24.1 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 587

Hadits Hari Ini

0

Nazar yang Belum Dibayar

Sahih al-Bukhori:6771

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ فَمَاتَتْ قَبْلَ أَنْ تَحُجَّ، أَفَأَحُجَّ عَنْهَا؟ قَالَ:

نَعَمْ، حُجِّي عَنْهَا. أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ أَكُنْتِ قَاضِيَتَهُ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. فَقَالَ: اقْضُوا اللَّهَ الَّذِي لَهُ فَإِنَّ اللَّهَ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ.

Dari Ibn Abbas: Bahwa seorang wanita menemui Nabi saw dan berujar: Ibuku bernazar untuk haji, namun ia meninggal dunia sebelum sempat haji, bolehkah aku menggantikan hajinya? Beliau menjawab:

Ya, berhajilah engkau untuk menggantikannya. Sekiranya ibumu mempunyai hutang, bukankah engkau akan melunasinya? Dia menjawab: Ya. Beliau bersabda: Penuhilah hutang kepada Allah, sebab Allah lebih berhak untuk dilunasi hutangnya.

Pesan :

  1. Diperbolehkan seseorang melakukan haji sebagai ganti orang lain yang telah meninggal dunia.
  2. Hutang kepada Allah lebih berhak dilunasi, karena itu jika anda mempunyai hutang kepada Allah – berupa nazar atau shalat yang belum diqadha, maka hendaknya anda melunasinya segera.

Twins Sportainment Kompak dan Bersinergi Gali Potensi Sepakbola

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Twins Sportainment adalah salah satu EO penggerak dan pegiat pelaksana turnamen atau festival sepakbola yang ada di Kabupaten Bogor tepatnya dari kawasan Pasar Lama Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Mayoritas personil dari Twins Sportainment adalah para anggota dan pengurus Karang Taruna IRPALA yang ada di Kawasan Pasar Lama

Namun, semua personil Twins Sportainment mampu beradaptasi dan bersinergi dengan para elemen sepakbola yang ada di Askab PSSI Bogor dan juga dengan Awaspsi Kabupaten Bogor .

” Twins Sportainment ini semua personilnya dari para pengurus dan karang taruna. Kami semua Kompak dan saling bantu dalam menjalankan Tupoksi demi kesuksesan dan kelancaran semua event Festival sepakbola yang kami lakukan,” ujar Ketua Twins Sportainment, Erwin Kadarusman, Minggu, 11 Juni 2023.

Erwin juga merasa bangga Twins Sportainment bisa bersinergi dengan baik bersama para pelaku atau pegiat sepakbola yang ada di Kabupaten Bogor.

” Intinya kami merasa bangga bisa bersama sama jadi bagian dalam elemen sepakbola Kabupaten Bogor dalam menggali potensi sepakbola usia dini,” paparnya.

Juman Pelupessy, salah satu pelatih di Cibinong Raya dan juga aktif bersama Twins Sportainment mengaku salut dengan kekompakan semua elemen yang ada di Twins Sportainment

” Kehadiran Twins Sportainment jadi energi positif dalam atmosfir kegiatan dan penggalian potensi sepakbola usia dini di Kabupaten Bogor,” tegas Juman Pelupessy, Senin, 12 Juni 2023.

Juman berharap, semua event yang dilakukan Twins Sportainment ini benar benar akan punya dampak positif bagi sepakbola di Kabupaten Bogor khususnya dalam menggali potensi pemain usia dini. ( asep syahmid)

Jadi Cabor ” Anak Tiri” IPSI Kabupaten Bogor Unjuk Prestasi

0

Bandung | Jurnal Bogor

Tim Silat Kabupaten Bogor berangkat ke Kejurda Silat Jabar 2023 dengan kondisi yang cukup memprihatinkan namun cukup percaya diri dengan potensi prestasinya

Namun para Kstaria Bumi Tegar Beriman binaan IPSI Kabupaten Bogor bisa unjuk prestasi tinggi dengan mendulang 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu dari total 20 emas yang diperebutkan.

Dalam pelaksanaan Kejurda Silat Jabar 2023 di GOR Tri Lomba Juang, Kota Bandung dari tanggal 9 sampai 11 Juni 2023 Kontingen Silat Kabupaten Bogor berkekuatan 10 atlet dan 4 official.

Dua medali emas yang diraih
Tim Silat Kabupaten Bogor didapat oleh Muhammad Gading Hidayad (C Putra) dan Taqi Islami Wafa ( E Putra) dan ini menunjukan kualitas pembinaan berkelanjutan di IPSI Kabupaten Bogor tak boleh dipandang sebelah mata oleh siapapun.

Sementara itu, Muhammad Farid Sayidi (F Putra) dan
Azhalia Azhari (B Putri) masing masing mendulang medali Perak.

Sedangkan, Amanda Aura Zahra (C Putri) dan
Mohamad Rizky Aditya (D Putra) berhasil meraih medali perunggu.

M Khairul ketua IPSI

” IPSI Kabupaten Bogor tidak pernah menyerah dalam melakukan pembinaan. Walaupun kami dianggap sebelah mata dan terkesan ” Anak Tiri” Namun kami masih punya rasa untuk mengharumkan Kabupaten Bogor dengan atlet sendiri hasil pembinaan berkelanjutan yang kami lakukan ” tegas Ketua Umum IPSI Kabupaten Bogor, Muhammad Khairul, Minggu, 11 Juni 2023.

Ia menambahkan, terimakasih kepada pihak pihak yang telah mensupport secara moril dan motivasi kepada para atlet silat Kabupaten Bogor yang selama ini fokus berlatih dengan motivasi dan mental Ksatria yang tak pernah menyerah walaupun masih jadi “anak tiri” dalam hal anggaran pembinaan.

” Akan tetapi hal itu tak menuyurutkan mental dan karakter juara. Hanya waktu yang menjawab bahwa kami dengan atlet lokal binaan sendiri juga mampu memberikan yang terbaik bagi nama Kabupaten Bogor,” paparnya

Menurutnya, ajang Kejurda adalah ajang pembuktian kualitas pembinaan.yang dilakukan semua cabor.

” Kami tidak terbiasa dengan medali yang instant dan bukan dari atlet binaan,” pungkasnya. ( asep.syahmid)

Kades Cup Desa Klapanunggal Siapkan Hadiah Menarik

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang bersiap menggelar turnamen sepakbola Kades Cup 2023 yang diikuti tim sepakbola dari tingkat RW. Kades menyatakan menyiapkan hadiah menarik untuk pemenang. Kades Cup sendiri sudah berlangsung 2 kali selama dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Klapanunggal, Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

“Ini yang kedua saya mengadakan lomba untuk sepakbola, selain memang saya hobi main sepakbola. Olahraga bola juga merupakan olahraga rakyat yang banyak digemari,” kata Gonon sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (11/6/23).

Menurutnya misi terpenting dari turnamen ini bukan hanya untuk mengejar hadir atau juara semata, melainkan menjalin silaturahmi antarwarga. Mengingat, mungkin hawa politis yang masih ada dinetralkan dengan kegiatan olahraga ini, karena pada hakikatnya kepala desa adalah milik warganya, siapapun pasti dilayani.

” Untuk peserta sendiri ada 15 RW, masing-masing RW diharuskan untuk mengirim satu tim, dengan biaya per timnya dikenakan sebesar Rp500.000,” ungkapnya.

Karena ini piala bergilir, sambung Gonon, sudah pasti akan menjadi rutinitas setiap tahunnya untuk dilakukan. Kedepannya juga sudah dipersiapkan untuk turnamen voli, mengingat minat warga bukan hanya di sepakbola tapi ada juga bola voli. Menurutnya, selama itu kegiatan positif pasti akan disupport Pemdes

“Pesan saya, untuk setiap perwakilan RW yang mengirimkan perwakilan tim sepakbolanya selalu menjaga kondusivitas agar berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan,” pesannya.

” Bertanding sambil silaturahmi, semoga bisa mendapatkan pemenang baru atau masih tetap dikuasai juara bertahan,” sambungnya.

** Nay Nur’ain

Kejar Sertifikasi Halal, UMKM Desa Gunung Putri Optimis Tingkatkan Ekonomi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Gunung Putri mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, untuk menempuh persyaratan ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mengejar sertifikat halal. Sosialisasi untuk mendapatkan sertifikasi halal tersebut dilaksanakan di aula Desa Gunung Putri, Sabtu (10/6/23).

Ketua UMKM Desa Gunung Putri, Hj.Yatini mengatakan, baru ada 13 UMKM yang akan didaftarkan untuk mendapatkan sertifikasi halal. Dari 13 UMKM tersebut terdiri dari berbagai jenis produk makanan, mulai dari keripik, kerupuk, minyak urut, minuman, dan lainnya.

“Jadi saat kami diberikan pengarahan oleh dinas terkait untuk mendapatkan sertifikat halal ternyata memang bukan hal yang mudah. Namun, saya tetap menyemangati tim UMKM, karena bagaimana pun dengan sudah memiliki sertifikat halal akan memudahkan dalam market pemasaran,” ungkap Hj.Yatini kepada Jurnal Bogor, Minggu (11/6/23).

Hj.Yatini menyebut, untuk saat ini memang baru ada 13 UMKM yang bergabung dibawah naungan UMKM Desa Gunung Putri. Namun tidak menutup kemungkinan, besok lusa akan bertambah anggotanya, karena kami sendiri terus melakukan inovasi-inovasi agar bisa meningkatkan penjualan.

“Tujuan seseorang berjualan itu pastinya sukses ya, dari usaha kecil pasti berharapnya jadi besar dan berkembang. Apalagi semenjak Desa Gunung Putri banyak dikunjungi tamu dari luar, omzet UMKM sendiri meningkat 2 kali lipat,” paparnya.

Sementara, Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengatakan, sosialisasi yang dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta BPOM sangat membantu sekali bagi UMKM setingkat desa ini. Walaupun tergolong baru terbentuk dalam beberapa bulan terakhir, Daman Huri bersyukur ternyata UMKM-nya punya keinginan untuk berkembang pesat.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Ketua UMKM yang sudah melakukan gebrakan yang luar biasa, sehingga UMKM yang baru terbentuk ini mampu mengejar agar bisa sejajar dengan UMKM yang sudah lama dibentuk,” kata A Heri biasa disapa.

A Heri pun turut memberikan apresiasi kepada dinas terkait yang sudah memberikan pemaparan terkait proses pembuatan izin edar dan sertifikat halal. Sehingga nanti ke depannya jika semua berkas sudah terpenuhi tingal menempuh proses selanjutnya.

“Harapan saya UMKM di Desa Gunung Putri bisa berkembang pesat, sehingg mampu mendongkrak perekonomian warga dan bisa menjadi tombak ekonomi bagi Kabupaten Bogor ke depannya,” pungkasnya penuh harap.

** Nay Nur’ain 

Polisi Bongkar Kasus TPPO, Korban Ditangani Tim Dinas Sosial

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kepolisian Resort Bogor dan Kepolisian Sektor Cisarua, Kabupaten Bogor, berhasil membongkar dugaan praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO) di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua.

Dari lokasi penggerbegan, polisi mengamankan sembilan orang semuanya berjenis kelamin perempuan yang diduga sebagai korban, sedangkan tujuh lainnya diduga sebagai pelaku TPPO.

Sembilan orang yang diduga korban itu langsung ditangani Tim Reaksi Cepat (TRC) Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Dinas Sosial, Kabupaten Bogor, dari hasil assesment atau pendalaman ternyata enam dari sembilan korban TPPO berusia masih di bawah umur, sedangkan tiga lainnya sudah dewasa.

“Begitu korban dugaan TPPO itu dilimpahkan dari polisi, kami langsung melakukan assesment dan pemilahan, dilanjutkan sebelum diserahkan pada keluarga,” kata Staf Bidang Rehabilitasi Sosial Debi, pendamping TRC PPKS Dinas Sosial, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/06).

Debi mengatakan, usai diassesment enam korban yang masih di bawah umur dirujuk ke yayasan atau Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) untuk diberikan perlindungan dan pembinaan.

“Sementara yang dewasa ada tiga orang dibina di Panti Bina Kesejahteraan Sosial (BKS). Semua korban yang diduga korban TPPO itu tercatat berdomisili dan menangantongi kartu identitas Bogor,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pemerintah Kabupaten Bogor, Dr. Mustakim mengapresiasi keberhasilan tim Polres Bogor dan Polsek Cisarua yang membongkar dugaan praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Penegakan hukum terkait TPPO ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI tentang TPPO, kemudian ditindaklanjuti Plt. Bupati Bogor. Nah, untuk kejadian di Cisarua, tim TRC PPKS Dinas Sosial terus melakukan pendampingan kepada sembilan orang yang kita duga sebagai korban TPPO, sedangkan tujuh orang lainnya yang diduga pelaku ditangani tim dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor,” kata Mustakim.

Mustakim pun menghimbau masyarakat agar aktif melapor kepada petugas kepolisian terdekat atau ke Tim TRC PPKS, jika menemukan adanya indikasi TPPO. Kepada orang tua, khususnya yang memiliki anak perempuan jangan mudah terbujuk rayu, kalau ada orang yang mengajak anaknya pergi dengan dalih bekerja, pastikan dulu tempat yang menawarkan pekerjaan, dan siapa penanggungjawabnya.

“Kalau ada keraguan bisa menanyakan ke pemerintah desa setempat atau tim pendamping Dinas Sosial yang ada di setiap desa. Ini untuk langkah antisipasi, agar orang tua yang memiliki anak perempuan, anaknya terhindar dari TPPO,” pinta Mustakim.

Plt. Sekretaris Dinas Sosial, Dian Mulyadiansyah menambahkan, dari pengalaman kasus sebelumnya, kasus TPPO itu modus yang digunakan para pelaku itu menyasar atau menargetkan anak-anak perempuan dengan iming-iming akan dipekerjakan dengan gaji fantastis.

“Intinya, kami minta dan menghimbau orang tua agar tak mudah percaya begitu saja, kalau anaknya mendapatkan penawaran kerja, tanpa terlebih dahulu ada proses lamaran, dan juga para orang tua mengawasi lah anak-anaknya agar tak terjerumus pada pergaulan yang salah, karena masa depan anak-anak itu masih panjang,” kata Dian menutupi.

** Mochamad Yusuf

Tak Persoalkan Pendampingnya, Anies Ingin Hadirkan Keadilan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Rasyid Baswedan hingga kini masih teka-teki di tengah adanya rencana Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani.

Kendati demikian, Anies pun enggan berkomentar terkait siapa yang akan mendampinginya nanti, termasuk mengenai sosok AHY. “Sebentar ya, saya masuk dulu,” ujar Anies saat ditanya awak media, usai halal bihalal PKS Kota Bogor di GOR Pajajaran, Minggu (11/6).

Anies justeru memilih untuk memaparkan apa saja yang menjadi prioritasnya kelak. Di antaranya menghadirkan keadilan di seluruh sektor.

“Pertumbuhan ekonomi yang merata di berbagai tempat, masyarakat yang merasakan pertumbuhan itu bukan saja di angka statistik, tapi juga di dalam kehidupan perekonomian keluarganya,” ucapnya.

Menurut dia, ada hal-hal strategis yang akan menjadi perhatian utama. Pertama, tentang penanganan kemiskinan. “Kemiskinan masih menjadi satu masalah terbesar, dan efek dari ini adalah satu atau dua generasi kedepan kita akan bisa mengalami penurunan kualitas manusia. Karena dari kemiskinan itu kualitas kesehatan lebih turun, gizi, stunting, dan lain-lain,” katanya.

Kedua, sambung dia, lapangan pekerjaan yang setara kesempatannya. “Kita ingin agar mereka yang sudah mengenyam pendidikan dapat kesempatan untuk bekerja. Dan mereka yang memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha, khususnya yang mikro dan kecil dapat kesetaraan kesempatan dalam akses permodalan,” ungkapnya.

“Jadi aspek keadilan yang kita bicarakan, adalah aspek yang diwujudkan ke dalam kebijakan-kebijakan yang punya dampak konkret ke masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia pun berharap pemilu besok berjalan dengan baik, lancar. Sebab, itu adalah kesempatan bagi seluruh rakyat untuk mengungkapkan aspirasinya, menentukan arah perjalanan bangsa ke depan.

“Pemilu adalah milik rakyat dan izinkan rakyat untuk bisa mengungkapkan yang sesungguhnya menjadi aspirasi,” pungkasnya.

Sebelumnya Juru Bicara Tim 8 Koalisi Perubahan Sudirman Said mengatakan proses pemilihan cawapres Anies Baswedan telah mendekati proses akhir. Said menuturkan, sejauh ini semua anggota Koalisi Perubahan selalu berpedoman pada Piagam Kerja Sama.

Dalam piagam bertanggal 14 Februari 2023 itu, di antaranya disebutkan Anies Baswedan diberi mandat untuk memilih dan menetapkan cawapres. “Sejauh ini suasana dalam rapat-rapat Tim 8 yang merupakan wakil resmi dari partai-partai dan capres, selalu kondusif, saling support, dan saling percaya,” ujar Sudirman dalam keterangannya, Sabtu (10/6).

“Partai-partai sejak awal telah bersepakat memberikan mandat kepada capres pilihannya.”

“Karena itu tidak mungkin ada yang bisa memaksakan harus dengan nama tertentu, atau apriori menolak nama tertentu,” tambahnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan sendiri juga sudah mengatakan ia telah mengantongi nama cawapres.

** Fredy Kristianto

Cerita dari Aksi Bersih-bersih Sungai Cikaniki Bersama PT Antam UPBE Pongkor

0

Direksi Ikut Turun ke Sungai Pungut Sampah dan Tebar Ikan

Nanggung | Jurnal Bogor

Wilayah Kabupaten Bogor, dikenal memiliki banyak sungai, di daerah yang memiliki 40 kecamatan itu terdapat tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) diantaranya DAS Ciliwung dan Cisadane, DAS Citarum, di wilayah timur, serta DAS Cidurian.

Ciliwung Cisadena menjadi DAS yang paling banyak memiliki sungai, satu diantaranya Cikaniki, yang merupakan Sub dari DAS Cisadane. Sungai Cikaniki yang berhulu di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) airnya banyak dimanfaatkan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai, diantar warganya Kecamatan Nanggung.

Namun, belakang ini Sungai Cikaniki, kerap bermasalah, seperti keruh oleh lumpur serta banyaknya sampah plastik buang limbah rumah tangga. Permasalah yang menimpa Sungai Cikaniki itu membuat para pemangku kepentingan di Kecamatan Nanggung, salah satunya Kepala Desa Kalong Liud, Jani Nurjaman, dilanda kerisauan. Pasalnya, permasalah jika tidak tertangani dengan cepat, air Sungai Cikaniki, dalam beberapa tahun kedepan mungkin tak bisa dimanfaatkan lagi.

Untungnya, kata Jani, ada PT Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Penambangan Emas (UPBE) Pongkor. Perusahaan BUMN ini, kata Ketua Asosisasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Kecamatan Nanggung itu, sangat peduli dengan kelestarian Sungai Cikaniki.

“Kami mengapresiasi kepedulian PT Antam, karena perusahaan bersama APDESI Kecamatan Nanggung, Sabtu (10/06) mengingisiasi aksi bersih-bersih Sungai Cikaniki, dan menebar bibit ikan, bersama elemen masyarakat, serta membentuk satuan tugas (Satgas) Pemelihara dan Penjaga Sungai Cikaniki,” kata Jani, kepada Jurnal Bogor.

Jani mengatakan, Satgas memiliki fungsi dan tugas mengedukasi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Cikaniki, agar tidak menjadikan sungai yang membelah Kecamatan Nanggung, sebagai tempat sampah.

“Ini memang bagian yang sulit, karena kita harus bisa mengubah kebiasan buruk sebagian masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Namun, kami yakin, ketika dilakukan secara berkelanjutan, lambat laun pola pikir masyarakat akan berubah,” ujarnya.

General Manager PT Antam UPBE Pongkor, Muhidin menjelaskan, bersih-bersih Sungai Cikaniki ini yang melibatkan karyawan Antam bersama masyarakat bagian dari upaya mengedukasi masyarakat untuk menjaga kelestarian Sungai Cikaniki.

“Aksi pungut sampah dan tebar ikan itu hanya aksi simbolik saja, aksi-aksi lanjutan untuk menjaga kelestarian Sungai Cikaniki akan dilaksanakan Satgas pemelihara dan penjaga Cikaniki yang sudah kita bentuk bersama APDESI Kecamatan Nanggung,” jelas Muhidin, didampingi Senior Manager Business Suport, Reta Prastyo, dan Manager CSR PT Antam UBPE Pongkor Arif Rahman Saleh.

Disinggung terkait keruhnya air Sungai Cikaniki, Muhidin menegaskan, berdasarkan laporan yang diterima, keruhnya air sungai itu bukan disebabkan aktivitas dari PT Antam. Namun, ada kegiatan lain yang areanya jauh dari Antam.

“Kami pastikan, Antam tak melakukan aktivitas yang membuat keruh air Sungai Cikaniki. Aksi Sabtu lalu itu menunjukan komitmen kami (Antam) dalam menjaga kelestarian Sungai Cikaniki,” tegas Muhidin.

Manager CSR Arif Rahman menambahkan, jika pun ada air sisa produksi Antam yang dibuang ke Sungai Cikaniki, semua sudah dipastikan sudah terbebas dari berbagai limbah.

“Setiap air sisa produksi yang dialirkan ke sungai sudah diuji dengan menggunakan alat canggih yang operasi 24 jam dan tersambung atau terkoneksi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK). Jadi, kami bisa tegaskan keruhanya air Sungai Cikaniki, bukan efek dari aktivitas atau kegiatan Antam,” tegas Arif menutupi.

** Mochamad Yusuf

Hati-hati, Foto Camat Cigudeg Dicatut Penipu

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Foto Camat Cigudeg, Kabupaten Bogor Pardi digunakan untuk modus penipuan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Teman-teman kalau ada yang menghubungi nomor tersebut, jangan ditanggapi karena dia sudah membajak foto saya, dan itu bukan nomor saya, demikian terimakasih,” dikutip dari  keterangan unggahan medsos Camat Pardi.

Pardi menjelaskan,, bahwa sebelumnya dirinya mendapat laporan kepadanya sudah menjadi korban penipuan yang mencatut foto dirinya.

“Tadi pagi ada orang yang lapor ke saya kena tipu katanya menggunakan foto profil bapak dan saya percaya katanya masa pak camat bohong gitu,” kata Pardi dikonfirmasi Minggu (10/06/2023).

Padahal, kata dia, kasus upaya-upaya penipuan yang menggunakan foto seperti itu sudah sering terjadi seperti menawarkan mobil dengan harga murah dan lain sebagainya.

“Tetapi itu dia, kadang-kadang masyarakat itu terhipnotis atau apa gitu. Kan dia sudah tahu nomor saya yang aslinya, tetapi begitu di ubungi pakai nomor lain hanya gara gara melihat foto profilenya langsung percaya,” katanya.

Untuk itu, ia mengingatkan kepada masyarakat agar jangan mudah percaya saat dihubungi oleh nomor yang tidak dikenal meskipun menggunakan sebuah foto profil pejabat seperti dirinya.

Menurutnya, rata-rata pelaku kejahatan yang mencatut atau menggunakan foto orang lain itu melancarkan aksinya melalui percakapan (chat) bukan melalui sambungan telepon.

“Makanya harus waspada dan jangan mudah percaya seperti (iming-iming) dapat undian dan kadang masyarakat itu spontan apalagi (foto) profile nya profil pak camat kan pemikirannya masa pak camat bohong gitu kan,” pungkasnya.

** Andres

Tak Ber-IMB, Villa di Sukawangi Dapat “Surat  Cinta” dari Kasat Pol PP Kabupaten Bogor

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Menjamurnya bangunan villa tak berizin di wilayah Sukamakmur, akhirnya membuat Kasat Pol PP Kabupaten Bogor murka. Pasalnya, teguran demi teguran sudah dilayangkan tapi tak jua diindahkan bahkan justeru menambah luas bangunan tersebut.

Seperti surat peringatan pertama yang dilayangkan Satpol PP Kabupaten Bogor kepada RS yang mendirikan villa di Desa Sukawangi, Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Dalam surat peringatan tersebut tertulis dua poin yaitu pertama, melakukan pembongkaran sendiri terhadap bangunan milik saudara/i yang tanpa dilengkapi dengan Izin Mendirikan Bangunan gedung dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

Kedua, apabila saudara/i tidak mengindahkan isi peringatan pertama ini dalam waktu 7×24 jam sejak dikeluarkannya surat peringatan ini, maka akan ditindak sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Bogor, Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum.

Menanggapi adanya surat peringatan terkait villa tak berizin tersebut, Ketua Himpunan Masyarakat Bogor Timur (HMBT) Cep Entoh Sidiq memberikan apresiasi kepada Satpol PP Kabupaten Bogor. Mengingat, peringatan keras bahkan pembongkaran memang harusnya sudah ditegakkan sedari dulu, apalagi di Sukamakmur ini bisa dibilang menjamur villa, penginapan dan wisata yang belum berizin.

“Saya sih apresiasi dan berharap ini bukan hanya gertakan saja dari Satpol PP. Soalnya villa itu sudah lama sekali berdiri, apalagi petugas Pol PP Kecamatan mondar-mandir melintasi, mungkin baru sampai ke Kabupaten sekarang, sehingga akhirnya diberikan surat peringatan,” tutur Culeng sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (11/6/23).

Culeng menyarankan, agar Pemerintah Kabupaten menggandeng OKP jika ingin mengetahui berapa banyak villa, penginapan, restoran, bahkan tempat wisata yang belum mengantongi izin operasional maupun IMB. Dirinya merasa, santernya berita bangunan tak berizin dan usaha tak berizin di Sukamakmur itu sudah sampai kepada Pemda Bogor, karena beritanya sudah sering seliweran di media massa.

“Mudah-mudahan sih serius ditangani, bukan hanya gertak sambal aja atau justeru mengalihkan perhatian pada bangunan lain yang memang lebih ekstrem dan seharusnya sudah dibongkar juga,” paparnya.

Dalam hal ini, sambung Culeng, harusnya yang lebih berperan yang Pemcam dan Pemdes, mengingat semua sudah ada kepanjangan tangannya. Bangunan itu seharusnya tidak bisa berdiri jika semua bekerja intens, proses pembangunan  itukan lama, apalagi sudah sampai membentuk villa, bukankah bisa diberhentikan jika petugas penegak perda tingkat kecamatan melihat tidak ada IMB-nya. 

“Seharusnya sih bisa ditindak sebelum bangunan itu berdiri, entah tak tahu atau pura pura tidak tahu, karena jika bangunan sudah berdiri pastinya ada banyak pertimbangan yang dipikirkan. Bukan bertaruh, tapi kita sama-sama melihat apakah akan dilakukan pembongkaran atau justeru malah sebaliknya,” pungkasnya.

“Villa itu sudah lama ada, dan sekitar 2 tahunan lah, dan kalo disini dikenalnya Villa Ovung. Pesan saya, Pol PP menindaknya sekaligus, kalo satu-satu yang dikasih surat khawatir blunder karena disini ada villa, penginapan, restoran yang tidak punya IMB juga tapi beroperasi” imbuhnya.

Sampai berita ini diturunkan perihal pembongkaran itu belum ada penjelasan dari Kasat Pol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarsyid.

** Nay Nur’ain