28.6 C
Bogor
Wednesday, June 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 7

Sentral AC Gelar Promo Liburan Sekolah & Light Service, Gratis Cek AC untuk Ringankan Beban Pengendara

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bengkel spesialis AC mobil Sentral AC resmi meluncurkan dua program promo bertajuk “Promo Liburan Sekolah” dan “Promo Light Service” sepanjang Juni 2026.

“Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan perjalanan masyarakat saat libur semester sekaligus meringankan beban pengendara yang terdampak kenaikan harga Pertamax,” ujar Yuke, Operasional Manager Sentral AC.

Memasuki musim libur sekolah, Sentral AC yang beralamat di Jalan K.H. Sholeh Iskandar Kedungbadak, Tanah Sareal, Kota Bogor mengingatkan pentingnya pengecekan AC sebelum menempuh perjalanan jauh.

Melalui promo ini, teknisi akan melakukan inspeksi menyeluruh pada sistem AC DENSO untuk mendeteksi kebocoran halus dan kekurangan oli kompresor sejak dini. 

Selain aspek teknis, pembersihan filter AC juga menjadi fokus utama. Filter yang bersih terbukti mengurangi debu dan bakteri di dalam kabin, sehingga udara yang dihirup penumpang lebih sehat selama perjalanan.

“Promo ini terbuka untuk semua pengendara, tidak terbatas keluarga. Syaratnya hanya satu: mobil menggunakan AC merek DENSO,” jelas Yuke.

Program kedua menyasar pengendara yang ingin menjaga performa AC melalui perawatan rutin. Sentral AC menekankan bahwa perawatan berkala penting untuk menjaga stabilitas suhu dan mencegah kerusakan mendadak yang bisa membahayakan pengendara, terutama pada perjalanan jarak jauh.

Promo Light Service berlaku khusus untuk kendaraan populer di Indonesia, meliputi Toyota Fortuner, Avanza, Rush, Innova non-hybrid, Yaris 2015 ke bawah, serta Daihatsu Xenia, Terios, Sigra, Ayla, Gran Max, dan Suzuki Ertiga.

Sebagai bentuk pelayanan tambahan, Sentral AC memberikan pengecekan AC gratis tanpa pembongkaran untuk seluruh pelanggan. Diskon khusus juga disiapkan sebagai bentuk empati atas kenaikan harga bahan bakar Pertamax yang berdampak pada biaya operasional kendaraan.

Bengkel juga merekomendasikan service AC dilakukan setiap 6 bulan sekali atau setiap 10.000 KM di bengkel resmi guna menjaga kualitas pengerjaan dan mendapatkan garansi resmi.

Untuk meningkatkan kenyamanan, Sentral AC menyediakan ruang tunggu ber-AC dengan fasilitas kopi dan minuman botol dingin gratis selama proses service berlangsung.

Dengan dua promo ini, Sentral AC berharap pengendara bisa menikmati liburan dengan tenang tanpa khawatir AC bermasalah di tengah perjalanan.

(Wawan Hermawanto)

AHASS Adimitra Tajur Perkuat Layanan Servis Resmi Sepeda Motor Honda di Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Persaingan bengkel motor di Bogor makin ketat, tapi AHASS Adimitra Tajur memilih bersaing lewat kecepatan dan kualitas. Bengkel resmi Honda ini meluncurkan paket layanan servis lengkap dengan standar pabrikan PT Astra Honda Motor Indonesia untuk menjaga performa motor pelanggan tetap optimal.

Berlokasi di Jl. Raya Tajur, Bogor, AHASS Adimitra Tajur kini menjadi salah satu titik rujukan pemilik sepeda motor Honda yang ingin perawatan tanpa khawatir soal keaslian spare part dan standar kerja mekanik.

“Kami fokus pada aman, awet, irit, presisi dan transparan. Setiap motor yang masuk harus keluar dengan performa sesuai standar pabrik,” kata Irin, Kepala Bengkel AHASS Adimitra Tajur, Jumat (13/06/2026).

AHASS Adimitra Tajur melayani servis lengkap untuk semua type merek Honda, baik injeksi maupun penggantian spare part asli genuine.

Tidak sekadar servis biasa seperti ganti oli dan ganti spare part, bengkel ini menawarkan paket perawatan yang menyentuh seluruh sistem motor. Layanan unggulan yang tersedia meliputi:

1. *Servis Berkala Honda* – Cek menyeluruh komponen, rem, van belt, rantai, kelistrikan, plus ganti oli sesuai buku panduan.

2. *Perawatan Injeksi PGM-FI* – Paket pembersihan throttle body, cvt, injector, dan reset ECU agar konsumsi BBM tetap irit.

3. *Diagnosa Modern* – Pakai Honda Diagnostic Tool untuk mendeteksi masalah mesin dan injeksi secara presisi.

4. *Spare Part Asli Bergaransi* – Semua suku cadang langsung dari Honda, dijamin asli.

5. *Layanan Tambahan* – Ahass kami menyediakan pelayanan Service Jemput dan Antar, Pengecatan , Pengeprsan body,Kuras Tangki, Radiator dll

Keunggulan lain yang ditawarkan adalah fasilitas ruang tunggu ber-AC dan non AC  dengan Wi-Fi gratis serta ada kafe, pelanggan juga bisa booking servis via Aplikasi Daya Auto, WhatsApp agar tidak perlu antre lama.

*Mekanik bersertifikat, *hanya melayani motor merk Honda keluaran dari PT Astra Honda*

AHASS Adimitra Tajur melayani seluruh tipe motor Honda, mulai dari Beat, Vario, PCX, CBR, hingga motor bebek dan sport. Seluruh mekanik sudah tersertifikasi AHASS dan rutin mengikuti pelatihan dan training teknis dari Honda pusat.

Pihak manajemen menyebut, promo jasa servis dan diskon spare part digelar rutin setiap bulan apalagi untuk konsumen yang sudah loyal.

Tujuannya jelas: membuat dan mempertahankan perawatan resmi tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.

“Perawatan rutin di bengkel resmi itu investasi. Mesin awet, aman, irit dan presisi serta harga jual kembali juga lebih stabil,” kata salah satu staf AHASS Adimitra Tajur.

Bengkel buka pada Senin–Sabtu pukul 08.00–19.00 WIB. Hari Minggu dan tanggal merah tetap buka. Informasi lengkap soal jadwal, estimasi biaya, dan promo bisa didapat langsung lewat kontak resmi AHASS Adimitra Tajur chat WA : 08156897723.

Dengan  teknisi bersertifikat, peralatan modern standard AHM, dan layanan cepat, AHASS Adimitra Tajur menargetkan menjadi bengkel rujukan utama pengguna Honda di Bogor yang tidak mau kompromi dengan perawatan abal-abal.

(Wawan Hermawanto)

Rumah Zakat Berbagi Sarapan Gratis, Dukung Pejuang Keluarga dan UMKM Lokal

0

Bogor | Jurnal Bogor
Rumah Zakat kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar manfaat dan berbagi kebaikan kepada masyarakat melalui Program Sarapan Gratis untuk para pejuang keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (12/6/2026) di halaman Kantor Rumah Zakat Bogor di Jalan Pandawa Raya No. 8 Blok B2, RT 05/RW 15, Kelurahan Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor.

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias memanfaatkan program tersebut. Para pekerja, pengemudi, pedagang, hingga warga sekitar menikmati sarapan yang telah disediakan sebelum memulai aktivitas mereka.

Program Sarapan Gratis merupakan salah satu bentuk kepedulian Rumah Zakat kepada para pejuang keluarga yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Melalui program ini, Rumah Zakat berharap dapat memberikan manfaat sederhana namun bermakna, sekaligus menghadirkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima program, kegiatan ini juga berdampak positif bagi pelaku UMKM mitra Rumah Zakat. Menu sarapan yang dibagikan berasal dari produk UMKM lokal yang telah dipercaya sebagai penyedia makanan. Dengan demikian, program ini turut membantu meningkatkan perputaran ekonomi dan mendukung keberlangsungan usaha para pelaku UMKM.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan sarapan sebelum beraktivitas, tetapi juga mendukung para pelaku UMKM agar usahanya terus berkembang,” ujar salah satu relawan Rumah Zakat.

Rumah Zakat berharap program berbagi sarapan gratis ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Dukungan dari para donatur, relawan, dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan kebaikan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

(Wawan Hermawanto)

Komisi IV DPR RI Puji Ketegasan Mentan Amran: Harga TBS Sawit, Telur, dan Ayam Mulai Naik

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Apresiasi terhadap kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menjaga stabilitas harga komoditas pertanian dan peternakan disampaikan sejumlah anggota Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI yang membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pertanian Tahun 2027 di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menjadi salah satu yang menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Kementerian Pertanian dalam merespons persoalan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang selama ini menjadi perhatian para pekebun.

Menurut Alex, berbagai upaya koordinasi dan langkah strategis yang dilakukan Kementerian Pertanian mulai menunjukkan hasil positif di lapangan.

“Terima kasih Pak Mentan, harga TBS sawit sekarang sudah merangkak naik,” ujar Alex.

Ia menilai respons cepat pemerintah sangat penting untuk menjaga stabilitas usaha pertanian dan perkebunan, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dan pekebun dalam menjalankan usahanya.

“Kehadiran pemerintah yang sigap dan responsif sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas usaha pertanian sekaligus melindungi kesejahteraan petani,” ujar Alex.

Senada dengan Alex, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Herry Dermawan, juga mengapresiasi kepemimpinan Mentan Amran yang dinilai tegas dan responsif dalam menangani berbagai persoalan sektor pertanian dan peternakan.

Menurutnya, langkah cepat yang diambil Mentan Amran berhasil mendorong perbaikan harga sejumlah komoditas yang sebelumnya mengalami tekanan di tingkat petani dan peternak.

“Kita lihat saat persoalan harga TBS sawit dibahas dalam rapat, tidak lama kemudian harga mulai membaik. Kemarin Pak Mentan hanya dua kali rapat terkait sawit, hari ini harganya sudah naik. Inilah yang kami harapkan, bagaimana pemerintah hadir dan cepat merespons persoalan yang dihadapi pelaku usaha pertanian,” ujar Herry.

Selain itu, Herry menilai ketegasan Mentan Amran juga terlihat dalam penanganan anjloknya harga telur dan ayam hidup yang sempat dikeluhkan para peternak.

“Terima kasih Pak Menteri. Ketegasan Bapak terlihat dalam penanganan anjloknya harga telur dan ayam hidup yang sempat dikeluhkan para peternak,” katanya.

Ia mengungkapkan, berbagai langkah yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satunya terlihat dari membaiknya harga telur ayam ras di tingkat peternak.

“Saya mendapat banyak aspirasi dari peternak ayam petelur. Sebulan terakhir harga sempat jatuh, tetapi dalam dua hari terakhir mulai membaik. Terima kasih Pak Menteri dan jajaran Kementan yang bergerak cepat,” ujarnya.

Menurut Herry, harga telur yang sebelumnya berada pada kisaran Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram kini mulai meningkat menjadi sekitar Rp23.000 per kilogram, bahkan di sejumlah daerah telah mencapai Rp24.000 per kilogram.

“Hari ini harga telur sudah naik. Mudah-mudahan terus membaik hingga mencapai sekitar Rp26.000 per kilogram sehingga peternak kembali memperoleh margin usaha yang sehat,” katanya.

Perbaikan serupa juga terjadi pada komoditas ayam pedaging. Herry menyebut harga ayam hidup yang sempat terpuruk hingga Rp12.000 per kilogram kini telah naik ke kisaran Rp16.000 per kilogram.

“Peternak ayam pedaging sempat sangat terpukul karena harga jauh di bawah biaya produksi. Alhamdulillah sekarang sudah mulai naik. Mudah-mudahan minggu depan bisa mencapai Rp21.000 per kilogram,” ujarnya.

Herry menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan para pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan.

“Tugas Kementan bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga meningkatkan ekonomi para pelaku di bidang pertanian. Ketika petani dan peternak sejahtera, pembangunan pertanian akan semakin kuat dan berkelanjutan,” tutup Herry.

(Restu/BBPMKP)

Clear! Mentan Amran Jelaskan Fluktuasi Harga TBS Petani Sawit

0

Bogor | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam ketika menemukan praktik yang merugikan petani sawit. Menurut Mentan Amran, fluktuasi harga tandan buah segar (TBS) yang sempat terjadi beberapa waktu lalu merupakan anomali yang tidak sejalan dengan kondisi pasar global sehingga perlu segera ditangani untuk melindungi jutaan petani sawit Indonesia.

Penjelasan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menjawab pertanyaan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB, Abdul Aziz, dalam kegiatan Ministerial and Top Executive Lecture Series yang menjadi bagian dari Dies Natalis ke-25 Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Kamis (11/6/2026).

Dalam dialog tersebut, Abdul Aziz mengapresiasi capaian pemerintah yang berhasil mempercepat target swasembada pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa target yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun mampu diwujudkan jauh lebih cepat.

“Saya bangga dengan Bapak. Bapak menjanjikan swasembada pangan dalam empat tahun, tetapi dalam waktu sekitar satu tahun sudah bisa tercapai. Di tengah berbagai krisis pangan dan geopolitik global, ini tentu menjadi capaian yang luar biasa,” kata Aziz.

Aziz kemudian mempertanyakan strategi pemerintah dalam menjaga surplus beras nasional ke depan sekaligus menyoroti fenomena fluktuasi harga TBS yang sempat menjadi perhatian petani sawit.

“Saya ingin menagih janji Bapak mengenai swasembada pangan. Bagaimana strategi pemerintah agar surplus beras kita bisa terus meningkat dan berkelanjutan? Selain itu, saya juga ingin mengetahui penjelasan Bapak mengenai harga TBS sawit yang sempat mengalami penurunan di tingkat petani,” tanyanya.

Menanggapi hal itu, Mentan Amran memaparkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam posisi yang kuat di tengah krisis pangan dan energi global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional mencapai sekitar 34,6 juta ton. Sementara itu, stok beras nasional mencapai sekitar 5,3 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka.

“Kita janji empat tahun, alhamdulillah bisa lebih cepat. Tetapi ini bukan karena saya. Ini hasil kerja keras semua pihak, mulai dari petani, akademisi, pemerintah daerah, hingga seluruh rakyat Indonesia,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menambahkan bahwa sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

“Alhamdulillah, Indonesia saat ini menjadi salah satu rujukan dunia dalam sektor pangan. Tantangannya memang berat, tetapi kita mampu membuktikan bahwa Indonesia bisa menjaga ketahanan pangannya,” ujarnya.

Terkait harga TBS sawit, Mentan Amran mengaku persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah. Bahkan, saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci, dirinya menerima berbagai keluhan dari petani mengenai turunnya harga TBS di tingkat lapangan.

Mentan Amran menceritakan bahwa saat berada di Masjidil Haram dirinya sempat berbincang dengan petani sawit yang mengeluhkan anjloknya harga TBS. Tak lama setelah itu, Presiden juga menghubunginya dan meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan.

“Saya sedang di Tanah Suci ketika mendapat laporan soal harga TBS yang turun. Begitu selesai ibadah, saya mendapat telepon dari Presiden. Beliau meminta agar persoalan ini segera diselesaikan karena menyangkut kehidupan jutaan petani sawit Indonesia,” ungkap Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, penurunan harga TBS saat itu tidak sesuai dengan kondisi pasar global. Harga minyak sawit dunia sedang meningkat dan nilai tukar dolar Amerika Serikat juga menguat. Dalam kondisi normal, harga yang diterima petani seharusnya ikut meningkat.

“Harga dunia naik, dolar menguat, tetapi harga TBS justru turun. Ini anomali. Hukum pasar berlaku di seluruh dunia, tetapi saat itu tidak tercermin pada harga yang diterima petani. Karena itu saya minta persoalan ini ditelusuri dan segera diperbaiki,” tegasnya.

Mentan Amran mengatakan pemerintah langsung mengambil langkah cepat setelah menerima laporan tersebut. Setibanya di Indonesia, ia segera berkoordinasi dengan berbagai pihak dan mengambil langkah tegas untuk melindungi petani sawit.

“Begitu saya kembali ke Indonesia, saya langsung menyurat kepada Pak Kapolri. Tangkap yang main-main, titik. Saya tidak ingin petani dirugikan. Ada sekitar 17 juta orang yang menggantungkan hidup pada sektor ini,” tegas Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, langkah cepat tersebut mulai menunjukkan hasil. Harga TBS yang sebelumnya tertekan kini berangsur membaik dan mengalami kenaikan signifikan.

“Alhamdulillah sekarang harga sawit sudah mulai naik. Kenaikannya sudah mencapai sekitar 80 sampai 90 persen dibandingkan saat persoalan itu pertama kali kami tangani,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa negara harus hadir ketika petani menghadapi persoalan yang berpotensi merugikan mereka. Karena itu, pemerintah akan terus mengawasi tata niaga sawit agar berjalan secara adil dan transparan.

Pada kesempatan yang sama, Mentan Amran mengajak mahasiswa untuk terus mengawal pembangunan pertanian nasional melalui inovasi, riset, dan kewirausahaan. Menurutnya, keberhasilan menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani memerlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Jangan berhenti mencoba. Gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi. Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang berani berjuang, berani mencari solusi, dan hadir untuk menyelesaikan masalah rakyat,” pungkas Mentan Amran.

(Restu /BBPMKP)

Mentan Amran Berikan Kuliah Umum di IPB: Belajar Gagal Menuju Sukses

0

Bogor | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi kegagalan dalam meraih cita-cita. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian penting dari proses menuju kesuksesan karena membentuk karakter, ketangguhan, dan daya juang seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan sivitas akademika Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam kegiatan Ministerial and Top Executive Lecture Series yang merupakan bagian dari perayaan Dies Natalis ke-25 Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Kamis (11/6/2026). Kuliah umum mengangkat tema “Gagal Menuju Sukses: Membangun Kewirausahaan dan Agribisnis dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional.”

Dalam paparannya, Mentan Amran menegaskan bahwa banyak orang ingin sukses, tetapi tidak mau keluar dari zona nyaman. Padahal, menurutnya, setiap keberhasilan besar selalu diawali dengan keberanian mengambil risiko dan menghadapi berbagai kesulitan.

“Kebanyakan kita tidak ingin keluar dari comfort zone, tetapi ingin sukses. Itu tidak bisa. Kalau ingin mencapai sesuatu yang besar, kita harus berani keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan yang lebih besar,” ujar Mentan Amran.

Ia mengatakan masa muda merupakan waktu terbaik untuk mencoba, belajar, dan bahkan mengalami kegagalan. Karena itu, mahasiswa tidak perlu takut mengambil langkah baru atau mencoba hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

“Hari ini kita belajar gagal. Kita belajar menderita. Jangan takut mencoba dan jangan takut gagal saat masih muda. Justru dari kegagalan itulah kita belajar menjadi lebih kuat dan lebih siap menghadapi kehidupan yang sesungguhnya,” katanya.

Mentan Amran juga membagikan pengalaman hidupnya saat merintis usaha dari nol. Berbagai kegagalan dan kerugian yang pernah dialaminya justru menjadi pelajaran berharga yang membentuk mental dan daya juangnya hingga mampu mencapai berbagai keberhasilan.

Menurutnya, salah satu faktor yang membedakan orang sukses dengan yang gagal adalah kemampuan bertahan ketika menghadapi tekanan.

“Orang sukses adalah orang yang mampu bertahan dalam tekanan. Ketika dihina, diremehkan, dicemooh, atau menghadapi kegagalan, dia tetap bertahan dan terus melangkah. Di situlah mental pemenang dibentuk,” tegasnya.

Karena itu, Mentan Amran mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa muda untuk berjuang dan membangun kapasitas diri, bukan sekadar mencari kenyamanan sesaat.

“Struggle now, enjoy your life later. Jangan enjoy now, struggle for life later. Pilihannya hanya itu. Berjuanglah sekarang ketika tenaga, semangat, dan kesempatan masih terbuka lebar,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah mahasiswa menyampaikan pengalaman hidup, gagasan, serta pandangan mereka terkait pembangunan pertanian Indonesia. Salah satunya disampaikan Muslimin, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Tanah IPB, yang menceritakan perjuangannya menempuh pendidikan tinggi melalui beasiswa dan bekerja sebagai petugas kebersihan selama kuliah karena keterbatasan ekonomi keluarga.

“Orang tua menjadi motivasi terbesar saya untuk terus melanjutkan pendidikan. Akses pendidikan tidak mudah, sehingga saya berjuang melalui beasiswa dan bekerja sambil kuliah,” ujar Muslimin.

Selain itu, mahasiswa Teknologi Pangan, Aesha, memaparkan inovasi smart skin packaging berbahan dasar ganyong untuk produk kemasan berbasis daging. Sementara Abdul Aziz dari Fakultas Pertanian menyoroti pentingnya disiplin, penghormatan kepada orang tua, serta keberlanjutan program swasembada pangan nasional.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa sektor pertanian Indonesia saat ini menunjukkan kinerja yang membanggakan di tengah ancaman krisis pangan global yang melanda banyak negara.

“Saat ini dunia menghadapi krisis pangan. Namun Indonesia mampu menunjukkan capaian yang membanggakan. Pada 2025 kita berhasil mencapai produksi beras sebesar 34,69 juta ton dan menjadi salah satu capaian terbaik dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.

Mentan Amran menambahkan bahwa sektor pertanian juga menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian yang mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, akademisi, hingga generasi muda yang terus berinovasi di sektor pertanian.

Menutup kuliah umum, Mentan Amran mengajak mahasiswa untuk memiliki mimpi besar dan keberanian untuk mewujudkannya melalui tindakan nyata serta konsistensi dalam menjalani proses.

“Make big dreams, take action, and be persistent. Bermimpilah besar, ambil tindakan, lalu bertahan dalam prosesnya. Yang paling sulit bukan bermimpi, tetapi konsisten dan tidak menyerah ketika menghadapi tantangan,” ujarnya.

Mentan Amran berharap mahasiswa IPB dapat menjadi generasi tangguh yang tidak hanya siap menghadapi tantangan masa depan, tetapi juga mampu menjadi wirausahawan, inovator, dan pemimpin yang berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

(Restu/BBPMKP)

Mentan Amran Sebut Struggle Now atau Enjoy Now, Pilihan Hari Ini Menentukan Masa Depan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengingatkan generasi muda bahwa masa depan ditentukan oleh pilihan yang dibuat hari ini. Dalam kuliah umum bertema “Gagal Menuju Sukses: Membangun Kewirausahaan dan Agribisnis dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional”, Mentan Amran menegaskan bahwa setiap orang dihadapkan pada dua pilihan besar dalam hidup: berjuang sekarang atau bersenang-senang sekarang.

“Hari ini ada dua pilihan, struggle now atau enjoy now. Kalau memilih struggle now, insya Allah nanti akan enjoy your life. Tetapi kalau hari ini hanya enjoy your life, bisa jadi nanti akan struggle for life. Pilihan itu ada di tangan kita masing-masing,” ujar Mentan Amran, di IPB Bogor, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, kesuksesan tidak pernah datang secara instan. Banyak orang hanya melihat hasil akhir dari sebuah keberhasilan, tetapi tidak melihat proses panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan, dan kegagalan.

“Sukses itu di akhir. Orang melihat kesuksesan, tetapi tidak melihat prosesnya. Padahal kesuksesan diawali dengan perjuangan, kegagalan, dan kerja keras yang terus menerus,” katanya.

Di hadapan mahasiswa, dosen, dan civitas akademika, Mentan Amran membagikan kisah hidupnya yang penuh liku. Ia mengaku telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam membangun usaha. Namun seluruh pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga yang membentuk mentalnya hingga mampu mencapai berbagai keberhasilan.

“Sukses itu dipraktikkan melalui kegagalan. Gagal, coba lagi. Gagal lagi, coba lagi. Tidak ada kesuksesan yang datang tanpa penderitaan dan kerja keras,” tegasnya.

Mentan Amran menuturkan bahwa dirinya berasal dari keluarga sederhana dan pernah mengalami berbagai kesulitan hidup. Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, ia menjadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk terus bergerak maju.

Untuk menggambarkan pentingnya keberanian mengambil risiko, Mentan Amran mengenang pengalaman pahit saat merintis usaha di masa muda. Saat itu, ia harus menjual barang-barang pribadi milik keluarganya, termasuk gelang dan kalung istrinya, untuk menambah modal usaha.

“Saya pernah menjual gelang dan kalung istri untuk modal usaha. Kami membeli satu truk ikan dari Pangkep untuk dijual ke Makassar. Ketika sampai, ikan itu tidak ditampung. Rugi besar. Itu pengalaman yang tidak pernah saya lupakan,” ungkapnya.

Kegagalan tersebut sempat membuatnya terpuruk. Namun ia memilih bangkit dan menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran berharga dalam membangun usaha yang lebih besar.

Menurut Mentan Amran, banyak orang ingin sukses tetapi tidak siap menghadapi proses yang menyertainya. Padahal, dunia usaha dan kewirausahaan menuntut keberanian menghadapi risiko dan ketidakpastian.

“Kalau mau sukses, jangan hanya mencari kenyamanan. Kesuksesan itu tidak lahir di atas meja. Kesuksesan lahir ketika kita berani bertarung di lapangan, menghadapi tantangan yang nyata,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa membangun usaha tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Banyak pengusaha sukses dunia memulai bisnisnya dari pekerjaan sampingan yang kemudian berkembang menjadi usaha besar.

“Fokus membangun bisnis memang menjadi hal utama. Tetapi banyak miliarder di bidang teknologi dan media sosial justru mengawali bisnis mereka sebagai bisnis sampingan. Yang penting adalah keberanian memulai dan konsisten menjalaninya,” katanya.

Kepada para mahasiswa, Mentan Amran memberikan tantangan untuk mulai membangun kemandirian sejak dini. Ia menilai langkah awal menuju kesuksesan adalah mengurangi ketergantungan kepada orang tua dan mulai menciptakan nilai tambah melalui berbagai kegiatan produktif.

“Awal kesuksesan mahasiswa adalah ketika mulai berpikir untuk tidak lagi membebani orang tua. Hentikan pola pikir hanya meminta. Mulailah berusaha, berkarya, dan menciptakan nilai tambah,” tegasnya.

Mentan Amran juga mengingatkan bahwa keraguan dan kebiasaan mengeluh sering kali menjadi penghambat terbesar dalam meraih keberhasilan. Karena itu, generasi muda harus membangun karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan.

“Orang ragu gagal. Orang mengeluh gagal. Apalagi yang hanya meminta-minta. Manusia tangguh adalah manusia yang berproses, yang terus bergerak meskipun menghadapi banyak kesulitan,” ujarnya.

Ia pun mengajak generasi muda untuk tetap optimistis dan tidak mudah menyerah terhadap keadaan.

“Jangan mengeluh, kecuali kepada Tuhan. Semua orang berhak sukses. Tidak ada yang ditakdirkan untuk gagal selama dia mau berjuang dan terus belajar,” katanya.

Mentan Amran menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang berani menjadi pengusaha, inovator, dan pelaku agribisnis modern. Menurutnya, penguatan kewirausahaan di sektor pertanian akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

“Generasi muda harus mengubah mindset, mengubah cara pandang. Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi ciptakan pekerjaan. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah pelaku yang mampu membawa perubahan bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

(Restu/BBPMKP)

Mentan Amran: Kementan Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Dorong Kesejahteraan Rakyat Papua

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pembangunan sektor pertanian di Papua melalui dukungan anggaran terbesar sepanjang sejarah.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua 2026 yang dihadiri para gubernur, bupati, kepala dinas pertanian, penyuluh, dan petani dari seluruh wilayah Papua di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Mentan Amran, pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyerap langsung kebutuhan dan aspirasi daerah guna mempercepat pembangunan pertanian sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Hari ini kami mendapat kehormatan menerima gubernur, bupati, kepala dinas, penyuluh, dan petani dari seluruh Tanah Papua. Kami sudah berdiskusi mengenai kebutuhan sektor pertanian dan apa saja yang diusulkan daerah, lalu kami sesuaikan dengan anggaran yang tersedia di Kementerian Pertanian,” ujar Mentan Amran.

Ia menjelaskan, hasil efisiensi dan refocusing anggaran pemerintah diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua. Pada 2025 dan 2026, total dukungan anggaran pertanian untuk Papua mencapai sekitar Rp5 triliun.

“Anggaran yang kita berikan untuk Papua mencapai sekitar Rp5 triliun. Ini merupakan anggaran sektor pertanian tertinggi sepanjang sejarah untuk Papua. Semua ini atas arahan Bapak Presiden agar Papua, Kalimantan, dan Sumatera semakin mandiri pangan dan mandiri energi ke depan,” katanya.

Mentan Amran menambahkan, pemerintah ingin memastikan harga pangan di Papua semakin terjangkau dan setara dengan daerah lain di Indonesia. Karena itu, berbagai komoditas strategis seperti padi, jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, hingga singkong menjadi bagian dari program pengembangan yang akan diperkuat.

“Kami menanyakan langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Papua. Mulai dari padi, jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, hingga singkong akan kita programkan untuk saudara-saudara kita di Papua,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai kepala daerah juga mengusulkan tambahan dukungan berupa perluasan areal tanam, cetak sawah, irigasi, traktor, dan bantuan sarana produksi lainnya. Mentan Amran mengatakan sekitar 90 persen usulan yang disampaikan telah disetujui dan akan segera ditindaklanjuti.

“Hampir 90 persen permintaan hari ini kami penuhi. Jika progresnya bagus, maka bisa mencapai 100 persen. Bahkan hari ini saya sudah meminta seluruh jajaran direktorat jenderal agar tambahan bantuan yang diajukan segera dilaksanakan secepat-cepatnya,” tegasnya.

Terkait program cetak sawah, Mentan Amran menyebut total luas yang sedang dikembangkan di Papua pada 2025-2026 mencapai sekitar 80 ribu hektare. Sebagian lahan sudah berproduksi dan menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan.

“Kurang lebih 30 ribu hektare berasal dari program tahun lalu dan sekitar 50 ribu hektare tahun ini. Produktivitas yang sebelumnya sekitar 3 ton per hektare kini bisa meningkat menjadi 5 hingga 7 ton per hektare,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh pengembangan pertanian di Papua akan menggunakan sistem modern berbasis mekanisasi. Pemerintah akan menyalurkan ratusan unit traktor dan alat mesin pertanian untuk mendukung pengelolaan lahan skala besar.

“Kalau hamparannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu hektare, tidak mungkin dikerjakan secara manual. Karena itu setiap program cetak sawah akan langsung diikuti dengan bantuan alat dan mesin pertanian modern,” katanya.

Ia menambahkan, hasil pembangunan pertanian mulai dirasakan masyarakat. Harga beras yang sebelumnya bisa mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram di sejumlah wilayah Papua kini turun dan semakin mendekati harga nasional.

“Kita ingin saudara-saudara kita di Papua menikmati harga pangan yang sama dengan masyarakat di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi” ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Gubernur Papua menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal seluruh program pembangunan pertanian nasional di Papua, termasuk memastikan pelibatan masyarakat adat dan perlindungan lingkungan hidup.

Menurutnya, terdapat dua aspek penting yang menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni social engineering melalui sosialisasi dan pelibatan masyarakat adat, serta environmental engineering yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

“Pemerintah provinsi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah memiliki kewajiban memastikan seluruh program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan berhasil,” ujarnya.

(Restu/BBPMKP)

Bermoto CERDIK,  MTsN 2 Bogor jadi Sekolah Favorit di Bogor Barat

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
‎‎Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Bogor yang berlokasi di Jalan Raya Sibanteng Km 04 Pilar, Kabupaten Bogor hingga kini di wilayah Bogor Barat masih menjadi sekolah unggulan yang diminati masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. Sepanjang tahun di setiap datangnya tahun ajaran baru, diketahui  secara signifikan tercatat 1.577 jumlah peserta yang mendaftar di MTsN 2 Bogor yang datang dari berbagai wilayah.

‎‎MTs N 2 Bogor yang memiliki moto CERDIK yakni “Cerdas, Edukatif, Religius, Disiplin, Inovatif, dan Kreatif hingga kini menjadikan sekolah favorit di wilayah Bogor Barat.

‎‎Kepala Sekolah MTsN 2 Bogor Hj.Elly Nurlaeli mengakui sampai  saat ini animo masyarakat di wilayah Bogor Barat setiap tahunnya calon siswa yang mendaftar di sekolahnya terbilang  cukup tinggi.

‎”‎Tahun ajaran 2026- 2027 saja, dari 577 peserta pendaftar. Mereka (peserta)  dinyatakan lolos seleksi  di jalur prestasi sebanyak 131 peserta, afirmasi 40 dan 209 peserta atau calon siswa yang lolos setelah mengikuti jalur reguler di MTs N 2 Bogor,” ujar Hj.Elly Nurlaeli.

‎‎Di tengah  animo masyarakat dan tingginya jumlah pendaftar  sampai saat ini MTsN 2 Bogor masih menjadi sekolah kebanggaan masyarakat terutama di Bogor Barat. Pilihan masyarakat itu bukan tanpa alasan. MTsN 2 Bogor berkomitmen dalam menjaga serta mempertahankan kualitas program pendidikan.

‎Salah satu pendaftar Habibah Azhara, calon siswa MTsN 2 Bogor yang lolos melalui jalur reguler setelah mengikuti uji tes akademik berbasis Computer Based Test ( CBT) mengaku bersyukur karena impian sekolahnya  itu terjawab untuk masuk dan menjadi siswi  di MTsN 2 Bogor.

‎‎Habibah yang berasal dari sekolah SDIT Al-Munawar Kecamatan Nanggung  sebelumnya memang telah berencana untuk mendaftar di MTsN 2 Bogor. ‎”‎AIhamdulillah keterima,” kata Habibah.

** Arip Ekon

Berdasarkan Aspirasi Masyarakat, Dinas PUPR:  Jalan  Nanggung – Rancabakti Ditangani Rekonstruksi

0

‎Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)  memastikan  ruas jalan Nanggung Rancabakti lingkup Kecamatan Nanggung akan dibangun rekonstruksi.‎

‎‎”Menjawab aspirasi masyarakat dan sesuai  arahan Pak Bupati, bahwa jalan Nanggung- Rancabakti tahun ini akan ditangani rekonstruksi,” kata Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor Gantara melalui pesan singkatnya kepada  wartawan, Kamis (11/6/2026).‎

‎‎Tahun 2026 ini, Gantara menjelaskan, berdasarkan catatan status jalan Kabupaten Bogor yang disampaikan masyarakat desa setempat yakni, ruas jalan Nanggung- Rancabakti  panjangnya 5,6 kilometer.‎

‎‎Sebelumnya diberitakan, puluhan warga di Desa Nanggung dengan Warga  Desa Curugbitung di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar aksi gotong royong memperbaiki jalan yang rusak.

‎Perbaikan jalan dilakukan setelah warga di Desa Nanggung menyampaikan aspirasinya ke Bupati Bogor Rudy Susmanto  pada momen Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-544 terkait jalan rusak di  Jalan Sela Awi Rancabakti – Cibeureum jalur Desa Curugbitung, Nanggung.‎

“‎Pak Bupati merespons hingga menargetkan bahwa Jalan Sela Awi Cibeureum akan dibangun di tahun 2026 in,” kata ketua Dusun 3 Desa Nanggung H Deden Mulyawidanta kepada Jurnal Bogor, Rabu (10/2026).‎

‎”‎Hingga  beredar di medsos Pak Bupati merespons dan menyatakan bahwa Jalan Sela Awi akan dibangun pada Desember 2026 sepanjang 7 kilometer,” paparnya.‎

‎‎‎Tak hanya itu, bahkan ditengah puluhan aksi masyarakat di Desa Nanggung, Bupati Bogor memberikan sejumlah uang untuk makan dan minum sebesar 10 juta rupiah.‎

‎Menurut H.Deden, berangkat dari situlah setelah Bupati Bogor menjawab dan berinteraksi langsung, masyarakat berinisiatif  melakukan perbaikan jalan dengan menggunakan material semen dan pasir di beberapa titik di ruas Jalan Sela Awi.‎

‎Dia menjelaskan, pPerbaikan jalan itu juga seiring pemanfaatan  uang dari Bupati Rudy  untuk pembelian material semen dan pasir guna tambal sulam jalan yang kondisinya tengah rusak itu.‎

‎H Deden juga menyebutkan, sebelum jalan  dibangun  permanen, masyarakat antusias mulai dari Kampung Nangela, Rancabakti, Ciloceng, Pasir Peuteuy termasuk di Kampung Cibeureum yang merupakan Desa tetangga, yakni Desa Curugbitung wilayah Kecamatan Nanggung serentak menggelar aksi gotong royong perbaiki jalan berlubang tersebut.‎

‎Gotong royong pengecoran  jalan rusak parah itu di ruas jalan Sela Awi  area Gunung Jajaway merupakan jalur penghubung Desa Curugbitung Kecamatan Nanggung.‎

‎”Inisiatif perbaikan jalan ini, bentuk kepedulian  serta ucapan terimakasih warga pada Bupati Bogor  atas respons terhadap rencana dibangunnya Jalan Sela Awi yang   sudah lama dinantikan masyarakat,” pungkasnya.

** Arip Ekon