25.2 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 536

Lagi-lagi Banyak Ikan Mati di DAS Cikaniki Nanggung Diduga Akibat Pencemaran Limbah

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Ikan jenis Regis dan ikan Parai terlihat mati dan mengapung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaniki, tepatnya di Nanggung, Kabupaten Bogor. Ketua umum Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Gerakan Nasional Padjadjaran (Genpar) Sambas Alamsyah menyayangkan adanya kejadian lagi ikan mati.

Sambas Alamsyah

Menurut Sambas, tercemarnya sungai Cikaniki dan ikan banyak yang mati bermula adanya pengaduan masyarakat khususnya dari Kecamatan Nanggung dan  pihaknya langsung menyikapi dengan cara mengadakan investigasi mulai dari hulu sampai ke hilir.

“Masalah keruhnya  sungai tersebut  bukan hanya dihulu saja namun ada mata rantai yang diduga mencemari lingkungan. Tercemarnya sungai tersebut, bukan hanya masyarakat saja yang tau akan tetapi  tripika pasti  sudah tau,” kata Sambas kepada Jurnal Bogor, Kamis (20/7)

Dia memaparakan bahwa langkah kongkrit selanjutnya semua benar-benar faktual turun ke lapangan karena yakin Antam dan pihak kepolisian setempat sudah melakukan uji analisa menginventarisir titik-titik yang bermasalah keruhnya sungai tersebut.

“Kesimpulannya, karena masalah keruhnya sungai tersebut tak kunjung selesai maka kami dengan lembaga -lembaga LSM yang lain akan membuat sebuah laporan secara bersurat kepada satuan tugas penegak hukum Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Sambas menuturkan, upaya ini demi menertibkan dan mengembalikan marwah aliran sungai Cikaniki yang berada di Kecamatan Nanggung menjad bersih kembali. “Kami akan laporkan ke Satgas Lingkungan Hidup yang berkantor di Jakarta,” kata dia.

** Arip Ekon

Klapanunggal Layak Dibangun SMA Negeri 2

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Jumlah penduduk yang terus berkembang, membuat Kecamatan Klapanunggal menjadi salah satu kecamatan yang tergolong padat di Kabupaten Bogor. Perkembangan tersebut tentunya menuntut pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung kehidupan masyarakat. Baik dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan maupun infrastruktur.

Saat ini yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Klapanunggal adalah sekolah negeri tingkat menengah. Pasalnya, saat ini, Klapanunggal hanya memiliki satu SMA negeri. Sehingga pada saat penerimaan siswa baru, kuota yang tersedia tidak mampu menampung siswa dari berbagai desa di Klapanunggal yang ingin belajar di sekolah negeri.

“Saat ini sekolah SMA negeri yang ada di Klapanunggal baru ada satu. Jadi itu tidak mampu menampung siswa baru yang ingin sekolah di negeri. Oleh karena itu sudah saat nya di Klapanunggal dimulai proses pengembangan SMA Negeri 2. Agar penyerapan setiap tahun ajaran baru tingkat SMA dapat lebih ditingkatkan,” kata salah satu tokoh masyarakat Klapanunggal, Darda Hendarto kepada Jurnal Bogor, Kamis (20/7/23).

Menurut dia, jika melihat perkembangan masyarakat di Klapanunggal yang semakin cepat dan semakin padat. Maka kebutuhan SMA Negeri 2 sudah dilayak. Hal itu dapat dibandingkan dengan Kecamatan Jonggol yang saat ini sudah memiliki dua sekolah negeri dan kecamatan cileungsi yang juga sudah memiliki dua sekolah menengah negeri.

“Jadi menurut saya sudah sangat layak dan harus menjadi prioritas bagi para pengambil kebijakan untuk segera memroses pembangunan SMA Negeri 2 Klapanunggal,” ujarnya.

