27.5 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 787

Keluarga Adzra Doa Bersama di Lokasi Kejadian

0

JURNAL INSPIRASI – Keluarga Adzra Nabila, mahasiswi IPB yang hilang terseret arus air di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, melaksanakan doa bersama di sekitar lokasi kejadian, Kamis (13/10).

Suasana haru pun tampak tergambar di raut wajah keluarga korban saat menyaksikan proses pencarian. Sebelum melakukan doa bersama.

Ayat suci Al Quran pun terus dilantunkan keluarga korban di sekitaran lokasi. Giat tersebut pun langsung ditutup dengan tabur bunga di lokasi kejadian.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pencarian akan dilakukan pada dua lokasi, yakni gorong-gorong dan Sungai Ciliwung.

“Jadi diduga korban berada di bawah longsoran yang terjadi di gorong-gorong. Sebab, menurut informasi longsor terjadi di area ini bersamaan ketika korban hanyut,” jelasnya.

Kata dia, pemantauan juga tak hanya dilakukan di Sungai Ciliwung, tetapi juga di Kali Cipakancilan.** Fredy Kristianto

Dewan Minta Pemkot Identifikasi Daerah Rawan Bencana

0

JURNAL INSPIRASI – Bencana demi bencana terus menerjang Kota Bogor dalam beberapa hari kebelakang. Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto pun mengaku bahwa pihaknya sejak Agustus lalu, telah meminta peta rawan bencana kepada Dinas Sosial (Dinsos).

“Kami sudah menyampaikan perlu kewaspadaan yang ditingkatkan dalam tiga bulan terakhir karena pengalaman, curah hujan dan potensi bencana cukup tinggi di Kota Bogor,” ujar Atang kepada wartawan, Kamis (13/10).

Menurut dia, yang perlu dilakukan saat ini adalah mendeteksi lokasi yang berpotensi rawan bencana. “Seperti di Jalan Dadali, drainase disini sangat rawan bila terjadi banjir kemudian bisa menyedot barang disekitarnya masuk ke dalam,” jelasnya.

Selain drainase, sambung dia, pemerintah juga mesti memetakan wilayah yang potensi longsor dan banijr. “Saya kira perlu dilakukan mitigasi apakah warganya di relokasi dahulu atau dengan langkah apa,” katanya.

Atang juga mengaku telah menyampaikan ke dinas terkait agar semua titik bencana segera ditindaklanjut dengan menghitung biaya perbaikan yang nantinya akan dicover oleh BTT.

“September lalu, DPRD memutuskan menaikan anggaran BTT yang tadinya dialokasikan menjadi Rp20 miliar dari sebelumnya Rp12 miliar karena kami mengasumsikanya adanya kejadian berat. Walau kita tidak berharap itu semua terserap,” jelasnya.

Atang menyebut bahwa dinas terkait saat ini kewalahan menangani bencana di Kota Bogor, yang titiknya sangat banyak.

Lebih lanjut, kata Atang, dinas terkait harus menginventarisir, mengidentifikasi semua titik drainase yang rawan bencana. Termasuk pohon yang berstatus rawan tumbang harus ditebang.

Disinggung mengenai anggaran penanganan bencana. Atang menjelaskan bahwa swlain dari BTT, DPRD juga telah menganggarkan di anggaran infrastruktur. Namun, ia mengakui ada satu hal yang kurang, ketika peta rawan bencana yang sudah ada di BPBD maupun Dinsos menjadi satu rekomendasi untuk diberikan kepada dinas PUPR maupun Perumkim agar dibuat rumusan.

“Misal kalau rawan di Jalan Dadali, maka intervensinya bagaimana, apakah pakai BTT untuk drainasenya atau bahkan relokasi, sehingga ketahuan kebutuhan untuk anggaran yang bisa bantu melalui kebijakan anggaran,” katanya.

Ia menegaskan bahwa identifikasi mesti dilakukan secara simultan agar dinas terkait dapat menghitung kebutuhan penanganannya.

“Dari situ, kami berharap nanti dalam finasilasi APBD Perubahan dari evaluasi gubernur sudah kelihatan angka yang kira-kira apakah Rp25 miliar yang sudah kita anggarkan itu masih mencukupi atau tidak, kalau belum, saya kira untuk hal yang mendesak atau darurat kita akan konsultasi agar bisa dinaikan mengambil dari anggaran lain yang masih bisa di tahan,” tuturnya.

