32.1 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 588

Lagi, Kades Keluhkan Keterlambatan BHPRD

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Keterlambatan anggaran Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPR) yang sampai hari ini tak kunjung ada tanda-tanda pencairan, turut disuarakan Kepala Desa Wargajaya, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Ooy Tamami. Menurutnya, keterlambatan anggaran BHPRD menghambat pembangunan desa dan gaji perangkat desa.

“Dana BHPRD untuk Tahun 2023 ini, sampai hari ini tak kunjung ada hilal untuk pencairan. Kami sendiri tidak mengetahui apa yang menjadi kendala pencairan anggaran tersebut,” ungkap Ooy Tamami yang juga sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Sukamakmur kepada Jurnal Bogor, Jumat (9/6/23).

Ooy menyebut, dampak dari keterlambatan anggaran BHPRD ialah membuat proses pembangunan lamban dan tidak maksimal. Sehingga program yang sudah dirancang harus tersendat karena ketiadaan anggaran.

Bukan hanya Desa Wargajaya, dampak keterlambatan anggaran ini juga dirasakan oleh desa lain yang kerepotan akan keuangan. Karena pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan seperti biasanya. Dirinya sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Sukamakmur, mewakili suara desa lain meminta kepada Pemda Bogor untuk segera mencairkan anggaran BHPRD yang merupakan operasional desa.

“Soal apa yang menjadi kendala kami tidak tahu, tapi apapun itu kami hanya minta kebijakan agar pemda tahu bahwa saat ini desa morat-marit keuangan dan kerepotan menutup anggaran agar pelayanan kepada masyarakat selalu berjalan,” tandasnya

“Semoga jangan sampai lewat bulan 6 ini, bisa-bisa desa tiarap dan kades banyak untuk menutup operasional, ” sambungnya.

Sementara, Usman salah satu kader mengatakan dengan keterlambatan anggaran BHPRD mungkin bukan hanya kepala desa yang mengeluh melainkan perangkat juga lembaga, karena dana itu dipakai pemberian honor dan insentif dari anggaran tersebut.

” Ya, kami sih berharap secepatnya anggaran diturunkan, walaupun mungkin menurut mereka yang ada di atas 100 per bulan itu kecil, tapi buat kami itu besar dan kami nantikan. Jadi, jangan jadi kader ya, kami gak akan kuat cukup aku saja,” candanya.

** Nay Nur’ain

Tergerus Sungai Cipamingkis, Achmad Fathoni Minta Pemda Komunikasi dengan Pusat

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Terjadinya gerusan tanah atau abrasi yang terjadi di Kp Balukbuk, Desa Sukamakmur, Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang diakibatkan oleh terjangan air dari Sungai Cipamingkis membuat warga semakin resah. Pasalnya, dari hari ke hari jarak abrasi semakin dekat dengan kediaman warga sekitar.

Achmad Fathoni

Mendapati adanya kekhawatiran warga tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mengatakan kejadian gerusan di Sungai Cipamingkis sebenarnya sudah lama terjadi dan sudah juga berkali-kali dilaporkan.

“Setahu saya ini adalah kewenangan dari BBWS Pusat untuk menjaga dan memonitoring badan sungai,” kata Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Minggu (11/6/23).

Menurut Fathoni pihak BBWS juga sudah pernah turun ke lokasi abrasi tersebut, namun jika sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya memang perlu untuk dipertanyakan kembali. Jangan sampai kejadian seperti di Jonggol pada waktu lalu. Dirinya berharap, pemerintah pusat untuk segera menindaklanjuti dengan penanganan langsung, jangan sampai terjadi korban.

“Dan saya minta Pemda Kabupaten Bogor melalui BPBD dan dinas terkait untuk mendorong dan mendesak kepada pemerintah pusat untuk segera turun. Tentunya perlu koordinasi dan pendampingan yang intens,” jelas politisi PKS tersebut.

Sementara, salah satu warga sekitar, Aher (40) mengaku dirinya khawatir mengingat jarak dari lokasi gerusan semakin mendekati kediaman warga.

“Kami khawatir, karena kondisi ini sudah lama, dan jika dibiarkan terlalu lama lagi bisa saja hal yang mengerikan terjadi. Apalagi disini banyak rumah warga, pesantren dan mushola,” ungkap Aher.

Memang sudah pernah ada dari petugas yang melihat lokasi, sambung Aher, tapi sampai saat ini belum ada tindakan yang berarti dan seolah dibiarkan. Padahal jika dibuat penanganan sementara dengan pasangan bronjong mungkin bisa sedikit menahan debit air yang kita tidak pernah bisa menebak kedatangannya.

“Berharap Pemda Bogor maupun pemerintah pusat untuk sesegera mungkin menangani persoalan dan kekhawatiran kami ini, tolong segera ambil tindakan,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Ikan Banyak yang Mati, Disinyalir Biangkeladi dari Limbah Emas Tong Ilegal

0

Setelah Lebaran Kali Cikaniki Terlihat Kotor, Namun Warga Terpaksa Gunakan Air tak Layak

Nanggung l Jurnal Bogor

Daerah aliran sungai (Das) kali Cikaniki diKecamatan Nanggung  kembali di gegerkan banyaknya ikan yang mati mendadak pada Jumat (9/6) lalu. Banyaknya ikan mati mendadak itu bukan tanpa sebab, Ketua APDESI Kecamatan Nanggung Jani Nurzaman menduga akibat adanya aktivitas pengolahan emas di tong secara ilegal yang sengaja membuang  limbah langsung ke sungai.

“Disinyalir ikan yang mati itu akibat  pembuangan limbah dari tong emas ilegal. Namun kami belum pastikan dari titik lokasi mana limbah emas tong itu berasal,” kata Jani, Minggu (11/6/2023).

Jani menyebut kejadian serupa ini bukan pertama kali terjadi. Akan tetapi banyaknya ikan yang mati itu, biasanya dampak dari limbah emas tong tersebut. Jani Nurzaman, sambil memperlihatkan ikan sapu sapu yang telah mati dari kali Cikaniki itu, menurutnya ikan sapu sapu cukup kuat bertahan lama.

“Maka itu, banyaknya ikan yang mati mendadak tidak mungkin dari limbah lain. Disinyalir penyebabnya dari pengolahan tong emas illegal,” ujarnya.

Jani Nurzaman yang merupakan Kepala Desa Kalongliud mengakui di sepanjang aliran sungai kali Cikaniki warganya paling dominan menggunakan air tersebut. “Dari semua desa, warga kami  paling banyak yang menggunakan air Cikaniki,” ujarnya.

Kondisi ini dikeluhkan warga yang berasal dari  Kampung Babakanliud  RT 02 RW 10 Aam, Enas dan Masriani. Dimana ketiga warga ditemui disaat sedang mencuci pakaian di Kali Cikaniki di  Desa Kalongliud. “Meski tak layak, kami terpaksa menggunakan air ini,” kata Enas.

Menurutnya, keruhnya kali Cikani sudah  berlangsung cukup lama.  Setelah lebaran  kali Cikaniki itu sering kotor. ” Selain kotor bukan pertama kali dikali ini ikan banyak yang mati.”

“Apalagi sekarang ini mulai musim kemarau, tidak ada pilihan lain warga pun terpaksa menggunakan air tak layak itu.” ujar Masriani menimpali.

Saluran kali Cikaniki bukan hanya digunakan mandi atau mencuci saja, dalam keadaan terpaksa air keruh ini kadang digunakan untuk mencuci beras. Biasanya aliran Cikaniki terlihat kotor itu terlihat sekitar pukul  07.00  pagi, namun mulai terlihat tidak begitu  kotor itu sekitar jelang sore sekitar pukul 14.00

Warga meminta pemerintah lebih serius dalam menangani permasalahan kali cikaniki belakangan ini sering terlihat kotor.

“Warga banyak sekali yang menggunakan air itu, jadi kami harap air Cikaniki biar jernih seperti sedia kala,” harapnya.

** Arip Ekon

Pasangan Kajari / Agus Altaf Terus Melaju, Dokter Nurhakim dan Camat Acep Gugur Tragis

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Hingga hari kedua Turnamen Tenis Piala Ktenzpo ke 3 tahun 2023, sebanyak 8 pasangan tenis ganda putra memastikan lolos kebabak 8 besar.

