31.9 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 755

Perenang Kabupaten Bogor Semakin PERKASA Terus Mendulang Emas

0

Garut | Jurnal Bogor

Cabang Olahraga (Cabor) renang Kabupaten Bogor sumbang kembali medali emas pada beberapa nomor pertandingan, di SOR Akuatik, Garut, Senin, 14 November 2022

Selain dua emas, cabor renang meraih tiga medali perak dan dua medali perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat tahun 2022.

Medali emas pertama diraih pada nomor 50 meter gaya punggung putra atas nama, Gilbert Eliezer Angga. Medali emas lainnya diraih pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri atas nama, Olivia Aprilia Ferina.

Selanjutnya medali perak diraih pada nomor 50 meter gaya punggung putri atas nama, Yessy Venisia.

Perak kedua diraih pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri atas nama Adelia. Perak ketiga disumbang dari nomor renang bebas putra 1.500 meter atas nama Raashif Amila Yaqin.

Sementara itu, medali perunggu diraih pada nomor renang estafet 400 meter gaya bebas putri atas nama, Yessy, Olivia, Adelia, dan Sarah.

Perunggu kedua diraih dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra atas nama Erick Ahmad Fathoni.

Arsitek renang Kabupaten Bogor, Nasir menjelaskan, untuk pertandingan kemarin dan hari ini diluar ekspektasi dan sudah memenuhi target pada dua hari ini.

Menurutnya, selain medali emas, medali perak dan perunggu juga diraih hari ini.

“Besar harapan saya untuk hari-hari selanjutnya sampai hari Jumat nanti, perolehan medali akan terus bertambah lagi,” ujar Nasir.

Nasir menambahkan, jadi sampai hari ini Cabor renang sudah mendapatkan empat emas. Kami mohon doanya agar atlet-atlet kami di lapangan bisa tampil maksimal, dan mempersembahkan yang terbaik untuk Kabupaten Bogor.

** asep syahmid

Mencegah Stunting, Perlu Upaya Bersama

0

Penanganan kasus anak stunting memerlukan upaya menyeluruh dan didukung semua pihak.  Untuk itu sejauh ini Pemerintah Kota Bogor telah melakukan berbagai upaya. Termasuk upaya-upaya yang bersifat pencegahan.
Pada acara Diseminasi dan Publikasi Hasil Pengukuran Data Stunting yang berlangsung 11 Oktober lalu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah, mengungkapkan bahwa banyak hal yang sudah dilakukan untuk mengurangi jumlah anak stunting. “Salah satunya memperkuat struktur sampai ke tingkat kelurahan, RT, RW dan posyandu dan dilantiknya Bunda Stunting sampai di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Untuk mengetahui potensi kemungkinan terjadinya kasus stunting, menurut Syarifah diperlukan sebuah pemetaan. Tujuannya, ketika ada bayi dari nol bulan sampai lima tahun berat badannya masih rendah atau cenderung menurun dan menjadi potensi stunting, maka terhadap anak tersebut perlu diketahui apa penyebabnya dan perlu segera ditangani.
Apakah penyebabnya adalah kondisi status ekonomi, yakni dari keluarga menengah ke bawah atau tidak mampu. Atau disebabkan karena pola asuh di keluarganya.  “Misalnya anak ini dari keluarga dengan status ekonomi menengah ke atas tapi berat badannya kurang maka intervensinya tentu saja kepada pola asuh, mungkin ada yang salah dengan pola asuhnya, kita perbaiki pola asuhnya sehingga bisa terdeteksi gizi dan berat badannya,” jelasnya.
Informasi dalam pemetaan seperti itu, memang perlu dilakukan. Untuk itu Pemerintah Kota Bogor saat ini tengah melaksanakan program audit kasus stunting. Menurut Kepala DPPKB Kota Bogor, Rakhmawati, Audit Kasus Stunting (AKS) adalah kegiatan yang bertujuan mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok tertentu.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab seorang anak mengalami stunting, menganalisa faktor risiko penyebab sebagai penanganan kasus, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan tata laksana kasus dan upaya pencegahan yang harus dilakukan. “Kelompok tertentu maksudnya adalah mereka yang berisiko stunting agar zero stunting atau berusaha sebisa mungkin orang-orang yang diintervensi sekarang tidak menjadi stunting berikutnya,” jelasnya