“Termasuk sosialisasi dan edukasi itu penting, saya kira semua dinas sudah melakukan hal itu di berbagai kanal informasi, tinggal bagaimana apakah sosialisasi yang disampaikan mulai dari imbauan, nomor darurat bisa benar-benar masuk ke semua rumah yang ada di Kota Bogor,” tambahnya.** Fredy Kristianto

Iswahyudi Optimis Kempo Sabet Tiga Medali Emas

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua cabor Kempo Kabupaten Bogor, Iswahyudi mengaku optimis cabor yang dipimpinnya bakal mendulang tiga medali emas pada Porda Jabar 2022

Pada Porda Jabar 2022, Cabor Kempo akan menggelar 18 nomor pertandingan dan bakal diikuti semua Kota/ Kabupaten se Jabar.

” Tim Kempo Kabupaten Bogor tak mau muluk muluk dalam mematok target. Cukup tiga emas kami targetkan pada Porda Jabar 2022,” ucap Iswahyudi, Kamis, 13 Oktober 2022.

Saat ini, kata Iswahyudi, 7 kenshi atau Kabupaten Bogor yang akan ambil bagian dalam Porda Jabar 2022 tengah melakukan TC di Pakansari

” Kami hanya akan mengirimkan 7 Kenshi dan akan tampil pada 6 nomor pertandingan. Mudah mudahan proses latihan dan TC ini bisa membawa hasil manis di Porda Jabar 2022,” bebernya.

Untuk cabor Kempo, kata Iswahyudi, Kota Bogor tetap jadi favorit kuat juara umum dan mereka sangat bagus pada semua nomor.

” Pembinaan mereka sudah sangat lama dan berjenjang. Makanya saya katakan kalau Tim Kempo Kota Bogor sangat berpeluang jadi juara umum di Porda Jabar 2022,” ucapnya.

Namun demikian, tambahnya, Perkemi Kabupaten Bogor juga akan all out dan kerja keras untuk meraih prestasi yang gemilang di Porda Jabar 2022.

” Target kami memang.3 emas. Namun semua atlet kami yang akan tampil di Porda Jabar kali ini akan all out untuk mendapatkan semua medali pada nomor yang diikuti, ” paparnya

Lebih lanjut, sambung Exco PSSI Askab Bogor ini mengatakan dalam waktu dekat Tim Kempo Kabupaten Bogor akan melakukan Try Out ke Kota Semarang.

” Mudah mudahan hasil Try Out ke Semarang akan memberikan dampak positif kepada semua atket kami yang akan berlaga pada ajang Porda Jabar 2022 mendatang,” pungkasnya.

** asep syahmid

Landasan Optimalisasi Pelayanan, Perumda Tirta Kahuripan Tingkatkan Iman dan Taqwa

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Selain optimalisasi pelayanan terhadap konsumen, jajaran Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor juga terus lakukan peningkatan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor bersinergi dengan pegawainya yang dikemas melalui kegiatan Pengajian Rutin Bulanan sekaligus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444H bersama Direksi, beserta Dewan Pengawas dan pegawai Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, di aula Kantor Pusat Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Rabu (12/10).

Kegiatan ini diisi dengan acara tausiyah oleh Ustadz Yudin Taqyudin sekaligus melepas 3 (tiga) orang pegawai Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang memasuki masa purnabakti.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Yuliansyah Anwar menegaskan, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk meneladani sifat-sifat dan akhlak Nabi Muhammad SAW, keteledanan tersebut tentunya sebisa mungkin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam melaksanakan tugas di lingkungan pekerjaan.

“Patut dijadikan contoh ialah shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan) dan fathonah (cerdas atau berkompetensi). Semoga sifat-sifat tersebut dapat melekat kepada insan-insan pegawai Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dalam melayani masyarakat Kabupaten Bogor,” tegas Yuliansyah.

Ia mengatakan, bahwa kinerja menjadi tolak ukur terhadap instansi untuk kemaslahatan umat khususnya di wilayah Bumi Tegar Beriman.

“Saat ini sudah masuk tri wulan keempat di tahun 2022 agar seluruh unit kerja melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap target-target yang telah ditetapkan dalam rencana kerja anggaran 2022, selain itu, kita juga sudah mulai menyusun Rencana Kerja Anggaran Perusahaan 2023. Hasil evaluasi kinerja di tahun 2022 hendaknya menjadi dasar untuk menyusun program kerja di tahun 2023 sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dan lebih maksimal,” katanya.

Lebih lanjut ia memaparkan, prinsip inovasi disertai kerja gotong royong wajib terus dilakukan terhadap optimalisasi kinerja Perumda Aur Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

“Perlu diketahui tantangan yang akan kita hadapi semakin lama akan semakin banyak dan bervariasi, namun dengan kerja keras, konsolidasi dan koordinasi yang erat di internal perusahaan kita akan dapat menghadapi tantangan itu dengan baik dan mampu untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru di dalam pengelolaan SPAM di Wilayah Kabupaten Bogor,” paparnya.

** Noverando H

Rawan Bencana, Bima Instruksikan Disdik Pulangkan Siswa Lebih Cepat

0

JURNAL INSPIRASI – Wali Kota Bogor, Bima Arya menginstruksikan agar Dinas Pendidikan (Disdik) memulangkan para siswa lebih cepat, khususnya bagi pelajar yang melewati jalur rawan bencana saat berangkat dan pulang sekolah.

“Di beberapa sekolah yang jalurnya berangkat dan pulang siswanya rawan melewati daerah bencana maka koordinasikan Disdik pulang lebih cepat,” ujar Bima kepada wartawan, Kamis (13/10).

Hal itu, sambung dia, akan berlaku hingga 31 Desember 2022. “Kalau cuacanya memburuk silahkan disesuaikan dengan kondisi,” katanya.

“Tapi, koordinasikan ketika cuaca memburuk dipulangkan lebih cepat,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Dikepung Bencana, Bima Bakal Audit Sistem Drainase

0

JURNAL INSPIRASI – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Bogor hingga merenggut korban jiwa, ternyata tak terlepas dari buruknya sistem drainase di ‘Kota Hujan’.

Wali Kota Bima Arya pun mengaku akan melakukan pengecekan terhadap sistem drainase ya g tertimbun gundukan sampah akibat PKL.

“Ada juga laporan gorong-gorong ditutup. Kita akan cek semuanya kita akan audit semuanya. Termasuk di Dadali,” kata Bima kepada wartawan, Kamis (13/10).

Bima juga menegaskan, telah meminta warga agar menghindari Jalan Dadali saat hujan lebat.

“Tapi, ini kan ga cukup di dadali. Tapi menyeluruh di Kota Bogor. Saya koordinasi PUPR dan Perumkim untuk proses audit secara fisik semua,” ucapnya.

“Tapi, saya pastikan semua ketika sudah cuacanya menbaik semua bergerak dan sterilisasi drainase, gorong gorong, kemudian pembangunan sedang dilakukan dan cek lagi. Apakah sudah bener bener fokus memastikan drainase normal,” tambahnya.** Fredy Kristianto

Jembatan Jalan KH. TB. M. Falak Amblas, Pemkot Bogor Segera Siapkan BTT

0

JURNAL INSPIRASI – Akses yang melintasi jembatan di Jalan KH. Tubagus Muhammad Falak, Kecamatan Bogor Barat ditutup sementara untuk beberapa hari ke depan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih melakukan asesmen atas longsor yang terjadi di jalan yang sebelumnya bernama Jalan Darul Quran ini.

“Kita lakukan asesmen singkat dalam beberapa hari ke depan. Tim dari PUPR Kota Bogor akan bisa merencanakan langkah-langkah kedaruratan. Terutama anggaran BTT (belanja tidak terduga) kita. Kita akan ajukan dan segera di SK-kan Wali Kota,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat melihat lokasi longsor, Rabu (12/10).

Menurut Dedie, akses Jalan KH. Muhammad Falak ini merupakan akses strategis untuk warga Kota Bogor. Bahkan, bagi warga luar kota, sehingga perbaikan longsoran ini harus segera ditangani.

“Tetapi, ini permasalahan tidak single problem. Sebab, ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan secara bersama. Antara lain adalah saluran pembuangan air dari Cidepit yang kelihatannya kemarin banyak sampah dan batang pohon mengakibatkan limpahan ke arah Cisadane,” tuturnya.

Tak hanya itu, ada permasalahan akses gorong – gorong di perumahan Braja Mustika yang juga disesuaikan penyelesaian strukturnya. Sehingga semua permasalahan itu menyebabkan adanya tekanan sisi kiri dan kanan jembatan terjadi.

“Kalau tidak dilakukan bersama – sama, parsial, gak beres nanti. Kita coba hitung dalam waktu yang cepat, kalau bisa tidak lebih dari satu minggu ini kita lakukan konstruksinya. Gorong – gorong tidak ditutup. Kita lihat karena permasalahannya banyak timbunan sampah, ranting pohon,” jelasnya.

Dedie juga menjelaskan bahwa kondisi dibawah aspal jalan raya sudah berlubang. Sehingga Dinas PUPR diperintahkan untuk membongkar secara keseluruhan. Untuk itu masyarakat jangan memaksakan diri melintas.

“Karena di atas aspal ini di bawahnya kosong. Kita harus tutup, kita mitigas, asesmen, apakah kita akan tutup total. Ini kan bisa berisiko menimbulkan bahaya,” kata Dedie.

