25.7 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 581

Penas ke-XVI, BBPMKP Kementan Kenalkan Microgreens, “Kecil-Kecil Cabai Rawit” Solusi Budidaya Pertanian di Lahan Sempit

0

Padang | Jurnal Bogor

Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan ke-XVI di Kota Padang, Sumatera Barat saat ini memasuki hari kelima. Perhelatan akbar tersebut telah menarik antusiasme tinggi dari para pengunjung. Pasalnya tidak hanya menghadirkan pameran berbagai komoditas pertanian saja tetapi juga gelar teknologi pertanian. Microgreens, salah satu hasil inovasi budidaya pertanian yang dikembangkan Pusat Pelatihan Pertanian (P4S) HC-Urban Farming binaan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian pun tak luput dari bidik mata perhatian pengunjung.

Microgreens merupakan komoditas pertanian berupa tanaman/sayuran berukuran kecil yang dipanen saat berusia sangat muda, yaitu 7-14 hari setelah semai. Benih yang digunakan untuk tanaman Microgreens sama dengan benih tanaman/sayuran biasanya.

Budidaya Microgreens ini dapat ditanam di lahan yang terbatas, mudah diaplikasikan, dan dapat dilakukan di dalam ruangan. Selain itu, Microgreens memiliki kandungan nutrisi yang tinggi karena dipanen pada saat perkecambahan tanaman sehingga memiliki nilai gizi yang sangat baik. Dan tentunya dapat menjadi alternatif untuk penyediaan pangan bernutrisi tinggi bagi keluarga.

Kelebihan-kelebihan inilah yang menjadi daya tarik pengunjung untuk mengulik lebih dalam tentang Microgreens di penas XVI.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menilai Penas XVI memiliki peran yang sangat strategis

“Penas XVI harus menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan”, katanya.

Ia pun menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian-bagian untuk mengkonsolidasi kekuatan dan potensi pertanian.

“Khususnya untuk menjaga ketahanan pangan nasional kita, acara Penas harus menjadi puncak komunikasi emosional kita”, sambung Mentan SYL.

Dibalik ukurannya yang mini, Microgreens memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Selain biaya produksi yang lebih hemat dan ramah lingkungan, peluang bisnis Microgreens juga sangat menjanjikan karena belum banyak yang menggelutinya.

Sejurus dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan bertani merupakan sarana untuk mendapatkan keuntungan, maka harus dibangun sistem bisnis pertanian yang kokoh dari hulu sampai hilir

“Harus dibangun sistem agribisnis yang kokoh dimulai dari pemberdayaan petani dan penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian. Pertanian harus menjadi bisnis. Pertanian itu harus sustainable dan menarik. Pertanian tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri tetapi harus bisa menghasilkan uang”, ujar Dedi.

Pengelola (P4S) HC-Urban Farming, Fajar Wiyono menjelaskan budidaya Microgreens tidaklah sulit, dapat dilakukan dengan penggunaan air yang lebih sedikit, tanpa pengaruh iklim, tanpa media tanah, hemat tempat, memiliki tingkat kesuburan yang tinggi, serta umur panen yang relatif lebih cepat. Bisnisnya pun “menggiurkan”.

“Saya bisa jual ke hotel-hotel atau ke masyarakat sekitar. Anak-anak lebih suka Microgreens daripada sayuran yang biasa, karena mereka melihat Microgreens kecil dan tidak menakutkan”.

Dengan melakukan urban farming, kita dapat berkontribusi untuk mengurangi dampak pemanasan suhu akibat perubahan iklim serta mengurangi emisi dari transportasi perdagangan produk pertanian.

** Dea/Nita/BBPMKP

Dispora Pegang Komitmen Lestarikan Ortrad

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sejak awal pekan lalu, Dinas Pemuda dan Olahraga ( Dispora) Kabupaten Bogor kembali menggulirkan bantuan alat alat olahraga tradisional.

Pemberian alat olahraga tradisional ini dilakukan kepada 40 Sekolah Dasar yang ada di 40 Kecamatan dengan sistem pembagian secara wilayah dengan 4 Wilayah yang sudah ditentukan.

Untuk Wilayah 1 dipusatkan di Gedung PGRI Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dan diberikan secara langsung oleh Kadispora, Asnan AP pada hari Senin, 12 Juni 2023

Pembagian di Wilayah II dipusatkan di SDN Banjar Waru 01, Kecamatan Ciawi pada Selasa, 13 Juni 2023.

Sementara itu, pembagian alat Ortrad untuk sekolah yang ada di Wilayah III dilakukan di SDN Parung 01, Kecamatan Parung, Rabu 14 Juni 2023.

Sedangkan SDN Ciuncal, Kecamatan Cileungsi, menjadi tuan rumah pembagian alat Ortrad untuk Wilayah IV pada Kamis, 15 Juni 2023

” Dispora terus berkomitmen meneruskan atau melanjutkan pemberian alat ortrad ini kepada sekolah sekolah dasar yang ada di Kabupaten Bogor,” tegas Kadispora, Asnan AP, Kamis 15 Juni 2023

Namun, kata Asnan AP, semua sekolah yang diberikan bantuan alat Ortrad ini terlebih dahulu mengikuti Bimtek yang dilakukan oleh Bidang Pembudayaan Olahraga ( PO) Dispora Kabupaten Bogor.

Asnan bersama Elwi Sulistiyanto ( Kabid Pembudayaaan Olahraga) dan Dedi Supriadi ( Subkor Ortrad) secara simbolis memberikan bantuan alat ortad di Wilayah I di Gedung PGRI Nanggung pada Senin, 12 Juni 2023.

Adapun alat alat Otrad yang diberikan kali ini ada dua jenis yakni Sumpitan beserta Mata Sumpitan, Standing Frame, Sasaran Tembak dan Bantalan Sasaran Tembak dan Tarompah Panjang. Masing masing sekolah dapat dua set sumpitan dan tarompah panjang.

” Insya Allah kegiatan ini masih jadi kegiatan rutin yang akan kami lakukan. Lewat pemberian alat ortrad ini minimal Dispora ikut andil dalam menjaga eksistensi olahraga Tradisional di Kabupaten Bogor,” pungkas Asnan AP. ( asep syahmid)

Hadits Hari Ini

0

Jihad Para Wanita

Sahih al-Bukhori:2663

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: اسْتَأْذَنْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ:

جِهَادُكُنَّ الْحَجُّ.

Dari Aisyah, Ummul mu’minin ra, dia berkata: Aku meminta izin kepada Nabi saw untuk berjihad, maka beliau bersabda:

Jihad kalian (para wanita) adalah haji.

Pesan :
Wanita yang menginginkan pahala jihad, hendaknya menunaikan ibadah haji.

Ditanya Soal BHPRD yang Belum Turun, Plt Tunjuk ‘Jengkol’ yang Dikenakan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Persoalan Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang sampai saat ini tak kunjung dikucurkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, membuat sebagian besar kepala desa menjerit.

Pasalnya, banyak anggaran yang bersifat pembayaran tetap yang bersumber dari dana BHPRD tersebut. Mengingat, waktu turun anggaran BHPRD yang seharusnya per triwulan kini sudah mendekati satu semester, namun tak kunjung ada Perbub yang dikeluarkan.

Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan saat menyambangi kantor Desa Gunung Putri mengatakan tak perlu dia jelaskan secara panjang lebar, karena bisa menilai dari ‘jengkol’ (emblem atau pin tanda jabatan) yang dia pakai.

“Tahu kan jengkol ini masih apa bentuknya, jadi kalo ‘jengkol’ ini berubah anggaran BHPRD gak akan telat seperti ini, jadi saya tidak perlu menjelaskan secara panjang lebar, kalian bisa menilai sendiri,” ungkap Iwan Setiawan.

Sebelumnya, Kepala Desa Jonggol, Yofie M Safri mengeluhkan anggaran BHPRD yang tak kunjung dicairkan oleh Pemda Bogor. Alhasil, banyak program yang tertunda karena tidak adanya anggaran. Mungkin jika posisi desa berada di tengah kawasan industri bisa mendapatkan CSR dari perusahaan, tapi bagaimana nasib desa yang hanya dikelilingi oleh pertanian dan perkebunan warga.

” Plt Bupati ini sepertinya tidak paham kondisi kami dibawah, desa yang sudah hampir menjerit dan memeras otak agar pelayanan terus berjalan sekalipun belum turun anggaran,” ungkap Yofie.

Tidak perlu dimohon sebetulnya, sambung Yofi, jika memang sudah waktunya untuk dibagikan, ya segera bagikan. Andai distribusi anggaran dari Pemda tertib, program desa pun bisa berjalan dengan lancar tidak tersendat-sendat seperti ini.

“Jangan hanya bisa menekan kades untuk pandai mencari dana talang, tapi tertibkan penurunan anggaran dari Pemda maka program kami pun akan berjalan lancar, ” tanda Yofie.

Dirinya berharap, tidak ada permainan politik dari lambannya anggaran BHPRD yang seolah sengaja belum diturunkan sampai saat ini. “Kami paham status Plt tapi seharusnya carikan solusi untuk desa yang saat ini sudah morat-marit mencari dana talangan agar pelayanan kepada masyarakat bisa terus berjalan,” pungkas Yofie mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Jelang PPDB SMP, Kadisdik Minta Kepala Sekolah Jangan Arahkan Komite Pungut Sumbangan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Memasuki tahun ajaran baru 2023-2024, Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP akan dibuka pada 3 Juli mendatang. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Djuanda Dirmansyah mengingatkan kepada semua pihak sekolah untuk tidak mengambil kesempatan di momen PPDB. Hal tersebut disampaikan Djuanda saat menghadiri Hari Anti Narkoba Indonesia (HANI) di Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Djuanda mengingatkan, jangan sampai ada jabatan yang dicopot atau dinonaktifkan terkait perkara PPBD. Apapun kondisi dan keadaannya, berusaha untuk tidak menabrak aturan dari pada jabatan yang jadi taruhannya.

“Tidak ada alasan apapun pihak sekolah memungut biaya kepada siswa sekalipun dengan dalih sumbangan,” ungkap Djuanda kepada Jurnal Bogor, Rabu (14/6/23).

Djuanda menyebut, pihak sekolah jangan memanfaatkan komite untuk meminta bantuan kepada orang tua siswa. Adanya komite yaitu untuk mencarikan dana dari luar sekolah, dari CSR, bukan untuk mengumpulkan dana dari orang tua siswa.

“Jika hanya mengambil kolektif dari orang tua, tidak perlu ada komite, sekolah bisa melakukan itu,” tandas Djuanda.

Djuanda mengingatkan, jika masih ada sekolah yang memungut biaya orang tua jangan segan-segan untuk melaporkan kepada dinas terkait agar bisa memberikan sanksi yang pantas sesuai dengan apa yang sudah dilakukan.

“Dalam hal ini kepala sekolah lebih berperan, jadi tidak ada alasan kepala sekolah tidak tahu dan melemparkan kepada panitia PPDB,” tandasnya.

Lebih lanjut Djuanda mengingatkan, selain soal pungutan yang dibalut sumbangan PPDB. Djuanda pun berpesan agar pihak sekolah tidak menerima siswa titipan dari instansi manapun, bekerjalah sesuai dengan prosedur, jangan sesekali menabrak aturan karena takut pada seseorang yang punya peran.

“Ingat, tidak ada pungutan apapun, dan tidak diperkenankan ada siswa titipan dari siapapun. Bekerjalah dengan amanah, jangan sampai dapat sanksi di dunia juga diakhirat karena keluar dari koridor aturan yang sudah ada,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

DLH Kabupaten Bogor dan Warga Bersihkan Sampah

0

Bojonggede l Jurnal Bogor

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama masyarakat  mengangkut tumpukan sampah di Kampung Masjid RT 1/4 Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Rabu (14/6).

“Hari pertama ini kami menerjunkan tiga unit armada dump truk pengangkut sampah, dibantu petugas dan warga setempat memindahkan sampah,” ungkap Tim Teknis Penanganan Sampah DLH Kabupaten Bogor, Taufik Sahlan.

