24.1 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 537

Realisasi Tapal Desa di Ciampea Dinilai Komisi I Jabar Belum Berjalan

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Realisasi program Ketahanan Pangan Digital Desa (Tapal Desa) belum berjalan sesuai misi menciptakan lumbung padi. Hal tersebut diutarakan Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat saat berada di Ciampea Udik, Ciampea, Kabupaten Bogor, Selasa (18/07/2023).

“Apa yang digagas pilot project tahun lalu itu belum berjalan, mungkin secara dengan launching itu seperti luar biasa tapi ternyata tak berjalan,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jabar Sadar Muslihat.

Menurutnya, aparat desa di Ciampea belum memahami secara utuh program Tapal Desa yang digaungkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut. Padahal, Ciampea menjadi salah satu tempat launching Tapal Desa yang dilakukan langsung oleh Ridwan Kamil.

“Ada kesenjangan pengetahuan antara pemerintah di pusat pemerintahan di provinsi dan di desa. Sehingga aplikasi itu tidak langsung klik, termasuk dari pemerintah provinsi tidak menyiapkan panduan yang dipahami masyarakat,” paparnya.

Meski begitu, Sadar juga mengimbau peran aktif aparatur desa untuk menggandeng anak-anak muda untuk mengakselerasi pemanfaatan platform digital.

“Ini PR ke depan buat para kades juga tentunya, tidak susah sekarang mencari anak muda yang paham tentang teknologi IT, tinggal komunikasi. Mudah-mudahan program ini ke depannya bisa berjalan dengan baik seperti yang dimaksudkan,” katanya.

Sadar menegaskan, program Tapal Desa perlu perhatian serius dari Pemprov Jabar khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Dari data yang diterima Komisi I, baru ada 22 Tapal Desa yang terealisasi di seluruh Jabar.

“Jadi baru 22 desa, padahal ada 5300 lebih di Jabar, terlalu jauh, ini sudah dilaunching setahun lalu. Ya, mudah-mudahan pasca-Covid 19 bisa bergerak naik, tentu dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, pembangunan dari desa ini benar-benar terwujud, kesejahteraan dimulai dari desa,” katanya.

Sementara itu, Staf Bidang Potensi Desa DPMD Jawa Barat, Abdurahman Robani mengakui program Tapal Desa di Desa Ciampea Udik belum maksimal.

“Pertama, boleh dibilang melalui CSR BJB pembangunannya. Mungkin dari sosialisasi dan lain sebagainya belum terlaksana,” katanya.

Kendati pihaknya menjelaskan, akan membantu melakukan sosialisasi terhadap desa yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kita juga akan bantu sosialisasi terhadap desa-desa yang ada di Kabupaten Bogor. Ditambah, kita sedang melakukan penyusunan Rapergub tentang pengelolaan cadangan pangan di desa. Nanti ketika sudah disahkan kita sebar ke desa dan langsung lakukan sosialisasi,” pungkasnya.

** Andres

Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriyah, Warga Gunung Putri Pawai Obor

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pawai obor telah menjadi tradisi masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam seperti pada malam 1 Muharam 1445 Hijriyah tahun ini. Berbagai macam keunikan terlihat dalam tradisi tahunan tersebut, hingga tak jarang masyarakat yang turun ke jalan untuk melakukan pawai obor turut menghiasi dirinya dengan dandanan yang unik, bahkan ada yang berpakaian pocong hanya sekedar untuk menghibur dan memeriahkan.

Seperti halnya kemeriahan yang terjadi di wilayah kecamatan Gunung Putri. Lautan manusia dari semua kalangan usia berbaur menjadi satu untuk memeriahkan 1 Muharam memadati jalanan seolah menjadi bagian dari tradisi tersebut.

Memaknai Tahun Baru Islam, Anggota Komisi II DPRD Kabuapten Bogor dari Fraksi Gerindra, H. Adi Suwardi mengatakan, ada dua semangat dalam menyambut Tahun Baru Islam, yaitu semangat perjuangan dan semangat perdamaian.

“Semangat perjuangan yang dicontoh Rasulullah SAW ketika melakukan safar dari Makkah ke Yatsrib atau Madinah, dengan segala tantangan dan kondisinya yang ada saat itu sangat jauh berbeda dengan saat ini. Artinya apa, hari ini banyak sekali nikmat Allah SWT jika dibandingkan pada masa itu,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (19/7/23).

“ Berjalan kaki bersama-sama sambil membawa obor, sebagai simbol pencerahan, perdamaian, pembaharuan dan perjuangan bersama untuk menjadikan Kecamatan Gunung Putri sebagai wilayah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tambahnya.

H. Adi juga mengajak semua lapisan warga Kecamatan Gununh Putri untuk banyak bersyukur atas semua anugerah nikmat yang telah Allah SWT berikan. Kecamatan Gunung Putri yang damai merupakan anugerah yang harus dijaga bersama-sama. “Untuk semangat kedua yaitu semangat perdamaian. Ada empat bulan spesial dalam Islam, salah satunya Muharam,” papar.

Yang mana pada bulan tersebut, sambung H.Adi, ada ibadah yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah berpuasa dan menebar kebaikan dengan tujuan untuk mengendalikan diri, menjauhi peperangan, berkonflik maupun mencela.

“Inilah semangat yang luar biasa, Islam rahmatan lil alamin. Mari kita introspeksi diri jika di Bogor masih ada persoalan-persoalan yang membuat kita tidak bisa mengendalikan diri sehingga terlibat konflik dan mengancam ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah kita bersama,” pungkasnya.

Sementara salah satu warga peserta pawai obor, Umi Kalsum (32) berharap umat Islam umumnya di Indonesia dan khususnya di Kecamatan Gunung Putri ini makin solid. Apalagi, sambung Umi, tahun ini merupakan tahun politik yang terkadang untuk meraih suara dari masyarakat sampai-sampai agama dipertaruhkan.

“ Ini harinya umat Islam, bisa dilihat pada malam ini di semua daerah di seluruh Indonesia merayakannya, jadi saya harap jangan dikotori oleh sejumlah kepantingan apalagi ini tahun politik. Walaupun didalam rombongan ini ada anggota dewan, ada kepala dinas, ada camat, ada kades, singkirkan jabatannya karena kita semua disini pengikut Nabi Besar Muhammad SAW,” cetusnya.

“Islam itu indah, dan Islam itu agama bukan partai,” tambahnya.

** Nay Nur’ain

Langsung Adem, Demo Jual Nama Masyarakat  ke SMAN 1 Gunung Putri Disebut Ada Kepentingan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Persoalan dugaan adanya “pemain PPDB” di SMAN 1 Gunung Putri, pihak sekolah tidak bersedia menggelar data yang diminta masyarakat yang curiga adanya kecurangan pada sekolah tersebut. Pasalnya pada mediasi kedua yang dilakukan pada hari yang sama, seolah sudah terjadi pengondisian yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan masyarakat.

Ketua Panitia PPDB Kamaludin yang seharusnya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari warga terkait adanya dugaan permainan PPDB justeru memasang Ketua Komite untuk menghadapi masyarakat pada pertemuan kedua yang dijanjikan akan menggelar data yang diduga ada permainan dalam PPDB.

Salah satu orang tua siswa, NS (33) mengaku kecewa dengan aksi yang dilakukan segelintir orang yang mengatasnamakan masyarakat Bojong Nangka. Mengingat, menurut NS demo yang dilakukan segelintir orang tersebut karena ada kepentingan dari mereka yang juga anaknya tidak masuk. Jadi, bukan karena betul-betul ingin memperbaiki dan mengungkap kecurangan yang ada dalam PPBD SMAN 1 Gunung Putri.

“Demonya gertak sambel, karena ada kepentingan, tapi masyarakat Bojong Nangka yang dijual, ini yang saya sayangkan, apalagi yang bicara itu harusnya pihak sekolah bukan Ketua Komite. Karena bukan kapasitasnya dia untuk menjelaskan sistem PPDB, sekalipun dia tau,” ungkap NS kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/7/230.

Yang lebih mengerikan lagi, diduga akan ada sejumlah siswa yang akan dimasukan ke sekolah tersebut dari hasil demo. Dia mempertanyakan, demo apa sebetulnya. “Kalian punya kepentingan jangan bawa masyarakat Bojong Nangka,” tandas NS yang yang turut hadir dalam demo tersebut merasa kecewa berat dengan hasil yang bisa dibilang tidak ada.

“Sedikit saya buka disini, semua sistem itu punya kelemahan, sama halnya dengan sistem PPDB saat ini, baik zonasi, zona KETM, zona kondisi tertentu, zona perpindahan tugas orang tua, dan zona anak guru. Semua punya peluang untuk dilakukan kecurangan, dan seolah memang diberikan ruang untuk melakukan kecurangan,” tandasnya.

Dimana kecurangannya, sambung NS, sistem afirmasi yang seharusnya diumumkan terkadang disembunyikan oleh pihak sekolah yang diakuinya mengalami sendiri. “Karena saat menanyakan sistem afirmsi ternyata sudah ditutup, padahal kapan dibukanya saja tidak tahu,” kesalnya.

Lebih lanjut NS menyampaikan, jika pemerintah benar-benar ingin sistem PPDB ini baik dan tidak bermasalah dari tahun ke tahun, suruh pampangkan nama dan alamat siswa yang diterima dari setiap zona di madding sekolah, sebagai informasi keterbukaan publik. Karena di sistem online yang keluar itu hanya jumlahnya, bukan namanya.

“Beranikah seterbuka itu, saya berani bertaruh tidak akan berani. Saya akan tetap melanjutkan pengaduan kepada tingkat yang lebih tinggi terkait kecurangan yang ada di SMAN 1 Gunung Putri. Bukan karena anak saya tidak diterima, tapi lebih kepada ingin perbaikan dalam dunia pendidikan. Serta kekecewaan saya sendiri terhadap aksi demo yang ditunggangi segelintir kepentingan orang,” cetusnya.

“ Masa iya, dari tingkat KCD, sampai Provinsi tidak mendengar keluhan masyarakat, sekalipun selalu ada oknum dari setiap tahapnya,” tambahnya.

Sementara Ketua Panitia Kamal pada medisi pertama mengatakan bahwa apa yang dilakukan sudah sesuai sistem, dan dirinya tidak merasa melakukan kecurangan dari PPDB. “Saya tidak melakukan kecurangan apapun, semua sudah sesuai sistem, dan jika memang ingin melihat data kami akan gelar, “ tandas Kamal saat medisi pertama, sekalipun pada kenyataannya saat mediasi kedua, Ketua Komite yang lebih berperan menjelaskan sistem.

** Nay Nur’ain

Gelaran Safari Budaya, H.Dedi Mulyadi Akan Datang ke Desa Sukamaju

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kepala Desa Sukamaju H. Holil melakukan persiapan menyambut kedatangan H.Dedi Mulyadi dalam rangka Gelaran Safari Budaya yang akan dilaksanakan di Lapangan Bola IRAS Desa Sukamaju, Jonggol, Kabupaten Bogor pada Jumat (28/7/23) mendatang. Dalam persiapannya H.Holil menyebut sudah mencapai hampir 100 persen, mulai dari kesiapan kondisi lapangan, perizianan kegiatan, dan persiapan panitia agar berjalan lancar.

“Alhamdulilah, kami menyambut baik kedatangan kang Dedi Mulyadi ke Kecamatan Jonggol, khususnya Desa Sukamaju dalam rangka Gelaran Safari Budaya,” ungkap H. Holil kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/7/23).

H. Holil menyebut, personil kemanan dari Pemdes Sukamaju sudah disiapkan, begitu juga perizinan untuk kegiatan ini kepada pihak berwenang. Sudah pasti kesiapan personil keamanan dari berbagai unsur atau gabungan akan mengamankan acara ini guna mengantisipasi kehadiran masyarakat yang membludak.

“Ini kan gelar budaya, sudah pasti pecinta budaya, pegiat budaya, akan hadir dalam acara tersebut. Bukan hanya itu saja, artis papan atas Sule pun akan turut hadir dalam memeriahkan acara nanti,” beber H. Holil.

Dia menjelaskan, semua tau, begitu banyaknya fans dari H.Dedi Mulyadi dan Sule. Maka dari itu, persiapan yang dsiapkan harus matang, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan pekan depan tersebut.

“Saya menghimbau kepada masyarakat yang ingin hadir dalam acara Gelaran Safari Budaya nanti, untuk mempersiapkan segala sesuatunya, karena diperkirakan akan membludak. Jaga kondusifitas lingkungan, dan pastikan fisik sehat saat ingin menghadiri acara nanti. Jika sakit jangan dipaksakan untuk hadir, karena bukan hanya merepotkan panitia juga akan merugikan diri sendiri, “ imbuhnya.

Sementara warga Desa Sukamaju, Aang Suryadi (46) mengatakan sangat senang jika desanya menjadi tuan rumah dalam acara Gelaran Safari Budaya yang akan dihadiri oleh H.Dedi Mulyadi dan Sule.

“Saya nge fans banget sama dua orang itu, makanya waktu mendengar kabar kang Dedi sama Sule mau datang, gembira sekali,” tuturnya.

“Saya sih berharap, persiapan dari panitia dan personil keamanan diperbanyak, mengingat ini acara besar yang akan dibuat, sudah pastinya akan banyak masyarakat datang, bisa jadi akan menjadi lautan manusia nantinya. Saya juga berharap, untuk warga luar Kecamatan Jonggol yang hadir jangan merusak, apalagi tidak menjaga kondusifitas, kami sangat bahagia dengan akan diadakannya acara ini, semoga berjalan lancar,” pungkasnya .

** Nay Nurain

Prof.Didin S Damanhuri: Presidium Forum Negarawan

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Setelah saya mendengar dan menyimak konten wawancara Prof.Dr.Didin S Damanhuri, senior dan mentor saya di Wankar ICMI Pusat, tentang topik “peoples power” sungguh menarik. Setelah saya simak materi wawancaranya, mencerahkan dan membuka cakrawala berpikir baru (new mindset) dalam mensikapi situasi-kondisi (sikon) gejala politik nasional dewasa ini.

Jika kita bersikap jujur sebagai kaum terpelajar, terdidik,  intelektual Indonesia, terutama cendekiawan muslim se Indonesia yang tergabung dalam wadah organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia, disingkat ICMI.

Maka sulit rasanya kita bisa beropini bahwa sikon kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita dalam sikon “baik-baik atau nyaman-nyaman” saja. Tidaklah, yang terjadi sikon sebaliknya, sarat problem, menghawatirkan, membahayakan, berkecenderungan mengancam integrasi nasional jika dibiarkan.

Oleh karena itu, saya menyambut baik kemunculan Presidium Forum Negarawan ini, dibawa kepemimpinan dan ketokohan, salah seorang diantara Prof.Dr.Didin.S Damanhuri, Guru Besar Ilmu Ekonomi Politik- FEM IPB University,  yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat, sedangkan saya AA wakil sekretarisnya.

Justru kita berkata, apabila kita semakin mendalami atau menganalisa gejala-gejala sosial berkehidupan negara-bangsa hari ini (zaman now) dalam dimensi ipoleksusbudhankam yang kini berlangsung, dan ditinjau dari berbagai perspektif saintific dengan menggunakan data, fakta dan variabel indikator serta teori dan konsepsi.yang.ada, maka kita semakin yakin, Indonesia dalam sikon dalam “ambang bahaya”.

Kita harus mewaspadai dan berupaya mencari berbagai solusi terhadap akar problem dan persoalan berupa gejala-gejala sosial ipoleksusbudhakam yang kita tidak harapkan, menyimpang (bias), keluar dari jiwa dan semangat serta tujuan bernegara, yakni melindungi, memajukan, mencerdaskan kehidupan.masyarakat-bangsa, dan ikut menciptakan perdamaian abadi sebagaimana isi alenea ke 4 Pembukaan UUD 1945.

Berbagai problem sosial nasional, terlalu banyak jumlahnya untuk disebut dan dinarasikan dalam tulisan ini.

Beberapa minggu lalu, di sejumlah WAG, saya pernah ungkapkan bahwa regim yang tengah berkuasa (the ruling party) saat ini, sudah begitu banyak mengeluarkan regulasi dan kebijakan publik yang menimbulkan kehawatiran rakyat.

Diantaranya adalah utang negara semakin membengkak, sudah diluar kewajaran, korupsi triliyunan elite politik dan birokrasi secara berkelanjutan, keputusan public policy spt UU, Kepres dan Inpres serta Kepmen yang tidak menggunakan nalar sains dan agama-nirdemokrasi dan niraspiratif rakyat contohnya disyahksn UU Minrerba, Ciptanaker dan terakhir UU Omnibuslaw Kesehatan.

Juga alokasi dana APBN utk pemberantasan kemiskinan dari beberapa Kementerian dan Lembaga Negara dana APBN sangat besar kebih dari.Rp 400 Triliyun, akan tetapi angka pengangguran, kemiskinan dan anak tengkes (stunting) tetap tinggi dan meningkat jumlahnya, lebih separoh keluarga Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok yang layak dan bergizi, walaupun angka pertumbuhan ekomomi lumayan akan tetapi angka ketimpangan sosial tetap menganga dilihat angka Gini Ratio rata-rata berkisar 0.4 (status lampu merah).

Cengkraman pengusaha besar (oligarky) dalam mengeksploitasi SDA dan jasa-jasa lingkungan .juga semakin kuat, bahkan segelintir oligarky sukses mengendalikan birokrasi pemerintahan dan organisasi-lembaga politik sebagai dampak negatif demokrasi langsung (pilpres, pileg dan pilkadal) yang berbiaya tinggi, carut marut praktek hukum akibat kuatnya pengaruh mapia hukum, kasus kriminal Jenderal polisi bintamg 2 Ferry Sambo memperkuat hal ini.

Konflik-konflik sosial dalam memperebutkan sumberdaya alam spt agraria semakin tinggi eskalasinya, beban pajak semakin banyak dan besar ditanggung rakyat, pembangunan insfrastruktur jalan tol, lapangan terbang dan kereta api membebani APBN dan utang negara, dan beberapa diantaranya mangkrak, dan ibu kota negara (IKN) yang di Kaltim yang dibangun atas Naskah Akademik dan AMDAL seadanya “abal-abal” sehingga membebani negara dan rakyat.

Sikap Cawe-Cawe Presiden RI bpk Jokowi dalam agenda politik Pilpres 2024, beliau keluar dari sikap kenegarawan yang sangat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kelangsungan NKRI, adanya tuduhan radikal bagi aktivis dakwah Islam di tanah air, bermunculannya Islamofobia di kalangan the ruling party, dan terakhir regim politik yang berkuasa ini menerbitkan Kepres 17 thn 2022 dan Inpres RI nomor 2 tahun 2023.

Mereka pura-pura lupa sejarah bahwa G S PKI 1965 disimpulkan termasuk pelanggaran HAM berat dan negara harus minta maaf kepada keluarga PKI, hal ini sangat menyakitkan perasaan keluarga TNI dan kaum ulama dan santri yang menjadi korban, disembelih PKI, dan sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya.

Berdasarkan sederet problematika nasional tersebut diatas, sangat wajar kiranya sejumlah pihak selaku para pemangku kepentingan (stakeholders) memberikan perhatian serius, kepekaan dan kepedulian  terutama kalangan intelektual Indonesia seperti Kepresidiuman Forum.Negarawan yang ada ini sebagai komunitas peduli untuk penyelamatan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Saat ini memang kita dituntut bersikap cinta tanah air dan kebangsaan-keindonesiaan (NKRI) yang tergerus mendalam, akibat semakin menipisnya populasi negarawan dalam elite politik Indonesia, terutama mereka penjabat  negara di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif yang sudah tercemar oleh penyakit  sosial 3 Ta, gemar “tahta, harta dan wanita”, dan hipokrit (munafiq) yang melupakan dan mengingkari sumpah jabatannya, janji dan amanah dari rakyat yang berdaulat.

Selamat atas kelahiran dan perjuangan Presidium Forum Negarawan Indonesia untuk memberi solusi cerdas demi menyelamatkan bangsa-negara NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang sama-sama kita cintai.

Caranya bagaimana? Simak Isi wawancara cerdas dari Prof.Didin S Damanhuri yang sudah viral di medsos seperti WAG dan Youtube adalah jawabannya. Kita harus melakukan perubahan ke arah perbaikan negara-bangsa melalui “to reform” dengan menata ulang system kelembagaan politik nasional dimana steril atau terbebas dari pengaruh oligarky power kapital, bukan reformasi asal-asalan atau jika diperlukan apabila saluran politlk mandek dan tersumbat, atau dengan kata lain sistem demokrasi tidak berjalan, maka  ya. “peoples power tanpa ditunggangi” salah satu solusi yang tepat dan akurat untuk mengganti regim politik yang zholim.

Demikian narasi ringkas ini dibuat, semoga bermanfaat. Terima kasih atas perhatiaannya, semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menolong hamba-hambaNya yang berimtaq dan gemar berbuat kebajikan dan kemaslahatan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.
Wassalam

Penulis:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si

(Pendiri ICMI di Malang tahun 1990, dan Wasek Wankar ICMI Pusat, Pemrakarsa dan Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Bagaimana Cara Pengolahan Limbah Cair yang Baik dan Benar?

0

Oleh: Cahya Fadilah *)

Jurnalinspirasi.co.id – Meningkatnya kegiatan industri sekarang ini tentu menghasilkan dampak negatif yakni limbah sebagai hasil sampingan dari kegiatan industri tersebut. Limbah merupakan hal yang tidak terlepaskan dari suatu industri, baik industri besar maupun industri kecil. Efek dari limbah yang dihasilkan itu tentu bisa mengganggu keseimbangan lingkungan. Salah satu limbah yang dihasilkan suatu industri dapat berupa limbah cair.

Limbah cair yang dihasilkan oleh suatu industri harus diolah dengan baik agar tidak mencemari lingkungan dan tidak melewati batas baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi pencemaran terhadap lingkungan.

PT. Hijau Lestari Prakarsa Utama sebagai perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 siap membantu dalam mengelola limbah yang dihasilkan oleh perusahaan anda serta siap berkontribusi dalam melestarikan lingkungan hidup.

Pengelolaan limbah cair dilakukan untuk menghilangkan polutan yang ada dalam air limbah tersebut, atau dengan menguraikan polutan yang ada didalam air limbah sehingga hilang sifat-sifat dari polutan tersebut. Ada beberapa cara pengolahan limbah cair yang dapat dilakukan di industri yaitu:

1.Secara fisika, dengan memisahkan material-material pengotor yang kasat mata serta berukuran cukup besar dengan menggunakan penyaringan atau perlakuan fisik, seperti: sedimentasi, floatasi, absorbsi, screening, dll.

2.Secara kimia, dengan penambahan bahan kimia untuk mengendapkan / memisahkan / menghilangkan zat-zat polutan dalam limbah cair, seperti: koagulasi, flokulasi, oksidasi, penukar ion, degradasi, ozonisasi, dll.

3.Secara biologi, dengan menggunakan biota atau mikroba untuk menguraikan zat-zat pencemar didalam limbah cair. Prosesnya meliputi aerobik, anaerobik, fakultatif, dll.

Karakteristik limbah cair yang dihasilkan sangat menentukan metode dan tahapan pengolahan limbah cair yang diperlukan. Pengolahan limbah cair secara umum, ada 8 tahap proses dalam pengolahan limbah cair industri, yaitu meliputi:

1.Pemisahan sampah berukuran besar
2.Pemisahan batu kecil atau pasir
3.Primary clarifier
4.Aeration
5.Secondary clarifier
6.Chlorination (disinfection)
7.Water analysis and testing
8.Effluent disposal

Akan tetapi, tentu saja tidak seluruh tahapan harus dilalui. Tahapan yang diperlukan akan sangat tergantung dari karakteristik limbah cair yang akan diolah. Sebelum membuang limbah cair yang telah diolah ke badan air atau untuk penggunaan internal, sebaiknya industri harus memastikan bahwa limbah cair yang dibuang telah aman bagi lingkungan dengan cara melakukan pengujian laboratorium.

Pengujian sampel tersebut bisa dilakukan di laboratorium internal maupun laboratorium eksternal yang telah terakreditasi. Hasil pengujian yang dikeluarkan sebaiknya dibandingkan dengan baku mutu sesuai peraturan perundangan lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh pemerintah dan yang masih berlaku.

Referensi:
http://bbkk.kemenperin.go.id/page/bacaartikel.php?id=eU3YJpVUfHOH2TRZcW3POF5OTx-UfuvlPdN2-lEPIT0
https://www.prosesproduksi.com/mengenal-8-tahapan-proses-dalam-pengolahan-limbah-cair-industri/
https://blog.ub.ac.id/yusriadiblog/2012/06/29/pengolahan-limbah-cair-lengkap/
https://www.kompas.com/sains/read/2022/01/19/093100923/begini-proses-pengolahan-limbah-cair-secara-fisika

*) Pemerhati Sampah Plastik Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor

Dorong Penumbuhan Kebersamaan Pekebun BPDPKS dan Kementan Kumpulkan Petani Jambi Ikuti Pelatihan

0

Jambi | Jurnal Bogor

Dalam upaya menuju pembangunan pertanian yang lebih maju, Kebersamaan pekebun sawit perlu didorong untuk memberikan kontribusi terhadap hal tesebut. Kebersamaan pekebun dalam sebuah Kelembagaan/kelompok  menjadi penggerak untuk mencapai kemajuan dan pengembangan sawit berkelanjutan.

Mendorong tumbuhnya kebersamaan pekebun,  agar terbangun jejaring kerjasama dan kesadaran bermitra dalam mengelola usaha,  Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS ) melatih sebanyak 68 pekebun sawit dari Kabupaten Merangin dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi dalam Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun, 17 – 21 Juli 2023 di Kota Jambi.

Seperti diketahui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL)  gencar meningkatkan pengembangan produksi kelapa sawit menjadi bahan pengganti minyak kendaraan BBM yang berbiaya rendah tapi memiliki kualitas tinggi. Menurut SYL, komoditas sawit bisa diolah menjadi pengganti solar dengan harga yang jauh lebih murah.

Mendukung peningkatan produktivitas  Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan Sistem penyuluhan efektif dan efisien bagi petani/pekebun kelapa sawit menjadi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat.

Turut hadir dalam pembukaan pelatihan Kepala Seksi Pengembangan SDM Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Endang Sovia Maryanti mengajak pekebun di Provinsi jambi khususnya dari Kabupaten Merangin dan Tanjung Jabung Barat lebih bersemangat mengelola usaha perkebunannya.

“ Begitu banyak pekebun yang mengharapkan dapat memperoleh pelatihan, tetapi tidak semua pekebun yang seberuntung bapak dan Ibu terpilih. Untuk itu bapak ibu harus bersyukur dan bertambah semangat, “ ujarnya

Sebagai informasi BBPMKP Ciawi Bogor pada tahun 2023 mendapatkan mandat dari BPDPKS untuk melaksanakan pelatihan sebanyak sembilan angkatan bagi pekebun sawit di Provinsi Jambi, meliputi pekebun di Kabupaten Merangin dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, di Provinsi Kalimantan Tengah yakni di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara untuk para pekebun di Kabupaten Morowali, Provinsi Sumatera Selatan untuk para pekebun di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Di Provinsi Riau bagi pekebun Kabupaten Kampar dengan jumlah total 288 pekebun.

** Regi/BBPMKP

Siswa Baru SMA Rimba Madya Diajak Rekreasi Meraih Mimpi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ratusan siswa-siswi baru SMA Rimba Madya Bogor mendapat pencerahan wawasan dari Alumni 98 pada masa pengenalan lingkungan sekolah, Senin hingga Selasa (17-18/7/2023) bertajuk seminar motivasi Merajut Asa Generasi Z untuk Masa Depan yang Gemilang.

“Kami melakukan sharing pengalaman agar adik-adik kelas X tahu bagaimana sih upaya yang harus dilakukan agar apa yang dicita-citakan bisa terwujud. Masa SMA step telah dilakukan dan potensi waktu luang harus dimanfaatkan dengan baik dan ini harus dilakukan semacam rekreasi meraih mimpi. Lakukan dengan senang,” kata DR.Rini Untari, S.Hut, M.Si, alumni angkatan 1998, Selasa (18/7/2023).

Rini yang kini jadi dosen di Vokasi IPB University, dari sisi akademik menjelaskan bagaimana prilaku jadi seorang siswa itu diarahkan untuk melakukan hal-hal positif dan pengembangan diri. “Masing-masing siswa kan punya impian, nah kejar itu tentu dengan tidak melupakan akademiknya,” jelasnya.

Dia mencontohkan pemateri sebelumnya seorang artis, Sahila Hisyam alumni angkatan 2010, tetap mengejar akademik meskpun disibukan dengan kegiatan casting dan lain sebagainya. Pendidikan begitu penting lebih-lebih di era digital sekarang ini.

Sementara Zaenal Mutaqin, SH alumni angkatan 1995 dari sisi sosial menyentuh hati siswa-siswi agar menjadi pribadi yang memiliki kepedulian. Sekretaris PMI Kota Bogor ini menekankan pentingnya meneladani Nabi Muhammad SAW. “Intelektual juga harus dibarengi jiwa sosial. Ini telah dicontohkan Rasulullah. Tantangan ke depan akan dihadapi dan tetaplah teladani Nabi Muhammad,” jelasnya.

** Asep.S.Sayyev

Hadits Hari Ini

0

Doa Rasulullah Sebelum Tidur

Sahih al-Bukhori: 5840

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ، نَامَ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ ثُمَّ قَالَ:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ. وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَالَهُنَّ ثُمَّ مَاتَ تَحْتَ لَيْلَتِهِ مَاتَ عَلَى الْفِطْرَةِ.

Dari al-Baraa ibn ‘Azib, dia berkata: Apabila Rasulullah saw hendak beranjak ke tempat tidurnya, maka beliau berbaring pada sisi kanannya, kemudian beliau membaca:

Ya AIlah, aku berserah diri kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, dan aku menyandarkan punggungku (bergantung) kepada-Mu, dalam keadaan berharap dan takut kepada-Mu, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat lari dari (adzab)Mu kecuali (dengan berlindung) kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan (aku beriman) kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus. Lalu Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa membacanya lalu meninggal pada malam itu, maka dia meninggal dalam keadaan fitrah.

Pesan :

  1. Anjuran untuk mengingat Allah di setiap waktu, salah satunya adalah sebelum kita tertidur.
  2. Anjuran untuk berbaring pada sisi tubuh sebelah kanan saat tidur.
  3. Keutamaan doa yang diajarkan Rasulullah, jika membacanya sebelum tidur dan meninggal disaat itu, maka ia meninggal dalam keadaan fitrah.

Diduga Ada ‘Pemain PPDB’, Warga Sambangi SMAN 1 Gunungputri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

SMAN 1 Gunungputri yang berada di Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, Kabupaten Bogor digeruduk puluhan warga sekitar. Pihak sekolah diduga telah melakukan praktik jual beli bangku dalam PPDB 2023.

Kepala Desa Bojong Nangka, H.Amir Arsyad mengaku sangat kecewa dengan sistem zonasi yang membuat sebagian besar warganya tidak bisa bersekolah di SMAN 1 Gunung Putri.

“Jarak yang diberikan itu 800 meter, sedangkan bagaimana untuk warga yang jaraknya lebih dari itu, berarti tidak bisa sekolah dong,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Senin (17/7/23).

Bukan hanya itu saja, kata H.Amir, pihak SMAN 1 Gunungputri pun seolah tidak menghargai keberadaan Pemdes Bojong Nangka. Pasalnya, selama dirinya menjabat sebagai kepala desa tidak pernah ada komunikasi pihak sekolah dengan Pemdes.

“Bahkan diacara-acara besar pun saya sebagai Kades sendiri tidak pernah diundang atau dilibatkan. Jadi, minimnya komunikasi yang dijalin oleh pihak sekolah terhadap desa itu sangat disayangkan,” tandasnya.

Dirinya menyebut, tidak ada keterbukaan informasi yang dilakukan pihak sekolah terkait kapan dimulainya sistem online zonasi, afirmasi, dan lain sebagainya.

“Ini salah satu yang membuat kita kecewa, tidak ada keterbukaan publik yang dilakukan pihak sekolah, itu kan ada zonasi, ada zona KETM, ada zona situasi tertentu dan ada zona orang tua pindah tugas, juga ada anak guru, itu yang tidak bisa terbuka di publik,” cetusnya.

Sementara, salah satu warga Desa Cicadas, Yusuf dalam mediasi tersebut meminta data perihal siapa saja yang masuk ke SMAN 1 Gunung Putri yang menggunakan zonasi dibuka, mengingat dari data yang dia punya, ada beberapa nama dan alamat siswa yang menggunakan jalur zonasi dan itu bisa masuk.

“Jika tidak ada permainan di sekolah SMAN 1 Gunungputri ini, coba kami minta tunjukan data  siswa yang menggunakan jalur zonasi, apakah pihak sekolah berani membuka data informasi ini kepada kami,” tantang Yusuf dalam pertemuan perwakilan masyarakat.

Yusuf menduga adanya permainan berkedok sistem zonasi yang dilakukan oleh oknum di SMAN 1 Gunungputri, sehingga setiap tahunnya selalu ada polemik.

“Mereka janji jam 4 sore akan dibuka data yang kami minta, kita lihat apakah mereka berani untuk transparan atau tidak,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain