati mekanisme organisasi dan tidak membangun opini yang berpotensi memicu perpecahan sebelum proses penjaringan dimulai.

“Harapan kami, siapa pun yang maju merupakan kader terbaik Partai Golkar yang memiliki hak yang sama menjadi bakal calon sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Semua tahapan harus diikuti dengan baik. Jangan sampai sudah ada penolakan, padahal penjaringan bakal calon saja belum dibuka,” katanya.

SC Musda, lanjut dia, juga akan mencermati dinamika yang berkembang untuk memastikan seluruh proses tetap berjalan sesuai aturan organisasi. Bahkan, apabila diperlukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan DPD Partai Golkar Jawa Barat terkait langkah yang akan diambil.

“Kami masih melihat apakah ini menjadi sebuah pelanggaran atau perlu kami laporkan ke Jawa Barat. Yang jelas harapan kami persoalan ini tidak semakin meruncing sehingga Musda XI Partai Golkar Kota Bogor dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan berkualitas sesuai mekanisme organisasi,” tegasnya.

Meski muncul dinamika tersebut, Alexander memastikan hingga kini soliditas internal Partai Golkar Kota Bogor tetap terjaga. Hal itu dibuktikan dengan dukungan seluruh unsur partai terhadap tahapan persiapan Musda yang telah berjalan.

“Sampai hari ini tidak mengganggu soliditas kader. Seluruh stakeholder Partai Golkar tetap mendukung tahapan yang kami laksanakan. Artinya, kekompakan Partai Golkar Kota Bogor tetap terjaga,” ucapnya.

Ia juga menilai waktu pendaftaran yang dibuka selama dua hari sudah memadai karena persyaratan pencalonan tidak rumit dan diperuntukkan bagi kader Partai Golkar yang telah memenuhi ketentuan.

“Saya kira waktu yang kami berikan cukup untuk memenuhi seluruh persyaratan. Yang akan mendaftar tentu kader-kader Partai Golkar yang sudah memahami mekanisme organisasi dan telah teruji sebagai kader,” katanya.

** Fredy Kristianto

Ribuan Warga di Jasinga Kesulitan Air Bersih

0

Jasinga l Jurnal Bogor
‎‎Desa Barengkok, Jasinga, Kabupaten Bogor termasuk salah satu wilayah di Kabupaten Bogor yang terdampak krisis air bersih. ‎Sekretaris Desa Barengkok, Enjang Baehaki  menerangkan,  ada sebanyak 1.404 kepala keluarga di desanya yang kesulitan mendapatkan air bersih.

‎”Total 6.164 jiwa di 12 kampung Desa Barengkok, rata-rata sumurnya kering,” ungkap Enjang Baehaki, Selasa (28/7/2026).‎

‎Menurut Enjang, kondisi ini sudah terjadi selama dua bulan sejak awal musim kemarau. ‎Pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk melakukan penanganan darurat.‎

‎”Sudah dua kali dikirim bantuan air bersih oleh BPBD Kabupaten Bogor, tapi hanya bersifat sementara. Warga masih membutuhkan banyak air bersih,” bebernya.‎

‎Sementara itu, Ketua PK KNPI Kecamatan Jasinga, Ama Dery berharap adanya solusi jangka panjang terkait persoalan kekeringan, terutama di wilayah Jasinga. Sebab, masyarakat tidak bisa bergantung pada bantuan air bersih terlalu lama.‎

‎”Harus ada program sumur bor atau pipanisasi agar kebutuhan air masyarakat bisa terjamin,” tegasnya.‎

‎Dery berharap, pemerintah dapat segera menangani persoalan yang berulang setiap memasuki musim kemarau tersebut.‎

‎”Kasihan warga, setiap tahun saat memasuki musim kemarau, selalu kesulitan air bersih,” tandasnya.

** Arip Ekon

Kemendikdasmen Diminta Revitalisasi SDN di Nanggung

0

Nanggung  Jurnal Bogor
‎‎Para kepala sekolah SD negeri di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor meminta pemerintah pusat untuk segera merealisasikan revitalisasi gedung sekolahnya yang telah diajukan sebelumnya.  Pengajuan revitalisasi di setiap sekolah di Kecamatan Nanggung lantaran hampir seluruh kondisi gedung sekolah di wilayah tersebut  mengalami kerusakan yang cukup berat.‎

‎Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan (Kapenkes) Pemerintah Kecamatan Nanggung, Ujang Maulana membenarkan sudah diajukan 9 SDN ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk direvitalisasi, namun hingga saat ini belum ada realisasinya.‎

‎Ke-9 sekolah yang menjadi prioritas pembangunan diantaranya SDN Rimba Kencana, ‎Cadas Leueur, Pangkaljaya, Ciguha, Sukamaju 08, Nunggul, dan SDN Bantarkaret 01.

“Hingga saat ini belum ada pemanggilan Bimtek dari pemerintah pusat padahal pihak sekolah sudah lama mengajukan revitalisasi,” kata Ujang Maulana kepada Jurnal Bogor, Selasa (28/7/2026).‎

‎Padahal menurutnya, di Kecamatan Nanggung masih banyaknya fasilitas belajar SDN kondisinya rusak terutama SDN Cadas Leueur dan SDN Rimba Kencana yang kini kerusakannya bertambah parah.

“Kami berharap pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen untuk segera merealisasikan anggaran revitalisasi untuk pembangunan gedung sekolah tersebut,” harapnya.‎

‎‎Salah satu kepala sekolah yakni Kepsek SDN Cadas Leueur Juju Juhaeriyah juga menyebut sekolahnya telah diajukan revitalisasi namun hingga kini belum ada kabar kapan lagi dari Kemendikdasmen. ‎Sekolahnya yang sempat menjadi sorotan publik karena keadaannya rusak berat kini telah ditangani pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan PT Antam.‎

‎‎Sekolah tersebut tengah diperbaiki,  namun masalahnya, lingkungan sekolah yang begitu sempit, maka revitalisasi untuk perluasan dan penambahan ruang kelas baru sangat diperlukan.

** Arip Ekon

Tak Sekadar Uang Tunai, KTH Ciguha River Gelontorkan Bahan Pokok dan Logistik bagi Korban Si Jago Merah di Sukabumi

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Duka mendalam masih menyelimuti warga Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pascakebakaran hebat yang melanda kawasan pemukiman pada Sabtu (25/7/2026) lalu. Peristiwa nahas ini menyebabkan puluhan rumah ludes terbakar dan ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal.

Namun, di tengah kepiluan tersebut, semangat solidaritas antarsesama justru menguat. Rasa kemanusiaan itulah yang mendasari Keluarga Besar Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciguha River Kecamatan Nanggung, Desa Bantar Karet, Kampung Ciguha, untuk segera bergerak cepat. Mereka mengumpulkan donasi dari para pengurus dan anggota guna meringankan beban berat yang ditanggung oleh para korban terdampak.

Ketua HKm KTH Ciguha River, H. Wily Suhendi, atau yang akrab disapa Bang Wily, menyampaikan bahwa bantuan yang terkumpul sangat signifikan. Total donasi yang disalurkan terdiri dari uang tunai sebesar Rp700.000.000 (tujuh ratus juta rupiah) , paket sembako senilai Rp100.000.000 (seratus juta rupiah), serta berbagai logistik penting lainnya seperti pakaian layak pakai, terpal penutup tenda darurat, perlengkapan mandi, hingga kebutuhan dapur umum.

“Kami tergerak karena kami semua adalah saudara. Musibah ini bukan hanya ujian bagi warga Cisolok, tetapi juga panggilan bagi kami untuk berbagi. Alhamdulillah, hasil swadaya dari para pengurus dan anggota KTH Ciguha River Nanggung ini kami kumpulkan sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan gotong royong,” ujar Bang Wily kepada Jurnal Bogor, Selasa (28/7/2026).

Dalam pernyataan resminya, Bang Wily menitipkan pesan harapan yang mendalam bagi para korban. Ia berharap bantuan ini dapat menjadi oksigen segar di masa darurat.

“Saya mewakili seluruh pengurus dan anggota KTH Ciguha River mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga bantuan uang tunai, sembako, dan logistik ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Kami menyadari bahwa nilai ini mungkin tidak sebanding dengan kerugian materi yang diderita, namun ini adalah bukti bahwa mereka tidak sendirian.” ucapnya.

Bang Wily berharap bantuan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti biaya pengobatan, konsumsi harian, dan pembelian material darurat untuk tempat tinggal sementara.

“Kepada seluruh warga Kasepuhan Ciptamulya, tetaplah kuat dan sabar. Jangan pernah kehilangan semangat untuk bangkit. Kami di Ciguha akan terus memantau situasi dan siap bersinergi untuk program pemulihan pasca-bencana ini. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua dan mengganti kerugian dengan keberkahan yang lebih besar.” tutupnya.

Bantuan tersebut sesuai jadwal akan diserahkan besok pada hari Rabu (29/7/2026) melalui koordinasi dengan pemerintah desa setempat dan relawan di lokasi pengungsian untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran. Aksi kemanusiaan ini menjadi contoh betapa kepedulian tidak mengenal batas wilayah, di mana Kabupaten Bogor dan Sukabumi bersatu dalam solidaritas.

(Amang)

Meriahkan HUT RI ke-81, Desa Bantarkaret Gelar Pordes 2026

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali menggelar Pekan Olahraga Desa (Pordes) 2026.

Turnamen sepak bola yang diikuti oleh puluhan tim ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Panitia, Dede Sidik Permana, menyampaikan bahwa Pordes 2026 sengaja diselenggarakan sebagai ruang bagi masyarakat, khususnya para pemuda, untuk menyalurkan hobi dan bakat di bidang olahraga. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan yang meriah dan penuh makna.

“Untuk memeriahkan HUT RI ke-81, Desa Bantarkaret mengadakan pesta olahraga sebagai ajang silaturahmi antarwarga, khususnya para pemuda yang memiliki hobi berolahraga. Kami mewadahi mereka untuk bersama-sama memeriahkan hari kemerdekaan,” ujar Dede di lokasi acara, Senin (27/7/2026).

Tahun ini, turnamen diikuti oleh 32 tim yang siap bertanding secara sportif untuk memperebutkan gelar juara. Dede berharap, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada persaingan, tetapi juga mampu membangkitkan semangat perjuangan para pahlawan melalui nilai-nilai kebersamaan dan sportivitas. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah utama sebesar Rp10 juta bagi tim juara pertama.

Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pordes datang dari berbagai pihak, termasuk PT Antam dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Nanggung. Kehadiran mereka menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk tampil maksimal.

Sementara itu, CSR & ER Bureau Head PT ANTAM Tbk UBPE Pongkor, Arif Rahman Saleh, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung kegiatan positif yang digagas masyarakat, terutama turnamen sepak bola yang telah menjadi agenda rutin di Desa Bantarkaret.

“Kami dari Antam selalu mendukung kegiatan seperti ini. Turnamen sepak bola di Bantarkaret dikenal sangat seru dan selalu berlangsung aman, tanpa ada perkelahian, baik saat maupun setelah pertandingan. Hal ini tidak lepas dari manajemen panitia, para pemain, dan suporter yang sama-sama berpikir jangka panjang agar turnamen ini terus bergulir setiap tahun,” ujar Arif.

Ia juga berharap, turnamen tahun ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu menjadi ajang pencarian bibit-bibit atlet sepak bola muda yang berprestasi di masa depan. “Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi. Saya yakin ke depan Desa Bantarkaret akan semakin maju. Selamat bertanding kepada seluruh peserta, junjung tinggi sportivitas,” tutupnya.

(Amang)

Relawan Rumah Zakat Sukabumi Salurkan 55 Paket Makanan untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Cipta Mulya

0

Sukabumi | Jurnal Bogor
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran, relawan Rumah Zakat Sukabumi menyalurkan 55 paket makanan siap saji kepada para penyintas kebakaran di Kasepuhan Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (26/7/2026) siang.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para penyintas yang hingga saat ini masih berada dalam masa tanggap darurat pascakebakaran. Relawan berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban warga serta menjadi penyemangat di tengah musibah yang sedang dihadapi.

Selain menyalurkan bantuan, relawan juga berinteraksi dengan warga untuk memberikan dukungan moril dan memastikan kebutuhan mendesak yang masih diperlukan di lokasi pengungsian.

Salah seorang warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian para relawan.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Relawan Rumah Zakat dan seluruh pihak yang telah membantu kami. Bantuan makanan ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi yang sedang kami alami. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan para donatur dan relawan dengan keberkahan serta kesehatan. Aamiin.”

Relawan Rumah Zakat Sukabumi akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung penanganan dan pemulihan bagi warga terdampak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

(Wawan Hermawanto)

GMKB Siap Perkuat Gerakan Sosial

0

Bogor | Jurnal Bogor

Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 dengan menggelar bakti sosial yang dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Ketua DPRD Kota Bogor Aditya Warman Adil, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta berbagai komunitas dan mitra yang selama ini mendukung kegiatan sosial GMKB.

Ketua GMKB, R. Ridho, mengatakan peringatan enam tahun berdirinya organisasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mengabdi kepada masyarakat melalui berbagai aksi nyata.

“Alhamdulillah, tepat 7 Juni 2026 GMKB genap berusia enam tahun. Enam tahun Guyub, enam tahun Babarengan, enam tahun Pikeun Masyarakat Kota Bogor. Perjalanan ini tidak akan mungkin terlaksana tanpa dukungan seluruh pengurus, anggota, pemerintah daerah, DPRD, para donatur, sponsor, dan masyarakat Kota Bogor,” ujar Ridho dalam sambutannya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bogor yang dinilai terus membuka ruang kolaborasi bagi organisasi kemasyarakatan untuk menghadirkan berbagai program sosial.

Menurut Ridho, sejak diluncurkan pada 7 Juni 2020 di Kampung Rambay, Kelurahan Ciluar, GMKB terus berkembang sebagai gerakan sosial yang aktif menjangkau masyarakat. Bersama pemerintah dan DPRD, GMKB rutin menggelar bakti sosial di berbagai wilayah Kota Bogor.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Bogor atas kepemimpinan, arahan, dan kolaborasi yang selama ini menjadi energi bagi GMKB untuk terus bergerak memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ridho mengungkapkan rasa bangga atas ditetapkannya Lagu Hymne Kota Bogor melalui peraturan daerah. Menurutnya, lagu tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena diciptakan oleh Rahmat Syabana yang merupakan bagian dari keluarga besar GMKB.

“Perda tentang Hymne Kota Bogor menjadi hadiah yang sangat berarti bagi kami di usia enam tahun GMKB. Ini menjadi bukti bahwa karya anak Bogor mendapat penghargaan dan menjadi simbol resmi identitas Kota Bogor,” ucapnya.

Selama enam tahun berdiri, GMKB telah menjalankan berbagai program sosial, mulai dari pemberian alat bantu bagi penyandang disabilitas, pembagian sayuran dan sembako bagi janda dhuafa, santunan anak yatim, donor darah, pendampingan kesehatan, bantuan pengambilan ijazah, fasilitasi bantuan rumah tidak layak huni, bantuan modal usaha kecil, pembangunan kamar mandi warga, pemasangan sambungan air bersih gratis, hingga aksi tanggap bencana.

Ridho menegaskan, seluruh kegiatan tersebut lahir dari semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Bagi kami, kegiatan sosial bukan beban, tetapi pesta kebersamaan. Di usia keenam ini kami berjanji GMKB akan terus hadir, terus bergerak, dan terus menebar manfaat bagi masyarakat Kota Bogor,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan bakti sosial juga menjadi wadah mempertemukan masyarakat dengan para pemimpin daerah dan wakil rakyat agar komunikasi dan silaturahmi tidak hanya terjalin pada momentum politik semata.

“Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga sehingga kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan DPRD dapat semakin kuat dalam membangun Kota Bogor,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Serbukatif Hadirkan Edukasi Kreatif di Puncak HAN Kota Bogor

0

Anak-anak yang berkunjung ke Alun-alun Kota Bogor mendapatkan pengalaman berbeda pada puncak peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kota Bogor. Pemkot Bogor menghadirkan berbagai stan edukasi yang dapat diakses oleh anak-anak dengan konsep edutainment.

Stan yang tersedia di antaranya Seribu Kata Positif (Serbukatif) yang menyediakan berbagai fasilitas dan media edukasi anak dengan konsep edutainment.

Gerakan Serbukatif ini diinisiasi oleh Ketua TP PKK Kota Bogor yang juga founder gerakan Serbukatif, Yantie Rachim, sejak tahun 2023.

Gerakan ini secara konsisten terus dikembangkan hingga saat ini. Diawali dengan kegiatan roadshow dan kegiatan di berbagai sekolah, Serbukatif telah memiliki para duta yang secara aktif dan masif menyebarluaskan gerakan tersebut.

Seperti Duta Serbukatif di SMPN 2 Kota Bogor yang diketuai oleh Aiko Kanaya dan beranggotakan Sherlita, Alea, serta Dela, turut serta dalam kegiatan HAN di Alun-alun Kota Bogor.

“Di sini ada berbagai edutainment dari gerakan Serbukatif yang diaplikasikan pada berbagai media. Ada yang menggunakan smartboard, permainan tradisional, hingga berbagai konsep yang dikreasikan oleh para guru dan siswa,” ungkap Aiko.

Menurut Aiko, gerakan Serbukatif memberikan dampak positif yang signifikan di lingkungan sekolah hingga lingkungan bermain dan tempat tinggal anak.

Secara perlahan, anak-anak terus beradaptasi untuk berkata-kata dengan berbagai kalimat positif. Hal tersebut juga berdampak pada aktivitas sosial anak-anak yang saling mengingatkan satu sama lain dalam berbagai hal positif.

“Jadi ini juga menimbulkan kepedulian satu sama lain, misal ada yang kesal dengan temannya sebelum dia mengeluarkan kata-kata tidak pantas sudah mengatakan agar sabar, dan pakai kata-kata baik, kita ingatkan Serbukatif. Karena sesuatu yang positif akan berdampak baik. Itu kita terus ingatkan dan jadi menyebar ke anak-anak lain,” ujar dia.

Ketua TP PKK Kota Bogor sekaligus founder gerakan Serbukatif, Yantie Rachim menyampaikan bahwa pola maupun metode gerakan Serbukatif terus dikembangkan.

“Semula ini hanya gerakan saja, kemudian kita kembangkan dengan metode ataupun pola penyampaian melalui permainan edukasi. Anak-anak, atau pelajar ini diberikan keleluasaan dengan pendampingan para guru untuk juga berkreasi dengan modul yang ada dari tim Serbukatif ini,” tutur Yantie Rachim.

Dengan demikian, gerakan Serbukatif terus berkembang dan memberikan dampak lebih luas kepada anak-anak dalam pendidikan karakter dan budi pekerti. Saat ini, gerakan Serbukatif sedang dalam tahap proses kajian untuk terus dikembangkan sekaligus mengukur dampak manfaat dan indikator capaian dalam pengembangan karakter.

“Alhamdulillah, tadi lihat antusiasnya, lihat kemampuan anak-anak, kebahagiaan anak-anak, mudah-mudahan ini terus berkembang dan berlanjut. Karena kami juga ada dari tim luar lagi bikin kajian tentang Serbukatif. Jadi mereka turun ke sekolah-sekolah mencari responden gitu. Nanti terlihat bagaimana dampaknya untuk anak-anak dan tumbuh kembang anak-anak menjadi dewasa dan keberadaannya di lingkungan masyarakat,” ucap Yantie Rachim.

Sebagai informasi, rangkaian peringatan HAN di Kota Bogor sangat beragam, di mulai dari pelaksanaan Suara Anak Daerah Tahun 2026 yang berhasil menghimpun lebih dari 1.000 suara anak dari berbagai wilayah di Kota Bogor. Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA/SMK sederajat, Forum Anak, Yayasan Anak penyandang disabilitas, serta berbagai komunitas anak yang aktif berkarya di Kota Bogor.

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan nonton bareng film inspiratif yang memfasilitasi anak yatim dan penyandang disabilitas untuk menyaksikan film edukatif bermuatan moral di bioskop, bermain bersama anak panti, program khusus Forum Anak untuk berbagi kebahagiaan dan berinteraksi langsung dengan anak-anak di panti asuhan, senam anak sehat, kegiatan fisik, serta kampanye kesehatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh SD dan SMP se-Kota Bogor.

Alun-alun Kota Bogor Jadi Panggung Inklusi Anak pada Puncak HAN 2026

0

Plaza Alun-alun Kota Bogor disulap menjadi panggung inklusi bagi anak-anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 bertemakan “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan. Tumbuh Bahagia serta Bebas Berkarya”.

Puluhan anak tampil memukau di hadapan masyarakat dalam sejumlah pertunjukan yang disaksikan langsung Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Ketua TP PKK Kota Bogor Yantie Rachim, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor, Sabtu (25/7/2026) pagi.

Penampilan tersebut meliputi barongsai, Tari Aku Indonesia, puisi dan Tari Dayak yang disertai fashion show, ensemble, Tari Saman, senam Lapis Ceria, pertunjukan bela diri dan medley, solo vokal, sosialisasi Serbukatif, penampilan anak-anak disabilitas dengan bajidor dan pantomim, serta kolaborasi musik dan puisi.

Turut hadir juga dari instansi vertikal, kecamatan dan kelurahan, dunia usaha, Satuan pendidikan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, lembaga perlindungan anak, media massa, serta berbagai mitra pemerhati anak yang selama ini berkontribusi dalam pemenuhan hak anak.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan berbagai layanan publik seperti edukasi hak anak, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), pelayanan administrasi kependudukan bagi anak, serta berbagai booth edukatif dan interaktif dari perangkat daerah maupun mitra kolaborasi yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dalam sambutannya mengatakan, urusan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua maupun guru di sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab lingkungan dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang ramah terhadap anak.

“Dan Alhamdulillah Kota Bogor itu predikatnya adalah Kota Layak Anak Nindya. Jadi artinya masih ada beberapa target yang harus kita selesaikan supaya Kota Bogor ke depan bisa meraih predikat Utama,” ungkapnya.

Disamping itu, Kota Bogor terus berupaya dan berikhtiar dalam mewujudkan kesejahteraan anak agar seluruh anak dapat memperoleh hak yang sama.

Menanggapi aspirasi Suara Anak Daerah yang menginginkan adanya respons cepat dalam menangani kasus anak, Dedie Rachim menjelaskan bahwa saat ini Kota Bogor telah memiliki berbagai program pencegahan dan membentuk desk khusus untuk melakukan respons cepat.

“Jadi kalau terjadi kasus itu bisa dikonsultasikan, kemudian ada psikolognya juga dan tentu secara organisasi kita menganggarkan untuk langkah-langkah, baik pencegahan, termasuk penanganan lanjutannya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dedie Rachim mengajak seluruh pihak, baik orang tua, guru, maupun masyarakat luas untuk menyayangi anak-anak dengan sepenuh hati.

“Cintai anak-anaknya dari lubuk hati paling dalam. Bimbing, melindungi anak-anaknya, dan sejahterakan anak-anaknya. Jadi punya anak bukan sekadar pernikahan saja, tapi tanggung jawab lahir batin sampai mereka bisa mandiri,” ujarnya.

Kepala DP3A Kota Bogor, Rakhmawati menuturkan bahwa puncak acara peringatan HAN 2026 ini sengaja dirancang secara khusus sebagai wadah inklusif bagi anak-anak yang selama ini belum mendapatkan kesempatan untuk tampil di panggung publik.
​”Hari ini dilaksanakan Puncak Hari Anak Nasional 2026 Kota Bogor. Kami menampilkan beberapa pertunjukan dari anak-anak yang selama ini belum pernah tampil di tingkat kota. Kita memang memilih mereka yang belum pernah tampil di panggung depan agar memiliki kesempatan yang sama untuk bersuara dan berkarya,” ujar Rakhmawati.
​Dia menyampaikan puncak acara ini merupakan rangkaian penutup dari berbagai kegiatan peringatan HAN yang telah diselenggarakan sebelumnya oleh Pemkot Bogor bersama berbagai komunitas.
​”Sebelumnya sudah ada beberapa rangkaian kegiatan, mulai dari penjaringan Suara Anak Kota Bogor, nonton bersama anak yatim dan difabel di Mall BTM, hingga kegiatan ‘Bermain Bersama Anak Panti’. Selain itu, ada juga Festival Edukasi Anak di Lippo Mall. Total ada sekitar 87 anak yang terlibat langsung, baik sebagai penampil maupun panitia,” sebutnya.

Wakil Ketua I Pelaksana Puncak Hari Anak Nasional Tingkat Kota Bogor, Ribbas Bintang Saputro mengatakan, konsep HAN tahun ini merupakan bentuk partisipasi aktif anak-anak dalam kegiatan inspiratif, mulai dari kepanitiaan hingga peserta yang seluruhnya diisi oleh anak-anak.

“Dan puncak acara Hari Anak Nasional Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 yang dilaksanakan hari ini menampilkan panggung kreativitas, seni, dan penyampaian resmi dokumen Suara Anak Daerah,” ucap Ribbas.

Upaya Pemkot Bogor Menghadapi Dampak Kemarau Panjang

0

Kekeringan masih melanda sejumlah titik di wilayah Kota Bogor. Tak hanya menyebabkan krisis air, kemarau panjang juga memicu kebakaran dan penyakit. Lalu apa ikhtiar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor?

Salah satu penyakit yang mesti diwaspadai saat cuaca panas ekstrem ini adalah Heat Stroke. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena menjelaskan Heat Stroke adalah kondisi gawat darurat ketika suhu tubuh berada di atas 40 derajat. “Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesadaran, seperti bingung, kejang, atau pingsan. Kondisi ini dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani,” kata Erna.

Heat Stroke berbeda dengan demam karena infeksi. Penyakit ini biasanya terjadi imbas aktivitas fisik di lingkungan panas yang tidak segera diatasi. “Karena itu, Heat Stroke termasuk kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan segera di fasilitas kesehatan,” ujar Kadinkes.

Kelompok yang paling rentan Heat Stroke adalah anak-anak, lansia, ibu hamil dan kelompok masyarakat yang menderita penyakit kronis. Risiko lebih tinggi bisa menyasar kepada para pekerja lapangan. Erna mencontohkan PKL, tukang parkir, dan pengemudi yang banyak terpapar panas matahari. “Warga yang beraktivitas lama di bawah terik matahari juga perlu meningkatkan kewaspadaan,” terang Erna.

Erna mengungkapkan terdapat beberapa gejala Heat Stroke yang wajib diwaspadai. Misalnya suhu tubuh mendadak tinggi, kulit terasa panas, sakit kepala, hingga mual.

“Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami jantung berdebar, napas cepat, kebingungan, bicara tidak jelas, perubahan perilaku,” beber Erna.

Jika gejala tersebut sudah dirasakan, warga diimbau untuk segera mendatangi medis, guna mendapat pertolongan dan penanganan lebih cepat.

Guna menghindari Heat Stroke warga juga dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan saat matahari berada persis di atas kepala.

“Terutama sekitar pukul 10.00 sampai 16.00 WIB, dan memilih waktu pagi atau sore untuk beraktivitas. Gunakan pakaian yang longgar, bawa topi atau payung,” ucapnya.

Dalam kondisi panas ekstrem ini, warga harus banyak mengkonsumsi air putih. Saat bekerja di luar lapangan, penting untuk istirahat berkala di tempat yang sejuk.

“Jika ada warga yang diduga mengalami Heat Stroke, segera pindahkan ke tempat yang sejuk atau teduh dan jauhkan dari paparan matahari langsung,” katanya.
Sementara itu, sebanyak 50 kepala keluarga (KK) di RT 004 RW 007, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, terdampak setelah sumber mata air dan sumur warga mengering.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor pun menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, laporan kekeringan diterima dari warga melalui media sosial pada Senin (13/7) sekitar pukul 09.05 WIB. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) kemudian langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen. “Setelah menerima laporan, personel langsung melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, serta RT/RW setempat. Kami juga menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Dimas.

Kekeringan juga melanda warga di RT 01 RW 12 Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat. BPBD Kota Bogor mendistribusikan 8 ribu liter air bersih untuk dimanfaatkan oleh warga yang terdampak kekeringan, Rabu (17/7).

Ia menjelaskan, hasil asesmen menunjukkan kekeringan dipicu mengeringnya sumber mata air dan sumur warga. Kondisi tersebut membuat puluhan keluarga kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain melakukan pendataan, BPBD memastikan distribusi air bersih telah rampung pada Senin siang. Dimas juga turun langsung meninjau proses penanganan di lokasi.

Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pasokan air bersih. BPBD akan terus memantau perkembangan di lapangan, terutama jika musim kemarau berlangsung lebih lama dan memicu kekeringan di wilayah lain.

BPBD juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan secepat mungkin.

Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin meminta kepada Perumda Tirta Pakuan memperluas jaringan airnya.

“Ketika ada kekeringan air bawah tanah atau air sumur, stok volume air masih berlebih, masih cukup untuk memenuhi 80 persen warga Bogor,” jelasnya.

Hanya saja jaringan airnya belum mengakomodir seluruh wilayah. Hingga saat ini baru 75,46 persen warga Kota Bogor menggunakan jaringan air Perumda Tirta Pakuan.

“Yang kita harapkan di SDGs itu adalah 90 persen. Nah, beberapa tahun terakhir PDAM terus melakukan pembukaan jaringan baru,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang mulai merasakan kekeringan adalah warga yang tinggal di Kedung Halang, Bogor Utara.

Jenal juga meminta kepada Perumda Tirta Pakuan agar turut mengecek wilayah tersebut. Tujuannya untuk memastikan apakah mereka masih pakai sumur atau jaringan air Perumda Tirta Pakuan.

“Ketika memang belum, saya harap PDAM harus menjadikan berikutnya target perluasan jaringan di Bogor Utara. Antisipasi kedua adalah kita masih ada air tangki, bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Masyarakat yang mengalami kekeringan pun diminta untuk langsung melapor. Layanan yang disediakan, seperti Si Badra atau ke aparatur wilayah setempat.

“Aparat wilayah seperti lurah, camat, saya harap proaktif mencari informasi titik mana yang kekeringan. Pemkot harus hadir, Pemkot harus memberikan solusi baik jangka pendek maupun jangka panjang,” katanya.