32.1 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 571

PKBM Satria Sakti Dinilai Warga tak Jelas

0

Sukajaya | Jurnal Bogor

Keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Satria Sakti yang terletak di Kampung Pasir Tugu, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor disesalkan oleh masyarakat.

Pasalnya, keberadaan pendidikan nonformal tersebut diduga tidak jelas dan hanya mengincar keuntungan pribadi pengelola Yayasan Satria Sakti.

“Saya sebagai masyarakat Sukajaya sangat kecewa keberadaan PKBM ini. Karena kegiatan belajar mengajar (KBM)-nya itu tidak  ada, ditambah ada dugaan pemalsuan tanah hibah,” kata warga Suleni.

Dia menjelaskan, banyak warga yang jadi korban dengan dugaan pemalsuan data. Selain itu, untuk keabsahan legalitas PKBM, seakan warga telah menghibahkan tanahnya untuk keperluan kegiatan PKBM itu untuk memanipulasi data legalitas saja.

“Setelah saya telusuri ternyata memanipulasi warga demi kepentingan pribadi, dan pastinya warga yang dikorbankan atas adanya Yayasan Satria Sakti saya duga pemalsuan data legalitas, karena si pemilik tanah tidak pernah menghibahkan,” katanya.

Dia mengaku, bahwa dirinya mengetahui sejak awal berdirinya PKBM itu banyak data yang dirinya masukan ke yayasan tersebut. Namun hingga kini tidak ada kelulusan bagi pelajar.

“Saya tahu persis pada waktu merintisnya yayasan itu, data siswa yang masuk PKBM Satria Sakti banyak dari saya. Tetapi hingga saat ini saya tidak mengetahui kapan ke lulusannya dan sampai saat ini juga pelajar itu selalu bertanya kepada saya,” katanya.

“Saya selaku orang tua siswa, mempertanyakan kapan siswa-siswi ini akan diluluskan sedangkan PKBM ini belum pernah ada kegiatan belajar dan mengajar, bahkan guru-gurunya juga siapa dan orang mana kami pun tidak tahu,”  tambahnya.

Dia menuturkan, adanya pemberitaan terkait dengan kunjungan kerja pihak kecamatan ke PKBM, Senin (19/06), dibantah oleh pihak aparat.

“Terkait itu, saya konfirmasi kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Sukajaya kemarin itu tidak ada kunjungan kerja yang ada cuma monitoring ke PKBM Satria Sakti bersama staf pendidikan dari kecamatan,” katanya.

Sementara dikonfirmasi perihal tersebut, Ketua PKBM Satria Sakti yang biasa akrab Seki hanya memberikan keterangan singkat. “Besok saya telepon kalau urusan saya sudah beres,” singkatnya.

** Andres

Inilah Kebanggan Doris Sundari Saat Menyaksikan Laga Timnas Indonesia Lawan Argentina

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Laga FIFA Match Day Indonesia versus Argentina yang dilangsungkan di Stadion GBK, Jakarta, Senin, 19 Juni 2023 benar benar menjadi daya magis semua pecinta sepakbola di tanah air.

Doris Sundari

Doris Sundari ketua IODI Kabupaten Bogor dan sebagai salah satu masyarakat pecinta sspakbola Kabupaten Bogor sangat beruntung bisa menyaksikan laga Timnas Garuda kontra Tim Tango Argentina.

Saat menyaksikan laga Timnas Indonesia lawan Argentina, Doris mengenakan jersey yang sangat keren karena ada warna timnas argentina dan warna timnas garuda dalam jersey nya.

Bahkan, ia juga membentangkan atribut Indonesia dengan bangga.

” Alhamdulilah saya bisa berada ditengah tengah ribuan suporter yang menyaksiksan laga FIFA Matchday kali ini. Luar biasa ini jadi momentum yang sangat bersejarah bagi saya dan juga ribuan suporter lainnya yang melihat langsung juara dunia 2022 di Senayan,” tegas Doris Sundari, Selasa, 20 Juni 2023.

Baginya, Timnas Garuda sangat beruntung bisa melakoni laga melawan Juara dunia itu.

” Saya tidak melihat hasil akhir. Namun saya melihat semua pemain Indonesia bisa tampil percaya diri saat melawan Tim Tango Argentina,” papar Doris.

Doris berharap, event event FIFA Matchday ini melawan negara negara yang hebat sepakbolanya seperti Brazil, Jerman, Spanyol, Italia, Inggris bisa kembali digelar di Indonesia.

” Saya yakin dengan seringnya melawan negara negara yang pernah jadi juara dunia akan punya dampak positif bagi masa depan sepakbola Indonesia.” pungkasnya.

** asep syahmid

Begal di Jalan Raya Karanggan Tendang Korban Hingga Jatuh

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Begal motor kembali beraksi, hal tersebut dialami seorang pria yang sedang mengendarai sepeda motor dan melintas di Jalan Raya Karanggan, Desa Karanggan, Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada dini hari.

Pada rekaman CCTV yang beredar, seorang pria yang sedang mengendarai sepeda motor dibuntuti oleh 2 orang begal dari belakang.

Pada rekaman CCTV tersebut salah satu begal yang duduk dibelakang menendang sepeda motor yang sedang dikendarai pemuda tersebut. Hingga membuat korban terjatuh, dan pada kesempatan yang sama pelaku begal tersebut turun dari motor sambil mengacungkan senjata tajam, hingga membuat korban tak berdaya dan mengikhlaskan kendaraannya dibawa lari.

Salah satu warga di lokasi kejadian, Anto Sutrisna (43) mengatakan, di lokasi ini memang sepi, apalagi dari rekaman CCTB yang beredar kejadian terjadi pukul 02.30 WIb dini hari. Dimana, sudah pasti kondisi jalan sangat sepi dan juga minim penerangan.

“Disini kalo malem gelap, dan sepi. Jangankan jam 2 pagi, jam 11 lewat sini aja kendaraan yang lewat bisa dihitung pake jari,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (20/6/23).

Dirinya menyebut, bukan hanya begal saja yang ada disana, tapi pernah juga ada wanita malam yang sempat berdiri saat itu. Hanya saja tidak berlangsung lama di usir sama warga.

“Pernah jadi tempat tongkrongan wanita panggilan, enggak tau cewe tau bencong, cuma emang pernah terjadi dan sempat ramai. Terus ilang gitu deh kabarnya,” pungkasnya.

Sementara, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengaku belum ada laporan dari korban terkait kejadian pembegalan tersebut. Namun, polisi akan tetap turun ke lapangan untuk mencari informasi dari warga dan mencari korban begal tersebut.

“ Belum ada laporan, tapi kita akan survei ke lapangan. Kedepannya kami akan meningkatkan patroli malam, dan diharapkan untuk warga yang tidak ada kepentingan terlalu penting lebih baik jangan sampai keluar malam, “ imbuhnya.

Dirinya menyebut, kejahatan itu bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, maka dari itu kita sebisa mungkiin untuk waspada. Apalagi jalan tersebut sepi dan kejadian pada dini hari.

“Untungnya ada CCTV jalan yang bisa menjadi bekal kami untuk mencari pelaku pembegalan tersebut,” pungkasnya.

** Nay Nurain

Kades Buanajaya Minta Perusahaan Pemakaman Kuiling Berikan CSR Secara Rutin

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Keberadaan pemakaman elite Heaven atau yang dikenal dengan sebutan Kuiling, dikeluhkan Kepala Desa Buana Jaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Sudarjat. Dia meminta agar Pemakaman Kuiling lebih memperhatikan lingkungan sekitar dengan rutin menggelontorkan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR).

“Saya ingin, jika ada nominal yang disebutkan oleh pihak Pemakaman Kuiling akan CSR yang digelontorkan setiap tahunnya. Agar kami pihak desa bisa mengalokasikan anggaran tersebut untuk pembangunan maupun untuk kebutuhan lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ungkap Sudarjat kepada Jurnal Bogor, Selasa (20/6/23).

