27.5 C
Bogor
Wednesday, July 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 587

Salah Asumsi Silpa, Ketua Dewan Sebut Pemkot tak Cermat

0

jurnalinspirasi.co.id- Melesetnya asumsi Silpa pada penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana melakukan pergeseran anggaran lantaran adanya defisit sebesar Rp147 miliar.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menilai bahwa adanya selisih Silpa dalam penyusunan APBD 2023 dengan LHP BPK menunjukan adanya ketidakcermatan Pemkot Bogor terutama dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

“Seharusnya sudah bisa terbaca saat penyusunan APBD 2023, karena penetapan Rancangan APBD (RAPBD) telah dilaksanakan pada November 2023,” ujar Atang kepada wartawan, Selasa (11/7).

Dengan demikian, sambung Atang, seharusnya TAPD bisa membaca proyeksi serapan anggaran dari total belanja daerah termasuk proyeksi total pendapatan yang akan diterima.

“Kalaupun ada selisih antara Silpa dan LHP BPK harusnya nggak sebesar itu (Rp147 miliar). Bila ada selisih, takkan banyak karena terbaca antara pendapatan dan belanja telah kelihatan. Sebab, saya yakin November 2022 sudah terbaca belanja SKPD. Kalau berupa kontrak kerja kan terlihat dari beberapa bulan sebelumnya,” paparnya.

Atang menegaskan bahwa DPRD mewanti-wanti jangan sampai Pemkot Bogor melakukan perubahan anggaran sebelum ada mekanisme pembahasan APBD Perubahan 2023.

“Karena mengubah anggaran tidak bisa dilakukan sebelum adanya pembahasan. Bila sekarang Pemkot Bogor berupaya mengatur arus kas agar tak terserap semaksimal mungkin, justru menghambat pembangunan yang akan dilaksanakan,” ungkap politisi PKS itu.

Lebih lanjut, Atang menyebut bahwa sebenarnya DPRD mengapresiasi Pemkot Bogor yang berhasil menurunkan Silpa pada 2022 dari Rp330 miliar menjadi Rp160 miliar. Sebab, hal itu relevan dengan pertumbuhan ekonomi 2022.

“Seharusnya momentum keberhasilan itu tak diikuti oleh pencatatan data keuangan yang valid. Sebab, perencanaan berdasarkan data kalau data salah ya, perencanaan takkan sesuai,” imbuhnya.

Ia pun meminta agar hal serupa takkan terjadi kembali di 2024, yang akan berimbas pada tak maksimalnya pembangunan.

“Makanya kami akan panggil TAPD untuk menggelar rapat khusus membahas hal tersebut,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengasumsikan Silpa sebesar Rp275 miliar saat penyusunan APBD 2023. Namun, setelah BPK melakukan audit, rupanya Silpa hanya Rp161 miliar. Sehingga defisit menyentuh Rp113 miliar dan ditambah Silpa Irmak sehingga totalnya mencapai Rp147 miliar.n Fredy Kristianto

Fakhri Akbar Kampiun Kajari Cup KU 14 Tahun

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Petenis andalan Kabupaten Bogor, Fakhri Akbar berhasil menjadi Kampiun Kajari Cup 2023 untuk KU 14 tahun yang dilangsungkan di Lapangan Tenis Pendopo Bupati Bogor, Selasa, 11 Juli 2023,

Dalam partai puncak Kajari Cup 2023 Muhammad Fakhri Akbar mampu menuntaskan perlawanan Raihan Somantri ( Kabupaten Karawang) dengan skor 2-6, 6-4 (11-9) Super Tie Break.

Laga antara Raihan Somantri versus Fakhri Akbar disaksiksan langsung oleh Sri Kuncoro selaku Kajari Kabupaten Bogor, Asnan AP ( Kadispora), Rike Iskandar ( Sekum KONI Kabupaten Bogor dan jajaran pengurus Pelti Kabupaten Bogor.

Sementara untuk KU 14 Putri juara pertama diraih oleh Viera Karisma ( DKI Jakarta) yang menyudahi perlawanan Putri Sakia ( Banten) dengan skor 6 -1, 6-3.

Pada final Putra KU 18 tahun, Arviansyah Galih dari Kabupaten Indramayu menyabet juara pertama setelah mengalahkan wakil Kabupaten Bogor Bagus Sandika Y dengan skor 6-4, 6-1.

Sedangkan pada laga final KU 18 Putri juara pertamanya diraih Joanne Kayla G ( DKI Jakarta) yang mengalahkan Faiza Queena ( Kota Bandung) dengan skor 6-1, 6-2.

” Saya ucapkan selamat kepada para juara turnamen tenis Kajari Cup KU Prestasi atau KU 14 dan KU 18 Putra dan Putri. Terus berlatih dan tetap disiplin dalam segala hal, ” tegas Sri Kuncoro, Selasa, 11 Juli 2023.

Sri Kuncoro selaku Penasehat Pelti Kabupaten Bogor juga mengingatkan agar semua atlet atau para petenis jangan melupakan tugas utamanya yaitu belajar dan belajar demi masa depan.

” Ya berhasil di olahraga tenis lapangan berhasil juga di Pendidikannya,” pungkas Sri Kuncoro.

Sri Kuncoro menambahkan, pihaknya bersama Pelti Kabupaten Bogor akan kembali menggelar event tenis bertajuk Kajari Open dan berlabel Kejurnas untuk KU 10, KU 12, KU 14, KU 16 dan KU 18 serta akan menggelar KU Veteran .

” Insya Allah Kajari Open akan digelar akhir tahun 2023 dan akan lebih banyak lagi petenis nasional yang ambil bagian pada event tersebut,” paparnya. ( asep syahmid)

Kadispora dan Bacalon Ketua KONI Apresiasi Kajari Cup 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor, Asnan AP, menghadiri laga final Turnamen Tenis Kajari Cup 2023, di Lapangan Tenis Pendopo, Selasa (11/7/2023).

Menurutnya, pelaksanaan turnamen tenis ini memiliki berbagai manfaat positif, salah satunya sebagai ajang peningkatan prestasi olahraga, sekaligus bertujuan untuk menjalin silaturahmi sesama atlit tenis.

Asnan memberikan apresiasi atas perhatian Kajari Kabupaten Bogor, Sri Kuncorp.terhadap perkembangan olahraga Tenis di Bumi Tegar Beriman.

Asnan berharap melalui turnamen ini dapat semakin mempererat silaturahmi dengan masyarakat, Pemerintah Daerah, Instansi terkait lainnya dan para komunitas pecinta olahraga tenis.

“Ini program yang bagus, diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi kepada para atlet pecinta olahraga tenis lapangan, serta menjadi sebuah kesempatan baik untuk para peserta menunjukkan kemampuan dan bakat maksimal untuk meraih prestasi yang terbaik,” kata Asnan AP.

Hal senada dikatakan Sekum KONI Kabupaten Bogor, Rieke Iskandar. Pria yang kini berstatus sebagai Bakal Calon (Bacalon) Ketua KONI itu mengapresiasi event Kajari Cup.

“Luar biasa perhatian Kajari terhadap olahraga tenis. Event ini bagus untuk mengasah mental bertanding atlet muda dari Kabupaten Bogor,” kata Rieke Iskandar. ( asep syahmid)

FPTI Kota Bogor Turunkan 17 Climber Potensial

0

Bogor | Jurnal Bogor

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bogor, mengirimkan 17 atletnya, pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur Jawa Barat 2023, yang digelar di Wall Jalak Harupat-Soreang, Kabupaten Bandung, 11 hingga 14 Juli 2023.

Ke 17 atlet yang ikut dalam Kejurprov kali ini di antaranya, M Farel, dan Nagita Febriyanti, Neyla Ayu Putri, Obet Kornelius Sitorus, Sabastian Bahri Maulana Sianturi, Rahmanda, M Azril, Zascha, Mazaya, Kafka El Azzam, Jason Wirya, M Rafqi, Fathurrahman, R Syafina, Nadia Saufa, Diva, dan Bilqis.

“Kejurprov ini merupakan ajang untuk mengasah mental, dan menambah jam terbang atlet, terutama atlet-atlet pemula yang ada dibawah binaan FPTI Kota Bogor,” kata Ketua Umum FPTI Kota Bogor, Samson Purba, Rabu (11/7/2023).

Samson sapaan akrab Ketua FPTI ini menjelaskan, ke 17 atletnya akan turun dikategori Speed Word Record perorangan, Kategori Lead, dan Boulder perorangan.

“Target kami pada Kejurprov ini, tentunya ingin mempertahankan gelar juara umum Kejurprov tahun 2022,” kata Samson menjelaskan.

Lebih lanjut kata Samson, pada Kejurprov tahun 2023 ini, pihaknya mengirimkan semua atlet yang ada di binaan FPTI Kota Bogor. Karena ada batasan kategori. Oleh sebab itu FPTI menurunkan semua Kategori. ( asep.syahmid)

Fakhri Akbar Kampiun Kajari Cup KU 14 Tahun

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Petenis andalan Kabupaten Bogor, Fakhri Akbar berhasil menjadi Kampiun Kajari Cup 2023 untuk KU 14 tahun yang dilangsungkan di Lapangan Tenis Pendopo Bupati Bogor, Selasa, 11 Juli 2023,

Dalam partai puncak Kajari Cup 2023 Muhammad Fakhri Akbar mampu menuntaskan perlawanan Raihan Somantri ( Kabupaten Karawang) dengan skor 2-6, 6-4 (11-9) Super Tie Break.

Laga antara Raihan Somantri versus Fakhri Akbar disaksiksan langsung oleh Sri Kuncoro selaku Kajari Kabupaten Bogor, Asnan AP ( Kadispora), Rike Iskandar ( Sekum KONI Kabupaten Bogor dan jajaran pengurus Pelti Kabupaten Bogor.

Sementara untuk KU 14 Putri juara pertama diraih oleh Viera Karisma ( DKI Jakarta) yang menyudahi perlawanan Putri Sakia ( Banten) dengan skor 6 -1, 6-3.

Pada final Ganda Putra KU 18 tahun, Arviansyah Galih dari Kabupaten Indramayu menyabet juara pertama setelah mengalahkan wakil Kabupaten Bogor Bagus Sandika Y dengan skor 6-4, 6-1.

Sedangkan pada laga final KU 18 Putri juara pertamanya diraih Joanne Kayla G ( DKI Jakarta) yang mengalahkan Faiza Queena ( Kota Bandung) dengan skor 6-1, 6-2.

” Saya ucapkan selamat kepada para juara turnamen tenis Kajari Cup KU Prestasi atau KU 14 dan KU 18 Putra dan Putri. Terus berlatih dan tetap disiplin dalam segala hal, ” tegas Sri Kuncoro, Selasa, 11 Juli 2023.

Sri Kuncoro selaku Penasehat Pelti Kabupaten Bogor juga mengingatkan agar semua atlet atau para petenis jangan melupakan tugas utamanya yaitu belajar dan belajar demi masa depan.

” Ya berhasil di olahraga tenis lapangan berhasil juga di Pendidikannya,” pungkas Sri Kuncoro.

Sri Kuncoro menambahkan, pihaknya bersama Pelti Kabupaten Bogor akan kembali menggelar event tenis bertajuk Kajari Open dan berlabel Kejurnas untuk KU 10, KU 12, KU 14, KU 16 dan KU 18 serta akan menggelar KU Veteran .

” Insya Allah Kajari Open akan digelar akhir tahun 2023 dan akan lebih banyak lagi petenis nasional yang ambil bagian pada event tersebut,” paparnya. ( asep syahmid)

Sistem Zonasi di Kota Bogor Terbentur Jumlah Sekolah Negeri

0

jurnalinspirasi.co.id – Sengkarut PPDB sistem zonasi terus menyita perhatian publik. Hal itu lantaran menyeruaknya ke permukaan indikasi kecurangan yang dilakukan calon peserta didik.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Devie P Sultani mengatakan, ada permasalahan yang harus dipecahkan apabila sistem zonasi masih diterapkan di Kota Bogor.

Ia menilai bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor harus melakukan pemerataan pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah negeri yang tersebar di semua wilayah.

“Kalau mau dukung sistem zonasi, harus dibarengi dengan pemerataan pembangunan sekolah,” ucap Devie kepada wartawan, Senin (10/7).

Politisi Nasdem ini menilai bahwa kondisi ketersediaan SMP negeri dengan jumlah lulusan SD di Kota Bogor setiap tahun masih jomplang.

“Jadi lulusan SD setiap tahun ada sekitar 17 ribu orang, sementara daya tampung sekitar 5.600 orang. Artinya hanya sepertiga yang diterima di SMP negeri,” ucap dia.

Tak hanya membangun sekolah, sambungnya, pemerataan pendidikan juga harus ditunjang sarana prasarana yang sama di sekolah. Seperti laboratorium sekolah. Sehingga kualitas di antara sekolah sama, tidak ada lagi perbedaan.

Sebab, sambungnya, dengan adanya perbedaan itu akan mempengaruhi keinginan untuk memperoleh pendidikan di sekolah yang dianggap lebih banyak peminatnya.

“Jadi tidak ada lagi orang tua punya stigma sekolah favorit di sana di sini, sehingga ingin anaknya masuk ke sekolah favorit. Yang mungkin akhirnya menghalalkan segala macam cara,” katanya.

Disinggung soal anggaran, ia mengatakan, kemampuan APBD Kota Bogor jangan jadi kendala. Karena masih ada sumber pembiayaan lain untuk pembangunan sekolah.

“Ayo kita anggarkan buat bangun sekolah, bantuan dari provinsi atau pusat ayo kita pinta,” tegasnya.

Untuk itu, kata Devie, tinggal kesiapan atau kemauan dari Pemkot Bogor apabila sistem zonasi masih diterapkan pada PPDB.

“Kita nggak siap atau kita memang tidak mau? Kalau memang ternyata nggak sanggup atau nggak mampu, kembalikan saja ke sistem NEM,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Sri Kuncoro Agendakan Event KAJARI Open Berlabel Kejurnas

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sukses menggelar event tenis Kajari Cup 2023 KU Veteran, KU 14 dan KU 18 yang dilangsungkan dalam rangkaian Hari Bhakti Adhyaksa 2023, Sri Kuncoro selaku Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari) Kabupaten Bogor berencana menggelar kembali even tenis bertajuk Kajari Open 2023 dan event ini akan berlabel Kejurnas.

Sri Kuncoro yang saat ini sebagai Penasehat Pelti Kabupaten Bogor menegaskan event Kajari Open 2023 akan dilakukan pada akhir tahun atau bulan Desember 2023.

“Untuk Kajari Open 2023, kemungkinan besar akan diperbanyak event KU Prestasi seperti KU 10, 12, 14 dan KU 16. Selain itu, akan juga digelar KU Veteran seperti pada Kajari Cup kali ini,” tegas Sri Kuncoro yang sangat peduli pada olahraga tenis Kabupaten Bogor.

Ia berharap, persiapan Kajari Open 2023 yang berlabel Kejurnas ini persiapannya harus lebih matang dan semua elemen yang terlibat harus lebih kerja keras lagi dalam mensukseskan Kajari Open akhir tahun nanti

” Kajari Open bersifat Kejurnas. Makanya semua elemen panitia harus lebih kerja keras dalam mensukseskan acara Kajari Open 2023 nanti dan mulai dari sekarang sudah diancang ancang berapa lapangan yang akan digunakan,” tegasnya

Tak hanya itu, Sri Kuncoro juga sudah merancang program agar Kabupaten Bogor bisa memiliki Lapangan Tenis Indoor dan Outdoor di area Pakansari Sport Center.

Bahkan, penasehat Pelti Kabupaten Bogor ini akan membantu program Tim Tenis Kabupaten supaya bisa kembali jadi juara umum dalam Porprov Jabar 2026. ( asep syahmid)

Waduh, Pemkot Defisit Rp147 M

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan pergeseran anggaran pada APBD 2023. Hal itu lantaran keuangan ‘Kota Hujan’ mengalami defisit sebesar Rp147 miliar.

Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Evandy Dhani mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan berdasarkan PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020.

“Jadi bukan refocusing, tetapi pengendalian anggaran dan kegiatan serta manajemen kas yang dikendalikan. Sebab, di dalam DPA OPD ada rencana anggaran kas. Misalnya, pencairan di bulan
Januari dianggarkan dicairkan Rp10 ribu, kemudian Februari Rp15 ribu ternyata Januari nggak sanggup, lantas digeserlah ke Februari,” ucapnya kepada wartawan, Minggu (9/7).

Menurut Evandy, defisit terjadi lantaran saat penyusunan APBD 2023, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berasumsi bahwa ada Silpa sebesar Rp275 miliar. Namun, setelah diaudit BPK Silpa hanya Rp161 miliar.

“Jadi ada defisit Rp113 miliar, kemudian ditambah Silpa Irmak jadi totalnya Rp147 miliar. Selain itu, defisit juga terjadi karena pendapatan tak tercapai, sementara serapan anggaran belanja sangat maksimal,” katanya.

Pergeseran anggaran kegiatan, kata Evandy, rencananya akan digeser ke Desember, dengan catatan pendapatan bakal berjalan maksimal. “Kalau demikian baru akan direalisasikan. Kalau tidak akan dievaluasi di anggaran perubahan,” tegasnya.

Evandy menjelaskan, langkah tersebut harus dilakukan, mengingat KPK mengarahkan bila pembayaran kegiatan tidak boleh dibayarkan menyebrang tahun. “Kalau langkah pengendalian tidak dilakukan otomatis bisa berpengaruh pada pembayaran kegiatan, kemudian bisa juga berimbas ke TPP dan Tunkin ASN,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti mengaku heran dengan langkah Pemkot Bogor melakukan refocusing dengan alasan asumsi Silpa yang terlalu besar.

“Kalau mengubah anggaran kas disesuaikan dengan pendapatan ril itu bisa. Tapi mestinya tidak ada cerita defisit pada pelaksanaan APBD 2023,” ucapnya.

“Defisit terjadi akibat asumsi Silpa yang terlalu besar dibandingkan dengan hasil LHP BPK,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Salah Asumsi Silpa, Pengamat Sebut Perencanaan Pemkot Buruk

0

jurnalinspirasi.co.id – Melesetnya asumsi Silpa saat penyusunan APBD 2023, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengalami defisit sebesar Rp147 miliar, sehingga membuat Pemkot terpaksa melakukan pergeseran anggaran, menuai sorotan publik.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yusfitriadi mengatakan bahwa hal itu disinyalir lantaran buruknya perencanaan. Padahal, pola penganggaran pada pemerintah daerah melalui tahapan yang terstruktur.

“Sehingga seharusnya perencanaanya sudah matang. Dan direncanakan tidak hanya oleh eksekutif juga melibatkan lembaga legislatif. Karena salah satu peran lembaga legislatif adalah perang penganggaran. Jadi agak aneh jika pemerintah daerah memandang penganggarannya dengan pandangan perspektif atau persepsi,” ujar Yusfitriadi kepada wartawan, Senin (10/7).

Ia menilai, bila fenomena itu terlihat janggal, apalagi jika aparatur pemerintah daerah melihat anggaran dengan menduga-duga Silpa sehingga mengakibatkan defisit.

“Nomenklatur defisit itu yang akan menimbulkan opini liar. Terlebih diawali dengan prediksi silpa. Jangan-jangan terjadi malmanajemen anggaran, entah itu kebocoran maupun kesalahan penghitungan,” katanya.

Yus juga menilai bahwa wali kota terkesan lemah dalam mengendalikan proses penganggaran. Selain itu, fungsi legislatif terlihat kurang maksimal.

“Sebagaimana kita pahami bahwa peran legislatif selain penganggaran juga perang pengawasan. Bagaimana selama ini peran pengawasan lembaga legislatif, sehingga fenomena defisit tidak diantisipasi. Logikanya ketika komunikasi harmonis antara legislatif dan eksekutif, maka peran pengawasan akan berjalan optimal,” jelasnya.

Dengan demikian, sambungnya, hal-hal yang berpotensi masalah dalan penganggaran akan segera terindentifikasi. “Kalau masalah tersebut sudah teridentifikasi, maka akan segera tergambar antisipasi agar masalah tak muncul, termasuk masalah defisit anggaran,” ungkapnya.

Kata dia, wali kota harus berperan optimal dalam mengendalikan penganggaran. Sebab, salah satu peran pimpinan daerah adalah menarik anggaran non APBD, baik dalam bentuk anggaran pemerinrah pusat, anggaran pemerintah propinsi, anggaran yang bersifat program non government dan sebagainya.

Sehingga jika kepala daerah berperan optimal, seharusnya defisit anggaran tidak boleh terjadi. “Oleh karena itu, harus dibedah secara komprehensif terkait fenomena ini. Harus dilihat penyebab defisit. Apa betul hanya sekedar salah prediksi, atau terjadi inefisiensi. Atau terjadi malandministrasi anggaran,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Evandy Dhani mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan berdasarkan PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020.

“Jadi bukan refocusing, tetapi pengendalian anggaran dan kegiatan serta manajemen kas yang dikendalikan. Sebab, di dalam DPA OPD ada rencana anggaran kas. Misalnya, pencairan di bulan
Januari dianggarkan dicairkan Rp10 ribu, kemudian Februari Rp15 ribu ternyata Januari nggak sanggup, lantas digeserlah ke Februari,” ucapnya.

Menurut Evandy, defisit terjadi lantaran saat penyusunan APBD 2023, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berasumsi bahwa ada Silpa sebesar Rp275 miliar. Namun, setelah diaudit BPK Silpa hanya Rp161 miliar.

“Jadi ada defisit Rp113 miliar, kemudian ditambah Silpa Irmak jadi totalnya Rp147 miliar. Selain itu, defisit juga terjadi karena pendapatan tak tercapai, sementara serapan anggaran belanja sangat maksimal,” katanya.

Pergeseran anggaran kegiatan, kata Evandy, rencananya akan digeser ke Desember, dengan catatan pendapatan bakal berjalan maksimal. “Kalau demikian baru akan direalisasikan. Kalau tidak akan dievaluasi di anggaran perubahan,” tegasnya.

Evandy menjelaskan, langkah tersebut harus dilakukan, mengingat KPK mengarahkan bila pembayaran kegiatan tidak boleh dibayarkan menyebrang tahun. “Kalau langkah pengendalian tidak dilakukan otomatis bisa berpengaruh pada pembayaran kegiatan, kemudian bisa juga berimbas ke TPP dan Tunkin ASN,” jelasnya.* Fredy Kristianto

Hadits Hari Ini

0

Janganlah Mengharapkan Kematian

Sahih al-Bukhori:5874

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ. فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ مُتَمَنِّيًا لِلْمَوْتِ، فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي.

Dari Anas ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda:

Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya, jika dia memang harus menginginkan kematian, hendaknya ia mengatakan: Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu lebih baik untukku, dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik untukku.

Pesan :

  1. Anjuran untuk bersabar ketika menghadapi musibah, dan tidak berputus asa dari rahmat Allah.
  2. Doa yang diajarkan Rasulullah untuk meminta yang terbaik.