Turnamen Ktenzpo Cup ke -3 tahun 2023 diikuti 20 pasangan ganda yang dilangsungkan di Lapangan Tenis Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor sejak tanggal 10 Juni 2023.

Pasangan Kajari / Agus Altaf terus melaju dan memastikan satu tempat pada babak 8 besar dalam event tenis yang dilangsungkan sebagai rangkaian Hari Jadi Bogor ( HJB) ke 541 tahun 2023

Pada pertandingan pertama, pasangan Kajari / Agus Altaf mampu menumbangkan pasangan Omay Komara/ Rudi Unhan dengan skor 7-3.

Sedangkan pada laga keduanya, pasangan Kajari/ Agus Altaf mampu mengalahkan pasangan Anto Kaos/ Syharul dengan skor 7-1.

Setelah sukses memenangkan dua laga perdana, pasangan Kajari/ Agus Altaf menumbangkan pasangan Adnan / Paryono dengan skor 7-1 pada laga ketiganya.

Laju pasangan Kajari / Agus Altaf belum ada yang bisa menghentikan saat memenangkan laga keempatnya ketika menyisihkan pasangan Giyono / Alex.

Kejutan besar terjadi pada dokter Nurhakim dan Acep Sajidin.

Kedua petenis yang tiap hari berlatih keras sejak satu tahun lalu menghadapi event ini ternyata gugur secara tragis pada babak babak awal dan tak bisa memastikan tiketnya kebabak 8 besar.

” Kendala cuaca jadi beban dalam event kali ini. Panasnya minta ampun dan saya cepat lelah dan haus,” ujar dokter Nurhakim

Sementara itu, Acep Sajidin ( Camat Megamemdung) mengaku tampil dibawah Performance terbaiknya karena sebagai strategi menghadapi event Kajari Cup dalam waktu dekat.

” Saya sengaja tidak mengeluarkan kemampuan terbaik saya pada Ktenzpo Cup. Karena target saya pada event Kajari Cup 2023,” tegas Acep Sajidin.( asep syahmid)

Daftar Pasangan yang Lolos Babak 8 Besar Ktenzpo Cup 2023.

  1. Kajari / Agus Altaf
  2. Soleh / Hamdani
  3. Mursidin/ Sumaryono
    4 Bulo / Sugiri
  4. Susmono Akung / Arok
  5. Jarkasih / Asep Jr
  6. Dursima / Santoso
  7. Omay Komara / Rudi Unhan.

Siap Hadapi Elnino Wujud Nyata Petani Muda Anggota Negara ASEAN Jaga Ketahanan Pangan Dunia

0

Padang | Jurnal Bogor

Ancaman El Nino yang bisa mengganggu pertanian, disikapi oleh petani Indonesia dan ASEAN. Dalam kegiatan Temu Petani ASEAN, para petani menyatakan siap menjaga pangan dari ancaman El Nino.

Temu Petani ASEAN Asean Dialogue Patners Exchange Farmer Visit 2023 adalah bagian dari kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Padang, Sumatera Barat. Pesertanya adalah petani Milenial dari negara anggota ASEAN.

Kegiatan ini beragendakan Sharing Session dan Dialog Antar Delegasi ASEAN, Minggu (11/6/2023), di Mercure Hotel Padang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan ancaman krisis pangan harus disikapi serius.

“Karena ancaman ini bersifat global. Terjadi pada setiap negara. Oleh sebab itu, kerjasama antar negara harus diperkuat. Dan melalui PENAS, petani harus menyiapkan strategi sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, berharap kegiatan ini menjadi ajang bertukar informasi.

“Dari kegiatan ini diharapkan ada dialog antar petani dari negara ASEAN untuk bertukar pengalaman, informasi tentang pertanian. Sehingga kita bisa mendapatkan strategi yang tepat untuk mengamankan pangan dan menghadapi El Nino,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Kepala BPPSDMP memberikan apresiasi pada para delegasi.

“Terima kasih atas kerjasama yang sudah terjalin dan kemitraan antar negara ASEAN, dan negara mitra, Jepang dan Amerika,” ujarnya.