Ada empat kelompok masyarakat yang dipantau dalam kegiatan ini. Masing-masing adalah  calon pengantin, ibu yang sedang hamil, ibu yang baru saja melahirkan atau dalam keadaan nifas serta  anak-anak yang berusia di bawah dua tahun. Dalam memantau kelompok itulah, diharapkan peran dari semua pihak. Masyarakat diharapkan membantu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang dibentuk di tingkat kelurahan, untuk memantau kondisi empat kelompok tersebut. Bahkan bagi para calon pengantin, diharapkan mereka dapat memasukan data mereka melalui aplikasi Elektronik Siap Nikah Siap Hamil (Elsimil).
Menurut dr. Ira Juwita, Technical Assistant Satgas Percepatan Penurunan Stunting pada DPPKB Kota Bogor, calon pengantin diperhatikan karena mereka adalah calon orangtua. Pada saat para istri hamil, seyogianya mereka berada dalam rentang usia antara 20 sampai 35 tahun, untuk mencegah risiko kemungkinan melahirkan bayi yang berpotensi stunting. Di samping itu,  “Para ibu hamil, diharapkan tidak sedang mengalami gejala anemia atau kurang darah,” jelasnya. Untuk itu maka sejak mereka remaja, kesehatan diri mereka perlu mendapatkan perhatian.

Selanjutnya perempuan yang sedang hamil. Perlu diperhatikan agar seorang ibu, tidak  hamil lebih dari 3 kali. Juga jarak antar anak tidak kurang dari 2 tahun. Apabila tidak sesuai ketentuan tersebut, perlu dipantau dan dipastikan, agar mereka tidak termasuk golongan ibu hamil berisiko. Sudah pasti pula  perlu dipantau agar mereka mengkonsumsi asupan makanan yang bergizi baik, agar janinnya tumbuh sehat.

Begitupun ibu yang baru saja melahirkan atau yang sedang nifas. Diharapkan mereka menginformasikan kepada TPK apabila bayinya tergolong berisiko. Itulah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg dan tinggi badan kurang dari 48 cm. Sedangkan untuk para Baduta, diharapkan para orangtuanya untuk terus memantau pertumbuhan sang bayi melalui Kartu Menuju Sehat  (KMS) dan aktif menimbang bayinya setiap bulan di Posyandu. Pemantauan tersebut adalah ikhtiar untuk mencegah bayi mengalami kekurangan gizi secara kronis dalam rentang waktu 2 tahun kehidupan awalnya. Sebab kurang gizi kronis dapat mengakibatkan bayi mengalami stunting.

Jadi pencegahan stunting dapat dilakukan semua pihak. Antara lain dengan memperhatikan keempat kelompok masyarakat tersebut, dan menanganinya jika ada gejala yang berpotensi menimbulkan anak stunting. Ayo kita cegah stunting, agar generasi anak-anak kita tumbuh sebagai generasi sehat dan berkualitas. (Advertorial).

Ini Pesan Plt Bupati Bogor Saat Memberikan Motivasi ke Official Arung Jeram

0

Garut | Jurnal Bogor

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan, SE memberikan motivasi kepada skuad Arung Jeram Kabupaten Bogor dalam kunjungannya ke Venue Porprov Jabar 2022 yang ada di Kabupaten Garut.

Iwan berpesan.agar semua atlet Arung Jeram Kabupaten Bogor bisa tampil all out dalam Porprov Jabar 2022

Selain itu, Iwan juga minta kepada para pelatih, atlet dan official untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bogor di Porpov Jabar kali ini.

” Porprov Jabar ini adalah gengsi semua daerah dalam prestasi olahraga..Makanya saya minta semua atlet harus bisa memberikan prestasi yang terbaik bagi Kabupaten Bogor,” ujar Iwan Setiawan, Minggu, 13 November 2022.

Sementara itu, dr Farah Pratiwi selaku manager Arung Jeram.Kabupaten Bangga dengan kedatangan Plt Bupati Bogor yang memberikan support untuk Tim Arung Jeram Kabupaten Bogor.

“Pak Plt Bupati Bogor berpesan agar semua atlet, pelatih dan official jaga kesehatan dan tetap semangat dalam meraih target emas” ujar dr Farah Pratiwi, Minggu, 13 November 2022.

Farah tetap optimis, Tim Arung Jeram Kabupaten Bogor bisa mendulang lima.emas seperti yang ditargetkan.

” Terimakasih Pak Plt Bupati Bogor yang telah memberikan support kepada kami. Semoga ini akan jadi motivasi bagi Tim Arung Jeram Kabupaten Bogor dalam mencapai target emas,” pungkas Farah.

** asep syahmid

Sembilan Petinju Kabupaten Bogor PERKASA Lolos ke Babak Semifinal Porprov Jabar 2022.

0

Subang | Jurnal Bogor

Prestasi memukau diraih Tim Tinju Kabupaten Bogor yang meloloskan 9 petinju terbaiknya pada babak Semifinal Cabor Tinju Porprov Jabar 2022 yang berlangsung di Lanud Suryadarma Kalijati, Kabupaten Subang.

Keberhasilan 9 petnju Kabupaten Bogor lolos ke Semifinal ini akan menambah emetgi bagi Kontingen Kabupaten Bogor yang masih butuh banyak medali untuk mengejar ketertinggalan dari Kabupaten Bekasi dalam perolehan medali sementara Porprov Jabar 2022.

Asnan AP selaku Ketua Perina Kabupaten Bogor mengatakan sangat bangga dengan lolosnya 9 petinju Kabupaten Bogor ke babak Semfinal Porprov Jabar 2022.

Ia optimis 9 petinjunya itu berpeluang masuk final Porprov Jabar 2022 cabor tinju.

” Saya optimis semua petinju Kabupaten Bogor bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bogor di Porprov Jabar 2022,” ujar Asnan AP, Minggu, 13 November 2022.

Mudah mudahan, sambung Kadispora Kabupaten Bogor ini semua petinjunya bisa lolos ke Final dan semua bisa meraih medali emas.

” Target kami dalam Porprov Jabar 2022 ini 6 emas..Mudah mudahan kami bisa mencapainya,” tambah Asnan AP

Rencananya, kata Asnan AP, babak Semifinal cabor Tinju akan dilakukan pada tanggal 14 dan 15 November 2022.

Daftar Petinju kabupaten Bogor Yang Lolos ke Semifinal Porprov Jabar 2022:

1) Ririn Sahara
2) Stela Maala
3) Cheatllyn Hiera Pieres
4) Tivaniya Pattinama
5) Elizer Gonzales
6) Simon Makarawe
7) Grasty Alfons
8) Grace Safon Simangungsong
9) Bram Hendra Batuhuan

** asep syahmid

Samisade Perlu Banyak Pembenahan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Seiring dengan dikeluarkannya Perbup 69 tahun 2022, program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) mulai direalisasikan di seluruh desa di Kabupaten Bogor. Untuk wilayah Bogor Timur, program andalan Bupati Bogor tersebut juga sudah terlihat mulai dilaksanakan pengerjaan tahap pertama. Namun pelaksanaannya mendapat catatan dari wakil rakyat agar ada pembenahan.

“Kalau saya monitoring ke beberapa desa, Samisade sudah mulai berjalan. Contohnya di Desa Ciangsana, pekerjaan sudah mencapai 60 persen. Tinggal menunggu pelaksanaan tahap kedua. Sementara di beberapa desa lain juga sudah mulai dikerjakan,” kata Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil 2, Achmad Fathoni kepada Jurnal Bogor, Minggu (13/11).

Menurut dia, pengalokasian program Samisade pada penghujung tahun menjadi salahsatu persoalan yang harus menjadi evaluasi Pemda Bogor. Pasalnya, dengan waktu yang pendek tersebut, pelaksana program dalam hal ini pemerintah desa dituntut harus segera menyelesaikan program Samisade tersebut.

“Tahun anggaran kan dari Januari-Desember. Jadi kalau dialokasikan pada pertengahan tahun mungkin proses perencanaan dan pelaksanaan Samisade di tiap desa dapat lebih maksimal,” tukasnya.

Fathoni sapaan akrabnya mengatakan, selain pengalokasian anggaran dan waktu pelaksanaan, ia juga menyoroti proses pengawasan Samisade yang perlu ditingkatkan. Pengawasan tersebut, meliputi proses perencanaan, tender hingga pelaksanaan yang dilakukan oleh pihak ketiga.

“Sekarang kan mekanismenya belum full diserahkan kepada Pemerintah Desa. Karena saya masih mendapat info ada penunjukan pelaksana dari Pemkab. Begitu juga dengan proses tender yang harus dibenahi sehingga pelaksana adalah pihak kontraktor yang berkompeten,” ujarnya.

Selain itu, yang menjadi sorotan Fathoni adalah menjadikan program Samisade ini adalah salah satu program padat karya yang secara aktif melibatkan partisipasi masyarakat. Walaupun secara pelaksanaan diserahkan kepada kontraktor, namun dalam implementasinya, pihak kontraktor harus dapat melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif.

“Ini juga kan masih menjadi pertanyaan. Samisade program padat karya tapi masih menggunakan kontraktor atau vendor. Padahal kalau program pada karya, biarkan desa yang melaksanakan dengan melibatkan masyarakat secara penuh,” pungkasnya.

** Taufik/Nay 

Kabupaten Bogor Petik Emas Single Putra Gateball Porprov Jabar 2022

0

Subang | Jurnal Bogor

Tagline PERKASA atau pertahankan Kasta Juara terus ditunjukkan altet Kabupaten Bogor. Kali ini altet Cabang Olahraga (Cabor) Gateball Kategori Single Putra, Widodo Abdullah berhasil meraih satu medali emas, di Porprov XIV Jabar tahun 2022, yang diselenggarakan di Lapangan Gateball Sariater Kabupaten Subang, Minggu , 13 November 2022

Wakil Ketua Pengcab Gateball Kabupaten Bogor, Sutrisno menuturkan, kedepan para atlet gateball akan terus berjuang untuk bisa meraih sembilan medali emas.

“Hasilnya hari ini satu medali emas, masih sembilan medali emas yang kita cari kedepan. Besok masih ada double putra-putri, triple putra-putri, kemudian triple campuran tentu masih banyak memang yang akan dilewati,” jelas Sutrisno., Minggu, 13 November 2022

Dalam kesempatan yang sama, Widodo Abdulah manyatakan rasa bangga dan bersyukur meskipun dirinya sudah melewati usia 50 ke atas, tapi ia masih bisa menorehkan prestasi dan meraih satu medali emas.

“Alhamdulilah bersyukur kepada Allah SWT meskipun sudah melewati 50 ke atas, masih bisa berprestasi dan bisa membanggakan keluarga dan tim dari Kabupaten Bogor,” ucapnya penuh haru.

** asep syahmid

Hujan Jadi Kolam Ikan dan Kemarau Hujan Debu

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Para pengguna jalan saat ini harus lebih berhati-hati jika melintasi Jalan Ace Tabrani tepatnya di Kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, Kondisi jalan kini rusak parah di beberapa titik jalan. Parahnya lagi di saat musim penghujan mengakibatkan jalan berlubang tertutup genangan air. Sehingga pengendara harus tetap waspada.

Bahkan, warga sekitar menyatakan tidak sedikit yang sudah menjadi korban akibat kondisi jalan rusak itu. Beberapa korban mengalami luka ringan hingga luka berat.

Selain merugikan para pengguna jalan, dampaknya cukup buruk terhadap masyarakat yang ada di sekitar, karena pada saat di musim kemarau jalan tersebut menimbulkan debu.

Terlihat di lokasi warga, kala tidak hujan secara bersekala menyiram jalan tersebut gunakan air.

“Iya, kalau hujan jalan ini digenangi oleh air, kalau tidak hujan ya seperti ini debunya harus kita siram pakai air,” kata warga Nova Fitria kemarin.

Dia mengimbau kepada pengguna jalan yang berada di depan rumahnya itu, terlebih saat musim hujan, karena jalan yang berlubang tertutup genangan air.

“Harus tetap waspada bagi pengendara terlebih roda dua. Soalnya banyak kejadian kecelakaan roda dua di jalan rusak ini,” ucapnya.

Kondisi jalan rusak itu memang sudah sejak lama dikeluhkan masyarakat. Pemerintah daerah  juga sudah berupaya untuk memperbaikinya, bahkan jalan itu sudah masuk ke tahap pekerjaan peningkatan dengan nilai anggaran mencapai 1,9 miliar. Akan tetapi di tengah jalan proyek itu tidak berjalan mulus atau mangkrak hingga masa akhir masa kerja sudah habis.

Selain masyarakat yang mempertanyakan terkait jalan tersebut.Kepala Desa Parakanmuncang, Mauludin juga menyoroti keberadaan proyek pembangunan Jalan Ace Tabrani Panyaungan- Nanggung. Kondisi proyek jalan yang tak diselesaikan berimbas terhadap masyarakat yang dirugikan.

Pasalnya, selama  berlangsungnya pembangunan jalan itu, pihak pelaksana hanya melakukan penggalian salah satu pada bagian badan jalan saja.

“Kini kondisi jalan semakin rusak karena banyak yang yang berlubang. Gak bener itu pemborong, jalan cuma digali doang dilanjutkan tidak,” kata Kades Parakanmuncang kepada Jurnal Bogor, beberapa hari lalu.

Menurutnya, warga sangat dirugikan jika sampai jalan tersebut tidak diselesaikan. 

“Sudah dibongkar-bongkar, keadaan jalan terlihat berantakan gak diselesaikan,” papar Kades.

Jalan yang sudah dibongkar kata Kades, harus diselesaikan pengerjaannya. “Siapa pun itu pelaksananya harus menyelesaikan pekerjaannya karena sudah dianggarkan oleh kabupaten. Kami sangat kecewa dengan kejadian ini,” tukasnya.

** Andres

Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Ruas Jalan Jonggol – Sukamakmur

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Kondisi ruas jalan penghubung antara Kecamatan Sukamakmur-Jonggol perlu perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Pasalnya, kondisi jalan tersebut kini sudah rusak parah. 

Warga Sukajaya, Mardi mengatakan, kerusakan jalan itu dapat dilihat langsung sudah berlubang  sehingga sulit dilalui kendaraan dan rawan kecelakaan.

“Bayangkan saja kami harus menikmati jalan rusak dimulai dari Desa Sukasirna sampai Desa Sukajaya,” keluh Mardi kepada Jurnal Bogor, Sabtu (12/11). 

Mardi menyayangkan hingga saat ini belum juga  diperbaiki yang merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Kabuaoten Bogor.

“Inikan jalan kabupaten, kami sebagai warga Bogor juga berhak merasakan jalan bagus, karena kita juga ikut bayar pajak. Kami berharap kepada Pemkab Bogor dan dinas terkait dapat memperbaiki jalan kami,” cetusnya.

Sementara Kasubag TU PUPR Jonggol Sunarip saat dikonfirmasi perihal ruas  Jalan Jonggol -Sukamakmur yang rusak  menegaskan, UPT PUPR Jonggol sudah mengusulkan perbaikan ke Dinas PUPR Kab Bogor untuk tahun 2023 mendatang.

“Mudah-mudahan perbaikan jalan dapat segera terealisasi,” singkatnya.

** Ramses/nay 

Kabupaten Bogor Terus Tempel Ketat Kabupaten Bekasi

0

Ciamis | Jurnal Bogor

Kontingen Kabupaten Bogor, Minggu, (13/11/2022) berhasil mengumpulkan enam medali emas di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XIV Jawa Barat 2022.

Enam raihan medali emas tersebut, satu medali emas dari cabang olahraga (Cabor) Gateball, dua medali emas dari Cabor Renang dan tiga medali emas lainnya dari Cabor Atletik. 

Di upacara pengalungan medali Cabor Atletik di Lapangan Atletik Kabupaten Ciamis, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, ditemani Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga juga turut hadir serta foto bersama atlet, pelatih dan official.

Selain itu, para atlet dari Cabor Renang dan Atletik, masing-masing juga meraih satu medali perak dan satu medali perunggu. Ditempat yang terpisah, Cabor Panahan yang bertanding di Kabupaten Bekasi serta Cabor Panjat Tebing yang bertanding di Kabupaten Bandung, masing-masing juga meraih satu medali perak.

Di hari ke delalapan ajang Porprov ke XIV Jawa Barat 2022 ini, total raihan medali Kontingen Kabupaten Bogor yaitu enam medali emas, empat medali perak dan dua medali perunggu.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Bogor Junaidi Syamsudin mengucapkan rasa syukur atas perolehan medali emas dari Cabor Atletik, Renang, Gateball, Panahan dan Panjat Tebing.

“Alhamdulilah, hari ini Kabupaten Bogor sudah menambah enam medali emas, empat medali perak dan dua medali perunggu. Selamat kepada para atlet dan semoga raihan emas berlanjut lagi hingga kita bisa mempertahankan kasta juara (Perkasa),” ucap Junaidi Syamsudin kepada para wartawan.

Atlet Cabor Atletik kategori Half Maraton dan Westi yang hari ini menyumbang medali emas meminta doa kepada masyarakat Bumi Tegar Beriman, agar bisa terus berprestasi, terutama di ajang Porprov ke XIV Jawa Barat 2021.

“Latihan eksta dan tetap fokus sama pertandingan itu upaya kami, semoga Westi dan Half makin maju terus. Doakan  kami dapat medali emas lagi, karena di hari Selasa dan Rabu lusa akan ikut pertandingan di nomor 5.000 meter dan Rabu 1.000 meter,” pinta Westi.

Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Bogor Nuradi menjelaskan raihan dua medali emas dari nomor gaya dada 100 meter dan estafet 4 x 100 meter putra itu sebagai awal pertarungan Cabor Renang. 

“Karena ini hari pertama pertandingan, dan masih ada hari berikutnya sampai tanggal 18. Semoga dengan dua emas ini jadi semangat dan motivasi untuk bisa meraih medali emas berikutnya. Target kami bisa meraih 15 medali emas,” jelas Nuradi.

** asep syahmid

Polsek Gunung Putri Pasang Sembilan CCTV, Ini Titiknya

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Guna meningkatkan keamanan dan ketertiban lalulintas, Polsek Gunung Putri memasang 9 titik CCTV dijalur jalan raya Kabupaten Bogor, Provinsi Jabar dan jalan nasional agar bisa dimonitor 24 jam.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan, kamera pengawas dipasang di setiap titik jalan yang dianggap rawan dan sering menimbulkan kemacetan. 

“Kami memasang 9 titik CCTV di setiap jalan Kabupaten, Provinsi maupun jalan Nasional, untuk bisa dimonitor selama 24 jam. Kamera pengawas ini nantinya bisa dipantau dari ruangan Commend Center Polsek Gunung Putri secara real time setiap saat,” ucap Kompol Bayu kepada Jurnal Bogor, Sabtu (12/11). 

Menurutnya, hal tersebut dilakukan berdasarkan perintah Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin yang juga untuk mendukung program transformasi menuju Polri yang presisi. Sesuai dengan program Nomor 4 Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi yaitu perubahan teknologi kepolisian yang modern di era police 4.0 dan juga program nomor 5 yaitu pemantapan kinerja pemeliharaan Kamtibmas. 

“Saya berharap semua pihak agar bisa mendukung program ini untuk kepentingan umum. Dan seluruh elemen dan lapisan masyarakat yang ada agar dapat mendukung program kegiatan ini, dimana program ini untuk kepentingan kita bersama,” cetus mantan Kapolsek Cibinong tersebut.

Selain untuk meningkatkan keamanan, lanjut Bayu, nantinya CCTV itu juga bisa dijadikan sebagai alat bukti jika terjadi tindak pidana.

“Nantinya hasil rekaman CCTV bisa digunakan sebagai alat bukti dalam proses penyidikan suatu tindak pidana,” tegasnya.

Menurutnya, masing-masing titik di pasang kamera sesuai kebutuhannya, sebagai contoh jika ada simpang tiga maka dipasang 3 kamera dan jika simpang empat maka empat kamera. 

 Minimal per titik ada 2 kamera untuk kedua arah berlawanan,” pungkasnya.

Berikut lokasi yang sudah dipasang Kamera CCTV:

1. Pos Lantas Agak

2. Simpang 3 Tlajungudik

3. Depan Mako Polsek Gunung Putri

4. Simpang Tiga Pasar Wanaherang

5. Persimpangan Jalan Baru Cikeasudik

6. Simpang Empat Pos Lantas Nagrak

7. Dekat Jembatan Perbatasan ke arah Bekasi

8. Depan Gerbang Kota Wisata Ciangsana

9. Persimpangan Pos Polisi Bojong kulur

Nay Nur’ain