30 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 702

Event Spesial Imlek 2023 di Taman Safari Bogor

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Beragam suguhan atraksi dipersiapkan Taman Safari Bogor menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2023. Mengangkat tema ‘Sin Cia of Lunar Love’, Taman Safari Bogor memulai gelaran perayaan Imlek mulai 20 Januari 2023.

Tentunya pengunjung penasaran, apa saja sih yang akan disuguhkan oleh Taman Safari Bogor, berikut rangkaian acaranya, seperti,

1. Parade Liong Barongsai dan Chinese Folk Dance

Parade Liong Barongsai dan Folk Dance digelar pada 21, 22, 23 Januari 2023 serta pada 5 Februari 2023 saat gelaran Cap Gomeh. Lokasi gelaran ini di Safari Greens mulai pukul 07:45 WIB, Caravan Resto pada pukul 08:30 WIB dan di Shelter B Taman Safari Bogor pada pukul 12:30 WIB. Lalu di Istana Panda pada pukul 14:00 WIB dan di Safari Theatre pada pukul 15:30 WIB.
 

  1. Parade Sun Go Kong dan Parade Poodle Cheongsam
     
    Salah satu parade unik yang digelar Taman Safari Bogor saat perayaan Imlek 2023 adalah Parade Sun go Kong. Gelaran ini dilaksanakan pada 21 dan 22 Januari 2023 dimulai pada pukul 12:15 WIB. Rute untuk Parade Sun Go Kong dimulai dari Parkir A Rainforest hingga Istana Panda. Sementara untuk Parade Poodle Cheongsam dimulai dari Parkir A Rainforest sampai dengan Shelter B Foodcourt Taman Safari Bogor.
  2. Parade Penguin special National Penguin Day dan Special Imlek
     
    Parade penguin ini digelar untuk memperingati Hari Penguin Dunia. Gelaran ini akan dilaksanakan pada 20, 21, 22 dan 23 Januari 2023 pada pukul 13:00 WIB.

4. Chinese New Year Package
 
Sementara untuk promo tiket, Taman Safari Bogor membuka dua paket promo yakni promo tiket Sultan Spesial Imlek dengan diskon harga tiket masuk sebesar 10% dari harga normal.

Promo kedua yakni menginap di Safari Resort Spesial Chinese New Year Package dengan harga Rp1.775.000 per malam. Dengan paket harga ini, pengunjung bisa mendapatkan gratis tiket masuk Taman Safari Bogor, snack, breakfast, special cake Imlek, special gift angpao dan dinner.

Honk | **

STIMLASH Jalin Kerjasama dengan NIU, Begini Kata Kombes Pol Arsal

0

Bogor | Jurnal Bogor

Mantan Wakapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Dr M Arsal Sahban, yang juga berprofesi sebagai dosen utama di STIK-PTIK Jakarta, rupanya sangat konsen di dunia pendidikan.

Diketahui Kombes Pol Arsal merupakan salah satu pendiri dan anggota Yayasan Pendidikan Lasharan Jaya makassar yang menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan (STIMLASH).

Kini, STIMLASH telah membuka program studi S1 dan S2 bidang manajemen. Bahkan, lembaga pendidikan itu menjalin kerjasama dengan Nothern Illinois University (NIU), Chicago, Amerika Serikat.

NIU merupakan salah satu State University terbaik di Dunia, dimana masuk dalam Tier 1. Perjanjian kerjasama di tandatangi oleh Direktur Executif Global Institute NIU, Eric Jones, dengan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya Dr. Hernita di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya, Jalan Abdullah Daeng Sirua Nomor 106 Makassar, Jum’at (20/1).

Kombes Pol Dr. M. Arsal Sahban mengatakan bahwa kerjasama ini bertujuan untuk meningkatan sumber daya manusia baik Dosen maupun mahasiswa Stimlash.

“Bentuknya nanti berupa pertukaran mahasiswa dan kerjasama di bidang penelitian. Kami ingin meningkatkan SDM lulusan Stimlash yang tidak hanya baik dan unggul tapi juga berwawasan internasional,” ujar Arsal melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (21/1).

Menurut dia, kerjasama ini juga untuk menguatkan kembali MoU yang terjalin tahun 2014 lalu, dengan memasukkan beberapa poin tambahan yang intinya memperluas ikatan ilmiah dan kerjasama akademik.

“Saat itu kami yang ke Amerika, yang diwakili oleh kakak saya. Sekarang mereka yang datang ke kampus Stimlash,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Executif Global Institute Northern Illinois University (NIU) Chicago Amerika Serikat, Eric Jones, Ph.D mengatakan bahwa kedepan pihaknya akan kembali bekerjasama di bidang akademik dengan mengirim mahasiswa dan dosen STIMLASH untuk belajar di NIU.

“Kami juga bisa mengirimkan mahasiswa atau dosen kami untuk belajar bahasa dan kebudayaan indonesia, selain itu juga bisa kerjasama dalam penulisan jurnal internasional,” kata Eric.

Eric menambahkan, NIU berkomitmen membantu STIMLASH menerbitkan surat penerimaan bagi mahasiswa atau dosen yang berminat ke Amerika untuk studi.

“Semoga secepatnya terjadi pertukaran pelajar maupun dosen dari NIU ke STIMLASH ataupun sebaliknya,” harap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Dr Hernita, mengatakan, selain meningkatkan mutu kampus dan mahasiswa strata satu dari STIMLASH, pihaknya juga akan menjalin kerjasama pengembangan pasca sarjana S2 Magister Manajemen yang baru dibuka pada tahun 202.

Sebagai informasi, Kedatangan Eric Jones, Ph.D ke Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya didampingi Dani Muhtada, Ph.D Dosen Universitas Negeri Semarang yang juga Pimpinan Pesantren Riset Al Muhtada, Semarang.

Prof. Eric Jones datang ke Indonesia dengan agenda untuk mengembangkan kerjasama dengan beberapa institusi dan kampus di Indonesia.* Fredy Kristianto |*

Polsek Citeureup dan Muspika Respons Pengelolaan Limbah PT Indokorsa

0

Citeureup Jurnal Bogor

Lewat Jum’at Curhat, jajaran Polsek Citereup bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Citeureup, merespon keinginan Warga Karang Asem Timur (Kartim), soal pengelolaan limbah perusahaan PT Indokorsa, Jum’at (20/1/23).

Kegiatan yang digelar di Aula PT Indokorsa, Desa Karang Asem timur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor itu dihadiri oleh Kapolsek Citereup, Kompol Eka Chanda beserta Jajaran, HRD PT Indokorza, Kades Kartim, Yamin Bunyamin, Kades Sukahati, Endang, Kades Sanja, Edi Yusuf dan Ketua Karang Taruna Kecamatan Citeureup, Alfariji.

Dalam Jum’at Curhat tersebut, sebanyak 15 warga Desa Kartim menginginkan agar pengelolaan limbah yang ada di PT Indokorsa dapat dikerjasamakan dengan warga.

“Tadi kita bersama Muspika Citeureup mendengarkan aspirasi masyarakat masalah pengajuan kerja sama dalam kelola limbah industri untuk lingkungan ke warga Desa Kartim,” kata Kompol Eka Chandra kepada warawan.

Menanggapi permintaan warga itu, kata Eka Chandra, pihaknya telah melakukan mediasi bersama pihak Muspika dan Perusahaan lebih lanjut lagi.

“Tindak lanjut Aspirasi tadi, kami langsung melakukan Mediasi. Lalu Babhin dan Lingkungan selalu lakukan Pemantauan limbah Pabrik industri yang dikelola oleh lingkungan,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Eka Chandra, selesai digelar mediasi dengan pihak perusahaan, ia mengaku bakal melakukan koordinasi dengan Muspika Citeureup dan Polres Bogor. Setelah itu, akan dibawa ke Anev Polsek untuk dibahas lebih lanjut.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Forkopincam dan di sampaikan pada saat Anev Polsek dan melakukan Koordinasi dengan Polres Bogor, Kecamatan Citeureup,” tukasnya.

** nay nurain

Mentan SYL Perintahkan Jajarannya Kawal Pengelolaan Pupuk Bersubsidi

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memerintahkan jajarannya mengawal pengelolaan pupuk bersubsidi. Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan pupuk bersubsidi sampai kepada petani, tanpa ada kekurangan.

“Jangan sampai ada penyelewengan dan penyimpangan, boros di sana dan di sini. Tolong jaga dengan baik,” ungkap SYL saat membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Pengelolaan Pupuk Bersubsidi di PPMKP, Ciawi, pada Kamis (19/01/2023) sore.

SYL menyebutkan, pertanian global saat ini menghadapi kondisi pelik dengan harga pupuk yang melonjak sebagai imbas dari konflik Rusia-Ukraina. Sebelum masa pandemi, harga urea tertinggi terjadi pada 24 Juni 2019 sebesar Rp. 4.123,-/kg. Sesaat setelah invasi Rusia ke Ukraina terjadi kenaikan sebesar 242% pada 25 Maret 2022, dan sampai saat ini kenaikan masih berlanjut.

“Dengan kondisi ketersediaan pupuk saat ini, maka kita harus menerapkan prinsip bahwa pupuk harus bisa cepat dibagi, cermat dalam membagi, dan akurat,” tegas SYL.

Untuk meningkatkan akurasi, SYL meminta distribusi pupuk dapat memanfaatkan sistem digital. “Era cepat berubah, dibutuhkan kecepatan kita mengantisipasi. Karena itu, sistem digital dibutuhkan,” jelasnya.

SYL pun meminta pelatihan bisa dilaksanakan secara maksimal. Bagi SYL, pelatihan bagi para penyuluh dan pengelola pupuk bersubsidi ini penting karena dalam pengelolaan pupuk bersubsidi, dibutuhkan orang-orang yang memiliki pola pikir membela negara.

“Para peserta yang ikut ToT hari ini harus memiliki tekad semangat berjuang bagi rakyat. Di tangan kita, ada kesejahteraan petani. Ada kemampuan untuk menyediakan makanan buat rakyat,” ujar SYL.

Selain pengawasan tata kelola pupuk bersubsidi, SYL juga meminta semua pihak semakin kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk menyiasati ketersediaan pupuk bersubsidi. Sebagaj salah satu solusi terbaik, perlu dilakukan pengembangan pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk kimia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyebutkan peserta kegiatan ToT kali ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Dari target 40.00 peserta, saat ini telah terdaftar 40.676 peserta yang terdiri dari penyuluh dan pengelola pupuk bersubsidi yang hadir secara online maupun offline,” ungkap Dedi.

Sesuai arahan Menteri Pertanian, materi-materi pelatihan akan difokuskan dalam upaya untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan pupuk bersubsidi.

“Outcome dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi penyuluh dan pengelola pupuk bersubsidi. Para peserta akan diajar mulai dari pengisian e-lokasi sampai implementasinya di lapangan,” tutur Dedi.

ToT akan dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 16–18 Januari 2023 yang dilaksanakan secara tatap muka berlokasi di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia.

** BPPSDMP Kementan

‘Total Football’ Tangani Stunting

0

Bogor | Jurnal Bogor

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengajak semua pihak untuk menerapkan semangat dan strategi ‘total football’ di Kota Bogor dalam mengamankan target-target yang sudah ditetapkan pemerintah pusat, salah satunya penanganan stunting.

“Kita tidak mungkin menjadi pemenang di tahun 2045 Indonesia Emas dan tiga besar ekonomi dunia, jika urusan stunting belum bisa dibereskan,” kata Bima Arya saat Musrenbang Kecamatan Bogor Barat di RH. Farm, Jalan Raya Cifor, Kelurahan Situgede, Kamis (19/1).

Hal ini juga kata dia, telah disampaikan Presiden Joko Widodo saat Rakornas Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor belum lama ini.

Dengan strategi total football kata Bima Arya, semua elemen bangsa Indonesia mulai dari pimpinan tertinggi di pusat, daerah sampai camat, lurah bahkan RW dan RT bergerak, sehingga Indonesia bisa menangani pandemi Covid-19. Semangat dan strategi serupa diimbau presiden untuk diterapkan juga dalam menangani stunting.

“Jika Covid-19 saja bisa menang, masa urusan stunting kita tidak bisa menang. Kepada semua aparatur baik pusat maupun wilayah, TNI, Polri dan kejaksaan, Key Performance Indicator (KPI) bukan hanya tupoksi masing-masing di bidang keamanan dan pertahanan, tetapi juga persoalan stunting, harmoni dan stabilitas. Para kepala daerah bersama pimpinan forkopimda serta jajaran di daerah diharapkan untuk bergerak cepat dan berlari semua,” tegas Bima Arya.

Di Kecamatan Bogor Barat khususnya dan Kota Bogor secara umum, angka dan data stunting sudah lebih baik. Namun demikian Kota Bogor kata Bima Arya, akan menduplikasi total 100 persen langkah yang diambil Pemkab Sumedang dalam menangani stunting dengan memanfaatkan IT dan aplikasi, tidak hanya stunting tetapi juga untuk yang lainnya.

Terkait potensi inflasi tahun 2023, Bima Arya menyampaikan, Indonesia sebagai salah satu negara yang tingkat inflasinya terbaik di dunia jangan membuat semua pihak lengah.

Dirinya mengingatkan semua pihak di Kota Bogor untuk tetap fokus mengantisipasi resesi di tahun 2023. Pasalnya, saat ini sudah 46 negara yang menjadi ‘pasien’ IMF dan sudah banyak negara yang kelihatannya sudah siap mengibarkan bendera putih.

“Indonesia itu top, salah satu negara yang tingkat inflasinya terbaik di dunia, tapi kita harus tetap fokus mengantisipasinya. Semua kita harus melihat hal tersebut, diantara strategi yang bisa dilakukan adalah penguatan ketahanan pangan dan mendorong UMKM,” kata Bima Arya.

Untuk pembangunan dan pengembangan Kecamatan Bogor Barat, Bima Arya secara khusus menyebutkan, dengan besarnya prospek dari Danau Situ Gede, ia mengingatkan semua jajaran Pemkot Bogor agar menjadikannya sebagai prioritas.

“Selain memborong banyak penghargaan, modal lain adalah soliditas dan potensi alam yang dimiliki, saya titip pengembangan Situ Gede harus jadi prioritas di Bogor Barat, termasuk didalamnya infrastruktur, akses dan yang lainnya,” ujarnya.

Bima Arya menyebutkan, Situ Gede adalah intannya Kota Bogor, seperti AEWO Mulyaharja di Kampung Ciharashas Bogor Selatan sebagai ‘Ubudnya’ Kota Bogor.

Disamping itu, sistem pengelolaan dan pemeliharaan Danau Situ harus diperhatikan secara benar, jelas dan harus melibatkan warga, karena jika tidak, apa yang sudah terbangun dan cantik akan rusak akibat pengelolaan dan pemeliharaannya tidak jelas.

Selain itu dirinya juga menitipkan agar desain dan konsep kantor Kelurahan Situ Gede harus nyambung dengan konsep Situ Gede sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Kota Bogor.

“Harus nyambung, harus nyunda dan harus jadi pusat UMKM. Jadi orang kalau melihat Kantor Kelurahan Situ Gede tidak akan menyangka sebagai kantor kelurahan, nuansanya harus beda. Pokoknya Situ Gede ini harus menjadi kelurahan termaju dan tersejahtera di Kota Bogor,” tegas Bima Arya.

Camat Bogor Barat, Abdul Rahman dalam paparan menyebutkan, ODF untuk tahun 2023 turun dari 8.360 menjadi 6.586 (20,7 persen). UMKM mengalami peningkatan 9 persen, bertambah kurang lebih 503 UKM baru pada tahun 2023.

“Untuk usulan program skala prioritas tahun 2024, diantaranya bidang fisik 91 usulan terutama di daerah yang zona hitam, drainase, TPT, daerah rawan longsor dan sebagainya. Bidang sosial budaya 24 usulan dan bidang pemerintahan 4 usulan. Sementara prioritas tahun 2023 adalah septic tank komunal dan menurunkan ODF. Selanjutkan kegiatan stunting kita intervensi, diantaranya dengan melakukan program Rante (rabu makan tempe) dan Sendog (senin makan endog),” katanya.* Fredy Kristianto

Raperda Pinjol Masih Digarap

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim panitia khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif tentang Perlindungan dan Pencegahan Dampak Pinjol, Renternir dan Bank Keliling, berencana merubah judul Raperda. Hal ini dilakukan setelah adanya harmonisasi dengan pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat.

Ketua Pansus Raperda Pinjol, Sendhy Pratama, mengungkapkan perubahan nama ini guna melancarkan pengesahan draft Raperda yang sudah disusun oleh DPRD Kota Bogor. Karena, peraturan di pusat belum ada yang mengatur terkait tindakan preventif terkait pinjaman ilegal ini.

Selain itu, langkah perubahan nama ini juga dilakukan setelah tim Pansus menggelar rapat internal dengan tim ahli yang bergerak di ekonomi syariah dari IPB dan pakar hukum dari UI.

“Kami tim Pansus menyepakati akan ada perubahan judul, yang tadinya memasukkan nama bank keliling dan pinjaman online menjadi satu yaitu pinjaman ilegal,” ujar Sendhy, setelah menggelar rapat tim Pansus, Kamis (19/1).

Salah satu hal yang mendasari perubahan nama ini juga adanya bentuk bantuan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang dengan menggandeng Baznas untuk memberikan bantuan tunai kepada korban pinjaman ilegal.

“Karena memang sudah ada di Kota Malang terjadi suatu kerjsama antara Baznas dan Bank Daerah dalam bentuk Perseroda di Kota Malang itu memberikan beberapa bantuan keuangan yang sifatnya menangani masalah pinjaman yang ilegal,” jelas Sendhy.

Guna melancarkan proses pembentukan Raperda ini, Sendhy pun meminta doa kepada seluruh masyarakat Kota Bogor agar proses pembentukkannya bisa berjalan lancar dan selesai dalam waktu dekat.

Ia pun menyatakan, pembentukan Raperda ini semata-mata untuk membuat payung hukum yang bisa memberikan solusi serta melindungi masyarakat dari tindakan kejahatan pinjaman ilegal.

“kami akan terus berjuang bagaimana membuat konsep eprda di daerah yang memiliki nilai kemanfaatan untuk masyarakat kota bogor dalam hal memberikan solusi,” terang Sendhy.

Rencananya, minggu depan tim Pansus Raperda inisiatif tentang Perlindungan dan Pencegahan Dampak Pinjol, Renternir dan Bank Keliling akan menggelar rapat lanjutan dengan pihak Bagian Hukum dan Ham pada Setda Kota Bogor, Bagian Kesra pada Setda Kota Bogor dan Satpol-PP Kota Bogor.* Fredy Kristianto

Anggota Polisi yang Tewas Disambar Commuterline, Rupanya Izin Cuti Temani Istri Lahiran

0

Bogor | Jurnal Bogor

Aipda A, anggota Polsek Tanah Sareal yang meninggal dunia akibat tertabrak Commuterline jurusan Bogor-Jakarta di perlintasan kereta Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, rupanya sedang tidak berdinas saat kejadian.

Diketahui, saat itu korban sedang izin cuti untuk menemani istrinya yang akan melahirkan.

“Tidak bertugas sebab sedang izin, istrinya mau melahirkan di rumah sakit,” ujar Kapolsek Tanah Sareal Kompol Surya, Kamis (19/1).

Menurutnya, berdasarkan informasi sementara korban dengan rekannya Bripka E usai makan di sekitar lokasi. Kedua korban saat itu tengah berbincang di pinggir rel dan tertabrak KRL.

“Habis makan, ngobrol di pinggir rel,” ucap Kompol Surya.

Diketahui, kecelakaan tersebut bermula setelah korban baru saja selesai makan, dan keduanya terlihat tengah berdiri di pinggir rel kereta terlihat seperti sedang buang air kecil.

Tak lama berselang, kemudian ada warga yang disekitar lokasi berteriak ada yang tertabrak kereta. Kemudian saat itu salah satu saksi Zupry melihat kearah tempat kejadian dan melihat ada dua orang sudah tergeletak.

Kata dia, karena kejadiannya begitu cepat kemungkinan kedua korban tidak bisa menghindari kereta sehingga korban langsung tertabrak kereta.

Satu korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan E yang merupakan Anggota Pleton 3 kompi 4 Yon B Sat Brimob Polda Jabar masih sempat dilarikan ke RS Salak namun nyawanya tak tertolong.

Ketika kejadian, kata Kompol Surya, korban A sebenarnya sedang tidak dalam bertugas.

“Korban berkerja di unit QR (quick respon) patroli Polsek Tanah Sareal, dan pagi ini akan langsung dimakamkam di Kampungnya Jasinga,” tandasnya.n Fredy Kristianto

Diresmikan Ridwan Kamil, Situ Gede Makin Menawan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) meresmikan kawasan Situ Gede seluas 6 hektare yang berada di Kecamatan Bogor Barat, Kamis (19/1).

Penataan Situ Gede menelan anggaran sebesar Rp7 miliar, dan menjadi salah satu destinasi ekowisata di Kota Bogor. Alhasil, area tersebut pun lebih terlihat lebih menawan dari sebelumnya.

Dalam peresmian itu, RK bersama Bima Arya sempat melepas bibit ikan, kemudian berjalan menyapa warga. Keduanya pun sempat menjajal wahana kano buatan penyedia perlengkapan outdoor asli Bogor, yakni Boogie.

“Silakan manfaatkan situ gede yang sudah (direvitalisasi dengan anggaran, red) Rp 7 miliar direvitalisasi oleh provinsi, untuk peningkatan ekonomi wisata,” ujar Ridwan Kamil usai meresmikan Situ Gede pada Kamis (19/1).

Diketahui, Situ Gede merupakan sebuah danau alami dikawasan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (PUSLITBANG) sebagai pengelola kawasan hutan konservasi yang sudah dikelola sebagai objek wisata domestik.

Usai direvitalisasi, kini Situ Gede yang berada di kawasan hutan lindung Cifor, semakin potensial menarik para wisatawan lantaran dilengkapi dengan berbagai sarana rekreasi. Diantaranya, wahana air, jogging track dan tempat istirahat hingga warung-warung kuliner yang tersedia di seputaran danau.

“Kedepan bisa ditambah sesuai kebutuhan tempat ini istimewa, dan tentunya diharapkan menjadi daya tarik, karena wisatawan yang ke Kota Bogor pasti niatnya kuliner dan pariwisata. Saya kira tidak banyak kota di Jawa Barat yang memiliki danau istimewa,” paparnya.

Kata dia, banyak situ atau danau di Jawa Barat yang mesti didorong secara fungsi dan lainnya agar dapat menjadi potensi wisata.

Ia berharap Situ Gede dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Atas dasar itu, RK meminta Wali Kota Bogor Bima Arya untuk memberdayakan sekaligus mendongkrak potensi wisata yang ada di Situ Gede.

“Titip ke Pak Wali, aktivasi, ramaikan kegiatan Agustusan, Cap Go Meh apa yang berhubungan dengan air perahu naga dan lainnya. Saya kira akan menjadi keunikan Kota Bogor yang luar biasa berbasis air,” ucapnya.

RK juga meminta kepada warga untuk senantiasa menjaga kebersihan dan ketertiban.

“Ini tahun terakhir saya sebagai Gubernur Jabar kurang lebihnya mohon maaf, tapi dimana ada kesempatan, saya terus membangun Kota Bogor sesuai aspirasi masyarakat dan Pak Wali,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jabar, Dicky Ahmad Sidik, menuturkan bahwa dengan penataan yang dilakukan, Pemprov Jabar meyakini kawasan tersebut bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Sebab, sambung dia, lokasi Situ Gede dekat dengan perkotaan, kawasan pendidikan, dan aksesnya juga mudah dijangkau.

Lebih lanjut, kata dia, Situ Gede merupakan danau interkoneksi dari situ-situ sekitarnya yang berada di Kelurahan Situ Gede. Yakni, Situ Leutik, Situ Panjang dan Situ Burung, sehingga pengembangan kawasan Situ Gede merupakan upaya Konservasi Sumber Daya Air dan pengendali banjir.

“Adapun ruang lingkup pekerjaan tahun anggaran 2021 di tempat ini meliputi, pekerjaan Plpersiapan, area parkir, pedestrian, plaza, jogging track, gerbang, landscape, shelter, toilet, mushola, spot selfie, Bidang Sumber Daya Air (Perbaikan Tanggul Situ dan pengerukan atau normalisasi),” tandasnya.n Fredy Kristianto

Remaja Putri Jadi Korban Pelecehan di Apartemen Gunung Putri Square

0

Humas Polres: Pelaku Sudah Diamankan

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Remaja putri berusia 16 tahun asal Cibarusah, Kabupaten Bekasi diduga mengalami pelecehan seksual. Pelecehan seksual dilakukan oleh teman medsosnya berinisial RA (20) yang diduga warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

” Anak saya kenal RA lewat Instagram, lalu pake aplikasi apa tuh lupa saya, dari situ cowok itu ngechat anak saya lantas minta nomor WhatsApp,” ungkap Y, ibu korban, Kamis (19/1/23).

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 22 Oktober 2022 lalu di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, tepatnya di Apartemen Gunung Putri Square. 

Menurut Y, saat itu putrinya dijemput oleh pelaku di sekolahnya jam 9 pagi hingga sore hari sampai pukul 15:00 WIB. Namun putrinya tak ada kabar, sampai akhirnya Y melihat putrinya diantar seorang lelaki menggunakan sepeda motor.

“Ternyata anak saya gak sekolah dijemput dari jam 9 pagi di sekolah. Biasanya anak saya jam 12 udah pulang karena memang sekolah gak jauh dari rumah,  tapi saya mulai curiga dan mencari anak saya sampai jam 15:00  baru ketemu diantar seorang lelaki dibonceng,” paparnya.

Y mencurigai gelagat putrinya yang bertingkah aneh tidak seperti biasanya. Karena penasaran, Y pun mulai membujuk putrinya dan mulai menangis di pelukannya, dengan terbata-bata putrinya bercerita bahwa lelaki yang baru ia kenal telah melecehkannya. Bak disambar petir disiang bolong Y shok mendengarnya karena lelaki tersebut tidak dikenal juntrungannya.

“Naluri seorang ibu melihat ada yang aneh pada anak saya, tidak seperti biasanya saya pun khawatir dan mengikuti anak saya ke kamar. Benar saja putri saya menangis memeluk saya dan bercerita telah dilecehkan oleh lelaki yang baru dikenalnya dan tak tahu dari mana dia berasal, dan saya kaget banget sampai gak percaya ini terjadi sama anak saya, dan tidak tahu dari mana orang itu berasal,” bebernya pilu.

Dibawah tekanan, anaknya yang masih dibawah umur akhirnya merelakan masa depannya yang diduga direnggut lelaki bejat tersebut. 

“Saya dipaksa untuk ngelakuin itu dan  diancam jangan  cerita ke mama sama papa,” ucap Y meniru cerita anaknya.

Belakangan diketahui identitas diduga pelaku adalah warga Cikeas, saat Y mendesak anaknya untuk menceritakan dibawa kemana saat itu putrinya. Dan putrinya menceritakan dirinya dijemput saat jam sekolah dan masih berseragam sekolah lantas dibawa ke arah Cicadas dan disuruh ganti seragam sekolah di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Wanaherang. Lalu diajak ke Apartemen Gunung Putri Square.

“Saya desak anak saya, dia akhirnya mau cerita sambil menunjukan lokasi, dan menurut anak saya, sempat mampir di POM bensin Wanaherang dan disuruh  ganti seragam sekolah oleh RA lalu diajak ke Apartemen Gunung Putri Square. Dan kami beserta suami bergegas menuju apartemen Gunung Putri Square,” jelasnya.

Namun, pihak apartemen sempat enggan memberikan informasi setelah Y, meyakinkan kepada pihak apartemen akhirnya pihak apartemen mau menunjukkan identitas milik RA berupa  foto kartu tanda penduduk (KTP) saat memesan kamar pada saat itu.

“Sempat kesulitan mencari RA. Sebab pihak apartemen gak mau kasih tahu. Tapi saya bujuk dan akhirnya keamanan apartemen memanggil salah satu pemilik kamar dan ada foto  KTP RA saat RA memesan kamar,” bebernya.

 Y pun sangat menyayangkan hal ini terjadi karena pihak Apartemen tidak memberlakukan pengawasan yang ketat hingga putrinya masih dibawah umur bisa lolos saat pelaku memesan tempat atau kamar di apartemen.

“Sangat disayangkan padahal putri saya masih dibawah umur, kok tega ya pihak apartermen tidak selektif mengenai indentitas,” geramnya.

Terpisah, Humas Polres Bogor, Iptu Desi membenarkan telah terjadi pencabulan anak dibawah umur dan saat ini proses hukum sedang berjalan dan telah melakukan pemanggilan para saksi-saksi juga pengiriman Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

“Melalui Satreskrim PPA kami sudah melakukan pemanggilan para saksi-saksi dan mengirimkan surat SP2HP demikian yang dapat disampaikan bahwa Satreskrim Polres Bogor, telah melakukan kinerja sesuai SOP,” imbuhnya.

Iptu Desi juga menambahkan, untuk saat ini pelaku sudah dilakukan penahanan dan menunggu proses selanjutnya pemberkasan akan segera ketahap 1 akan segera dilimpahkan ke kejaksaan.

“Untuk pelaku sendiri sudah dilakukan penahanan, dan proses selanjutnya akan pemberkasan dan segera akan dilakukan tahap 1 ke kejaksaan atau pelimpahan berkas,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Keberadaan JLD Tidak Ada PJU Dikeluhkan Pengendara 

0

Dramaga | Jurnal Bogor 

Keberadaan Jalan Lingkar Dramaga (JLD) sepanjang 3,6 kilometer dari Jalan Laladon, Desa Laladon, Ciomas hingga ke Jalan Raya Dramaga di depan Hotel Duta Berlian, Desa Babakan, Dramaga, semakin hari semakin dipadati kendaraan yang lalu lalang.

Namun sayang, jalur alternatif untuk mengurai kemacetan itu hingga kini belum juga dilengkapi dengan sejumlah rambu jalan. Salah satunya rambu lalu lintas dan Penerangan Jalan Umum (PJU). Hal ini menandakan buruknya perencanaan pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Kondisi ini pun dikeluhkan para pengendara karena sudah membuat stres dan bisa dilihat pada beberapa titik perempatan jalan mulai dari perempatan menuju ke Kantor Kecamatan Dramaga, perempatan Jalan Raya Ciherang maupun di Pertigaan Jalan Depan Hotel Duta Berlian, kondisi arus Lalin setiap hari nyaris tumpang tindih.

“Salah satu faktor penyebabnya ya itu tadi karena belum adanya rambu lampu lalu lintas pada setiap perempatan dan pertigaan jalan. Sehingga para pengemudi yang lewat saling serobot ingin saling mendahului,” kata Karnadi, salah seorang sopir angkot trayek Kampus Dalam, kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Karnadi, pengoperasian JLD yang mendadak adalah akibat ulah masyarakat pengendara sendiri yang tidak mau bersabar.

“Belum juga JLD diresmikan eh udah langsung diserobot oleh para pengendara yang ingin melintas akibat emoh terjebak macet di Pertigaan Jembatan Caringin hingga ke Jalan Raya Margaya. Akibatnya kini fungsi JLD bukan lagi untuk mengurai masalah kemacetan melainkan menambah masalah,” gerutunya.

Sementara itu, Dermawan, warga penghuni sebuah perumahan elite yang berada dekat dengan JLD menambahkan, masalah JLD butuh penanganan langsung dari Pemerintah Kabupatennya bukan saja soal amburadul arus Lalu Lintas di setiap pertigaan dan perempatan jalan tersebut, tapi juga perlunya diselesaikan pembangunan infrastruktur JLD-nya yang hingga kini belum rampung-rampung juga.

“Sampai saat ini pekerjaan pembangunan saluran drainase yang ada di kiri kanan JLD-nya tidak juga beres beres, nah gimana tuh tanggung jawab Pemkab Bogor?,” ungkapnya.

Bukan apa-apa sambung dia, sebab jikalau musim hujan dating, saluran drainase belum juga selesai, menyebabkan air bah melebar kemana-mana termasuk bakal masuk ke rumah pemukiman warga, ditambah lagi kontur tanah di dekat JLD berubah labil karena selalu digerus air hujan.

“Kalau dibiarkan, hal Ini pasti bakal merepotkan semua pihak,” tukasnya.

Dari pantauan di lokasi, JLD mulai dari Pertigaan Jalan Laladon hingga ke Jalan Raya Dramaga memicu polemik yang terjadi di JLD yang hingga sekarang belum diresmikan tersebut. Masalahnya, tak lain belum terpasangnya rambu lampu lalu lintas di setiap perempatan jalan.

Bukan itu saja, ironisnya lagi proyek yang hampir mendekati waktu lima tahun tersebut sampai detik ini pekerjaan pembangunan saluran drainasenya tidak pernah kunjung selesai, ditambah coran beton badan jalannya sudah banyak yang terkelupas.

** Andres