28.6 C
Bogor
Thursday, June 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 9

​Gandeng Pengguna Flip, Rumah Zakat Salurkan Fidyah Berupa Ratusan Paket Nasi Box untuk Dhuafa

0

​Sukabumi | Jurnal Bogor
Rumah Zakat kembali menunjukkan komitmennya dalam menjembatani kebaikan para donatur. Kali ini, berkolaborasi dengan para pengguna aplikasi Flip, Rumah Zakat menyalurkan paket makanan siap saji melalui program Penyaluran Fidyah bagi masyarakat dhuafa di Kampung Nyalindung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

​Sebanyak 100 warga dhuafa di wilayah tersebut menerima manfaat berupa sedekah nasi box. Kehadiran program ini disambut dengan antusiasme tinggi dan senyum bahagia dari para penerima manfaat yang mayoritas merupakan kalangan prasejahtera.

​Salah satu penerima manfaat, Ibu Euis, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya saat menerima paket makanan tersebut.

​”Terima kasih banyak Rumah Zakat dan para donatur Flip atas pemberian nasi box ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di sini. Semoga berkah dan dibalas kebaikan yang berlipat ganda,” ujar Ibu Euis dengan haru.

​Selain dibagikan kepada warga umum di Kampung Nyalindung, penyaluran fidyah ini juga menyasar para ibu jamaah Majelis Taklim Baitul Rohman.

Program ini diharapkan dapat meringankan beban harian sekaligus memberikan pemenuhan nutrisi yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan.

​Program Penyaluran Fidyah hasil kolaborasi Rumah Zakat dan Flip ini merupakan bentuk nyata dari pemanfaatan teknologi digital untuk misi kemanusiaan. Melalui kemudahan yang ditawarkan aplikasi Flip, para pengguna dapat dengan mudah menunaikan kewajiban fidyah mereka, yang kemudian dikelola secara profesional oleh Rumah Zakat untuk didistribusikan kepada sasaran yang tepat.

​Rumah Zakat berkomitmen untuk terus bergerak, menyusuri wilayah-wilayah yang membutuhkan, dan memastikan amanah dari para donatur tersampaikan dengan transparan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.

(Wawan Hermawanto)

Jaro Ade Prihatin, Penegak Hukum Harus Usut Tuntas

0

Jasinga l Jurnal Bogor
‎Pascaperistiwa naas yang merenggut nyawa seorang bocah berusia 9 tahun yang diserang anjing pemburu babi di Desa Sipak, Jasinga, Kabupaten Bogor, Wakil Bupati Ade Ruhandi prihatin dan menyampaikan belasungkawa  mendalam kepada keluarga korban. Dia pun meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.‎

‎”‎Semoga  keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi ‎cobaan  berat ini,” ucap ‎‎Jaro Ade sapaan akrabnya, Minggu, (7/6/2026).‎

‎”Duka ini adalah duka kita bersama. Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ungkapnya.‎

‎Dengan mata berkaca-kaca saat menerima informasi mengenai kejadian tersebut, Jaro Ade menegaskan bahwa nyawa seorang anak tidak boleh hilang begitu saja tanpa adanya kejelasan hukum.‎

‎Pria yang akrab disapa Jaro Ade itu pun menegaskan bahwa terkait penyelesaian persoalan tersebut, baik melalui jalur musyawarah maupun proses hukum, sepenuhnya diserahkan kepada keluarga korban sebagai pihak yang paling merasakan kehilangan.‎

‎”Terkait musyawarah maupun proses hukum, kami menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga korban. Mereka yang paling berhak menentukan langkah yang akan ditempuh. Apa pun keputusan keluarga harus dihormati oleh semua pihak,” ujarnya.‎

‎Menurut Jaro Ade, dalam peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang anak yang menjadi buah hati dan kebanggaan kedua orang tuanya, harus ada ruang yang terbuka bagi musyawarah maupun penegakan hukum.‎

‎Kedua mekanisme tersebut memiliki tempat masing-masing dan harus dijalankan dengan mengedepankan rasa keadilan serta kemanusiaan.‎

‎”Ini menyangkut hilangnya nyawa seorang anak yang menjadi kesayangan kedua orang tuanya. Karena itu harus ada ruang untuk musyawarah, tetapi juga ruang bagi penegakan hukum,” tegas Jaro Ade.‎

‎Semua itu kata dia harus dilakukan dengan mengedepankan rasa keadilan, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap keluarga yang sedang berduka.

‎‎Meski demikian, Jaro Ade berharap seluruh proses berjalan dengan baik, mengedepankan keadilan, serta memberikan ketenangan bagi keluarga yang tengah berduka.‎

‎Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan.‎

‎”Kami meminta pihak berwajib untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Berikan keadilan kepada korban dan keluarganya. Jangan sampai ada pihak yang menghindari tanggung jawab atas kejadian yang sangat memilukan ini,”  tegasnya.‎

‎Jaro Ade juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan mempercayakan proses penanganan kasus kepada aparat kepolisian.‎

‎Ia berharap penyelidikan yang tengah berlangsung dapat mengungkap seluruh fakta sehingga tragedi serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Bogor.‎

‎Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap puluhan pemburu yang diamankan pascainsiden tersebut.

** Arip Ekon

Seorang Bocah Meninggal Diserang Anjing Pemburu Babi

0

Jasinga l Jurnal Bogor
Peristiwa berdarah menimpa seorang bocah berusia 9 tahun yang meninggal dunia akibat  diserang anjing pemburu babi di Desa Sipak, Jasinga, Kabupaten Bogor, Minggu (7/6/2026), pukul 11.00 WIB. ‎Sekujur tubuh korban dipenuhi luka gigitan anjing.

‎‎Sekretaris Desa Sipak, Firdaus membenarkan peristiwa getir tersebut. ‎“Korban ditemukan di area persawahan dekat sungai irigasi, kondisinya sudah penuh luka,” ungkapnya.‎

‎Menurut Firdaus, korban merupakan warga Kampung Tipar, Desa Argapura, Cigudeg. Saat kejadian, korban tengah bermain bersama temannya menelusuri aliran sungai.‎

‎“Korban diserang sekitar 4 ekor anjing, warga yang melihat kejadian tidak bisa mengusir anjing-anjing tersebut sehingga meminta bantuan warga lainnya,” jelasnya.‎

‎Sementara anjing-anjing tersebut merupakan anjing pemburu babi yang dibawa oleh kelompok orang menggunakan mobil.‎

‎Para pemburu babi tersebut datang sekitar 20 mobil dengan hewan anjing yang tidak terhitung banyaknya.‎

‎“Mereka sekitar 50 orang, anjingnya banyak, bahkan masih ada yang berkeliaran. Warga pun masih resah,” kata Firdaus.‎

‎Saat ini, sekitar 50 orang pemburu babi telah diamankan di Polsek Jasinga. Sementara jasad korban telah dibawa ke RSUD Moh Moh Nur Leuwiliang untuk diautopsi. ‎

“Pihak keluarga ingin kasus ini dibawa ke jalur hukum,” tukasnya.

** Arip Ekon

Jaga Silaturahmi, Warga Parakan Asri Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Warga perumahan Parakan Asri Residence, Mekarjaya, Ciomas, Kabupaten Bogor melakukan kerja bakti membersihkannya lingkungan, Minggu (7/6/2026).

Kerja bakti tersebut untuk menjaga silahturahmi antarwarga dan juga membuat lingkungan bersih.

“Tujuan kegiatan ini agar lingkungan bersih dan nyaman,” kata ketua pelaksana kerja bakti, Rahmat.

Menurutnya, kerja bakti yang dilakukan warga perumahan ini akan diagendakan setiap sebulan sekali di pekan pertama atau kedua.

Rahmat menjelaskan, selain membersihkan lingkungan, juga dipasang sejumlah spanduk imbauan agar pengendara yang melewati perumahan berhati-hati.

“Terutama larangan ngebut karena disini banyak anak-anak,” jelas Rahmat.

(budi)

Kejuaraan Wali Kota Cup IV 2026 Jadi Ajang Regenerasi Atlet Tarung Derajat Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pengurus Cabang Tarung Derajat Kota Bogor menggelar Kejuaraan Wali Kota Cup IV Tahun 2026 di GOR Pajajaran, Kota Bogor, pada 6–7 Juni 2026. Kejuaraan yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut digelar sebagai upaya menjaring bibit-bibit atlet muda sekaligus memperkuat regenerasi prestasi Tarung Derajat Kota Bogor.

Ketua Pengurus Cabang Tarung Derajat Kota Bogor, Boris Derurasman, mengatakan bahwa kejuaraan tahun ini diikuti oleh 89 peserta dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang bertanding dalam 14 kelas pertandingan.

“Kejuaraan ini merupakan agenda rutin tahunan untuk menjaring bibit-bibit atlet sejak usia dini. Regenerasi atlet harus terus dilakukan agar prestasi Tarung Derajat Kota Bogor dapat terus berlanjut,” ujar Boris, Sabtu (6/6/2026).

Selain pertandingan, kejuaraan juga menampilkan demonstrasi seni gerak Tarung Derajat yang terdiri dari tiga kelas penampilan. Menurut Boris, hal tersebut bertujuan memperkenalkan aspek seni dan teknik dalam Tarung Derajat kepada masyarakat dan para peserta.

Dari total 89 peserta yang ambil bagian, sebanyak 65 peserta merupakan laki-laki dan 24 peserta perempuan. Boris berharap kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan untuk memperkuat kontingen Kota Bogor pada berbagai ajang kompetisi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Tarung Derajat Kota Bogor, Evandhy Dhani mengatakan bahwa para juara akan masuk dalam bank data atlet untuk kemudian dipertandingkan di level yang lebih tinggi sesuai dengan kategori usia.

“Yang pasti hasil dari kejuaraan ini akan kami masukan dalam bank data atlet, untuk diikutsertakan pada level kejuaraan yang lebih tinggi,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Evan ini berharap, dari event akan melahirkan petarung-petarung baru yang dapat mengharumkan nama ‘Kota Hujan’ di level daerah hingga nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Kota Bogor, Yudi Wahyudi, menyebut cabang olahraga bela diri selama ini menjadi salah satu andalan Kota Bogor dalam meraih medali emas di berbagai kejuaraan.

“Olahraga bela diri telah lama menjadi tulang punggung Kota Bogor dalam meraih medali emas. Kami mengapresiasi Tarung Derajat sebagai salah satu cabang olahraga yang memberikan kontribusi besar terhadap prestasi olahraga Kota Bogor,” kata Yudi.

Ia menilai pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan merupakan investasi penting bagi Kota Bogor dalam menghadapi berbagai kejuaraan, baik single event maupun multi event, mulai dari tingkat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

Yudi juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Bogor telah memberikan perhatian kepada atlet berprestasi. Salah satunya melalui implementasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2022 yang memberikan apresiasi kepada atlet peraih dua medali emas pada ajang Porprov berupa kesempatan bekerja di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Yudi menegaskan, kebijakan tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi atlet untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Kota Bogor di tingkat provinsi maupun nasional.

** Fredy Kristianto

Babarengan Bergerak Progresif, Bernard Siap Majukan HIPMI Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Bursa pemilihan Bakal Calon Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Bogor dipastikan hanya mengusung Bernard Dwiputra Chandra sebagai calon tunggal Ketua BPC HIPMI Bogor.

Berbekal rekam jejak kepemimpinan yang solid, pengusaha muda kelahiran Bogor, 9 Mei 1996 ini secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menakhodai BPC HIPMI Kabupaten Bogor periode mendatang. Membawa jargon utama “PASTI BABARENGAN”, Bernard berkomitmen menumbuhkan kekuatan kolektif yang inklusif, terbuka, dan menempatkan organisasi sebagai rumah bersama bagi seluruh pengusaha muda di wilayah Tegar Beriman.

​Langkah strategis Bernard ini dinilai sebagai jawaban atas dinamika dunia usaha yang terus berubah dengan cepat dan penuh tantangan. Di dalam struktur kepengurusan BPC HIPMI Kabupaten Bogor sendiri, dedikasi Bernard tidak perlu diragukan lagi karena ia telah merintis kiprahnya sejak tahun 2017. Mulai dari mengemban amanah sebagai Wakil Bendahara Umum (2017-2019), Ketua Bidang Perdagangan (2019-2022), Ketua Bidang Perbankan (2022-2025), hingga kini dipercaya menduduki posisi krusial sebagai Bendahara Umum.

Pengalaman panjang yang berjenjang selama hampir satu dekade ini membentuk karakter kepemimpinannya yang matang serta paham betul akan anatomi dan kebutuhan riil organisasi.

Guna mewujudkan visi besarnya menjadikan HIPMI sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, Bernard meluncurkan tiga pilar misi strategis yang komprehensif, yakni Kompak, Bergerak, dan Berdampak. Lewat pilar “Kompak”, ia bertekad memperkuat fondasi internal dan kapasitas bisnis anggota melalui program pelatihan intensif, mentoring, serta penyediaan ekosistem usaha yang inklusif.

“Melalui pilar “Bergerak”, saya mendorong agar para anggota untuk naik kelas secara progresif dengan membuka perluasan akses pasar nasional hingga internasional, serta memfasilitasi kemitraan investasi strategis. Sementara pilar “Berdampak” diarahkan untuk mengukuhkan posisi HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah, pembuka lapangan kerja, dan motor utama kemandirian ekonomi daerah,” ujar Bernard kepada awak media, Jumat (6/6/2026).

Selain matang di HIPMI, kapasitas kepemimpinan Bernard juga diperkuat oleh keterlibatannya yang aktif di berbagai organisasi ekonomi lintas sektor lainnya di Kabupaten Bogor. Saat ini, ia juga tercatat memegang amanah penting sebagai Wakil Bendahara BPC GAPENSI Kabupaten Bogor serta Komite Tetap (Komtap) Bidang Jasa Pos, Logistik, dan Transportasi KADIN Kabupaten Bogor. Portofolio kepemimpinan yang luas di sektor konstruksi, perdagangan, dan logistik ini menjadi bukti nyata bahwa Bernard memiliki jaringan yang luas dan pemahaman mendalam tentang tata kelola ekonomi makro maupun mikro, menjadikannya figur ideal yang adaptif dan solutif.

Menutup pemaparan visi dan misinya, Bernard menekankan pentingnya nilai-nilai Kolaboratif, Inovatif, dan Adaptif sebagai pilar utama kepemimpinannya dalam merespons ketidakpastian ekonomi global saat ini.

“Gerakan “PASTI BABARENGAN” yang saya usung bukan sekadar slogan kampanye, melainkan sebuah komitmen kerja nyata dan semangat gotong royong untuk memastikan tidak ada anggota yang tertinggal dalam meraih kesuksesan,” ujarnya.

Melalui konsolidasi kekuatan kolektif ini, Bernard Dwiputra Chandra optimis mampu membawa BPC HIPMI Kabupaten Bogor bertransformasi menjadi organisasi yang jauh lebih kuat, progresif, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.n Herry Setiawan

HJB ke-544 di Malasari, RSUD R.Moh.Noh Nur Dukung Fasilitas Kesehatan di Pelosok

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang diselenggarakan di Lapangan Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Kehadiran rumah sakit dipimpin oleh Direktur RSUD R. Moh.Noh Nur dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., bersama jajaran struktural manajemen, dan rengrengan RSUD sebagai bentuk dukungan terhadap peringatan hari jadi Kabupaten Bogor pada Rabu, 3 Juni 2026.

Peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 tahun ini mengusung tema “Bergerak Serempak, Nyata Berdampak”, yang mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju dan sejahtera.

Rangkaian kegiatan HJB ke-544 diawali dengan pra-acara pada H-1 yang meliputi gotong royong penataan Lapangan Citalahab dan pembersihan jalur, persiapan logistik serta bahan pangan lokal oleh warga desa, hingga malam tirakatan dan doa bersama yang dilaksanakan di Padepokan Lemah Pandita.

Pada hari puncak (Hari H), acara diawali dengan kedatangan Bupati Bogor, Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Bogor, serta Kepala Perangkat Daerah yang hadir mengenakan pakaian adat sebagai wujud pelestarian budaya daerah. Selanjutnya dilaksanakan Upacara Pokok Peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 di Lapangan Citalahab dengan suasana khidmat dan penuh makna kebersamaan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian amanat oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, S.Si., yang menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Momentum Hari Jadi Bogor ke-544 di Desa Malasari ini harus menjadi titik balik kita bersama. Kita tidak boleh lagi melihat adanya ketimpangan. Pembangunan, terutama infrastruktur dasar seperti jalan dan fasilitas pelayanan kesehatan, harus dirasakan secara merata, berkeadilan, dan menyentuh seluruh masyarakat hingga ke pelosok Kabupaten Bogor,” ujar Bupati Bogor.

Acara semakin semarak dengan penampilan Aksi Demonstrasi Simulasi Penyelamatan Sandera (Gultor) oleh pasukan elite Kopassus yang menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian peringatan tahun ini. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan Pesta Rakyat Helaran Dongdang berupa arak-arakan serta perebutan hasil bumi yang menjadi simbol kemakmuran, kebersamaan, dan rasa syukur masyarakat.

Seluruh peserta juga mengikuti sesi foto bersama Bupati Bogor, Forkopimda, serta para pengisi acara, dilanjutkan dengan prosesi simbolis pelepasan burung ke alam liar sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan di kawasan kaki Gunung Halimun Salak.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Bogor juga melakukan penandatanganan prasasti peresmian Gedung Hemodialisis dan BDRS RSUD R. Moh. Noh Nur Kabupaten Bogor, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Bogor.

Acara dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bogor di Padepokan Lemah Pandita, serta diakhiri dengan makan bersama hidangan lokal dan peninjauan potensi desa wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Malasari.

Partisipasi Direktur RSUD R. MOH. NOH NUR, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., bersama jajaran struktural manajemen, dan rengrengan RSUD dalam kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap semangat kebersamaan dan pembangunan Kabupaten Bogor, khususnya di sektor kesehatan. RSUD R. MOH. NOH NUR berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Dirgahayu Kabupaten Bogor ke-544, Bogor Bergerak Serempak, Nyata Berdampak.

(yev/cc)

Bocah 6 Tahun Hanyut di Sungai Cianteun, Warga Cemplang dan Tim Gabungan Lakukan Pencarian

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Seorang bocah berusia 6 tahun bernama Salma dilaporkan hanyut di aliran Sungai Cianteun, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Jumat (5/6/2026) siang. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga yang langsung berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Ketua RW 07 Rahmat, korban diduga terbawa arus sungai saat berada di sekitar bantaran Sungai Cianteun. Pada saat Salma hanyut ibu nya sedang mencuci di pinggir sungai.” Ujarnya.

Kondisi arus yang cukup deras akibat tingginya debit air menjadi kendala dalam proses pencarian.

Warga setempat bersama aparat desa, relawan, dan tim gabungan segera melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai sesaat setelah menerima laporan hilangnya korban. Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur hanyut korban.

Kepala Desa Cemplang, H. Odah mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai yang memiliki potensi bahaya cukup tinggi.

“Pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan dan mengimbau warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai,” ujarnya.

Peristiwa anak hanyut akibat derasnya arus sungai kerap terjadi saat kondisi cuaca tidak menentu dan debit air meningkat. Masyarakat diminta untuk selalu waspada serta tidak membiarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan di sekitar aliran sungai. (Rahman Efendi)

Bernard Dwiputra Chandra Pendaftar Pertama Caketum HIPMI

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Bogor resmi membuka pendaftaran Calon Ketua Umum (Caketum) menjelang gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) V. Hingga hari pertama pembukaan, baru tercatat satu kandidat yang resmi mengambil formulir pendaftaran.
​Hal tersebut diungkapkan oleh Steering Committee (SC) Muscab V BPC HIPMI Kabupaten Bogor, Dhani Wardana, saat diwawancarai usai pembukaan pendaftaran formulir di Cibinong, Kamis (4/6/2026).
​”Saat pembukaan pendaftaran dimulai, baru ada satu calon yang mengambil formulir pendaftaran, yaitu Bernard Dwiputra Chandra,” ujar Dhani Wardana kepada Jurnal Bogor,, Kamis (4/6/2026) sore.

Dhani menjelaskan bahwa panitia pengarah telah menyusun jadwal yang cukup padat untuk tahapan penjaringan pemimpin baru HIPMI Kabupaten Bogor ini. Proses pendaftaran hanya berlangsung selama beberapa hari ke depan. Pengambilan formulir: Kamis, 4 Juni 2026 s.d. Jumat, 5 Juni 2026, penutupan pengambilan Jumat, 5 Juni 2026, pengembalian formulir Hingga Senin, 8 Juni 2026
​Mengenai pelaksanaan puncak Muscab V, Dhani membocorkan bahwa agenda besar ini rencananya akan diselenggarakan pada bulan Juli 2026 mendatang. Terkait lokasi, panitia saat ini tengah mematangkan pilihan di antara dua tempat representatif, yaitu Lorin Sentul Hotel atau Harris Hotel Cibinong City Mall (CCM). “Tanggalnya masih akan ditentukan dalam rapat SC setelah tahap pendaftaran caketum selesai,” imbuh Dhani.

Tahun ini, BPC HIPMI Kabupaten Bogor mengusung tema besar: “Memperkuat Kolaborasi HIPMI Dalam Akselerasi Ekonomi Menuju Kabupaten Bogor Istimewa.”
​Tema ini, menurut Dhani, sejalan dengan visi dan arah gerak organisasi ke depan yang ingin memperkuat peran nyata pengusaha muda dalam pembangunan daerah.

​”Misi HIPMI ke depan adalah menjadikan organisasi ini sebagai inkubator bagi para pengusaha pemula serta menjadi penggerak utama ekonomi lokal untuk menuju panggung nasional,” pungkas Dhani.
​Dengan dibukanya pendaftaran ini, bursa pemilihan Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Bogor periode mendatang resmi menghangat, dan dinamika diperkirakan akan terus berkembang hingga batas akhir pengembalian formulir pada 8 Juni nanti.n Herry Setiawan

Mentan Amran Jawab Isu “Pesta Babi” di Merauke: Yang Kami Bangun Adalah Pesta Pangan

0

Makassar | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menjawab berbagai tudingan terkait program pengembangan lahan pertanian di Merauke yang belakangan dikaitkan dengan isu “pesta babi”. Menurut Amran, narasi tersebut telah menutupi fakta besar tentang upaya pemerintah membangun ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan dan peningkatan produksi pangan di berbagai daerah.

“Kenapa yang dibahas hanya pesta babi di Merauke? Kenapa tidak melihat Sumatera Selatan yang kami buka dan kembangkan hingga ratusan ribu hektare? Kenapa tidak melihat Kalimantan Selatan yang rawa-rawanya kami sulap menjadi lahan produktif hingga bisa tanam tiga kali setahun? Kenapa tidak melihat Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan?” kata Amran saat mengisi Kuliah Umum kepada 500 Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Rabu, 4 Juni 2026.

Menurutnya, program pengembangan lahan di Merauke merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Lahan yang dibangun bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan untuk petani dan masyarakat sekitar.

“Yang kami lakukan di Merauke untuk rakyat. Kami membangun optimalisasi lahan, menyediakan irigasi, menyerahkan alat dan mesin pertanian, serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Traktor kami berikan gratis untuk petani, alsintan kami siapkan, irigasi kami bangun. Semua untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Amran menegaskan bahwa program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat Papua. Salah satunya adalah perbaikan ketersediaan pangan yang berdampak pada stabilitas harga beras.

“Dulu harga beras di Papua bisa mencapai Rp30 ribu per kilogram. Sekarang sekitar Rp13 ribu. Ini hasil kerja nyata yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya di hadapan 300 Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), Mentan Amran menduga munculnya berbagai tudingan terhadap program pangan nasional tidak lepas dari adanya pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Indonesia mencapai swasembada pangan.

“Ketika Indonesia masih impor pangan, semua diam. Tidak ada yang membuat narasi seperti ini. Tetapi ketika kita bergerak menuju swasembada, justru muncul berbagai tudingan dan fitnah. Padahal yang kami bangun bukan hutan, melainkan lahan rawa yang dioptimalkan untuk produksi pangan,” katanya.

Amran mengingatkan bahwa swasembada pangan merupakan kebutuhan strategis bangsa. Tanpa kemampuan memproduksi pangan sendiri, Indonesia akan terus bergantung pada impor dan rentan menghadapi krisis pangan global.

“Kalau kita tidak swasembada dan terus impor, lalu suatu saat negara lain tidak bisa memasok pangan kepada kita, bagaimana nasib rakyat? Karena itu yang kita pilih adalah pesta panen, bukan ketergantungan impor,” katanya.

Menurut Amran, pengembangan lahan pertanian telah dilakukan di sedikitnya 14 provinsi, mulai dari Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Aceh hingga Sulawesi Selatan. Namun keberhasilan tersebut kerap tenggelam oleh isu-isu yang tidak mencerminkan keseluruhan program yang sedang dijalankan pemerintah.

“Yang kami bangun adalah masa depan pangan Indonesia. Lahan-lahan tidur kami hidupkan kembali, rawa kami optimalkan menjadi sawah produktif, dan hasilnya kami serahkan kepada petani. Tujuannya satu, memastikan Indonesia mampu memberi makan rakyatnya sendiri,” tutupnya.

(Restu/BBPMKP)