Saat meninjau longsor, Dedie juga didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi dan Camat Bogor Barat, Abdul Rahman. Dedie juga sempat melihat lokasi lainnya di sekitar longsoran.** Fredy Kristianto

150 Personil Cari Adzra Hingga 7 Hari Kedepan

0

JURNAL INSPIRASI – Pencarian Adzra Nabila, pemotor yang terseret arus air hingga hilang di gorong-gorong Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal masih terus dilanjutkan. Meski sudah memasuki hari ketiga, namun belum ditemukan adanya tanda-tanda dari korban.

Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor pun terus melakukan operasi SAR dengan melibatkan sebanyak 150 personil gabungan yang dibagi menjadi tiga regu.

“Tim yang dilibatkan banyak pihak dari Bogor hingga Jakarta. Personil di titik awal ada sekitar 150 orang dibagi menjadi 3 regu,” ujar Komandan Regu BPBD Kota Bogor, Maruli Sinambela kepada wartawan, Kamis (13/10).

Selain itu, kata dia, pihaknya juga berkomunikasi dengan SAR Kabupaten Bogor untuk mencari dari simpang Cilebut hingga Jembatan PDAM, Cibinong.

Lebih lanjut, kata Maruli, derasnya air dan tumpukan beton di lokasi awal kejadian menjadi salah satu faktor penghambat. Atas dasar itu, pihaknya menggunakan excavator untuk mengangkat beton.

“Semoga dari pengangkatan beton akibat longsor ini membuahkan hasil dengan ditemukannya korban, karena bisa jadi korban terperosok berbarengan dengan longsor. Ujung aliran gorong-gorong ini adalah di Ciliwung,” katanya.

Maruli menyatakan bahwa pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari kedepan.

“Sebab hari pertama korban kemungkinan masih di tengah, hari kedua tenggelam, hari ketiga naik hingga hari ke lima, keenam kembali ketengah, hari ketujuh baru tenggelam kembali,” katanya.

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya tidak memasang jaring lantaran aliran Sungai Ciliwung cukup deras.** Fredy Kristianto

Sudah Hari Ketiga, Pencarian Mahasiswi IPB Masih Nihil

0

JURNAL INSPIRASI – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di titik awal tempat kejadian hilangnya Adzra Nabila, mahasiswi IPB yang hilang terseret arus air pada Selasa (11/10).

Kepada wartawan, Komandan Regu BPBD Kota Bogor, Maruli Sinambela mengatakan, pencarian terhadap Adzra sudah memasuki hari ketiga. Namun, belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Kami terus lakukan pencarian. Kita terjunkan alat berat untuk dilakukan pengerukan di lokasi saluran air yang tidak jadi dengan TKP,” ujar Maruli kepada wartawan, Kamis (13/10).

Menurut dia, pada hari pertama pencarian terdapat plat nomor motor yang diduga motor yang digunakan korban. Kemudian di hari kedua, ditemukan spion motor. Sementara pada Kamis (13/10), tim tidak menemukan apapun.

“Pencarian diperluas dari grande sampai area sungai dekat PDAM Kabupaten Bogor, hingga kampung bambu dengan menggunakan dua perahu karet,” jelasnya.

Kata dia, pencarian korban terkendala dengan curah hujan yang masih terjadi di Kota Bogor, yang membuat volume air di titik awal kejadian tinggi dan berdasarkan penuturan warga ketinggian air mencapai satu meter lebih.

“Kita terkendala derasnya aliran sungai. Kemudian tertutup juga longsoran tanah di titik awal jatuhnya korban. Terus kita juga sudah menyisir gorong-gorong yang ada di bawah, tapi sampaikan sekarang belum juga ditemukan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan hingga 7 hari ke depan. Apabila sudah mencapai 7 hari dilakukan, maka pencarian dihentikan.** Fredy Kristianto

Pencarian Mahasiswi IPB Terkendala Cuaca

0

JURNAL INSPIRASI – Pencarian Adzra Nabila, mahasiswi IPB yang terseret arus air hingga hilang di gorong-gorong Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, terkendala masalah cuaca.

“Kalau masih gerimis ada petugas yang mengamati pergerakan tanah. Jadi misalnya tanahnya ada potensi kebawah, tim segera mengevakuasi, termasuk yang di sungai,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilio Patricinio Freitas kepada wartawan, Kamis (13/10).

Menurut dia, lantaran cuaca yang kurang bersahabat, pihaknya menerjunkan tim pemantau krtinggian air di Bendung Katulampa.

“Jadi sementara pencarian dihentikan melihat situasi nanti, kemarin sampai jam 2 malam. Nanti melihat cuaca,” katanya.** Fredy Kristianto