29.7 C
Bogor
Saturday, August 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 682

PM Perdana Ria Berbagi Bersama Anak Yatim

0

Ciomas | Jurnal Bogor

Muspika Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor bersama Pasar Malam (PM) Modern Perdana Ria menyantuni anak yatim piatu.

Santunan Anak Yatim piatu yang digelar di Lapangan Sakura, Desa Kota Batu,  Kecamatan Ciomas, turut hadir juga Kepala Desa Kota Batu, Camat Ciomas, Danramil Kecamatan Ciomas .

Kepala Desa Kota Batu, Ratna Wulansari mengatakan kegiatan satunan anak yatim merupakan bentuk pedulian Pasar Malam Perdana Ria Jakarta. Selain itu, pembuka gerai pasar malam dan bazar UMKM.

“Saya berharap bazar Perdana Ria yang digelar selama 40 hari
di Lapangan Sakura, Desa Kota Batu, bisa menggeliatkan ekonomi warga sekitar dan membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Owner PT Perdana Ria Jakarta Dedy Syt Nst mengungkapkan santunan yatim piatu merupakan bentuk perhatian perdana Ria Jakarta dan teman-teman UMKM yang ada di Lapangan Sakura.

“Kita ingin berbagi kepada anak yatim terutama warga sekitar,” ujarnya.

Menurut Dedy, dampak pademi sangat berpengaruh kepada para pelaku UMKM, termasuk pasar malam modern. Ditahun ini dengan konsep mengedepankan bazar murah dan kebutuhan Sandang jelang lebaran, pihak menawarkan produk yang mudah terjangkau oleh masyarakat.

Selain itu,  keberadaan pasar malam Perdana Ria bisa membuka lapangan pekerjaan dan membantu para pelaku usaha kecil, termasuk warga sekitar yang berjualan.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah untuk izin tidak dipersulit karna keberadaan pasar malam memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Warga sekitar Endang mengungkapkan Pasar Malam di Lapangan Sakura adanya setiap satu tahun sekali, jelang Idul Fitri. Momentum tersebut selalu ditunggu warga untuk mengais rezeki dari mulai jaga parkir hingga berjualan makanan dan minuman.

“Adanya pasar malam menjadikan kawasan hidup dan menjadi tempat hiburan keluarga sekaligus sumber penghasilan bagi warga yang berjualan,”tukasnya.

** asep syahmid

Dadan Sikapi Keterlambatan Realisasi APBDes

0

Caringin|Jurnal Bogor

Belum terealisasinya Anggaran Pengeluaran Belanja Desa (APBDes) tahun 2023 oleh semua pemerintah desa (Pemdes) di Kabupaten Bogor, baik yang bersumber bantuan keuangan dari pemerintah pusat atau dikenal dengan Dana Desa, Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD Kabupaten Bogor maupun anggaran provinsi, disikapi serius Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bogor, Dadan Syarif Mutoan.

Menurut Dadan, ada beberapa aturan yang berpotensi terjadinya keterlambatan dalam penyerapan anggaran, seperti bantuan keuangan bersumber dari APBN. Dimana bantuan pemerintah pusat itu, melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201/PMK.07/2022 Tentang Pengelolaan Dana Desa (DD) sebenarnya sudah bisa direalisasikan tanpa harus ada Peraturan Bupati (Perbup).

 “Menurut PMK itu, penyerapan anggaran DD sudah bisa direalisasikan cukup dengan APBDes dan langsung di publish. Selain itu juga melalui surat kuasa dan sudah bisa di akses,”  ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya akhir pekan lalu.

Namun, lanjut Dadan, kekhawatiran  tehadap kerawanan dalam pelaksanaan penyerapan anggaran DD, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengeluarkan surat edaran.

 “Mungkin ini juga menjadi salah satu penyebab keterlambatan penyerapan anggaran DD. Tapi kita juga tidak bisa menyalahkan Pemkab Bogor, mungkin melihat besarnya potensi masalah dan sebagai pengendalian makanya dikeluarkan surat edaran,” jelasnya.

Terkait realisasi APBDes yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor dalam hal ADD, Dadan menilai permasalahan nya ada pada Perbup. Yang mana di Bulan Januari hingga Maret itu harusnya bantuan ADD sudah diterima setiap desa, sebab ada hak-hak para perangkat didalam anggaran tersebut.

“Perbup ini juga menjadi penyebab keterlambatan realiasi bantuan keuangan ADD ke tiap desa. Karena kondisi di kita ini Plt Bupati Bogor, jadi harus konsultasi dulu dengan Mendagri dan Gubernur Jawa Barat,” papar Dadan.

Kondisi seperti itu, kata Dadan akhirnya berdampak terhadap juga kepada bantuan keuangan, seperti BHPRD atau bantuan infrastruktur lainnya yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor. 

 “Kalau untuk bantuan provinsi (Banprov) yang saya tahu baru tahap pembahasan juklak juknis nya. Jadi dari semua bantuan APBDes di Kabupaten Bogor, belum ada satupun yang sudah terealisasi,” ujarnya.

Dadan mengaku masuk kedalam tim pemantau bantuan keuangan tingkat Provinsi Jawa Barat. Dari jumlah 19 kabupaten di Jawa Barat, 12 kabupaten sudah terealisasi bantuan keuangan nya, sedangkan Kabupaten Bogor masuk kedalam tujuh kabupaten yang APBN nya belum terealisasi.

Untuk itu, sambung Dadan, perlu ada percepatan oleh Pemkab Bogor, baik itu Plt Bupati Bogor, Ketua DPRD maupun Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor dengan mengejar keberadaan Perbup tentang ADD ke Mendagri dan Gubernur Jawa Barat.

 “Masuk kan saya juga untuk DD segera dicairkan tanpa harus menunggu surat edaran atau pun Perbup. Kalau terlambat juga nantinya berpotensi menimbulkan masalah saat penggunaannya,” imbuh Dadan yang juga sebagai Ketua DPC APMDN ( Asosiasi Pendamping Masyarakat Desa Nusantara) Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perangkat desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bogor,  mempertanyakan alokasi ADD yang menjadi hak perangkat desa hingga minggu terakhir bulan Maret belum juga dicairkan. Sesuai amanat Perda nomor 1 tahun 2021 tentang perangkat desa, Bab V, tentang hak dan kewajiban pasal 13 ayat 1 poin b harus diberikan setiap bulan. Hal itu dikatakan Asnawi, Ketua DPD PPDI Kabupaten Bogor.

Menurutnya, Pemkab Bogor seharusnya mencairkan ADD untuk perangkat desa tersebut setiap bulan, sesuai amanat Perda nomor 1, tahun 2021 yang tertuang di bab V tentang hak dan kewajiban. Pasal 13 ayat 1 poin b.

 “Kami menduga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Bogor, dengan sengaja melanggar Perda nomor satu, buktinya sekarang sudah  mau masuk ke 4  bulan belum juga dicairkan,”tegasnya Asnawi kepada Jurnal Bogor.

Setiap awal tahun lanjut dia, pekerjaan staf desa sangat numpuk, jika tidak dibarengi dengan penghasilan yang lancar akan berpengaruh kepada kinerja perangkat desa.

 “Perbup yang menajadi landasan pencairan ADD sampai saat ini belum keluar, seharusnya DPMPD mendorong agar segera terbit perbup tersebut,” tegasnya.

Perangkat Desa tambah dia, hanya mengharap dari penghasilan tersebut sehingga jika terjadi keterlambatan akan menghambat kienerja para perangkat desa. Seharusnya, menjadi prioritas pemkab dalam pencairan ADD.

 “Sebelumnya kami sangat memahami keterlambatan, namun sekarang kami harus bicara. Karena keterlambatan pencairan ADD seolah ada unsur kesengajaan, sudah mau masuk bulan ke 4,” ungkapnya.

Aswani berharap, Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan memperhatikan apa yang menjadi hak perangkat desa yang sudah masuk bulan ke 4 belum juga dicairkan.

 “Semoga pak Plt, memberikan perhatian, kepada kami para perangkat desa. Kami mau bagaimana bisa bekerja jika hak kami seolah dipersulit,” tukasnya.

** Dede Suhendar

6 Remaja Kegep Mau Tawuran Sarung, Polsek Gunung Putri Beri Efek Jera

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kepolisian Polsek Gunung Putri menggagalkan aksi remaja tanggung yang hendak tawuran di Perumahan Bumi Setu indah, Desa Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat malam (24/3).

Sekelompok remaja yang berhasil diamankan sekitar pukul 23.30 WIB sebanyak 6 orang. Mereka melakukan aksi tawuran bermodalkan kain sarung dilipat dan diisi dengan batu dan benda keras lainnya.

“Kejadian sekitar jam 11 malam dua remaja tanggung berhasil kami gagalkan, dengan bermodalkan kain sarung mereka hendak tawuran didekat setu,” kata anggota Polsek Gunung Putri, Aiptu Ahmad Mudzadzin kepada Jurnal Bogor, Sabtu (25/3).

Sampai saat ini, lanjut Aiptu Mudzazdin, para pelaku telah diserahkan kepada para orang tua dengan perjanjian tidak akan melakukan hal itu lagi.

“Tadi para remaja yang hendak tawuran telah kami kembalikan kepada orang tuanya, Penahanan semalam untuk membuat efek jera,” ujarnya. 

Dirinya menghimbau kepada para orang tua agar lebih ketat melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Saya harap kepada orang tua lebih waspada apalagi saat ini memasuki bulan Ramadhan banyak remaja berusia dini lepas dari pengawasan orang tua, pantau terus kegiatan apa saja anak kita,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Di Bulan Ramadhan 2023, Cabai Rawit Merah Tembus 100 Ribu per Kilogram

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Di bulan suci Ramadhan 2023 saat ini beberapa komoditi mengalami kenaikan, salah satunya cabai rawit merah yang tembus Rp100 ribu per kilogramnya, sedangkan daging sapi mengalami penurunan.

Seperti di Pasar Cigudeg, Kabupaten Bogor, daging sapi menjelang puasa ada kenaikan dari Rp130 ribu menjadi Rp150 per kilo, tapi masuk ke puasa ada penurunan sekitar Rp140 ribu per kilo.

Kepala Unit Pasar Cigudeg Wandi mengatakan,  pihaknya terus melakukan pemantauan ke sejumlah pedagang sayuran dan sembako, karena kenaikan kerap terjadi di beberapa komoditi.

“Harga sembako setiap harinya kami update, saat ini cabe merah mengalami penurunan tapi cabe rawit merah naik dari Rp80 ribu menjadi Rp100 ribu per kilo,” kata Wandi, kemarin.

Sedangkan daging ayam pada 2 hari ke belakang mencapai Rp40 ribu dan hari ini sudah stabil di angka Rp38 per kilogram.

“Yang fantastis itu harga ikan teri medan dari Rp80 hari ini menjadi Rp120 per kilonya,” ucapnya.

Selain itu harga minyak goreng di Pasar Cigudeg masih stabil di angka Rp 16.500 per kilo, dan beberapa komoditi lain masih dipantau karena belum ada kenaikan.

“Bulan Ramadhan baru memasuki hari kedua dan bahan baku di pasar sudah ada kenaikan tapi masih relatif hanya beberapa saja yang mengalami lonjakan,” pungkasnya.

** Andres

Polsek Rumpin Sisir Lokasi Nongkrong Remaja dan Pemuda

0

Rumpin | Jurnal Bogor
Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Rumpin bersama Koramil dan Satpol PP Kecamatan Rumpin menggelar operasi gabungan atau kegiatan razia yang ditingkatkan (KRYD).

Razia gabungan ini dilakukan dengan operasi lintas jalanan terutama di titik – titik kumpul yang biasa digunakan para remaja dan pemuda untuk nongkrong dan berkumpul serta jalur jalan yang sering digunakan balapan liar.

“Tadi malam, petugas gabungan menyisir jalan simpang Gunung Nyinggung, Janala dan simpang Sukamulya. Situasi kondusif dan tidak ditemukan kegiatan – kegiatan yang negatif,” kata Kapolsek Rumpin Kompol Sumijo, SH, kemarin.

Selain melakukan patroli keliling guna mencegah tawuran dan balapan liar, petugas juga melakukan operasi razia minuman keras di dua lokasi berbeda. Dari razia ini, petugas mengamankan sekitar 40 botol miras.

“Saya himbau kepada semua pedagang agar tidak lagi menjual minuman keras kapan pun. Kepada para pemuda dan masyarakat, jangan kumpul-kumpul di tengah malam, apalagi jika melakukan tawuran, pasti akan kami tindak tegas semua pelakunya,” ucap dia.

Sementara itu Ketua PK KNPI Rumpin, Munzir Tamam berharap agar remaja dan pemuda Rumpin lebih fokus melakukan kegiatan positif selama bulan suci Ramadhan 1444 H.

“Mari kita perkuat keimanan, jaga terus kemuliaan bulan suci Ramadhan. Lebih baik kita perbanyak kegiatan ibadah dan kegiatan positif seperti memakmurkan mesjid dan mushola,” pungkasnya.

** Andres

Gurandil Bandel, Operasi Gabungan Bongkar Bangunan dan Pasang Police Line 

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor 

Gurandil masih membandel hingga Polsek Tanjungsari kembali menggelar patroli gabungan untuk menertibkan tambang emas ilegal di Gunung Sanggabuana, Desa Buanajaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Penertiban yang dilakukan pada Selasa (21/03) itu, sudah yang ke-4 kalinya. Namun para gurandil sebutan untuk penambang emas itu tak menghiraukan garis police line yang melingkar di markasnya.

Patroli gabungan tersebut melibatkan unsur dari anggota Polsek Tanjungsari, Koramil Tanjungsari, Polhut KPH Bogor, Cianjur dan Purwakarta. 

Kapolsek Tanjungsari Iptu Rustami menyampaikan, kegiatan patroli penertiban gurandil kembali dilakukan police line, serta pembongkaran bangunan liar, dan pemasangan plang himbauan Perhutani. 

“Patroli gabungan ini bertujuan untuk melakukan penertiban terhadap penggalian tanah yang dilakukan oleh masyarakat di kawasan Perhutani,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (26/03/23).

Menurut dia, aktivitas tambang emas ilegal itu dapat menimbulkan kerusakan alam dan membahayakan warga yang melakukan penambangan.

“Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kerusakan lingkungan di kawasan Gunung Sangga Buana,” harapnya.

Selain itu, Ia juga memberikan pengarahan terhadap masyarakat agar tidak melakukan penggalian tanah tanpa izin. 

“Bersama tim gabungan kami juga lakukan himbauan secara persuasif kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan penggalian tanah di kawasan ini,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Banyak Kunjungan, Omzet BUMDes dan UMKM Desa Gunung Putri Meningkat 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Banyaknya kunjungan dari luar daerah ke Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, bukan hanya sekedar untuk menciptakan nama baik desa dan kabupaten semata, namun juga turut mendongkrak penghasilan bagi usaha UMKM yang berada dibawah naungan Desa Gunung Putri.

Hal tersebut disampaikan Ketua PKK Desa Gunung Putri, Kiki Zakkiyah yang membongkar penghasilan UMKM yang berada dibawah naungan desa meningkat dengan adanya kunjungan dari luar daerah yang bertujuan untuk melihat program-program yang sudah direalisasikan oleh Desa Gunung Putri.

“Alhamdulilah, selama bulan Maret ini dengan banyaknya kunjungan berdampak positif terhadap pendapatan UMKM yang kami kembangkan,” papar Kiki sapaa akrabnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (26/03).

Seperti produk batik ecoprint, lanjut Kiki, yang sangat banyak digemari oleh pengunjung dari provinsi diluar Jawa. Omzetnya meningkat drastis saat adanya kunjungan. Begitupun, untuk produk lain yang dipamerkan saat ada kunjungan tak luput pula diborong oleh tamu untuk jadi buah tangan mereka saat mengunjungi Desa Gunung Putri.

” Untuk pendapatan sendiri setiap kunjungan bisa tembus diangka 3- sampai 5 juta rupiah. Dengan meningkatnya pendapatan tersebut secara otomatis bisa meningkatkan taraf ekonomi warga, sehingga masyarakat pun merasa puas dengan banyaknya kunjungan bukan hanya memenuhi kantor desa melainkan juga menghabiskan produk yang dikelola oleh masyarakat di desa,” paparnya.

Dirinya berharap kedepannya agar masyarakat yang memiliki usaha kecil untuk ikut bergabung dibawah BUMDes Desa Gunung Putri. Karena semua produk UMKM yang berada dibawah naungan BUMDes, akan diusahakan untuk pemasarannya.

“Meningkatkan taraf hidup secara ekonomi harus berawal dari diri kita sendiri, jika kita giat dan terampil insya Allah rezeki itu akan mengikuti. Sudah banyak contohnya dari UMKM bisa jadi produk besar yang unggulan, dan semoga kedepannya salah satu UMKM di Desa Gunung Putri bisa tembus sampai pasar internasional,” cetusnya mengamini.

Sementara, Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri memberikan apresiasi yang luar biasa atas pencapaian PKK dan BUMDes dalam mengembangkan UMKM. Ditengah geberan persaingan usaha diluar sana, tidak menurunkan semangat mereka untuk membangkitkan usaha UMKM.

“Kreatif dan mau belajar, itu yang saya banggakan dari PKK dan BUMDes. Sehingga Pemdes pun semangat pula untuk mencarikan pelatihan-pelatihan guna membuat manuver baru yang bisa menjadi bentuk usaha kedepannya,” ungkap A Heri sapaan akrabnya.

Ilmu itu mahal, lanjut A Heri, dan saya apresiasi keinginan emak-emak di PKK besar untuk belajar, sehingga  berhasil membuat batik ecoprint, ketahanan pangan dan olahan turunan lainnya. ” Intinya ada keinginan belajar dan maju, karena dengan adanya keinginan tersebut mampu mengalahkan apapun yang menghadang didepannya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

KLH Gertas Segera Launching, Dorong Lingkungan Bebas Sampah

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Komunitas Lingkungan Hidup Gerakan Tanggap Sampah (KLH Gertas) tidak lama lagi akan diresmikan. Tentu kehadiran komunitas ini akan membantu dan ikut mendorong keberhasilan program lingkungan terbebas dari keberadaan sampah liar.

“Akan segera launching sekitar akhir bulan April, menjadi wadah tempat berkumpulnya para penggiat dan pecinta lingkungan bebas dari sampah, Gertas diharapkan dapat turut serta dalam memaparkan nilai ekonomi yang terkandung dalam sampah,” kata penggagas komunitas Gertas Rendy Nugroho Mamesah.

Pihaknya optimistis kehadiran KLH Gertas nantinya akan dapat membantu program pengurangan, penguraian, hingga pendaur ulangan sampah rumah tangga.

“Dengan memiliki tujuan untuk meminimalisir dampak akan keberadaan sampah liar hingga ikut memberikan edukasi dan sosialisasi akan program 3R (Reuse, Reduce, Recycle) terhadap sampah, nantinya Gertas akan ikut aktif turun ke setiap lingkungan masyarakat. Gertas intinya akan selalu bergerak untuk ke arah lingkungan Zero Trash (Nol Sampah),” ucap Rendy.

Jadi kata dia, dirinya fokus menyikapi persoalan lingkungan hidup, khususnya penanganan sampah oleh pemerintah, dan  kedepan mendapat tanggapan positif dari masyarakat dengan ikut berperan baik didalam komunitas maupun pendukung program KLH Gertas.

“Besar harapan kami, Gertas mendapat dukungan dari setiap masyarakat. Judulnya komunitas, jadi apa yang akan dijalankan merupakan atas inisiatif keinginan dan kesukarelaan hati dari setiap anggotanya nantinya maupun non anggota yang ikut mensupport untuk meminimalisir keberadaan sampah-sampah liar yang kerap merusak ekosistem lingkungan kumuh,” paparnya.

Dia memastikan KLH Gertas terbuka untuk umum, dan akan mengawali perjalanan pergerakan aksi tanggap sampah dimulai dari kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi dan akan berupaya mengaktifkan komunitas kedepannya dalam jangkauan nasional.

“Kami mengajak rekan-rekan peduli lingkungan untuk bisa ikut menjadi bagian dari KLH Gertas, baik didalam komunitas langsung maupun sekedar memberi dukungan informasi kepada kami. Jabodetabek akan menjadi awal prioritas kami dalam menjalankan program-program yang berkaitan dengan tanggap sampah, dan insya Allah akan ke seluruh nusantara (nasional) bila memang masyarakat kedepan menghendaki,” pungkasnya.

** Andres 

Produk Fasyen Muslim Zoya Ada di Shopee

0

Jakarta  | Jurnal Bogor

Busana atau fesyen muslim dengan brand Zoya, sekarang ini lebih mudah dibeli, karena produk yang tak asing lagi bagi pecinta busana muslim sudah ada di marketplace Shopee. Hebatnya lagi, pembeli produk Zoya di Big Ramadhan Sale Shopee akan mendapatkan diskon menarik hingga 80 persen.

“Promo busana muslim Zoya ini berlangsung dari Sabtu (25/03/2023) hingga Selasa (04/04/2023) mendatang. Di Big Ramadhan Sale Shopee, ada beraneka jenis model busana muslim Zoya yang bisa dibeli penggemar fesyen muslim,”kata Brand Marketing Zoya, Dianra Rachmadani, dalam keterangan tertulisnya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (25/03/2023).

Dianra menyebut, jenis-jenis fesyen muslim yang ada di Big Ramadhan Sale Shopee itu, diantaranya, dress klasik black-gold. Fesyen ini sangat elegan dikenakan bahannya perpaduan bahan Satin dan Lace Premium yang bertekstur halus dan lembut serta ringan dan tidak mudah kusut.

“Sress Zoya Romansa Dress sangat cocok dipakai di segala situasi, termasuk untuk acara buka puasa bersama keluarga atau teman-teman. Bahan yang digunakan membuat dress ini sangat nyaman di kulit dan tidak panas saat dikenakan serta wudhu friendly sehingga memudahkan dalam menjalankan ibadah,”ujarnya.

Selanjutnya, kata Dianra,   model dress dengan aksen print dan cutting tangan yang wudhu friendly.

Busana muslim ini menawarkan aksen print menarik bisa menjadi pilihan. Dengan tampilan gamis motif, Zoya Gamis Muslim Wanita Nadiqa Dress, salah satu pilihan yang bisa menambah tampilan lebih mewah dan elegan dengan desain cutting di tangan yang memudahkan saat berwudhu.

“Ada juga fesyen gamis dengan gaya outer bermotif untuk tampilan anggun di berbagai acara. Zoya Gamis Muslim Wanita Meshalia Dress hadir dengan gaya outer yang bermotif dan cocok untuk berbagai situasi baik untuk acara formal maupun informal, serta  gamis polos yang simpel dan praktis,”terangnya.

Selain fesyen muslim, kata Dianra, di Big Ramadhan Sale Shopee, ada juga produk hijab. Sebagai pionir hijab dan busana muslim di Indonesia sejak 2005. “Zoya berkomitmen untuk melakukan melakukan inovasi dan mengikuti arus perubahan tren dan perkembangan zaman, baik dari sisi bahan tekstil maupun desain,”katanya

Head of Brands Management and Digital Products Shopee Indonesia, Daniel Minardi mengatakan, Shopee senang bekerja sama dengan Zoya di kampanye  Shopee Big Ramadan Sale. Apalagi, Zoya itu,  salah satu brand lokal pakaian muslim dan hijab terfavorit yang menghadirkan berbagai pilihan koleksi yang berkualitas dan nyaman dikenakan.

“Kami harap kerjasama ini dapat memberikan pilihan produk pakaian muslim yang semakin beragam untuk menemani para pengguna Shopee dalam menjalankan ibadah di bulan suci sekaligus menanti kedatangan hari raya Idul Fitri,”kata Daniel menutupi.

** Mochamad Yusuf

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Klinik Utama S’S Wujudkan Kesehatan untuk Masyarakat

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Klinik Utama S’S dengan estimasi bangunan 311 m2 akan dibangun dua lantai yang berdiri diatas lahan 2.550 meter itu tidak lama lagi akan berdiri di wilayah Kampung Perintis, Desa Leuwisadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Tentu dengan hadirnya klinik utama di tengah-tengah masyarakat Leuwisadeng, umumnya Kabupaten Bogor bagian barat itu, ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Terlebih bagi pelayanan pengguna BPJS yang akan jadi proritas di Klinik Utama S’S tersebut.

Klinik Utama S’S milik Susy Sudirman yang mulai dibangun belum lama ini, turut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Leuwisadeng beserta jajaran, Pemdes setempat dan tokoh masyarakat serta jajaran Klinik Utama S’S, serta perwakilan PT Laju Makmur Jaya Lim Junedy.

“Klinik Utama S’S ini bersifat umum, tapi tentunya kami juga tetap menerima dari masyarakat sekitar atau dari luar Kecamatan Lewisadeng,” kata Penasehat Klinik Utama S’S Dr Anton Castilani.

Dia menjelaskan, bahwa klinik pratama ini akan dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan dan yang jadi target utama pelayanan bagi pengguna BPJS.

“Harapan kami tentu dengan berdirinya klinik ini akan meningkatkan tingkat kesehatan dari masyarakat sekitar,” jelas Dr. Anton.

Sementara, pihak Kecamatan Leuwisadeng yang diwakili oleh Kasi Trantibum Cecep Tarmizi mengatakan, warga sekitar sangat memberikan apresiasi yang tinggi dengan kehadiran klinik tersebut.

“Mudah-mudahan dengan adanya klinik ini bisa menjamin pelayanan medis, baik masyarakat pengguna BPJS maupun yang tidak,” kata Cecep.

Dengan adanya Klinik Utama S’S ini yang ada di Kecamatan Leuwisadeng dirinya berharap masyarakat yang ekonominya menengah kebawah untuk diterima dan segala tindakan medis tidak dipersulit

“Semoga pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar, sukses dan pelayanan kepada masyarakat nanti harus maksimal,” pungkasnya.

** Andres