28.5 C
Bogor
Wednesday, July 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 589

Mental SYL Motivasi Atlet yang Turun di Pornas XVI

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas peserta yang akan berlaga di Pekan Olah Raga Nasional (Pornas) XVI Korpri Kementerian Pertanian di PPMKP Ciawi, Senin (10/7/2023). Pornas akan berlangsung di Semarang pada 13-23 Juli 2023.

Mentan SYL pada pelepasan tersebut memotivasi Kontingen Kementan agar bisa berprestasi, namun bukan jadi beban karena esensinya bertanding bisa happy dan juara setelah berjuang habis-habisan.

“Orang yang bertanding adalah orang yang memiliki semangat dan kemauan tinggi, kalahkan yang lain, harus seperti itu. Gak boleh kalah di pertandingan, makanya persiapkan dengan semangat dan pematangan,” kata dia.

Dia juga menginginkan Kontingen Kementan kompak agar target yang diraih bisa tercapai. “Bawa pulang piala, startegi dan lainnya matangkan. Tapi juga jangan sampe rebut di arena pertandingan, bertanding sportif,” jelasnya.

Sementara Ketua Kontingen Kementan Bambang Pamuji menyatakan kontingennya telah latihan rutin untuk setiap cabor yang turun, dan telah melakukan sparing seperti dengan Sekretariat DPR.

“Kehadiran Bapak Menteri dan pimpinan tentu menjadi penyemangat,” kata Bambang.

Pornas tahun ini mempertandingkan 10 cabang olahraga yaitu bulutangkis, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, basket, sepeda, futsal, catur, senam bugar dan kickball. Kontingen Kementan turun di 5 cabor yakni bulutangkis, tenis lapangan, tenis meja, catur dan futsal.

“Pada Pornas di Bangka 2019 turun tiga cabor dan Kementan menempati 5 besar,” jelasnya.

** Asep S.Sayyev

PPDB, SMPN 1 Klapanunggal Jualan Map Rp 25 ribu

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Berbagai macam cara pihak sekolah mencari keuntungan dalam menyambut Penerimaan Peserta DIdik Baru. Salah satunya dilakukan oleh pihak SMPN 1 Klapanunggal yang menjual map pendaftaran sebesar Rp 25 ribu. Padahal, proses pendaftaraan saat ini sudah menggunakan metode online. Hal itu pun mendapat tanggapan dari orang tua calon peserta didik yang mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Klapanunggal.

“Sekarang kan proses pendaftaran semua online. Tapi tetap saja harus ada berkas yang diserahkan ke sekolah. Dan itu harus menggunakan map khusus yang disediakan sekolah. Tapi kita harus beli dari sekolah Rp 25 ribu,” kata salah satu calon orang tua siswa, NS (31) kepada Jurnal Bogor, Senin (10/7/23).

Menurut NS, jumlah tersebut memang tidak terlalu memberatkan orang tua siswa. Namun, jika dikalkulasikan dengan calon siswa yang akan mendaftar tentunya nilainya jadi besar. “Kalau ratusan yang mendaftar atau ribuan tinggal dikalikan aja berapa nilainya,” kata dia.

NS mengatakan, mungkin hal tersebut sudah menjadi bisnis rutin dari pihak sekolah dalam setiap proses PPDB. Padahal, seharusnya pihak sekolah tidak memberlakukan hal itu dan membebaskan kepada orang tua siswa untuk menggunakan dan membeli map sendiri. Karena harganya pasti jauh lebih murah.

“Memang tidak dipaksakan, tetapi diharuskan menyerahkan berkas dengan menggunakan map yang sudah disediakan oleh pihak sekolah,” ujarnya.

NS menyebut, umumnya orang tua siswa yang ingin mendaftar di SMPN 1 Klapanunggal menggunakan map yang disedikan oleh pihak sekolah. Karena memang disarankan oleh pihak sekolah untuk menggunakan map tersebut.

“Ya walau gak di paksa, tapi karena sudah disuruh orang tua jadi mau gak mau beli map tersebut karena tinggal beli di sekolah,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Sadulur Cup Disambut Antusias Warga Desa Kiarasari

0

Sukajaya | Jurnal Bogor

Turnamen sepakbola Sadulur Cup 2023 mendapat animo warga. Turnamen sebagai ajang silaturahmi antar-RT di Dusun Satu, Desa Kiarasari, Sukajaya, Kabupaten Bogor itu digelar di lapangan Pasben Kiarasari.

Sadulur Cup diinisiasi oleh tokoh masyarakat Dusun Satu yaitu Ruyung dan Uteng juga tak lepas dari support kepala Desa Kiarasari.

Warga sekitar Feri Firdaus mengatakan, pertandingan sepakbola termasuk  rutin dilakukan di wilayahnya. Sebanyak 10 tim dan selama 12 hari pertandingan dihelat.

“Kita ingin menunjukkan bahwa olahraga masyarakat ini menjadi bagian budaya yang tidak terpisahkan. Agar warga bisa tetap bersilaturahmi,” katanya, Senin (10/7/2023).

Jadi kata dia, antusias warga sangat tinggi dalam hal kegiatan olahraga tersebut. Terlebih dilaksanakan dengan cara mandiri.

“Alhamdulillah warga sangat mengapresiasi tinggi juga antusiasme dari para pegiat. Menunjukan bahwa olahraga ini adalah bagian elemen masyarakat yang luar biasa. Mau melakukan olahraga masyarakat, dan tentunya yang saya apresiasi adalah dengan mandiri,”paparnya.

Sementara sebagai apresiasi untuk hadiah bagi pemenang mendapat kambing. Dia berharap adanya Sadulur Cup bisa menjadi jembatan silaturahmi antarwarga.

“Harapannya adalah silaturahmi tetap bisa berjalan, olahraga masyarakat harus terdengar, harus bergaung di masyarakat sehingga masyarakat mau membudayakan olahraga,” pungkasnya.

** Andres

Komunitas Sepeda Gunung Gordun dan Uka-Uka Gobar ke Bukit Aquila

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Komunitas sepeda terbesar di jalur Puncak, Gordun dan Uka-Uka melaksanakan gowes bareng (Gobar), ke trek Aquila Cipanas, dan finis di Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Minggu (9/7/2023).

Mereka melewati bukit Aquila, persawahan, kebun sawit, hingga memasuki Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur. Akong, perwakilan dari Gordun mengatakan, ini merupakan agenda rutin dua komunitas sepeda gunung di wilayah Puncak.

“Intinya untuk mempererat silaturahmi secara sehat. Alhamdulillah kami semakin solid, dan ini merupakan kegiatan rutin kami. Sebelumnya, kami pun pernah gobar bareng ke Pelabuhan Ratu, Sukabumi,” kata Akong, Senin (10/7/2023).

Perwakilan Uka-Uka, Legos mengatakan, ini merupakan gobar sehat antar komunitas. Menurut dia, ada 50 peserta yang ambil bagian pada kesempatan kali ini. “Acara lancar, dan banyak keseruan saat di trek. Semoga silaturahmi ini tetap berjalan, dan kami semakin kompak,” kata Legos. ( asep syahmid)

NTC Junior Sabet Dua Posisi Runner Up Kejurnas Tenis Piala Ketua Pelti Kota Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Prestasi membanggakan diraih para petenis Nirwana Tenis Club ( NTC) Junior Cibinong, Kabupaten Bogor yang meraih dua gelar runner up pada event Kejurnas Tenis Piala Ketua Pelti Kota Bogor pekan lalu.

Dua gelar yang diraih NTC Junior pada Kejurnas Tenis Piala Ketua Pelti Kota Bogor disabet dari KU 10 atas nama Zhafran / Reizo yang jadi runner up pada KU 10

Sementara itu pasangan Zultan / Adit berhasil menorehkan posisinya sebagai runner up pada KU 12.

Mei Priyanto mewakili para pelatih NTC Yunior mengaku sangat bangga anak anak asuhannya bisa menyabet gelar runner up pada Kejurnas Tenis Piala Ketua Pelti Kota Bogor yang dilangsungkan di Lapangan Tenis Brimob, Kota Bogor pekan lalu.

“NTC Junior adalah salah satu klub tenis anggota Pelti Kabupaten Bogor yang selama ini terus Komitmen dan konsisten melakukan pembinaan pemain usia dini,” ujar Mei Priyanto, Senin, 9 Juli 2023

Mei optimis para pemain usia dini yang ada di NTC Junior nantinya akan menjadi petenis potensial masa depan.

” Kami akan terus mencetak para petenis masa depan lewat program pembinaan berkelanjutan,” paparnya

Ia juga merasa senang saat ini di Bogor ada event khusus KU 14 dan KU 18 dengan label KAJARI Cup 2023.

Bahkan, kata Mei, ada salah satu pemain NTC Junior yakni Rafa Iqbal Sakhi yang diundang pada Invitasi Tenis untuk KU 14 di KAJARI Cup 2023.

Mudah mudahan, kata Mei, kedepannya akan ada event khusus KU 10, KU 12 dan seterusnya. ( asep syahmid)

24 Petenis dari Empat Provinsi Ramaikan Kajari Cup KU 14 dan KU 18

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sebanyak 24 petenis dari KU 14 dan KU 18 tahun ambil bagian dalam event tenis KAJARI Cup 2023 khusus KU 14 dan KU 18 tahun yang berlangsung di Lapangan Tenis Pendopo Bupati Bogor, 10 sampai 11 Juli 2023.

Para petenis KU 14 dan KU 18 yang ambil bagian dalam KAJARI Cup 2024 berasal dari empat Provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Banten.

” Alhamdulilah event KAJARI Cup 2023 untuk KU 14 dan KU 18 diikuti para petenis dari 4 Provinsi sangat antusias,” ujar Ketua Panpel KAJARI Cup 2023, H Mursidin, Senin, 10 Juli 2023

Dari total 24 petenis KU 14 dan KU 18 itu ada 12 petenis putri dan 12 petenis putra dan semua pertandingan hanya nomor tunggal atau single.

Mursidin menegaskan, para juara dari peserta KU 14 dan KU 18 dari 4 Provinsi ini nantinya akan mendapat uang pembinaan dan piagam penghargaan.

Sementara itu, Kajari Kabupaten Bogor, Sri Kuncoro mengatakan sangat mengapresiasi kinerja Panpel dan antusiasnya para peserta KU Veteran dan KU 14 serta KU 18.

” Saya berharap event ini baru event perdana . Karena akhir tahun mendatang insya Allah kami akan menggelar KAJARI Open untuk KU Veteran beregu dan KU Prestasi ( 12, 14, 16 dan 18 ” ujar Sri Kuncoro. ( asep syahmid)

KORMI Kabupaten Bogor Sumbang 32 Medali di FORNAS 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogod

KORMI Kabupaten Bogor sukses mendulang 32 medali pada pelaksanaan FORNAS 2023 yang berlangsung di Kabupaten Bandung pekan lalu.

Dari 32 medali yang diraih KORMI Kabupaten Bogor tersebut diantaranya 8 medali emas, 13 medali perak dan 11 medali perunggu

Setidaknya ada 7 Inorga KORMI Kabupaten Bogor yang menyumbangkan medali bagi Jawa Barat pada FORNAS 2023.

Tujuh Inorga KORMI Kabupaten Bogor yang berhasil mengemas medali diantaranya KLPI ( 2 emas, 1 perak), AKTI ( 2 perak dan 4 perunggu), YJI ( 1 perunggu ), ASKI ( 2 emas dan 2 perak dan 1 Perunggu ), FESPATI ( 1 emas, 2 perak), PERTONSI ( 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu) ASTA ( 2 emas, 4 perak dan 2 perunggu).

” Berkat tangan dingin almarhum Pak Usep Inorga KORMI Kabupaten Bogor bisa tampil sebagai penyumbang medali di FORNAS 2023,” ujar Wakil Ketua 3 KORMI Kabupaten Bogor, Didik Satrya, SP Senin, 9 Juli 2023.

Didik menambahkan, selain menampilkan hasil yang bagus , KORMI apresiasi kinerja Almarhum Pak Usep Supratman yang selama ini sangat bagus dan gigih dalam mengembangkan KORMI. Salah satunya,
medali kita jauh lebih banyak dari Kota Bogor.

” Semua atlet yang meraih medali dalam FORNAS 2023 adalah asli produk Inorga KORMI Kabupaten Bogor dan kita tidak melakukan pembelian atlet,” pungkas Didik

Plt Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Bakri Hasan mengatakan, sangat bangga dan terharu dengan raihan prestasi para atlet dari Inorga KORMI Kabupaten Bogor.

“”Saya ucapkan terimakasih kepada semua atlet, pelatih dan pengurus Inorga KORMI Kabupaten Bogor yang sudah memberikan sumbangsih medali bagi Jabar dan Kabupaten Bogor pada FORNAS 2023,” papar Bakri Hasan

Lebih lanjut, kata Bakri, torehan medali para atlet dari semua Inorga KORMI Kabupaten Bogor ini menjadi dedikasi nyata keluarga besar KORMI Kabupaten Bogor untuk menghormati mendiang atau almarhum Usep Supratman yang telah memberikan pondasi kuat dalam pengembangan Inorga yang ada di KORMI Kabupaten Bogor . ( asep syahmid)

Pemkot Buru Oknum ‘Pemain’ Data Zonasi PPDB

0

Bogor | Jurnal Bogor

Mencuatnya indikasi kecurangan yang dilakukan pendaftar PPDB sistem zonasi, dengan modus memasukan nama baru dalam Kartu Keluarga (KK) tanpa sepengetahuan anggota keluarga, menerbitkan KK dibawah setahun, hingga membuat alamat fiktif.

Wali Kota Bogor, Bima Arya pun menyebut bahwa di SMPN 1 Bogor ada 32 persen pendaftar yang bermasalah. Kemudian SMPN 2 sebanyak 9 persen, SMPN 3 ada 1 persen, SMPN 4 sebesar 15 persen, dan SMPN 5 ada di 14 persen.

“Jadi semakin SMP itu dipersepsikan favorit, maka angka dugaan angka pelanggarannya semakin tinggi. Jumlah pendaftar SMPN 1 sebanyak 490, kuota zonasi 141, yang terindikasi bermasalah sekitar 157. Itu kan angka yang sangat tinggi. Ada 32 persen,” katanya.

Praktik kecurangan tersebut pun semakin memunculkan adanya dugaan keterlibatan oknum aparatur wilayah. Alhasil, Camat Bogor Tengah, Dicky Iman Nugraha meradang. Hal itu lantaran dugaan kecurangan terbanyak terjadi di sekolah yang berada di lingkup Kecamatan Bogor Tengah.

“Kami sedang cari bukti keterlibatan oknum ASN di wilayah seperti di Kelurahan Paledang, serta RT dan RW. Ketika buktinya dikantungi akan dilaporkan ke Inspektorat,” tegasnya.

Apabila ada oknum ASN yang terlibat, sambungnya, maka akan disanksi sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. “Tapi bila ada warga terlibat, dan itu masuk ranah pidana, maka akan dipidanakan,” ungkapnya.

Dicky menegaskan, Bogor Tengah memang memiliki lokasi strategis dan fasilitas pendidikan yang memadai, sehingga banyak warga yang ingin memasukan anaknya untuk bersekolah di wilayah tersebut.

“Karena itu kedepan kami berharap setiap kecamatan punya jumlah sekolah yang merata, agar tak terkonsentrasi di Bogor Tengah,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti meminta agar Pemkot Bogor segera menemukan oknum yang ‘bermain’ dalam mengubah administrasi kependudukan. Sebab, Layanan Si Kancil di Disdukcapil telah eror sejak Juni 2023.

“Layanan si Kancil eror sejak Juni. Artinya harus ditemukan siapa yang bermain dalam mengubah data kependudukan. Bisa saja oknumnya dari wilayah atau dinas. Harus ditemukan karena merugikan semua pihak,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Endah, dengan adanya regulasi pembuatan adminduk saat ini sangat memudahkan warga mengubah data. Karena itu alangkah baiknya bila pembuatan dan perubahan  data terpusat di Disdukcapil. Sementara untuk cetak dokumen cukup di kecamatan.

** Fredy Kristianto

Terindikasi Curang, 913 Pendaftar PPDB Terancam Didiskualifikasi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dugaan kecurangan pendaftar PPDB terus bergulir. Bahkan Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut bahwa ada 913 pendaftar SMP Negeri jalur zonasi terindikasi bermasalah. “Berdasarkan laporan dari tim verifikasi PPDB ada 913 pendaftar yang terindikasi bermasalah, tapi sangat mungkin jumlahnya lebih dari itu. Tim sudah melakukan verifikasi faktual terhadap 763 pendaftar, sedangkan sisanya masih on progress,” ujar Bima kepada wartawan, Minggu (9/7).

Dari jumlah yang telah terverifikasi, sambung dia, 414 pendaftar sesuai sedangkan 155 tidak sesuai, atau tidak ditemukan nama yang bersangkutan di alamat domisili.

“Ini tentu masih akan kita lanjutkan sampai hari terakhir, karena kita undur sampai Selasa (11/7). Jadi masih ada 2 hari ke depan untuk melanjutkan,” jelasnya.

Bima menegaskan bahwa nama-nama pendaftar yang terbukti tidak ditemukan namanya di lapangan, maka akan didiskualifikasi.

“Nama itu akan dikeluarkan dari pendaftaran PPDB. Otomatis nama yang di bawahnya akan naik ke atas. Dan akan kita umumkan untuk SMP pada hari Selasa (11/7),” katanya.

Sementara untuk SMA, sambungnya, semua laporan yang terkait indikasi kecurangan akan langsung diteruskan kepada KCD. “Nanti data-datanya semua akan kami sampaikan. Dan tentunya berdasarkan aturan merupakan kewenangan dari provinsi untuk memutuskan seperti apa,” jelasnya.

Bima menegaskan, apabila pendaftar bermasalah tersebut diterima di sekolah tertentu, maka nama-nama yang dicurigai bermasalah akan ditindaklanjuti oleh tim, untuk kemudian didiskualifikasi.

“Setelah itu, mereka didiskualifikasi silahkan mendaftar ke swasta,” tegasnya.

Selain itu, kata Bima, Inspektorat telah ditugaskan untuk menelusuri apabila ada malpraktik di dinas maupun wilayah. “Inspektorat akan terus menelusuri, akan terus melakukan pemeriksaan secars khusus. Apabila kemudian ada yang tidak bertanggungjawab, tentu akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Bima mencontohkan, di SMPN 1 Bogor ada 32 persen pendaftar yang bermasalah. Kemudian SMPN 2 sebanyak 9 persen, SMPN 3 ada 1 persen, SMPN 4 sebesar 15 persen, dan SMPN 5 ada di 14 persen.

“Jadi semakin SMP itu dipersepsikan favorit, maka angka dugaan angka pelanggarannya semakin tinggi. Jumlah pendaftar SMPN 1 sebanyak 490, kuota zonasi 141, yang terindikasi bermasalah sekitar 157. Itu kan angka yang sangat tinggi. Ada 32 persen,” paparnya.

“Repot kita ini kalau tahun ke tahun perjuangannya hanya mencari lokasi, bukan untuk prestasi,” tambahnya.

Bima juga menegaskan bahwa pihaknya akan membenahi permasalahan ini sesuai kewenangan. “Ya sesuai prosedur, mutasi, pindah di Dukcapil. Kita akan membenahi koordinasi antara Disdik dan Dukcapil. Untuk ke depan akan rapi koordinasi antara Disdik dan Dukcapil. Kami akan usulkan secara resmi Presiden dan Menteri Pendidikan untuk mengevaluasi total sistem zonasi ini. Saya akan sampaikan di Forum Rakernas APEKSI,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Bima, dalam kasus dugaan kecurangan PPDB sistem zonasi, digunakan berbagai modus. Pertama, terdapat KK yang anggota keluarganya tak tahu ada nama masuk. Kedua, KK diterbitkan kurang dari 1 tanun, dan ketiga alamat tidak ditemukan.

Sementara itu, Kepala KCD Pendidikan Jawa Barat Wilayah II, Asep Sudarsono mengaku pihaknya telah menerima sebanyak 17 laporan mengenai dugaan kecurangan PPDB SMA sistem zonasi. “Kami akan cek ke sekolah, karena kalau data kita kan berbasis IT ya, kita cek karena mereka mengupload data, pengumuman juga berbasis data. Nanti kita cek keaslian data mereka ketika masuk (SMA), kalau melanggar aturan ya dicoret langsung,” ucapnya.

Pengecekan, kata dia, akan dilakukan saat masuk sekolah. Sebab, akan terdeteksi bila ada siswa yang sesudah masuk mengubah data.

“Misalkan ada laporan si A diduga melanggar, kita akan cek, jangan sampai cuma kata orang lalu mereka kita diskualifikasi, kan gitu. Kita kumpulkan data, kita cek keasliannya, kalau ternyata ini palsu, ya sudah kita coret. Karena kan pas pertama daftar ada surat tanggungjawab mutlak, bahwa apa yang diberikan datanya benar. Jadi kita cek kebenaran laporan itu ketika siswa daftar ulang,” ucapnya.

Sebenarnya, kata dia, pada 2019 KCD telah menerima laporan mengenai adanya kecurangan zonasi. Bahkan, ada kepala sekolah yang diberhentikan, dan itu terjadi di Bekasi.

** Fredy Kristianto

Sempat Berjalan Tanpa Busana, Petugas Gabungan Evakuasi ODGJ ke RS Marzoeki Mahdi

0

Parung l Jurnal Bogor

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor bersama petugas gabungan, mengevakuasi orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) yang sempat heboh berjalan tanpa busana di jalan raya Parung.

“Sudah dievakuasi dibantu petugas puskesmas, pendamping ODGJ sampai IPSM Desa Parung,” kata Camat Parung Adi Henryana kepada wartawan, Minggu (8/7/2023).

Ia menjelaskan ODGJ tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, dan pihaknya memastikan evakuasi berjalan lancar.

“Petugas yang mengevakuasi langsung ada pendamping ODGJ, supaya bisa cepat dilakukan tindakan evakuasi,” ucapnya.

Setelah dievakuasi pasien ODGJ tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Kota Bogor.

“Petugas gabungan langsung membawa pasien ke RS Marzoeki Mahdi untuk segera diberikan tindakan penanganan,” jelasnya.

Sebelumnya aksi pasien ODGJ sempat membuat heboh wilayah Parung, karena sempat keliling pasar hanya menggunakan celana dalam, bahkan di jalan raya sampai tanpa busana dengan berada di tengah jalan.

** Arip Ekon