Taufik menjelaskan karena lokasi tidak bisa dijangkau truk pengangkut sampah, jadi dilakukan pengarungan dulu yang selanjutnya dibawa ke truk menuju TPA Galuga.

“Pengangkutan sampah ini tidak bisa menggunakan alat berat, jadi dikarungi dulu sampahnya, baru dibawa kedepan nanti armada truk datang,” tukasnya

** Arip Ekon

Pemdes Cilebut Timur Salurkan Bantuan Pangan Tahap VI

0

Sukaraja | Jurnal Bogor

Sebanyak 1.860 keluarga peneriman manfaat (KPM) Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor mendapatkan bantuan pangan tahun 2023 berupa besar 10 Kg/KPM dari pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia (RI).

Bantuan pangan dibagikan langsung di kantor desa Cilebut Timur oleh pihak kantor pos dimana penyaluran bantuan pangan disaksikan langsung oleh kepala desa Cilebut Timur, sekdes, staf desa, Babinkamtibmas dan Babinsa.

Kepala Desa Cilebut Timur, Muchtar Kelana mengatakan “Alhamdulillah penyaluran bantuan pangan tahap VI di Desa Cilebut Timur berjalan dengan lancar, walaupun antriannya panjang warga sangat tertib,”katanya.

Muchtar menambahkan, untuk menghindari penumpukan makanya kita jadwal untuk dusun 1  RW 01, RW 02, RW 03, RW 04, RW 13 penyaluran pukul 08:00-10:30, dusun 2 RW 05, RW 06, RW 07, RW 08, RW 12 penyaluran pukul 10 : 30 sampai 13 : 30 dan dusun 3 RW 09, RW 10, RW 11, RW 14 penyaluran pukul 13 : 30 sampai 16 : 30 wib.

“Disini Pemdes Cilebut Timur hanya sebagai fasilitator saja yang penting warga bisa menerima bantuan yang bermanfaat dan bisa digunakan sebaik-baiknya,“ pungkasnya.

Sementara itu salah satu warga penerima bantuan pangan, Warnih mengatakan dirinya sangat sumringah setelah dapat bantuan pangan tersebut, pasalnya beras di rumahnya sudah mau habis.

“saya senang banget, soalnya beras pembagian yang kemaren sudah mau habis, setelah ada informasi ada bantuan pangan lagi saya sangat terbantu, mudah-mudahan pemerintah bisa terus membantu masyarakat yang tidak mampu dan saya terimakasih sama pemerintah, “ujarnya.

** Aga Alamanda

Susmono Layak Masuk Nominasi Haornas Award 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sosok Sumono atau yang akrab disapa Akung adalah salah satu insan olahraga di Kabupaten Bogor.

Mekipun usianya udah mau mendekati angka 70 tahun, namun mantan pesepakbola dan pegiat tenis di Kabupaten Bogor ini masih kencang dalam menggelorakan olahraga tenis di kalangan pensiunan dan ASN Aktif di Kabupaten Bogor.

Selama berkiprah di Kabupaten Bogor, Akung sangat aktif dalam sepakbola sejak tahun 1980 an hingga awal awal tahun 2000 baik sebagai pemain, sekretaris tim dan official

Akung juga banyak terlibat dalam pencapaian prestasi emas pada cabang olahraga tenis di arena Porda atau Porprov Jabar.

” Hampir 4 hari dalam tiap minggu saya olahraga tenis di Lapangan Ktenzpo, Pendopo Bupati Bogor ,”ujar Akung, Rabu, 13 Juni 2023.

Atas dedikasi dan loyalitas pada dunia olahraga di Kabupaten Bogor selama ini sangat pantas jika Dispora Kabupaten Bogor memberikan reward atau Haornas Award tahun 2023 bagi Susmono Akung yang memang belum pernah meraih penghargaan tersebut.

Saat ini, Akung sedang fokus pada Turnamen Tenis Ktenzpo dalam rangkaian HJB ke 541 yang akan masuk babak 8 besar pada Minggu 19 Juni 2023.

Akung juga termasuk salah satu pemain yang berpeluang meraih mahkota juara pada event Ktenzpo 2023. ( asep syahmid)

Elly Yasin Sapa Warga Parungpanjang Sosialisasikan UUPK

0

Parungpanjang | Jurnal Bogor

Anggota DPR-RI Komisi VI Elly Rachmat Yasin sapa kader-kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berada di wilayah Bogor bagian barat, Parungpanjang yang turut dihadiri perwakilan  Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Camat Parungpanjang Icang Aliudin, anggota dari komisi VI DPR RI, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PPP Muhammad Romli, dan Bacaleg PPP Dapil V Hj. Nina Kurniasih.

Kegiatan yang berlangsung di Bale Gunung Dago, Desa Dago, Parungpanjang, Kabupaten Bogor itu selain melakukan sosialisasi Undang-undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) sekaligus pembentukan saksi tim sukses.

“Kita adakan sosialisasi Undang-undang No 8 Tahun 1999 tentang UUPK. Selesai acara karena sudah turun ke lapangan, kami menyapa kader-kader kita, sekaligus pembentukan saksi tim sukses,” kata Elly Rachmat Yasin, Selasa (13/6/2023).

Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor itu menjelaskan, pihaknya mengharapkan dengan target realistis di setiap desa-desa.

“Karena setiap desa pasti punya basis warna ini warna itu. Realistisnya berapa di atas realistis itu, karena kita tidak terlalu berani neko-neko,” katanya.

Dia meyakini, bahwa pendukung PPP di wilayah barat cukup banyak, semasa Bupati Rahmat Yasin (RY) itu hampir semua di barat, terutama di Cibungbulang di Dramaga termasuk Parungpanjang.

“Hasil pemilihan yang lalu tidak begitu signifikan tapi sekarang kita punya target harus lebih dari itu. Kalau saya sebagai ketua partai, disini kan ada calon banyak ya. Masyarakat bisa melihat tidak usah saya menjawab,” bebernya.

Saat ditanya mengenai majunya untuk jadi Bupati Bogor pada 2024, Elly menjawab akan lebih fokus terlebih dahulu membesarkan partai dan mengejar target jumlah kursi.

“Saya sebagai ketua partai mempunyai kewajiban membesarkan partai menambah dulu kursi partai. Kalau kursi partainya sudah jelas terlihat, kita kira-kira realistisnya berapa kursi,  pantas gak kita untuk mencalonkan gitu. Kalau masalah pantes, pantes aja berapa kursi juga, tapi kan kekuatan kita itu berapa, kita ingin berkoalisi dengan partai lain, partai lain juga punya keinginan kader terbaiknya jadi bupati kan,” katanya.

** Andres

Seleksi Atlet dan Lakukan Pembinaan Jangka Panjang

0

BeritaNPCI Kabupaten Bogor saat ini tengah fokus melakukan program pembinaan jangka panjang kepada para atlet binaanya.

Bahkan, Induk olahraga yang dinahkodai M Misbach ini terus melakukan sosialiasi terkait olahraga bagi penyandang disabilitas ke semua wilayah yang ada di Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, NPCI Kabupaten Bogor hingga saat ini menggali potensi para atlet dan calon atlet dari semua cabor binaannya.

” Pembinaan jangka panjang menjadi tujuan dari program NPCI Kabupaten Bogor saat ini,” tegas Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach, Rabu, 14 Juni 2023

Disamping itu, tambah Kang Ace, panggilan akrab dari orang nomor satu di NPCI Kabupaten Bogor saat ini beberapa cabor tengah melakukan seleksi para atlet masa depan NPCI Kabupaten Bogor.

” Kami ingin pada saat Peparda Jabar 2026 di Kota Bogor akan banyak atlet potensial dari binaan kami sendiri,” paparnya

Ia sangat optimis, lewat seleksi atlet dan pembinaan jangka panjang akan lahir para atlet masa depan yang bisa mengharumkan NPCI Kabupaten Bogor di kancah Peparda ataupun akan lebih banyak lagi yang masuk dalam Kontingen Jabar pada saat Peparnas dan Kontingen Merah Putih pada event Asean Para Games.

Dalam kesempatan yang sama, Kang Ace menambahkan saat ini juga NPCI Kabupaten Bogor tengah menggelar Pra Pelatda dan TC Pepaperda. ( asep syahmid)