25.7 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 568

Disdik Akan Tindaklanjuti PKBM Satria Sakti

0

Sukajaya| Jurnal Bogor

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor akan menindaklanjuti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Satria Sakti di Kampung Pasir Tugu, Desa Sukajaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor. Sebelumnya, kebertadaan PKBM ini dinilai warga tak jelas.

“Akan kami tindak lanjuti melalui penilik,” kata Humas Disdik Kabupaten Bogor Ikbal Rukmana, Kamis (22/06/2023).

Dia pun belum mengetahui lebih jauh terkait keberadaan pendidikan non formal tersebut yang diduga tidak jelas dan dinilai hanya mengincar keuntungan pribadi semata.

“Katanya siswanya gak ada atau gak pernah belajar ya?,” Tanya Ikbal.

Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi warga yang telah memberikan informasi tersebut. “Oke nuhun Informasinya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, orang tua murid Sulaeni menjelaskan, keberadaan PKBM tersebut hanya jadi ajang keuntungan pribadi. Banyak warga yang jadi korban dugaan pemalsuan data.

Selain itu, untuk keabsahan legalitas PKBM, seakan warga telah menghibahkan tanahnya untuk keperluan kegiatan PKBM itu hanya untuk memanipulasi data legalitas saja.

“Setelah saya telusuri ternyata memanipulasi warga demi kepentingan pribadi, dan pastinya warga yang dikorbankan atas adanya Yayasan Satria Sakti saya duga pemalsuan data legalitas, karena si pemilik tanah tidak pernah menghibahkan,” katanya.

Dia mengaku, bahwa dirinya mengetahui sejak awal berdirinya PKBM itu. Banyak data yang dirinya masukan ke yayasan tersebut. Namun hingga kini tidak ada kelulusan bagi pelajar.

“Saya tahu persis pada waktu merintisnya yayasan itu, data siswa yang masuk PKBM Satria Sakti banyak dari saya. Tetapi hingga saat ini saya tidak mengetahui kapan ke lulusannya dan sampai saat ini juga pelajar itu selalu bertanya kepada saya,” katanya.

“Saya selaku orang tua siswa, mempertanyakan kapan siwa-siswi ini akan di luluskan sedangkan PKBM ini belum pernah ada kegiatan belajar dan mengajar, bahkan guru-gurunya juga nyah siapa dan orang mana kami pun tidak tahu,”  tambahnya.

** Andres

Warga Genteng Dapat Sembako Dibayar dengan Sampah

0

Peringatan Hari Laut Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Bogor | Jurnal Bogor

Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Kota Bogor dan Coca-cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia dalam Peringatan Hari Laut Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menggelar bazzar sembako berbayar sampah di halaman kantor Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (22/6/2023).

Selain bazzar, ASOBSI Kota Bogor dan CCEP Indonesia juga melakukan sosialisasi inovasi bank sampah berbasis komunitas. Pada acara itu juga, CCEP Indonesia menyalurkan donasi masing-masing 2 unit baktor sampah (Mosam/motor bak roda tiga) dan laptop yang diterima komunitas bank sampah untuk menunjang kegiatan pengembangan bank sampah di Kota Bogor.

“Kami edukasi masyarakat bahwa warga bisa mendapatkan pangan murah hanya dengan mengumpulkan sampah. Pangan tadi ada beras, gula, minyak dan terigu,” kata Ketua DPD ASOBSI Kota Bogor Darga Sulton.

Sementara Ketua Panitia Kang Ginz dari komunitas Sinergi Lestari juga menjelaskan, warga untuk mendapatkan pangan murah cukup dengan membawa sampah dari rumahnya kemudian ditimbang.

“Jadi kalau ada sampah yang punya nilai jual jangan dibuang,” kata dia.

Sampah yang dimaksud berupa botol plastik, kertas, logam dan minyak jelantah. Pada acara tersebut, tertampung sekitar 500 Kg sampah termasuk minyak jelantah. “Setelah acara ini juga warga bisa datang ke bank sampah. Jadi kalau ada sampah tabung saja nanti ditukarkan. Ya seperti jelantah daripada dibuang ke alam kan sayang ya kumpulkan saja, itung-itung nabung nanti kan jadi uang,” jelasnya.

** Asep S.Sayyev

Dewan: Pengelolaan TPAS Galuga Gagal

0

Cibungbulang l Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kabupatennya Bogor dari Fraksi PAN Usep Saepuloh mengapreasiasi Ketua Umum LSM Genpar Sambas Alamsyah yang telah melakukan investigasi mendalam dengan ditemukan  dugaan pungli di TPAS Galuga, Cibungbulang.

“Ini hanya satu kasus  dari persoalan pengelolaan sampah yang gagal,” kata Usep Saepuloh kepada wartawan, Kamis (22/6)

Menurutnya, TPAS Galuga  pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  jauh dari harapan masyarakat dan juga dari harapan Pemkab Bogor apa yang sudah dirumuskan  di Perda Bogor Nomor 2 Tahun 2014 tentang pengelolaan  sampah di Kabupaten Bogor.

“Tentu ini tugas  Komisi III DPRD Kabupaten Bogor sesuai leading sektornya dan sudah harus memanggil DLH Kabupaten Bogor,” ujar Usep.

Kalau  tidak  ada perbaikan, tambah wakil rakyat asal PAN ini, dari  banyak  persolan- persoalan yang ada di TPAS Galuga akan dilakukan beberapa opsi. Secara pribadi kata dia, sudah  mencoba  komunikasi dengan Sekretaris DLH Kabupaten Bogor dan jawabanya  cukup mengecewakan  kerena  sudah   menyerderhanakan persoalan pencemaran lingkungan di sekitar TPST Galuga.

“Kami akan meminta ijin kepada  pimpinan fraksi PAN untuk melakukan  lobi dan penggalangan  dukungan kepada Fraksi II yang ada di Kabupaten Bogor untuk mengusulkan PanitiaKkhusus (Pansus) tentang pengelolaan sampah TPAS Galuga,” kata dia.

Opsi  kedua, dewan dan pengacara dan beberapa tokoh masyarakat melakukan class action atau gugatan kelompok kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. “Kami  mempunyai legal standing hukum jelas, karena rumah kami  tidak begitu jauh dari Galuga  yang berdampak kerugian pencemaran udara yang dirasakan setiap hari,” tukasnya.

** Andres | Arip Ekon

NPCI Berangkatkan 25 Atlet ke Peparpeda Jabar 2023

0

NPCI Kabupaten Bogor memastikan akan memberangkatkan sekitar 25 atlet binaanya pada ajang Pekan Paralimpic Pelajar Daerah ( Peparpeda) Jabar 2023.

Peparpeda Jawa Barat 2023 akan dilangsungkan pada tanggal 26 sampai 28 Juni 2023 di Kabupaten Garut .

Kontingen NPCI Kabupaten Bogor yang akan bertolak ke Peparpeda Jabar 2023 itu akan mengikuti lima cabor pertandingan seperti Tenis Meja, Catur, Bulutangkis, Renang dan Atletik.

” Kami optimis 25 atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor akan memberikan hasil yang optimal pada Peparpeda Jabar 2023,” ujar Ketua Umum NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach, Kamis, 22 Juni 2023.

Lebih lanjut, kata Misbach, 25 atlet yang akan jadu duta Kabupaten Bogor pada ajang Peparpeda Jabar 2023 sebelumnya telah mengikuti TC Peparpeda sejak awal akhir Mei 2023 lalu.

” Lebih dari1 bulan NPCI Kabupaten Bogor menggelar TC Peparpeda untuk para atlet yang akan tampil pada ajang Peparpeda Jabar 2022,” paparnya.

Sementara itu, Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP berharap Kontingen NPCI Kabupaten Bogor bisa menuai prestasi gemilang pada pelaksanaan Peparpeda Jabar 2023 di Kabupaten Garut.

” Saya akui selama ini NPCI Kabupaten Bogor sudah menggelar TC Peparpeda buat para atlet pelajarnya.,” kilah Asnan AP

Asnan AP menambahkan, proses yang.dilakukan NPCI selama ini dengan menggelar TC Peparpeda pasti akan membuahkan hasil optimal.

” Saya juga bangga NPCI selama ini terus melakukan sosialisasi dan rekrutmen atlet lokal asli Kabupaten Bogor,” pungkas Asnan AP ( asep syahmid)

Inilah Daftar 25 Atlet Pelajar Kabupataten Bogor yang akan tampil di Peparpeda Jabar 2023:

  1. CABOR ATLETIK
    Ahmad Fiqri , Aldi Kurniadi, Aldi Saputra, Alnida Idza Aullia, Bagus Surya Akbar, Diaz Aguero, Fajar Fadilah, M Agna Nazal Qori, M Fahmi Baadilah, Murfid Khanif W, Oriyana Putri, Putra Ramadhan, Yasar Al Anshari.
  2. CABOR BULUTANGKIS:
    Muhammad Taufan Millano Hakim.
  3. CABOR RENANG:
    Ahmad Fauzi, Hayfa Revalina, Hizkia Yobel, M Amin Yahya, Naila Fairuz, Sharza Nurfadilah.
  4. CABOR TENIS MEJA:
    Dadan, Deriana Al Wahdi, Irna Rahmawati, Raesita Nurmairah.
  5. CABOR CATUR:
    Hafiz Aditya Ramadhan

Del Pino Akui Kebugarannya Terus Meningkat

0

Bandung | Jurnal Bogor

Gelandang asal Spanyol, Tyronne Gustavo del Pino mengatakan kebugarannya akan secara bertahap meningkat setelah ia bergabung bersama Persib

Del Pino Tiba di Indonesia, Selasa, 20 Juni 2023, Tyronne sudah memulai latihan bersama para pemain Persib lainnya pada Rabu, 21 Juni 2023. 

Del Pino diperkenalkan Persib sebagai rekrutan baru menjelang Liga 1 2023/2024 pada Mei lalu.

Ia pun bertekad untuk terus meningkatkan kebugarannya agar berada di level yang sama dengan para pemain lainnya. 

“Pada sesi pertama, pelatih melibatkan saya dalam gim selama 15-20 menit. Kemarin (20 Juni 2023) saya menjalani perjalanan panjang, jadi hari pertama cukup melelahkan. Saya akan melanjutkannya di hari latihan kedua untuk kemudian berprogres,” katanya dilansir dari laman resmi klub, Kamis, 22 Juni 2023.

Del Pino mengaku terkesan dengan suasana dan sambutan hangat yang ditunjukkan tim.

Menurutnya, tim yang solid merupakan modal berharga di dalam meraih tujuan di akhir musim nanti. 

“Saya sangat senang bisa berada di sini bersama tim dan staf. Saya pikir, tim ini memiliki atmosfer yang sangat bagus, dan menjadi hal yang baik untuk melanjutkannya seperti ini setiap hari layaknya seperti sebuah keluarga,” ungkapnya.( asep syahmid)

GSB Sabet Runner Up Event Basket Nasional KU 9 Tahun

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pola pembinaan dari klub Galaxy Stars Bogor (GSB) patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, setelah merajai beberapa event lokal, mereka pun berjaya saat tampil di level nasional.

Buktinya, Galaxy Stars Bogor kelompok umur (KU) 9 tahun meraih juara kedua saat tampil di event YBA Cirebon, salah seorang pemainnya, Manu, keluar sebagai top skorer.

Pun demikian dengan KU 13, mereka bisa lolos ke final, dan finis sebagai runner-up pada event Piala Ganesha Bandung. Perjalanan mereka pun belum berakhir sampai di sini.

” Ya, Juli mendatang, GSB bakal mengirimkan tim terbaiknya pada event nasional di Yogyakarta, dan Tangerang. “KU 9 dan 13 berjuang sangat luar biasa, dan bisa finis sebagai juara dua. Saya bangga atas raihan itu, tak mudah tampil di level nasional,” kata Ketua Umum GSB, Rd Iman Firmansyah, Kamis (22/6/2023).

Rd Iman Firmansyah melanjutkan, hasil ini adalah modal awal pembentukan mental bertanding di setiap kelompok umur.

“Terima kasih kepada tim pelatih, pemain, dan tentunya orang tua yang sudah support. Ini hasil yang bagus, dan ke depan kami akan menatap event nasional di Yogyakarta, dan Tangerang,” pungkas Rd Iman Firmansyah.( asep syahmid)

Cegah Tebingan Longsor, Sungai Cianten Dinormalisasi

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Sebagai langkah antisipasi terjadinya kembali tanah longsor yang diatasnya terdapat pemukiman warga Kampung Bongas, Desa Karehkel, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor melakukan normalisasi sungai Cianten.

Koordinator Lapangan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) Nanang Hidayat menjelaskan, kegiatan normalisasi tersebut merupakan proyek yang tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kegiatan ini bekerja sama dengan pengusaha dan dikerjakan dengan swakelola karena dalam program ini tidak menggunakan anggaran pemerintah seperti APBD,” jelasnya, Kamis (22/06/2023).

Dia membeberkan, bahwa tahap pertama kegiatan normalisasi tersebut  membuat sodetan untuk memecah air. Dengan fungsinya ketika banjir sehingga tidak langsung menerjang tebing yang tingginya mencapai 40 meter, sebab tanah diatasnya pemukiman warga.

“Kita juga akan memasang pintu air agar air bisa terbagi. Maka dari itu, kita sekarang fokus untuk membuat sodetan dulu, normalisasi dulu supaya di saat air deras datang tidak naik dan tidak longsor,” katanya.

Dengan menggandeng pengusaha yang mengambil material alamnya, kata dia,  normalisasi sungai Cianten yang terletak  di Kampung Cisasak, Desa Cijujung, Cibungbulang itu membutuhkan jangka waktu yang lama, diperkirakan paling cepat 5 tahun.

Jadi kata Nanang, selain membuat sodetan, di lahan seluas 1 hektare yang telah disediakan. Akan dibangun embung, sebagai tempat penyimpanan air sementara, sebelum keluar lagi.

“Banyak sekali penggunaanya sodetan dan embung tersebut, bisa digunakan kolam ikan air deras atau wisata atau untuk pengolahan air bersih seperti PDAM dan beberapa fungsi lain,” pungkasnya.

** Andres

Bansos Beras 10 Kg Diprotes KPM Karena Berkurang 1-2 Kg

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Beras bulog bantuan sosial (bansos) dari pemerintah tahap kedua yang disalurkan di kantor Desa Cinangka, Ciampea, Kabupaten Bogor, Rabu (21/6/2023), menuai protes dari keluarga penerima manfaat (KPM).

Pasalnya, warga sangat kecewa lantaran timbangan berat beras dari 10 kg tidak sesuai dengan kenyataanya.

Menurut Ketua RT Tukiman, KPM rata-rata mendapat beras delapan hingga sembilan kilogram saja.

“Benar warga protes ke saya. Karena mereka curiga dengan berat pada karung ukuran 10 Kg, mereka penasaran sehingga langsung nimbang, dan benar saja saat ditimbang beratnya hanya 8 Kg,” kata Tukiman kepada wartawan, Kamis (22/6/2023).

Hal senada dikatakan ketua RT di lingkungan RW 05 Agus yang  mengalami hal serupa. Banyak warga yang komplain kepadanya dengan kurangnya timbangan pada beras yang diberikan oleh pemerintah.

“Sama warga saya juga komplain karena saat ditimbang ulang beratnya berkurang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Cinangka Abdurahman ketika dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, pihak desa hanya melakukan pendistribusian saja. Dengan begitu dia menyarankan untuk komplain kepada bulog.

“Desa itu hanya menyalurkan saja, kalau ada kekurangan komplain silahkan ke bulog. Karena tugas desa hanya menampung dan membagikan ke warga langsung. Penyalur beras itu kan dari bulog,” bebernya.

Dia menyatakan, di wilayahnya ada sebanyak 817 KPM dan hanya satu hari sudah selesai dibagikan ke warga.

“Beras dibagikan pada Rabu pagi di kantor desa untuk sekitar 817 kepala keluarga penerima manfaat diberikan dalam program ini,” pungkasnya.

** Andres

Pelti Harus Mendata Potensi Atlet Tenis

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Penasehat Pelti Kabupaten Bogor, Sri Kuncoro mengatakan pentingnya data base atlet binaan dari berbagai jenjang usia yang harus dimiliki cabor tenis lapangan.

Sri Kuncoro yang juga sebagai Kajari Kabupaten Bogor menegaskan regenerasi sangat berkaitan erat dengan data base atlet serta pembinaan yang telah dilakukan.

” Saya optimis di Kabupaten Bogor ini banyak potensi atlet tenis yang belum terpantau dengan baik oleh Pelti selama ini,” tegas Sri Kuncoro, disela sela pelepasan Tim Tenis Popda Kabupaten Bogor, Rabu, 21 Juni 2023.

Bahkan, tambahnya, tidak menutup kemungkinan ada potensi atlet tenis asal Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor malah bergabung dengan beberapa daerah tetangga.

” Saya minta Pelti lakukan inventarisir potensi atlet tenis yang ada di Kabupaten Bogor. Insya allah selama saya berada di Kabupaten Bogor akan terus mengawal dan mendukung semua program pembinaan Pelti Kabupaten Bogor,” tegasnya

Tak hanya itu, untuk menjaring potensi atlet tenis yang ada di Kabupaten Bogor supaya tidak pindah kedaerah lain, Sri Kuncoro meminta pengurus Pelti menggelar kejuaraan tenis usia dini, yunior dan remaja.

” Setelah terpantau ada potensi atlet yang potensial langsung masukan dalam data base atlet binaan masa depan Pelti Kabupaten Bogor, ” tuturnya

Menurutnya, prestasi yang membanggakan daerah itu tidak datang secara instant.

“Namun akan lahir dan tercipta dari sebuah program pembinaan berkelanjutan,” pungkasnya. ( asep syahmid)

Muhammad Khairul Berharap Dispora Bangun Rumah Beladiri

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua IPSI Kabupaten Bogor, Muhammad Khairul berbarap agar Dispora Kabupaten Bogor bisa merancang atau membangun ” Rumah Beladiri” yang nantinya bisa jadi tempat konsentrasi latihan semua cabor yang masuk dalam rumpun beladiri seperti Karate, Judo, Kempo, Taekwondo, Pencak Silat, Tarung Drajat, Sambo, Kurash, Gulat dan lainnya yang masuk rumpun beladiri.

” Beberapa cabor yang masuk rumpun beladiri, kata Khairul, saat ini belum punya tempat latihan yang permanen dan khusus,” ujar Muhammad Khairul, Kamis, 22 Juni 2023.

Saat ini, kata Khairul, mayoritas semua cabor beladiri anggota KONI Kabupaten Bogor tidak punya tempat latihan sendiri dan hanya pinjam tempat atau gedung perkantoran milik Pemkab Bogor.

” Harus dipahami kalau Laga Tangkas dan Laga Satria bukan tempat latihan sehari hari. Karena laga tangkas dan laga satria sebagai tempat atau venue penyelenggaraan pertandingan,” paparnya.

Ia menambahkan, jika ada Rumah Beladiri minimal para pengurus, pelaku dan pelatih beladiri akan saling berinteraksi dan diskusi satu sama lain tentang tata kelola pembinaan ataupun tata kelola organisasi.

” Semakin banyak melakukan interaksi dan diskusi demi kemajuan dunia olahraga maka perlunya dibangun Rumah Beladiri yang bisa dipasang 6 sampai 7 matras atau lantai latihan,” tegas Khairul.
Minimalnya, kata Khairul, jika ada Rumah Beladiri tentunya akan terkonsentrasi dalam 1 tempat latihan dan lebih memudahkan dalam hal pemantauan proses pembinaan berjalan.

Ia menegaskan, keberadaan Rumah Beladiri akan lebih bersifat Multi Fungsi dan akan sangat efisien.

Rencananya, Khairul akan melakukan penjajakan dengan para ketua cabor atau insan beladiri terkait usulan keinginan Rumah Beladiri. ( asep syahmid)