30.7 C
Bogor
Tuesday, June 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 52

BuitenJazz Hidupkan Musik Legend Jazz Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Seni pertunjukan kini mulai bergeliat di Kota Bogor, dan hal itu menjadi angin segar bagi komunitas musik. Salah satunya melalui Buitenjazz, yang merupakan gerakan pecinta musik jazz Kota Bogor, yang didirikan sejak 2023 lalu, terus bertransformasi menjadi sebuah komunitas besar yang mengakomodir para pecinta musik jazz dan rutin menggelar event ataupun festival di ‘Kota Hujan’.

Inisiator Buitenjazz Nanang Yuswanto mengatakan, Buitenjazz pertama hadir di Kota Bogor tahun 2023 lalu, sebuah wadah untuk mengakomodir komunitas-komunitas dan pecinta musik jazz di Kota Bogor. Dengan Buitenjazz, banyak kegiatan-kegiatan yang akhirnya menghidupkan kembali musik jazz dan mengaktivasi komunitas pecinta musik jazz.

“Sejak 2023 lalu, kami terus mengaktivasi berbagai kegiatan komunitas pecinta musik jazz di Kota Bogor dengan beragam kegiatan. Kami juga memprogramkan lokal kreatif melalui musik pertunjukan, karena di Kota Bogor banyak pecinta musik jazz,” katanya kepada wartawan, Selasa (10/3).

Buitenjazz juga terus mengakomodir musisi dan komunitas pecinta jazz, diantaranya dengan menggelar kegiatan rutinitas seperti festival kecil secara rutin dengan mengedepankan komunitas lokal Kota Bogor.

“Kegiatan rutin itu salah satu bentuk mengakomodir musisi atau komunitas. Tentu dengan kegiatan festival akan membawa dampak dari sisi ekonomi, baik untuk Kota Bogor ataupun diluar Bogor. Kami juga mengajak para UMKM lokal, komunitas lokal untuk bergabung di festival nanti,” tuturnya.

Menurut dia, Buitenjazz akan menggelar konser akbar yang akan digelar pada Juni 2026 mendatang.

“Saat ini sedang dilakukan persiapan. Yaa, konser akbar akan kami gelar nanti di bulan Juni. Tentunya konser itupun untuk menjawab dan mengakomodir para pecinta musik jazz di Kota Bogor,” kata dia.

Inisiator lainnya Triono mengatakan, Buitenjazz di Kota Bogor sudah beberapa kali menggelar festival dengan melibatkan para musisi, baik dari Bogor ataupun diluar Bogor.

“Saat ini homebase BuitenJazz berlokasi di Kopi Wangsa Jalan Baranansiang Indah, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Secara rutin, Buitenjazz juga menjadi wadah bertemunya para pecinta musik jazz dari berbagai daerah, bukan hanya dari Bogor,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, menyampaikan, ketika ada sebuah wadah ingin memajukan perekonomian di Kota Bogor, maka harus didukung. Buitenjazz ini sebuah wadah kreatifitas yang kedepannya memiliki berbagai event untuk memajukan sektor perekonomian, UMKM maupun bisnis di Kota Bogor.

“Dari sisi bisnis, Buitenjazz ini memang bagus, apalagi akan ada konsep kegiatan secara rutin dalam memajukan perekonomian di Kota Bogor melalui jalur musik atau komunitas musik. Kita mendukung siapapun yang akan memajukan Kota Bogor, terutama di bidang ekonomi dan bisnis,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Dede Chandra Sasmita Laksanakan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Bersama Para Guru di Ciampea

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, H. Dede Chandra Sasmita, melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah bersama para tenaga pendidik dari sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Bogor. Kegiatan ini digelar di Pendopo YBDCS, Ciampea, Kabupaten Bogor, dan dihadiri oleh para dewan guru dari PAUD Fathurrohman, SMP PGRI Cikupa, SMK Statika Leuwiliang, serta SMK Komputer Indonesia.

Kegiatan pengawasan ini menjadi bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD dalam memastikan bahwa kebijakan dan program pemerintah daerah berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, H. Dede Chandra Sasmita menyampaikan bahwa tenaga pendidik memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat. Oleh karena itu, aspirasi para guru menjadi hal penting yang harus didengar oleh wakil rakyat.

“Guru merupakan garda terdepan dalam membangun masa depan generasi bangsa. Melalui kegiatan pengawasan ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan pemerintah daerah benar-benar mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta kesejahteraan para tenaga pendidik,” ujar H. Dede Chandra Sasmita.

Selain berdialog dan menyerap aspirasi para guru, kegiatan tersebut juga diisi dengan momen kebersamaan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pada kesempatan itu, H. Dede Chandra Sasmita turut membagikan bingkisan Idul Fitri dan THR kepada seluruh peserta sebagai bentuk perhatian dan apresiasi kepada para tenaga pendidik yang hadir.

Kepala Sekolah SMK Statika Leuwiliang, Yamto, S.Ag, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada sekolah dan para guru.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak H. Dede Chandra Sasmita yang telah memberikan perhatian kepada sekolah kami. Kegiatan seperti ini sangat berarti bagi kami para guru karena selain menjadi ruang menyampaikan aspirasi, juga menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan,” ungkap Yamto.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga komunikasi antara wakil rakyat dan para tenaga pendidik dapat terjalin semakin baik.

Melalui kegiatan pengawasan ini, diharapkan berbagai masukan dari para guru dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan serta program pembangunan di bidang pendidikan di Provinsi Jawa Barat.

(Yev**)

Jalan Calobak Tamansari Tertutup Banjir Lintasan, Diduga Dampak Proyek

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Hujan deras yang disertai angin kencang pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB menyebabkan banjir lintasan di Jalan Calobak, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Air bercampur tanah terlihat mengalir deras hingga menutupi badan jalan. Kondisi tersebut membuat jalan menjadi licin dan membahayakan pengendara yang melintas di jalur tersebut.

Diduga, banjir lintasan tersebut terjadi akibat material tanah dari area proyek milik PT PMC yang terbawa aliran air hujan hingga ke badan jalan.

Salah seorang pengendara yang melintas mengatakan, material tanah, batu, dan kerikil menutupi sebagian jalan sehingga pengendara harus lebih berhati-hati.

“Iya, tanah dan batu kerikil menutupi jalan. Pengendara harus hati-hati karena banyak kerikil dan batu sampai ke tengah jalan,” ujarnya.

Para pengendara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Jalan Calobak, terutama saat hujan deras, guna menghindari risiko kecelakaan. Yudi

Jalan Perempatan Cipadung Tamansari Rusak Parah, Pengendara Diminta Waspada

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Jalan di perempatan Cipadung, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan tersebut diduga akibat tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan di lokasi, terlihat lubang cukup besar di bagian tengah jalan yang tergenang air. Kondisi ini membuat para pengendara harus ekstra berhati-hati saat melintas agar tidak terjadi kecelakaan.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Rahman, mengatakan kerusakan jalan tersebut sebenarnya sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir. Namun, kondisi jalan kini semakin memburuk karena sering diguyur hujan.

“Aspal jalannya terkikis oleh air hujan yang terus turun, sehingga kerusakannya semakin parah. Sampai sekarang juga belum ada perbaikan dari pihak terkait,” ujar Rahman, Selasa (10/3/2026).

Ia berharap pemerintah atau instansi terkait segera melakukan perbaikan agar kondisi jalan kembali layak dilalui dan tidak membahayakan pengguna jalan.

Para pengendara yang melintas pun diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat malam hari atau ketika jalan tergenang air, karena lubang di jalan tidak terlihat dengan jelas. Yudi

Kepala UPT Tata Bangunan Guntur Jarang Ngantor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kantor Unit Pelaksana Teknis Tata Bangunan dan Permukiman Wilayah 1 diterpa isu perpecahan internal. Itu diduga disebabkan kepala UPT jarang masuk kantor.

“Tulis aja pak, memang jarang ngantor,” kata Pengawas Tata Bangunan Wilayah Citeureup, George Dion saat ditemui Jurnal Bogor, Selasa (10/3/2026).

Menurut George, sebelumnya kepala UPT Guntur lebih banyak aktif sebagai Kasubag Rumah Tangga di Sekretariat Daerah.

“Udah lama nggak ngantor, dia lebih sering ngantor di setda,” ujar George.

George mengaku tak tahu saat diinfokan bahwa Kepala UPT Guntur sudah tak lagi rangkap jabatan sebagai Kasubag Rumga dan kini telah definitif bertugas sebagai Kepala UPT Tata Bangunan Wilayah 1 Cibinong. “Nggak tau saya kalau soal itu. Setahu saya dia jarang ke kantor dan lebih banyak di setda,” tandas George Dion.n Firdaus

Jasa Penukaran Uang Receh dan Baru Menjamur di Sepanjang Jalan di Cibinong

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Pemandangan deretan penyedia jasa penukaran uang pecahan kecil kini mulai menghiasi berbagai sudut jalan di kawasan flyover Cibinong, Jalan Raya Bogor–Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Fenomena tahunan ini menandai semakin dekatnya perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, di mana kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai baru untuk tradisi salam tempel atau pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) meningkat tajam.

Di kawasan flyover Cibinong, Jalan Raya Bogor–Jakarta, Cibinong, Kabupaten Bogor, belasan penyedia jasa penukaran uang tampak berjejer di sepanjang trotoar dekat arus kendaraan. Setidaknya terpantau ada sekitar 11 lapak yang beroperasi di lokasi tersebut.

Para penyedia jasa menawarkan berbagai pecahan uang baru kepada pengguna jalan yang melintas, mulai dari Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000.

Kondisi serupa juga terlihat di beberapa titik lain di wilayah Cibinong. Para penyedia jasa memanfaatkan lokasi strategis seperti kawasan sekitar Situ Cibinong serta area flyover untuk menjajakan uang pecahan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Meningkatnya permintaan uang pecahan menjelang Lebaran membuat bisnis musiman ini kembali marak setiap tahunnya.

Penulis : Leonita

Sepanjang Jalan Ciampea–Tenjolaya Rusak Parah, Belum Tersentuh Perbaikan Pemda.

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Ruas Jalan Abdul Fatah di Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum mendapat perbaikan dari pemerintah daerah.

Jalan yang menjadi penghubung antara Kecamatan Ciampea dan Kecamatan Tenjolaya itu kondisinya berlubang hampir di sepanjang ruas. Kerusakan bahkan semakin parah saat musim hujan, ketika genangan air membuat jalan terlihat seperti dasar sungai.

Sejauh ini, penanganan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor dinilai belum maksimal. Melalui UPTD Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV Ciampea, dinas tersebut hanya memasang plang peringatan bertuliskan “Hati-Hati Kurangi Kecepatan Jalan Rusak” di beberapa titik yang kondisinya paling parah.

Warga sekitar mengaku geram karena kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan hanya ditambal sementara, namun kembali rusak setiap tahun.

“Jalan rusak dibiarkan. Kantor kecamatan bisa dibagusin, tapi jalan rusak terus. Saya harap cepat diperbaiki,” ujar seorang warga, (Er), Senin (9/3/2026).

Kekecewaan warga juga dipicu oleh pembangunan ulang Kantor Kecamatan Ciampea yang baru selesai pada akhir 2025.

Menurut warga, perbaikan infrastruktur jalan seharusnya menjadi prioritas karena digunakan masyarakat setiap hari.

Selain rusak, kondisi jalan juga dinilai berbahaya pada malam hari. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) membuat pengendara, terutama pengendara sepeda motor, kesulitan menghindari lubang di jalan.

Sebelumnya, betonisasi memang pernah dilakukan pada sebagian ruas menuju arah Desa Cinangka beberapa tahun lalu. Namun hingga kini, perbaikan belum menyentuh bagian jalan yang setiap tahun mengalami kerusakan parah.

“Di atas arah Desa Cinangka sebagian sudah dibeton beberapa tahun lalu.

Tapi sekarang belum ada lagi. Kalau malam ngeri, lampunya kurang. Sudah rusak, jalannya juga gelap,” ungkap warga.

Penulis: Leonita

Wujudkan Reformasi Birokrasi, UPT Pelatihan Teken Komitmen Zona Integritas

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi menandatangani komitmen bersama dalam rangka pencanangan Zona Integritas dan penguatan keterbukaan informasi publik, Senin (9/3/2026), di BBPMKP Ciawi, Bogor.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah untuk memperkuat implementasi keterbukaan informasi publik di lingkungan BBPMKP.

Melalui pencanangan Zona Integritas dan penandatanganan komitmen tersebut, seluruh jajaran BBPMKP menyatakan kesiapan untuk menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Pegawai juga berkomitmen untuk tidak melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme serta bekerja secara jujur dan bertanggung jawab.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa reformasi birokrasi dan keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Keterbukaan informasi publik memungkinkan masyarakat ikut mengawasi serta berpartisipasi dalam pembangunan pertanian melalui penyediaan informasi yang transparan, akurat, dan mudah diakses,” ujar Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti. Menurutnya, keterbukaan informasi publik menjadi sarana penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

“Keterbukaan informasi publik tidak hanya menjadi kewajiban lembaga pemerintah, tetapi juga bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan yang diberikan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BBPMKP selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana bersama seluruh aparatur juga menegaskan komitmen dalam mendukung keterbukaan informasi publik melalui penyediaan layanan informasi yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, mengatakan penandatanganan komitmen ini merupakan langkah penting dalam membangun budaya kerja yang berintegritas sekaligus memperkuat transparansi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

“Komitmen ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Di saat yang sama, keterbukaan informasi publik juga harus terus kita dorong sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Sukim.

Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas semakin kuat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di lingkungan BBPMKP, sehingga mampu mendukung terwujudnya birokrasi yang bersih, melayani, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

(Restu/BBPMKP)

Ribuan Pengelola Dapur MBG Ikuti Bimtek Higiene Sanitasi di Tangerang

0

Tangerang | Jurnal Bogor
Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada 7–8 Maret 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di delapan wilayah Kantor Koordinasi Program Pemenuhan Gizi (KPPG) yaitu KPPG Jakarta, KPPG Bogor, KPPG Bandung, KPPG Cirebon, KPPG Semarang, KPPG Sleman, KPPG Surabaya, dan KPPG Jember, dengan jumlah peserta mencapai 500 orang setiap harinya.

Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur yang terlibat langsung dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), antara lain Kepala SPPG, Mitra/Yayasan pengelola, Pengawas Gizi, Asisten Lapangan (Aslap), serta Juru Masak. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para penjamah makanan dalam menerapkan standar higiene dan sanitasi pangan, sekaligus mempercepat proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur-dapur SPPG yang menjadi bagian penting dari implementasi Program MBG.

Kegiatan dibuka secara hybrid oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa makanan bergizi merupakan hak seluruh anak di Indonesia, sehingga kualitas penyediaan makanan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pelaksanaan bimbingan teknis ini sangat strategis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi nasional melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan para penjamah makanan.

Sony Sonjaya juga menyampaikan bahwa Program MBG saat ini telah berkembang pesat dengan keterlibatan masyarakat yang sangat besar, yang ditunjukkan dengan berdirinya lebih dari 25 ribu SPPG di seluruh Indonesia, sebagian besar diinisiasi oleh mitra atau yayasan dari masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat di dapur SPPG menjadi langkah penting untuk memastikan standar keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga.

Di Tangerang kegiatan berlangsung di Grand Serpong Hotel, Sabtu-Minggu (7-8/3/2026) yang diikuti seribuan peserta dari perwakilan SPPG, relawan, mintra/yayasan yang terlibat aktif dalam penyaluran program MBG untuk melakukan sertifikasi SPPG.

Sony Sonjaya juga mengatakan setelah beberapa waktu tidak melaksanakan kegiatan, hari ini pihaknya memulai kembali pelatihan penjamah makanan dan percepatan SLHS.

“Pelatihan penjamah makanan ini, salah satu persyaratan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan dengan SLHS ini kegiatan Program Makan Bergizi gratis (MGB) atau produksi-produksi makan bergizi dilaksanakan pada satu tempat yang memang sarana-prasarananya itu sudah terjamin kebersihannya, kesehatannya. Makanya disebut laik higiene sanitasi kesehatan,” paparnya, Sabtu (7/3/2026).

Disampaikannya, poin tersebut sangat penting, karena itu pihaknya mengarahkan kepada seluruh KSPPG untuk mengingatkan mitra-mitranya dari sejak dinyatakan operasional sampai 30 hari harus segera mendaftar untuk proses SLHS.

“Apabila 30 hari daftar saja belum, maka BGN akan suspend atau hentikan operasional SPPG,” tegasnya.

Menurutnya, sampai tadi malam sudah ada 25.061 SPPG yang sudah kami lakukan pemeriksaan atau inspeksi-inspeksi ke lapangan oleh jajaran Direktur Pemantauan dan Pengawasan.

“Langsung disana diketahui ada beberapa SPPG yang tidak memenuhi persyaratan. Baru kemudian langsung diberi SP, surat peringatan kesatu, surat peringatan kedua, dan ada juga yang langsung dihentikan,” katanya.

“Contoh pada waktu saya langsung datang ke satu tempat di satu Provinsi, melihat sarana prasarana ini benar-benar memang tidak layak dan langsung saat itu juga dihentikan, karena memang saranannya betul-betul tidak layak. Kita cek itu dari mulai sirkulasi udara, suhu ruangan seperti apa pada saat produksi, termasuk ipalnya.Ipal, ada yang ipal hanya berupa septic tank,” sambung Sony.

“Disamping itu, acara ini juga untuk meningkatkan persentase TPP yang memenuhi persyarakatan administratif dan teknis SLHS. Kami juga memfasilitasi pemenuhan syarat mandiri inspeksi kesehatan lingkungan minimal 80 persen. Serta, mempercepat penertiban SLHS melalui pendampingan pendaftaran di sistem OSS,” ungkapnya.

Sony juga menekankan Bimtek SLHS fokus pada penerapan prinsip higiene sanitasi pangan siap saji. “Yang meliputi 6 prinsip Higiene Sanitasi Makanan, Higiene Perorangan, Sanitasi Tempat dan Bangunan, Sanitasi Peralatan, dan Standar Baku Mutu,” ujarnya.

“Dengan demikian program MBG ini dapat dilakukan dengan peningkatan mutu atau kualitas sehingga akan menjadi MBG yang berdampak positif bagi generasi kita,” tegasnya.

Untuk itu, Sony mengimbau kepada KSPPG untuk memiliki 3 media sosial ini wajib dimiliki, fungsi dari media sosial itu sebagai sarana komunikasi antara KSPPG dengan masyarakat.

“Jadi SPPG wajib menginformasikan hari ini menunya apa, kandungan, gizinya termasuk harganya berapa. Misalkan hari ini nasi, kemudian ayam teriyaki, lalu steam wortel dan buncis, buahnya pisang, nah Itu harus ada harganya,” beber Sony.

Ia pun meminta, silakan masyarakat memonitor bagaimana dilapangan, sesuaikan dengan harga yang memang betul-betul real dan fakta. “Misalkan pisang, pisang itu berapa? Misalkan Rp1.500 satu biji pisang ya, satu putih,” lanjut Sony.

Jika dilapangan menemukan yang tidak sesuai, katanya, langsung protes ke media sosial yang dimiliki SPPG tersebut. Atau bisa juga menghubungi hotline di 127 atau ada juga nomer WhattApp dan telepon.

Pada kesempatan pembukaan di KPPG Cirebon, Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan Badan Gizi Nasional, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga oleh cara pengolahan, penyimpanan, dan penyajiannya.

Menurutnya, standar keamanan pangan harus diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan operasional dapur SPPG. Ia juga menekankan bahwa melalui kegiatan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan dan Percepatan SLHS, pemerintah ingin memastikan seluruh petugas yang terlibat memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran yang memadai dalam menjalankan tugasnya di masing-masing SPPG.

“Selain itu, percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi salah satu prioritas penting sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban SPPG dalam menyediakan makanan bergizi yang aman, higienis, dan memenuhi standar sanitasi,” tandasnya.

** Wawan Hermawanto

Desa Kopo Masih Dikotori Sampah

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Wilayah Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang merupakan desa paling luas wilayahnya masih kesulitan menangani sampahnya. Di wilayah ini masih masih banyak warga yang membuang sampahnya ke kali.

Bahkan hasil penelusuran, di sebuah kampung yang berbatasan dengan Cijulang, Desa Sukakarya terdapat pembuangan sampahnya yang kondisinya cukup memprihatinkan.

Selain menimbulkan bau busuk, tempat pembuangan sampah itu tepat di bibir sungai Cisarua. Hal ini menyebabkan gunungan sampah itu sering tumpah ke badan sungai yang akhirnya terbawa hanyut ke hilir.

“Jika sampahnya terlalu banyak dan menggunung tinggi biasanya suka tumpah ke sungai. Lokasi tersebut kini menjadi tempat pembuangan sampah dari beberapa kampung, ” ujar Adi, seorang pemulung, Senin (9/3/2026).

Adanya hal tersebut, salah seorang warga yang merasa tidak nyaman dengan kondisi itu mengunggah video ke media sosial terkait kotornya wilayah itu.

“Penangan sampah di Desa Kopo harus benar-benar ditangani secara serius. Karena penanganan selama ini belum maksimal. Terbukti, di lokasi dekat jembatan sungai Cisarua kini menjadi tempat pembuangan sampah, ” tutur Karim.

Sementara itu dikatakan warga lainnya, Dodi, wilayah Desa Kopo terlalu luas. Pemerintahan desa harus bekerja lebih keras untuk melakukan penangan sampahnya.

“Kita perhatikan, angkutan DLH hanya mengambil sampah yang sudah disiapkan di tepi jalan utama saja. Sementara sampah yang jauh dari jalan utama tidak tertangani, akhirnya ditempat penampungan sampah itu kondisi sampahnya semakin bertambah. Dengan demikian, diperlukan langkah-langkah lebih serius oleh pemerintah desa untuk menangani sampah di sini, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna