25.7 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 567

Sedih, Kota Bogor Masuk Lima Besar Termiskin di Jabar

0

jurnalinspirasi.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat melansir data kota dan kabupaten termiskin di Jawa Barat pada 2022.

Pada posisi pertama kabupaten termiskin di Jawa Barat ada Kabupaten Indramayu dengan persentase angka kemiskinan mencapai 12,77 persen.

Kemudian, Kabupaten Kuningan dengan 12,76 persen, Kabupaten Cirebon 12,01, Kabupaten Majalengka 11,94 persen dan Kabupaten Bandung Barat 10,82 persen.

Dari data yang sama, di posisi pertama kota termiskin di Jawa Barat ada Kota Tasikmalaya dengan persentase angka kemiskinan mencapai 12,72 persen.

Diikuti Kota Cirebon 9,82 persen, Kota Sukabumi 8,02, Kota Bogor 7,10 dan Kota Banjar 6,73.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri mempertanyakan mengapa di akhir masa jabatan, Wali Kota Bima Arya justru malah menyisakan angka kemiskinan yang meningkat.

Sebab, berdasarkan data BPS di 2022 jumlah penduduk miskin Kota Bogor mencapai 79,2 ribu jiwa atau 7,10 persen. Sementara pada 2021 80,1 ribu jiwa, dan pada 2020 sebesar 75 ribu jiwa.

“Padahal dengan adanya pembangunan infrastruktur yang begitu masif diakhir masa jabatan walikota seperti Taman, GOM, dan jembatan harusnya membuat pertumbuhan ekonomi karena menyerap tenaga kerja,” ungkap pria yang akrab disapa Gus M itu, Jumat (23/6).

Apalagi, kata Gus M, saat ini Kota Bogor memiliki sebuah maskot bernama Rubo (Rusa Bogor), di mana kehadiran maskot itu digadang akan memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM. Namun, rupanya tak berdampak positif.

“Hal Ini menjadi sebuah gambaran bahwa Kemiskinan absolut terjadi dikarenakan program dan kegiatan yang dilakukan tidak menyasar pada tataran dasar kebutuhan masyarakat,” tegas politisi PPP itu.

Seharusnya, kata Gus M, pembangunan di Kota Bogor lebih berpihak kepada pergerakan UMKM. “Apakah pembangunan di klKota Bogor lebih berpihak pada kelompok middle up saja tidak membangunan pergerakan ekonomi UMKM. Atau ini adalah pembenaran bahwa Pemkot hanya membangun di tataran permukaan dan tampak bagus untuk pencitraan,” katanya.

Kendati demikian, sambungnya, harus juga dipertanyakan indikator dan parameter yg dipakai sama BPS. Karena DPRD dan Pemkot terus melakukan berbagai program utk pemulihan ekonomi pasca Covid 19.

“Apakah angka kemiskinan berbanding lurus dengan ketidakmampuan Pemkot menurunkan angka pengangguran, PMKS dan stunting serta program UHC,” ucapnya.

Jangan sampai, kata Gus M, Kota Bogor yang memiliki segudang prestasi, tapi juga masuk dalam lima besar kita termiskin di Jabar.

“Angka kemiskinan di Kota Bogor adalah Akumulasi bahwa prog keg yang dijalankan selama ini masa tak menyasar pada kebutuhan dasar,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Fachrudin mengatakan bahwa berdasarkan data terbaru dari Kementerian PMK, warga miskin di Kota Bogor menyentuh 6,8 persen dari total penduduk 1,2 juta jiwa. Sementara menurut BPS 7,10 persen.

“Kalau untuk data DTKS bukan merupakan penduduk miskin, tapi data penduduk yang pernah diusulkan atau mengusulkan untuk meminta bantuan sosial. Dari data DTKS yang dinyatakan layak mendapatkan bantuan program PKH ada kurang lebih 34 ribu KK,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Jika Dirugikan PKBM Satria Sakti, Usep Dorong Warga Lapor ke Aparat Penegak Hukum

0

Sukajaya | Jurnal Bogor

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupatennya Bogor dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Usep Saepuloh akan mendorong terkait polemik dugaan manipulasi data di PKBM Satria Sakti kepada aparat penegak hukum.

“Bisa juga masyarakat kalau ada yang dirugikan karena ada pemalsuan akta hibah kami akan dorong  melaporkan kepada aparat kepolisian,” kata Usep Saepuloh, Jumat (23/06/2023).

Dia membeberkan, PKBM Satria Sakti yang terletak di Kampung Pasir Tugu, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor kalau ada dugaan  PKBM Satria Sakti  melakukan  manipulasi apalagi sampai ada dugaan pemalsuan tanpa dilaporkan oleh masyarakat harusnya Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten gerak cepat  secepatnya melakukan kunjungan ke PKBM tersebut.

“Jangan menunggu masyarakat korban penipuan dan manipulasi berjatuhan diakibatkan ada oknum PKBM yang mencari keuntungan pribadi,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, atas kasus tersebut pihaknya  akan mendorong pimpinan komisi untuk mengagendakan Kunjungan Kerja (Kunker) secara acak ke PKBM-PKBM yang ada di Kabupaten Bogor.

“Karena  bisa jadi kasus PKBM Satria Sakti ini ibarat gunung es di Kabupaten Bogor,” beber dia.

Dia berharap, dalam hal ini Disdik Kabupaten Bogor agar untuk secepatnya melakukan penertiban. Kendati demikian PKBM yang memiliki komitmen mencerdaskan masyarakat patut diberikan penghargaan.

“Kami berharap Disdik Kabupaten Bogor  untuk secepatnya melakukan penertiban kepada pengelola  PKBM- PKBM nakal dan juga tentu Disdik harus memberikan apresiasi dan penghargaan kepada PKBM yang punya komitmen mencerdaskan masyarakat,” pungkasnya.

** Andres

Lepas Keberangkatan Ibadah Haji Anies Baswedan, AHY: Semoga Lancar dan Hajinya Mabrur

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melepas keberangkatan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Koalisi Perubahan, Anies Baswedan untuk menunaikan Ibadah Haji 1444 H, Kamis (22/6/2023) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

AHY dan Anies

Ketum AHY bersama istri, Annisa Pohan, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, beberapa pengurus teras Partai Demokrat dan Tim Koalisi Perubahan mendoakan agar Anies Baswedan dapat menunaikan ibadah Haji dengan lancar.

“Semoga dilancarkan perjalanannya dan hajinya mabrur,” ucap AHY saat menyambut kedatangan Anies Baswedan di Bandara Soekarno-Hatta.

AHY juga menyampaikan kepada Anies bahwa selama menunaikan ibadah Haji, Partai Demokrat beserta tim Koalisi Perubahan akan terus bekerja.

“Di bandara tadi, saya dan para sahabat juga meyakinkan kepada Mas Anies bahwa Tim Koalisi akan terus bekerja bersama selama beliau beribadah di Tanah Suci nanti. Sehingga, beliau bisa benar-benar fokus dalam menjalankan ibadahnya. Selamat menunaikan ibadah Haji, Mas Anies, Mbak Fery Farhati dan keluarga,” kata AHY.

AHY juga mendoakan agar dalam menjalankan ibadah Haji, Anies beserta keluarga diberikan kesehatan dan keselamatan, serta membawa kebaikan bagi masyarakat Indonesia.

“Kami semua berdoa agar Mas Anies dan keluarga senantiasa diberikan kelancaran dalam ibadah Hajinya, diberikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan, serta menjadi Haji yang Mabrur yang InsyaAllah akan membawa kebaikan bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.

** yev

Menkopolhukam: Orang yang Aktif di Al Zaytun Didalami Perannya

0

Bogor | Jurnal Bogor

Arahan Wapres KH Ma’ruf Amin terkait polemik Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu ditindaklanjuti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Dia menyatakan, saat ini sedang menindaklanjuti dan masih mendalami sumber lain yang pernah aktif di ponpes pimpinan Panji Gumilang tersebut.

“Terkait banyaknya pertanyaan tentang Al Zaytun, saya sebagai Menko Polhukam masih mendalami dari sumber-sumber lain yang pernah aktif di pesantren ini,” ujar Mahfud dikutip dari RMOL, Jumat (23/6/2023). 

Rapat Eselon I Lintas Kementerian dan Lembaga di Kemenko Polhukam dengan tambahan penjelasan dari MUI, sudah dilakukan Rabu (21/6/23). Selanjutnya, kata Mahfud, pihaknya akan memilah mana yang terkait dengan pembinaan pesantren dan mana yang pelanggaran hukum pidana.

“Selanjutnya kita akan memilah mana yang terkait dengan pembinaan pesantren yang santri-santrinya harus dijaga, dan mana yang terkait dengan pelanggaran hukum pidana,” ucap Mahfud. 

“Kita akan mendalami posisi dan peran Ponpes sebagai lembaga pendidikan dan oknum yang terlibat dalam pengelolaan,” kata menteri asal Madura ini. 

Mahfud juga masih akan mengonfirmasi dengan tim Investigasi yang dibentuk oleh Gubernur Jawa Barat. Karena sudah memasuki tahun politik, dia juga akan memilah mana yang hukum dan politik. 

“Ini tahun politik, kita akan memilah mana yang hukum, yang politik, dan yang politisasi situasi. Tapi kita akan bekerja cepat,” jelas Mahfud. 

Dia menambahkan, pihaknya akan segera membicarakan dengan menteri dan pimpinan intansi terkait lainnya untuk segera menyelesaikan masalah Al Zaytun ini. 

“InsyaAllah pekan depan kita sudah punya bahan dan akan segera membicarakannya dengan Menag, Mendagri, Polri, dan institusi terkait lainnya,” ujar Mahfud.

** yev

Hadits Hari Ini

0

HR Muslim

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu setan.

Dari hadist ini setidaknya ada 3 karakter orang beriman yang Rasulullah sampaikan, yaitu

  1. Kuat
  2. Semangat
  3. Berfikir positif

Tim Wantannas RI Kunjungi Pabrik AQUA Mekarsari Sukabumi Bahas Ketahanan Air Nasional

0

Sukabumi | Jurnal Bogor

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantannas RI) Laksdya TNI Dadi Hartanto, M.Tr (Han) bersama para pejabat di lingkungan Wantannas RI meninjau Pabrik AQUA Mekarsari, Sukabumi beserta sumber air Kubang pada 22 Juni 2023. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka akselerasi penguatan ketahanan air nasional yang berkelanjutan untuk mendukung perekonomian dan keamanan nasional.

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Laksdya TNI Dadi Hartanto, M.Tr (Han) menanam pohon burahol di Taman Konservasi AQUA.

Dalam kesempatan ini, Laksdya TNI Dadi Hartanto, M.Tr (Han) menjelaskan bahwa Wantannas RI sebagai representatif dari pemerintah ikut mengupayakan peningkatkan ketahaan air nasional sebagai salah satu prioritas yang perlu dilakukan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi. “Ketahanan air yang berkelanjutan harus dimulai dengan perhatian yang lebih besar dalam pengelolaan sumber-sumber air. Pengelolaan itu menuntut adanya keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi. Ketahanan air yang didukung keterpaduan konservasi sumber daya air merupakan kunci dari pembangunan berkelanjutan,” ujar Dadi.

“Upaya pemanfaatan air memerlukan pengelolaannya tersendiri. Fokus pengelolaan pada tahap ini adalah untuk menjaga kualitas dan kuantitas air untuk masyarakat, termasuk untuk kegiatan ekonomi. Kekurangan penyediaan pasokan air baku, misalnya, mendorong rumah tangga dan industri untuk menggunakan air baku secara bertanggung jawab . Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan pasokan air baku, kualitas air mutlak untuk dijaga,” tambah Dadi.

Sementara itu, Government and External Scientific Affairs Director Danone Indonesia Rachmat Hidayat mengatakan, “Kami menyadari bahwa air memainkan peran penting sebagai bahan utama kami dalam produksi, dan sejalan dengan komitmen menyediakan hidrasi yang sehat, kami terus berusaha untuk melindungi dan melakukan inovasi untuk menyeimbangkan kualitas dan kuantitas sumber air kami melalui strategi utama kami yaitu dengan Memilih Sumber Air Terbaik dan Melindungi Kemurnian Air.”

“Kami juga memiliki berbagai komitmen dalam pengelolaan sumber daya air yang bertujuan untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air bagi lingkungan dapat terjaga dengan baik dan ini tentunya sangat sejalan dengan Ketahanan Air Nasional,” Rachmat menambahkan.

Kunjungan kerja Tim Wantannas RI ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sukabumi Drs. H iyos Somantri, M.Si beserta segenap pimpinan daerah baik di Kota Sukabumi maupun Kabupaten Sukabumi.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan Tim Wantanas RI terkait ketahanan air nasional,” kata Wakil Bupati Sukabumi Drs. H iyos Somantri, M.Si.

Di sisi lain, menurut H. Iyos Somantri, Pabrik AQUA Mekarsari selama ini telah melakukan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, termasuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Kepala Pabrik AQUA Mekarsari Krisvan Sarendeng mengatakan:“Dalam menjalankan proses produksi Pabrik AQUA Mekarsari senantiasa menjalankan konsep pabrik yang ramah lingkungan, yaitu dengan menerapkan efektivitas dan efisiensi pemanfaatan sumber daya air secara terpadu di setiap aspek produksi.”

Krisvan menjelaskan bahwa Pabrik AQUA Mekarsari tidak hanya sibuk menjalankan kegiatan operasional bisnis semata. Pabrik AQUA Mekarsari pun secara aktif menjalankan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, yaitu Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kecamatan Cicurug dan Cidahu, Dinas Lingkungan Hidup, LSM peduli lingkungan, dan masyarakat.

Danone memiliki komitmen mengembalikan air lebih banyak ke lingkungan dan masyarakat, dibandingkan yang dimanfaatkan oleh perusahaan. “Untuk mencapai komitmen tersebut melalui kegiatan konservasi di hulu, pertanian berkelanjutan, efisiensi pada proses produksi, serta program sanitasi dan akses air bersih. Melalui kegiatan tersebut saat ini Danone Indonesia telah mencapai ambisi positive water impact, dan hal ini telah divalidasi oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional),” ujar Ratih Anggraeni, Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia.

“Danone juga mendorong adanya kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Forum Daerah Aliran Sungai,  yang akan berperan untuk menjembatani dari hulu ke hilir melalui inisiatif Pembayaran Jasa Lingkungan,” tambah Ratih.

Kunjungan Tim Wantannas RI telah membuka dialog terbuka terkait ketahanan air berbasis konservasi. Dari sini diharapkan akan tercipta suatu sinergi pemerintah dan perusahaan yang berfokus pada pengelolaan air untuk mendukung program kedaulatan pangan dan energi yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi nasional.

** yev

Bangunan Villa Kecilkan Sungai Cipamingkis, Pemda dan Pemcam Sudah Tidur Lelap

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Miris nian kondisi Sungai Cipamingkis yang harus diperkecil dengan adanya bangunan villa di pinggiran sungai yang notabene menjadi pertanggungjawaban Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas DPUPR. Terlihat, selain kondisi bangunan yang memperkecil sungai, villa dan resto tersebut pun menggunakan jalan milik irigasi yang dibuat seolah milik pribadi. Padahal, letak villa dan resto tersebut sangat dekat dengan Kantor Desa Sukamakmur dan Kantor Kecamatan.

Sekretaris Desa Sukamakmur, Dede Iskandar mengatakan untuk izin lokasi sudah dibuat, namun untuk perizinan lainnya itu pihaknya mengaku tidak tahu, apa sudah dibuat atau tidak. Mengingat, desa cuma sebatas izin lokasi, walaupun tahu jalan yang dilaluinya adalah lahan milik irigasi.

“Itu ada lahan irigasi yang dipake, gak tau udah izin atau belum. Dan pada saat Kanit Pol PP kecamatan Sukamakmur terdahulu sudah pernah dilakukan teguran, tapi gak ngaruh sepertinya soalnya sampai saat ini masih dilakukan kegiatan pembangunan,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/6/23).

Dede juga khawatir jika sungai mengecil dengan adanya bangunan di pinggirannya, air tidak tertampung dan akan berdampak kepada wilayah berikutnya. Apalagi wilayahnya masuk kategori wilayah yang labil akan pergerakan tanah dan longsor.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa, persoalan di Desa Sukamakmur terlalu banyak dan pelakunya para inohong yang notabene disegani oleh warga, jadi saat warga tidak ada reaksi kami pun sama,” cetusnya.

Sementara, Ketua Himpunan Masyarakat Bogor Timur (HMBT) Kecamatan Sukamakmur Cep Entoh Sidiq mengaku pengusaha sekarang semakin menggila dengan tidak lagi memikirkan alam. Itu sudah jelas sungai dengan lebar yang seperti itu, walaupun tanahnya mungkin tergerus sungai bukan berarti dia bisa membangun persis di pinggiran sungai.

“Bukankah ada aturan jarak minimal 15 meter dari garis sepadan sungai, ini jangankan 15 meter, justeru yang ada sungai malah dikecilin. Loh pemerintah kok diem aja, itu yang membuat kami bingung, ini di Sukamakmur makin banyak dan dibiarkan menjadi kawasan wisata tanpa izin dan serampangan,” geramnya Culeng sapaan akrabnya.

Caleg yang akan berangkat dari Partai Hanura tersebut prihatin dengan ketidakberdayaan pemerintah terhadap pengusaha yang semena-mena dan seolah seenaknya membangun walaupun di sepanjang jalur sungai. Padahal, kondisi bangunan villa tak berizin itu dekat dengan Kantor Desa, Kantor Kecamatan, rumah nggota DPRD tapi malah cuma jadi tontonan.

“Ini ada apa?, pemerintah kemana, terus yang duduk sambil diskusi di gedung DRPD ngapain, jika di depan matanya ada yang model begini dibiarin” geramnya.

“Masa harus nunggu hukum alam, saya warga Sukamakmur, jangan sampai karena cuan lingkungan jadi tidak teratur. Jangan sampai karena segan aturan jadi dilangkahi, lalu untuk apa aturan dibuat itu, untuk dilanggar?,“ tambahnya.

“Jika bangunan yang jelas-jelas membuat sungai mengecil dan memakai jalan milik irigasi ini sampai bisa beroperasi dengan tenang sungguh luar biasa pemerintah kita betul-betul tidur lelap,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Masih Minim Sanitasi, Desa Buanajaya Butuh 300 Unit MCK

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Pada tahun 2024 mendatang, ketika semua kegiatan administrasi sudah menggunakan sistem online seiring target pemerintah pusat menginginkan Indonesia sudah memasuki era Digital Power Poin O, namun impian tersebut masih jauh berbeda dari kehidupan nyata sebagian besar warga Desa Buanajaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor yang masih berkutat minim sarana seperti MCK (mandi cuci kakus).

Pasalnya, hampir sebagian besar warga Desa Buanajaya masih melakukan “Dolbon” (buang hajat di kebun). Hal itu terlihat dengan banyaknya tirai-tirai yang dibentuk MCK untuk melindungi warga saat melakukan BAB maupun aktivitas mandi. Hal tersebut pun turut diakui oleh Kepala Desa Buanajaya, Sudarjat bahwa ada 40% warganya belum memiliki kamar mandi dan toilet sendiri.

“Inilah kondisi di Desa Buanajaya, mengapa saya begitu gencar mengejar dana CSR dari perusahaan, ingin rasanya membangunkan MCK untuk warga saya, namun keterbatasan anggaran yang membuat kami tidak berdaya,” keluhnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/6/23).

Sudarjat menjelaskan Pemdes sudah mengajukan 300 unit MCK untuk program Pamsimas. Namun, sampai saat ini belum ada kabar baiknya. Sanitasi di desa ini memang sangat minim, apalagi untuk kampung yang berada agak di dalam, itu bisa dibilang MCK-nya masih bareng-bareng dan berada diluar rumah mereka.

“Mungkin orang tua terdahulu tidak mengutamakan adanya WC, karena banyak kebun. Tapi untuk kondisi saat ini kan sudah beda zaman, dimana kebersihan harus kita utamakan, yang merupakan juga sebagian dari iman,” cetusnya.

Sudarjat berharap, permohonnya untuk dibangunkan sanitasi di Desa Buanajaya bisa dikabukkan, walupun tidak semua, minimal separuhnya. Agar nanti tahun berikutnya kami bisa mengajukan kembali untuk yang belum MCK. Yang pasti dia menginginkan setiap rumah warganya ada MCK, hingga tak ada lagi istilah “Dolbon”.

“Anggaran manapun saya harap bisa untuk merealisasikan pembangunan MCK untuk warga saya, mau dari Aspirasi Dewan, Pemprov, Pemda maupun CSR. Yang penting warga punya MCK,” harapnya.

Sementara, salah satu warga Desa Buanajaya,  Enah (53) mengatakan sejak dirinya masih kecil di rumahnya tidak ada MCK. Saat itu untuk aktivitas mandi dan buang air, pakai tirai yang ada di luar rumah untuk mandi, dan untuk buang air diajarkan oleh orang tuanya suruh lari ke kebun.

“Waktu saya kecil dulu, kalo mau buang aer suruh lari ke kebon. Jadi sampe sekarang ya masih turun temurun begini, kata pak kades suruh  bikin kamar mandi pake tembok, kan gak ada duitnya,” katanya.

“Ya kalo ada yang mau bikinin kamar mandi mah syukur alhamdulilah, jadi anak cucu kita kalo mandi gak perlu ditungguin, kadang suka ada orang iseng yang ngintip kalo anak perawan kita mandi, makanya kalo dia mau mandi kita tungguin,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Alfamart Rawa Ragas Klapanunggal Diserbu Ibu-ibu dan Balita

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Puluhan ibu-ibu bersama balita memadati toko Alfamart Rawa Ragas Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor untuk mengikuti Alfamart Sahabat Posyandu. Posyandu tersebut adalah agenda rutin Alfamart bersama PZ Cussons demi mendukung pertumbuhan dan gizi ibu dan balita.

Kegiatan ini juga bekerja sama dengan kader ibu-ibu posyandu dan puskesmas setempat, layanan kesehatan yang didapat oleh ibu dan balita mulai dari mengukur berat dan tinggi badan, konsultasi gizi, penyuluhan kesehatan bagi para ibu.

Hal tersebut disampaikan Branch Manager Alfamart Cileungsi Mulyanto. Menurutnya tidak hanya itu, dalam kegiatan ini juga ada bingkisan hadiah untuk ibu-ibu yang beruntung. Mulyanto menyebut Antusias kegembiraan terlihat dari yang hadir mengikuti Alfamart Sahabat Posyandu ini.

“Alfamart sebagai perusahaan ritel yang hadir di tengah masyarakat merasa memiliki tanggung jawab sosial,” katanya kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/6/23).

Mulyanto berharap, Mudah-mudahan posyandu ini dapat membantu ibu-ibu di sekitar lokasi toko Alfamart mengecek pertumbuhan balitanya serta dapat berkonsultasi langsung mengenai gizi anak dengan ahlinya, sehingga kami bisa memberikan nilai lebih atau kontribusi atas hadirnya Alfamart di lingkungan mereka.

“ Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, oleh karena itu kami menggandeng PZ Cussons untuk ikut berpartisipasi dengan kegiatan ini, begitupun kader kesehatan dan puskesmas. Karena melalui merekalah sebagai penyambung lidah kepada warga untuk kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara, salah satu peserta Posyandu ibu dari Kaila mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan posyandu ini, selain dekat dengan kediaman juga bisa sambal berbelanja, bahkan sampai dikasih hadiah.

“Baru pertama kali mengikuti posyandu di depan Alfamart, karena kita sekalian bisa berbelanja, dan gak nyangka juga dapat hadiah dari Alfamart dan Cussons,” ungkapnya.

** Nay Nur’ain

Disebut Gertak Sambel, Cecep Imam Minta Semua Bangunan tak Berizin di Sukamakmur Harus Dibongkar Agar Adil

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Menanggapi persoalan akan surat teguran pembongkaran pertama terhadap Villa Opung milik Rudolf Sinaga, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid mengatakan sudah mengarahkan pemilik Villa Opung untuk menempuh  perizinan agar villa tersebut jelas legalitasnya.

“Kami dilema, memang surat yang kami layangkan itu berupa pembongkaran mandiri, tapi kita faham dengan besaran biaya yang mereka keluarkan untuk membangun villa tersebut. Selain itu, lahan tersebut merupakan hak milik sendiri bukan milik pemerintah,” ungkap Cecep Imam kepada Jurnal Bogor, via telepon selular, Kamis (22/6/23).

Cecep Imam menyebut, selain memang Satpol PP tidak ada anggaran untuk melakukan pembongkaran. Jika dipaksakan dilakukan pembongkaran pun akan jadi bumerang dan bola panas untuk Pemda sendiri. Pasalnya, sepanjang jalur Sukamakmur jika berbicara IMB, banyak villa dan tempat wisata tidak ada izinnya.

“Itu bukan hanya satu, puluhan tempat seperti wisata dan villa, bahkan yang sering dipake Pemda untuk acara pun terdapat pelanggaran, apa tidak akan jadi bola panas untuk Satpol PP,” keluhnya.

Satpol PP sendiri, sambung Cecep Imam, sangat siap 100 bangunan sekalipun yang harus dirobohkan, tapi apakah pemda ada anggarannya untuk itu. Pembongkaran itu butuh biaya, jika ada bantuan kementerian atau sponsor darimana pun Satpol PP siap saja untuk melakukan pembongkaran bangunan yang tidak ber-IMB di Sukamakmur.

Lebih lanjut Cecep Imam mengatkan, dalam hal ini pun bukan hanya Satpol PP yang punya peran, pengawasan pembangunan itu juga punya peran yang sama, dan seharusnya sebelum jadi bangunan Pol PP Kecamatan dan pengawas bangunan itu turun, dan harus menghentikan kegiatan.

Pasalnya, Satpol PP di Kabupaten Bogor itu tidak tahu kondisi di lapangan, peran Satpol PP kecamatan itu juga harus aktif dan jangan berdalih tidak ada kewenangan, mereka bisa memberhentikan kegiatan jika memang tidak mengantongi izin.

“Untuk saat ini fokus kami sesuai dengan arahan pimpinan ialah menertibkan bangunan yang berada di lahan milik Pemda Bogor, dan minggu ini saya dengan kementerian akan melakukan pembongkaran bangunan di wilayah Puncak yang berada dan masuk jalur sungai. Itu pun saya minta untuk tidak tebang pilih, semua yang melanggar robohkan,” tandasnya.

“Untuk banguan yang berada di Sukamakmur sendiri, nantinya kan saya panggil untuk dilakukan pendataan dan diarahkan untuk membuat izin bangunan. Tapi untuk bangunan apapun yang ada di sepanjang jalur sungai akan kita robohkan, karena itu sudah menyalahi aturan dan berada di lahan pemerintah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Cecep Imam mengajak bersinergi agar pekerjaan ini ringan dan tidak jadi bumerang kepada Pemda sendiri. Jika dari bawah itu sesegera mungkin dilakukan tindakan, tidak mungkin banguna yang tidak ada IMB itu bisa berdiri. Jadi untuk Satpol PP di tingkat kecamatan, untuk camat dan kades serta pengawas bangunan, semua punya peran dan bisa memberhentikan kegiatan saat sudah tahu bangunan itu tidak mengantongi izin.

“Jangan selalu memojokkan Pol PP Kabupaten, lalu yang berada di lingkungan apa fungsinya. Saya siap dan akan selalu siap membongkar 100 bangunan sekaligus sekalipun, asal ada anggarannya dan itu tidak ada tebang pilih, rata tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

Sementara, Pemerhati Tata Ruang dan Insfrastruktur Herry HK mengaku sepakat dengan pernyataan Kasat Pol PP Kabupaten Bogor. Pasalnya, pemerintah di bawah seperti camat dan kanit Pol PP kecamatan memang kerjaannya saling lempar, dan seolah-oleh mereka tidak punya kewenangan untuk menertibkan. Padahal sebetulnya mereka paham apa yang mereka lakukan, hanya saja itu terjadi off the record.

“Kebobrokan pemimpin seperti camat itu terlihat, jika di lingkungannya terdapat banyak bangunan tak berizin tapi mereka sering mengunjungi tempat tersebut, ini lucu. Masa di wilayah berkata tidak punya kewenangan, gak usah ada Satpol PP dan camat jika merasa tidak ada keweangannya,” cetusnya.

Masyarakat itu sudah tidak bodoh sekarang, sambung Herry, karena banyaknya orang pintar sehingga wilayah tersebut dilindungi oleh orang pintar dan punya kewenangan. Hal itu sudah diakui oleh Kasat Pol PP, dirinya dilema jika hanya merobohkan satu bangunan, sedangkan yang tidak berizin ada puluhan.

“Apakah masih ada Sangkuriang di Sukamakmur yang bisa buat bangunan dalam satu malam, sehingga luput dari pantauan pemerintah di wilayah,” ujar sambil tertawa.

Dirinya berharap ada perbaikan untuk Pamkab Bogor, jangan sampi menunggu hukum alam yang membuktikan semua.

“Itu wilayah rawan longsor, rawan pergerakan tanah, jika aturan kalah sama cuan, ya tinggal nunggu hukum alam,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain