25.2 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 535

Renungan Pagi: Food Estate di Kalimantan

0

Oleh:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si *)

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Membaca postingan jutaan hektar hutan untuk program Food Estate belum memberikan manfaat bagi rakyat, alias “gatot” (gagal total). Sementara ekosistem hutan tropik Kalimantan, menghilang, 5 punah yang selanjutnya kita menunggu datangnya bencana alam hidrologi, berupa banjir atau kekeringan sebagaimana sering terjadi di Kalimantan. Permasalahan ini, tengah “digoreng” oleh lawan-lawan politik Pemerintah atau elite partai oposisi yang viral di media sosial.

Mereka para elite perancang pembangunan proyek Food Estate di kawasan ekosistem hutan tropika tidak  mengerti fungsi ekosistem alam dengan berbagai karakteristiknya, juga apa dan bagaimana keterkaitannya dengan sifat-sifat genetik tanaman seperti padi dan palawija lainnya. Padahal based line data dari berbagai riset pertanian terdokumentasi dengan baik di institusi Balitbangtan Kementan RI. Konsep sains pertanian sebenarnya sudah dikuasai betul oleh para dosen, ilmuwan kampus diantaranya spt IPB University, etc.

Mereka membangun negeri maksudnya sangatlah baik, untuk memantapkan program swasembada beras dan bahan pangan lainnya dalam rangka ketahanan pangan, dan mereduksi impor pangan.

Akan tetapi dalam praktiknya, mereka tidak begitu paham konsep dan teori sainsnya. Mereka tidak mau mendengar pemikiran-pemikiran para ilmuwan dan pakar dari campus exellence, akhirnya pendekatannya ngawur. Maunya pencitraan sesuai selera politik,  dengan mengekspose besar-besaran di mass media. Kita pernah tonton sejumlah pejabat dan petinggi negara berkunjung ke lokasi proyek pada tahap awal pengolahan lahannya. Diantaranya ada bpk Presiden RI, bpk Menhan RI dan lain-lainya.

Ya akhirnya begini kondisinya belum juga menghasilkan, alias “gatot”. Jauh sebelum saya sempat berpikir dan bertanya? apakah tidak salah urusan pangan membangun Food Estate tersebut diserahkan tugasnya ke Kemenhan RI, bukankah ke Kementan RI yang merupakan tupoksi dan mandatorinya untuk urusan sektor pertanian di negeri ini ?. Ada keanehan secara system organisasi dan kelembagaan sosial.

Dengan kegagalan proyek Food Estate di Kalimantan itu, secara moral dan etik harusnya mereka bertanggungjawab dan menjelaskan ke publik apa dan bagaimana persoalan sesungguhnya.

Sayang dana APBN, milik rakyat yang begitu besar, miliaran atau bahkan triliun rupiah, terkuras untuk hal-hal percuma dan tidak bermanfaat bagi rakyat.

Kasihan nasib rakyat NKRI semakin jauh dari cita-cita kemakmuran bersama sebagaimana amanah pasal 33 UUD 1945, Bab Kesejahteraan Rakyat.

Demikian narasi renungan pagi awal tahun baru Islam, tgl 1 Muharram 1445 H buat para Cendekiawan Muslim Indonesia. Syukron barakallah.
Wassalam.

=====✅✅✅

*) Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat

Cetak Pebisnis Pertanian, Kementan Luncurkan BUPK

0

Makassar | Jurnal Bogor

Untuk mencetak banyak petani muda dan pebisnis pertanian, Kementerian Pertanian meluncurkan Badan Usaha Pertanian Kampus (BUPK), Jumat (21/7/2023) di UNHAS Convention Center Makassar.

Kerjasama pembentukan BUPK ditanda tangani antara Universitas Hassanudin Makassar dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian, yaitu Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern.

“Arah kebijakan ini menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, cermat dan akurat bagi jajaran Kementerian Pertanian dalam mencapai kinerja yang lebih baik, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memanfaatkan teknologi mutakhir, dan korporasi petani sesuai arahan Bapak Presiden,” katanya.

Mentan menambahkan jika pendidikan vokasi memiliki posisi penting dalam pengembangan SDM.

“Di saat puncak bonus demografi, dimana usia kerja mendominasi proporsi penduduk indonesia, artinya kita harus sediakan peluang kerja sebanyak-banyaknya kita harus siapkan kapasitas mahasiswa dan alumni kita agar produktif dan kompetitif,” tuturnya.

Menurutnya,salah satu upaya untuk menumbuhkan wirausaha muda pertanian melalui pendidikan adalah dengan pembentukan BUPK dan pengelolaan secara bersama antara Polbangtan/PEPI Lingkup Kementerian Pertanian dengan Perguruan Tinggi Mitra.

“BUPK adalah wadah bagi mahasiswa, alumni perguruan tinggi dan pemuda tani yang akan menjadi entrepreneur atau pengusaha pertanian, sekaligus menjadi penggerak dan pencipta lapangan kerja di sektor pertanian serta mengembangkan usahanya,” katanya.

Dalam upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, Mentan mengajak semua pihak untuk mengubah paradigma.

“Sektor pertanian merupakan sektor yang menarik dan menjanjikan apabila dikelola dengan tekun dan sungguh-sungguh, menanamkan kesadaran akan kebutuhan pangan nasional,” katanya.

BUPK sendiri merupakan gagasan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam menjawab tantangan dunia pertanian di masa depan sekaligus regenerasi petani.

“Badan Usaha Pertanian Kampus sebenarnya yang diinginkan kita (pemerintah dan kampus) untuk bersinergi untuk meningkatkan swasembada pangan,” katanya.

Ia menambahkan, BUPK melakukan proses bisnis pertanian, produksi, pasca panen, pemasaran, benar benar bisnis, bukan hanya teori. Dengan pengelolaan profesional sebagai unit bisnis.

Sebagai motivasi untuk para mahasiswa yang hadir, Mentan pun sempat berdialog dengan petani milenial secara online.

Sementara Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan dengan adanya badan usaha tersebut, para mahasiswa Polbangtan diharapkan menjadi lulusan siap kerja bahkan sebagai pencetak lapangan kerja.

“Kita sudah bangun badan usaha pertanian kampus, insya Allah akan segera diluncurkan,” kata Dedi.

Ia menjelaskan, badan usaha itu akan menjadi organisasi sekaligus unit kerja di kampus yang ditujukan agar para alumni siap berbisnis sendiri.

Mereka akan diasah untuk menekuni bidang agribisnis dengan berbagai fasilitas seperti smart green house yang saat ini terus didorong Kementan.

“Ini semua akan mengarah ke sana sehingga kita memperkuat pendidikan vokasi,” kata Dedi.

Sedangkan Polbangtan Gowa sudah memiliki sebuah BUPK yang diberinama Go-AGRise.

Go-AGRise diambil dari akronim Polbangtan Gowa Agribusiness Venture. Nama ini juga menunjukkan visi menjadi bisnis yang maju dan terus bertumbuh dan berkembang.

Go-AGRise adalah Badan Usaha Pertanian Kampus Polbangtan Gowa, yaitu badan usaha mandiri yang merupakan unit usaha Koperasi Kesuma Polbangtan Gowa, berbadan hukum koperasi

Go-AGRise memiliki beberapa unit bisnis, yaitu unit bisnis peternakan unggas, unit bisnis pupuk kompos, unit bisnis hortikultura, dan unit bisnis pengolahan kakao.

Sedangkan Lingkup Kerjasama pengelolaan BUPK Polbangtan Gowa dan Universitas Hasanuddin (UNHAS) antara lain BUPK UNHAS menjadi Pembina BUPK Polbangtan Gowa.

Kemudian BUPK UNHAS menjadi mitra offtaker dari produk yang dihasilkan BUPK Polbangtan Gowa, atau sebaliknya.

Kemudian BUPK Polbangtan Gowa bermitra dengan BUPK UNHAS dalam hal penyediaan bahan baku, market place, dan proses bisnis lainnya.

BUPK Polbangtan Gowa dan BUPK UNHAS juga berkerjasama menghasilkan “Produk Bersama” yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Mewakili Rektor, Sekretaris Universitas Hasanuddin, Sumbangan Baja menyambut baik peluncuran BUPK Polbangtan Gowa kerjasama dengan Universitas Hasanuddin.

“Proses pembahasan BUPK memang sudah cukup lama, dan hari ini kita luncurkan. Sebelumnya kerjasama dengan Kementan sudah lama terjalin, dan masalah ada di pemasaran, semoga BUPK hadir sebagai solusi,” ujarnya.

Ia mengatakan Universitas Hasanuddin melakukan penyesuaian kurikulum dari Merdeka Belajar, dengan mengarahkan mahasiswa kepada Agribisnis.

“Harapannya dengan kerjasama ini akan lahir lebih banyak pengusaha petani milenial dan unit bisnis agribisnis,” ujarnya.

Sejumlah petani milenial yang dihadirkan secara online dalam kegiatan ini. Di antaranya Ais, petani asal Bogor yang mengembangkan komoditas cabe Katokkon asal Tana Toraja.

Keunikan cabai Katokkon ini pun menjadi daya tarik tersendiri karena dikenal sebagai cabai terpedas di Indonesia. 

Ais memperoleh omset total Rp1,5 M per hektare, dengan biaya tanam Rp250 juta-Rp300 Juta dengan siklus dua kali tanam.

Ada juga Indah, petani milenial asal Bali, dengan usaha Agrowisata Strawberry dengan sistem irigasi tetes.

Dengan lahan seluas 7 Ha, ia mampu meraup omset satu bulan 300 juta.

Ade, Petani Tanaman hias dengan pasar Ekspor dengan total kontrak ekspor periode 2021- Maret 2023 Rp2,1 T.

**bbpmkp

Lewat Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol.7, Kementan Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong terwujudnya pertanian berkelanjutan melalui pola sistem pertanian yang ramah lingkungan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kunci untuk meningkatkan mutu dan produktivitas pertanian terletak pada sumber daya manusia pertanian, yaitu petani dan penyuluh.

“Apabila maju SDM kita, maka maju pula sektor pertanian kita. Kalau SDM pertanian memiliki kemampuan yang mumpuni maka pertanian maju, mandiri dan modern juga dapat dicapai,” kata Mentan Syahrul.

Menyikapi perubahan iklim tak menentu, kata Mentan Syahrul, pelaku pertanian dituntut membuat pertanian agar lebih ramah lingkungan sekaligus berdapatasi dengan fenomena alam lainnya, sehingga produktivitas dan keragaman komoditi pertanian bisa dicapai.

Mentan Syahrul mengatakan, peningkatan produksi pertanian harus berbasis keberlanjutan dengan menjaga ekosistem agar tetap sehat dan menghindari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

Pertanian ramah lingkungan juga sejalan dengan pertanian berkelanjutan yang merupakan implementasi dari RPJMN Prioritas Nasional (PN) 6 tentang membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta pembangunan rendah karbon.

“Bentuk-bentuk penerapan pertanian ramah lingkungan antara lain pertanian cerdas iklim (Climate Smart Agriculture/CSA), pertanian terintegrasi (integrated farming), serta pertanian organik,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian ramah lingkungan merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumber daya pertanian dan input usaha tani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai produktivitas berkelanjutan dan secara ekonomi menguntungkan dan berisiko rendah.

Selain itu pertanian ramah lingkungan merupakan teknik pertanian yang dalam pelaksanaannya menggunakan mikroorganisme menguntungkan serta bahan organik sehingga agroekosistem menjadi seimbang baik di bawah tanah maupun di atas tanah.

Dedi menjelaskan, petani seringkali menggunakan pestisida maupun pupuk kimiawi yang berlebihan dan berakhir pada hancurnya lingkungan yang kembali lagi berakibat pada pertanian.

“Pengelolaan pertanian secara berlebihan dan ugal ugalan menyebabkan tanah kita hancur, udara hancur, air hancur dan lingkungan kita hancur, ” tegas Dedi saat memberikan keterangan pada Konferensi Pers menjelang pelaksanaan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol. 7 Tahun 2023, Jakarta, Jumat (22/7).

Bahkan residu pestisida dan residu pupuk kimia yang berlebihan akan semakin berbahaya, jika tertinggal atau terdapat pada produk pertanian yang berakibat munculnya penyakit degeneratif dan kanker.

Untuk kembali menyadarkan dan mengubah mindset petani akan pertanian ramah lingkungan, maka perlu didukung dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas para petani dan penyuluh melalui pelatihan, salah satunya Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh.

Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh saat ini merupakan agenda intelektual yang secara konsisten diselenggarakan oleh Badan PPSDM Pertanian, dan saat ini telah mencapai Volume ke-7.

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 26 – 28 Juli 2023 secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia ataupun lokasi titik kumpul lainnya; Kurikulum Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh meliputi kebijakan pengembangan pertanian ramah lingkungan, landscaping lahan pertanian, teknologi konservasi tanah dan air, penerapan Integrated Farming sistem skala kecil dan industri, pemprosesan pestisida organik, pengenalan perencanaan usahatani berbasis ekonomi sirkular.

Narasumber Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh berasal dari Badan PPSDMP, dan narasumber lainnya berasal dari BSIP; Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari (WAIBI), Praktisi, serta Widyaiswara BBPP Ketindan.

“Kita ciptakan kemandirian petani untuk menciptakan pestisida nabati dan pupuk organik sendiri. Teknologi sendiri sebenarnya sudah ada dan dikuasai petani bahkan penyuluh. Tinggal bagaimana menggerakkan untuk kembali ke pertanian ramah lingkungan, ” ajaknya.

Mengenai keberlanjutan perilaku petani untuk kembali ke pertanian ramah lingkungan, Dedi menjelaskan dengan peranan penyuluhan yang harus dilakukan kesinambungan bisa untuk mengubah mindset petani, dari mengerti dan memahami, mau berubah kemudian mampu implementasikan pertanian ramah lingkungan. Tentunya dengan didukung oleh semua pihak stakeholder pertanian.

“Stop mengelola pertanian dengan ugal-ugalan. Kalau kita pelihara bumi, bumi akan pelihara kita, ” pesannya.

** bbpmkp

Hadits Hari Ini

0

Nabi Musa

Sahih al-Bukhori:3183

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

رَأَيْتُ عِيسَى ومُوسَى وَإِبْرَاهِيمَ. فَأَمَّا عِيسَى، فَأَحْمَرُ جَعْدٌ عَرِيضُ الصَّدْرِ، وَأَمَّا مُوسَى، فَآدَمُ جَسِيمٌ سَبْطٌ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ الزُّطِّ.

Dari Ibn Umar ra, dia berkata: Nabi saw bersabda:

Aku melihat Nabi Isa, Nabi Musa, dan Nabi Ibrahim. Adapun Isa (adalah orang yang) kulitnya kemerahan, rambutnya keriting, dan dadanya bidang. Sedangkan Musa (adalah orang yang) kulitnya sawo matang, berbadan besar, rambutnya lurus, seakan-akan ia berasal dari suku al-Zuth (di Sudan).

Pesan :
Ciri-ciri fisik dan perawakan tubuh Nabi Isa dan Nabi Musa yang dijelaskan oleh Rasulullah saw.

Hadapi Pemilu 2024, Demokrat-Gerindra Sepakat Jaga Stabilitas Politik Nasional

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Partai Demokrat dan Partai Gerindra menggelar Silaturahmi Kebangsaan di Kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (20/7/2023). Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, menjelaskan, pertemuan ini tidak terbatas membahas Pemilu 2024, tetapi juga berbagai isu-isu kebangsaan dan kerakyatan hingga isu yang ada di parlemen.

Untuk Pilpres, lanjut Teuku Riefky Harsya, Partai Demokrat dan Partai Gerindra, saling menjaga etika politik. Saat ini, Partai Demokrat bergabung dalam Koalisi Perubahan bersama PKS dan Nasdem. Sementara Partai Gerindra dan PKB telah membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.

Partai Demokrat dan Partai Gerindra sama-sama ingin Pileg dan Pilpres berlangsung baik, damai, demokratis, serta bebas dari intimidasi dan bebas dari kecurangan. Kedua Partai juga berpandangan sama Indonesia yang makin maju dan sejahtera hanya dapat diwujudkan melalui kerja-kerja efektif, persahabatan, sinergi, dan kolaborasi di antara partai-partai politik.

“Kami di Koalisi Perubahan juga saling mendukung untuk berkomunikasi dengan partai-partai politik lainnya. Tidak hanya sekadar untuk Pilpres, tetapi juga untuk menjaga stabilitas politik nasional. Karena mengurus bangsa tidak bisa dilakukan oleh salah satu atau salah dua partai politik saja, tetapi butuh seluruh partai politik di Indonesia,” tegas Teuku Riefky Harsya dalam keterangannya yang diterima Jurnal Bogor, Jumat (21/7/2023).

Teuku Riefky Harsya juga menyampaikan kalau silaturahmi kebangsaan Partai Demokrat dan Partai Gerindra bukan kali pertama. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono telah bersilaturahmi ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo. Lalu, dilanjutkan dengan pertemuan antara Prabowo dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Pacitan, Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Teuku Riefky Harsya juga menyampaikan salam hangat dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. AHY berhalangan hadir karena sedang menjadi pembicara diskusi “Mampukah Kita Selamatkan Demokrasi di Indonesia?” yang digelar oleh Fisipol Leadership Forum, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi kebangsaan, dan upaya menyambung persaudaraan berdasarkan pertemuan-pertemuan antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat sebelumnya.

“Kami berkomunikasi dengan Partai Demokrat tidak bermaksud menggoda keputusan politik yang sudah diputuskan oleh Partai Demokrat. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk saling terus membuka silaturahmi dan bergandeng tangan. Karena membangun Indonesia dengan jumlah penduduk 275 juta, dengan masalah yang segudang, dengan problem yang ruwet, ribet, rumit tentu saja memerlukan kekuatan partai politik yang banyak. Itulah yang kita komunikasikan,” ujar Ahmad Muzani.

** yev

Jalur Maut Mercedez Benz Telan Korban Jiwa, 1 Orang Tewas di Tempat

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Ruas Jalan Mercedes Benz di Kecamatan Gunung Putri yang menjadi akses utama warga beberapa desa di Gunung Putri, Kabupaten Bogor merupakan salah satu jalur yang rawan kecelakaan. Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur padat kendaraan dan banyak dilintasi oleh angkutan barang milik perusahaan dan kendaraan roda dua para pekerja dari pabrik di sepanjang ruas jalan Mercedes.

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha kerap mengimbau agar para pengendara yang melintas di Jalan Raya Mercedes untuk senantiasa waspada dan tidak mengebut saat berkendara. Salah satu kecelakaan di Jalur Mercedes yang menelan korban jiwa terjadi pada Kamis 20/7 pagi tadi, dimana dua sepeda motor harus ‘adu banteng’ yang mengakibatkan salah satu pengendara meninggal dunia.

“Awalnya motor yang dikendarai ES melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Wanaherang. Diduga mengantuk, papasan dengan motor yang dikendarai SA dari arah Cicadas ke arah Wanaherang. Diduga pengendara motor tersebut mengantuk maka tabrakan pun tidak bisa dihindari,” kata Bayu Nugraha.

Akibat kejadian tersebut, lanjutnya, satu orang yakni ES meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan untuk pengendara motor SA hanya mengalami luka ringan.

“ Kami langsung mengevakuasi kendaraan dan menghubungi keluarga korban, “ ujarnya.

Bayu mengimbau, agar para pengendara yang melintas di Jalur Marcedes Benz harus mengedepankan keselamatan saat berkendara. Ia juga menegaskan agar para pengendara istirahat terlebih dahulu pada saat lelah atau mengantuk.

“Faktor kelelahan atau mengantuk ini dapat mengurangi konsentrasi pada saat berkendara yang nantinya dapat membahayakan pengendara itu sendiri dan pengendara lain. Oleh karena itu saya imbau untuk senantiasa waspada dan fit pada saat berkendara dan jangan memacu kendaraan secara cepat walau kondisi jalan sepi karena itu dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tandasnya.

** Taufik/ Nay

Tim PKK Kabupaten Kunjungi Desa Mampir

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Desa Mampir,  Cileungsi, Kabupaten Bogor  menjadi tuan rumah kunjungan Monev Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bogor yang diketuai Halimatu Sadiyah Iwan. Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) 10 program pokok PKK di  Desa Mampir.

“ Kami melakukan  Monev  di  Desa Mampir, Kecamatan  Cileungsi  untuk mengevaluasi apakah 10 program pokok PKK dari Kabupaten sudah sampai dan disosialisasikan hingga tingkat desa,” ujar Halimatun Sadiyah Iwan.

Selanjutnya, Halimatu mengungkapkan bahwa Desa Mampir telah menjalankan program luar biasa dalam mengimplementasikan program yang telah disampaikan oleh tim penggerak PKK.

“ Semoga  Desa Mampir  tetap semangat dan dapat menjadi lebih baik dari sekarang. Hari ini, kami melakukan  Monev  terhadap 5 kegiatan, antara lain, sekretariat tertib administrasi, Dasa wisma, dan tiga Pokja, yaitu Pokja pola asuh anak dan remaja di era digital, Pokja galeri pelangi, dan Pokja aku hatinya PKK. Selain itu, juga ada Pokja keluarga sehat, tangguh, dan tanggap bencana dengan 9 pilot project,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala  Desa Mampir , Asep Supini, menyampaikan terima kasihnya kepada TP-PKK  Kabupaten Bogor  yang telah melakukan evaluasi terhadap 10 program pokok PKK di Desa mereka.

“ Semoga program PKK ini benar-benar dapat memberikan edukasi dan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan adanya program PKK ini, diharapkan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan jarang mengalami sakit. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran TP PKK  Kabupaten Bogor,”  ucap Asep.

Asep Supini berharap bahwa program yang disampaikan oleh  Kabupaten Bogor dapat diimplementasikan dengan baik di masyarakat  Desa Mampir . Dia juga berharap agar PKK  Desa Mampir  dapat lebih aktif dalam menyosialisasikan kegiatan, terutama di bidang kesehatan.

“ Kami berharap PKK di sini dapat lebih aktif dalam menyosialisasikan program-program, terutama di bidang kesehatan, agar masyarakat di  Desa Mampir  bisa hidup lebih sehat. Semoga ke depannya, perekonomian masyarakat  Desa Mampir  dapat menjadi lebih baik lagi dari sekarang,” pungkasnya.

** Taufik/ Nay

Warga Siap Buka-bukaan Soal Makam Cohak, Amil Pudin Sebut Banyak Pihak yang Menikmati

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Warga Kampung Cohak Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor mengaku siap buka-bukaan soal proses relokasi makam Cohak yang terkena proyek Tol Cimaci. Warga mengaku akan membuka semua fakta terkait dugaan penyimpangan dan dan penyalahgunaan dan relokasi makam yang mencapai miliaran rupiah.

Warga juga mengaku siap jika masalah relokasi tersebut dibawa ke ranah hukum agar terbukti siapa saja oknum yang memanfaatkan proses relokasi makam tersebut untuk mencari keuntungan pribadi.

“Warga pada saat proses relokasi banyak yang dilibatkan. Jadi saksi hidupnya masih ada dan bisa dimintai ketarangan atau dikroscek mengenai proses relokasi makam Cohak dan untuk apa saja anggaran pemerintah itu dimanfaatkan,” kata salah satu warga Kampung Cohak, HR kepada Jurnal Bogor beberapa waktu lalu.

Menurut dia, banyak hal janggal pada saat proses relokasi makam kampung Cohak yang jumlahnya hampir 2500 makam. Selain pengadaan material yang terkesan ditutup-tutupi dan tidak transparan, makam yang dipindahkan ke lokasi baru juga tidak mencapai 2500. Karena banyak makam yang tidak ada jasadnya dan hanya dipindah berupa tanah dibungkus kain kaffan.

“Untuk soal material seperti batu nisan, yang bertanggungjawab untuk pengadaan batu nisan terkesan tidak transparan dan membeli dari penjual yang jauh. Padahal disini juga banyak batu nisan dan harganya lebih murah. Karena ini satu nisan harganya mencapai Rp 300 ribu,” tukasnya.

Selain itu, lanjut HR, jumlah makam yang dipindahkan juga tidak semuanya ada. Karena banyak yang dipindah hanya berupan tanah yang dibungkus batu nisan. Dan hal itu, juga berpengaruh terhadap ahli waris yang seharusnya menerima kompensasi. Karena jika makam itu fiktif lalu siapa yang akan menerima kompensasi sebesar Rp 500 ribu untuk ahli waris.

“Ini kan sudah tidak benar, karena yang dipindah itu tidak ada jasadnya. Karena memang tidak ada makam disitu. Jadi dipaksakan agar semua yang dipindah itu mencapai 2500 makam. Belum lagi dana kompensasi untuk ahli waris dari makam fiktif yang dipindahkan itu siapa yang menerima. Bayangkan jumlahnya mencapai ribuan makam kalau dikalikan 500 ribu per ahli waris maka dikemanakan uang kompensasi yang mencapai ratusan juta itu,” tegasnya.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Amil Pudin mengatakan, uang yang diterimanya dari pihak tol tidak akan diperiksa oleh siapapun. Dirinya menyebut banyak pihak yang juga ikut menikmati anggaran itu. “Memang tidak minta, tapi hampir 100 juta lebih dana keluar untuk beberapa pihak,” ungkapnya saat dikonfirmasi didampingi Ketua BPD.

Amil Pudin menjelaskan, untuk semua makam yang dipindahkan ada ahli warisnya, dan sampai saat ini dirinya masih menyimpan nomor hp para ahli waris, dan kebanyakan dari mereka itu tidak ada yang protes.

“ Jadi, ada ahli waris yang lupa nama buyutnya, nama neneknya, dan kelemahan kami tidak kami buat satu pintu. Jadi, ada yang daftar ke saya yang mengaku ahli waris, juga ada ke panitia lain, sehingga dobel, “ dalihnya.

Dirinya percaya diri semua laporan yang sudah disampaikan kepada pihak Pemda tidak akan diperiksa oleh pihak terkait karena menurut pihak tol tidak ada pemeriksaan untuk uang relokasi makam.

“Pak Eko juga nerima, dan berkas juga sudah diterima dia,” pungkas Amil Pudin.

** Taufik/Nay

Realisasi Samisade, Kades SP Kembali Buka dan Bangun Jalan Lingkungan

0

Caringin|Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Cimande Hilir, Caringin, Kabupaten Bogor, di era kepemimpinan Kepala Desa Yudistira, kembali membuka jalur baru untuk akses warga beraktivitas. Sebelumnya, Kades Cimande Hilir yang akrab dipanggil SP itu, membuka jalan lingkungan ke Kampung Bojong Menteng. Dimana jalan yang awalnya hanya setapak dan sulit dilintasi kendaraan roda empat tersebut, saat ini sudah bisa dilalui setelah adanya program Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

Melalui program serupa yang sekarang berganti menjadi bantuan keuangan (Bankeu) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Kades Cimande Hilir membuka jalan lingkar yang melintas ke dua wilayah yakni, RW 01 hingga RW 02 Kampung Tenggek.

SP mengatakan, pembukaan jalan lingkar perkampungan ini merupakan keinginan masyarakat, baik yang ada di RW 01 maupun RW 02 Kampung Tenggek. Sehingga, untuk merealisasikan keinginan masyarakat tersebut, Pemdes Cimande Hilir akhirnya mengalokasikan anggaran Bankeu yang dulunya Samisade ke pembangunan jalan lingkungan ini.

“Tapi sebelumnya, kami sudah melaksanakan musyawarah dengan semua unsur masyarakat, termasuk tokoh dan para RT serta RW. Alhamdulillah hasil musyawarah, semua sepakat penggunaan anggaran Bankeu tahun 2023 dialokasikan untuk pembangunan jalan lingkar di Kampung Tenggek,” ungkapnya kepada wartawan usai melaunching pelaksanaan pembangunan jalan lingkar melalui program Samisade, Kamis (20/7).

SP mengungkapkan, banyak manfaat yang bisa dirasakan Pemdes dan masyarakat selama adanya program Samisade tersebut. Karena, berangkat dari program Pemkab Bogor itu, kesulitan Pemdes Cimande Hilir untuk membangun wilayah yang dulunya tertinggal menjadi maju, dapat terlaksana.

“Makanya kami prioritaskan jalan lingkungan yang selama ini untuk membuka dan membangunnya membutuhkan biaya besar. Saya merasa senang dan bahagia bisa membuka kedua jalan lingkungan yang selama ini mustahil bisa direalisasikan Pemdes,” ujarnya.

SP berharap, setelah dibukanya akses jalan lingkar yang menghubungkan ke dua wilayah ini, bisa memberikan dampak positif terhadap masyarakat, baik disektor perekonomian, pendidikan, sosial dan lainnya.

“Harapan saya sih yang terpenting dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak dengan dibukanya akses jalan lingkar ini,” paparnya.

Sekretaris Desa Cimande Hilir, Mulyadi menjelaskan, adapun untuk panjang jalan lingkar yang sekarang sedang tahap pengerjaan, kurang lebih sepanjang 700 meter dengan lebar 4 meter dengan biaya sebesar 700 juta lebih.

“Nantinya jalan ini akan dibeton dengan ketinggian 15 centimeter,” katanya.

Selain membuka jalan lingkar, lanjut Mulyadi, Bankeu yang dialokasikan Pemkab Bogor ini juga digunakan untuk membangun tembok penahan tebing (TPT) jalan.

“Untuk membuka jalan ini, terlebih dulu kami harus mengeruk bukit. Makanya didalam rencana anggaran belanja (RAB) yang diajukan, ada untuk pembangunan TPT,” imbuhnya.

Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Caringin, Bujang menjelaskan, dari jumlah desa sebanyak 12, yang sudah menerima program Bankeu tahun 2023 ini hanya 5 desa, yaitu Desa Ciderum, Ciherang Pondok, Cimande Jaya, Cimande Hilir dan Pasir Buncir.

“Dari 5 desa yang sudah menerima anggaran Bankeu, Desa Cimande Hilir yang pertama melaunching pelaksanaan pembangunan program Bankeu ini,” tukasnya.

Hadir dalam acara launching Program Samisade tersebut, Camat Caringin, Eris Rismawan, para kasi Kecamatan Caringin serta para tokoh masyarakat Desa Cimande Hilir.

** Dede Suhendar/Deni Pratama

Kendalikan Tingkat Kelahiran, DP3A2KB Kabupaten Bogor Safari KB

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) Kabupaten Bogor melaksanakan pelayanan Safari Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Leuwisadeng, Kamis (20/07/2023).

Kegiatan Safari KB dengan pelayanan gratis kepada warga tersebut salah satu upaya untuk mengendalikan tingkat kelahiran penduduk.

Korlap KB Kecamatan leuwisadeng Heni Lestari mengatakan, upaya ini untuk meningkatkan jaga jarak kehamilan agar terhindar dari Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Sering dan Terlalu Banyak (4T).

“Ini sebagai langkah perencanaan keluarga dalam mewujudkan keluarga sejahtera, Jadi harapan kita adalah dengan masyarakat melakukan kegiatan ikut serta dalam program KB ini mereka bisa mengatur angka kelahirannya dengan jarak yang ideal,” katanya.

“Ini kebetulan pelayanan rutin dari Puskesmas Leuwisadeng untuk pelayanan Safari KB dari DP3A2KB Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Di wilayah Kecamatan Leuwisadeng kata dia, animo masyarakat untuk melakukan pelayanan KB, implant dan IUD cukup baik.

“Alhamdulillah untuk di wilayah Kecamatan Leuwisadeng bagus. Karena memang mereka sudah mengerti, bahwa nilai manfaat yang diberikan dalam pelayanan KB implant ini dirasakan cocok, nyaman seperti itu dan pelayanan dari kesehatan sendiri sudah bagus,” paparnya.

Dia menjelaskan, dalam program rutin itu pelayanan Safari KB Implant dan Intra Uterin Device (IUD) sebanyak puluhan masyarakat .

“Kita hari ini terlayani, yang masih berjalan itu sebanyak 35 akseptor, 32 implan dan 5 KB IUD, mungkin kita akan cek lagi nanti kemungkinan ada yang menyusul,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Leuwisadeng dr. Farida Indriawati menyatakan, sasarannya sebelumnya sudah diberikan pemberitahuan kepada masyarakat sehingga pada pelaksanaannya mereka datang ke Puskesmas Leuwisadeng.

“Safari KB untuk meningkatkan cakupan untuk memberi KB, kita memfasilitasi supaya mereka menekan angka kelahiran serta memberlakukan gaya hidup sehat di masyarakat. Sementara terdata dengan target 47 orang yang mengikuti kegiatan Safari KB ini,” ucapnya.

Dalam kegiatan itu juga diberikan pemahaman mengenai perencanaan keluarga secara baik. “Perencanaan keluarga ditujukan agar keluarga dapat menjadi keluarga sejahtera dan masing-masing anak mendapat perhatian serta kasih sayang yang seharusnya dari orang tua,” pungkasnya.

** Andres