34 C
Bogor
Friday, August 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 786

Toko Onderdil Hangus Dilalap Api

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sebuah toko onderdil mobil di Pasar Merdeka, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor hangus dilalap api pada Rabu (16/11) malam.

Belum diketahui, penyebab pastinya kebakaran tersebut, karena saat kejadian toko tersebut dalam keadaan pintu terkunci.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, M. Ade Nugraha mengatakan peristiwa kebakaran sendiri terjadi pada pukil 23.00 WIB.

Saat itu mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan oleh tim berjumlah 5 unit.

“4 dari Kota dan satu dari Kabupaten Bogor,” ujar Ade saat kepada wartawan, Kamis (17/11).

Ade mengungkapkan, peristiwa kebakaran sendiri berawal adanya info dari petugas keamanan pasar. Lalu petugas keamanan pasar menghubungi Damkar melalui telepon.

“Kami mendapatkan laporan sekitar pukul 23.05 dan selesai pukul 23.15 WIB,” jelasnya.

Beruntung, kata Ade, peristiwa kebakaran sendiri tidak memakan korban jiwa. Sedangkan untuk kerugian masih dalam perhitungan. ** Fredy Kristianto

Kasus Korupsi MI, Mahasiswa Tuding Kejari Masuk Angin

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Anti Korupsi Kota Bogor gelar demonstrasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor. Dalam aksinya mereke mendesak Korps Adhyaksa menuntaskan dugaan kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dibawah naungan Kementerian Agama.

Seperti diketahui bahwa Kejari Kota Bogor telah menetapkan dua tersangka yakni Ketua dan Bendahara Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI).
Dalam dugaan kasus korupsi dana BOS tahun 2017 itu merugikan negara sebesar 1,12 miliar.

Dalam aksinya mahasiswa mengaku kecewa, karena Kejari Kota Bogor tidak menangkap kepala sekolah dan menjadikan tersangka, karena dinilai sebagai pengendali absolut atas dana BOS.

Ketua Aksi Wahab Sunandar menegaskan, bahwa kehadiran KKMI sebagai instrumen realisasi atas dana BOS yang telah di mark-up. Padahal Kemenag Kota Bogor yang memberikan legalisasi melalui keputusannya.

“Dalam keputusan dirjen pendidikan Islam Kemenag sudah jelas melarang adanya pembentukan lembaga badan atau wadah selain daripada keaktifan secara mandiri untuk mengelola dana BOS yakni kepala madrasah, guru serta komite sekolah,” tegasnya.

Dalam orasinya mahasiswa menyebut adanya pembiaran dari Kejaksaan, karena hingga saat ini tidak menetapkan tersangka Pejabat Kemenag serta kalangan Kepala sekolah yang telah melakukan mark-up kegiatan.

Bahkan dalam orasinya, mahasiswa mebuding Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi-Pidsus) Kejari Kota Bogor menerima suap sebesar Rp25 juta dari setiap kepala sekolah, untuk menutup kasus tersebut.

“Ada kwitansi yang dilakukan oleh pihak sekolah ke pidsus sebesar 1 kepala sekolah besarnya 25 juta, kita punya datanya semua dan kembalikan kepada negara 270 juta. Ada kwitansi yaitu pungutan dari pihak sekolah ke pidsus
untuk menutup kasus ini,” katanya.

Dikonfirmasi perihal tudingan itu, Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor Rade Satia Parsaoran mengaku sedang sidang di Bandung dan dirinya membantah tudingan tersebut.

“Saya lagi sidang di Bandung, itu fitnah, tidak ada pungutan dari kepala sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengaku, belum mengambil langkah atas duduhan itu. “Belum kepikiran untuk melaporkan hal itu, nanti koordinasi dulu,” jelasnya.n Fredy Kristianto

Mahasiswa IPB yang Jadi Korban Pinjol Serahkan Bukti ke Polresta

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sejumlah orangtua dan mahasiswa IPB University yang terjerat pinjaman online (pinjol) mendatangi Mako Polresta Bogor Kota, Rabu (16/11). Kedatangan mereka tak lain untuk menyerahkan beberapa berkas terkait kasus tersebut.

“Kami menyerahkan beberapa berkas, kemungkinan ini berkas-berkas dari korban. Berkas sudah dikumpulkan dari 5 Oktober,” ujar koordinator korban penipuan, Dewi Aryani kepada wartawan.

Kata dia, berkas yang diserahkan berupa bukti transaksi dari setiap rekening dan transaksi di aplikasi online.

“Jumlah korban tercatat per-Rabu (16/11) ada sebanyak 333 orang. Namun, jumlah ini pun diperkirakan masih akan bertambah, mengingat para korban ini masih ketakutan untuk melapor,” jelasnya.

Mengenai jumlah kerugian yang dialami korban, sambungnya Dewi, tercatat dari 333 orang mencapai Rp2,3 miliar.

Namun, dari jumlah itu pun sudah ada pembayaran yang dilakukan, dengan total senilai Rp524 juta.

“Sisanya ada sekitar Rp1,7 miliar lagi yang harus dibayarkan ke (aplikasi) Pinjol. Kalau anak saya (melakukan pinjaman) Rp6,1 juta, tapi ada yang sampai Rp20 juta juga,” sambungnya.

Dewi menuturkan bahwa kebanyakan korban tidak bisa membayar cicilan yang ditagih ke mereka. Mengingat, mereka belum memiliki kemampuan untuk membayar tagihannya.

Sementara, disisi lain mereka dikejar-kejar penagih aplikasi pinjol untuk membayar cicilan yang sudah diajukan tersebut.

“Anak saya, sehari bisa 30 kali ditelepon sampai ke semua anggota keluarga, dan chat juga tagihan sampe puluhan kali. Sangat mengganggu, apalagi suami saya pas lagi kerja di kantor pun diteleponin terus, itu menganggu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan menegaskan bahwa pihaknya akan membuka posko pengaduan pada Kamis (17/11).

Ferdy juga menyampaikan kepada penyidik agar kasus penipuan terhadap para mahasiswa ini dipercepat.

“Artinya tidak usah menunggu lengkap semua laporannya. Ada satu kasus yang memang sudah—atau laporan yang sudah cukup bukti. Kita gunakan itu saja untuk percepatan, minimal kita amankan dulu orangnya,” tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa IPB University mengaku terjerat pinjaman online. Tagihan hutangnya berkisar antara Rp3 juta hingga Rp13 juta untuk penjualan online yang ternyata tidak menguntungkan.

Para mahasiswa diduga terpengaruh masuk ke bisnis penjualan online. Mereka diminta investasi ke usaha tersebut dengan keuntungan 10 persen per bulan dan meminjam modal dari pinjaman online.

Namun dalam perjalanannya, keuntungan tidak sesuai dengan cicilan yang harus dibayarkan kepada pinjaman online hingga para mahasiswa mulai resah karena harus membayar utang pinjaman online.

** Fredy Kristianto

Warga Pertanyakan HGU Taman Buah Mekarsari

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Warga Desa Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor mempertanyakan masa berlaku lahan HGU milik Taman Buah Mekarsari. Pasalnya, warga menilai keberadaan lokasi wisata taman buah tersebut saat ini sudah tidak seperti dahulu. 

Mahfudin, salah satu warga Mekarsari mengatakan, kondisi Taman Buah Mekarsari kini semakin tidak terawat dan terbengkalai, sehingga sudah tidak ideal lagi untuk dijadikan sebagai lokasi wisata.

“Semenjak covid, Taman Buah Mekarsari memang sudah bisa dikatakan vacum dan tidak beroperasi. Bahkan sampai sekarang juga belum beroperasi lagi, mungkin karena biaya operasional yang terlalu besar dan tidak tertutupi dari pendapatan,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (16/11).

Menurut dia, dengan situasi yang sudah tidak beroperasi maka lahan yang ada dapat dikatakan mubazir karena terbengkalai dan tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, ia mempertanyakan masih berapa lama pemanfaatan HGU yang dimiliki oleh pengelola Taman Buah Mekarsari.

“Warga akan mempertanyakan kepada pihak Yayasan Purbakti terkait HGU yang mereka punya. Apakah masih berlaku atau memang sudah habis. Karena untuk memperpanjang HGU tentunya dibutuhkan persetujuan masyarakat,” tukasnya.

Mahfudin mengatakan, jika lahan HGU tersebut sudah habis masa berlakunya, tokoh masyarakat Desa Mekarsari sepakat tidak akan memberikan persetujuan terkait perpanjangan HGU tersebut. Karena akan lebih baik jika lahan tersebut diserahkan kepada warga untuk dikelola dan dimanfaatkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Di beberapa titik wilayah Cileungsi hal itu sudah dilakukan, dimana warga meminta kepada Pemerintah untuk memanfaatkan lahan dan itu bisa diberikan oleh Pemerintah,” pungkasnya.

** Taufik / Nay 

Reses Dewan di Nanggung, Banyak Gedung Sekolah Rusak Jadi Agenda Serius 

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Sebanyak sembilan bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kondisinya masuk kategori rusak berat. Hal itu dijadikan bahan prioritas pembangunan dalam reses masa sidang satu tahun 2022-2023 daerah pemilihan V yang berlangsung di aula Kecamatan Nanggung, Rabu (16/11/22).

Selain sektor pendidikan, infrastruktur terutama jalan menjadi bagian penting juga dalam reses itu.

Camat Nanggung Ae Saefullah menyatakan, dari data miliknya sekitar 9 sekolah kondisinya sudah rusak berat.

“Masih banyaknya sekolah di wilayah Kecamatan Nanggung. Bahkan salah satu Sekolah Dasar Rancabakti Desa Nanggung adalah sekolah yang terdampak dari bencana alam pada tahun 2020,” papar Ae Saefullah dalam sambutannya pada reses tersebut.

Dia menjelaskan, meski SD Rancabakti, pada saat itu sempat direlokasi dan menumpang di sekolah tetangga, kini kondisinya sudah rusak berat, tetapi masih ditempati untuk belajar. 

“Kini lahan untuk pembangunan SD tersebut sudah tersedia, tetapi bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk di tahun 2022 belum ada,” jelasnya.

Kendati begitu, kata Ae, sembilan sekolah tersebut sudah diusulkan dan menjadi prioritas kecamatan, meski sampai saat ini  belum ditindak lanjuti oleh Pemkab. 

“Walaupun beberapa sekolah sudah selesai dikerjakan, tinggal sembilan sekolah yang akan menjadi prioritas di tahun 2023,” katanya.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV yang membidangi tentang pendidikan.

Ir. Yuyud Wahyudin menyatakan kondisi tersebut akibat refocusing anggaran. Dengan begitu harus dilakukan konsolidasi keuangan Pemkab.

“Memang akibat dari refocusing itu banyak sektor yang terpengaruh, antara lain juga setelah refocusing ini memang harus konsolidasi lagi keuangan pemerintah, karena setidaknya dalam tiga tahun ini pandemi Covid-19,” katanya.

Menurut Yuyud, kondisi rusak berat tidak hanya di wilayah kecamatan Nanggung, di beberapa tempat wilayah Bogor barat kondisinya rusak berat. “Sama juga kondisi rusak berat di beberapa tempat seperti di Sukajaya,” tukasnya.

** Andres

Uang Siswa SMA 2 Ratusan Juta Dipinjam Mantan Kepsek

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Permasalahan di SMAN 2 Cileungsi hingga kini masih banyak yang belum terselesaikan. Salah satunya adalah pungutan puluhan juta dari siswa baru tahun ajaran 2021 yang diperuntukkan untuk pembangunan ruang kelas baru. Meski ruang kelas tersebut sudah dibangun, namun masih ada persoalan yang tersisa.

Pasalnya, anggaran yang dipungut dari orang tua siswa tersebut tidak sepenuhnya dialokasikan untuk pembangunan ruang kelas. Karena ada anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah kini tidak jelas penggunaannya lantaran uang tersebut dipinjam oleh mantan kepala sekolah dan belum dikembalikan.

“Jumlahnya memang ratusan juta. Saat itu dipinjam oleh kepala sekolah. Bukti kwitansi peminjamannya juga ada,” kata Humas SMAN 2 Cileungsi, Heris kepada Jurnal Bogor, Rabu (16/11).

Menurut dia, uang tersebut dipinjam mantan kepala sekolah pada saat dirinya masih menjabat sebagai kepala sekolah. Namun, setelah tidak lagi menjabat uang tersebut belum sempat dikembalikan ke pihak sekolah.

“Kami sudah berusaha mendatangi kediaman yang bersangkutan untuk menanyakan penggantian uang tersebut. Namun, yang bersangkutan hanya mengatakan belum bisa membayarnya,” kata Heris.

Ia mengaku, sudah melaporkan hal tersebut kepada Kepala Sekolah dan pihak Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dari laporan tersebut, mantan Kepala Sekolah juga sudah dipanggil untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tersebut. “Sampai saat ini kami terus upayakan agar bisa dikembalikan,” singkatnya.

** Taufik/Nay 

Saat Reses, Yofi Minta Dewan Dorong Pembangunan Kantor Desa Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kepala Desa Jonggol Yofi M Safri mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk  segera membangunkan Kantor Desa Jonggol yang terbengkalai, akibat salah hitungnya BHPRD. Hal tersebut diutarakan Yofi saat kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil II, Selasa (15/11).

Yofie mengatakan kegiatan pelayanan untuk warga Desa Jonggol sementara ini dilaksanakan di gedung GOR Desa, dimana kondisinya tidak membuat nyaman dan sangat panas sekali.

“Harapan kami itu, pembanguan dilanjut menggunakan anggaran BHPRD. Karena hanya anggaran itu yang bisa digunakan untuk pembanguan Kantor Desa,” papar Yofi kepada Jurnal Bogor, Rabu (16/11).

Menurutnya, Pemdes Jonggol sudah 2 tahun mengajukan kepada Pemkab Bogor untuk pembanguan Kantor Desa.

“Sudah dua tahun Pemdes mengajukan ke Pemkab supaya mengucurkan dana untuk  pembangunan Kantor Desa. Dimana hingga saat ini pembangunan itu belum juga  terealisasi, ironisnya setiap digelar reses  bersama anggota dewan dari dapil II , tidak juga terealisasi ,” tambahnya.

Yofie juga menegaskan, dengan tidak terealisasinya pembangunan Kantor Desa Jonggol dan tidak adanya dukungan dari Dewan, maka jika ada jadwal reses di periode berikutnya enggan untuk datang.

“Saya sudah berjanji apabila ada kegiatan reses di Kecamatan Jonggol tidak akan saya datang jika Dewan tak mampu mendorong Pemkab untuk pembanguan Kantor Desa Jonggol, ” tutupnya.

** Ramses / Nay 

Dewan Pertanyakan Pembanguan Ruas Jalan  Cinangneng- Tenjolaya

0

Tenjolaya | Jurnal Bogor 

Anggota DPRD Kabupaten Bogor asal Dapil IV, Ridwan Muhibi mempertanyakan proyek pembangunan ruas Jalan Cinangneng- Tenjolaya di Kecamatan Tenjolaya.

“Harusnya pekerjaan ruas Jalan Tenjolaya – Cinangneng dengan menelan anggaran senilai Rp 6,4 M selesai dikerjakan tapi masih belum rampung pekerjaannya,” ujar Muhibi, kemarin.

Politisi Partai Golkar Kabupaten Bogor ini menyayangkan banyak proyek infrastruktur jalan yang mangkrak. Terutama, pembangunan ruas Jalan Cinangneng- Tenjolaya yang hingga kini belum rampung dikerjakan.

“Adanya keterlambatan pekerjaan disebabkan faktor apa. Itu, perlu ketegasan dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor kenapa bisa proyek tersebut mangkrak,” tegas Muhibi.

Muhibi menegaskan harus ada tegas dari PUPR Kabupaten Bogor akan adanya proyek yang mangkrak, dan jangan didiamkan saja. Dimana fungsi pengawasan di lapangan yakni UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciampea sebagai kepanjangan tanggan PUPR.

“Kalau tidak berfungsinya pengawasan dilapangan yakni UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciampea lebih baik mengundur,” tegasnya.

Warga Tenjolaya, Lehek menuturkan Jalan Cinangneng – Tenjolaya merupakan jalan utama, seharusnya pekerjaan betonisasi cepat dikerjakan. Namun, kenyataan di lapangan tutup sebelah-sebelah bukan di tutup total akibatnya pengguna Jalan harus memutar arah.

“Alhamdulillah, jalan dibeton tapi pekerjaan harus cepat agar mobilitas warga tidak terganggu,” ujarnya.

Menanggapi persoalan proyek Jalan Cinangneng Tenjolaya, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciampea, Bondan mengaku setiap adanya proyek di wilayah UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciampea terus melakukan monitoring dan pengawasan.

Seperti halnya Proyek Jalan Cinangneng Tenjolaya, walaupun pekerjaan sudah habis kontrak akan tetapi ada perpanjangan selama 50 hari kerja.

“Setiap minggu kita evaluasi pekerjaan tersebut, malahan pihak kontraktor kita panggil ke dinas jika ada permasalahan,” tukasnya.

** Andres

Samisade Periode ke-2 Cair, Mamat Berharap Terus Berlanjut  

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Camat Jonggol Andri Rahman menghadiri pengecoran jalan di Kp Rawabogo RT 09 RW 16, Desa Weninggalih, Jonggol, Kabupaten Bogor yang bersumber dari anggaran Samisade yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui APBD tahun 2022.

” Hadirnya saya disini, untuk melihat langsung pembangunan yang bersumber dari anggaran Samisade yang menjadi ikonnya Kabupaten Bogor,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (16/11).

Sementara, Kepala Desa Weninggalih Mamat mengatakan, warga Desa  Weninggalih merasa terbantu dengan adanya Samisade untuk membangun ruas jalan Desa di Kp.Rawabogo RT 09 RW 16 dengan volume panjang 1800 meter, lebar 3 meter dengan tinggi 15 centimeter.

“ Mewakili warga Desa Weninggalih saya menghaturkan terima kasih kepada Bupati Bogor yang sudah mengucurkan bantuan Samisade ini yang diperuntukkan untuk pembangunan fisik ruas jalan dengan  betonisasi yang memang sangat  dibutuhkan untuk membantu mobilitas warga Desa Weninggalih,” kata Mamat.

Ia menambahkan, untuk saat ini mengutamakan infrastruktur desa yang memang masih sangat banyak yang harus dibenahi dan nanti akan merambah ke bidang lain jika memang infrastruktur di desa sudah merata seluruhnya.

“Karena, anggaran yang masuk ke desa tidak cukup memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur yang ada di Desa Weninggalih, ” paparnya.

Dia berharap Samisade di Kabupaten Bogor terus ada dan digelontorkan, siapapun nanti penerus Bupatinya. 

“Ucapan terimaksih untuk Bu Ade Yasin yang sudah mencetuskan program Samisade ini, semoga diteruskan oleh pemimpin berikutnya,” ucapnya penuh harap.

** Ramses / Nay 

PERKASA Cabor Dansa Kabupaten Bogor Sabet 4 Emas dan Juara Umum Porprov 2022

0

Bandung | Jurnal Bogor

Prestasi gemilang berhasil diukir Cabang Olahraga Dansa Kabupaten Bogor, pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2022.

Buktinya, pasukan Doris Sundari sukses mengoleksi empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu. Capaian itu membuat ‘Bumi Tegar Beriman’ keluar sebagai juara umum cabang olahraga dansa.

Tampil di Grand Eastern Hotel El Cavana Kota Bandung, Rabu (18/11/2022), para pedansa Kabupaten Bogor berjaya dengan torehan poin di berbagai nomor.

Pada nomor Novice A Latin, para pedansa Kabupaten Bogor tampil brilian. Buktinya, Kesya yang berpasangan dengan Nindy berhasil meraih medali emas.

Untuk medali perak, lagi-lagi diraih atlet Kabupaten Bogor atas nama Guntur dan Junila. Sedangkan medali perunggu milik Kota Bogor.

Selanjutnya di nomor Novice B Latin, Guntur dan Junila berhasil meraih medali emas, dan medali perak diraih Kesya dan Nindy. Satu medali emas lainnya dihasilkan Nita dari nomor FFA Rumba.

Sukses menyabet empat medali emas, dan dinobatkan sebagai juara umum membuat Ketua Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kabupaten Bogor, Doris Sundari puas. Dia mengaku bangga dengan penampilan para atletnya.

“Ini prestasi bagus, dan kami bisa melebihi target medali. Awalnya, kami membidik tiga medali emas, tapi kenyataannya bisa lebih. Saya sangat puas, dan bangga dengan penampilan para pedansa,” kata Doris Sundari.

Doris pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport cabor dansa pada event Porprov 2022. “Kontingen, KONI, dan semua pihak mensupport kami, dan hasilnya sungguh luar biasa,” pungkas Doris.

** asep syahmid