Dijelaskannya, para delegasi ini juga Dibawa ke Penas untuk menunjukan keberagaman Indonesia yang sebagian rakyatnya bergerak disektor pertanian.

“Dan sektor pertanian itu yang menjadi bantalan ekonomi selama masa pandemi,” urainya.

Dedi menambahkan, kemitraan antar negara ASEAN penting dalam menghadapi tantangan pertanian pasca pandemi, tantangan dampak perang ukrania rusia dan yang paling utama antisipasi krisis pangan global.

“Kita berharap para delegasi dapat membuat kerjasama antar negara ASEAN dan negara mitra dapat terjalin lebih erat dan dapat mengambil hal baik yang ada di Indonesia. Selamat berwisata melihat keindahan alam Sumatera Barat dan melihat kearifan lokal yang ada disini,” katanya.

Sedangkan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Muhammad Amin melaporkan, kegiatan ini diikuti 26 peserta asal negara-negara ASEAN.

Yaitu Indonesia 12 peserta, Malaysia 2 peserta, Thailand 4 peserta, dan Filipina 2 peserta.

“Selain itu, ada juga Jepang sebagai negara mitra dengan 4 peserta, dan perwakilan Kedutaan Amerika dengan 2 peserta,” katanya.

Pada kegiatan field trip yang dilakukan 12 Juni, peserta diajak ke Solok untuk mengunjungi Peternakan Sirukam, kemudian ke Tanah Datar untuk mengunjungi Pertanian Salibu, serta berkunjung ke Istana Pagaruyung.

Sementara pada 13 Juni, Field Trip dilanjutkan ke Aufa Hakim Keripik Singkong.

“Malam harinya, Delegasi Temu Petani ASEAN dijamu makan malam bersama Gubernur Sumatera Barat, sekaligus menutup Agenda Temu Petani Asean,” terangnya.

** ppmkp

Bulatkan Tekad Antisipasi Perubahan Iklim dan Krisis Pangan, Duta Petani Milenial – Duta Petani Andalan (DPM – DPA) Gelar Temu Profesi

0

Padang | Jurnal Bogor

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BPPSDMP) melalui Pusat Pendidikan Pertanian, bersama Badan Pengurus Harian Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan menyelenggarakan Temu Profesi DPM/DPA di Aula Bagindo Aziz Chan, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/6/2023).

Dedi Nursyamsi

Temu Profesi DPM/DPA ini merupakan bagian dari Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Padang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap DPM dan DPA dapat menjadi bagian dari regenerasi petani, dan mampu untuk mengantisipasi perubahan iklim dan krisis pangan global.

“Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan adalah masa depan pertanian bangsa ini. Oleh sebab itu, lewat kegiatan ini kita berharap ada usulan untuk memajukan lagi sektor pertanian. Khususnya mengantisipasi perubahan iklim dan krisis pangan global,” sebut Syahrul.

Mentan Syahrul melanjutkan, dunia akan dihadapkan pada ancaman krisis pangan global, di mana 30 persen produktivitas pertanian diprediksi akan terus menurun.

“Oleh karenanya harus ada gagasan-gagasan, terobosan-terobosan seperti tiap kabupaten harus dapat menjadi lumbung pangan dan juga lebih mendorong penggunaan pupuk organik,” tutur Syahrul.

Ia juga mengimbau petani memanfaatkan fasilitas permodalan seperti KUR.

“Satu hal lainnya adalah pemanfaatan KUR (Kredit Usaha Rakyat) sektor pertanian untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis pertanian,” ucap Mentan Syahrul.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Masa depan pembangunan pertanian ada di tangan kalian, sepuluh tahun kedepan kalian lah yang mengambil bagian dari proses regenerasi petani, untuk itu kalian harus bersiap untuk menerima tongkat estafet” sebut Dedi.

“Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan kita harapkan bisa menularkan inspirasi tentang pengelolaan pertanian di masa depan. Dan Temu Profesi ini adalah ajang tepat untuk sharing bagaimana menjadi petani dan pebisnis yang tangguh,” ujar Dedi.

Sementara itu Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan acara Temu Profesi DPM/DPA berlangsung dua hari

“Acara Temu Profesi akan berlangsung selama dua hari, hingga Minggu (11/6/2023). Kita pun menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten,” paparnya.

Pada hari pertama, narasumber antara lain Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Bupati Maros Chaidir Syam.

Pada hari kedua, narasumber yang dihadirkan adalah Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dan Rektor IPB University Arif Satria.

“Selain itu, narasumber lainnya pada hari kedua antara lain BUMD Pelalawan PD Tuah Sekato, dan perwakilan Bayer Indonesia,” tuturnya.

** ppmkp

Islam Phobia Masih ada di Tanah Air Kita Indonesia

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Apa isi pesan yang diposting dan telah viral di medsos oleh seorang yang berpeci hitam, bergaya ustadz, yang menarasikan sejumlah siswa SMA terpapar sikap intoleran dan radikal. Ya itulah kerjaan agen- agen zionis di Indonesia. Kluster masyarakat ini, apa yang kita sebut golongan Islam phobia yang munafik.

Ya, beginilah dampak PDIP mengalami kemenang 2 kali dalam Pemilu, juga memenangkan pilpres.

Umat Islam Indonesia, digoda, diobok-diobok ajarannya dengan paham bergerak bandulnya ke arah sekularisme, ateisme/komunisme, dengan cara membangun opini “alergi, phobia dan bahkan anti agama Islam.

Sore tadi saya ikut rapat Dewan Pakar ICMI Pusat, berdasarkan sharing info dan ide, semakin tampak gejala Islam phobia tersebut. Misalnya ada tindakan birokrasi seperti Kemenag RI memarginalkan MUI Pusat, Kemendikbud RI pernah ada rencana mengganti 3 UU pendidikan, dengan 1 UU Sisdiknas omnibuslaw dimana prasa agama hilang dll (baca artikel saya Kritik terhadap RUU Sisdiknas, tahun 2022 ybl).

RUU tentang HIP yang ditolak umat dan gagal ditetapkan menjadi UU HIP, dimana sila pertama bukan lagi Ketuhanan Yang Maha Esa, tetapi berubah Ketuhanan yang Berkebudayaan, dan banyak lagi misal pidato-pidato Yml bapak Presiden Jokowi melarang politik identitas di dalam Pilpres dan Pileg tahun 2024 mendatang, ini jelas sasaran bidiknya ke partai-partai yang berindentitas Islam.

Walaupun kita paham hampir sejumlah negara di dunia, termasuk negara maju seperti Inggris, Belanda, Israel dan USA sekalipun ada parpol yang berbasis ideologi agama tertentu seperti misalnya Parpol Kristen, Parpol Yahudi dll.

Ingat Indonesia tidak mengenal praktik memisahkan agama dan negara (sekularisme). Meminjam istilah Menkopolhumkam RI bapak Prof Mahfud MD, bahwa NKRI adalah negara sosial relegius. Baca pembukaan UUD 1945 pada alinea kedua bahwa kemerdekaan Indonesia dicapai atas berkat dan rahmat dari Allah SWT.

Akan tetapi saat ini parpol-parpol yang bersimbol Islam sudah berhasil mereka kuasai, sebut saja misalnya PPP, PKB dan PAN. Kekhawatiran berlebihan terhadap kampanye berbau keagamaan, mengutip ayat-ayat Al Quran dalam aktivitas kampanye pesta demokrasi Pemilu tahun 2024 Pilpres, akan tidak ada (sirna).

Begitu pun banyolan-banyolan, ledekan  Ketum PDIP beredar viral di medsos tampak ekspresi meremehkan dan merendahkan agama Islam seperti pengajian ibu-ibu (emak-emak) muslimah yang menyebabkan anak balita tumbuh pendek dan abnormal (stunting), juga ibu Ketum ini berucap secara sadar bahwa beliau tidak percaya ada kehidupan hari akhirat dll.

Yang barangtentu cukup mengagetkan dan mengecewakan kita umat Islam Indonesia, beliau tokoh panutan the ruling party saat ini, yang ucapannya akan digugu dan ditiru oleh para pengikutnya (followers).

Belum lagi yang amat mengusik pikiran, menusuk hati dan perasaan kita, atas pernyataan Menag RI Yth bapak Staqup bahwa “azan subuh di masjid seperti gonggongan anjing,”, Menag Staquf dengan SK Menagnya bermaksud membatasi penggunaan pengeras suara di masjid-masjid. Soal dan isu ini mencuat, akhirnya menimbulkan protes dan perlawanan keras terhadap Staquf, antara perlawanan keras datang dari Ketua Lembaga Adat Minangkabau Sumbar bapak Dr Syahrur, postingan viral di medsos.

Memang betul-betul edan rezim zaman now, tindakannya banyak diluar nalar sehat. Mereka menampakan sikap Islam phobianya sedemikian terang. Walaupun sebenarnya masyarakat dan negara Amerika sudah mencabut UU Islamic phobia, tetapi di NKRI yang berdasarkan sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa (bertauhid) ini, justru mengembangkan dan ada kecenderungan memunculkan sikap anti dan alergi terhadap agama (islamic phobia).

Belum lupa dalam ingatan kita, dimana Yml bpk Presiden RI “melarang” kegiatan berbuka puasa di kantor-kantor Pemerintahan. Ini salah satu faktanya, padahal buka shaum itu biaya tak seberapa untuk tetapnya terjalin silaturrahmi untuk menciptakan rasa persatuan-kesatuan antar sesama warga bangsa, persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah).

Terakhir bpk Jokowi bersikap tidak netral dalam Pemilu Pilpres dengan berbuat “cawe-cawe”. Padahal beliau statusnya Presiden RI sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara, bukan petugas partai, sebuah ungkapan yang merendahkan martabat Presiden RI.

Selaku negarawan sejati, bpk Jokowi harus bersiap siaga menjadi penengah (wasit) seandainya terjadi konflik (chaos) antar elite politik dan pimpinan Parpol peserta Pemilu. Ingat peristiwa Dekrit Presiden RI pertama Ir.H.Soekarno, pada tanggal 5 Juli 1959 untuk kembali ke UUD 1945 yang bernapaskan Piagam Jakarta. Ini sebagai suatu bahan pelajaran (lesson learned) bagi warga bangsa Indonesia yang majemuk.

Mereka sedang bekerja mesin politik Islam phobia di birokrasi pemerintahan seperti Lembaga Kepresidenan, Kementerian Negara, DPR RI, MK dll, jika kita melihat dan menganalisa dari perpektif konstusi pasal2 UUD 1945 banyak bias, menyimpang dan kelihatan bertentangan.

Terakhir ini sebut saja sejumlah regulasi yang lahir dan diputuskan sebagai produk hukum sepeti UU Cipnaker. UU Minerba, UU IKN, UU Pemilu dan UU KPK ada kesan dan pesan pro oligarky dan pro koruptor.

Sekarang yang menghebohkan dan memuai banyak protes yaitu terbitnya PP 26 tahun 2023 tentang Pengelolaan Sedimentasi Laut, dimana Pemerintah membuka kembali perizinan usaha pertambangan dan ekspor pasir laut, yang sebelumnya dilarang karena merusak ekosistem perairan laut dan pulau-pulau kecil dan merugikan masyarakat nelayan setempat.

Saat ini satu dasa warsa terakhir arah reformasi berputar balik kebelakang, ibaratnya “jarum jamnya bukannya maju ke depan, akan tetapi diputar mundur” seperti era Orba dulu.

Misalnya nasib pelaksanasn otonomi daerah (Otda) tidak jalan, regulasi dan kebijakan pembangunan yang tadi desentralisasi (otonomi daerah) sekarang ditarik mundur, kembali ke kebijakan sentralisasi. Hal ini terbuktinya sedemikian banyaknya terbitnya Perpu, PP, Kepres dan Kepmen/Permen yang mengatur urusan Pemerintahan kini berada dalam genggaman dan hegemoni Pemerintahan Pusat. Pemda-pemda (pemkab dan Pemkot) diperdaya, banyak dicabut kewenangannya, terutama soal bisnis dan investasi.

Saya mengetahui permasalahan mandeknya pelaksanaan otda tersebut dari hasil seminar hibrit/webinar Majelis Kajian Otda MPP ICMI thn 2022 di Balaikota Bogor, yang dipimpin bpk.Dr.Sudirman Said. Dalam seminar nasional Otda tersebut Ketua Umum Apkasi, bpk.Dr.Bima Arya Sugiarto membeberkan dalam materi presentasimya soal surutnya implementasi Otda di Indonesia, disertai fakta-faktanya terutama dalam perizinan investasi pemanfaatan sumberdaya alam seperti pertambangan, perikanan, perkebunan, kehutanan, industri dan perdagangan, dll.

Jadi, tidak heran banyak yang berpendapat bahwa agenda reformasi kini dalam keadaan mandek dan mangkrak, alias tidak jalan. Kita berharap, dan harus optimis ke depan, pada Pilpres 2024, sukses menghasilkan pemimpin baru yang visioner, berkarakter ilmuwan, berakhlaq mulia dan tidak dibawa kendali oligarky jika membuat keputusannya.

Kondisi demikian bisa terjadi apabila ada pergeseran parpol pemenang Pemilu 2024 baik pilpres dan pileg dari yang lama PDIP ke Parpol koalisi yang baru.

Jika tidak gerakan Islam phobia di Indonesia akan tetap semakin mendapat tempat untuk berkreasi dan berkembang biak, yang memarginalkan gerakan dakwah Islamiyah dan gerakan moral lainnya sejalan dengan falsafah dan ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945 agar dijalankan secara murni, konsisten dan konsekwen.

Pancasila bukan hanya slogan, retorika, jargon-jargon, akan tetapi nilai dan norma Pancasila dipraktikan dalam keseharian berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bermegara. Para pemimpinnya memberi tauladan dalam berucap dan berperilaku, bebas dari perbuatan jahat korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), tidak gila tahta, harta dan wanita, bebas dari penyakit 3 Ta yang sesat dan menyesatkan itu.

Semoga kaum terpelajar muslim Indonesia semakin cerdas melihat perkembangan gerakan Islam phobia di tanah air.

Syukron.barakallah.
Wasaalam.

Penulis:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si (AA)
(Kawanhat ICMI Orwilsus Bogor)

EFSOD Reborn Gelar Festival Sepakbola Piala Wakil Walikota Cup 2023

0

Gairah sepakbola di Kota dan Kabupaten Bogor saat ini kian menunjukan tensi yang positif dengan banyaknya event festival sepakbola usia dini.

Event Festival Soccer One Day ( EFSOD) Reborn salah satu event management sepakbola ternama di Jabodetabek akan kembali menggebrak dengan menggelar festival sepakbola Piala Wakil Walikota Bogor 2023.

Rencananya, EFSOD Reborn yang dinahkodai duet Owner EFSOD Reborn yakni Arik SB dan Gautama Bayu eks Manager RANS U-18 akan menggelar event Piala Wakil Walikota Bogor Cup 2023 pada tanggal 23 Juli 2023 di Stadion Padjajaran, Kota Bogor.

” Insya Allah pada pekan ini kami akan melakukan Audiensi dengan Pak Wakil Walikota Bogor,” ujar Gautama Bayu, Minggu, 11 Juni 2023.

Bayu menambahkan, event Piala Wakil Walikota Bogor ini akan diikuti peserta dari Jabodetabek dan akan banyak tim yang sudah punya nama besar ambil bagian dalam event kali ini.

Lebih lanjut, tambah Bayu, pendaftaran sudah dimulai sejak 25 Mei sampai 15 Juni 2033.

” Para juara dalam event kali ini akan mendapatkan Trophy, Uang Pembinaan dan Sertfikat,” tegas Bayu.

Sementara itu, Ariek SB yang dikenal dengan julukan agen dua alam mengatakan dan juga salah satu owner dari EFSOD Reborn mengatakan, pihaknya hanya akan menggelar untuk dua KU pada Piala Wakil Walikota Bogor 2023 kali ini.

Dua KU yang akan digelar EFSOD Reborn adalah KU 9 dan KU 11 tahun.

” Kami akan kembali menggetarkan aura positif kancah sepakbola di Kota dan Kabupaten Bogor,” tegas Ariek SB yang sempat malang melintang sebagai penjaga gawang beberapa klub sepakbola era Divisi Utama dan ISL. ( asep syahmid)

Siaga Pratama Bambu Kuning Terus Gali Talenta Potensi Usia Dini

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Siaga Pratama Bambu Kuning adalah salah satu klub sepakbola anggota PSSI Askab Bogor yang sudah berusia 25 tahun.

Selama ini, Siaga Pratama Bambu Kuning melakukan aktifitas latihan di salah satu lapangan sepakbola yang ada di Kawasan Kecamatan Bojong Gede.

Tim yang dikenal dengan jersey Hijau Kuning ini selalu menghasilkan para pemain potensial tiap tahunnya dan kerap masuk dalam skuad Tim Porda Kabupaten Bogor, Persikabo ataupun masuk pada beberapa klub Liga di tanah air.

Ketua Umum Siaga Pratama Bambung Kuning, Deni Chaeroel mengatakan, semua pengurus dan jajaran pelatih yang ada di klubnya selalu Kompak dan bersinergi dalam melaksanakan program latihan dan mengikuti banyak event.

” Saat ini kami juga membina para pemain dari berbagai kelompok usia,” tegas Deni, Minggu, 11 Juni 2023.

Ia menambahkan, sangat optimis dengan keseriusan dan kekompakan semua elemen yang ada di Siaga Pratama Bambu Kuning nantinya akan banyak melahirkan para pemain potensial dari klubnya.

” Saar ini kami terus berproses dengan latihan yang fokus . Insya Allah proses yang kami lakukan ini akan membuahkan hasil yang optimal,” pungkasnya. ( asep syahmid)

Susunan Pengurus Siaga Pratama Bambu Kuning
Ketua umum ; Denni c
Chaeroel
Wakil Ketua 1 : M. Agung w
Wirasutisna

Wakil Ketua 2 : Daniel
Sekretaris : Andi siaan
Bendahara : Atik

Kepala sekolah Sepak Bola Siaga Pratama Bambu Kuning : Iwan Diego
Wakil Kepala sekolah : Iwan Ridho

Pelatih kepala : Nanan.
Wanda
Pelatih Usia 13 ; Wanda
Pelatih Usia 12 : Nanan
Pelatih Usia 11. : Ridwan
Pelatih Usia 9 : Resa
Pelatih Kiper : Dimas

Cibinong Raya Sabet Gelar Juara Siaga Pratama Anniversary Ke-25

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Skuad Cibinong Raya ( Ciray) berhasil menorehkan gelar juara pada festival sepakbola Siaga Pratama Bambu Kuning Anniversary ke-25 yang berlangsung di Lapangan PASI ( Pakansari Luar), Cibinong, Sabtu, 10 Juni 2023.

Ciray menobatkan dirinya sebagai Kampiun dalam event yang digelar oleh Twins Management untuk kategori KU kelahiran 2013.

Posisi Kedua pada event yang sama ditempati SSB Kabomania. Sedangkan, pososi ketiga ditempati oleh Annisa Pratama.

Untuk kategori usia kelahiran 2011, skuad Jakarta Academy Soccer berhasil menjadi yang terbaik dan keluar sebagai Kampiun untuk kelahiran tahun 2011.

Posisi kedua ditempati Persibotim Klapanunggal dan posisi ketiga diraih Annisa Pratama.

Erwin Kadarusman selaku Ketua Twins Managament mengatakan, pelaksanaan Festival Sepakbola Siaga Pratama Bambu Kuning Anniversary ke 25 ini berlangsung dari tanggal 10 sampai 11 Juni 2023 .
” Kurang lehih sekitar 46 SSB yang ada di Jabodetabek dari empat kelompok umur pada festival yang dilakukan Twins Management dalam rangka Anniversary ke 25 SSB Siaga Pratama Bambu Kuning,” tegas Erwin Kadarusman.

Secara keseluruhan, kata Erwin, event ini telah berlangsung dengan sukses dan ia ucapkan selamat kepada para juara dari semua kelompok umur.

Disamping itu, tambah Erwin, sangat bangga dengan kebersamaan semua jajaran panitia dari Twins Management yang telah kerja keras mensukseskan semua pelakanaan event kali ini.( asep syahmid)