Terkait kesiapan lahan sebagai salahsatu syarat utama pendirian sekolah negeri, Darda mengatakan, jika semua potensi aset di data dan di inventarisir, maka untuk menyediakan lahan SMAN 2 bukanlah hal yang sulit. Karena di klapanunggal masih banyak terdapat fasos dan fasum yang bisa difungsikan untuk pembangunan Lembaga pendidikan.

“Sekarang tinggal kemauan dan perencanaannya seperti apa. Juga komitmen dari Pemda Kabupaten Bogor seperti apa. Kalau untuk lokasi dan lahan saya rasa itu bukan hal yang sulit,” tegasnya.

Darda menegaskan, idealnya pembangunan SMAN 2 di wilayah yang padat penduduk dan berada di tengah-tengah sehingga dapat dengan mudah di akses masyarakat dari beberapa desa.

“Idealnya di Desa Cikahuripan atau Bojong. Atau berada di tengah antara Desa Nambo dan Bantarjati yang penting yang jadi pertimbangan adalah mudah di akses oleh masyarakat,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Dukung IAIB, BAZNAS Siap Bersinergi Cerdaskan Umat

0

Cibinong l Jurnal Bogor

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bogor menerima kunjungan Rektor Institut Agama Islam Bogor (IAIB) Usep Nukliri beserta jajarannya. Baru baru ini mereka menggelar audensi di kantor BAZNAS di ibu kota Bumi Tegar Beriman, Cibinong.

Dalam kunjungannya,  rektor IAIB Usep Nukliri menyampaikan keberadaan IAIB yang dibinanya dan diharapkan adanya perguruan tinggi di Kabupaten Bogor selayaknya bisa saling bersinergi dalam mendukung kemaslahatan umat.

Indikator penting dalam membangun sinergitas pendidikan untuk mewujudkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berintegritas dan berkualitas.

“Dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berintegritasi tentu adanya kompetisi yang sehat dan profesional seiring dibutuhkannya peran serta hal ini  partisipasi masyarakat. Sebab, minat dan kepedulian masyarakat sangat penting guna saling  berkontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan,” ujar Rektor IAIB Bogor Usep Nukliri, kemarin.

Disebutkan Usep, IAIB yang berada di wilayah Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung yang baru berusia dua tahun jalan ini sudah membuktikan eksistensinya dan telah menyerap mahasiswa-mahasiswi di tahun kuliah pertama sekitar 500 orang.

“Maka itu 2023-2024 yang mendaftar untuk bisa bergabung di IAIB diharapkan mencapai target sebanyak seribu mahasiswa,” terang Usep.

Dikesempatan itu, Ketua Baznas Kabupaten Bogor, KH. Lesmana tentu saja merespons baik serta memberikan apresiasi hadirnya sarana pendidikan seperti IAIB yang berada ditengah padat penduduk.

Menurutnya dengan biaya kuliah  terjangkau, membuat IAIB bisa menjadi andalan kampus tujuan mencerdaskan umat.

Diharapkan IAIB  bisa  menjadi kampus unggulan di Kabupaten Bogor. Dalam  pertemuan antara Ketua BAZNAS dan Rektor IAIB diakhir perbincangan mereka saling memberikan cendramata serta penandatanganan prasasti dan KH. Lesmana sendiri kini menjadi salah satu pembina di IAIB.

** Arip Ekon

Pedagang Pasar Jambu Dua Terancam Bangkrut

0

Bogor | Jurnal Bogor
Beberapa pedagang mengaku sudah gulung tikar akibat kondisi tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Jambu Dua sangat tidak layak sehingga pembeli tak mau datang ke pasar yang terletak di seberang Plaza Jambu Dua tersebut.

‘’Saat ini tidak ada tempat parkiran kendaraan roda empat, sedangkan parkiran untuk roda dua juga terbatas. Begitu juga angkot tak bisa melintas ke TPS Pasar Jambu dua. Bagaimana pembeli mau datang ke pasar,’’ kata tokoh pedagang Pasar Jambu Dua, H Agus Supriyono dalam keterangannya, Kamis (20/7/2023).

Menurut dia, saat turun hujan kondisi pasar tergenang air setinggi mata kaki. Tak pelak pedagang harus menanggung dampaknya yakni pembeli tak lagi datang ke pasar. Dampaknya saat ini semua pedagang ‘menangis’ karena terancam bangkrut karena hampir dua bulan terakhir paska revitalisasi Pasar Jambu Dua penghasilan pedagang merosot tajam.

‘’Bagaimana kami membayar down payment (DP) atau uang muka pembayaran kios bila kondiri saat ini sepi pembeli. Untuk itu dirinya mendesak agar Perumda Pasar Pakuan Jaya untuk bisa memfasilitasi agar pasar di TPS bisa ramai lagi,’’ tegasnya.

Dirinya juga mendesak agar penentuan harga kios dan los melibatkan pedagang. Ini karena selebaran yang beredar, harga kios dan los permeternya mencapai Rp35 juta hingga 50 juta. Terlebih kemampuan sebagian besar pedagang saat ini keberatan dengan harga tersebut.

“Kami tidak tahu siapa yang menyebar selebaran harga kios dan los tersebut karena tidak ada keterangannya. Kami berharap Perumda Pasar Pakuan Jaya membela kepentingan pedagang,’’paparnya.

Sementara itu, H Sutono (67) mengaku sudah bangkrut karena selama dua bulan terakhir ini tidak ada pembeli masuk Pasar Jambu Dua. Dirinya setiap hari harus mengeluarkan biaya Rp22 ribu/hari untuk berjualan di TPS Pasar Jambu dua, sementara penghasilannya nol rupiah. Uang sebesar itu, dia bayarkan untuk retribusi pasar, uang keamanan dan listrik.

‘’Terpaksa saya tutup warung kelontong saya di TPS karena sepi pembeli,’’ tegasnya.

Sementara itu, Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya, Muzzakir mengaku siap menyelesaikan keluhan pedagang Pasar Jambu Dua. Dirinya segera membangunan tempat parkir yang lebih luas, khususnya kendaraan roda empat. Begitu juga dengan angkot bisa melintasi Pasar Jambu Dua.

‘’Kami memahami kondisi pedagang Pasar Jambu Dua saat ini. Dari awal kami sudah meminta agar pedagang bersabar dengan kondisi ini, karena pasar sedang kami revitalisasi menuju pasar rakyat yang lebih bersih dan nyaman,’’tegasnya.

Dirinya juga berjanji bakal menindak oknum petugas pasar yang bertugas di Pasar Jambu Dua yang tidak membuat nyaman pedagang. Begitu dengan pihak pengembang pembangunan Pasar Jambu Dua untuk membantu dalam memperbaiki TPS Pasar Jambu Dua agar ramai lagi pembelinya. ‘’Keluhan pasar banjir saat hujan dan tidak adanya lahan parkir khususnya untuk pembeli pasti akan kita cari jalan keluarnya dan saat ini sedang kami kerjakan,’’ paparnya.

Sementara itu, Ketua PMII Cabang Bogor Try Rahman Yusuf mengawal aspirasi pedagang Pasar Jambu Dua ini sampai tuntutan pedagang bisa tereralisasi.

Berdasarkan hasil advokasi Pengurus Cabang PMII Kota Bogor Periode 2023 – 2024, maka ditemukan beberapa keluhan Pedagang Pasar Jambu Dua Kota Bogor yang harus diselesaikan Perumda Pasar Pakuan Jaya seperti tempat penampungan sangat tidak layak sehingga ketika hujan mengakibatkan banjir. Penyediaan tempat parkir tidak ada mengakibatkan sedikitnya konsumen untuk berbelanja.

‘’ Sejauh ini tidak ada jaminan untuk pedagang yang tidak dapat penampungan pasar,sedangkan bertolak belakang dengan statemant Walikota Bogor bahwasannya tidak ada pedagang yang tidak diakomodir,’’tegas Tri.

Begitu juga dengan tidak adanya kesepakatan harga kios/los bersama pedagang terkesan memberatkan pedagang dengan harga lapak, dan juga harus diketahui dalam menetapkan tarif atas penyelenggaraan usaha harus ditetapkan berdasarkan prinsip profesionalismem daya saing dan keadilan sesuai dengan Perda Nomor 18 Tahun 2019, Tentang Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor , Bab IV Pasal 7 ayat 3.

‘’Apabila dalam waktu 3×24 jam Pihak Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor tidak bisa menyelasaikan permasalahan tersebut maka kami dari PC PMII Kota Bogor akan melakukan unjuk rasa dengan semua elemen untuk membela kebenaran,’’ tegas Tri.

** yev

Iuran BPJS Kesehatan Bakal Ada Kenaikan

0

Bogor | Jurnal Bogor

BPJS Kesehatan berencana menaikan iuran pada 2025 setelah memprediksi adanya kemungkinan terjadi defisit sebesar Rp11 triliun.

“Kira-kira di Juli atau Agustus 2025 (ada kenaikan iuran). Tapi sampai 2024 masih aman,” kata Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Muttaqien dikutip dari CNN, Kamis (20/7/2023).

Pemerintah tengah mengkaji rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini.

“Agustus atau September itu kira-kira mulai ada defisit dari BPJS Kesehatan dana DJS Kesehatan ini. Kami hitung sekitar Rp11 triliun. Tapi di Agustus atau September 2025,” jelas Muttaqien.

Kendati demikian, Muttaqien belum bisa menjelaskan besaran persentase kenaikan iuran. Pihaknya masih mempertimbangkan beberapa hal mulai dari jumlah klaim, peningkatan peserta, dan jumlah rumah sakit yang akan dikontrak.

“Kita belum sampai kepada berapa besar (kenaikan), karena nanti butuh banyak hal. Sekarang kita perlu monev (monitoring dan evaluasi), data utilisasi tahun 2023 ini apakah tinggi enggak? Nyatanya cukup tinggi,” terangnya.

BPJS Kesehatan mencatat peserta JKN mencapai 248.771.083 jiwa selama 2022, naik dibanding tahun sebelumnya sebanyak 235.719.262 jiwa.

Terkait penerimaan iuran, BPJS Kesehatan mengumpulkan total sebesar Rp144,04 triliun hingga 31 Desember 2022. Angka itu lebih tinggi dibanding penerimaan iuran pada 2021 sebesar Rp143,32 triliun.

** yev


Gambar Jadul Band Pelajar SMPN Cerenti 1970-an yang tampak Antik dan Lucu

0

Oleh:
Dr.Ir.H Apendi Arsyad, M.Si *)

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Gambar  jaman dulu (jadul) Band Pelajar SMPN Cerenti Kuansing Riau, eksis tahun 1970-an saya share ke beberapa WAG untuk diketahui.  Saya temukan gambar jadul  di dinding rumah almarhum Syafriwandi di JalanRaya Pku-Rgt Desa Kompe Berangin Cerenti.

AA di Osaka Universal Studio, Jepang

Istrinya alm Syafriwandi bernama Dian Mustafa adalah kemenakanku karena anak kakakku Hj.Rosmani binti Arsyad. Kakakku Rosmani, Selasa 27 Juni 2023 mengundangku makan siang di rumah anaknya Dian binti Mustafa di Desa Kompe Berangin, kebetulan saya menjelang lebaran haji 1444 H sedang berada di kampung, untuk berlebaran haji 1444 H, menyalurkan sumbangan infaq Paket Sembako Yayasan ACM kepada kaum fuqoro-masakin dan berqurban serta berziara ke pusara orangtuaku di kampungku Desa Kp Baru Timur Kec. Cerenti.

Sudah kangen juga saya untuk pulang ke kampung dalam rangka bersilaturahmi dengan para kerabat (dunsanak). Pada momen dijamu makan siang bersama dengan para keponakan keluarga uwo Hj.Rusmani-alm Mustafa Umar, saya menyempatkan diri melihat di figura gambar-gambar yang tergantung di dinding rumah kmd Dian Mustafa yang begitu luas dan tertata rapi.

Saya lihat dan cermati satu persatu gambar keluarga almarhum Syafriwandi, sahabatku sesama SMPN Cerenti itu.  Saya pun berkata kepada Ranti putrinya almarhum Syafriwandi. Bahwa almarhum ayahnya adalah sahabat karib saya semasa menjadi pelajar SMPN, dan pernah aktif menjadi pemain Band Pelajar SMPN Cerenti tempo doeloe, eksis dan legend pada tahun 1970an.

Lebih lanjut saya katakan kepada Ranti bahwa almarhum ayahmu adalah pemain musik gitar bass, sedang saya AA datukmu adalah gitaris melodi dan vokalis Band Pelajar SMPN yang.sempat populer saat itu di seantero Kecamatan Cerenti. Bukan apa-apa karena tidak ada saingan band pada waktu itu di Cerenti, band ini satu-satunya.

Dilain pihak masyarakat Cerenti juga haus akan pertunjukan hiburan atau pementasan budaya, akibat minim dan bahkan nihilnya sarana dan prasarana serta event-event pertunjukan  hiburan pada saat itu. Kehidupan kampong dengan listrik dari PLN belum ada, apalagi TV hitam putih sangat minim dan bahkan di banyak desa tidak ada gelombang, kecuali Radio Transistor yang baru ada siarannya yang masuk ke desa-desa adalah RRI Jakarta.

Saya pun bercerita, bernostalgia sekilas kepada cucuku Ranti bahwa di masa itu, jika ada acara pementasan malam hiburan rakyat dari Band Pelajar dalam rangka memperingati HUT RI di pasar Cerenti, para penontonnya datang  membludak ke kelurahan pasar Cerenti dari beberapa pelosok desa. Mereka memenuhi arena lapangan terbuka di sekitar los dan kios pasar Cerenti.

Mereka begitu antusias dan penuh semangat menikmati hiburan lagu2 pop tahun 1970an spt lagu2 yang dinyanyikan  musik band Koes Plus, Panbers, The Mercys. Deloyd, Soneta Grup dll, yang didendangkan dan ditampilkan Band Pelajar SMPN Cerenti.

Walaupun peralatan Band dan perangkat sound systemnya yg masih relatif sederhana. Namun antusias para penonton orang kampung yang berasal dari segenap lapisan sosial masyarakat Cerenti cukup bersemangat  tampilnya Band Pelajar SMPN Cerenti di atas panggung, mereka cukup terhibur.

Para pemain Band Pelajar SMPN Cerenti tahun 1970an, saya masih ingat nama-nama para pemainnya yaitu saya AA (gitaris dan vokalis), (alm.Syafriwandi gitaris bass), Ridwan (drummer), Helmi (gitaris ngiring), Alkadri (kincir-kincir), penyanyi atau vokalis dan biduanitanya selain saya AA ada bang Syafrizal, kak Yusmi, Khairudin, alm Alkadri Sarinum, dll.

Setelah saya bercerita, cucuku Ranti binti Syafriwandi mengajak saya datuknya AA ke ruang tengah rumahnya memperlihatkan sebuah gambar koleksi alm ayahnya.

Saya ikut terharu melihat gambar berbingkai apik bahwa gambar yang saya lihat itu adalah gambar Band Pelajar SMPN Cerenti tempo doeloe tahun 1974-1976 yang sempat ngetop dan populer seantero Kecamatan Cerenti dan daerah sekitarnya tempo doeloe.

Saya terkesima mempeloti sebuah gambar tersebut yang dipajang oleh sahabatku alm Syafriwandi. sahabatku yang baik, yang telah lama berpulang ke rahmatullah karena sakit.

Ketika mengamati gambar terpajang di ruang tengah tersebut, saya melihat gambar wajahku di masa mudaku yang gagah “nganteng”, bersemangat dan percaya diri… he he he, pikiranku menerawang ke belakang ke kehidupan masa remajaku bersama alm Syafriwandi, keponakan iparku, ayahnya Ranti.

Momen itu sangat berharga bagiku, saya tidak melewatkannya, kemudian secara refleks  saya pun menyepret dan memotret gambar Band Pelajar SMPN Cerenti yang tergantung di dinding rumah itu dengan menggunakan Hpku. Kemudian gambar Band Pelajar tersebut tak lupa saya share atau posting ke beberapa grup WA yang saya anggap para membernya tahu dan paham “kelakuan dan hobbyku” gemar bernyanyi dan bermusik semasa pelajar dan remaja kira-kira setengah abad yang lalu, yang penuh kenangan.

Gambar itu sangatlah “antik dan lucu”, akupun bernostalgia bagaimana indahnya persahabatan alm.Syafriwandi dkk dalam berjuang menyuguhkan hiburan musik pop kepada warga masyarakat kampung se-Cerenti.

Saya pun mengajak para kemenakan dan kakakku yang sempat hadir “makan basamo” di kediaman sahabatku alm Syafriwandi, yaitu kmd Surya Mustafa yang datang dari Palu Sulteng, Ujang, Herman, Dian, istrinya Syafriwandi dan kakakku Hj.Rusmani untuk melihat gambar Band Pelajar SMPN Cerenti yang “antik dan lucu” itu, dimana saya AA sedang beraksi dan berekspresi menyanyi pada suatu acara hiburan di sekolah SMPN.Cerenti guna menghibur para orangtua dan pelajar SMPN Cerenti acara pengambilan hasil Rapor tamatan sekolah dan sekaligus acara perpisahan sekolah bagi lulusan kelas 3.

Kelihatan gambar antik, gambar itu merupakan barang warisan dan dokumen langka sudah berusia lebih dari 50 thn. Kelihatan gambar jadul itu lucu, tampak para wajah kami masih remaja, usia belia dengan rambut klimis berpola bitel, berkumis tipis, berpakaian nejis dan bercelana ” komprang” cukup ketat dan ukurannya melebar ke tumit kaki. serta peralatan seadanya dan sederhana. Walaupun demikian kami sebagai pemain Band Pelajar tetap bersemangat dan penuh percaya diri untuk menghibur para penontonnya.

Kini Band Pelajar SMPN Cerenti tahun 1970an tinggallah sebuah kenangan manis (sweet memory) yang tak akan terlupakan. Band Pelajar tersebut akibat minimnya program kaderisasi di sekolah menengah, dimana sarana pembinaan seni musik seperti Band Pelajar telah menghilang di almamater SMPN-ku, sehingga keberadaan grup band musik pop dan dangdut itu pun menghilang ditelan zaman.

Semoga dengan ditemukan dokumen gambar jadul Band SMPN Cerenti tempo doeloe ini hendaknya ada yang tertarik dan membangkitkan kembali eksistensi Band pelajar di SMPN Cerenti saat ini, zaman now.

Demikian narasi nostalgia, ditemukan gambar jadul Band Pelajar SMPN Cerenti, yang disimpan oleh salah seorang pemain bas Band Pelajar alm.Syafriwandi di Desa Kompe Berangin Kec Cerenti. Semoga bermanfaat untuk menyegarkan ingatan kita ke kehidupan masa lalu, khususnya buat generasi pelajar sebayaku SMPN Cerenti tahun 1973-1976 dimana pun berada saat ini.

Selamat menikmati kelucuan gambar yang telah dishare di beberapa medsos WAG tersebut. Mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan dihati atas kehadiran gambar jadul dan narasi ringkas ini. Maksudnya hanya sekedar berbagi pengalaman hidup.
Syukron barakallah, Aamiin.
Wasallam

*) Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Arsyada Cerenti Madani, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial.

Hadits Hari Ini

0

Sujud Sahwi

Sahih al-Bukhori:1156

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ يُصَلِّي جَاءَ الشَّيْطَانُ فَلَبَسَ عَلَيْهِ، حَتَّى لاَ يَدْرِيَ كَمْ صَلَّى. فَإِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ.

Dari Abu Hurairah ra: Bahwa Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya bila seseorang dari kalian berdiri mengerjakan shalat, setan akan datang mengecohnya sehingga ia tidak menyadari berapa rakaat shalat yang sudah dia laksanakan. Oleh karena itu bila seorang dari kalian mengalami peristiwa itu hendaklah dia sujud dua kali dalam posisi duduk.

Pesan :
Setan selalu mencoba mengganggu dan mengecoh manusia agar ibadahnya tidak sempurna. Jika anda lupa berapa rakaat yang sudah anda lakukan, maka asumsikan jumlah rakaat terkecil yang anda ingat, misalnya anda sedang shalat isya, tiba-tiba anda ragu apakah sekarang rakaat ketiga atau keempat, maka hendaklah anda menganggap bahwa anda sedang rakaat ketiga, kemudian lanjutkan shalat seperti biasa. Lalu sebelum anda salam, kerjakanlah sujud sahwi.

Abah Kukun Lestarikan Pencak Silat dan Angklung di Rumpin

0

Rumpin | Jurnal Bogor

Abah Kukun, warga Kampung Kebon Kalapa, Desa Gobang, Rumpin, Kabupaten Bogor patut diapresiasi dan jadi kebanggaan Kabupaten Bogor.

Pasalnya, pria yang sudah sepuh ini telah menjaga budaya dan kesenian tradisional puluhan tahun seperti pencak silat dan angklung.

“Saya sudah lebih dari 40 tahun menekuni beberapa bidang kesenian diantaranya kesenian angklung, kesenian tari dan pencak silat,” kata Abah Kukun, Rabu (19/07/2023).

Satu-satunya penggiat atau pelestari budaya Jawa Barat di wilayah Rumpin ini, banyak prestasi yang didapat mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional.

Dengan begitu, Abah Kukun patut jadi teladan, sebab hal itu tak menjadikannya seolah tinggi hati, namun justru ia selalu rendah hati terhadap semua orang.

Diakuinya, bahwa kesenian angklung tersebut sudah mendarah daging di kehidupannya.

“Kesenian angklung ini sudah merupakan bagian dari hidup saya sendiri, kesenian angklung ini merupakan ususnya saya, sebab dari kesenian angklung inilah saya bisa makan,” katanya.

Dengan menekuni itu, dirinya kini sudah membuka sanggar seni, untuk mewariskan kepada generasi berikutnya. Sementara, angklung yang sudah dibuatnya telah terjual ke mancanegara.

“Saya membuka sanggar seni yang sengaja saya buat sendiri, jadi untuk siapapun yang ingin belajar kesenian disini. Adapun angklung yang saya buat alhamdulillah sudah sampai ke luar daerah bahkan ke luar negri,” ucapnya.

Dia berharap pemerintah dapat mendukung apa yang sudah dilakukannya dengan melestarikan seni angklung tersebut

“Marilah kita sama-sama melestarikan budaya kesenian angklung karena ini adalah salah satu warisan yang terlahir di Jawa Barat,” pungkasnya.

** Andres

BPDPKS dan Kementan Gelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun, Peserta Antusias

0

Jambi | Jurnal Bogor

Pekebun sawit Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Merangin Provinsi Jambi antusias mengikuti materi yang diberikan fasilitator pada Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun.

Sebagai informasi, sebanyak 68 pekebun tengah menjadi peserta pelatihan tersebut selama 5 hari dari tanggal 17 – 21 Juli 2023 di Kota Jambi.

Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun digelar atas kerjasama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor. Fasilitator adalah Widyaiswara dari BBPMKP dan mengundang juga narasumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPMKP Ciawi Bogor Yusral Tahir, Selasa (18/7).

Mengenai sawit, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa sawit adalah kebanggaan Indonesia karena disaat dunia menghadapi covid, pertanian tetap menjadi bantalan ekonomi. Pada tahun 2020 ekspor Indonesia tumbuh 15 persen dan slah satunya disumbang dari sawit.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Ia menuturkan selain menjadi penyumbang devisa negara dari nilai ekspor yang terus meningkat, sawit perperan menjadi penggerak perekonomian daerah, menyerap tenaga kerja dan mendukung pengentasan kemiskinan di perdesaan.

Edi Margono Pekebun asal Desa Cinta Damai Kecamatan Tabir Selatan  Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengatakan materi menarik diikuti. Selain itu contoh – contoh yang disampaikan melalui simulasi oleh fasilitator sangat menginspirasi.

“ Materinya menginspirasi, menarik, dan menyadarkan kami, bahwa kekompakan dalam berkelompok itu penting, ada saling menghargai dalam berkelompok dan dalam bermasyarakat, “ katanya.

Pekebun lain Alek Simamora yang tergabung dalam KUD Bina Usaha  Desa Cinta Damai  dan Tukini pengelola Gapoktan Sinar Bakti Desa Sinar gading Kecamatan Tabir Selatan mengungkapkan dengan pelatihan ini mereka lebih memahami memelihara kekompakan dalam kelompok, mengetahui dinamika berkelompok dan pentingnya kebersamaan dalam berkelompok.

Harapan diutarakan Abdul Majid pekebun dari Desa yang s BPDPKS memberikan kesempatan pekebun berlatih diluar Provinsi dimana mereka mengelola perkebunannya, agar bisa menambah wawasan dan pengalaman.

Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun merupakan salah satu pelatihan yang dilaksanakan BPDPKS dalam menjalin kerjasama dengan BBPMKP Ciawi, Bogor.  Pelatihan lainnya yakni Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan, Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi, Pelatihan Pengembangan Kelembagaan dan Usaha dan  Pelatihan Penguatan Kelembagaan. BBPMKP Ciawi Bogor menjadi lembaga pelatihan yang dinilai BPDPKS memenuhi kriteria sebagai Lembaga Penyelenggara Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Mnusia Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2023, setelah melalui serangkaian  seleksi dan penilaian.

** Regi/BBPMKP

Sudah Sering Diajukan, PJU Lingkar Galuga Belum Juga Terealisasi

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Pemerintah Kecamatan Cibungbulang telah menyerap aspirasi terkait minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Lingkar Galuga dan sudah sering diajukan, namun hingga kini belum juga terealisasi.

“PJU itu sebetulnya sebelum (menjabat) Camat (sebelum) saya juga sudah diajukan ke Dishub,” ujar Camat Cibungbulang, Agung Surachaman Ali kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, pengajuan dilakukan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

“Tapi persoalannya itu dimana, kalau tidak salah itu persoalannya karena status lahan,” katanya.

Sementara itu Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom meminta kepada dinas terkait agar segera merapikan persoalan di Jalan lingkar Galuga, Desa Galuga, Cibungbulang.

“Terkait dengan persoalan itu, dari awal kami sering menyuarakan terkait Jalan Lingkar Galuga itu,” ungkap Aan Triana Al Muharom kepada wartawan, Selasa (19/07/2023)

Politisi Partai Golkar Kabupaten Bogor itu meminta kepada Dinas PUPR Kabupaten Bogor untuk segera merapikan rumput-rumput liar yang tumbuh di bahu jalan Lingkar Galuga tersebut.

“Rumput liar yang berada di sisi kiri jalan itu juga harus segera dirapikan, demi menjaga keamanan, kenyamanan dan keindahannya,” katanya.

Intinya, kata dia, DPRD Kabupaten Bogor meminta agar segera dipasang lampu PJU di sepanjang jalan Lingkar Galuga agar masyarakat pengguna jalan merasa aman dan nyaman saat melintas di jalan tersebut.

“Kemudian juga merapikan drainase agar keindahan dan kenyamanannya tertata dengan baik,” pungkasnya.

** Andres