33.4 C
Bogor
Wednesday, July 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 596

GSB Tatap Event Basket Nasional di Jogjakarta

0

BOGOR – Prestasi gemilang lagi-lagi ditorehkan Galaxy Basketball Bogor (GSB). Usai bersinar di pentas nasional Cirebon, dan Bandung, mereka berhasil lolos ke final event Dedie Rachim Cup Seri pertama 2023, yang dihelat di Bucketlist, dalam sepekan ini.

Pada event seri pertama ini, GSB kelompok umur (KU) 15 putra, dan KU 15 putri berhasil menduduki urutan kedua.

“Kami bersyukur atas apa yang sudah dicapai, sambil tetap berbenah dan evaluasi supaya ke depan lebih baik lagi. Terima kasih kepada para pemain yang telah berjuang,” kata Ketua GSB, Rd Iman Firmansyah.

Iman melanjutkan, hasil ini tentunya menjadi pelecut semangat untuk skuadnya yang ke depan bakal mengikuti event-event resmi.

“Tentunya jam terbang mereka meningkat, dan lawan dihadapi tentu saja levelnya lebih bagus. Pekan ini, ada perwakilan kami yang bakal tampil di event Nasional Yogyakarta. Saya berharap, para pemain bisa menampilkan permainan terbaiknya,” jelasnya. GSB pada event nasional di Yogyakarta bakal diwakili KU 11 putra dan putri, dan KU 13 putri. ( asep syahmid)

Briel’s Cafe And Resto Disidak Satpol PP, 57 Botol Miras Diamankan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Briel’s Cafe and Resto yang berada di jalan raya Cileungsi – Jonggol, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang menjual miras tak berizin disatroni Satpol PP Kabupaten Bogor, Selasa (4/7/23).

Plt Kabid Ketentraman Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Bogor Rhama menerangkan, berdasarkan aduan dari masyarakat bahwa cafe tersebut menjual miras golongan A.

“Kehadiran kami disini untuk mengecek perizinan apa saja yang dikantongi oleh Briel’s Cafe and Resto, karena kafe ini disinyalir menjual minuman keras tanpa izin,” ujar Rhama.

Menurutnya, dia akan mendalami terlebih dahulu, dan jika memang terbukti tidak bisa menunjukan perizinan bukan tidak mungkin kafe tersebut akan ditutup.

“Untuk sementara kami mengamankan lima puluh tujuh botol minuman keras dari berbagai jenis, selanjutnya akan kami dalami jika pihak pengusaha kafe tidak bisa menunjukan izin penjualan mirasnya kami dari pihak satpol PP akan bertindak tegas menutupnya,” tutup Rhama.

Sementara, salah satu warga sekitar Ikbal (27) mengatakan, kafe tersebut memang banyak dikunjungi anak muda, mayoritas laki-laki. Entah hanya sekedar nongkrong atau memang ada yang membuat pengunjung betah untuk berlama-lama disana.

“Informasinya sih jual miras di kafe itu, hanya saja pastinya jenis apa saya tidak tahu. Tapi dengan adanya penggerebekan yang dilakukan Satpol PP, itu terbukti jika kafe tersebut memang menjual miras” ungkapnya.

“Saya sih berharapnya ditutup oleh pemerintah. Mau ada izin atau tidak, dengan sudah bebas menjual miras itu akan merusak generasi muda. Karena mabok itu awal terjadinya kekerasan dan bentuk kriminal lainnya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Dinilai Lambat Pengerjaan, Warga Dua Desa Ontrog PT Brantas Adipraya

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Warga Kampung Cibolang Desa Ciderum, Kecamatan Caringin dan Kampung Cibolang Desa Telukpinang, Kecamatan Ciawi, mengontrog pelaksana proyek Jembatan Cikereteg, Selasa (4/7). Kedatangan warga dua desa ke lokasi proyek yang dikerjakan PT Brantas Adipraya itu, lantaran sudah kesal dengan pengerjaan jembatan yang dianggap lama.

Lili, warga Kampung Cibolang, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin mengatakan, kedatangannya ke lokasi Jembatan Cikereteg, karena merasa kesal terhadap pelaksana proyek pemerintah pusat tersebut.

 “Kami datang ke proyek jembatan ini, mempertanyakan pengerjaan yang lambat dan tidak kunjung selesai,” ungkapnya kepada wartawan di lokasi proyek.

