Nanggung | Jurnal Bogor
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali menggelar Pekan Olahraga Desa (Pordes) 2026.
Turnamen sepak bola yang diikuti oleh puluhan tim ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Panitia, Dede Sidik Permana, menyampaikan bahwa Pordes 2026 sengaja diselenggarakan sebagai ruang bagi masyarakat, khususnya para pemuda, untuk menyalurkan hobi dan bakat di bidang olahraga. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan yang meriah dan penuh makna.
“Untuk memeriahkan HUT RI ke-81, Desa Bantarkaret mengadakan pesta olahraga sebagai ajang silaturahmi antarwarga, khususnya para pemuda yang memiliki hobi berolahraga. Kami mewadahi mereka untuk bersama-sama memeriahkan hari kemerdekaan,” ujar Dede di lokasi acara, Senin (27/7/2026).
Tahun ini, turnamen diikuti oleh 32 tim yang siap bertanding secara sportif untuk memperebutkan gelar juara. Dede berharap, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada persaingan, tetapi juga mampu membangkitkan semangat perjuangan para pahlawan melalui nilai-nilai kebersamaan dan sportivitas. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah utama sebesar Rp10 juta bagi tim juara pertama.
Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pordes datang dari berbagai pihak, termasuk PT Antam dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Nanggung. Kehadiran mereka menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk tampil maksimal.

Sementara itu, CSR & ER Bureau Head PT ANTAM Tbk UBPE Pongkor, Arif Rahman Saleh, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung kegiatan positif yang digagas masyarakat, terutama turnamen sepak bola yang telah menjadi agenda rutin di Desa Bantarkaret.
“Kami dari Antam selalu mendukung kegiatan seperti ini. Turnamen sepak bola di Bantarkaret dikenal sangat seru dan selalu berlangsung aman, tanpa ada perkelahian, baik saat maupun setelah pertandingan. Hal ini tidak lepas dari manajemen panitia, para pemain, dan suporter yang sama-sama berpikir jangka panjang agar turnamen ini terus bergulir setiap tahun,” ujar Arif.
Ia juga berharap, turnamen tahun ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu menjadi ajang pencarian bibit-bibit atlet sepak bola muda yang berprestasi di masa depan. “Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi. Saya yakin ke depan Desa Bantarkaret akan semakin maju. Selamat bertanding kepada seluruh peserta, junjung tinggi sportivitas,” tutupnya.
(Amang)


