28.3 C
Bogor
Wednesday, July 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 581

Hadits Hari Ini

0

Rasa Malu

Sahih al-Bukhori:3225

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ: إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ.

Dari Abu Mas’ud: Nabi saw bersabda:

Sesungguhnya diantara apa yang sampai kepada manusia dari kalimat Nubuwwah adalah: Jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu.

Pesan :
Rasa malu adalah sebagian dari iman, karena itu hendaknya seorang mu’min memiliki rasa malu yang dapat menjaganya dari perbuatan tidak baik. Karena jika seseorang tidak memiliki rasa malu, ia akan melakukan apapun sesuka hatinya.

PP Diharapkan jadi Lokomotif Pergerakan UMKM di Desa

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Ketua Bidang Ekonomi Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor Ezha Prihan Jaya akan segera bergerak dalam tugas dari kepemimpinan barunya yang dipimpin Daulat Harahap.

Ezha Prihan Jaya

Dikatakan Ezha, Pemuda Pancasila diharapkan bisa jadi lokomotif pergerakan UMKM di desa-desa se-Kabupaten Bogor sehingga memberikan imej dan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten bogor.

“UMKM sebagai lokomotif baru dalam pergerakan Pemuda Pancasila yang akan diupayakan membangun sentra UMKM Pancasila atau warung Pemuda Pancasila di seluruh Kecamatan di Kabupaten Bogor,” katanya.

Menurut dia, UMKM desa mempunyai peran cukup strategis pada pembangunan ekonomi di Kabupaten Bogor serta dalam skala nasional.

Selain di perkotaan, UMKM desa juga dipandang mempunyai prospek yang bagus di masa mendatang untuk pemulihan ekonomi.

“Pemerintah selalu mendorong UMKM di ranah pedesaan untuk bisa maju dan bersaing dengan jenis usaha lain dalam kancah internasional,” paparnya.

Menurut dia, UMKM yang dijalankan di pedesaan ternyata mempunyai berbagai manfaat, terutama untuk perekonomian nasional. Beberapa di antaranya dapat menyumbang nilai Produk Domestik Bruto (PDB) bahkan di Indonesia, UMKM desa merupakan salah satu penyumbang terbesarnya.

“UMKM desa juga bisa menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan ekonomi pada kelas kecil sampai menengah,”katanya.

Dia menjelaskan, UMKM Pancasila di desa juga mampu mengurangi pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan yang baru.

Tujuan dari program tersebut adalah agar para pelaku usaha pengurus Pemuda Pancasila bisa mengembangkan keterampilan dalam berwirausaha, serta bisa mempunyai kemampuan dalam menjalankan usaha kecil serta menengah dan bermanfaat untuk warga sekitar

“Program ini juga melatih Anggota Pemuda Pancasila untuk bisa menerapkan keterampilan kewirausahaan, mengidentifikasi serta memilih proyek bisnis dan bisa mempersiapkan perencanaan bisnis yang dapat dipresentasikan pada lembaga terkait,” pungkasnya.

** Andres

Rebutan Kursi Sekolah Negeri, Ulah Siapa?

0

Oleh: Nay Nur’ain *)

Sekolah negeri masih menjadi primadona bagi para orang tua, selain gratis dalam iuran SPP per bulanya, juga fasilitas yang memadai dan didukung penuh oleh pemerintah membuat sekolah negeri selalu menjadi rebutan. Namun sistem pendaftaran online yang sudah berjalan sejak tahun 2017 ini, menuai banyak polemik dan juga menjadi ajang bisnis ‘orang dalam’ dan mereka yang berpengaruh.

Muhadjir Efendy merupakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mencetuskan sistem zonasi untuk sekolah negeri, dengan tujuan awal, agar masyarakat memilih sekolah yang tidak jauh dari kediamannya guna menghemat anggaran, dan untuk menghindari julukan sekolah favorite.

Tapi, dampak lain yang terjadi di lapangan ialah sistem hanyalah sistem, pembuat sistem tetaplah dia yang memiliki ID untuk mengutak-atik, siapa titipan siapa?.

Belum lama ini, viral SMPN wilayah Bogor Timur, karena kedapatan melakukan praktik “pungli“ atau mungkin jual beli bangku. Hal tersebut membuktikan, jika sistem online yang dibuat oleh pemerintah masih memiliki kelemahan dan justeru menjadi sarat bisnis dalam dunia pendidikan.

Bukan hanya kasus yang menimpa SMPN. Salah satu SMAN pun turut menjadi sasaran geruduk dari organisasi masyarakat dan pemuda, karena banyak sekali warga sekitar yang tidak lolos sistem zonasi.

Dari peristiwa-peristiwa tersebut, sebaiknya Pemerintah Pusat terutama Kementerian Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (Kemendikbudristek) yang kini dipimpin oleh Nadiem Makarim untuk berbenah dengan sistem online yang dibuat oleh menteri sebelumnya. Pasalnya, sistem yang dianggap safety justeru hanya menjadi keuntungan dari mereka yang bermain dari sistem itu.

Yang lebih mengerikan lagi saat ini dengan sistem online yang diterapkan sampai ada yang melaporkan kepada pihak kepolisan karena adanya pemalsuan data KK, miris bukan ?. Dengan kejadian yang beragam tersebut, jelas sudah sistem online dengan berbagai jalur masih bisa dimainkan dan dijadikan ajang bisnis segelintir orang.

Separah itukah dunia pendidikan kita, sejahat itukah pelaku pengolah data siswa dalam dunia pendidikan, harus sehina itukah dalam mencari uang untuk meraih keuntungan. Sehingga harus mematahkan harapan anak bangsa yang hanya ingin bersekolah.

Hingga tak aneh, bukan hanya DPR saja yang rebutan kursi dan rela merogoh kocek dalam-dalam. Tapi ingin duduk dan masuk dalam sekolah negeri pun, harus berebut kursi dengan mereka yang punya kuasa, uang dan jabatan.

Hingga tak jarang, untuk kalangan masyarakat miskin hanya kebagian sekolah swasta bahkan Paket C, karena jatah KETM yang menjadi jalur khusus untuk ornag miskin tak jarang justeru menjadi celah kecurangan dan diisi sang pemilik rupiah dengan nilai tinggi.

Selain jalur zonasi, zona KETM, zona tertentu pun tak luput menjadi celah permainan. Hal itu bisa dibuktikan dengan ketidak beranian pihak sekolah memberikan info data dari jalur-jalur tersebut. Dengan kesemrawutan sistem ini, pemerintah pusat harus berfikir keras untuk memperbaiki sistem lebih baik lagi. Bukan hanya itu saja, warning untuk pemerintah pun jika ingin membuat aturan harus juga dipersiapkan jumlah sekolah negeri. Karena yang ada saat ini, aturan tersebut menjadi ketimpangan atau kontraproduktif karena tak semua sekolah negeri tersebar rata.

So, perbaiki sistem, proses semua pihak yang bermain-main dalam dunia pendidikan, dan perbanyak sekolah negeri, itu baru hidup Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Hingga tujuan awal dalam membuat aturan, bisa berjalan sesuai harapan. Dengan demikian, tidak ada lagi istilah rebutan atau jual beli kursi di sekolah.

*): Wartawan Jurnal Bogor/Kabiro Bogor Timur

Digeruduk Soal PPDB, SMAN 1 Gunung Putri Bungkam

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Banyaknya aduan masyatakat terkait sulitnya masuk di SMA Negeri 1 Gunung Putri, Ormas beserta Karang Taruna menggeruduknya, Jumat  (14/07/2023). Mereka menduga praktik jual beli kursi sekolah tingkat SMA/SMK Negeri di Kabupaten Bogor masih terjadi, dan angka jual beli kursi pun sangat fantastis, dari Rp10 juta hingga Rp 15 juta.

Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Rayon Gunung Putri, Sarnan Saputra mengatakan, berdasarkan informasi yang didapatkan di lapangan, PPDB 2023 di SMAN 1 Gunung Putri diduga masih terjadi praktik jual beli bangku sekolah.

“Ada indikasi jual beli bangku, dengan modus sistem zonasi, masa warga Desa Wanaherang masuk zonasi, sedangkan warga Desa Bojong Nangka yang notabenya lebih dekat tapi tidak masuk kriteria zonasi, kan aneh,” ucap Sarnan Saputra.

“Bahkan saat mendatangi sekolah, dari pihak panitia seolah-olah menghindar dengan adanya kedatangan kami,” tambahnya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, seluruh Ormas yang ada di Kecamatan Gunung Putri akan melakukan aksi pada Senin (17/7/2023). ” Kita akan demo nanti hari Senin sebagi bentuk kepedulian kami terhadap pendidikan yang dinilai tidak sesuai dengan regulasi yang ada,” tutupnya.

Sementara Kepala Desa Bojong Nangka, H. Amir Arsyad mengeluhkan hal sama terkait sulitnya warga Desa Bojong Nangka yang masuk di SMAN 1 Gunung Putri. “Dari tahun ke tahun, memang warga Desa Bojong Nangka banyak yang mengadu kepada saya terkait sulitnya masuk di SMAN 1 Gunung Putri. Sekolah tersebutkan adanya di wilayah Desa Bojong Nangka, kenapa sulit,” ungkap Amir kepada Jurnal Bogor.

Bahkan, sambung Amir, dari pihak sekolah pun tidak pernah ada komunikasi dengan Pemerintahan Desa Bojong Nangka, terkait penerimaan siswa didik baru.

“Saya setuju kalo memang organisasi yang ada di Kecamatan Gunung Putri akan melakukan sebuah aksi protes terhadap pihak sekolah, tapi dengan catatan tetap menjaga kondusifitas di wilayah,,” pungkasnya mengakhiri.

Sementara, saat Jurnal Bogor menyambangi SMAN 1 Gunung Putri, pihak sekolah maupun panitia enggan untuk menemui. Sampai diturunkannya berita ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak SMANTRI tersebut.

** Nay Nur’ain

Pembukaan Gelombang 2 Pelatihan Kerja, Ini Pesan Achmad Fathoni untuk Peserta

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Sebanyak kurang lebih 30 orang pemuda-pemudi Bogor Timur, mengikuti kegiatan pelatihan kerja yang digagas oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni, yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor. Dengan mengalirkan anggaran aspirasasinya Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp1 miliar untuk kegiatan pelatihan kerja, Achmad Fathoni punya keyakinan bisa menciptakan generasi muda yang memiliki keahlian khusus untuk menghadapi masa depan.

“Program ini adalah jawaban saya, sekaligus bukti perhatian saya terhadap aspirasi anak-anak muda. Mereka menanyakan mana keberpihakan Pak Dewan untuk para pemuda?. Inilah salah satu program yang jadi jawabnnya,” ungkap Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Minggu (16/7/23).

Politisi PKS tersebut pun turut mengucapkan terima kasih untuk Disnaker yang sudah sinergi mensukseskan program ini. Menurut dia,  program ini bertujuan menyiapkan bekal untuk generasi muda Bogor Timur dalam memenuhi permintaan dunia usaha atau industri akan SDM yang berkualitas. Sekaligus memberikan solusi keinginan warga Bogor Timur agar ikut serta merasakan kemajuan ekonomi dan usaha di wilayahnya.

“Saya berharap dengan program ini, warga Bogor Timur merasakan kemajuan ekonomi yang ada di wilayahnya. Dimana 50 % lebih PDRB Kabupaten Bogor ada di Bogor Timur,” tuturnya.

Fathoni meminta semua peserta serius mengikutinya, sehingga anggaran besar yang sudah ia perjuangkan melalui Pokir di Disnaker bisa memberikan manfaat besar bagi generasi muda Botim. Apalagi menurutnya, kegiatan ini baru pembukaan, dan pelatihan akan berjalan selama 30 hari kedepan.

“Saya akan cek dan terus monitor kesungguhan adik-adik semua. Saya sudah tugaskan Kang Satria memonitor day to day. Dan insya Allah saya akan sempatkan mengunjungi saat proses pelatihan,” cetusnya.

“Sebelum mengakhiri saya ingin memberikan satu buah pantun. “Nasi kotak lauknya ikan lontong dan lalapan enak buat dimakan, mari bergerak wahai kawan, songsong masa depan raih kemenangan.  Kalau ingin sampai ke kota tua, harus dipastikan bekalannya ada, kalau ingin sukses di masa tua, Harus disiapkan sejak anda muda.  Salam berdikari, yakin usaha doa sukses, “ tambah Aleg dapil 2 tersebut mengakhiri.

Sementara Camat Gunung Putri, Didin Wahidin mengapresiasi kinerja Achmad Fathoni yang sudah memperjuangkan masa depan anak muda. Mengingat, wilayah Kecamatan Gunung Putri merupakan daerah industri, namun lebih banyak orang luar wilayah yang ditempatkan. Mungkin salah satu kendalanya adalah soal keahlian.

“Semoga dengan bekal ilmu dari hasil pelatihan kerja yang diikuti oleh pemuda-pemudi, bisa membuahkan hasil yang bermanfaat untuk masa depan mereka kedepan. Kami dari pemerintah akan berusaha memfasilitasi, selebihnya adalah usaha dan kerja keras dari mereka sendiri yang nantinya akan membawa mereka kedepan gerbang kesuksesan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Warga Desak Perbaikan Jalan Ligarmukti

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Warga Desa Ligarmukti, Klapanunggal mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor segera melakukan perbaikan ruas jalan Linggarmukti. Pasalnya, kini kondisi ruas jalan utama menuju Jonggol tersebut banyak mengalami kerusakan.

Hal itu terlihat dari kondisi jalan yang berlubang serta permukaan aspal yang sudah tidak lagi layak. Selain itu, tidak adanya drainase di penggir jalan membuat kondisi jalan kerap tergenang air pada saat hujan.

“Ini sudah lama jalan rusak dan belum diperbaiki. Kalau yang ruas jalan utama di Desa Bojong kan sudah dibeton dah bagus. Tinggal yang ke arah Ligarmukti sampai ke Jonggol yang masih banyak mengalami kerusakan,” kata salah satu warga Desa Ligarmukti, Imran kepada Jurnal Bogor, Minggu (16/7/23).

Menurut dia, ruas Jalan Ligarmukti merupakan akses utama warga Desa ligarmukti yang ingin beraktivitas menuju Jonggol atau Klapanunggal. Ruas Jalan tersebut, lanjutnya, sangat penting bagi mobilitas masyarakat termasuk aktivitas perekonomian warga Klapanunggal dan Jonggol.

“Jalur ini yang dibilang penting ya penting karena akses utama yang menghubungkan Jonggol dengan Klapanunggal,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Imran ruas jalan tersebut merupakan jalan utama menuju lokasi wisata Sodong yang kerap ramai dikunjungi pada saat akhir pekan. Jika ruas jalan Ligarmukti bagus, maka hal tersebut tentunya akan berdampak terhadap meningkatnya pengunjung ke lokasi wisata air Sodong.

“Banyak pengunjung yang mengeluh kalau ruas jalan banyak yang rusak jadi sangat mengganggu perjalanan. Apalagi kalau hujan, ruas jalan banyak tergenang dan lobang tidak kelihatan jadi sangat berbahaya bagi para pengguna jalan,” tukasnya.

Imran berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor dapat segera melakukan perbaikan ruas Jalan Ligarmukti mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses penting penujang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Jonggol dan Klapanunggal.

“Berharap segera diperbaiki. Tapi ya gak tahu kapan akan diperbaikinya. Kami warga hanya bisa mengeluh dan menyampaikan kepada pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ligarmukti, Samin mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan keluhan dan keinginan masyarakat Desa Ligarmukti terkait perbaikan ruas jalan utama tersebut. Hal itu disampaikan dalam berbagai kegiatan pemerintahan, baik tingkat kecamatan, kabupaten maupun pada saat reses anggota DPRD.

“Kami sudah sampaikan mengenai hal tersebut agar segera dilakukan perbaikan. Namun sampai saat
ini belum juga ada kepastian dari Pemda kapan ruas Jalan Ligarmukti akan diperbaiki,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Kasus Dugaan Asusila Pengasuh Ponpes, PPHI: Jangan Sampai Terjadi Kriminalisasi Ulama

0

Bogor | Jurnal Bogor

Perkumpulan Paralegal Hukum indonesia (PPHI) Kota dan Kabupaten Bogor menyoroti tajam kasus yang menimpa salah seorang pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Tanah Sareal, Kota Bogor.

“Jangan sampai ada upaya-upaya pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter yang menjurus ke kriminalisasi terhadap ulama oleh sekelompok orang dengan modus operandi terjadi pelecehan seksual terhadap santriwatinya,” kata Ketua PPHI Kota dan Kabupaten Bogor, Ilham Indra, dalam keterangan persnya, Sabtu (15/7/2023).

Ilham membenarkan, saat ini dirinya bersama tim tengah memperjuangkan keadilan bagi tokoh ulama selaku pengasuh di salah satu Ponpes di Kota Bogor.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya melihat persoalan ini secara objektif hingga tidak terjadi tuduhan yang tidak mendasar jika pimpinan Ponpes melakukan pelecehan seksual.

“Sudah selayaknya jika ada seorang pengasuh Pondok Pesantren selaku tokoh atau pemuka agama saat dihampiri santri/wati untuk bersalaman lalu memegang kepala para santrinya dengan maksud untuk memberi doa atau mendoakan para santrinya. Namun hal tersebut malah dijadikan tuduhan pelecehan seksual oleh sekelompok orang yang dengan sengaja mengaitkan hal tersebut dengan tuduhan perbuatan cabul kepada pengasuh Ponpes,” paparnya.

Tuduhan tersebut, kata Ilham, terbukti dengan adanya pihak atau kelompok kelompok tertentu yang diduga kuat disponsori oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di lingkungan Kementerian Agama dengan cara memprovokasi dan menyebarkan isu kepada masyarakat luas dengan bahasa telah terjadi dugaan pelecehan seksual.

“Hal ini diperkuat dengan adanya perbuatan provokasi yang dilakukan oleh oknum tersebut dengan cara mengundang dan memprovokasi para tokoh masyarakat di lingkungan salah satu Ponpes yang ada di Kota Bogor. Perbuatan tersebut lebih nampak saat istri oknum PNS itu memposting berita miring yang terbit di salah satu media online melalui akun sosial medianya,” sebutnya.

Berkaitan dengan hal itu, Ilham kembali menegaskan, negara wajib hadir untuk memberikan keadilan serta kepastian hukum terutama terhadap para ulama pengasuh ponpes di Kota Bogor yang terindikasi sedang dikriminalisasi.

“Negara melalui Kompolnas dan Komnas HAM wajib turun tangan dengan indikasi terjadi pencemaran nama baik yang menjurus kepada kriminalisasi terhadap ulama,” tandasnya.

** Dede Suhendar

Ikan Asin Masih Tinggi Diminati Warga Bogor Barat

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Peminat untuk mengonsumsi ikan asin di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat terbilang masih cukup tinggi. Olahan ikan kering ini memang begitu diminati masyarakat.

H Intan Permana

Bagaimana tidak dalam satu hari, sebanyak 2 kuintal ikan dari berbagai macam jenis terjual di toko ikan asin Intan Samudera milik H.Intan Permana di Pasar tradisional Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

H Intan Permana yang sudah bergelut berjualan ikan asin sekitar 15 tahun ini pun kini sudah memiliki 4 toko dengan jumlah karyawan 18 orang.

“Saat ini dalam satu hari bisa menghabiskan 2 kuintal di satu toko ini. Peminat disini memang banyak karena mungkin cuaca  asumsi masyarakat untuk ikan asin itu masih baik,” kata H.Intan Permana, Minggu (16/07/2023)

Dia menjelaskan, untuk menyediakan ikan asin yang dijualnya selalu memberikan yang terbaik.

“Kita harus liat kondisi ikan yang segar yang enak dilihat dan tidak bau apek.

Memang terkadang harga itu tergantung kualitas dan kuantitas. Terkadang opini masyarakat menginginkan ikan yang murah tapi bagus,” katanya.

Ada beberapa jenis ikan yang tergantung pada musim, dan ketika banyak ikan itu harga akan murah dengan kualitas yang baik. 

“Kalau kita dekat dengan nelayan langsung dengan harga murah dapat kualitas yang baik. Tapi itu hanya pada musim tertentu saja dan pada ikan tertentu juga, tidak semua ikan seperti itu,” bebernya.

Jenis ikan asin diketahuinya sebanyak 350 macam. Sementara di tokonya itu menyediakan 250 jenis ikan.

Dia memaparkan, di pasar tradisional Leuwiliang masyarakat banyak peminat ikan teri. Kendati cara pengolahan ikan di setiap daerah akan berbeda, begitu juga kehadiran ikan itu sendiri.

“Dari berbagai daerah olahan dari ikan itu sendiri akan berbeda.  Bisa dari kandungan garam dari Ikan di daerah  tersebut ataupun curah hujan mempengaruhi,” katanya.

Bahkan tergantung cara memasak juga ataupun memang kondisi Ikan atau cuaca yang ikut berpengaruh kepada kondisi ikan tersebut.

“Terkadang musim ikan tertentu itu akan berpengaruh juga, tadinya harga ikan yang mahal dari nelayan, ataupun sedang musimnya ikan yang mahal bisa turun jadi harga murah,” tutupnya.

** Andres

Event CFC KU-40 Utamakan Silaturahmi dan Persaudaraan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Sebanyak 7 klub sepakbola Old Star U-40 perwakilan 7 Kecamatan yang ada di Zona Timur ambil bagian dalam Camry Football Championship ( CFC) 2023 di Lapangan Graha Jala Yudha, Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Minggu, 16 Juli 2023.

Event CFC KU 40.

Tujuh klub Old Stard KU 40 yang ambil bagian dalam CFC Zona Timur diantaranya, Old Star Citeureup, Old Star Gunung Putri, Old Star Cileungsi, Old Star Klapanunggal, Old Star Cariu, Old Star Jonggol, Old Star Tanjung Sari. Sementara Old Star Sukamakmur batal ambil bagian dalam event CFC KU 40 kali ini.

Ketua Panitia CFC KU 40, Ariek SB merasa puas dengan perhelatan Camry Football Championship ( CFC) KU 40 yang digelar secara perdana di Zona Timur yang dipusatkan di lapangan Graha Jala Yudha, Ciangsana, Gunung Putri

” Saya sangat puas dengan perhelatan CFC KU 40 Zona Timur yang berlangsung sukses dan lancar. Awalnya ada 8 tim yang akan ambil bagian . Namun Old Star Sukamakmur batal ikut serta karena ada satu hal yang membuat tim mereka batal jadi bagian di ajang CFC KU 40 Zona Timur,” ujar Ariek SB, Minggu, 16 Juli 2023
Ariek menambahkan, ada dua tim tiap Zona yang nantinya meraih Golden Ticket yang akan dilangsungkan di Stadion Pakansari, Cibinong.

Lamanya pertandingan yang dilakukan kedua tim dalam CFC KU 40 ini adalah 1 x25 menit.

Mulai minggu depan, kata Ariek, perhelatan CFC KU 40 akan bergerser ke zona lainnya yang ada di Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, tambah Ariek, semua pertandingan CFC KU 40 tiap Zona sudah memenuhi standar atau perijinan keamanan lingkungan wilayah dan juga disiapkan kendaraan Ambulance di pinggir Lapangan.

Ketua Umum Camry Jabar, Kiki Erlangga mengatakan, CFC KU 40 ini memang program atau agenda silaturahmi antar Komunitas sepakbola KU 40 atau lebih yang ada di 40 Kecamatan se Kabupaten Bogor.

” Event ini memang bukan ajang prestasi. Namun lebih mengedepankan silaturahmi dan sinergitas masyatakat bola yang sudah memasuki usia senja,” tegas Kiki Erlangga.

Kiki berharap, semua tim yang ambil bagian dalam CFC KU 40 ini bisa menjunjung sportifitas dan bersahabat didalam dan luar pertandingan.

” Event ini bukan adu gengsi dan prestise. Tapi event ini adalah ajang memupuk silaturahmi dan kebersamaan semua masyarakat bola di Kabupaten Bogor,” pungkasnya. ( Asep Syahmid)

Tim Old Star Citeureup Raih Golden Tiket CFC KU 40

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kesebelasan Old Star Kecamatan Citeureup berhasil menjadi juara Zona Timur dalam event Old Star Camry Football Championship ( CFC) 2023 setelah mengalahkan Old Star Kecamatan Cileungsi dengan skor 2-0 dalam laga yang dilangsungkan di Lapangan Graha Jala Yudha, Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Minggu, 16 Juli 2023

Perhelatan Turnamen Sepakbola Old Star Camry Football Championship (CFC ) KU -40 Zona Timur berlangsung dengan sukses.

Dari Zona Timur yang meraih Golden Ticket ke Pakansari adalah Tim Sepakbola Old Star Kecamatan Cileungsi dan Tim Sepakbola Old Star Kecamatan Citeureup.

Dalam babak Semifinal Old Star Kecamatan Cileungsi mengalahkan Old Star Kecamatan Gunung Putri dengan skor 3-1.

Sementara itu pada laga yang lainnya, Tim Old Star Kecamatan Citeureup berhasil menumbangkan Old Star Kecamatan Jonggol dengan skor 3-1.

Laga final CFC KU 40 Zona Timur disaksikan langsung oleh M Yusuf Kiat atau Djendral Bogor salah satu Caleg Partai Gerindra dari Dapil 2 Kabupaten Bogor.

Djendral mengatakan sangat kagum dan bangga dengan adanya event Old Star CFC KU 40 ini.

Menurutnya, ajang Old Star CFC KU 40 ini benar benar jadi ajang silaturahmi insan sepakbola yang sudah menginjak usia senja.

” Selamat buat CFC KU 40 dan selamat buat semua peserta yang ambil bagian dalam event Old Star KU 40 ini,” tegas Djendral yang juga sebagai salah satu tokoh suporter sepakbola Bogor ( asep syahmid)