35.2 C
Bogor
Sunday, September 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 51

Ponpes Syifaul Furqon Angkat Bicara Soal Simpang Siur Kasus Dugaan Pelecehan di Medsos

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Kepala Sekolah Pondok Pesantren (Ponpes) Syifaul Furqon, Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Ustad Abdullah Sengkang, angkat bicara seputar informasi dugaan pelecehan seksual yang simpang siur di media sosial (medsos).

Ustad Abdullah Sengkang menegaskan, narasi yang berkembang di sejumlah akun medsos tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dan ditayangkan tanpa konfirmasi kepada pihak Ponpes.

“Informasi yang disampaikan oleh media sosial tidak tepat. Kami sangat menyayangkan hal itu karena sangat mengganggu,” kata Abdullah, kepada wartawan Rabu (13/05/2026).

Ia pun memohon maaf kepada seluruh lapisan masyarakat atas kegaduhan ini.

Dalam konteks dugaan pelecehan seksual yang diduga terjadi di lingkup ponpesnya, Abdullah tidak menampik.

“Kejadian tersebut terjadi pada periode Juni 2025 dan baru diketahui pada 11 Desember 2025. Sejak laporan itu kami ketahui, kami langsung bertindak dengan melakukan investigasi dan penelusuran,” ungkapnya.

Abdullah menjelaskan, pada tanggal 11 Desember 2025 pihak Ponpes mendapatkan laporan dari salah satu wali santri berkaitan dengan adanya dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPPKS).

“Berselang sehari, atau tepat pada tanggal 12 Desember 2025, kami pihak Pondok Pesantren telah melakukan klarifikasi kepada pihak terkait baik pelaku maupun para korban. Berdasarkan penelusuran kami, terdapat 6 orang terduga pelaku tindakan pelecehan seksual. Sementara terduga korban pelecehan berjumlah 15 orang,” ungkapnya.

Dari hasil penelusuran pihaknya, para terduga pelaku diduga melakukan perbuatan tersebut sekitar pukul 02-03 dini hari, ketika semua santri sedang istirahat atau tidur dan menunggu petugas patroli pesantren selesai mengontrol area pesantren secara keseluruhan.

“Berdasarkan pengakuan beberapa korban, mereka juga melakukan perlawanan saat terduga pelaku melakukan aksinya yakni menggesek paha korban dalam keadaan memakai pakaian lengkap. Dari sejumlah keterangan tersebut, tidak didapati adanya kejadian sodomi, seperti yang dilaporkan,” tandas Abdullah.

Abdullah juga mengatakan, pada tanggal 14 Desember 2025, pihak Ponpes telah melaksanakan proses mediasi antara santri korban dan santri pelaku.

Berdasarkan hasil mediasi tersebut, Ponpes mengambil keputusan untuk menjatuhkan sanksi berupa pemulangan (drop out) kepada para terduga pelaku pelecehan.

Adapun pada saat proses mediasi berlangsung, para wali santri tidak dilibatkan secara langsung. Hal ini disebabkan adanya penolakan penyampaian laporan dari santri yang bersangkutan kepada orang tua atau wali mereka dengan alasan menjaga kehormatan dan privasi dirinya.

Pada 29 April 2026, terdapat wali santri melaporkan permasalahan ini kepada pihak kepolisian (Polres Bogor). Laporan tersebut dilakukan oleh wali santri yang tidak terlibat dalam proses mediasi sebelumnya.

Bersamaan dengan itu, muncul video salah seorang wali murid yang secara terbuka menyampaikan pelaporannya melalui medsos. Namun narasi yang dikembangkan di medsos tersebut menuduh bahwa terduga pelaku disebut berasal dari tenaga pendidik Ponpes dan seolah tidak disikapi serius oleh pihak Ponpes.

“Faktanya, terduga pelaku merupakan alumni pondok pesantren yang sedang melaksanakan pengabdian yang telah diberikan sanksi tegas berupa drop out,” ujarnya.

Pihak Ponpes, kata Ustad Abdullah Sengkang, pada prinsipnya mendukung upaya pelaporan terhadap pelaku kepada pihak berwenang sebagai bentuk penegakan hukum.

“Kami juga telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti alur pemeriksaan yang dilakukan aparat berwenang,” tegasnya.

“Dengan kemunculan narasi negatif tersebut, kami pihak Pondok Pesantren sangat merasa dirugikan, mengingat permasalahan yang terjadi merupakan tindakan oknum tertentu, namun berdampak pada nama baik lembaga secara keseluruhan,” tuturnya.

Selain itu, kondisi ini turut mengganggu ketenangan dan kenyamanan santri lainnya yang tidak terlibat dalam permasalahan.

“Dapat kami sampaikan, sejak peristiwa ini terjadi, kami berkomitmen untuk membuka ruang komunikasi kepada seluruh pihak, terutama kepada para wali murid. Kami juga mendapat bimbingan dan nasehat dari para alim ulama dan tokoh masyarakat serta unsur Muspika Desa Citapen. Bersama-sama, kami selalu menjaga kondusivitas di lingkungan pondok pesantren dan lingkungan masyarakat sehingga tidak terjadi aksi demontrasi seperti yang disampaikan media sosial,” paparnya.

Pihaknya juga terus berkomunikasi dengan aktif dengan jajaran Kemenag Kabupaten Bogor dan berkoordinasi dengan UPT PPA DP3AP2KB untuk upaya pendampingan para korban dengan memberikan rehabilitasi psikis dan trauma healing.

“Kami juga berkomitmen untuk menjaga privasi identitas para korban santri laki-laki,” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Laniasari Kembali Nahkodai PORPI Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Laniasari kembali dipercaya memimpin DPC Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI) Kota Bogor untuk periode 2026-2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PORPI Kota Bogor yang digelar, Sabtu (16/5).

Dalam forum tersebut, Laniasari menjadi satu-satunya kandidat yang maju sebagai calon ketua sehingga ditetapkan kembali untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi olahraga pernapasan di bawah naungan KORMI tersebut.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Kota Bogor, Zaenul Mutaqien, mengatakan terpilihnya kembali Laniasari merupakan bentuk apresiasi atas kinerjanya selama memimpin PORPI pada periode sebelumnya.

Menurutnya, PORPI Kota Bogor mengalami perkembangan cukup signifikan dan semakin dikenal masyarakat sebagai salah satu olahraga kebugaran.

“Selamat kepada Laniasari. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan PORPI semakin berkembang di Kota Bogor,” ujar Zaenul.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Ia menilai kiprah PORPI semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir dan hal tersebut tidak lepas dari peran kepemimpinan Laniasari.

“PORPI semakin dikenal masyarakat. Selamat kepada Laniasari dan terus kembangkan olahraga ini di Kota Bogor,” kata Jenal.

Musyawarah cabang tersebut turut dihadiri Ketua DPD PORPI Jawa Barat, Asep Purwatoro, serta perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor.

Sementara itu, Laniasari mengaku bersyukur atas kembali diberinya kepercayaan untuk memimpin PORPI Kota Bogor. Ia menyebut perkembangan organisasi selama ini merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Saya akan berupaya menjalankan amanah ini dengan dukungan dan kebersamaan seluruh anggota agar PORPI semakin maju dan berprestasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, PORPI sebagai organisasi olahraga rekreasi memiliki misi mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui senam dan olahraga pernapasan.

Menurutnya, senam merupakan olahraga yang mudah dijangkau seluruh kalangan sekaligus menjadi sarana membangun kesehatan, kedisiplinan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Ke depan kami berharap PORPI dapat semakin mengajak masyarakat Kota Bogor menjaga kualitas hidup melalui olahraga dan senam,” tutupnya.

** Fredy Kristianto

29 Tim Ramaikan FOMB Jawa Barat 2026

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sebanyak 29 tim ambil bagian dalam Festival Open Marching Band (FOMB) Jawa Barat 2026 yang digelar di GOR Indoor A Pajajaran, Kota Bogor, Minggu (17/5).

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang jatuh pada 3 Juni 2026 mendatang.

Pada gelaran edisi ke-22 ini, peserta terbagi dalam beberapa divisi, yakni 8 tim divisi TK non mandiri, 6 tim divisi TK mandiri, 4 tim divisi junior SD, 8 tim divisi senior pianika, serta 3 tim divisi senior brass.

Ketua Panitia FOMB Jabar 2026, Muhammad Hutri mengatakan, kejuaraan tersebut merupakan agenda tahunan Pengurus Kota Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kota Bogor. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mengembangkan kreativitas, kedisiplinan, serta bakat musik generasi muda sejak usia dini.

“FOMB juga menjadi bagian dari pembinaan PDBI Kota Bogor dalam mencari bibit atlet drum band masa depan,” ujarnya.

Ketua PDBI Kota Bogor, Zenal Abidin menambahkan, FOMB Jabar 2026 bukan sekadar ajang menampilkan kemampuan bermusik, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas anak-anak maupun generasi muda.

“Mari kita sambut seluruh peserta yang tampil hari ini, karena mereka adalah bintang-bintang yang akan menghidupkan panggung FOMB Jabar 2026,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Bogor, Dedi Sumarna menyambut baik pelaksanaan FOMB Jabar 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi PDBI Kota Bogor dalam mengembangkan cabang olahraga drum band.

Menurutnya, Kota Bogor yang akan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Barat 2026 memiliki peluang besar untuk berprestasi, terlebih cabang olahraga drum band akan dipertandingkan di Kota Bogor.

“Kami optimistis cabang olahraga drum band mampu mencapai target tiga medali emas pada Porprov Jawa Barat 2026,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Jalan Menuju Wisata Ciapus–Tamansari Berlubang, Pengendara Keluhkan Bahaya Kecelakaan

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Kondisi jalan menuju kawasan wisata Ciapus–Tamansari mengalami kerusakan dan berlubang sehingga membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di jalur tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat sejumlah lubang di badan jalan dengan diameter sekitar 30 centimeter dan kedalaman mencapai 20 centimeter. Kerusakan jalan tersebut berada di akses yang kerap dilalui masyarakat maupun wisatawan menuju lokasi wisata di wilayah Tamansari.

Salah satu pengendara, Candra, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lebih dari dua bulan dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan.

“Jalan berlubang ini sudah lebih dari dua bulan. Sangat membahayakan pengendara, apalagi kalau malam hari atau saat hujan lubangnya tidak terlihat,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak dapat memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas setiap hari di jalur tersebut.

Ia berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Harapannya segera diperbaiki supaya tidak ada korban kecelakaan, meskipun sampai sekarang belum ada korban,” tandasnya. Yudi

Pemuda di Pasir Jaya Tewas Dipatuk Ular

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dua pemuda asal Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, meregang nyawa akibat dipatuk ular.

Seorang di antaranya orang dinyatakan meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis di Rumah Sakit (RS) Ummi setelah terkena gigitan ular berbisa di kawasan Landbow, RW 13, Pasir Jaya.

​Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa sore (12/5). Saat itu, tiga remaja sedang bermain di area Landbow, sebuah lokasi yang kerap dijadikan warga sebagai tempat olahraga lari pagi.

Di tengah aktivitas tersebut, mereka menemukan seekor ular dengan motif belang dan memutuskan untuk menangkapnya. Belakangan hewan melata tersebut diketahui adalah ular weling, yang berbisa tinggi.

​Saksi mata menyebutkan bahwa para pemuda tersebut tidak menyadari bahwa ular yang mereka tangkap adalah jenis ular berbisa mematikan.

Karena dianggap tidak berbahaya, ular tersebut bahkan sempat dibawa pulang ke rumah oleh mereka.

​”Mereka menganggap itu ular biasa, tidak tahu kalau itu ular belang yang sangat berbisa. Bahkan setelah digigit pun, mereka tidak langsung memberitahu orang tua karena mengira hal itu biasa saja,” ujar salah satu warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut.

​Efek racun baru mulai terasa pada Rabu pagi (13/5). Tubuh kedua korban mulai menunjukkan gejala keracunan hebat hingga harus dilarikan ke fasilitas medis.

Sayangnya, bagi salah satu korban bernama Umar, warga RT 01/RW 15 Kelurahan Pasir Jaya, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

​Sementara itu, rekan Umar yang bernama Hendra, warga RT 02/RW 15 Pasir Jaya, saat ini masih berjuang melewati masa kritis.

Hendra tengah menjalani perawatan intensif di ruang IGD RS Ummi Bogor.

​”Korban atas nama Hendra sekarang masih dirawat di RS Ummi dalam kondisi kritis. Racun ular sudah menyebar sejak pagi tadi,” tambah keterangan dari pihak lingkungan setempat.

​Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor Barat, untuk lebih waspada terhadap kemunculan satwa liar di area terbuka.

Para ahli sering mengingatkan agar warga tidak melakukan kontak langsung atau mencoba menangkap ular jika tidak memiliki keahlian khusus, terutama jenis ular belang (Welang/Weling) yang memiliki racun neurotoksin yang sangat kuat namun sering kali gigitannya tidak menimbulkan rasa sakit yang ekstrem di awal.

​Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban meninggal dunia telah disemayamkan oleh pihak keluarga, sementara tim medis masih terus memantau perkembangan kondisi korban kritis di RS Ummi.

** Fredy Kristianto

Bimba RK Planes Pagelaran Edukasi Keselamatan Lewat Fieldtrip ke Damkar Ciomas

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Bimba RK Planes Pagelaran menggelar fieldtrip edukatif ke Kantor Pemadam Kebakaran Sektor Ciomas yang dipimpin Yulius Jabrail. Kegiatan ini diikuti 84 peserta didampingi orang tua serta enam guru pendamping sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan dan penuh edukasi.

Branch Manager Bimba RK Planes Cabang Taman Pagelaran, Synthia Nusrat mengatakan, kegiatan fieldtrip ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya keselamatan serta mengenalkan profesi pemadam kebakaran.

“Anak-anak diajak melihat langsung fasilitas pemadam kebakaran dan berinteraksi dengan petugas yang setiap hari bertugas menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai alat pemadam kebakaran seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan), fire blanket atau selimut api, hidran, hingga selang air pemadam. Mereka juga mendapatkan edukasi tentang langkah-langkah menghadapi situasi darurat seperti kebakaran maupun kebocoran gas.

Tak hanya itu, para peserta juga dikenalkan lebih jauh mengenai tugas pemadam kebakaran yang ternyata tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membantu masyarakat dalam berbagai kondisi darurat, seperti menangkap ular hingga membantu evakuasi warga.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional anak-anak. Mereka belajar bekerja sama, berani bertanya, serta mengekspresikan rasa ingin tahu melalui interaksi langsung dengan petugas damkar.

Dengan suasana belajar yang interaktif, anak-anak tampak antusias mencoba berbagai peralatan pemadam kebakaran. Pengalaman tersebut membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Kegiatan Fieldtrip

Selain anak-anak, para orang tua juga mendapatkan edukasi keselamatan, khususnya mengenai cara menghadapi kebocoran gas di rumah serta pentingnya segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila membutuhkan bantuan.

Fieldtrip ini sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak agar selalu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Sebagai penutup kegiatan, anak-anak bermain air menggunakan mobil pemadam kebakaran dengan penuh keceriaan. Mereka juga mendapatkan snack berbentuk mobil damkar yang menambah kesan unik dan menyenangkan dari kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak semakin memahami pentingnya keselamatan serta memiliki rasa hormat terhadap profesi pemadam kebakaran sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat. Yudi

Bilaz Coffee Tawarkan Kopi Asli Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bisnis coffee shop di Kota Bogor terus berkembang pesat. Namun, tidak banyak pelaku usaha yang menawarkan kopi asli Bogor sebagai produk unggulan.

Berangkat dari semangat memperkenalkan kopi lokal, Bilaz Coffee Corner hadir di Jalan Curug Mekar Nomor 63, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Coffee shop dengan tagline “Let Coffee Connect Us” itu mengandalkan kopi asal Paseban Puncak, Kabupaten Bogor.

Manajer Bilaz Coffee Corner, Suparman, mengatakan pihaknya sengaja memilih kopi lokal Bogor karena memiliki cita rasa khas dan lebih pekat dibanding kopi dari daerah lain.

“Kami sempat mencoba kopi dari daerah lain, tapi rasanya kurang masuk. Kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa kopi Bogor tidak kalah nikmat dan bisa bersaing,” ujar Suparman kepada wartawan, Rabu (13/5).

Selain memperkenalkan kopi lokal, Bilaz Coffee Corner juga ingin membantu meningkatkan perkembangan petani kopi di Bogor.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Bogor juga punya kopi berkualitas, sehingga warga harus bangga dengan produk daerah sendiri,” katanya.

Bilaz Coffee Corner menyediakan berbagai jenis minuman kopi, mulai dari kopi tubruk robusta seharga Rp16 ribu dan arabika Rp19 ribu. Selain itu, tersedia menu andalan “Kopi Sore” berupa kopi susu gula aren dengan rasa lebih pekat, dibanderol Rp16 ribu untuk ukuran medium dan Rp22 ribu ukuran large.

Tak hanya itu, coffee shop tersebut juga menawarkan menu cold brew premium yang dipadukan dengan soda dan sirup apel. Minuman itu dijual Rp36 ribu ukuran medium dan Rp46 ribu ukuran large.

Selain kopi, Bilaz Coffee Corner menyediakan berbagai makanan seperti rice bowl beef teriyaki, chicken katsu, bakso aci, roti bakar, donat, dan cireng.

Coffee shop ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari area reguler bernuansa industrial, VIP room dengan fasilitas karaoke keluarga dan kursi pijat, meeting room berkapasitas 30 orang dengan layar LED 75 inci, hingga area rooftop untuk kegiatan event dan nonton bareng.

Untuk menarik pengunjung, Bilaz Coffee Corner menyediakan fasilitas photobooth dengan tarif Rp30 ribu serta layanan sisha seharga Rp150 ribu per set.

Suparman mengatakan, Bilaz Coffee Corner menyasar kalangan anak muda dengan konsep tempat nongkrong santai dan tidak formal.

“Kita menyediakan tempat nongkrong anak muda yang lebih santai dan nyaman,” ucapnya.

Bilaz Coffee Corner buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. Selama masa soft opening, pengunjung juga bisa menikmati promo diskon 30 persen selama satu bulan.

** Fredy Kristianto

Karyawan RSUD RH Satibi Goes to Yogyakarta Seizin Sekda dan Bupati

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD RH Satibi, dr. Agus Fauzi, M.Kes angkat bicara mengenai Program Capacity Building atau plesiran ratusan pegawai ke Yogyakarta. Ia memastikan pelaksanaan kegiatan tersebut sudah mendapat izin dari Sekretaris Daerah (Sekda) Ajat Rochmat Jatnika dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

“Waktu itu kami sudah melaporkan ke Pak Sekda dan Pak Bupati. Bapak izin. Jadi kalau tidak diizinkan, kita juga enggak berangkat kan?,” kata Agus saat dihubungi Jurnal Bogor melalui sambungan WhatsApp, Selasa (12/5/2026) malam..

Wadir RSUD RH Satibi menceritakan, saat memberikan izin kegiatan “Goes to Yogyakarta” itu, Bupati berpesan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.

“Yang penting dok, tidak mengganggu pelayanan. Alhamdulillah Pak, karena kita bagi tiga gelombang. Jadi pelayanan tetap normal karena masih ada gelombang lainnya,” kata Agus menjelaskan.

Adapun terkait program efisiensi yang dicanangkan Bupati Bogor, Wadir RSUD RH Satibi mengatakan bahwa kegiatan plesiran ke Yogyakarta tidak menggunakan anggaran APBD. Sumber pembiayaan tamasya ratusan pegawai ke Yogya itu bersumber dari BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) RSUD RH Satibi.

“Jadi tidak ada sepeser pun menggunakan anggaran APBD. Kita menggunakan anggaran sendiri dari rumah sakit,” ujar dia.
Agus menambahkan, Program Capacity Building bagi seluruh pegawai RSUD RH Satibi ini sudah berjalan selama 3 tahun. Program tersebut sudah terencana bagi seluruh karyawan rumah sakit yang dulu bernama RSUD Cileungsi.

Tujuan program, lanjut dia, yaitu peningkatan kapasitas seluruh SDM RSUD ( dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga kesehatan lain, Satpam, OB. Kemudian penguatan sinergitas dan harmonisasi antar jajaran dan meningkatkan etos budaya kerjasama seluruh karyawan.

“Harapannya: agar dpt meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUD RH Satibi Cileungsi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto mendukung program plesiran karyawan RSUD RH Satibi yang diperkirakan menelan biaya miliaran rupiah itu. “Sebenarnya Capacity building itu kebutuhan sdm, yang penting tidak menganggu pelayanan,” katanya.

Seperti diberitakan Jurnal Bogor pada Selasa (5/52026), sebanyak 900 pegawai RSUD RH Satibi di Cileungsi berangkat plesiran wisata ke Yogyakarta pada Senin (4/5/2026). Keberangkatan para pekerja itu akan dibagi dalam 3 kelompok secara bertahap. n-Arie Surbakti

Kelompok Swadaya Masyarakat. Dibekali Teknis Pemeliharaan Drainase Vertikal Untuk Kendalikan Banjir

0

Cibinong | Jurnal Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bogor terus memperkuat upaya penanganan genangan air dan pengendalian banjir lokal melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Lewat Pelatihan Bimbingan Teknis Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam Operasi dan Pemeliharaan Drainase Vertikal Tahun Anggaran 2026, selama 3 hari pada (11-13 Mei 2026)

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan infrastruktur drainase tidak hanya dibangun, tetapi juga berfungsi optimal dan berkelanjutan melalui peran aktif masyarakat.

“Drainase vertikal memiliki peran penting dalam meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi risiko genangan. Namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat, khususnya KSM, dalam pengelolaan dan pemeliharaannya,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, para anggota KSM dibekali pengetahuan teknis terkait operasi dan pemeliharaan drainase vertikal, sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga fungsi infrastruktur lingkungan di wilayahnya masing-masing.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mewujudkan kawasan permukiman yang sehat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan perubahan lingkungan seperti peningkatan limpasan air hujan dan berkurangnya daya resap tanah.

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Kegiatan Bimtek ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap penguatan infrastruktur berbasis masyarakat.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan KSM dapat semakin profesional, sigap, dan berdaya dalam menjaga sistem drainase lingkungan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat luas.

Disdik Kabupaten Bogor Gelar Porseni dan Penguatan Karakter Peserta Didik PAUD

0

Caringin | Jurnal Bogor – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor bidang Pauddikmas seksi PDPK menggelar kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) serta pembangunan karakter peserta didik PAUD yang diikuti sekitar 200 anak didik PAUD. Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Pesona Caringin, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa sportivitas dan kejujuran sejak usia dini, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk membangun rasa percaya diri dan mengembangkan kreativitas. Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, dan toleransi antar peserta didik serta mempererat hubungan antar satuan pendidikan PAUD.

Kepala Bidang PAUD Dikmas Kabupaten Bogor, Siswanto, mengatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter anak, termasuk dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sebagai bagian dari pendidikan antikorupsi sejak dini.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan panduan pendidikan antikorupsi yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni melalui pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) menjadi langkah nyata dalam membangun generasi berkarakter sejak PAUD. Melalui kegiatan seperti Lomba Senam 7 KAIH yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Bidang PAUD, anak-anak dibiasakan hidup sehat, disiplin, percaya diri, bekerja sama, serta memiliki sikap jujur dan bertanggung jawab,” ujar Siswanto.

Ia menambahkan, pendidikan karakter dan budaya antikorupsi perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai dasar membentuk generasi Indonesia yang hebat dan berintegritas. Yudi