26.3 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 595

Atlet Meja NPCI Kabupaten Bogor Sumbang Emas Bagi Merah Putih

0

Phnom Penh | Jurnal Bogor

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor pada perhelatan Asean Para Games ( APG) 2023 di Kamboja, Senin, 5 Juni 2023.

Hamidah merupakan salah satu atlet tenis meja asal NPCI Kabupaten Bogor yang meraih medali emas nomor beregu putri pada APG kali ini.

Keberhasilan Hamidah yang menyumbangkan medali emas di APG 2023 ini disaksikan langsung oleh M Misbach selaku Ketua NPCI Kabupaten Bogor, Ripin Sembiring ( Sekum NPCI) dan Muhammad Saepudin ( Pembina NPCI) yang sekaligus memberikan uang saku kepada para atlet NPCI Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Kontingen Merah Putih pada APG 2023 di Kamboja

Kang Ace panggilan akrab dari Ketua NPCI Kabupaten Bogor mengatakan, capain medali emas para atlet NPCI Kabupaten Bogor pada ajang APG 2023 ini sebagai kado HJB ke 541 Kabupaten Bogor.

” Saya.optimis emas dari Hamidah ini merupakan awal bagi para atlet Kabupaten Bogpr lainnya untuk meraih medali emas pada APG 2023,” tegas Kang Ace yang menpatakan Tegar Beriman Award 2023 dari Pemkab Bogor pada tanggal 3 Juni 2023 lalu.

Ia melanjutkan, pada APG 2023 ini pihaknya mentargetkan enam atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor bisa mendulang emas bagi Kontingen Merah Putih.

Enam atlet NPCI Kabupaten Bogor yang tampil pada APG 2023 diantaranya Hamidah ( Tenis Meja,) Ahmad Azwari ( Renang), Sunarto ( Renang) M Ihsan Ali ( Renang), Yohanis Billi ( Atletik) dan Ivo Shahdan ( Basket Kursi Roda) ( asep syahmid)

Liandra Gelar Kejuaraan Open Bupati Cup Champhionship 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Atmosfir olahraga beladiri di Kabupaten Bogor terus menunjukan tensi yang tinggi dan positif.

Dalam waktu dekat, Lindra Project salah satu Komunitas Karate ternama di tanah air akan menggelar event Karate bertajuk Kejuaraan Open Bupati Cup Championship 2023 yang diikuti Karatek se Indonesia.

Muhammad Taufan Sahara Ketua Panitia dari kejuaraan tersebut mengatakan, Event tersebut akan dilangsungkan di GOR PMPP, Hambalang, Babakan Madang pada tanggal 10 sampai 11 Juni 2023.

Taufan menambahkan, saat ini sudah ada 800 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang akan ambil bagian pada event yang memperebutkan Piala Plt Bupati Bogor ini.

” Rencananya event yang dilakukan Liandra Project ini akan mempertandingkan.54 kelas dari usia 6 sampai 27 tahun,” tegas Taufan, Senin, 5 Juni 2023.

Menurutnya, semua peserta sangat antusias mengikuti event yang bertujuan menjaring potensi atlet karate masa depan ini.

” Insya Allah dari ajang ini nantinya akan lahir para atlet karate masa depan Indonesia dari Kabupaten Bogor,” paparnya.

Taufan menegaskan, selama ini Liandra Project kerap menggelar berbagai event Karate dari berbagai jenjang usai dan berskala lokal, regional dan nasional.( asep syahmid)

Netic Berikan Kado Kemenangan Saat Pesta HJB 2023

0

Tegal | Jurnal Bogor

Skuad Netic Ladies Futsal Club ( NLFC) yang bermarkas di SMPN 3 Cibinong berhasil memberikan kado terindah bagi Kabupaten Bogor yang tengah merayakan Hari Jadi Bogor ke 541 tahun 2023 pada akhir pekan kemarin.

Netic yang tengah tampil pada ajang Woman Professional Futsal League (WPFL) atau Liga Futsal Professional Wanita Indonesia 2023 di Kota Tegal, Jawa Tengah mampu menghempaskan perlawanan Tim Futsal Sumatera Selatan dengan skor 3-0.

Tiga gol Netic yang dilesakan ke gawang Sumatera Selatan dalam laga yang berlangsung di GOR Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah, Minggu, 4 Juni 2023 dicetak oleh Desi pada menit ke 13, Agnes menit ke 34 dan Dhea pada menit ke 38.

” Kemenangan ini kami berikan buat Kabupaten Bogor yang masih berada dalam suasana HJB ke 541 tahun 2023,” ujar Manager Netic, Teguh Hariyadi, Senin 5 Juni 2023.

Teguh optimis, Netic akan terus mencapai hasil maksimal dalam rangkaian pertandingan Liga musim ini.

Selanjutnya, kata Teguh, semua pemain dan official Netic akan selalu all out untuk mengharumkan Kabupaten Bogor pada kancah Futsal nasional.( asep syahmid)

Skuad Netic

  1. Debi Puspita Rani (Gk)
  2. Arina Dya (GK)
  3. Riri Junian Nella
  4. Dhea Febrina Bangun
  5. Naila Nisrina Hidayat
  6. Dita Helviani
  7. Desi Erika sari
  8. Nanik Ningraeni Sundari
  9. Ivanna Aura Yasmin
  10. Nopi Ramadhan
  11. Mita Anggraeni
  12. Agnes Matulapelwa
  13. Mutia Dara Malinda
  14. Puan Nur Messintia

Event SPARTAN Taekwondo Championship 2023 Berlangsung Sukses

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Perhelatan kejuaraan SPARTAN Taekwondo Championship 2023 di GOR Laga Tangkas, Pakansari, Cibinong, 3 Juni 2023 berlangsung dengan sukses.

Sebanyak 760 taekwondoin dari Lima Propinsi seperti Jabar, Jatim, Jateng, Banten dan Kalimantan Barat ambil bagian dalam event yang memperebutkan Piala Kemenpora 2023.

” Kejuaraan ini dikuti 56 Unit dari Lima Propinsi yang ada di Indonesia” tegas Arief Gandi atau yang akrab disapa Agan selaku Ketua Panitia dari SPARTAN Taekwondo Championship 2023, Senin, 5 Juni 2023.

Agan menambahkan, event kali ini mempertandingan kategori Poomsae dan Kyorugi.

Untuk kategori Poomsae, kata Agan, mempertandingkan kelas Cadet, Junior dan Senior
seperti Individu putra, Individu Putri, Pair, Beregu Putra dan Beregu Putri.

Agan menambahkan, Kyorugi mempertandingkan
Cadet (SMP) 20 kelas,
Junior (SMA) 20 kelas,
Senior (mahasiswa) 16 kelas.

Bagi kami, tambah Agan, event ini sangat penting dan bisa jadi bahan evaluasi persiapan para atlet Taekwondo Kabupaten Bogor menatap event Popda Jabar bulan Juli 2023 serta persiapan jangka panjang menuju Porprov Jabar 2026.

Mudah mudahan, sambung Agan, event ini akan kembali menjadi agenda rutin dan bisa terus dilakukan tiap tahun.( Asep Syahmid)

Daftar Juara SPARTAN Taekwondo Championship 2023.

KATEGORI POOMSAE;
Juara umum 1

  1. BTJ A : 8 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu
  2. PPOPM Kabupaten Bogor : 1 Emas, 5 Perak dan 1 Perunggu
  3. BTJ B : 1 Emas, 3 Perak dan 4 perunggu

KATEGORO KYORUGI :

  1. Slompn Kalbar : 9 Emas , 6 Perak dan 1 Perunggu
  2. LTC Depok A : 7 Emas , 1 Perak dan 3 Perunggu
  3. Star TDT : 2 Emas, 6 perak 9 perunggu

Proposal Perdamaian Prabowo Ditolak Ukraina

0

Bogor | Jurnal Bogor

Proposal perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina disampaikan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto.

Namun usulan ini dikutip dari CNN, Senin (5/6/2023), ditolak Ukraina. Menteri Pertahanan Ukraina, Olekssi Reznikov, menilai usulan itu terdengar seperti usulan dari Rusia, bukan Indonesia.

“Terdengar seperti usulan Rusia, bukan usulan Indonesia. Kami tidak butuh mediator seperti ini datang ke kami (dengan) rencana aneh ini,” kata Reznikov, dikutip AFP.

Inisiatif perdamaian dari Indonesia juga sudah pernah dilakukan ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Moskow dan Kiev tahun lalu.

Selain mengusulkan sebagai penengah pembicaraan damai, Jokowi juga menawarkan menjadi perantara perdamaian.

Saat itu, Jokowi menekankan bahwa berdialog itu merupakan hal penting, menghormati kedaulatan teritorial semua negara, dan penghentian sanksi ekonomi, namun usaha Jokowi juga tak menemukan hasil.

Sementara Prabowo ingin memediasi Rusia dan Ukraina disampaikannya saat berpidato dalam pertemuan para menteri dan pejabat tinggi pertahanan di Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (3/6).

Dalam pidato tersebut, Prabowo menyampaikan tiga poin usulan untuk menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina. Di antaranya dengan melakukan gencatan senjata, penarikan pasukan, dan menggelar referendum.

“Yang pertama harus dilakukan adalah meminta pihak Ukraina dan Rusia untuk menerapkan gencatan senjata,” kata Prabowo, seperti dikutip kantor berita Antara.

Poin kedua, Prabowo mendesak agar pasukan Ukraina dan Rusia mundur sejauh 15 kilometer dari titik gencatan senjata untuk membentuk wilayah demiliterisasi.

Menurutnya, zona demiliterisasi ini perlu diamati dan dipantau pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Ketiga, Menhan Prabowo juga mengusulkan agar PBB menyelenggarakan referendum penentuan bagi warga di zona demiliterisasi tersebut ingin bergabung ke Rusia atau Ukraina.

“PBB kemudian menggelar referendum kepada masyarakat yang tinggal di wilayah demiliterisasi,” ujarnya, dikutip Reuters.

Ia menambahkan, “Saya mengusulkan agar dialog Shangri-La menemukan modus deklarasi sukarela, mendesak Ukraina dan Rusia untuk segera memulai negosiasi perdamaian.”

**yev


Sekedar Klarifikasi Mengapa Saya Menulis

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Syukron koreksinya kemakanda (kmd) Ardius Sany, saya mengapresinya syukron masukannya. Ada kekhilafan memang,  naskah tulisan yang berjudul “Pelajaran Dibalik Acara HbH suku Manonam”, yang dikirim ke redaksi beberapa media sosial (medsos)  terlambat dikoreksi. Atau sudah terkoreksi, tetapi mereka muat yang redaksi lama, yang salah.

Padahal tulisan yang belum diterbit di medsos sudah dikoreksi yakni seperti nama ughang ghodang tertulis salah Burhan,  sudah diralat menjadi Burmarizal.  Koreksi tersebut atas masukan kmd Marhen,  sehari setelah tulisan moman AA dishare ke beberapa (4-6 grup) WAG Kuansing,  dimana saya dimasukan sebagai salah seorang membernya oleh admin.

Sekali lagi terima kasih masukannya. Very good kmd sudah tanggap dan peduli dengan ide dan opini yang saya moman AA bangun.

Terima kasih juga kmd Jon yang selalu membaca dan menyukai artikel moman AA, sekaligus berani memberi pandangan untuk para Dunsanak sesuku Manonam.

Mohon maaf, saya moman AA menulis itu,  niatnya ikhlas karena Allah ingin berbagi (sharing)  ide dan opini serta motivasi dan apresiasi atas berbagai kegiatan yang sukses maupun”gagal”, teristimewa pada gejala-gejala sosial kejadian (kasus)  yang menarik untuk dipahami publik sebagai, “lesson learned” atau sebuah proses penyadaran dan pencerahan.

Apa yang saya moman AA lakukan selama ini yakni berani beropini di media sosial (medsos),  saya moman AA sangat menyadari akan memunculkan sikap “pro vs kontra”. Mereka yang pro (mendukung).

Insya Allah karena paham gagasan yang saya sampaikan atau lontarkan, dan kebetulan sejalan dengan pikirannya (mindset) mereka. Sedangkan mereka yang bersikap “kontra” (antipati, menolak)  juga ada, tapi tidak banyak.

Mereka yang kontra ini, dugaan saya ada berbagai motif,  kemungkinan belum baca tuntas karena artikelnya kepanjangan,  mereka tidak gemar baca, lemah literasi sehingga kurang paham isinya, atau kepentingannya terganggu, mungkin juga ada unsur apriori, iri hati dan dengki dll.  Jika itu yang terjadi,  kita maklumi dan bijak saja mensikapi dengan mawas diri,  intropeksi dan mengucapkan istighfar

Sikap saya moman AA jika ada saran dan kritik membangun lewat tulisan senang sekali, ada masukan-koreksi,  ada ruang berwacana,  diskusi yang bisa mencerahkan antar sesama.  Akan tetapi jika ada diantara membaca narasi-narasi dengan cermat, sesuai mindset dan “seleranya”, kemudian mengapreasi (memuji)  saya moman AA mengucapkan “alhamdulillah”.

Tetapi sebaliknya, jika ada mereka yang “memaki-maki” atau mencibiri ya saya moman AA atau kita mengucapkan “astaghfirullah”, sekaligus disikapi dengan lapang dada (sabar), mawas diri (intropeksi)  karena memang manusia hidup itu tidak ada yang sama dan lebih sempurna, kecuali kesempurnaan itu milik Tuhan Yang Maha Mengetahui,  Allah Subhanuwa Ta’ala (SWT).

Hal-hal sikap “pro vs kontra” itu merupakan suatu konsekwensi yang tak terelakan, jika artikelnya masuk di arena publik seperti medsos.

Subhanallah, saya moman AA sedah siap mental menghadapinya dalam hal berbeda pandangan dan pemikiran, itu wajar dan bisa terjadi,  asal sepanjang tidak menyerang pribadi dengan berbahasa kasar (tidak bersopan-santun)  menghina  dan apalagi memfitnah. Itu jangan dilakukan, jika ada perbedaan pendapat dan pandangan.

Alhamdulillah sudah kurang lebih 34 tahun saya-moman AA- menjadi pendidik atau pengajar (dosen profesional) di perguruan tinggi sudah biasa menghadapi hal perbedaan seperti itu.  Alhamdulillah saya moman AA cukup percaya diri akibat saya gemar membaca buku-buku referensi,  koran-majalah,  jurnal ilmiah bahkan sudah ribuan buku sebagai literatur (alhamdulillah di rumahku tersedia perpustakaan pribadi dengan ribuan koleksi buku, ada juga Galery Ecofunopoly karya inovatif si sulung Annisa Hasanah SP, MSi yang telah mendapat penghargaan dari berbagai lembaga dalam dan luar negeri seperti PBB,  Bank Dunia dll).

Dan saya moman AA belakangan ini gemar (hobby) juga menulis, sudah ratusan artikel terpublikasi di medsos, menjadi narasumber dan pemakalah seminar-lokakarya dan fgd,  menjadi konsultan Untuk mengerjakan dan menyelesaikan proyek-proyek studi pembangunan di berbagai sektor yang dipesan Kementerian dan Lembaga Negara serta Dinas-dinas di daerah Provinsi dan Kabupaten di Indonesia yang menjalin kerjasama seperti Pemprov Kepulauan Riau, Nangruh Aceh Darusalam, Bangka-Belitung, Kabupaten Bogor dll.

Dengan aktivitas jasa konsultansi tersebut,  alhamdulillah saya moman AA sudah berkeliling ke seluruh Provinsi di Indonesia, terutama daerah pulau kecil,  terluar di perbatasan negara dari pulau Weh-Sabang sampai ke Papua-Biak Numpor dari Pulau Morotai ke sumbawa NTB.  Juga dari Pulau Nanusa-Talaut Sulut hingga pulau Subi, Natuna Kepri, Palu Sulteng,  termasuk pulau Bangka-Belitung.

Alhamdulillah saya moman AA sudah berprofesi tenaga ahli selama kurang lebih 25 tahun menyelesaikan pekerjaan jasa konsultansi dan termasuk aktivitas pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil,  serta tugas-tugas riset akademik lainnya. 

Hal inilah atau faktor itulah yang menginpirasi dan mendorong saya moman AA untuk menulis dengan niat ikhlas berbagi (sharing) ide dan pengalaman yang baik (best practices)  dalam rangka dan upaya mencerdaskan dan memajukan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, serta meluruskan apa dan bagaimana menjalankan tata kelola Pemerintahan dan bernegara yang baik (good governance), terutama buat nagori Cerenti Kuansing,  tempat dimana saya  AA dilahirkan, dididik dan dibesarkan oleh kedua orangtuaku aktivis Muhammadyah Ranting Kecamatan Cerenti, ayah Haji Arsyad bin Kahar (wafat tahun 1971) saya yatim sejak kelas 2 SDN Cerenti, dan ibuku Aktivis Aisyiah-Muhammadyah Cerenti bernama Hajjah Darana binti Djamin (wafat thn 2021, diusia kurang lebih 106 thn).

Alhamdulillah,  tulisan-tulisan saya moman AA tentang  seluk beluk dinamika pembangunan Rantau Kuansing dan problematika masyarakat,  terutama nagori Cerenti berupa keluhan,  kritik dan saran sudah beredar banyak di medsos. 

Harapannya bisa dibaca dan dipahami para pejabat Pemerintahan (Forkompinda dan anggota DPRD), tokoh mssyarakat,  pemimpin Pemangku Masyarakat Adat,  para Alim ulama-Ustadz,  pimpinan Ormas,  tokoh pemuda, tokoh perempuan,  dll.

Maksudnya dengan memunculkan ide-ide dan opini yang saya narasikan, hendaknya menjadi bahan referensi untuk penyelesaian (solusi) yang saya moman AA tawarkan. Konsepsi tulisan itu selalu menggunakan pendekatan dan basis saintifik dan ajaran agama Islam.

Beberapa contoh kasus yang sempat angkat isu strategisnya,  antara lain masalah maraknya korupsi pejabat, Tobiang olah ghuntuah (Longsor)  di Desa Kp.Baru, gawat darurat narkoba, masalah rendahnya mutu pendidikan,  perbaikan tata kelola perlombaan pacu jalur sebagai objek wisata budaya,  cengkraman oligarky tanah adat untuk perkebunan sawit,  penambangan emas liar (Peti) di daerah aliran sungai (DAS), hancurnya ekosistem DAS Kuantan dan hutan, masalah remaja dan pembinaan generasi muda,  persoalan dinamika budaya dan adat-istiadat, pelestarian bangunan rumah adat, investasi pengembangan subsektor perikanan darat,  dan lain-lain.

Munculnya tulisan saya moman AA selama ini di medsos tersebut,  insya Allah niatnya bisa berkontribusi positif dalam proses pembangunan daerah agar cita-cita dan tujuan bernegara NKRI terwujud melalui kebijakan publik yang berbasis agama dan iptek (saintific), khususnya di Kabupaten Kuansing Provinsi Riau.  Insya Allah perbuatan mulia ini mendatangkan pahala dan menjadi amal sholeh, bekal hidup kita di alam baqa akhirat kelak. Insya Allah.

Alhamdulillah saya moman AA sampai sekarang gemar berorganisasi sejak muda,  pernah aktif dan bahkan masih terus aktif di beberapa ormas seperti BKI IPB,  Senat Mahasiswa IPB,  PB HMI, MD Kahmi,  ICMI Pusat,  Masika,  Kadinda,  Dekopinda, KNPI,  Dewan Pendidikan, Timses, IKC se Jabodetabek,  IKPMR Bogor,  Yayasan ACM, Yayasan Yapic,  dll,  membuat saya-moman AA ada sedikit punya pengalaman dalam perspektif sosial-ekonomi-budaya-politik, dan selalu tertarik menganalisa fenomena social kemasyarakatan, serta berpikir untuk bagaimana memajukan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara dengan landasan etika, moral dan ideologi yang benar dan kuat serta kita berjuang menegakan “amar makruf nahi mungkar” untuk konsisten (istiqomah) berperilaku yang lurus yang diridhoi Allah SWT di muka bumi. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Demikian sekilas narasi, refleksi dan ekspresi saya moman AA merespons komentar beberapa kemenakan yang ada di WAG ini, sekaligus sebagai klarifikasi agar clear persoalannya dan bermanfaat buat kita semuanya sebagai “pencerahan”, mereduksi adanya kesalahpahaman atau gagal paham yang mungkin pula pernah terjadi.

Saya moman AA memohon maaf seandainya terdapat kesalahan atau kekhilafan, bak pepatah “tiada gading yang retak”. Ingat Moto adat Kuansing: “Tigo tali sapilin,..basatu Nagori Maju”
Salam kayuah.. Kuyuang.

Semoga hidup dan kehidupan kita, serta niniak-mamak,  anak-kemanakan senantiasa dirahmati dan diridhio Allah SWT.
Aamiin aamiin aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin
Wassalam

Penulis:
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi

(Dosen-Assosiate Profesor dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Pendiri-Ketua Wanhat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor,  Wasek Wankar ICMI Pusat,  Konsultan K/L Negara, Aktivis Beberapa Ormas,  Pegiat dan Pengamat Sosial, Orang Suku Manonam yang Kini Bemukim di Bogor)

Kajari Kabupaten Bogor Sosok Humanis dan Pecinta Tenis

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Masyarakat Kabupaten Bogor serta jajaran Forkopimda yang ada di Bumi Tegar Beriman sangat bersyukur memiliki Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari) Kabupaten Bogor yang saat ini diemban oleh sosok Sri Kuncoro, SH, MH.

Sri Kuncoro ketika mulai menahkodai Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor pada bulan Februari 2023 sudah memancarkan aura atau sikap yang humanis, terbuka dan selalu mengedepankan Kerja Kolaboratif dan Bersinergi.

Sikap humanis dan ramah dalam sosok Sri Kuncoro ini mengundang simpati yang tinggi dari semua elemen masyarakat Bumi Tegar Beriman termasuk dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor.

Pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut saat ini tengah menjadi idola masyarakat tenis di Kabupaten Bogor.

Pasalnya, baru kali ini ada Kepala Kejaksaan Negeri di Kabupaten Bogor yang benar benar sangat mencintai olahraga tenis lapangan.

Ia mampu berbaur tanpa pandang golongan dan status sosial dengan semua masyarakat tenis di Kabupaten Bogor yang tergabung di Ktenzpo ( Komunitas Tenis Pendopo).

Sikapnya yang terbuka dan familiar semakin membuat insan tenis mengagumi sosok Sri Kuncoro.

Tak jarang, Sri Kuncoro mengundang masyarakat tenis Kabupaten Bogor untuk bermain tenis di Lapangan yang ada di Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, Sri Kuncoro juga sudah hampir hapal dan mengenal dengan baik nama nama insan tenis veteran di Kabupaten Bogor seperti Susmono, Anto Kaos, Pak Camat Acep, Haji Mursidin dll.

” Baru kali ini Kabupaten Bogor punya Kajari yang sangat Hobi dan Peduli dengan olahraga tenis Lapangan. Kami sangat bangga Pak Kajari bisa datang dan bermain di Lapangan Ktenzpo,” ujar Susmono, salah satu sosok yang dituakan oleh masyarakat tenis Kabupaten Bogor.

Hal yang sama dikatakan, Ketua Ktenzpo, H Agus Hamidi yang mengatakan masyarakat tenis Kabupaten Bogor sangat beruntung dengan kehadiran Pak Sri Kuncoro selaku Kajari yang ramah dan low profile

“Beliau sangat bersahaja, ramah dan cepat akrab. Beliau juga mau bermain bersama kami setiap akhir pekan. Ini tak pernah terjadi sebelumnya,” papar Agus Hamidi.( asep syahmid)

Sekda dan Mantan Sekda Bicara Kriteria Calon Ketua KONI

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) untuk memilih ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor periode 2023-2027, bakal digelar Juli mendatang.

Sejauh ini, nama-nama calon ketua mulai ramai diperbincangkan. Ada nama Junaidi Samsudin, Asnan AP Trian Turangga dan Farid Maruf.

Sekrtaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanuddin angkat bicara menjelang pelaksanaan Musorkab.

Dia mengimbau agar tahapan pemilihan Ketua KONI dilakukan secara profesional, transparan dan akuntabel. “Saya netral, tak mendukung salah satu calon. Laksanakan Musorkab dengan atmosfir keolahragaan ” kata Burhanuddin, Minggu, 4 Juni 2023.

Burhanuddin berharap dengan proses tersebut, nantinya Ketua KONI terpilih merupakan orang yang benar-benar berkompeten di bidang olahraga sehingga bisa mencapai prestasi maksimal saat mengikuti perhelatan olahraga.

“Saya meminta kepada tim penjaringan, ketua KONI terpilih harus berkompeten di bidangnya. Sehingga target kita jadi juara Pekan Olahraga Provinsi dapat terwujud, jadi harus benar-benar mengerti olahraga,” katanya.

Selain itu, ia sangat berharap nakhoda KONI Kabupaten Bogor ke depan harus yang sangat mengerti persoalan di dalam KONI, cabang olahraga sampai ke para Atlet yang menjadi ujung tombak prestasi olahraga.

Sebab menurutnya, sosok yang berpengalaman dalam memimpin KONI ke depannya dapat melahirkan banyak atlet-atlet yang berprestasi. “Jadi harus dipimpin orang yang kredibel, mengerti olahraga. Tidak hanya bisa memberikan prestasi, tapi yang mampu mensejahterakan atlet, pelatih, dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, mantan Ketua Perpani Kabupaten Bogor, Adang Suptandar mengatakan, KONI merupakan organisasi yang harus dihuni oleh orang orang yang memang punya kemampuan dan kepedulian serta paham dan mengerti keolahragaan.

“Dalam berbagai organisasi yang ada saat ini, sering kali para pengurus punya tujuan untuk mendapatkan sesuatu. Idealnya, KONI harus diisi orang-orang yang mengerti olahraga, bahkan praktisi olahraga harus menjadi bagian dari pengurus,” jelas Adang Suptandar.

Para pengurus KONI, lanjut Adang kalau bisa diisi orang-orang yang sudah mapan, agar bisa memajukan KONI dengan sedikit bantuan materil dari luar tugas dalam organisasi.

Apabila belum mapan, sambung Adang, usahakan pengurus itu tahu masalah olahraga, agar ke depannya bisa mencapai target raihan.prestasi.

Sebab, lanjut dia, apabila para pengurus sudah mapan mereka tidak akan berharap lagi untuk berusaha mencari keuntungan pribadi di KONI sehingga organisasi para atlet yang besar ini tidak sampai hancur.

“Saya tidak mendukung salah satu calon ketua. Saya berharap, KONI Kabupaten Bogor bisa semakin maju, dan meraih banyak prestasi,” harap Adang. ( Asep Syahmid)

Genpar Geram Oknum Kepsek Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Siswinya

0

Tenjolaya | Jurnal Bogor

Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Nasional Padjajaran (Genpar) Sambas Alamsyah mengaku geram mendengar kabar kepala sekolah di Tenjolaya, Kabupaten Bogor yang berinisial Sz diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya.

Sambas menilai, yang dilakukan oleh Kepsek tersebut telah mencoreng citra dan predikat pimpinan pondok pesantren, juga sebagai kepala sekolah sekaligus menghancurkan nama baik guru sebagai orang  terhormat dan panutan generasi muda berikutnya.

“Bagaimana mau maju pendidikan seperti itu jika kelakuan pimpinan yang konon kabarnya mengerti dan paham agama. Jelas ini bukannya menjadi panutan atau tuntunan malah menjadi tontonan publik yang tidak layak dicontoh, terutama rekan seprofesi dan warga sekitar lokasi,” katanya.

Jadi kata Sambas, pelaku diduga telah membunuh cita-cita dan masa depan anak bangsa dibawah umur, akibat perbuatan asusila yang dilakukannya. Bahkan Sambas menduga perbuatan pelaku bukan yang pertama kali.

“Menyikapi hal ini, karena ini merupakan kali kedua perbuatan yang diduga dilakukan oleh SZ di desa dan kecamatan yang sama hanya berbeda lokasi saja untuk itu sepatutnya dia wajib menerima hukuman yang setimpal,” beber Sambas.

Jadi bukan hanya sanksi moral dengan cara melakukan restorative justice saja, namun hal ini baiknya di proses secara hukum yang berlaku. Sambas khawatir peristiwa ini terulang kembali dan sebagai efek jera akibat perbuatannya.

“Kepada orang tua murid saya mengimbau agar lebih teliti dan selektif dalam memilih tempat pendidikan dimana anak-anak kita akan menimba ilmu,” tegasnya.

Sebelumnya disebutkan, beberapa korban dalam rekaman video yang didapat Jurnal Bogor mengaku telah mendapat pelecehan. Selain di dalam sekolah juga terjadi di dalam kendaraan saat sekolah tersebut melakukan perjalanan ziarah.

“Pas di mobil waktu jarah terus duduknya deket Abi (pelaku) terus payudara di pegang, aku nggak mau langsung pindah terus kata Abi gak boleh, gak boleh ada yang pindah harus disitu tempat duduknya,” kata siswi perempuan dalam video tersebut.

Selain dia, siswi lain juga mengaku dirinya digerayangi pelaku saat dirinya terbaring tidur di sebuah kobong tempat dirinya mengenyam pendidikan.

“lagi tiduran terus Abi (pelaku) masuk terus tangannya dari paha terus ke atas remas-remas payudara terus aku bangun Abi langsung keluar,” katanya.

** Andres

Ngeri, Kali Cipamingkis Kikis Tanah Dekat Rumah Warga 

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Warga Kampung Parakan Panjang RT 01/RW 02, Desa Sukamakmur, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, khawatir kediamannya yang berdekatan dengan Kali Cipamingkis mengalami abrasi. Pasalnya, air dari Kali Cipamingkis semakin hari semakin dekat dengan rumah dan mengikis tanah warga.

Salah satu warga, Aher (45) khawatir akan pengikisan tanah akibat terjangan air dari Kali Cipamingkis yang terjadi secara terus menerus. Apalagi kondisi seperti ini sudah terjadi secara bertahun-tahun, namun yang parahnya saat Idul Fitri lalu.

“Jika dilihat, hanya tinggal hitungan meter saja air kali Cipamingkis sampai ke kediaman warga, sedangkan di wilayah tersebut ada sekitar 100 rumah warga,” paparnya.

Menurutnya, kekhawatiran dia dan warga lain bukan tanpa sebab, karena abrasi pernah terjadi dan dialami oleh warga Jonggol akibat terjangan air dari kali Cipamingkis juga. Bukan hal yang tidak mungkin jika dibiarkan berlarut hal serupa bisa terjadi disini.

” Masa harus nunggu kejadian dulu, dan nunggu rumah warga ke bawa air dulu baru dibenahi. Kejadian ini sudah disampaikan kepada pemerintah, bahkan dari BPBD sudah pernah datang, tapi belum ada realisasinya,” cetusnya.

Sementara, Kepala Desa Sukamakmur, Ujang Sunandar membenarkan adanya kikisan tanah oleh terjangan air dari kali Cipamingkis. Menurutnya, kondisi tersebut sudah dilaporkan kepada BPBD Kabupaten Bogor, bahkan sudah pernah dilihat langsung.

“Namun memang belum ada tindakan, saya sendiri khawatir juga dengan kondisi saat ini. Mengingat di wilayah tersebut ada rumah penduduk, pesantren, mushola dan majelis taklim,” pungkas Ujang.

Dirinya berharap BPBD Kabupaten Bogor untuk sesegera mungkin memasang bronjong atau ada tindakan lain yang sekiranya bisa menahan tanah agar tidak terkikis oleh air kali Cipamingkis. Apalagi kondisi tersebut sudah berlangsung sejak Idul Fitri.

“Jangan nunggu kejadian, sebisa mungkin secepatnya dicarikan solusi, kalo nunggu kejadian abrasi desa juga yang repot,” cetusnya.

** Nay Nur’ain