33.5 C
Bogor
Monday, July 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 567

Pemuda Cigudeg Manfaatkan Momen 17 Agustus dengan Jualan Bendera Merah Putih

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Pemuda asal Cigudeg, Kabupaten Bogor, Aji (23) memanfaatkan momen jelang 17 Agustus 2023 dengan berjualan bendera Merah Putih di bahu jalan Raya Cigudeg, tepatnya di depan Puskesmas  wilayah tersebut.

Menjadi pedagang musiman itu dia lakoni telah 4 tahun. Usahanya itu dilakukan setiap jelang hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI.

“Saya baru seminggu ini sudah berjualan. Alhamdulillah hasilnya juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya pada masa pandemi covid-19,” kata Aji, Rabu (2/08).

Aji mengaku, memprediksi bahwa puncaknya pembeli akan meningkat sepekan lagi sebelum 17 Agustus.

“Biasanya, ramainya membeli bendera Merah Putih ini seminggu lagi jelang 17 Agustus,” ungkapnya.

Dia telah menyetok banyak bendera untuk diperjual belikan. Berbagai ukuran dari mulai ukuran paling kecil dengan harga Rp5 ribu sampai ukuran paling besar seharga Rp280 ribu.

Diakuinya, pedagang bendera Merah Putih sudah sepekan ini bermunculan di wilayah Kabupaten Bogor Bagian barat. Mereka memanfaatkan bahu jalan untuk mencari pundi-pundi rupiah itu.

“Berbagai macam bentuk, variasi dan harga bendera Merah Putih dan umbul-umbul saya jual mulai dari, bendera Merah Putih, umbul-umbul dengan harga yang berbeda,” ujarnya.

Dia berharap di puncaknya nanti jualannya habis dan sesuatu target.

** Andres

Jani Nurjaman Ceritakan Histori Desa Kalongliud yang Berdiri Sebelum Kemerdekaan RI

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor telah dipimpin sebanyak 10 orang kepala desa dan wajah yang pernah memimpin desa ini juga terpajang di dinding aula desa.

Desa Kalongliud yang mayoritas masyarakatnya petani itu tidak melupakan sejarah, termasuk pada zaman kolonial Belanda. Sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1945, Desa Kalongliud telah berdiri pada tahun 1943.

Kepala Desa Periode 2012 sampai 2025 Jani Nurjaman menceriterakan, histori Desa Kalongliud  berdasarkan para kasepuhan maupun para tokoh.

“Tepatnya pada tahun 1943 Desa Kalongliud sudah berdiri namun untuk tanggal dan bulannya sampai hari ini masih melakukan pendalaman dari historis tersebut,” kata Jani Nurjaman yang sudah menjadi Kepala Desa Kalongliud dua periode ini saat berbincang dengan Jurnal Bogor, Rabu (2/8/2023).

Kata dia, Desa Kalongliud satu hamparan dengan desa tetangganya, yaitu Desa Pangkaljaya, desa pecahan yang induknya Desa Kalongliud.  Dalam buku catatannya, Desa Kalongliud  pertama kali dipimpin oleh Lurah Minta yang menjabat dari 1943 – 1967.

Lurah Mintra tersebut puluhan tahun menjadi Kepala Desa Kalongliud yang mana masa itu masih zaman kolonial Belanda.

“Pak Lurah Mintra didaulat sebagai kepala desa pertama, dari Lurah Mintra jabatan itu turun ke anaknya yaitu Lurah Muryana yang dikenal oleh masyarakat Lurah Murta. Setelah itu ada pemekaran desa pada tahun 1980 Kalongliud pecah menjadi dua yaitu salah satunya Desa Pangkaljaya,” beber Jani.

Berlanjut dari pemecahan tersebut dijabat dari kecamatan yang bernama Nana Rasa Atmaja yang mana masa transisi.

Setelah itu dijabat oleh A.Senan yang hanya selama satu tahun menjabat sebagai kepala desa. Sementara pemilihan dilakukan setelah A.Senan dengan H.Encep Suyatna.

H.Encep Suyatna pada saat Pilkades terpilih Kepala Desa Kalongliud yang mana saat itu masa jabatan delapan tahun dan H.Encep Suyatna tersebut adalah bagian dari anaknya Lurah Murta, cucunya dari kepala desa pertama.

Perlu diketahui H.Encep Suyatna ini kades definitif, sementara Lurah Nana Rasa Atmaja dan A.Senan itu pejabat sementara.

Pada saat itu habis masa jabatan dilakukan pemilihan kepala desa kembali yang mana dimenangkan oleh E.Rukmana yang merupakan sekdesnya H.Encep Suyatna. E.Rukmana menjabat dua periode masa jabatan.

Jani Nurjaman, mengaku dirinya memajang foto para pemimpin kepala desa adalah bagian usahanya setelah dirinya menjabat kepala desa secara demokratis di tahun 2012.

“Saya ini tidak mau menghilangkan sejarah. Karena sejarah ini bagian dari pada kewajiban kita sebagai generasi penerus untuk melestarikan,” katanya.

Dia menegaskan, bahwa sejarah juga wajib sifatnya untuk diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat terutama oleh calon generasi penerus Desa Kalongliud. Agar anak dan cucu- cucu nanti tahu tentang histori pemimpin Desa Kalongliud.

“Bagaimana pun juga mereka mereka ini yang sudah mengabdikan diri dan membaktikan diri untuk kemajuan Desa Kalongliud,” pungkasnya.

** Andres

Bina Marga Bakal Sidak Bangunan Langgar GSJ

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Maraknya bangunan baru yang difungsikan untuk kawasan komersil dan pabrik yang disinyalir melanggar Garis Sempadan Jalan (GSJ) menjadi sorotan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Dalam waktu dekat, pihak Bina Marga dan Penataan Ruang akan melakukan sidak terkait izin bangunan-bangunan tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran bangunan.

“Kalau dilihat secara kasat mata memang banyak bangunan baru yang melebihi dari bangunan sebelumnya. Khususnya bangunan yang berada di sekitar Jalan Raya Narogong Desa Dayeuh Kecamatan Cileungsi,” kata Pengawas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Hendra kepada Jurnal Bogor, Rabu (2/8/23).

Menurut dia, pemanfaatan bangunan harus memprioritaskan kepentingan publik lainnya, seperti ruang bagi sepandan jalan. Terlebih bangunan tersebut berada di akses jalan utama seperti di Jalan Raya Narogong yang padat kendaraan.

“Ada aturan mengenai bangunan jadi tidak semua lahan yang dimiliki boleh dibangun jika hal itu berkaitan dengan kepentingan publik. Apalagi bangunan tersebut berada tepat di sisi jalan utama,” ujarnya.

Hendra mengatakan, proses pengawasan terhadap bangunan komersil dan pabrik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik memang harus dilakukan secara bersama-sama, antara Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten hingga provinsi.

“Karena proses perizinan untuk bangunan tentunya dari unsur pemerintahan terbawah. Jadi harus ada proses pengawasan bersama. Agar keberadaan bangunan tersebut nantinya tidak merugikan pihak lain,” tukasnya.

Hendra mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan terkait keberadaan bangunan komersial yang nantinya akan di kroscek aspek legalitasnya. Apakah bangunan tersebut dibangun sesuai dengan perencanaan yang disetujui atau tidak.

“Nanti akan kami kroscek semua. Jika ada pelanggaran tentunya harus ada tindakan tegas karena ini menyangkut kepentingan publik,” tandasnya.

** Taufik/ Nay

Jonggol Mulai Krisis Air Bersih

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kemarau yang sudah mulai melanda di wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor membuat warga di Desa Weninggalih mengalami krisis air bersih. Pasalnya, selama ini warga di wilayah tersebut kerap mengandalkan curah hujan sebagai salahsatu sumber air.

Tidak adanya hujan dalam dua pekan terakhir, membuat sumber air warga di Desa Weninggalih mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan sumber air bersih dari pemerintah.

“Dikarenakan tidak adanya curah hujan beberapa minggu terakhir di wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan krisis sumber mata air,” kata Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaluddin kepada wartawan, Rabu (2/8/2023).

Menurut dia, warga di Desa Weninggalih kerap menjadikan air hujan sebagai satu-satunya sumber mata air. Oleh karena itu, jika tidak ada curah hujan maka dipastikan warga akan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

“Karena masyarakat hanya mempunyai satu sumber air, yaitu dari curah hujan maka sekarang warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih karena tidak adanya curah hujan,” ujarnya.

Menurut Jalaluddin ada beberapa titik di Desa Weninggalih yang saat ini dilanda kekeringan, pertama di Kampung Rawa Bogo Saluyu. Sebanyak 404 jiwa terdampak. Kemudian di Kampung Rawa Bogor Kaler dan Kampung Rawa Bogor Kidul.

“Untuk Kampung Rawa Bogor Saluyu BPBD menyalurkan bantuan 5.000 liter air bersih. Begitu juga di Kampung Rawa Bogo Kaler yang terdapat 457 jiwa petugas membagikan 5.000 liter air. Sementara di Kampung Rawa Bogo Kidul sebanyak 479 jiwa terdampak kami juga menyalurkan 5.000 liter air bersih,” paparnya.

Sementara, lanjutnya, untuk di Kampung Kampung Tegal Maung yang dihuni 585 jiwa. Petugas juga membagikan 5.000 liter. Terakhir di Kampung Ranji yang dihuni 225 jiwa terdampak, Petugas juga membagikan 5.000 liter air bersih.

“Untuk sementara di beberapa titik krisis air untuk kebutuhan sudah terpenuhi untuk dua hari ke depan. Hampir seluruh wilayah Desa Wening Galih sangat membutuhkan pendistribusian air bersih,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Diusulkan Warga, Pemdes Leuwimekar Gunakan Samisade Bangun Jalan Lingkungan

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Leuwimekar, Leuwiliang, Kabupaten Bogor memperbaiki jalan lingkungan menjadi lebih baik lagi menggunakan aspal hotmix dari program Samisade ( Satu Miliar Satu Desa). Pengerjaan jalan lingkungan ini atas dasar usulan masyarakat sehingga Samisade tahap awal sebesar 60 persen dialokasikan untuk jalan lingkungan, begitu juga tahap berikutnya  40 persen masih fokus untuk insfratruktur jalan lingkungan.

Kepala Desa Leuwimekar Sumarno menjelaskan, jalan-jalan besar berstatus jalan desa telah terealisasi dilakukan peningkatan jalan. “Jadi, kali ini Samisade kami fokuskan untuk hotmix jalan lingkungan. Secara keseluruhan bangunan jalan lingkungan dari program Samisade sepanjang 4.530 meter,” kata Sumarno kepada Jurnal Bogor, Rabu (2/8/2023).

Sebanyak 13 RW di wilayahnya, menurutnya hampir seluruhnya telah tercover pembangunan. Hanya saja untuk di RW 09,10 serta RW 11 tinggal dilakukan peningkatan.

Sebelumnya RW 09,10 dan RW 11 beberapa tahun lalu telah dilakukan betonisasi sehingga progresnya pada 2024 mendatang jalan tersebut bakal dilakukan peningkatan berupa pengerjaan hotmix.


Pihak desa kata dia memanfaatkan anggaran insfratruktur desa melalui program Samisade tahun anggaran 2023 difokuskan terhadap jalan lingkungan tepatnya di Kampung Banyu Suci di lingkungan RW 04 dan terdapat lokasi pembangunan di 5 RT. Sedangkan pembangunan jalan lingkungan juga dilakukan di Kampung Suka Asih RW 02 di lingkungan di 4 RT.

** Arip Ekon

SMAN 1 Cibinong Raih Juara 3 Lomba National School Debating Championship 2023 Tingkat Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

SMAN 1 Cibinong berhasil meraih juara ke-3 Tingkat Kabupaten Bogor dalam lomba National School Debating Championship 2023 KCD Regional 1, MGMP Bahasa Inggris KCD Wilayah 1 yang dilaksanakan di SMAN 2 Cibinong pada 30 Juli lalu.

Kepala Sekolah SMAN 1 Cibinong Eli Supartini mengapresiasi prestasi yang diraih oleh 3 siswanya yang sudah mengharumkan nama sekolah di ajang lomba debat Bahasa Inggris tersebut.

“Sangat membanggakan sekali, semoga menjadi motivasi bagi siswa itu sendiri juga siswi lainnya,” ungkap Bunda Eli sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (2/8/23).

Eli menyebut, seluruh warga sekolah dan Komite sangat mendukung akan kegiatan tersebut untuk terus ditingkatkan di sekolah kedepannya.

“Saya berharap, kemenangan yang diraih para siswa ini menjadi motivasi untuk siswa lain. Sehingga kedepannya akan bermunculan bintang-bintang dari SMAN 1 Cibinong di setiap ajang lomba,” cetusnya.

Sementara, salah satu siswa yang menjadi mengikuti lomba debat Bahasa Inggris, Demetrieva Bryna Azeeza kelas XII IPS 1, mengaku tidak menyangka jika timnya bisa menjadi juara 3 dalam lomba debat Bahasa Inggris se- SMA dan SMK Tingkat Kabupaten Bogor. Mengingat, penguasaan dirinya dalam berbahasa inggris belum terlalu baik, namun tidak menyangka bisa membawa timnya menjadi juara tiga.

“Alhamdulilah kejuaraan ini kami persembahkan untuk kedua orang tua khususnya, dan untuk SMAN 1 Cibinong tempat kami menimba ilmu,” kata Demetrieva.

Menurutnya, keberhasilan dalam lomba ini karena kekompakan tim, dan bimbingan dari guru bahasa Inggris yang senantiasa sabar dalam melatih berbahasa Inggris.

“Satu tim ada 3 orang, untuk tim saya sendiri itu ada Kafka Qeyla Miranda kelas XI.10, Salvaluna Laysha Arsy kelas XII IPS 2, dan saya sendiri. Kuncinya saat itu hanya tenang aja, dan kita fokus dengan pertanyaan-pertanyaan serta menyiapkan jawaban apa yang memang pas dengan pertanyaan yang diberikan,” tandasnya.

“Saya ucapkan terimakasih untuk guru pembimbing, dan rekan-rekan yang sudah mensupport kami. Semoga kedepannya ada generasi penerus yang lebih baik dari kami hingga nama SMAN 1 Cibinong terus bisa terdepan dan akan selalu menjadi sekolah favorite. We Love SMAN 1 Cibinong, Always become favorite school for me, ” pungkasnya mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Talang KS Tubun Bocor, PUPR Surati DSDA Jabar

0

jurnalinspirasi.co.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor mengaku telah melayangkan surat kepada Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Surat itu terkait kebocoran talang air yang melintang di atas Jalan KS. Tubun, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Rena Da Frina mengungkapkan, sebelum peristiwa truk kontainer tersangkut talang air terjadi, pihaknya mendapati kebocoran di saluran irigasi tersebut.

“Jadi sebelum kontainer itu, awalnya ada berita bocor karena ada saluran bekas irigasi di sana. Justru kami sudah komunikasi dengan DSDA provinsi,” kata Rena, Selasa, (1/8).

Menurut Rena, kebocoran talang air tersebut sudah menjadi pembahasan DSDA Provinsi Jawa Barat. Rencananya, mereka akan melakukan perbaikan.

“Mereka sudah rapat dan akan intervensi kebocoran itu tahun ini. Tapi saya bilang itu kelamaan kalo nunggu di anggaran perubahan mereka (APBD Provinsi Jawa Barat),” kata dia.

Karena itu, Rena mengatakan pihaknya sudah mengkomunikasikan kembali untuk segera diperbaiki. Terlebih kondisi sekarang talang air terkena truk kontainer.

“Ya perbaiki saja, yang penting nggak bocor. Nah, sekarang tertabrak sama kontainer. Dan ini kami komunikasikan lagi untuk bisa segera memperbaiki,” ujarnya.

Rena menyebut pihaknya bisa saja memperbaikinya, namun keberadaan talang air itu ranah kewenangan dari Pemerintah Jabar.

“Kami sudah bersurat dan mereka sudah rapatkan. Nanti saya cek lagi. Tapi intinya perbaikan itu tahun ini,” ungkapnya.* Fredy Kristianto

Pemkot Siapkan Pembangunan GOM Bogor Barat

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana membangun Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Barat senilai Rp6 hingga Rp7 miliar pada tahun anggaran 2024 mendatang.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan bahwa Pemkot saat ini tengah fokus mempersiapkan akses jalan ke lokasi GOM agar saat pembangunan tidak terkendala dalam membawa material.

“Kemudian alat alat berat yang nantinya harus masuk ke area pembangunan yang harus diamankan aksesnya,” ujar Dedie kepada wartawan, Selasa (1/8).

Hal itu, sambungnya, agar pembangunan sarana prasarana olahraga itu tak terhambat. Sebab, pembangunan itu sebagai sarana penunjang Porprov 2026 mendatang.

“Konsep GOM ini dikombinasi, ada lapangan sepakbola, Gor indoor yang bisa dipakai basket dan bulutangkis,” katanya.

Selain itu, kata Dedie, pembangunan ini juga untuk meningkatkan aktifitas keolahragaan di masyarakat. “Ya seperti mini soccer. Karena lahannya cukup memadai ini ada satu setengah hektare yang bersebelahan dengan GKI,” jelasnya.

Kata dia, nantinya akses masuk GOM akan dibagi dua jalur. Yakni, dari Jalan KH Abdullah Bin Nuh dan Pangkalan Batu.

“Yang harus kita pikirikan akses masuk karena ketinggian permukaan jalan dengan lokasi areanya kan cukup tinggi. PUPR nanti membuat cara supaya jalurnya aman, landai dan juga memadai,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai kondisi lalu lintas yang kerap macet di sekitar lokasi pembangunan. Dedie menegaskan bahwa Pemkot Bogor sempat mengusulkan pembangunan flyover ke Balai Besar Jalan Nasional, namun terbentur dengan anggaran.* Fredy Kristianto

Kisruh PPDB, Dewan Sindir Pemkot

0

jurnalinspirasi.co.id – Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023, membuat Wali Kota Bogor Bima Arya merombak tiga pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) dan memutasi 31 kepala sekolah SD dan delapan kepala sekolah SMP.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri menilai bahwa kebijakan itu sepenuhnya merupakan kewenangan penuh yang melekat pada wali kota.

“Rotasi mutasi itu sepenuhnya hak prerogratif wali kota, dan Komisi IV sangat mengapresiasi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (1/8).

Namun, sambung dia, yang menjadi pertanyaan apakah langkah yang dilakukan itu akan menjadi solusi dalam perbaikan sistem dunia pendidikan di Kota Bogor. Sebab, permasalahan utama carut marutnya PPDB adalah minimnya jumlah sekolah negeri yang ada di wilayah.

“Harus dikaji secara komprehensif, yang menjadi permasalahan selama ini kan karena minimnya sekolah negeri, dan lokasinya pun tersentralisir kebanyakan di Bogor Tengah,” ucapnya.

Sementara di kawasan Bogor Barat, Selatan hingga Utara masih kekurangan. “Di Bogor Utara saja ada delapan kelurahan, SMP negeri hanya ada tiga, yakni SMPN 20, 15 dan 19 itupun lokasinya di kelurahan Bantarjati, dan Ciparigi. Lantas bagaimana nasib warga Tanah Baru, Cimahpar, dan sebagian Ciluar. Secara jarak pasti kalah,” ucap pria yang akrab disapa Gus M itu.

Sementara setiap tahun di Kota Bogor, kata Gus M, lulusan SD ada sebanyak 17 ribu orang, sedangkan daya tampung SMP negeri hanya 5.600 orang. “Ini kan jelas jomplang, artinya akar permasalahan dalam kisruh PPDB ini adalah kekurangan sekolah,” katanya.

Atas dasar itu, Gus M menyebut bahwa seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memprioritaskan pembangunan sekolah ketimbang sarana lain yang tak berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia.

“Sebenarnya permasalahan yang terjadi dalam sistem PPDB online ini sudah berlangsung lama. Tapi kenapa baru ramai sekarang? Mestinya kalau jeli masalah ini sudah bisa ditanggulangi sejak dulu. Kalau saja pemerintah memprioritaskan pembangunan sekolah, ketimbang menata kota hanya dari ‘kulitnya’,” tegasnya.

Padahal hal itu, kata Gus M, termasuk faktor yang mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM) di daerah. Berdasarkan data BPS Jawa Barat, IPM Kota Bogor pada 2022 berada di 77,17 persen. Sedangkan Kota Depok yang baru berusia 24 tahun IPM-nya sudah menyentuh 81,86 persen.

“Kota Depok saja yang bisa disebut ‘anak kemarin sore’ sudah tinggi. Sedangkan Kota Bogor yang sudah berusia 544 tahun IPM-nya kalah,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya merombak komposisi pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, termasuk jabatan kepala sekolah, Senin (31/7).

Bima mengatakan bahwa rotasi kali ini adalah pembelajaran dan pembenahan dan pembenahan atas persoalan dalam PPDB.

“Saya menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk melakukan penyegaran pimpinan sekolah di SMP dan SD,” kata Bima

Dalam rotasi kali ini, Bima mengganti tiga pejabat di Disdik, 31 kepala sekolah SD, dan delapan kepala sekolah SMP.

Bima berharap, penyegaran ini dapat memberi pembelajaran kedepannya. “Jadi delapan Kepala Sekolah SMP yang bergeser, yang saya harapkan menjadi pembelajaran dan penyegaran. Di Dinas Pendidikan juga, Sekretaris Pendidikan dan dua Kabid SD SMP bergeser, dan saya tugaskan secara khusus untuk membangun sistem yang baik,” jelasnya.

Bima mengaku telah memegang laporan setebal 30 halaman dari Inspektorat Kota Bogor mengenai permasalahan yang terjadi saat PPDB. Sehingga, sambung dia, pihaknya melakukan langkah konkret atas laporan itu.

“Pembenahan itu ada di di Disdukcapil, jadi saya minta operator tidak lagi memiliki kewenangan otorisasi tanda tangan elektronik. Otoritas itu harus ada di pimpinan struktural diatas. Dan saya minta dilakukan pergeseran, pergantian seluruh operator,” bebernya.

Bima meminta kepala Disdukcapil menarik kembali kewenangan otoritasi terkait dengan perpindahan dokumen kependudukan di tingkat operator,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Bima, Disdukcapil Kota Bogor juga harus memiliki sistem. Sehingga setahun sebelum PPDB persyaratan untuk pindah domisili atau menitip keluarga tidak bisa dilakukan.

Bima juga meminta Disdik untuk mengevaluasi sistem PPDB. Sebab, berdasarkan hasil penelusuran, verifikasi administrasi scan barcode dari administrasi pendaftar, verifikasi faktual tak dilakukan sehingga menyebabkan persoalan.

“Disdik harus membentuk panitia khusus PPDB ini, seperti tahun lalu yang tidak dilakukan. Saya tegur keras dua dinas ini, sebagian dilakukan pergeseran, tetapi sistem harus dilakukan pembenahan,” ungkap Bima.

Bima berjanji akan mengkaji terlebih dahulu hasil laporan berdasarkan rekomendasi dari Inspektorat Kota Bogor.

“Jadi ini rinci sekali, langkah-langkahnya apakah saya akan menerbitkan Perwali khusus, sehingga PPDB tahun depan sudah disiapkan dari sekarang, untuk mencegah manipulasi dan memastikan bahwa warga yang berhak memperoleh hak,” ucapnya.* Fredy Kristianto

Seputar Karya Inovasi Annisa Hasanah: Ecofunopoly

0

Oleh:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si

Jurnalinspirasi.co.id – Yth kang Ade Syarif, Ketua Dekopinda Kota Bogor / mantan Sekdakot Bogor, sahabat mitra kerja saya yang baik, ketika menjadi Ketua Wandik Kota Bogor 2013-2019, beliau orangnya sangat baik, santun dan banyak membantu.

Hatur nuhun akang Ade Syarief atas respons dan doanya. Selamat mendapat amanah yang baru memimpin gerakan Koperasi Indonesia Kota Bogor.

Perihal, karya inovasi Annisa Hasanah adalah Ecofunopoly, berupa game edukasi lingkungan hidup dan konservasi sumberdaya alam dan penyehatan ekosistem lingkungan hidup. Bahan permainan Ecofun terbuat dari kertas dan material bekas, dan dikerjakan kaum emak-emak (gender empowering) di komunitas kampung.

Isunya solusi pendidikan lingkungan, semula buat anak-anak dan remaja, tetapi sekarang produknya meluas, bukan agenda pengurangi emisi karbon, juga sampah, banjir, konservasi air dan hutan, oil spill, kebakaran hutan, sanitasi lingkungan, dll.

Produk-produk tersebut sponsornya dan kerjasama NGO Nasional dan internasional seperti Bayer-Jerman, Unef PBB, Unesco-PBB, Yeasly Jepang, dll. Ecofunopoly sudah diprodukasi dalam 5 bahasa, yakni Inggris, Jerman, Banglades, Philipina dan Indonesia.

Karya tersebut diciptakan tahun 2012, sudah ber-HAKI tahun 2013 dari Kemenhumham RI, kini sudah dibisniskan dengan marketing online. Sebenarnya sudah lama dan banyak dipublish di media massa seperti HU Kompas, Republika, Pikiran Rakyat, Radar Bogor dll

Juga dihampir pada semua channel media TV di Indonesia beritanya tertayang jelas, melalui wawancara langsung Annisa, CEO/Founder Ecofunopoly. Begitu infomasinya kang Ade Syarief, mantan Sekdakot Bogor kini Alhamdulillah mendapat amanah Ketua Dekopinda Kota Bogor. Sebelumnya juga aktif selaku Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bogor.

Jujur saya berkata, bahwa Beliau inilah, salah seorang yang dulu mensupport dan memback up saya sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor tahun 2013-2019, sehingga berbagai kegiatan Wandik Kota Bogor, terutama kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan beragam topik seperti tolak LGBT, Alm.KH Sholeh Iskandar layak menjadi Pahlawan Nasional, etc dan kumpulan materi FGD tersebut telah saya bukukan.

Kemudian akang Ade Syarif saya minta juga Ikut memberikan sambutan selaku Sekda bersama Walikota Bogor pada buku saya berjudul “Kritik dan Saran Untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan Kota Bogor”, IPB Press 602 halaman. Syukron barakallah kang Drs.H.Ade Syarief, MPd, semoga kebaikannya menjadi amal sholeh Aamiin.

Oh ya, Annisa Hasanah Arsyad sekarang sedang melanjutkan studi S3 di Kyoto University Jepang (Perguruan Tinggi terbaik Jepang, Top one), berkuliah sejak tahun 2020 yang lalu, kini tengah menyusun dan menyelesaikan diseratasinya, risetnya di kawasan Puncak Bogor.

Si sulungku studi di Kyoto University atas undangan khusus Pemerintahan Jepang dengan dukungan beasiswa Monbusho -Jepang.

Mhn doanya, semoga Allah SWT memberkahinya. Hatur nuhun appresiasinya berikut pertanyaannya akang soal karya anak kita pada bidang apa? Mohon maaf apabila salah kata, niatnya sekedar berbagi info “succes story” untuk membangun motivasi dan percaya diri.

Saya doakan, semoga akang sehat, sukses dan berbahagia selalu. Jika ada waktu, silakan, bisa jalan ke rumahku yang sangat sederhana di Wangun Atas RT 06 RW 01 No.16 Kel Sindangsari Kecamatan Botim Kota Bogor, sambil kita ngopi, sharing ide, juga bisa lihat “Gallery Ecofunopoly” putri sulungku, yang memang saya rancang masih berbentuk sederhana.

Kehadiran gallery tersebut diharapkan bisa berfungsi sebagai media literasi dan edukasi bagi generasi muda, dan inspirasi bagi para orangtua dalam mendidik putra-putri menjadi kreatif dan inovatif yang memberi banyak manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Syukron. Barakallah, Aamiin

Wassalam.

=====✅✅✅

*) Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Konsultan.K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial