Pelti Kabupaten Bogor secara resmi telah menetapkan H Mursidin sebagai Plt Ketua Pelti Kabupaten Bogor hingga 2 bulan kedepan atau sampai 17 September 2023.
Penetapan Plt Ketua Pelti Kabupaten Bogor ini dilakukan karena Ketua Umum Pelti Kabupaten Bogor sebelumnya, Usep Supratman, SH, MH meninggal dunia.
Penunjukan H Mursidin sebagai Ketua Pelti Kabupaten Bogor dilakukan dalam rapat pengurus teras cabor tersebut yang dilakukan di Aula BPKAD Kabupaten Bogor, Senin, 17 Juli 2023.
Rapat pengurus teras Pelti Kabupaten Bogor itu dihadiri lebih dari 50 persen pengurus Pelti Kabupaten Bogor.
” Saya hanya mengemban amanah Plt Ketua Pelti Kabupaten Bogor ini hingga dua bulan kedepan atau sampai terselenggaranya Muscablub Pelti Kabupaten Bogor,” tegas Mursidin, Senin, 17 Juli 2023
Mursidin berharap, dua bulan kedepan sudah ada Ketua Umum Pelti Kabupaten Bogor yang baru.
“Insya Allah kedepannya Ketua Umum Pelti Kabupaten Bogor akan berasal dari kalangan pengusaha yang peduli tenis dan hobi olahraga,” paparnya.
Menurutnya, selama satu bulan kedepan ia akan melobi beberapa pengusaha yang ada di Kabupaten Bogor untuk masuk atau menjadi calon Ketua Umum Pelti Kabupaten Bogor kedepan. ( asep syahmid)
Desa Antajaya di Kecamatan Tanjungsari baru-baru ini menjadi tuan rumah kunjungan dari tim Monev dan Pembinaan 10 Program PKK Kabupaten Bogor. Kedatangan tim tersebut merupakan upaya untuk memantau dan memberikan pembinaan terhadap program-program PKK yang sedang berjalan di desa tersebut.
“Saya sangat apresiasi atas Kunjungan tim Monev dan Pembinaan 10 Program PKK Kabupaten Bogor di Desa Antajaya. Ini merupakan sebuah langkah yang sangat baik untuk pengembangan PKK di Desa Antajaya,” kata Kepala Desa Antajaya, Andi kepada Jurnal Bogor, Senin (17/7/23).
Menurut dia, kegiatan monev tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif serta mampu memberikan peningkatan yang signifikan dalam pelaksanaan program PKK di Desa Antajaya.
“Dengan adanya pembinaan dan pengawasan langsung dari tim Monev, diharapkan desa ini bisa menjadi lebih baik lagi dalam mengimplementasikan program-program PKK di masa yang akan datang,” harapnya.
Andi juga mengajak kepada semua pihak agar berpartisipasi, mendukung serta menyukseskan program PKK di Desa Antajaya.
“Dengan kerjasama yang solid antara pemerintah daerah, tim Monev, kepala desa, dan masyarakat, diharapkan program-program PKK dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi warga,” tandasnya.
Kunjungan tim Monev dan Pembinaan 10 Program PKK di Desa Antajaya tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen dari pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa. Melalui pembinaan dan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan program-program PKK di desa dapat terus ditingkatkan sehingga kehidupan di desa dapat lebih maju dan sejahtera.
Kepala Desa Limusnunggal Galih Rakasiwi, mengajak warga Desa Limusnunggal, Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pajak. Oleh karena itu, Galih akan mengintensifkan program sosialisasi pajak kepada warganya. Hal itu guna mendongkrak tingkat partisipasi masyarakat dalam membayar kewajiban pajak.
“Sosialisasi pajak sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kewajiban mereka dalam membayar pajak dan memahami manfaat yang diperoleh dari pembayaran pajak tersebut. Karena pajak daerah merupakan sumber pendapatan penting bagi pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik. Namun, saat ini masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pentingnya kewajiban pajak ini,” kata Kades Limusnunggal, Galih Rakasiwi kepada Jurnal Bogor, Senin (17/7/23).
Menurut dia, sosialisasi pajak daerah menjadi langkah yang perlu dilakukan untuk mengedukasi tentang pentingnya kontribusi masyarakat dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur serta pelayanan public, khususnya di Desa Limusnunggal.
“Tujuan dari kegiatan sosialisasi adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang jenis-jenis pajak yang ada, cara perhitungan pajak, serta manfaat yang diperoleh dari pembayaran pajak tersebut,” ujarnya.
Galih mengatakan, kegiatan sosialisasi pajak daerah juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penggunaan dana pajak yang telah dibayarkan. Transparansi dalam penggunaan dana pajak serta pemanfaatan lainnya.
“Dengan menyampaikan informasi mengenai program dan proyek yang didanai oleh pajak daerah, diharapkan masyarakat dapat melihat kontribusi mereka dalam pembangunan dan merasa termotivasi untuk terus berpartisipasi dalam membayar pajak,” ujarnya
Galih juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam membayar pajak sebagai wujud tanggung jawab sosial setiap individu dalam memajukan daerah. Ia berharap, melalu berbagai kegiatan sosialisasi mengenai pajak, masyarakat di Desa Limusnunggal dan Kecamatan Cileungsi umumnya dapat memahami bahwa pembayaran pajak bukanlah beban, melainkan investasi untuk masa depan yang lebih baik.
Melalui upaya sosialisasi pajak daerah diharapkan dapat tercipta kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. “Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya kontribusi mereka dalam pembangunan daerah, diharapkan pemerintah daerah dapat mengoptimalkan pemanfaatan dana pajak untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik,” tandasnya.
Puluhan satuan pelindung Masyarakat (linmas) di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mendapatkan pelatihan dan pembinaan operasi penyakit masyarakat (pekat) dan kesiapsiagaan bencana.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasi Trantibum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Leuwisadeng itu agar para peserta paham tentang tugas pokok linmas, baik dalam penanggulangan bencana alam maupun bantuan perkuatan dalam melaksanakan pengamanan kegiatan masyarakat.
“Dalam pelatihan ini sebanyak 40 orang linmas di 8 desa Kecamatan Leuwisadeng. Tentunya untuk kesiapsiagaan bencana dan penindakan gangguan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum) seperti pencurian atau minum minum beralkohol atau obat obatan yang dilarang oleh pemerintah,” kata Kasi trantibum SatPol PP Leuwisadeng Cecep Tarmiji, Senin (17/07/2023).
Dia menjelaskan, pihaknya memonitoring dengan kepala desa sesuai keputusan Kemendagri nomor 26 tahun 2020 dan di Peraturan Daerah (Perda) juga tertuang pelindung masyarakat dan ketentraman ketertiban umum.
“Satlinmas ini adalah garda yang terdepan di masing masing desa,” bebernya.
Inovasi operasi pekat dan kesiapsiagaan bencana yang diberikan Kasi Trantibum Pol PP Kecamatan Leuwisadeng tersebut diharapkan berkesinambungan.
“Yang saya harapkan untuk proses jangka menengah dan jangka panjangnya agar hal dalam kesiapsiagaan ini tetap berjalan sesuai kebutuhan yang ada di masyarakat,” pungkasnya.
Sosok M Yusuf Kiat atau yang dikenal dengan sebutan “Djendral” Bogor adalah salah satu pentolan suporter Kabomania atau pendukung fanatik skuad Persikabo Bogor.
Keterlibatan “Djendral” Bogor dalam atmosfir suporter sepakbola di Bogor terutama suporter Persikabo sudah dilakukan sejak tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor itu masih berada di kancah Divisi Utama dan bermakas di Stadion Mini Persikabo Cibinong.
Totalitas dan loyalitas Djendral Bogor dalam mendukung Persikabo sudah tak perlu diragukan lagi.
Ia selalu hadir dan berada di Tribune penonton guna memberikan dukungan penuh kepada Laskar Padjajaran melakukan laga kandang maupun tandang.
Pria yang juga salah satu aktivis KNPI di Kabupaten Bogor saat ini tengah merintis karir politiknya dengan bergabung di Partai Gerindra Kabupaten Bogor.
” Bismillah tahun ini saya maju dalam Pencalegan di Dapil 2 Kabupaten Bogor dan bergabung dengan Partai Gerindra,” ujar Djendral, Senin 17Juli 2023.
Intinya, kata Djendral, berawal dari tribune suporter saat ini ia fokus maju di arena Politik Kabupaten Bogor dengan jadi Caleg Dapil 2 Kabupaten Bogor dengan Partai Gerindra.
Sejak mendaftarkan jadi Caleg Dapil 2 Kabupaten Bogor, Djendral langsung turun kebawah menyapa semua elemen masyarakat yang ada di Dapil 2 Kabupaten Bogor.
” Hampir setiap hari saya turun sosialisasi ke Masyarakat. Kecuali hari Jumat saya libur dan fokus di rumah saja. Namun saya tetap menjalin komunikasi dengan elemen masyarakat terutama kalangan Milenial dan elemen suporter,” papar Djendral.
Mudah mudahan, sambung Djendral, semua ikhtiar dan kerja kerasnya akan membuahkan hasil yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat nantinya. ( Asep Syahmid)
Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) yang diketui oleh Sarif Hidayat menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah akan kebutuhan air untuk petani. Mereka mengharapkan pihak pemerintah lebih serius untuk menyegerakan revitalisasi sepanjang irigasi dan perbaikan bending atau dam Cibeet (Pandit) di hulu irigasi agar debit air bisa berjalan normal ke irigasi, dan petani bisa bertanam lagi seperti dulu yang tidak pernah kekurangan air.
“Saya berharap pemerintah ini bisa serius, karena keinginan kami itu hanya sebatas revitalisasi bendungan agar air mengalir ke irigasi. Sehingga, kebutuhan air petani bisa tercukupi,” ungkap Sarif Hidayat kepada Jurnal Bogor, Senin (17/7/23).
Sarif menyebut, ada kekecewaan tersendiri dalam diri petani yang tergabung di GP3A. Mengingat, parkiran wisata Rusa yang saat ini sedang dikerjakan oleh CV Zeemah Karya Utama yang menelan anggaran sampai Rp 4,5 miliar seolah lebih penting dari kebutuhan air petani.
“Padahal, bertani merupakan sumber penghidupan kami satu-satunya, tapi seolah diabaikan. Dan seolah parkiran Rusa lebih penting dari sumber penghidupan kami,” cetusnya.
Oleh karena itu, sambung Sarif, atas inisiatif bersama akhirnya melakukan aksi untuk mengaliri air ke saluran Irigasi dengan cara manual. Aksi tersebut dilakukan karena memang permintaan revitalisasi sungai yang diajukan tak kunjung direalisasikan.
“Semoga tahun ini atau tahun 2024 mendatang apa yang kamj harapkan untuk dilakukan revitalisasi sungai bisa segera terwujud. Jadi kepada pemerintah saya mohon untuk tidak mempersulit kami, karena yang kami minta itu hanya sebatas saluran air,” tandasnya.
KNPI Kecamatan Rumpin menyatakan mundur dari kepanitiaan olahraga HUT RI ke-78 di Rumpin, Kabupaten Bogor, setelah cabang olahraga sepakbola tidak dipertandingkan dengan alasan keamanan. Sebelumnya pada HUT RI tersebut akan diramaikan dengan turnamen sepakbola antardesa.
“Saya sangat merasa kecewa dengan ketidakprofesionalan Ketua APDESI Rumpin, yang bagi kami sangat meragukan kemampuan pemuda dan pihak keamanan dengan alasan klasik terutama soal sepakbola antardesa,” Ketua KNPI Rumpin Munzir Tamam yang dipilih sebagai ketua bidang kepanitiaan olahraga untuk meramaikan HUT RI tersebut dalam keterangannya, Senin (17/7/2023).
Padahal kata Munzir, sepakbola adalah olahraga yang digemari. “Sepakbola adalah hobi bagi kami. Adanya turnamen sepakbola antardesa harusnya didukung apalagi ini soal memeriahkan HUT RI ke-78, yang mana kami juga sudah mempersiapkan segala kebutuhannya. Tapi alangkah lucunya malah meragukan keamanan,” pungkasnya.
Sementara Ketua HMR Wildan Muholad juga menyebutkan, upaya meniadakan lomba yang sudah tersusun adalah tidak adanya sinergita Ketua APDESI dengan para kepala desa ke Kecamatan Rumpin.
“Salah satu buktinya ketua Apdesi pun masih meragukan soal keberlangsungan keamanan Pordes sepakbola untuk memeriahkan HUT RI. Sudah dipastikan banyak para pemain bola yang kecewa dengan ketidakprofesionalan ini di saat sudah majunya cara berpikir dan cara pandang para pemuda masa kini,” jelas Wildan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, dikabarkan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk mengganti rumput lapangan Stadion Pakansari.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan membenarkan hal tersebut.
Asnan menambahkan, saat ini proses penggantian rumput masih dalam tahap tender di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).
“Saat ini, masih proses lelang. Mungkin akhir agustus bisa mulai dikerjakan penggantian rumput dan perbaikan drainase,” kata Asnan kepada wartawan, Senin (17/7/2023).
Asnan menyebut, rumput baru yang akan digunakan berjenis Zoysia Japonica atau lebih dikenal dengan rumput Jepang.
Rumput jenis ini, kata dia, memiliki ketahanan yang lebih baik dibanding Zoysia Matrella yang digunakan sebelumnya.
Zoysia Japonica, lanjut Asnan, banyak digunakan untuk lapangan golf. Rumput jenis ini memiliki tingkat pemulihan lebih cepat, meski memiliki tekstur lebih kasar dibanding Zoysia Matrella.
“Zoysia Japonica bisa tumbuh lebih cepat dan lebih taha banting dengan iklim Indonesia dan penggunaan Stadion Pakansari dengan intensitas sangat tinggi,” jelas Asnan.
Sekedar diketahui, sejak diresmikan beroperasi pada 2016, rumput Stadion Pakansari diketahui belum pernah diganti sama sekali.
Sekitar tujuh tahun berlalu, kini kondisi stadion pun cukup memprihatinkan. Terlebih saat hujan turun, stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor itu kerap terjadi banjir.
Meski begitu, stadion berkapasitas 30 ribu penonton itu, masih digunakan sebagai home base Persikabo 1973 dalam mengarungi Liga 1. ( asep syahmid)
Penasehat Pelti Kabupaten Bogor, Sri Kuncoro yang juga sebagai Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari) Kabupaten Bogor akan melakukan terobosan baru pada event Kejurnas Tenis Antar KU di Kajari Open 2023 bulan Desember mendatang.
Salah satu terobosan yang akan dilakukannya itu adalah akan mengenalkan potensi pariwisata di Kabupaten Bogor kepada para peserta Kajari Open di KU 10, KU 12, KU 14, KU 16 dan KU 18.
” Kabupaten Bogor punya tagline Sport Tourism. Makanya kami akan membawa peserta Kajari Open untuk berkunjung ke Destinasi Wisata Favorit yang ada di Kabupaten Bogor,” tegas Sri Kuncoro, Senin, 17 Juli 2023.
Menurutnya, untuk mensukseskan Sport Tourism pada event Kajari Open 2023 pihaknya akan meliabatkan Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor.
” Peserta Kejurnas antar KU pada Kajari Open 2023 kemungkinan totalnya mencapai 350 dari semua KU. Nantinya para peserta ini akan diajak keliling mengunjungi lokasi wisata di Kabupaten Bogor dan masuk ke lokasi wisata secara gratis bagi semua peserta,” paparnya.
Sri Kuncoro menambahkan, bagi orang tuanya dikenakan tiket masuk ke lokasi wisata jika orang tua atlet ingin ikut berwisata juga.
Lebih jauh, Kajari Kabupaten Bogor ini menegaskan, konsep membawa para peserta ke lokasi wisata ini sangat tepat dengan tagline Sport Tourism dan jarang dilakukan pada event tenis yang lain.
” Saya yakin hal ini akan punya dampak positif bagi ekonomi masyarakat setempat dan juga bagi PAD Kabupaten Bogor . Karena orang tua atlet yang datang dari luar Bogor pasti akan berbelanja di kawasan wisata,” tutur Sri Kuncoro.
Ia optimis, konsep Sport Tourism dalam Kajari Open 2023 akan punya kesan yang berbeda bagi semua peserta dari luar daerah. ( asep syahmid)
Hidup guyub, aman, nyaman di lingkungan yang bersih adalah dambaan semua orang. Tak hanya itu warganya sudah menghidupkan lagi budaya gotong royong membereskan permasalahan di wilayah. Nah. Satpol PP Kota Bogor sedang berikhtiar menciptakan kampung seperti itu yakni kampung Tertib Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) sejak 2021 silam. Bagaimana perkembangannya?
Sebuah kampung yang sehat cirinya sangat mudah. Di kampung tersebut sudah bebas perkelahian pemuda antar kampung, tak ada lagi warga yang terbiasa mabuk karena konsumsi minuman keras, narkoba. Tak ada lagi tetangga yang selalu ribut bertengkar, atau ada tempat kos yang penghuninya selalu bermasalah atau tingkat pencurian yang tinggi. Masalah-masalah sosial tersebut bisa hilang bila masyarakatnya kompak dan satu visi untuk mewujudkan kampung yang tenang, tentram, tertib dengan lingkungan yang bersih, teratur, rapi dan indah. Beruntung hidup di Kota Bogor, karena pemerintah daerahnya juga memperhatikan masyarakatnya untuk hidup tertib dan teratur tersebut. Pemkot Bogor melalui Satpol PP sejak November 2021 silam sudah mendorong mewujudkan kehidupan kampung Tertib Trantibum ini melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat Merujuk pada perda tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, ikut mendorong terwujudnya Kampung Tertib Trantibum. Hingga medio 2023 ini, sudah empat wilayah yakni di Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur, Kelurahan Bojongkerta Kecamatan Bogor Selatan, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, dan Kelurahan Kayumanis Kecamatan Tanahsareal. ‘’Saat ini baru empat kelurahan, target kami di 68 kelurahan ada satu kampung Tertib Trantibumnya,’’ kata Kabid Pembinaan Masyarakat dan Anggota (PMA) Satpol PP Kota Bogor, Islahudin didampingi Subkor Ahli Madya Satpol PP Kota Bogor, Apit Budiman. Menurut Islahudin, gagasan mendorong terwujudnya Kampung Tertib Trantibum adalah pandangan, bahwa perilaku tertib di tengah warga dapat dimulai dari warga di lingkungan terbatas seperti RT dan RW. “Dari lingkungan kecil itulah warga memahami serta menyadari tentang pentingnya bersama-sama mewujudkan kondisi kehidupan yang lebih tertib di lingkungan yang lebih luas seperti kota,” jelasnya.
Menurut dia, ketertiban umum adalah sebagaimana yang tertuang di dalam ketentuan Perda Kota Bogor No. 1 tahun 2021. Pada Perda tersebut terdapat 13 kondisi tertib yang didorong terwujud. Masing-masing tertib jalan trotoar, taman dan fasilitas umum lainnya, tertib usaha tertentu, tertib lingkungan, tertib sungai, saluran air dan sumberdaya air, tertib penghuni bangunan, tertib KTR, tertib sosial, tertib kesusilaan dan tertib minuman beralkohol, tertib pelihara ternak, tertib kesehatan, tertib peserta didik, tertib tempat kos dan rumah kontrakan, serta tertib tempat hiburan dan penyampaian pendapat. Apit Budiman menjelaskan, upaya mewujudkan Kampung Tertib Trantibum tentu sangat memerlukan partisipasi masyarakat setempat. Makanya di setiap kampung yang dibina, Satpol PP membentuk Satuan Tugas Trantibum. Mereka terdiri dari warga setempat, termasuk Ketua RT dan RW dan jumlahnya 25 orang. Satgas inilah yang diharapkan bisa mendeteksi secara dini potensi gangguan trantibum di kehidupan masyarakat setempat. Misalnya peredaran narkoba, tawuran antar pemuda, cek-cok antar tetangga, tempat kos yang tidak sesuai peruntukannya. “Termasuk mereka dapat segera melapor bencana alam atau kebakaran atau masalah-masalah lain yang terjadi di kampung,” tambah Aip. Tugas Satgas ini meredam gejolak dan melaporkan kepada Satpol PP Kota Bogor. Jadi warga tidak perlu lagi panik dan bingung ketika membutuhkan bantuan untuk mengatasi bencana dan masalah sosial yang terjadi di wilayahnya. Masing-masing wilayah, potensi gangguan tantribum itu berbeda-beda. Makanya, rujukan Satgas Tertib Trantibum adalah kepada ketentuan tentang 13 jenis ketertiban umum. “Jadi termasuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti menjaga aliran sungai di wilayahnya tetap bersih tidak menjadi tempat warga buang sampah,” lanjutnya. Dia berharap Satgas dapat mengimbau, mengajak dan mengingatkan warga untuk ikut bersama-sama mewujudkan dan memelihara lingkungan pemukiman yang bersih, sehat dan nyaman. Satgas Trantibum ini mendapatkan rompi Satgas dan Satpol PP membantu membuatkan posko atau sekretariat Satgas Tertib Trantibum yang bersumber dari swadaya masyarakat. Namun karena anggaran untuk Kampung Tertib Trantibum ini hanya 25 juta/tahun, sementara saat ini baru empat kampung tertib trantibum di Kota Bogor. Dirinya berharap anggaran untuk kampung tertib Trantibum ini bertambah sehingga cita-cita jajaran Satpol PP Kota Bogor mewujudkan satu kampung Tertib Trantibum di 68 kelurahan dapat terwujud. Sementara itu, Ketua RT 4/6 Kelurahan Kayumanis Kecamatan Tanahsareal, Jaenudin mengapresiasi upaya Satpol PP Kota Bogor dalam membentun kampung Tertib Trantibum di wilayahnya. ‘’Ini bentuk perhatian Pemkot kepada warganya yang ingin menciptakan kampung aman, nyaman, tertib dan bersih,’’ kata Jaenudin yang diamini Ketua RT 1 Amat dan Ketua RT 5, Imin. Terlebih perhatian Pemkot ini membantu dirinya dalam memecahkan masalah yang ada di kampungnya. Misalnya saja soal kebersihan, masih ada warganya yang membuang sampah ke sungai. Adanya grup Whatsapp (WA) memudahkan dirinya berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melaporkan setiap kejadian di lingkungannya. ‘’Saya baru tahu tugas Satpol PP ini tak hanya membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) di trotoar jalan, tapi menyentuh warga yang mendambakan hidup nyaman aman dan bersih lingkungannya,’’ tegas Jaenudin. Sejak terbentuk empat bulan lalu, Satgas Tertib Trantibum di Kayumanis ini, pihaknya sangat terbantu. Dirinya berharap Pemkot dalam hal ini Satpol PP Kota Bogor terus mendampinginya setiap ada permasalahan di lingkungannya.(**)