Memang, sambung Sudarjat, pernah ada bantuan berupa sembako yang diberikan oleh pihak Pemakaman Kuiling sebanyak 500 paket sembako untuk warga. Tapi, bukan hanya itu yang kami harapkan, kami menginkan adanya bantuan fisik dari pihak perusahaan untuk kebutuhan masyarakat desa.

“Disini masih minim MCK, sanitasi air bersih, dan jalan. Apalagi belum lama ini kami terkena musibah longsor, jika bukan karena menggedor dewan Achmad Fathoni untuk membantu mendorong ke DPUPR, mungkin saat ini kami masih dihantui longsor yang mungkin saja bisa tiba-tiba datang,” paparnya.

Lebih lanjut Sudarjat mengatakan, setiap perusahaan yang berdiri di suatu wilayah harus memberikan kontribusi untuk lingkungannya, dan yang saat ini dirasakan tidak ada bantuan paten yang rutin setiap tahunnya yang digelontorkan.

“Saya berharap, ada nilai pasti yang dikeluarkan oleh pihak Pemakaman Kuiling, dan itu pun harus di gelontorkan setiap tahunnya. Saya bahkan sudah melayangkan surat kepada pihak perusahaan, namun sampai saat ini belum ada jawabannya,” jelasnya.

“Saya ingin adanya duduk bersama, dengan pihak yang bisa memutuskan akan keluhan kami. Masa iya, sekelas pemakaman elite tidak bisa memberikan CSR secara rutin setiap tahunnya kepada wilayah setempat,” tambahnya.

Apalagi, lanjut Sudarjat, luas wilayah Pemakaman Kuiling sendiri mencapai 300 hektare di desa kami, dan  mereka menjual kavling pemakaman kepada konsumennya dengan harga yang cukup fantastis, “ Harga per meter di sana itu bisa mencapai 5 sampai 7 juta per meter, bisa dibayangkan dengan luasan 300 hektare yang sudah masuk plotingan,” paparnya.

Sementara, Ketua Koordinator Lapangan Pemakaman Kuiling, Atang mengatakan apa yang disampaikan oleh Kepala Desa Sudarjat tidak tepat. Pasalanya, pihak perusahaan selalu respons jika ada proposal yang masuk, dan pastinya selalu memberikan support untuk setiap kegiatan yang ada di desa.

“Kami pernah membangun Balai Desa Buanajaya pada masa jabatan lurah sebelumnya, kami juga membangun jembatan yang sempat longsor kala itu. Begitu pun, proposal-proposal yang masuk yang dibawa masyarakat pasti kami support,” kata Atang.

Memang, sambung Atang, pihaknya belum ada anggaran rutin yang digelontorkan sebagai anggaran CSR untuk desa binaan. Pihaknya hanya memberikan bantuan dari prosposal yang diajukan oleh Pemdes saja, dan di luar dari itu tidak ada anggran rutin.

“Kami akan rapatkan lagi dengan manajemen, semoga kami bisa memberikan CSR secara rutin kepada desa untuk dialokasikan sesuai dengan kebutuhan desa. Untuk saat ini kondisi sepi, dari 150 hektare yang kami siap kan, baru terisi sebanyak 40 hektare. Tapi untuk keinginan kades terkait CSR rutin ini akan kami bicarakan dan semoga bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.

** Nay Nuráin

1 Miliar Pokir Dewan Achmad Fathoni untuk Kemajuan Kampung Ramah Lingkungan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama dengan Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mengadakan Sosialisasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang bersumber dari anggaran Pokir Dewan PKS. Kegiatan sosialisasi tersebut di adakan di KRL Perumahan Harmoni 6, Desa Situsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (20/6/23).

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Subko kemitraan dan peran serta masyarakat DLH Kabupaten Bogor Dra.Surya Sumini, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni, Sekretaris Desa Situsari, perwakilan Kecamatan Cileungi, para Kadus se- esa Situsari, Anggota KRL Harmoni 6, KWT Harmoni 6, serta para pegiat lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Surya Sumini mengatakan kegiatan ini merupakan sosialisasi untuk para KRL yang tercatat di DLH Kabupaten Bogor. Mereka yang memang aktif dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan dari dinas, serta peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya akan disupport kebutuhannya agar kegiatan dalam ketahananan pangan dan kebersihan lingkungan bisa terus berjalan.

“Semua kegiatan ini bersumber dari anggaran Pokir dewan PKS. Selain untuk kegiatan sosialisasi, KRL Harmoni 6 juga kami berikan bantuan berupa 1 unit baktor, 1 unit mesin potong rumput dan 1 unit bor untuk biopori,” tandasnya.

Dirinya berharap, adanya bantuan dari Pokir Dewan ini agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, karena memang tidak semua KRL beruntung mendapatkan bantuan seperti ini. Hal ini bisa terwujud karena adanya anggaran Pokir Dewan yang digelontorkan kepada DLH untuk kemajuan KRL.

“Saya ucapakan terimakasih juga kepada Dewan Achmad Fathoni yang sudah menggelontorkan anggaran pokirnya, sehingga apa yang di butuhkan KRL bisa terwujud,” ungkapnya.

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni mengatakan jika dirinya merasa prihatin dengan kondisi KRL yang ada di wilayah Dapilnya. Mengingat, semangat mereka sudah tinggi tapi minimnya fasilitas penunjang kegiatan mereka yang membuat mereka para penggiat lingkungan ini malas sehingga tidak sedikit KRL yang terbentuk tapi kemudian bubar.

“Berdasarkan itulah saya menggelontorkan anggaran sebesar 1 miliar yang dikerjasamakan dengan DLH  untuk membantu kebutuhan KRL di Dapil saya khususnya, semoga dengan adanya bantuan-bantuan ini bisa menambah semangat mereka untuk tetap menjaga dan melestraikan lingkungan yang ada,” pungkas Politisi PKS tersebut mengakhiri.

Untuk diketahui, berikut nama-nama Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang mendapatkan bantuan Pokir dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni.

1.            KRL Harmoni 6, Desa Situsari
2.            KRL The Rosela Bukit Putra, Desa Situsari
3.            KRL Nusa Indah, Desa Mampir
4.            KRL Veneza Green, Desa Dayeuh
5.            KRL Metland, Desa Cipenjo
6.            KRL Bersinar RW 07, Desa Limus Nunggal
7.            KRL Berseri, Desa Bojong Nangka
8.            KRL Rinjani, Desa Bojong Nangka
9.            KRL Asri 27, Desa Tlajung Udik
10.          KRL Lidi, Desa Tlajung Udik
11.          KRL Cinta, Desa Ciangsana
12.          KRL Cantik, Desa Ciangsana
13.          KRL Komunitas Setu Citongtut, Desa Cicadas
14.          KRL Klapanunggal, Desa Klapanunggal
15.          KRL Paguyuban Situ Wanaherang, Desa Wanaherang
16.          KRL Harapan, Desa Cicadas
17.          KRL Pelangi, Desa Gunung Putri
18.          KRL Zalak, Desa Gunung Putri
19.          Bank Sampah Sukamakmur, Desa Sukamakmur
20.          KRL Cariu, Desa Cariu

** Nay Nurain

Adhi Nugraha Minta Pemprov Segera Setujui Operasional SMAN 3 Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Padatnya penduduk wilayah Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor berdampak kepada beberapa hal termasuk keberadaan sekolah negeri. Kekurangan sekolah negeri di CIleungsi menjadi pekerjaan yang serius untuk pemerintah. Pasalnya, tak jarang warga mengeluh karena anaknya tidak bisa bersekolah di sekolah negeri.

“Sekarang ini kami sedang mengusahakan di Cileungsi itu ada SMAN 3 Cileungsi. Untuk lahan sendiri sudah kita sediakan di Perumahan Grand Nusa Indah, dan untuk sekolah jauhnya akan dilakukan di SDN Mampir,” ungkap Camat Cileungsi Adhi Nugraha kepada Jurnal Bogor, Selasa (20/6/23).

Menurut Adhi Nugraha, walaupun sudah ada lahan dan lokasi  kelas jauhnya, tapi sampai saat ini masih menunggu persetujuan dari Provinsi Jawa Barat, serta menunggu untuk pihak perumahan menyerahkan fasos fasumnya kepada Pemprov untuk nantinya bisa dibangun SMAN 3.

“Saya berharap Pemerintah Provinsi segera mengabulkan permohonan kami, apalagi animo masyarakat saat ini terhadap sekolah negeri sangat tinggi, mereka cenderung menginginkan anaknya bersekolah di sekolah negeri,” cetusnya.

Saking tingginya keinginan dari masyarakat, sambung Adhi, tak jarang ada oknum yang memanfaatkan situasi ini, dengan dalih bisa memasukan anaknya ke sekolah negeri. Sampai-sampai ada uang sogokan yang dikeluarkan padahal anaknya juga tak bisa masuk ke sekolah tersebut.

“Maka dari itu, kami berharap Pemerintah Provinsi segera untuk memberikan persetujuan untuk dibukannya SMAN 3 Cileungsi. Jika sudah ada persetujuan kami akan langsunng melakukan PPDB,” tandasnya.

“Saya berharap Tahun Ajaran 2024 mendatang SMAN 3 Cileungsi sudah bisa launching, sehingga semua warga Cileungsi khususnya bisa merasakan sekolah di sekolah negeri,” tambahnya.

Sementara, Muslimin (40) salah satu warga Cileungsi mengatakan, jika ada tambahan sekolah negeri dia sangat senang, mengingat kedua anaknya tidak bisa merasakan sekolah di sekolah negeri. Padahal jarak rumahnya ke SMAN 2 Cileungsi sangat dekat, tapi faktanya anaknya tidak masuk sistem zonasi.

“Pernah ditawarin sama orang, tapi harus mengeluarkan uang 10 juta rupiah. Lah saya uang dari mana, justeru mau memasukan anak ke sekolah negeri supaya bisa gratis gak bayar sumbangan, tapi ini malah suruh bayar,” imbuhnya.

Dirinya berharap apa yang menjadi rencana Camat Cileungi bisa disegerakan, sehingga yang menikmati sekolah negeri ini bisa merata, apalagi dengan sistem yang sangat membingungkan. “Semoga Tahun depan sudah ada SMAN 3 Cileungsi, saya doakan niat baik pak camat bisa dimudahkan oleh Allah SWT,” harapnya.

** Nay Nuráin

PENAS Petani Nelayan XVI Jaya dan Sukses, KTNA dan HKTI Ucapkan Terima Kasih ke Mentan SYL

0

Jakarta | Jurnal Bogor

PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 telah usai dilaksanakan di Kota Padang Sumatera Barat, pada 10 hingga 15 Juni 2023. PENAS Petani Nelayan XVI memiliki peran yang sangat strategis menjadi bagian dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional ditengah ancaman krisis pangan.

PENAS Petani Nelayan XVI merupakan ajang konsolidasi nasional bagi petani dan nelayan, sehingga dapat saling menginspirasi, memotivasi dan memanfaatkan jaringan yang dipunya untuk mensejahteraan petani dan nelayan.

Ketua Umum KTNA Nasional, M. Yadi Sofyan Noor menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) beserta jajarannya atas suksesnya pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023.

PENAS Petani Nelayan XVI seharusnya dilaksanakan pada 2020, namun karena pandemi Covid-19 baru terlaksana tahun ini. Hasil
Rembug Utama KTNA Nasional menetapkan bahwa tuan rumah PENAS berikutnya adalah Provinsi Gorontalo, ujar Sofyan.

Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan PENAS Petani Nelayan XVI telah dilakukan sesuai rencana dan waktu yang sudah ditentukan.
Selain Rembug Utama, diadakan juga Workshop bersama Eselon 1 Kementerian Pertanian (Kementan) dan KTNA yang hasilnya akan menjadi nota kesepahaman antara KTNA dengan (Kementan). Komitmen tersebut dituangkan dalam bentuk tertulis yang disaksikan dan ditandatangani langsung oleh Mentan SYL.

Pada kesempatan tersebut KTNA memberikan penghargaan untuk para tokoh yang berdedikasi dan berpengaruh pada bidang pertanian Adibakti Petani Nelayan, sebanyak 15 orang yang diantaranya diberikan kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Sedangkan menurut Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmadja mengatakan bahwa PENAS Petani Nelayan merupakan forum silaturahmi petani, nelayan petani hutan dengan Pemerintah.

PENAS Petani Nelayan XVI memberi hasil yang menggembirakan. Banyak hal menarik yang dapat kita catat, mulai dari kreativitas hingga inovasi yang dihasilkan petani, nelayan dan petani hutan.

Pertanian memang perkasa dan PENAS Petani Nelayan XVI merupakan momentum bagi petani, nelayan dan petani hutan untuk bangkit mengubah nasib, pungkasnya. (NF)

PENAS Padang Sukses Besar, Delegasi Indonesia di Temu ASEAN: Terima Kasih Kementan

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Penas XVI yang diselenggarakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 menjadi tonggak geliat petani-petani muda baru atau dikenal sebagai petani milenial terjun di sektor pertanian.

Salah satu agenda dalam Penas XVI Padang adalah Temu Petani Muda ASEAN dimana, para delegasi bertukar pengalaman dan melihat praktik pertanian yang ada di Indonesia. Harapannya setelah kembali ke negaranya, para peserta dapat mengambil hal baik dalam pengelolaan pertanian khususnya oleh generasi muda.

Janu Muhammad salah satu delegasi asal Indonesia pada Temu Petani Muda ASEAN yang hadir, dalam keterangan tertulisnya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada kementerian Pertanian yang menunjuknya sebagai salah satu dari 12 Petani Muda mewakili Indonesia untuk hadir pada Dialog Petani Muda ASEAN di PENAS Padang, yang menghadirkan tidak hanya petani asal Indonesia namun juga ASEAN dan Negara Mitra.

“Terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas kesempatan yang diberikan, Saya, sebagai salah satu delegasi Petani Muda Indonesia dalam Temu Petani se-ASEAN mendapatkan beberapa pengalaman berharga di event ini”. kata Janu.

Pertama, begitu besar dukungan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian dalam meregenerasi petani muda Indonesia melalui program Petani Milenial, YESS, dan adanya Young Ambassador Agriculture. Aging Farmers menjadi isu semua negara di ASEAN maupun Jepang, namun kita patut optimis bahwa kolaborasi pemerintah dan generasi muda untuk regenerasi petani kita adalah upaya konkrit yang mulai terlihat hasilnya. Negara-negara lainnya ingin belajar dari Indonesia.

Kedua, melalui kegiatan ini kami juga dapat mendapat pengalaman tentang pentingnya kolaborasi dalam menciptakan ketahanan pangan tidak hanya di negeri kita, namun sampai ke ASEAN. Jaringan petani muda yang terbentuk di kegiatan ini akan terus kami kawal, dengan Indonesia sebagai garda terdepan yang memimpin. Hal yang tidak kalah penting adalah kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi internasional di sektor pertanian. Petani Milenial Indonesia harus mampu menggunakan bahasa Inggris dalam proses diskusi, negosiasi, bahkan kerjasama agar mendapat hasil optimal.

“Harapan kami ke depan,adanya ASEAN Young Farmers Forum (AYFF) agar dapat direalisasikan dengan dukungan Kementan maupun kementerian terkait seperti Kemenlu, Kemenkopukm, maupun seluruh pihak dengan adanya pertemuan lanjutan, kerjasama bisnis, serta potensi kolaborasi lainnya. Kami, 12 delegasi Indonesia insyaAllah siap menjadi bagian dari forum tersebut”. tandas Janu

Temu Petani ASEAN Asean Dialogue Patners Exchange Farmer Visit 2023 adalah bagian dari kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Padang, Sumatera Barat. Pesertanya adalah petani Milenial dari negara anggota ASEAN dan negara mitra (Jepang dan Amerika).

Kegiatan ini diikuti 26 peserta asal negara-negara ASEAN. Yaitu Indonesia 12 peserta, Malaysia 2 peserta, Thailand 4 peserta, dan Filipina 2 peserta.

Selain itu, ada juga Jepang sebagai negara mitra dengan 4 peserta, dan perwakilan Kedutaan Amerika dengan 2 peserta.

** ppmkp

PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 Jaya, Penyuluh Pertanian Apresiasi Mentan SYL

0

Bogor | Jurnal Bogor

Rangkaian kegiatan PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 yang dilaksanakan di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023 usah sudah. Namun, ancaman El Nino serta krisis pangan global yang semakin terlihat, membuat Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para penyuluh untuk mempersiapkan diri dan melakukan langkah antisipasi guna wewujudkan Indonesia sebagai Negara Ekspoktir Pangan.

PENAS Petani Nelayan merupakan ajang pertemuan akbar petani, nelayan, petani hutan, penyuluh pertanian dan stakeholder pertanian yang kehadirannya selalu dinantikan. Selain sebagai momentum konsolidasi nasional untuk menghasilkan konsepsi pertanian yang lebih baik lagi dari seluruh Indonesia, transaksi-transaksi juga berjalan di PENAS Petani Nelayan. Karena momentum PENAS memperbaiki konsensi dan memperbaiki kerja seluruh tim

Selain sebagai momentum konsolidasi nasional untuk menghasilkan konsepsi pertanian yang lebih baik lagi dari seluruh Indonesia, transaksi-transaksi juga berjalan di PENAS Petani Nelayan. Karena momentum PENAS memperbaiki konsensi dan memperbaiki kerja seluruh tim.

Menurut Ketua Umum DPP PERHIPTANI sekaligus Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, pada saat Konggres Perhiptani di Padang beberapa waktu yang lalu mengatakan penyuluh harus mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global dan bersinergi untuk menjalankan program antisipasi El Nino dan krisis pangan global.

Peran penyuluh pertanian dalam pembangunan pertanian sangat penting dalam mendukung program pemerintah, sehingga sinergi dan koordinasi yang baik mutlak dibutuhkan. “Karena penyuluh adalah garda terdepan yang akan mengawal pertanian”, ujarnya.
Secara terpisah menurut Ketua Harian DPP PERHIPTANI, Fathan A. Rasyid mengatakan PENAS Petani Nelayan XVI merupakan momentum yang sangat tepat dan strategis buat petani nelayan dalam menyatukan visi dan misi pembangunan pertanian untuk petani lebih maju, modern, mandiri dan sejahtera untuk mewujudkan NKRI sebagai negara pengekspor pangan dunia melalui sinergitas semua stakeholder atau pemangku kepentingan.

Fathan menambahkan bahwa pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat fari kreativitas peserta dan semangat peserta yang sangat tinggi untuk mengikuti rangkaian kegiatan PENAS, khususnya pada saat mengikuti Konggres PERHIPTANI. Selain itu perhatian masyarakat Sumatera Barat yang sangat luar biasa terhadap PENAS Petani Nelayan XVI, ucapnya lagi.

Penyuluh Pertanian Teladan Nasional, Evrina Budiastuti menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Mentan SYL dan jajarannya karena telah diberi kesempatan sehingga menjadi Penyuluh Pertanian Teladan Nasional. Menurutnya, seorang penyuluh pertanian memiliki tugas untuk menyampaikan informasi dan teknologi khususnya kepada pelaku utama dan pelaku usaha. Tidak hanya itu, para penyuluh juga sebisa mungkin dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat umum termasuk untuk kalangan penyuluh sendiri.

Evrina juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bapak Mentan SYL beserta jajarannya yang telah sukses menyelenggarakan PENAS XVI selama 6 hari full.

Sungguh pengalaman berharga karena PENAS menghadirkan cakrawala informasi dan teknologi tentang pertanian dan menjadi ajang bagi para peserta untuk sharing kegiatan pertanian dari daerahnya masing-masing, beber Evrina.

Apalagi dengan hadirnya gelar percontohan dan gelar produk serta aneka temu, saya semakin yakin bahwa pertanian Indonesia itu maju dan tak kalah saing dengan negara lain.

** NF

Mengalir Dukungan, Kini Peserta Paskibra Disupport Polsek Nanggung

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Selain mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Batutulis dan Koramil Nanggung, kali ini peserta Paskibra dari Kampung Pasirgintung  mendapat dukungan dari pihak Polsek Nanggung.

Sebagai bentuk support, Kepala Unit Pembinaan Ketertiban Masyarakat (Binmas) Aiptu Muslim dari Polsek Nanggung hadir ditengah geliatnya pemuda pemudi melangsungkan latihan Paskibra.

Apitu menyampaikan, sebagai warga negara Indonesia memang sudah seharusnya menamkan jiwa patriotisme. Menurutnya kegiatan positif jelang perayaan upacara  pengibaran bendera pada  HUT RI ke 78 tentu akan banyak dukungan.

“Kegiatan ini sangat bagus. Hal ini untuk memupuk jiwa nasionalisme. Harus terus digelorakan rasa nasionalisme yakni cinta tanah air,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bintara pembina desa (Banbinsa) Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung Peltu Didik N  dari Koramil Nanggung (Kodim 0621) Kabupaten Bogor menyatakan mendukung warga  Kampung Pasirgintung yang tengah latihan pasukan pengibar bendera (Paskibra).

Sebanyak 13  peserta asal warga setempat  mengikuti pelatihan paskibra untuk tugas HUT RI yang ke-78,  2023 mendatang. “Selama untuk hal positif, tentu kami pasti mendukung,” kata Peltu Didik

Dihadapan para peserta, Peltu Didik  merespons baik apa yang digagas warga Kampung Pasirgintung untuk persiapan upacara bendera pada HUT RI – ke 78. “Tentu saja  sebagai Babinsa kami sangat mengapresiasi dan mendukung. Tunjukan kalian pasti bisa,” kata dia menyemangati.

Meski pelaksanaan HUT RI yang ke-78 sekitar satu bulan lebih, namun peserta Paskibra dilakukan persiapan latihan jauh-jauh hari.

“Selama berjalannya latihan kami tegaskan semua peserta Paskibra harus serius dan jangan ada yang baper,” tegasnya.

Bukan hanya Babinsa, hal serupa juga Bhabinkamtibmas Desa Batutulis Aipda  Ricki Rustiana merespons baik rencana bakal digelarnya upacara pengibaran bendera merah putih di Batutulis.

“Semangat sukses, mohon maaf belum bisa hadir saya masih proses pengobatan sakit,” tutur Aipda Ricky.

Sementara Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna menyambut baik apa yang direncanakan warganya, yakni persiapan upacara HUT RI. “Pastinya kami mendukung dan siap membantu,” singkatnya.

Hal ini dikatakan panitia penyelenggara, Tuti Haryati, rencana persiapan upacara HUT RI ke- 78 di Lapangan Multifungsi  Batutulis diakuinya baru pertama dilakukan.

“Ini perdana, maka itu perlunya persiapan yang matang. Susksesnya acara juga perlunya dukungan semua pihak,” tukasnya.

** Arip Ekon