31.8 C
Bogor
Wednesday, July 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 594

Kades Cileuksa Apresiasi Event Grasstrack Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat

0

Sukajaya | Jurnal Bogor

Event Grasstrack Bhayangkara Open 2023 telah sukses digelar selama dua hari dengan jumlah 400 starter di Sirkuit JA Racing, di Desa Cileuksa, Sukajaya, Kabupaten Bogor. Hal itu tentu tidak terlepas dari dukungan dan peran serta dari pemerintah desa setempat.

Sudah tiga kali sukses menggelar ajang olahraga motor itu, event tersebut demi kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga Sirkuit JA Racing dapat jadi sirkuit permanen.

Kepala Desa Cileuksa Apih Ujang menyampaikan bahwa pada awal Januari tahun 2020 lalu ribuan warga Sukajaya kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang begitu dahsyat meluluhlantahkan rumah maupun tempat mata pencaharian penduduk.

Sehingga, pihaknya tentu akan terus mendukung dan berkontribusi untuk membangkitkan sektor ekonomi warga sekitar, salah satunya adalah dengan memfasilitasi lokasi sikuit dan memfasilitasi warga untuk membuka gerai UMKM di areal sirkuit.

Selain untuk menghibur masyarakat, event ini juga sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

“Pada kegiatan kali ini kami juga mengadakan bazar murah, bakti sosial untuk anak yatim, janda, dan duafa. Kemudian juga untuk mendongkrak perekonomian warga tersedia gerai UMKM yang dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Apih Ujang kepada wartawan, Senin (3/7/2023).

Lebih lanjut, Apih Ujang menyampaikan, rasa terimakasih kepada semua pihak sehingga momentum HUT Bhayangkara yang diisi berbagai kegiatan positif itu diharapkan mampu meningkatkan ekonomi warganya.

“Tentunya kami mengucapkan rasa terimakasih  kepada semua pihak sehingga kegiatan ini berjalan lancar, tentunya kami dari Pemerintah Desa Cileuksa akan terus memberikan dukungan,” katanya.

Apih Ujang menyampaikan, terdapat beberapa perubahan perbaikan di sekitar areal sirkuit seperti penambahan atau perluasan area kantong-kantong parkir kendaraan pengunjung, penambahan gajezbo dan juga stand UMKM.

Sehingga diharapkan kedepannya, sirkuit tersebut dapat menjadi sirkuit permanen demi kepentingan masyarakat untuk memulihkan sektor ekonomi pasca kebencanaan. “Kalau untuk luas lahannya lebih dari lima hektare, sementara untuk panjang trek atau jalur lintasannya sepanjang 1200 meter,” katanya.

Sebelumnya, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin yang juga hadir dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang telah menyemarakan HUT Bhayangkara dengan kegiatan olahraga balap motor tersebut. Kegiatan itu merupakan bentuk kecintaan masyarakat terhadap Polri.

“Ini adalah bentuk partisipasi dari masyarakat, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini yang menjadi ajang untuk olahraga kemudian juga hiburan bagi masyarakat Kecamatan Sukajaya,” katanya.

Lebih lanjut, AKBP Iman Imanuddin berharap, dengan digelarnya Grasstrack Bhayangkara Open 2023 ini mampu memulihkan perekonomian masyarakat setempat.

“Dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan bisa kembali membangkitkan perekonomian UMKM-UMKM yang ada di Kecamatan Sukajaya khususnya di desa Cileuksa,” katanya

Sebelumnya, Iwan Setiawan dalam kunjungannya pada hari ke dua perhelatan, meminta agar Sirkuit JA Racing tersebut menjadi sirkuit grasstrack permanen. Selain tempat ini bisa untuk latihan para atlet-atlet balap motor juga untuk event Pemkab Bogor seperti Hari Jadi Bogor.

** Andres

Selangkah Lagi Skuad Bahar Sabet Emas Popda Jabar 2023

0

Bandung | Jurnal Bogor

Impian Tim Sepakbola Popda Kabupaten Bogor untuk menembus partai final akhirnya terwujud. Mereka menembus laga puncak usai menumbangkan Kabupaten Bandung 1-0, di Sport Arcamanik, Rabu (5/7/2023).

Gol kemenangan Tim Popda Kabupaten Bogor dicetak Rafka di babak pertama. Pada laga final besok, pasukan Bahar Lestaluhu bakal meladeni Kota Bandung setelah di laga semifinal mampu membungkam Kota Cirebon.

Usai pertandingan, pelatih Bahar Lestaluhu mengaku tak puas meski timny sukses meraih kemenangan. “Hasil memang menang dan kita lolos ke final. Tapi, secara permainan, saya gak puas. Skema tak berjalan,” kata Bahar Lestaluhu.

Dia berharap, para pemainnya bisa tampil prima pada laga final melawan Kota Bandung. “Ibarat kata kita tinggal metik buahnya. Maka dari itu, jika mau hasilnya dapat, para pemain harus bekerja lebih keras lagi,” sambung Bahar Lestaluhu.

Melawan Kota Bandung di laga final, Bahar menilai pertandingan bakal sengit. “Melawan Kota Bandung jelas bukan pekerjaan mudah. Kami bakal melawan tuan rumah, jadi harus benar-benar fight,” tambah Bahar.

Sementara itu, Kadispora Kabupaten Bogor Asnan AP mengaku sangat puas dengan perjuangan skuad Bahar yang mampu menembus babak final. “Luar biasa, target ke final terwujud. Semoga di laga pamungkas, permainan lebih baik lagi, dan kami juara,” kata Asnan AP ( asep syahmid)

KLPI Kabupaten Bogor Borong Medali di FORNAS 2023

0

Bandung | Jurnal Bogor

Inorga KLPI Kabupaten Bogor meraih sukses dengan memborong medali pada FORNAS 2023 yang berlangsung di Bandung.

Pada pelaksanaan FORNAS 2023, KLPI Kabupaten Bogor mewakili Kontingen Jawa Barat pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional dan mampu menyabet medali emas perorangan Pralansia atas nama Nani Rohaeni yang kerap dipanggil Nanis.

Selain mendulang emas nomor perorangan Pralansia, KLPI Kabupaten Bogor juga meraih medali emas nomor beregu atau Grup Pralansia.

Disamping itu, KLPI Kabupagten Bogor berhasil meraih juara 2 perorangan lansia dan juara harapan 2 perorangan lansia.

” Alhamdulilah KLPI Kabupaten Bogor mampu memberikan prestasi emas bagi Jawa Barat dalam FORNAS 2023,” ujar Nanis yang didampingi Juhe salah satu official Tim KLPI Kabupaten Bogor, Rabu, 5 Juli 2023.

Nanis mengaku sangat bangga dengan prestasi nasional yang diraihnya pada FORNAS 2023

Saat ini KLPI Kabupaten Bogor diketuai oleh Bunda Surati .

” Bravo KLPI Kabupaten Bogor, Bravo KORMI Kabupaten Bogor dan Bravo Jawa Barat yang sudah meraih prestasi pada FORNAS kali ini,” ujar Plt Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Bakri Hasan

Bakri mengucapkan terimakasih kepada semua pengurus dan keluarga besar Tim KLPI Kabupaten Bogor yang telah memberikan prestasi emas pada FORNAS 2023.

” Kami juga berharap INORGA yang lainnya bisa meraih prestasi emas pada FORNAS kali ini,” pungkasnya. ( asep syahmid)

Pengantin Baru di Sindang Pala Menghilang

0

Rancabungur | Jurnal Bogor

Pengantin perempuan berinisial AA viral menghilang setelah menikah. Sang suami FH pun melaporkan hilangnya AA ke Polsek Rancabungur. AA warga Kampung Sindang Pala RT 03 RW 05, Desa Mekarsari, Rancabungur, Kabupaten Bogor hilang tanpa jejak pada 27 Juni 2023 lalu.

Kapolsek Rancabungur Polres Bogor IPTU Hartanto Rahim S.H membenarkan adanya Laporan Pengaduan Orang Hilang dengan Register Laporan : LP-OH/01/VI tertanggal 27 Juni 2023.

Sedangkan sdr. FH sebagai pelapor orang hilang atas nama Sdr. AA, perempuan, usia  21 tahun, yang merupakan istri dari pelapor.

Polsek Rancabungur kata  IPTU Hartanto Rahim melakukan penyelidikan dengan memeriksa mantan kekasih korban dan kerabat dekat. Polisi  telah melakukan pemeriksaan kepada AL yang merupakan mantan kekasih korban.

Dimana beredar rumor bahwa korban dibawa kabur oleh mantan kekasihnya dengan motif asmara.

Namun hingga saat ini kata polisi, masih belum ada bukti ataupun petunjuk adanya keterlibatan mantan kekasih korban atas hilangnya korban.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi atas kasus hilangnya korban. Apalagi menyebarkan informasi yang tidak valid di media social,” jelas IPTU Hartanto, Rabu (5/7/2027).

Pihak kepolisan kata dia, masih melakukan upaya penyelidikan secara mendalam atas misteri hilangnya korban.

** Andres

Pimpinan Dokter LA Dilaporkan Dugaan tak Miliki Izin Praktik

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Pimpinan dokter pemilik bangunan praktik kedokteran di Jl.Moh Noh Nur, Kampung Neglasari, RT 01 RW 04, Desa Leuwimekar, Leuwiliang, Kabupaten Bogor dilaporkan dugaan pelanggaran administrasi karena mempekerjakan dokter LA yang diduga tak memiliki izin praktik dokter oleh LSM Genpar.

“Yang dilakukan Genpar bukan tanpa dasar. Namun temuan tim investigasi dan fakta yang akurat ditemukan dr LA  dipekerjakan (pimpinan pemikik bangunan) yang telah melakukan pelanggaran perbuatan melawan hukum

Sambas menegaskan apa yang dilakukan pimpinan dokter LA telah melanggar UU RI No.29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran. Genpar pun melayangkan surat aduan tertanggal 04 Juli 2023, dengan nomor surat 012/s-PENG/DPP-GNP/izin praktik/VII/2023 LSM ke Polres Bogor dengan tembusan ke Dewan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor, DPMPTSP Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Selain itu tembusan aduan juga dilayangkan ke lintas instansi lainnya ke Kasat Pol PP Kabupaten Bogor, Kepala Puskesmas Leuwiliang, Kapolsek Leuwiliang, Danramil Leuwiliang, dan Camat Leuwiliang. Dengan tegas Genpar melayang surat aduan tersebut.

“Sudah jelas dalam Undang-undang Pasal 42, pimpinan sarana pelayanan kesehatan dilarang mengizinkan dokter atau dokter gigi yang tidak memiliki surat izin praktik untuk melakukan praktik kedokteran disarana pelayanan kesehatan. Pasal 80 ayat 1 setiap orang yang dengan sengaja mempekerjakan dokter atau dokter gigi sebagaimana dimaksud dalam pasal 42 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp300.000.000,” jelas Sambas.

Sementara itu pimpinan dokter LA ketika dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangannya perihal aduan dari Genpar tersebut.

** Arip Ekon

DLH Bantah tak Ada Persetujuan dengan FKMG Soal Kutipan yang Disebut Pungli LSM Genpar

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Ade Yana menegaskan tak ada persetujuan atau kesepakatan dengan Forum Komunikasi Masyarakat Galuga (FKMG) perihal pungli di TPAS Galuga, yang disebut Ketua FKMGada persetujuan DLH, sopir dan forum.

“Nanti konfirmasi ke Kabid yang tau ya. Itu gak ada itu gak ada ijin dari DLH gak ada siapa bilang. Ada gak bukti suratnya. Kalau kita pemerintah menyetujui itu segala macam itu berdasarkan surat bukan berdasarkan omongan,” tegasnya Ade Yana saat dikonfirmasi, Rabu (5/7/2023).

Sebelumnya, Ketua FKMG Muhamad Kamaludin tak menampik adanya pungutan liar (pungli) di area TPAS Galuga yang diungkap LSM Genpar beberapa waktu lalu.

“Memang ada, kutipan (pungli) karena itu persetujuan Dinas Lingkungan  Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, dengan sopir. Sebelumnya kita uji petik dulu, penyataan sopir juga ada dan forum yang terdaftar di Kemenkumham dan Kesbangpol,” kata Muhamad Kamaludin.

Dia membeberkan, bahwa hal tersebut adalah kearifan lokal yang dikelola oleh masyarakat Galuga sudah sepantasnya dan sewajarnya.

“Adanya TPAS Galuga, kita mengatur mobil saja masa gak boleh itu kan sudah hal yang biasa. Didepan mata aparat saja depan Polsek, Dishub, terminal tukang parkiran, kan itu ada, hanya ada beberapa orang saja, sudah biasa lah. Karena kita semua bagi. Bukan untuk pribadi,” bebernya.

“Wajar kita berbagi kan gitu semua juga karena adanya, kita ngumpulin gula pasti ada semut kan seperti itu. Ketika forum ini diberikan amanat ya wajar saja teman-teman menikmati,” tambahnya.

Jadi kata dia, awalnya pungutan tersebut sudah ada, namun pengelolaan uangnya tidak termenej sehingga dipakai hanya sebatas euforia begitu  saja.

“Saya menej, semuanya mendapatkan, baik MUI maupun RT/RW itu kan hal yang wajar kalau kita menej. Nominalnya gak seberapa,” katanya.

Bahkan, dia tidak takut akan hal ini yang sudah dilaporkan ke pihak berwajib oleh LSM Genpar. Menurut dia, itu bukan ancaman.

“Itu bukan suatu ancaman, saya justru seneng. Saya menunggu justru,” kata Kamal sambil tertawa lepas.

Sementara saat dikonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Ade Yana menegaskan tak ada persetujuan atau kesepakatan dengan DLH. “Nanti konfirmasi ke Kabid yang tau ya. Itu gak ada itu gak ada ijin dari DLH gak ada siapa bilang. Ada gak bukti suratnya. Kalau kita pemerintah menyetujui itu segala macam itu berdasarkan surat bukan berdasarkan omongan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, dugaan pungli ini terjadi di sekitar wilayah TPAS Galuga setiap bulannya dan diperkirakan mencapai Rp 26.000.000 yang kemudian dibagikan secara tidak resmi kepada berbagai pihak.

Ketua Umum LSM Genpar, Sambas Alamsyah, mengungkapkan bahwa dugaan pungli di TPAS Galuga dilakukan secara sistematis dan terorganisir.

“Kami menemukan adanya dugaan praktik pungli di TPAS Galuga yang melibatkan suatu aliran dana yang dikoordinasikan oleh salah satu lembaga yang mengaku mewakili kepentingan masyarakat, tetapi sebagian besar dana tersebut justru mengalir kepada individu-individu tertentu,” kata Sambas Alamsyah, Selasa, (20/06/2023).

“Kami menduga ini merupakan praktik pungli, dimana hanya sejumlah kecil orang yang secara tidak langsung mendapatkan keuntungan finansial tanpa melakukan pekerjaan yang berarti,” tambahnya.

LSM Genpar akan melaporkan dugaan pungli yang terjadi di sekitar TPAS Galuga kepada tim saber pungli Polda Jabar.

“Tentu saja, kami akan mengajukan aduan tertulis mengenai dugaan praktik pungli ini kepada tim saber pungli Polda Jabar agar dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya.

** Andres

ICMI dan Kepahlawanan Alm KH Soleh Iskandar

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Assalamualaikum wr wb. Yth.ibu Dra Hj.Welya Safitri MSi, Ketua UmumDPP Perempuan ICMI, saya membaca pesan pada surat undangannya di WAG. Wankar ICMI Pusat, anggota DPP Perempuan ICMI akan dilantik, Kamis 6 Juli 2023 esok hari.
Memang saya diundang ya ibu Welya ?

Syukron atas undangannya, tetapi saya memohon maaf ibu Welya Safitri dkk DPP, kebetulan bersamaan waktu audiensi TP2PG Kota Bogor dgn Wawalkot Bgr bpk Drs.H.Dedie Rachim MA bertempat di Balai Kota Bogor besok pagi Kamis 6 Juli 2023 pkl 8.30 wib. Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf saya tak bisa hadir. Salam buat para Sahabat kaum perempuan ICMI, selalu sehat dan tetaplah bersemangat

Izinkan saya bercerita singkat tentang Tim Pengkaji dan Peneliti Pemberian Gelar (TP2PG). TP2PG dibentuk dgn SK Walkot Bogor, saya diberi amanah sebagai salah seorang anggotanya. Tugasnya membantu Wali Kota Bogor dalam hal menyiapkan berkas usulan pemberian gelar daerah bagi warga Kota Bogor yang berjasa dalam pengabdian sosial dan kemanusiaan, termasuk jasa kepahlawanan bagi mereka terhadap negara-bangsa (nation state) tempo doeloe.

Thn 2023 ini TP2PG Kota Bogor, alhamdulillah telah mengusulkan alm Ajengan bpk KH Soleh Iskandar untuk menjadi Pahlawan Nasional melalui Gubernur Jawa Barat untuk diajukan kepada Presiden RI.
Mohon doanya ibu Welya dkk, semoga bisa berhasil, alhamdulillah semua pemberkasan berupa dokumen-dokumen jejak dan langkah pengabdian almarhum Ajengan KH Soleh Iskandar untuk pengusulan kepahlawanan nasionalnya kpd bpk Presiden RI melalui Mensos RI sudah selesai kami/TP2PG kerjakan.

Persyaratan kepahlawanan alm KH Soleh Iskandar berdasarkan ketentuan UU “Pemberian Gelar atas Jasa Kepahlawanan” menurut hasil evaluasi kami TP2GD sudah sangat terpenuhi bahkan melebihi target. Almarhum KH Soleh Iskandar sangat layak mendapat pengakuan dari negara sebagai salah seorang Pahlawan Nasional (Pahnas).

Untuk diketahui bahwa Alm.KH Soleh Iskandar, adalah salah seorang pemrakarsa berdirinya ICMI Orwil Khusus Bogor pada bulan Maret 1991, lk 3 bulan ICMI resmi berdiri thn 1990 di Kampus Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur, dan kemudian almarhum KH Soleh menjadi Ketua Wanhat pertama ICMI Orwilsus Bogor untuk periode tahun 1991-1996, akan tetapi beliau wafat pada bulan Juni 1992 di Kota Bogor dengan tenang di rumahnya jln Kasintu Perumahan Heulang Bogor.

Sepengetahuan saya ajengan KH Soleh “tidak sakit” sebab sehari sebelum meninggal dunia, masih menerima tamu dan melaksanakan pengajian agama Islam di rumahnya. Salah seorang peserta pengajian dakwah Islamiyah itu saya AA, setelah acara pengajian saya oleh beliau dihadiahi sebuah Kitab Suci Al Quran dan Terjemahan terbitan Depag RI Jakarta, pada halaman judul bagian dalam Kitab saya meminta tandatangan basah-asli dari beliau. Al Quran tersebut hingga kini saya simpan sebagai kenangan manis (sweet memory) saya pernah berinteraksi bersama almarhum KH.Soleh Iskandar.

Subhanallah Ajengan KH Soleh Iskandar pernah ikut aktif dalam kegiatan dan acara Silaknas ICMI pertama tanggal 5-7 Desember 1991 di Hotel Indonesia Jakarta, dan saya AA sebagai Wasek ICMI Orwil Khusus Bogor di masa itu juga menjadi peserta Silaknas ICMI pertama.

Alhamdulillah saya bersama KH.Soleh Iskandar pernah menginap satu kamar di Hotel Indonesia. Pertemuan kami senior sepuh dgn yunior sangat mengesankan saya tentang sosok ketokohan almarhum dalam beberapa perspektif ketauladanan, beliau tokoh panutan dan motivator kaum muda.

Selaku orang muda ICMI saya kagum dan banyak memetik dan menarik pelajaran (lesson learned) dari pola berperilaku ahlaqul karimah almarhum Ajengan KH Soleh Iskandar.

Almarhum KH Iskandar sepengetahuan saya dan saya saksikan sendiri, beliau adalah salah seorang pemrakarsa yang gigih untuk keberhasilan pembentukan ICMI Orwil Bogor berstatus Khusus dari pucuk pimpinan ICMI Pusat. Beliau pada awal Januari-Maret 1991 bekerja keras, ikhlas, gigih tanpa kenal menyerah bersama Prof.Dr.Ir.H.Sjafri Mangkuprawira (GB IPB, Ketua LPPM IPB, yang kemudian dipilih menjadi Ketua ICMI Orwilsus Bogor pertama) dan KH.Tb Hasan Basri (Ketua MUI Kota Bogor) melobi Ketua Umum MPP ICMI pertama bpk Prof.Dr.BJ Habibie di kediamannya di komplek Patra Jasa Kuningan Jakarta.

Alhamdulillah ICMI Bogor mendapatkan status Orwil ICMI Khusus yang meliputi daerah Bogor, Sukabumi dan Cianjur (Bogor Raya), ditetapkan sebagai ICMI Orwil Khusus Bogor. Alasannya Wilayah Bogor sebagai zona penyangga ibu Kota Negara DKI Jakarta sarat dengan permasalahan yang komplek dan perlu dipecahkan para Cendekiawan, dan konsentrasi kaum Cendekiawan (ilmuwan, pakar dan ulama/ustadz) begitu banyak. Alm bpk Prof BJ Habibie pernah berkata dalam sambutan pelantikan MPW ICMI Orwilsus Bogor…”…jika ada batu jatuh dari udara, maka batu itu akan menimpa kepala Doktor atau Profesor di Bogor..”. Begitulah appresiasi dan harapan bapak BJ Habibie terhadap kelahiran ICMI Orwilsus Bogor, untuk diketahui dan dimaklumi bersama.

Dan Insya Allah MPW ICMI Orwil Khusus tetap eksis hingga kini dengan sejumlah aktivitas dan karya-karya yang bereputasi mewujudkan program 5 K ICMI, dan alhamdulillah juga ICMI Wilayah Bogor telah berkontribusi dalam menentukan arah perjalanan ICMI secara nasional.

Misalnya saja banyak para aktivis ICMI Bogor berkiprah pada tingkat nasional, dan maaf faktanya saya sebut diantaranya Prof.Arif Satria yang kini menjadi Ketum.MPP ICMI, dan periode sebelumnya Prof.Herry Suhardiyanto pernah menjabat Waketum MPP ICMI dan kini salah seorang Waket Wankar ICMI Pusat, keduanya mereka adalah Rektor IPB University dan merangkap Ketua ICMI Orwilsus Bogor.

Termasuk Hymne ICMI yang selalu diperdengarkan itu adalah kontribusi ICMI Orwilsus Bogor pada saat Silaknas ICMI pertama di Bogor, syair dan lirik lagu Hymne ICMI digubah Drs. Ruddy Fattah, guru SMA BBS Bogor, sekolah binaan para aktivis ICMI alm Prof.Hidayat Syarief dkk.

Untuk jelasnya kesan-kesan saya sebagaimana diungkapkan diatas informasi dan narasinya, saya sudah menulis di medsos dan koran-koran sekitar 8 tahun lalu tentang Sosok alm.KH Iskandar dengan judul “Memperjuangkan Almarhum KH.Soleh Iskandar Menjadi Pahlawan Nasional”.

Artikel tersebut merupakan makalah FGD Wandik Kota Bogor thn 2015, beberapa mass media memberitakannya, selanjutnya telah dimuat dan diterbitkan dalam buku saya berjudul “Kritik dan Saran untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan Kota Bogor” by Dr.H Apendi Arsyad (Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor tahun 2013-2019) diterbitkan IPB Press Bogor, thn 2019, 562 halaman.

Almarhum KH Soleh yang wafat thn 1992 di Bogor itu seorang ulama besar dan patriot sejati. Almarhum.KH Soleh tercatat dalam sejarah berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan RI dan menjaga eksistensi NKRI baik dalam hal merebut dan mempetahankan kemerdekaan yakni berperang megusir penjajah Belanda/KNIL sebagai Komandan Bataliyon Brigade O Siliwangi, daerah Bogor Barat Banten daerah basis perlawanannya.

Para pejuang yg dikomandani beliau sukses memghancurkan.tank baja canggih tentera penjajah Belanda, puing-puingnya dibuat bangunan monumen sejarah perjuangan di daerah Bogor Barat oleh Pemkab.Bogor dan alhamdulillah masih terawat baik.

Dan selanjutnya beliau berdedikasi mengisi kemerdekaan Republik.Indonesia dengan karya-karya pengabdian sosial yang sangat cerdas dan karya-karya kemanusiaan yang monumental dan begitu banyak baik di bidang pendidikan tinggi, kepasantrenan, kesehatan, perumahan rakyat, pemberdayaan ekonomi kaum fuqoro-masaqin (dhuafah), perbankan syariah, produk pangan halal, kelembagaan dan organisasi veteran, dll.

Karya-karya kemanusiaan yang sangat monumental, yang diprakarsai Almarhum KH Iskandar tersebut masih tetap eksis dan kian berkembang hingga saat ini, dan keberadaannya sangat bermanfaat bagi peningkatan SDM anak negeri, ummat dan bangsa ini baik bagi generasi kini (zaman Now), maupun insya Allah untuk memenuhi kebutuhan hidup generasi yang akan datang seperti berdirinya Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor.

Dengan mahasiswa dan alumninya yang ribuan banyaknya berkiprah dalam berbagai sektor, Rumah Sakit Islam Bogor yang berpredikat A, Komplek Perumahan Rakyat Desa Pasararean Bogor Barat yg pernah mendapat penghargaan lembaga dunia UNESCO, BPRS Amanah Ummah Leuwiliang Kabupaten Bogor banyak mendapat berbagai penghargaan sebagai BPRS terbaik Indonesia, BKSPP Indonesia, Ponpes Darul Falah Ciampea Bogor sebagai perintis dengan alumninya ribuan tersebar di perdesaan Indonesia, Ponpes Modern Darul Muttaqien Parung Bogor, LP POM MUI, DDII, Organisasi Tani, Organisasi Tentera Muslim Pejuang dan Organisasi Legiun Veteran RI Pusat sebagai salah seorang pendiri dan pimpinan terasnya.

Almarhum Ajengan KH Soleh juga berperan penting dalam berbagai aktivitas sosial politik level nasional antara lain aktif di Partai Masyumi bersama Tokoh/Pemimpin Islam dan Pahnas Al Mukarrom Dr.Muhammad Natsir, tokoh pemersatu bangsa dengan mosi integralnya Natsir yang memantapkan keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga sekarang.

Tinggal kini soal nasib saja, semoga ada keberuntungan “dewi fortuna”alias arah kiblat polical will para elite politik negeri ini tergerak hatinya, untuk pemberian gelar dan pengakuan sebagai Pahlawan Nasional oleh Kepala Negara RI kepada almarhum Ajengan KH.Soleh Iskandar, tokoh Islam yang telah banyak jasanya dan amat dihormati di kalangan para ulama dan Rakyat Indonesia.

Kita barang tentu sungguh berharap, semoga Allah SWT mengabulkan doa-doa kita untuk raihan gelar Pahlawan Nasional untuk alm.Ajengan KH.Soleh Iskandar sehingga lebih mengangkat harkat martabat, marwah ,(dignity) umat Islam Indonesia, terkhusus buat kaum ulama patriot.

Besok Kamis pagi TP2PG melaporkannya kerja-kerja hasil kajiannya kepada Pemkot Bogor, dan saya harus hadir pkl 8.30 sd 11.00 wib.

Selamat ya ibu Dra.Welya Safitri MSi Ketum DPP Perempuan ICMI dkk jajaran Pengurus akan dilantik besok pagi Kamis tanggal 6 Juli 2023 di Gedung Nusantara IV MPR-DPR RI, Senayan Jkt oleh Ketum.MPP ICMI Prof.Arif Satria.

Terima kasih atas informasi dan undangannya. Barakallah. Aamiin-3 YRA.
Jayalah ICMI Kita.
Wassalam

Penulis:
Dr.Ir H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri ICMI thn 1990 di Malang, dan Wasek Wankar ICMI Pusat, Pendiri dan Universitas Djuanda Bogor, Konsulran K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Pungli di TPAS Galuga, FKMG Sebut Ada Persetujuan DLH, Sopir dan Forum

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Galuga (FKMG) Muhamad Kamaludin tak menampik adanya pungutan liar (pungli) di area TPAS Galuga yang diungkap LSM Genpar beberapa waktu lalu.

“Memang ada, kutipan (pungli) karena itu persetujuan Dinas Lingkungan  Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, dengan sopir. Sebelumnya kita uji petik dulu, penyataan sopir juga ada dan forum yang terdaftar di Kemenkumham dan Kesbangpol,” kata Muhamad Kamaludin.

Dia membeberkan, bahwa hal tersebut adalah kearifan lokal yang dikelola oleh masyarakat Galuga sudah sepantasnya dan sewajarnya.

“Adanya TPAS Galuga, kita mengatur mobil saja masa gak boleh itu kan sudah hal yang biasa. Didepan mata aparat saja depan Polsek, Dishub, terminal tukang parkiran, kan itu ada, hanya ada beberapa orang saja, sudah biasa lah. Karena kita semua bagi. Bukan untuk pribadi,” bebernya.

“Wajar kita berbagi kan gitu semua juga karena adanya, kita ngumpulin gula pasti ada semut kan seperti itu. Ketika forum ini diberikan amanat ya wajar saja teman-teman menikmati,” tambahnya.

Jadi kata dia, awalnya pungutan tersebut sudah ada, namun pengelolaan uangnya tidak termenej sehingga dipakai hanya sebatas euforia begitu  saja.

“Saya menej, semuanya mendapatkan, baik MUI maupun RT/RW itu kan hal yang wajar kalau kita menej. Nominalnya gak seberapa,” katanya.

Bahkan, dia tidak takut akan hal ini yang sudah dilaporkan ke pihak berwajib oleh LSM Genpar. Menurut dia, itu bukan ancaman.

“Itu bukan suatu ancaman, saya justru seneng. Saya menunggu justru,” kata Kamal sambil tertawa lepas.

Sebelumnya diberitakan, dugaan pungli ini terjadi di sekitar wilayah TPAS Galuga setiap bulannya dan diperkirakan mencapai Rp 26.000.000 yang kemudian dibagikan secara tidak resmi kepada berbagai pihak.

Ketua Umum LSM Genpar, Sambas Alamsyah, mengungkapkan bahwa dugaan pungli di TPAS Galuga dilakukan secara sistematis dan terorganisir.

“Kami menemukan adanya dugaan praktik pungli di TPAS Galuga yang melibatkan suatu aliran dana yang dikoordinasikan oleh salah satu lembaga yang mengaku mewakili kepentingan masyarakat, tetapi sebagian besar dana tersebut justru mengalir kepada individu-individu tertentu,” kata Sambas Alamsyah, Selasa, (20/06/2023).

“Kami menduga ini merupakan praktik pungli, dimana hanya sejumlah kecil orang yang secara tidak langsung mendapatkan keuntungan finansial tanpa melakukan pekerjaan yang berarti,” tambahnya.

LSM Genpar akan melaporkan dugaan pungli yang terjadi di sekitar TPAS Galuga kepada tim saber pungli Polda Jabar.

“Tentu saja, kami akan mengajukan aduan tertulis mengenai dugaan praktik pungli ini kepada tim saber pungli Polda Jabar agar dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya.

** Andres

UPT Puskeswan Jonggol Fokus Reproduksi Hewan Ternak

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Momentum Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban jadi ajang para peternak lokal di Kabupaten Bogor untuk meningkatkan perekonomian. Namun karena tingkat produktivitas peternak di Bogor belum maksimal sehingga peternak Bogor belum bisa memberikan kontribusi besar dalam setiap momentum tersebut.  

“Untuk tahun ini suplai terbesar masih dari luar Bogor yakni sapi dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur karena memang produksi sapi di sana jauh lebih besar dari wilayah lain,” kata Kepala UPT Puskeswan Jonggol, Thoif kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, kontribusi para peternak di Kabupaten Bogor dalam setiap momentum Idul Adha baru pada skala kecil yaitu ruang lingkup peternak itu berada dan belum pada skala besar untuk menyuplai kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Bogor.

“Karena yang terjadi saat ini adalah sistem pasar dimana Bogor dan wilayah Jabotabek merupakan pasar utama dari peternak di seluruh Indonesia khususnya NTT dan NTB,” ujarnya.

Terkait peran dinas dan UPT dalam meningkatkan produktivitas hewan ternak, Thoif mengatakan, dalam hal tersebut, pihak dinas dan UPT hanya berperan dalam memberikan stimulan kepada para peternak. Stimulan tersebut berbentuk bantuan ternak sapi dan domba.

“Namun untuk tahun ini, stimulan hanya diberikan kepada peternak domba. Sementara untuk peternak sapi masih mengandalkan bantuan dari pusat,” ujarnya.

Thoif mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas para peternak, UPT ke depan akan lebih fokus pada peningkatan reproduksi melalui proses inseminasi. Melalui program tersebut diharapkan jumlah produksi hewan ternak dapat lebih meningkat.

“Program ini kami laksanakan di beberapa wilayah dengan para peternak sapi agar produksi sapi ke depan dapat lebih meningkat. Kalau untuk domba sejauh ini produktivitas sudah cukup tinggi, khususnya untuk wilayah Jonggol, Cariu dan Tanjungsari,” tandasnya.

** Taufik / Nay

Tak Ada Kerangka atau Jasad, Ribuan Makam Cohak Cuma Diisi Tanah dan Kain Kafan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Permasalahan relokasi pemakaman Cohak di Desa Nagrak Kecamatan Gunung Putri ibaratkan bola salju kian hari kian membesar. Berbagai kejanggalan terus terungkap terkait relokasi makam yang terkena proyek tol Cimaci itu.

Sebelumnya, dugaan penyelewengan anggaran untuk tahlilan mencuat ke publik, kini satu lagi kejanggalan yang juga terjadi saat proses relokasi dilakukan, yakni ribuan makam yang direlokasi diduga fiktif lantaran tidak ada ahli waris yang mengakui makam.  Bahkan dari pengakuan salahsatu panitia, relokasi ke makam baru hanya berupa tanah dan kain kafan.

“Kalau dari data awal, makam yang akan direlokasi itu sebanyak 2.500 makam. Tapi pada saat proses pemindahan ternyata tidak sampai segitu. Karena makam yang asli hanya 1500 an, karena ada sisa tulang atau kain kaffan,” kata salahsatu mantan panitia relokasi makam Cohak, HM kepada Jurnal Bogor.

Menurut dia, karena data awalnya 2500 makam yang harus direlokasi, maka pihak panitia, khususnya ketua, sekretaris serta bendahara tetap melakukan relokasi makam sebanyak 2500. Hal itu karena panitia sudah menyiapkan makam baru dan batu nisan sebanyak 2500.

“Karena makam baru dan nisan sudah disiapkan sebanyak 2500 maka panitia tetap memindahkan 2500 makam yang lama. Padahal yang asli makam itu sekitar 1500 sisanya yang 1000 itu memang tetap dikubur. Tapi cuma tanah dan kaffan karena memang tidak ada jenazahnya,” kata dia.

HM juga mengatakan, pihak pemerintah sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 500 ribu sebagai kompensasi untuk ahli waris yang makam keluarganya direlokasi. Karena yang 1000 an makan ini tidak ada ahli warisnya maka di nisan juga tidak dituliskan namanya jadi nisannya kosong.

“Tapi yang dilaporkan oleh panitia kan tetap 2500 makam. Yang jadi pertanyaan, dana kompensasi untuk ahli waris dikemanakan?. Karena ribuan makan tersebut kan fiktif tidak ada ahli warisnya,” ujar HM.

Menurutnya, dari relokasi makam cohak memang banyak terjadi kejanggalan khususnya soal anggaran. Karena didalam pagu anggaran, dana untuk relokasi dialokasikan sebesar Rp 2 juta yang diplooting untuk berbagai keperluan seperti penggalian makam, pembelian bambu dan kain kafan, kompensasi ahli waris hingga biaya tahlilan.

“Kami memang panitia, tapi hanya dilibatkan soal teknis saja. Kami juga tidak mengetahui laporan penggunaan dana seperti apa. Karena memang tidak ada laporan akhir dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Karena mereka yang pegang datanya. Oleh karena itu kami meminta semua dibuka dan transparan agar tidak ada fitnah,” tegasnya.

** Taufik/Nay