Menurutnya, akibat lambatnya pengerjaan proyek oleh PT Brantas Adipraya, sangat merugikan warga terutama yang bermukim di Kampung Cibolang. Sebab, setiap hari warga menjadi terganggu dengan lalu-lalang kendaraan roda dua.

 “24 jam kami yang tinggal di Kampung Cibolang sangat terganggu, baik siang maupun malam,” aku Lili.

Lili mengaku, semua kendaraan roda dua baik yang akan menuju Sukabumi atau pun Bogor, menggunakan jalan lingkungan yang melintas di perkampungan nya.

 “Jadi kami dan warga lainnya tidak bisa istirahat, karena terganggu dengan bising nya kendaraan yang melintas,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, dampak lain akibat intensitas kendaraan tinggi, membuat kondisi jalan lingkungan menjadi cepat rusak. Sehingga, warga kuatir ketika kondisi jalan rusak tidak ada yang akan bertanggungjawab untuk memperbaiki kembali.

 “Kalau sudah rusak siapa yang akan bertanggungjawab. Sudah ketenangan kami terganggu, harus memperbaiki jalan rusak lagi,” ujar Lili.

Hal senada juga diungkapkan Tisna, warga Kampung Cibolang, Desa Telukpinang Kecamatan Ciawi yang merasa sudah sangat terganggu akibat pengerjaan jembatan lambat.

Seharusnya, sambung Tisna, PT Brantas Adipraya mengerjakan proyek Jembatan Cikereteg dengan cepat. Terlebih paska kejadian longsor, sudah terhitung beberapa bulan lalu.

 “Sekarang saja pembangunan jembatan yang awalnya hanya satu minggu, sudah hampir satu bulan belum juga selesai,” imbuhnya.

Tisna berharap, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) turun tangan dan menegur PT Brantas Adipraya.

 “Biar kerjanya cepat, Kemen PUPR harus menegur pelaksana. Jangan dibiarkan saja, karena kami dan warga Cibolang yang dirugikan. Setiap hari terganggu oleh bisingnya kendaraan yang melintas,” tukasnya.

Sementara perwakilan Kementerian PUPR, Agung Wibowo mengaku, pihaknya belum sempat mengabulkan tuntutan warga yang dilayangkan dengan surat. Namun lanjutnya, untuk sosialisasi sejak awal juga sudah dilakukan.

“Kalau untuk permintaan perbaikan jalan lingkungan sampai saat ini saya belum bisa menjawab, karena masih punya atasan,” jelasnya.

Humas PT Brantas Adipraya, Dodon juga menjelaskan, untuk pembangunan jembatan belum bisa dipastikan kapan waktu selesainya. Sedangkan, terkait tuntutan warga pihaknya akan melaksanakan setelah trafick Jembatan Bailey berjalan normal kembali.

Terhadap tuntutan warga sekitar yang melakukan aksi terhadap pihaknya, Dodon menyatakan permohonan maaf terhadap semua pihak. “Kami akan merespons. Dan saat ini kami mohon maaf, kami tetap utamakan safety. Karena kami kejar-kejaran dengan bencana, dan tidak bisa mengira ngira kapan waktu selesainya. Yang jelas kami tetap jalankan progres kerja selama 24 jam,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Cegah Tawuran Pemuda, Desa Bojongrangkas Aktifkan Ronda Malam

0

Ciampea l Jurnal Bogor

Desa Bojongrangkas, Ciampea, Kabupaten Bogor, bakal menggalakkan lagi Siskamling atau ronda malam di wilayahnya. Upaya ini setelah baru baru ini viral di media sosial, sekelompok anak muda menyerang pemuda yang sedang nongkrong di Warung Borong, Bojongrangkas.

“Kita akan galakan kembali ronda di wilayah. Selain menjaga gangguan Kamtibmas, ketika ada anak muda yang nongkrong di jalan kita bakal bubarkan,” kata Anggota BPD Desa Bojongrangkas, Ahmad Sihotang, Selasa (4/7/2023).

Dia mengungkapkan di lokasi tersebut kerap terjadi keributan anak muda. Untuk itu perlu adanya langkah antisipasi seperti ronda malam.

Kapolsek Ciampea Kompol Suminto menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 2 Juli 2023 sekitar pukul 03.00 Wib di Raya Kampung Warung Borong RT 001/002 Bojongrangkas.

Para pelaku yang berjumlah sekitar 9 orang menggunakan empat unit sepeda motor dan membawa senjata tajam.  Mereka melakukan penyerangan terhadap tiga orang pemuda sekitar yang sedang nongkrong di pinggir jalan.

“Melihat adanya penyerangan, para pemuda tersebut selanjutnya melarikan diri. Karena tidak mendapatkan sasarannya para pelaku akhirnya meninggalkan lokasi,” ungkapnya, Selasa (4/7/2023).

Kejadian tersebut direkam menggunakan handphone dan disebarluaskan di media sosial oleh karyawan photo copy .

“Dengan ada viral tersebut Polsek Ciampea mengambil langkah langkah yakni melakukan lidik atas kebenaran info viral tersebut. Atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

** Arip Ekon

Pengendara Sepeda Motor Kritis Tabrak Pickup

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Pengendara roda dua jenis Honda Supra harus dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat kecelakaan lalulintas di depan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Cemplang, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Cibungbulang Kompol Zulkernaedi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (3/7/2023) dini hari. Dalam kejadian itu kendaraan roda tertabrak mobil barang pickup.

Kompol Zulkernaedi membeberkan kronologinya bahwa kejadian tersebut  terjadi saat  mobil barang pickup sedang bergerak dari arah Leuwiliang menuju Bogor, sementara itu sepeda motor Honda Supra bergerak dari arah Bogor menuju Leuwiliang.

“Setibanya di tempat  kejadian pengendara sepeda motor Honda Supra yang berjalan dengan kecepatan tinggi tiba-tiba oleng ke arah kanan jalan,  sehingga sopir mobil pickup tidak dapat menghindari tabrakan karena tidak dapat melakukan pengereman mendadak,” katanya, Selasa (4/7/2023).

Dia menjelaskan,  pengendara sepeda motor bernama Irvan Januar  mengalami luka yang cukup serius.

“Korban pengendara sepeda motor langsung dilarikan ke RSUD Leuwiliang untuk diberikan pertolongan medis,” pungkasnya.

** Andres

Pemerintah Dibuat tak Berkutik, Klapanunggal Jadi Surga Penambang Limestone

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Selain galian tanah, galian limestone ilegal di area tanah Perhutani yang belum mengantongi izin juga marak di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Padahal kegiatan penambang tanpa izin (Peti) itu sudah sering dilakukan penghentian oleh pihak Perhutani Kabupaten Bogor. Namun usai dihentikan, mereka malah makin menjadi-jadi dengan melakukan aktivitas kembali.

Hal itu dikatakan JH, salah satu warga sekitar yang kebetulan mengetahui perihal tindakan para penegak hukum di area tersebut.

“Ya kebanyakan gak memiliki izin itu galian limsttone soalnya tanah milik Perhutani,” beber JH kepada Jurnal Bogor, Selasa (4/7/23).

JH juga menyayangkan terkait penindakan aparat hukum ataupun penegak peraturan daerah (Perda) setengah hati dalam pelaksanaan dan penanganan yang tidak berkelanjutan.

” Pernah ditindak dan beberapa alat berat seperti excavator pernah diberi semacam police line,” bebernya.

Menurut JH, exploitasi alam yang berlebihan dan tidak ada tindakan konkret dari muspika maupun aparat penegak hukum (APH) sangat disayangkan.

” Sudah berlangsung lama kegiatan ini berlangsung tanpa ada tindakan tegas alhasil ini menjadi surga bagi para penambang ilegal, dari pihak kecamatan juga gak ada tindakan,” pungkasnya.

Sementara Plt Camat Klapanunggal, Galuh saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapannya.

** Nay Nur’ain

Kemeriahan dan Antusiame Masyarakat Opening Ceremony, Denda Alamsyah Ketua PANLAK FORNAS Sambut Positif

0

Bandung | Jurnal Bogor

Ribuan masyarakat sangat antusias dalam pembukaan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VII, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (2/7/2023) malam. Pembukaan tersebut, dimulai dengan berbagai tarian yang disajikan.

Sejumlah masyarakat dari berbagai daerah, nampak memadati area stadion. Kemudian berbagai kontingen pun turut hadir dalam pembukaan tersebut.

Berbagai warna daerah nampak semangat melakukan defile sambil melambaikan tangan ke arah para pejabat yang hadir. Bahkan beberapa dari mereka membawa mainan khas daerahnya.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Barat sekaligus Ketua Panitia Pelaksana FORNAS VII 2023, Denda Alamsyah mengaku, bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah gelaran Fornas.

“Alhamdulillah malam ini opening ceremony Fornas ke VII tahun 2023 di Jawa Barat yang alhamdulillah bisa terlaksana dengan meriah dan lancar . Terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, diantaranya Kementerian PMK, Kemenpora, Gubernur Jawa Barat, ketua umum Kormi Nasional dan Bupati Kabupaten Bandung yang sudah memberikan kepercayaannya dalam pelaksanaan FORNAS VII ini,” ujar Denda Alamsyah, kepada awak media, Selasa 4 Juli 2023.

Lebih jauh, pria yang juga alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan, adanya kegiatan tersebut merupakan bukti antusiasme masyarakat.

“Kita ingin menunjukkan bahwa olahraga masyarakat itu menjadi bagian budaya yang tidak terpisahkan. Agar masyarakat Indonesia bugar,” ujar Denda.

Denda menginginkan, event tersebut menjadi perhatian semua pihak. Sehingga bisa membudayakan lagi olahraga demi Indonesia juara.

“Alhamdulillah apresiasi sangat tinggi dari pak Menko PMK, pak Menpora, pak Gubernur, pak Bupati. Alhamudlillah juga antusiasme dari para pegiat. Menunjukan kepada kepada pemerintah bahwa kita olahraga masyarakat ini adalah bagian elemen masyarakat yang luar biasa, masif. Mau melakukan olahraga masyarakat, dan tentunya yang saya apresiasi adalah banyak yang mandiri,” katanya.

Dia berharap adanya event tersebut bisa menjadi jembatan Indonesia bugar. Hal ini selaras dengan misi menuju Indonesia Emas 2045.

“Harapannya adalah masyarakat Indonesia bugar, kita menuju Indonesia emas tahun 2045. Oleh karena itu Kormi sebagai mandat dari undang-undang untuk membugarkan olahraga masyarakat, harus terdengar, harus bergaung di masyarakat. Sehingga masyarakat mau membudayakan olahraga,” tuturnya.

** Nay Nur’ain

SKPD Diminta Sinergis Kembangkan Wisata Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menyebutkan bahwa Kecamatan Sukamakmur memiliki potensi wisata yang besar. Oleh karena itu, perlu terus didorong pengembangannya.

Hal itu agar pencapaian sesuai dengan yang diharapkan. Iwan menegaskan perlu adanya sinergitas dari seluruh elemen. Baik itu, pemerintah Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, maupun Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Terutama dalam hal pengelolaan wisata, infrastruktur menuju kawasan wisata, maupun fasilitas rest area harus ditingkatkan.

“Saya melihat infrastruktur di sini sudah ada, dan kami siap mendukung. Potensi wisata di Sukamakmur sangat menjanjikan,” kata Iwan saat meninjau para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), baru-baru ini.

Ia pun kembali menekankan agar para kepala desa, camat serta dinas pekerjaan umum Penataan Ruang (PUPR) lebih sinergi. “Terutama dalam pengembangan infrastruktur di Cibadak dan jalur pariwisata, agar pariwisata di sini semakin berkembang,” ujar Iwan.

Iwan menegaskan, sinergitas antar instansi menjadi sangat penting dalam rangka mendorong percepatan target pengembangan sektor wisata di Kecamatan Sukamakmur. Sehingga dalam waktu dekat, potensi wisata di Kecamatan Sukamakmur dapat dikenal secara luas dan menjadi salahsatu destinasi pilihan wisata di Kabupaten Bogor.

“Potensi wisata terntunya harus dikelola secara maksimal baik menyangkut fasilitas maupun infrastruktur pendukung. Sehingga dapat memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Sukamakmur, Bakri Hasan menyampaikan apresiasi terkait perhatian Plt Bupati Bogor terharap pengembangan sektor wisata di Kecamatan Sukamakmur yang memang menjadi sektor andalan.

” Saya berharap kehadiran Plt Bupati di Sukamakmur dapat meningkatkan sinergi dalam antar SKPD guna mendukung peningkatan pengelolaan potensi wisata, termasuk bidang lain seperti bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi,” pungkasnya.

** Taufik / Nay

Suplai Daging Ayam Berkurang 30 Persen

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Langkanya daging ayam potong membuat harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan cukup signifikan. Kelangkaan pasokan yang terjadi sejak Idul Fitri ini membuat supplier ayam potong kesulitan untuk memenuhi kebutuhan para pedagang.

Tingginya permintaan dan berkurangnya pasokan membuat harga daging ayam mengalami kenaikan terus menerus. Harga daging ayam yang biasanya hanya 25 ribu perkilo kini sudah menembus harga 45 ribu perkilogram.

“Dari idul fitri sampai sekarang harga terus naik. Normalnya harga ayam itu 35 ribu perkilo. Tapi sekarang sudah sampai Rp 45 perkilo,” kata salahsatu supplier ayam potong di Pasar Cileungsi, Andi kepada Jurnal Bogor, Selasa (4/7/23).

Menurut Andi, pasokan ayam potong untuk keperluan pasar tradisional memang mengalami penurunan. Hal ini lantaran ketersediaan ayam potong dari produsen yang juga mengalami penurunan. Bahkan, lanjutnya, penurunan pasokan daging ayam mencapai 30 persen dari biasa. Hal ini mengakibatkan pasokan menjadi terbatas dan mengakibatkan kenaikan harga.

“Karena barangnya juga langka, kami beli dari produsen juga harganya sudah naik. Mau tidak mau ke pedadang juga harga jual ikut naik,” ujarnya.

Andi mengatakan, terkait kelangkaan tersebut para supplier dan pedagang ayam di Cileungsi sudah melakukan aksi protes berupa mogok belanja ayam ke produsen selama beberapa hari. Namun, aksi tersebut ternyata tidak berdampak signifikan terhadap produsen lantaran harga masih tetap naik dan pasokan berkurang.

“Waktu habis kami demo itu memang sempat turun harganya. Tapi cuma beberapa hari. Habis itu sampai sekarang terus mengalami kenaikan,” tukasnya.

Menurutnya, kebutuhan daging ayam di Pasar Cileungsi masih tetap tinggi. Lantaran banyaknya pedagang yang membutuhkan pasokan ayam untuk berjualan. Seperti warung nasi dan penjual pecel ayam.

“Karena pasokannya sedikit ya mau tidak mau  mereka tetap beli walaupun harga mahal dan mengeluh karena harga jual mereka juga pasti ikut naik,” kata Andi.

Selaku supplier ayam Andi mengaku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menurunkan harga dan membuat pasokan normal kembali. Ia mengaku hanya bisa menerima keadaan dan mengikuti setiap perubahan harga yang terjadi.

“Ya kami tidak bisa apa-apalagi, mau tidak mau kalau harga naik ya kita jual ikut naik, itu pun dengan jumlah yang terbatas,” tegasnya.

Ia berharap, pemerintah segera melakukan tindakan guna menormalisasi harga daging ayam di pasaran, khususnya kebijakan terhadap para produsen ayam potong sebagai sumber penghasil ayam potong yang dijual di pasaran.

** Taufik / Nay

Tanah Merah tak Tertata di Huntap Pamijahan Dikeluhkan

0

Pamijahan | Jurnal Bogor

Hunian Tetap (Huntap) di Desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, material tanah merah yang menjadi penyangga di Huntap tersebut disinyalir tidak tertata rapi.

“Ketika hujan turun, sangat menggangu dan nyaris mencelakai pengendara yang hilir mudik di lintasan area tersebut disebabkan jalanan licin bercampur lumpur tanah merah,” kata warga sekitar yang enggan di sebut namanya.

Bukan hanya itu, tumpukan tanah sisa dari pengerjaan cut and fill  pembangunan Huntap  kembali menjadi persoalan.

Sementara Ketua Umum LSM Genpar, Sambas Alamsyah membeberkan, warga yang bermukim di area bawah Huntap mengeluhkan tercemarnya air lumpur, ketika hujan turun. Bahkan khawatir terjadinya longsor akibat tumpukan sisa tanah yang mudah bergerak.

“Sistem drainase atau penataaan sitem air Huntap yang buruk dan tidak memperhatikan muara atau hilir pembuangan melintasnya air merupakan salah satu penyebab dari keluhan yang disampaikan sejumlah warga sekitar yang terkena dampak pembangunan Huntap tersebut,” bebernya.

Menanggapi perihal adanya aduan masyarakat yang tinggal dan terdampak di sekitar Huntap Cibunian, pihaknya merencanakan akan segera melakukan audensi dengan pihak terkait.

“Dalam hal ini, kita akan coba audensi dengan ketua Kelompok Masyarakat  (Pokmas) yang memiliki tanggung jawab dari pembangunan tersebut sekaligus  Kepala Desa Cibunian sebelum ke tingkat berikutnya agar segera mencarikan solusi, jangan menyelesaikan masalah namun kembali menyisakan persoalan baru,” pungkasnya.

 ** Andres