26.8 C
Bogor
Thursday, September 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 7

ITB Dewantara Sosialisasikan Tugas Akhir Proyek Bagi Mahasiswa Angkatan 36 dan 38

0

Cibinong • Jurnal Bogor- Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara menggelar Sosialisasi Tugas Akhir Mahasiswa Angkatan 36 dan 38 Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tingkat akhir mengenai panduan, ketentuan, serta alur pelaksanaan tugas akhir sebagai salah satu tahapan penting menuju kelulusan.

Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu, 29 Agustus 2026 di Ruang 1201 ITB Dewantara tersebut dihadiri 130 mahasiswa semester akhir membahas berbagai ketentuan terbaru terkait pelaksanaan tugas akhir, termasuk perubahan bentuk tugas akhir yang sebelumnya berupa skripsi menjadi Tugas Akhir Proyek.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Dr. Muhlis, S.Pt., MM, selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan ITB Dewantara. Ia menjelaskan bahwa perubahan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus menyesuaikan pelaksanaan tugas akhir dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan dunia kerja.
Melalui konsep Tugas Akhir Proyek, mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya akademik dalam bentuk tulisan, tetapi juga mampu menghasilkan proyek yang aplikatif dan relevan dengan bidang keilmuan masing-masing. Dalam pelaksanaannya, Tugas Akhir Proyek juga dapat dikerjakan secara berkelompok, dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi setiap anggota.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa juga diberikan penjelasan mengenai alur pelaksanaan tugas akhir, mulai dari menentukan ide atau topik proyek, penyusunan proposal, proses bimbingan, pelaksanaan dan pengembangan proyek, hingga penyelesaian dan evaluasi akhir.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Zeze Zakaria Hamzah, SE., MM, selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik ITB Dewantara, menekankan pentingnya mahasiswa tingkat akhir untuk memiliki target penyelesaian studi yang jelas.
“Mahasiswa harus memiliki target yang jelas dan berkomitmen untuk menyelesaikan studinya tepat waktu. Jangan menunda pengerjaan tugas akhir dan manfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan bimbingan.

Sementara itu, Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., MM, memberikan motivasi kepada mahasiswa agar menjadikan Tugas Akhir Proyek sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kompetensi yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan.

“Tugas akhir jangan hanya dipandang sebagai kewajiban untuk mendapatkan gelar. Jadikan proyek akhir sebagai kesempatan untuk menghasilkan karya terbaik sekaligus menjadi portofolio yang dapat dibawa ketika memasuki dunia kerja.”

Ia juga mendorong mahasiswa untuk membangun pola kerja yang terencana, aktif melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing, serta memanfaatkan kerja kelompok untuk menghasilkan proyek yang lebih kreatif dan solutif.
Perubahan kebijakan dari skripsi menjadi Tugas Akhir Proyek mendapat respons positif dari mahasiswa. Mirna, mahasiswa Program Studi Manajemen, menyampaikan kegembiraannya terhadap kebijakan tersebut.

Menurutnya, konsep Tugas Akhir Proyek memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari secara lebih nyata.

“Saya merasa senang dengan kebijakan baru ini karena lebih aplikatif. Kami bisa menerapkan ilmu yang sudah dipelajari selama kuliah ke dalam sebuah proyek yang nyata.”

Melalui kegiatan sosialisasi ini, ITB Dewantara berharap mahasiswa Angkatan 36 dan 38 RPL dapat memahami seluruh ketentuan pelaksanaan Tugas Akhir Proyek dan segera mempersiapkan diri untuk menyelesaikan tahapan akhir studinya

(Wawan Hermawanto)

Borong 2 Emas, SDN Bubulak 1 Juara Umum Invitasi Olahraga Tradisional Bogor Barat 2026

0

Bogor | Jurnal Bogor – SDN Bubulak 1 Kota Bogor kembali mengharumkan Kecamatan Bogor Barat. Dalam ajang Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Kecamatan Bogor Barat Tahun 2026, tim perwakilan sekolah ini berhasil mendapat gelar juara umum setelah meraih 2 medali emas.

Prestasi gemilang itu diraih pada dua cabang lomba yaitu dagongan dan egrang. Kedua tim berhasil keluar sebagai juara 1 setelah menunjukkan kekompakan, kecepatan, serta semangat pantang menyerah di arena pertandingan.

Pelatih dan guru pembina turut bangga atas pencapaian anak didiknya.

“Semangat berani, jujur, percaya diri yang selama ini ditanamkan sekolah terlihat nyata dalam setiap gerakan para siswa,” kata pelatih dan guru olahraga di SDN Bubulak 1 Kota Bogor, Nena, Jumat (28/08/2026).

Kepala SDN Bubulak 1 Kota Bogor, Sri Waryana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada seluruh siswa, pelatih, guru, dan orang tua yang telah mendukung dan memberikan semangat hingga meraih prestasi ini. Ini bukan hanya kemenangan tim, tapi kemenangan kita semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak sekolah berpesan agar prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berproses. “Teruslah berlatih, berproses, dan berprestasi untuk mengharumkan nama SDN Bubulak 1Kota Bogor serta menjadi kebanggaan kita semua,” tulisnya dalam pengumuman resmi.

Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya melalui olahraga tradisional dapat berjalan seiring dengan peningkatan prestasi. Dengan moto Berprestasi, Berkarakter, Berbudaya, SDN Bubulak 1 Kota Bogor berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cinta budaya bangsa.

Prestasi hari Ini, inspirasi untuk esok hari. Kalimat itu menjadi pengingat bahwa setiap usaha keras hari ini akan menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh ke depan. Diharapkan, keberhasilan di tingkat kecamatan ini menjadi awal bagi SDN Bubulak 1 untuk melaju ke tingkat Kota Bogor dan membawa nama baik daerah di kancah yang lebih luas.

(Wawan Hermawanto)

Rumah Zakat Bogor Distribusikan Air Bersih untuk Warga Bogor Barat yang Terdampak Kekeringan

0

Bogor, | Jurnal Bogor – Rumah Zakat Bogor kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayah Bogor Barat. Kali ini, distribusi air bersih dilakukan di Kampung Parakan 3, RT 05/RW 05, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih selama musim kemarau.

Program kemanusiaan ini menjangkau lebih dari 200 kepala keluarga (KK). Bantuan air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kebutuhan konsumsi hingga keperluan rumah tangga sehari-hari.

Ketua RT 05/RW 05 Fitri, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Rumah Zakat beserta para donatur yang telah membantu warganya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat dan seluruh donatur yang telah membantu menyediakan air bersih bagi warga kami. Bantuan ini sangat berarti dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air bersih,” ujar Fitri, Selasa (25/08/2026).

Sementara itu Kepala Cabang Rumah Zakat Bogor Siswanto menjelaskan bahwa distribusi air bersih merupakan salah satu program prioritas untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di wilayah Bogor Barat.

“Program ini sangat urgen untuk diberikan kepada masyarakat yang mengalami kekeringan di wilayah tugas kami, khususnya warga Bogor Barat. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar program distribusi air bersih ini dapat terus berjalan dengan lancar. Kami juga memohon doa untuk seluruh mitra dan donatur Rumah Zakat agar senantiasa diberikan keberkahan atas kepedulian dan dukungan yang telah diberikan,” ujar Siswanto.

Rumah Zakat terus berkomitmen menghadirkan aksi nyata dalam membantu masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan. Distribusi air bersih menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, terutama di tengah musim kemarau yang menyebabkan krisis air di sejumlah wilayah.

Melalui sinergi bersama para mitra dan donatur, Rumah Zakat berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program ini. Semangat berbagi dan kepedulian diharapkan mampu menghadirkan harapan serta meringankan beban warga yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah Bogor.

(Wawan Hermawanto)

Maulid Nabi di RSUD R.Moh Noh Nur Harapkan Syafaat dan Teladani Akhlak Rasulullah

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 15 Rabiul Awal 1448 Hijriah, keluarga besar RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang penuh khidmat. Acara pembinaan rohani ini dipusatkan di Masjid Hj. Fatimah RSUD R. Moh. Noh Nur pada Jumat, 28 Agustus 2026, dan diikuti dengan antusias oleh jajaran manajemen serta pegawai rumah sakit yang tidak sedang dalam jadwal pelayanan pasien.

Mengusung tema utama “Dengan Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Kita Berharap Akan Syafaat-Nya Fiddunya Wal Akhirat,” kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, serta meningkatkan dedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang humanis kepada masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi diri bagi kita semua sebagai pelayan masyarakat untuk meneladani kejujuran, amanah, dan kasih sayang yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam setiap lini kehidupan dan pekerjaan,” ungkap perwakilan manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur.

Tausiyah Penuh Makna oleh K.H. Bubung Burhanuddin

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menghadirkan penceramah kondang, K.H. Bubung Burhanuddin. Dalam tausiyahnya yang sarat akan nilai moral dan spiritual, beliau memaparkan tiga poin penting yang menjadi pilar kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat bagi seorang hamba:

1. Berbakti kepada Orang Tua (Terutama Ibu): K.H. Bubung Burhanuddin mengingatkan kembali keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, khususnya seorang Ibu. Beliau menekankan bahwa Rasulullah SAW menyebutkan kata “Ibu” sebanyak tiga kali sebelum menyebut “Ayah” sebagai bentuk penegasan atas kemuliaan, pengorbanan, dan besarnya hak seorang ibu untuk dihormati serta ditaati oleh anak-anaknya.

2. Hormat dan Tawadhu kepada Guru: Poin kedua yang ditekankan adalah pentingnya menjaga adab dan rasa hormat kepada guru. Guru merupakan pelita yang menerangi kegelapan kebodohan dan membimbing umat menuju jalan kebaikan serta keberkahan ilmu.

3. Kemuliaan Menuntut dan Mengamalkan Ilmu: Poin ketiga menggarisbawahi urgensi ilmu pengetahuan yang dilandasi nilai keimanan. Ilmu yang bermanfaat dan diamalkan dengan tulus akan mengangkat derajat seseorang serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Semangat Spiritual untuk Pelayanan Prima

Penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diharapkan mampu memberikan energi positif serta ketenangan batin bagi seluruh pegawai RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang. Dengan nilai-nilai keteladanan yang disampaikan, seluruh aparatur rumah sakit diharapkan semakin termotivasi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya profesional secara medis, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah.

(yev/cc)

Asah Mentalitas dan Perkuat Kemampuan, Pesilat Asal Nanggung Ikuti Latihan di Cijeruk Bogor

0

Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Untuk mengasah mentalitas dalam memperkuat kemampuan para pesilat asal Kecamatan Nanggung dalam waktu dekat akan menggelar  latihan bersama di wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.‎

‎‎Latihan bersama secara  aktif itu agar para pesilat memiliki performa fisik serta kesiapan mental  dalam menghadapi ajang kompetisi.‎

‎Latihan   keluar wilayah Nanggung sengaja dilakukan, agar mereka  dapat  beradaptasi dan berbagi pengalaman dengan para pesilat lainnya.‎

‎”‎Untuk   mengasah kemampuan dan mentalitas peserta silat, sebab ruang lingkup saat latihan  diluar dan didalam itu jelas berbeda. Maka itu, pada Minggu (30/8/2026) mendatang  latihan silat bersama akan digelar di area pondok pesantren di Cijeruk Bogor,” ujar salah satu pelatih silat, Rena Zaqiah kepada Jurnal Bogor, Jumat (28/8/2026).‎

‎”‎Mentalitas terbangun, karena peserta pun bisa latihan lebih serius lagi,” tandasnya.‎

‎Sementara keberadaan olahraga seni beladiri pencak silat ini mendapat dukungan dari  Forkopimcam Nanggun, Koramil 2117, Mapolsek hingga PT Antam.‎

‎‎Bahkan Ketua Koordinator Olahraga Kecamatan Nanggung (KOK) Kasim mendukung latihan di luar wilayah  karena bisa menambah pengalaman dan  memperkuat mentalitas.‎

‎”Mereka dapat merasakan kolaborasi latihan bersama sehingga pelatih bisa mengukur kekurangan para pesilat secara objektif,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Kementan Cetak Birokrasi Adaptif, 41 Pejabat Ikuti PKA Angkatan XI

0

Bogor | Jurnal Bogor
Penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi langkah penting Kementerian Pertanian (Kementan) dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XI Tahun 2026 yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP).

Pelatihan ini dirancang tidak sekadar meningkatkan kompetensi pejabat administrator, tetapi juga membentuk pemimpin yang mampu mengelola kinerja, menggerakkan perubahan, membangun kolaborasi, serta memastikan kebijakan dan program organisasi memberikan dampak nyata.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kompetensi aparatur merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan. Aparatur yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan kemampuan manajemen kinerja diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pejabat administrator memiliki posisi strategis dalam memastikan kebijakan organisasi diterjemahkan menjadi program kerja yang efektif dan terukur.

“Pengembangan kompetensi aparatur harus diarahkan pada peningkatan kinerja organisasi. Pejabat administrator tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan kerjanya,” demikian penekanan dalam pengembangan kompetensi kepemimpinan aparatur.

PKA Angkatan XI Tahun 2026 resmi dibuka di BBPMKP pada 24 Agustus 2026 dan diikuti 41 peserta dari berbagai instansi. Rangkaian pelatihan berlangsung sejak 9 Agustus hingga 9 Desember 2026. Tahapan awal dilaksanakan melalui pembelajaran mandiri selama 10 hari pelatihan, dilanjutkan dengan pembelajaran klasikal yang berlokasi di Komplek Surya BBPMKP Ciawi, Bogor.

PKA bertujuan mengembangkan kompetensi pejabat administrator agar memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator. Lebih dari itu, peserta diarahkan menjadi pemimpin yang mampu mengelola kinerja secara sistematis, membangun akuntabilitas, dan mengoptimalkan sumber daya organisasi untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Kepala BBPMKP Sukim Supandi mengatakan bahwa proses pembelajaran dalam PKA diarahkan untuk menghasilkan pemimpin yang tidak hanya memahami konsep kepemimpinan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi.

“PKA harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi. Karena itu, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga didorong untuk mampu mengelola perubahan dan menghasilkan aksi perubahan yang relevan dengan kebutuhan instansinya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan dari Widyaiswara BBPMKP, narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), praktisi, serta narasumber dari berbagai instansi yang kompeten sesuai dengan agenda pembelajaran.

Kurikulum PKA Angkatan XI mencakup empat agenda utama, yaitu Agenda 1 Kepemimpinan Pancasila dan Nasionalisme, Agenda 2 Kepemimpinan Kinerja, Agenda 3 Manajemen Kinerja, dan Agenda 4 Aktualisasi Kepemimpinan.

Seluruh rangkaian PKA berlangsung selama 908 jam pelajaran atau setara dengan 105 hari pelatihan. Selain pembelajaran utama, peserta juga memperoleh materi penunjang kesehatan jasmani dan mental sebanyak 14 jam pelajaran sebagai bagian dari upaya membangun kapasitas pemimpin secara menyeluruh.

Melalui PKA Angkatan XI Tahun 2026, BBPMKP berharap lahir pejabat administrator yang mampu menjadi motor penggerak peningkatan kinerja di instansi masing-masing. Kompetensi kepemimpinan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diwujudkan melalui aksi perubahan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, investasi Kementan dalam pengembangan kompetensi aparatur tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi diarahkan untuk memperkuat kinerja organisasi dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, akuntabel, dan berdampak.

(Restu/BBPMKP)

SDN Kencana 2 Raih Juara Umum Otrad Kecamatan Tanah Sareal

0

BOGOR – SDN Kencana 2 Kota Bogor tampil sebagai juara umum pada Lomba Olahraga Tradisional (Otrad) jenjang sekolah dasar tingkat Kecamatan Tanah Sareal.
Prestasi tersebut diraih berkat penampilan apik siswa-siswi SDN Kencana 2 yang berhasil mengamankan dua medali emas, masing-masing dari cabang olahraga (cabor) sumpitan dan egrang. Selain itu, SDN Kencana 2 juga membawa pulang dua medali perunggu dari cabor sumpitan.
Kepala SDN Kencana 2 Kota Bogor, Rahayu Kartika, mengaku sumringah dengan pencapaian yang diraih anak didiknya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan semangat para siswa selama mengikuti perlombaan.
“Hasil yang membanggakan. Murid-murid kami tampil maksimal pada Otrad tahun ini,” ujar Kartika.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam olahraga tradisional.
Kartika mengatakan, tim SDN Kencana 2 selanjutnya akan terus melakukan latihan sebagai persiapan menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Selanjutnya kami akan terus berlatih. Infonya akan ada TC sebagai persiapan untuk lomba tingkat Kota Bogor,” katanya.
Dengan raihan dua emas dan dua perunggu, SDN Kencana 2 berharap dapat kembali menorehkan prestasi saat berlaga di tingkat Kota Bogor. Para siswa pun diharapkan semakin siap dan percaya diri menghadapi persaingan yang lebih ketat. Tjahyadi Ermawan

SDN Julang Tampil Gemilang Otrad Tanah Sareal Dibuka Hari ini

0

BOGOR — Ratusan pelajar jenjang sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mengikuti Lomba Olahraga Tradisional (Otrad) yang digelar di Lapang Taman Heulang, Kamis (27/8/2026).
Sejumlah cabang olahraga tradisional diperlombakan dalam kegiatan tersebut, yakni hadangan, egrang, dagongan, tarompah panjang, dan sumpit.
Wakabidang Olahraga Tradisional, Dewi Royung Wulan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Kecamatan Tanah Sareal untuk menghadapi ajang Otrad tingkat Kota Bogor.
“Juara 1, 2 dan 3 akan mewakili Tanah Sareal di tingkat kota,” jelas Dewi kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Menurut Dewi yang juga merupakan Kepala SDN Kebon Pedes 5, pelaksanaan Otrad tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal kepada generasi muda.
“Melatih kepercayaan diri para siswa peserta lomba, membuat bugar fisik dan membangun karakter disiplin,” sambung Dewi.
Kendati pembukaan kegiatan baru dilaksanakan secara resmi hari ini, cabang olahraga hadangan telah dipertandingkan sehari sebelumnya.
Tim SDN Julang A menjadi salah satu tim yang menunjukkan performa terbaik. Mereka berhasil melaju ke babak selanjutnya setelah mencatatkan dua kemenangan.
Kegiatan Otrad tersebut diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet olahraga tradisional dari Kecamatan Tanah Sareal yang mampu berprestasi di tingkat Kota Bogor sekaligus menjaga keberlangsungan permainan tradisional di kalangan generasi muda. Tjahyadi

Tim Dagongan SDN Cimanggu Juara Otrad Kecamatan Tanah Sareal

0

BOGOR — Tim Dagongan SDN Cimanggu tampil sebagai juara dalam ajang Lomba Olahraga Tradisional (Otrad) tingkat Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Prestasi tersebut mengantarkan tim SDN Cimanggu untuk mewakili Kecamatan Tanah Sareal pada Lomba Olahraga Tradisional tingkat Kota Bogor.
Guru pembimbing Tim Dagongan SDN Cimanggu, Novan, mengaku bangga atas perjuangan dan kerja keras para siswa hingga berhasil meraih hasil terbaik.
“Saya bangga sekali, terima kasih atas perjuangan anak-anak. Kami akan berjuang yang terbaik di tingkat Kota Bogor,” ujar Novan.
Tim Dagongan SDN Cimanggu diperkuat oleh Arsyil, Zhafran, Razqy, Hafizh, Jibran, dan Ardan. Keenam siswa tersebut menunjukkan kekompakan, semangat, serta kerja sama yang menjadi kunci dalam olahraga tradisional dagongan.
Dengan keberhasilan tersebut, Tim Dagongan SDN Cimanggu selanjutnya akan membawa nama Kecamatan Tanah Sareal pada ajang Lomba Olahraga Tradisional tingkat Kota Bogor.
Novan berharap keberhasilan di tingkat kecamatan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berlatih dan memberikan penampilan terbaik di tingkat kota.
“Semoga anak-anak semakin kompak dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Tanah Sareal di tingkat Kota Bogor,” pungkasnya. (Tjahyadi Ermawan)

ITB Dewantara Gelar Edukasi Budaya dan Pengabdian Masyarakat di Desa Adat Baduy

0

Lebak | Jurnal Bogor
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara melaksanakan kegiatan Edukasi Budaya dan Pengabdian Masyarakat di Desa Adat Baduy, Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Belajar dari Alam, Bertumbuh Bersama Budaya” ini menjadi bagian dari upaya ITB Dewantara menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung bersama masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 86 mahasiswa, 4 dosen, dan 4 tenaga kependidikan ITB Dewantara.

Setibanya di kawasan Baduy, civitas akademika ITB Dewantara diterima oleh Medi Marsinun, Sekretaris Desa (Sekdes) Kanekes, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Dalam kesempatan tersebut, Medi menyambut baik kedatangan mahasiswa dan dosen ITB Dewantara yang hadir untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena mahasiswa dapat mengenal secara langsung kehidupan, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Baduy.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada mahasiswa dan dosen ITB Dewantara yang telah berkunjung ke Baduy. Semoga ke depan bisa lebih banyak mengeksplorasi budaya Baduy dan mempublikasikannya melalui media sosial, sehingga masyarakat luas dapat melihat keindahan alam serta keunikan budaya Baduy yang perlu terus dilestarikan,” ujar Medi Marsinun, Selasa (25/08/2026).

Salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah mahasiswa mendapatkan tugas untuk membuat video tentang budaya dan kehidupan masyarakat Baduy. Melalui media sosial, mahasiswa diharapkan mampu mengemas pengalaman yang diperoleh di lapangan menjadi konten positif, informatif, dan edukatif. Dengan demikian, pembelajaran yang diperoleh mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa didampingi oleh empat dosen, yaitu Dr. Syaiful Anwar, Dr. Muhlis, Novita Anggraeni, S.Pt., M.Si., M.E., dan Wawan Subagyo, S.Pt., MM. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh empat tenaga kependidikan ITB Dewantara.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Kampus Berdampak, yaitu mendorong perguruan tinggi agar kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rubi, salah seorang warga lokal, mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa dan dosen ITB Dewantara. Menurutnya, kedatangan wisatawan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan pedagang lokal.

“Kami senang dengan adanya wisatawan yang datang ke sini. Banyak produk lokal yang dibeli, terutama hasil bumi seperti madu Baduy, durian, manggis, gula aren, dan produk lainnya. Kehadiran wisatawan tentu membantu masyarakat dan UMKM di sini,” ungkap Rubi.

Bagi mahasiswa ITB Dewantara, kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang berbeda. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai budaya Baduy melalui teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana masyarakat mempertahankan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Syech Dzulkarnaen selaku Ketua Panitia menyampaikan rasa puas atas pelaksanaan kegiatan Edukasi Budaya dan Pengabdian Masyarakat di Desa Adat Baduy. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga kepada mahasiswa karena mereka dapat belajar secara langsung dari masyarakat dan lingkungan.

Sementara itu,  Dosen pendamping kegiatan ini Dr. Syaiful Anwar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya ITB Dewantara menghadirkan pembelajaran yang berdampak dan relevan dengan kehidupan masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa ITB Dewantara tidak hanya datang sebagai wisatawan, tetapi hadir sebagai pembelajar dan bagian dari masyarakat. Mereka belajar memahami kehidupan, kearifan lokal, dan nilai-nilai budaya Baduy. Setelah itu, mahasiswa dapat mengolah pengalaman tersebut menjadi karya dan konten edukatif yang dapat memperkenalkan keunikan budaya Baduy kepada masyarakat luas,” ungkap Syaiful.

Melalui kegiatan Edukasi Budaya dan Pengabdian Masyarakat ini, ITB Dewantara berharap terbangun pengalaman pembelajaran yang memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat.

(Wawan Hermawanto)