35.2 C
Bogor
Sunday, September 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 50

KDM Bisa Digugat ke PTUN

0

Bogor | Jurnal Bogor
Polemik penutupan sementara tambang di Bogor Barat memunculkan wacana hukum tentang peluang menggugat kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

“Langkah hukum ini bisa menjadi jawaban bagi warga Rumpin, Cigudeg, dan Parungpanjang, yang menuntut Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mencabut moratorium aktivitas tambang yang diberlakukan sejak September 2025 lalu,” kata Praktisi Hukum, Suhendar, S.H, M.M kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ia mengatakan, bagi individu atau kelompok masyarakat yang merasa dirugikan dari kebijakan Gubernur KDM, dapat menguji Keabsahan Surat Gubernur ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena merupakan administrasi negara dan kebijakan ini memiliki celah hukum untuk diuji.

Adapun kebijakan penghentian sementara tersebut tertuang dalam Surat Nomor 7920/ES.09/PEREK tertanggal 25 September 2025. Meski bertujuan untuk penataan, fakta di lapangan menunjukkan adanya stagnasi ekonomi yang masif, mulai dari pengusaha tambang berizin hingga rantai pasok material konstruksi nasional.

“Yang pertama adalah Surat Gubernur sebagai Objek Sengketa Tata Usaha Negara (PTUN),” ucap Suhendra.

Menurut Suhendar, berdasarkan Pasal 1 angka 9 UU No. 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebuah surat keputusan dapat menjadi objek gugatan jika memenuhi unsur:

  • Konkret: Surat tersebut secara nyata menghentikan aktivitas tambang di lokasi tertentu (Rumpin, Cigudeg, Parungpanjang);
  • Individual: Ditujukan secara spesifik kepada para pemegang IUP di wilayah tersebut;
  • Final: Surat tersebut sudah memiliki kekuatan hukum yang wajib dilaksanakan sejak tanggal ditetapkan, sehingga menimbulkan akibat hukum.

Kemudian yang kedua, lanjut Suhendar, Pelanggaran Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB). Gugatan di PTUN dapat didasarkan pada dugaan pelanggaran AAUPB, khususnya:

  • Asas Kepastian Hukum: Para penambang yang telah memiliki izin resmi (legal) merasa haknya dirampas tanpa adanya pelanggaran spesifik yang mereka lakukan secara personal;
  • Asas Kemanfaatan dan Proporsionalitas: Penutupan menyeluruh (gebyah-uyah) yang juga memukul pengusaha berizin dan memutus rantai ekonomi (pekerja bongkar muat, UMKM, hingga industri semen) dianggap tidak proporsional dibandingkan tujuan penataan yang ingin dicapai.

“Yang ketiga adanya Kerugian Riil dan Potensial. Hal ini karena tindakan pemerintah yang menimbulkan kerugian bagi warga atau kelompok tertentu memberikan legal standing (hak gugat) bagi pihak terdampak, ” jelasnya.

Ia menambahkan, perusahaan yang telah menanamkan investasi besar dan memiliki legalitas lengkap berada dalam posisi hukum yang kuat untuk menuntut pembatalan surat tersebut, atau setidaknya meminta pengecualian bagi mereka yang patuh aturan.

“Kebijakan pemerintah dalam melakukan penataan wilayah memang diatur oleh Undang-Undang, namun tidak boleh menabrak hak-hak perdata yang telah diberikan melalui izin resmi sebelumnya,” Suhendar menegaskan.

Dia menceritakan, secara hukum langkah Gugatan PTUN adalah jalur konstitusional yang paling tepat. Pengadilan akan menguji apakah Surat Nomor 7920/ES.09/PEREK tersebut memiliki dasar hukum yang kuat (wewenang), apakah prosedurnya sudah benar, dan apakah substansinya tidak melanggar hak-hak publik dan pelaku usaha yang telah legal.

“Jika ditemukan adanya penyalahgunaan wewenang (detournement de pouvoir) atau tindakan sewenang-wenang (willekeur), maka PTUN berwenang membatalkan surat tersebut,” pungkasnya. n- Asep Sayyev

Manfaatkan Lahan Jadi Produktif, Warga Batutulis Tanam Tanaman Apotek Hidup

0

‎

‎‎Nanggung l Jurnal Bogor
‎‎Warga dilingkungan RW 04 di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor memanfaatkan lahan menjadi lebih produktif dengan ditanami bermacam tanaman apotek hidup.‎

‎Penanaman bermacam  jenis tanaman obat herbal tersebut agar ada pelestarian sekaligus penghijauan di area Lapangan Pemersatu Batutulis.‎

‎‎”Saat ini yang ditanam seperti jahe merah, kunyit, kencur, daun sirih dan daun pandan,” kata salah satu penggiat lingkungan, Guntur Kepada Jurnal Bogor, Senin (18/5/2026).‎

‎Penataan lahan dengan ditanami bermacam tanaman  obat dengan menggunakan  media tanam polybag itu memanfaatkan bantuan pupuk kompos dari PT Antam.‎

‎”Pelestarian tanaman obat ini, menjadi sarana pengetahuan dan ruang edukasi bagi anak- anak,” paparnya.‎‎

‎Ditengah padatnya penduduk, area lapangan menjadi media penghijauan dan sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak sekolah.‎

‎Tak hanya aktivitas olahraga, nantinya sejumlah murid di sekolah PAUD pun  bisa dikenalkan sejak dini keberadaan bermacam tanaman apotek hidup.‎

‎”Budidaya tanaman obat selain bermanfaat, tentunyan untuk pelestarian dalam menjaga kekayaan alam Indonesia,” tukasnya.

** Arip Ekon

‎

‎

‎

‎

‎

PTPN Periksa Patok Batas Tanah

0

Megamendung | Jurnal Bogor
PTPN 1 Regional II yang berkedudukan di Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kini tengah menerjunkan para petugas lapangannya. Mereka yang didampingi satu anggota TNI dari Koramil Cisarua itu untuk melakukan pemeriksaan patok sebagai batas tanah antara tanah HGU dengan tanah adat milik warga, dan batas dengan pihak Perhutani juga TNGP.

Ditemui di Kampung Arca Domas, Desa Sukaresmi, Megamendung, Wanda, petugas dari PTPN mengatakan, kegiatan pemeriksaan tapal batas tersebut merupakan tugas rutin yang selalu dilakukan oleh pihak perkebunan. Hal ini konsisten dilakukannya untuk mencegah terjadinya penyerobotan terhadap batas tanah HGU.

“Sudah tiga hari kita melakukan pemeriksaan patok patok tanah HGU. Patok yang kita periksa adalah patok yang dipasang di perbatasan dengan tanah pihak lain. Seperti perbatasan dengan tanah adat, TNGP, dan Perhutani. Jika patok yang lama hilang, ini kita pasang lagi dengan yang baru, ” ujar Wanda.

Selama melakukan pemeriksaan patok patok tersebut, para petugas PTPN tidak mendapat hambatan dari pihak lain.

“Sudah tiga hari kita melaksanakan tugas ini, dan kita juga dikawal anggota Babinsa dari Koramil Cisarua, juga security dari perkebunan. Hingga saat ini, aktivitas kita berjalan kondusif, ” pungkas Wanda.

** Dadang Supriatna

Minim PJU Hingga Rawan Begal, Warga Ciaruteun Ilir Desak Pemkab Bogor Segera  Pasang PJU

0

‎

‎‎Cibungbulang l Jurnal Bogor
‎‎Warga di lingkup Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor kembali mempertanyakan  Pemkab Bogor yang tak kunjung memasang  Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan lapangan tembak di Kampung Bubulak, Ciaruteun Ilir yang rawan kejahatan begal.‎

‎‎Kepala Dusun 04 Desa Ciaruteun Ilir Wahyudin menyatakan, rencana Pemkab Bogor melalui Dishub akan memasang  PJU hingga kini  belum juga ada realisasinya.‎

‎”Sudah diusulkan sebelumnya, kami bersama para ketua RT lainnya telah mengusulkan untuk segera adanya pemasangan PJU tersebut namun saat ini belum juga ada tanda-tanda kapan PJU itu akan dipasang. ‎30 PJU kami usulkan, namun sudah dipertengahan di bulan Mei 2026 ini, PJU pun tak kunjung dibangun,” kata Wahyudin kepada Jurnal Bogor.‎

Dia mengaku sempat menanyakan ke Dishub terkait progres pengajuan pemasangan PJU, namun sejauh ini infonya masih proses  pengajuan. “‎Kami tanyakan, kata pihak Dishub masih pengajuan,” kata dia.

‎‎Menurutnya, kondisi ini  darurat karena kondisi gelap gulita di jalanan tersebut pengguna jalan kerap khawatir terjadinya  kejahatan kawanan begal.

‎‎”Mengingat minimnya penerangan. Kami minta Pemkab Bogor segera adanya kejelasan untuk rencana pemasangan PJU,” tandas Wahyudin.

** Arip Ekon

‎

‎

‎

‎

‎

Semarak “Teras Active Fun Roller Skate”: Padukan Keseruan Olahraga, Edukasi Nutrisi Anak, hingga Workshop Parenting Membentuk Mental Juara

0

Bogor | Jurnal Bogor
Menghadirkan kegiatan akhir pekan yang berbobot dan komprehensif bagi keluarga, Teras Junior berkolaborasi dengan Bogor Roller Skate (BROS) Academy dan Penerbit Erlangga sukses menggelar acara “Teras Active Fun Roller Skate” pada Sabtu (16/5) di area eksklusif Teras by Plataran, Summarecon Bogor.

Tidak sekadar ajang rekreasi, acara ini juga membekali para orang tua dengan ilmu parenting yang mendalam serta edukasi nutrisi esensial bagi anak.

Berlangsung secara Invitation Only, acara dimulai sejak pagi hari dengan memberikan ruang bagi anak-anak untuk meluncur bebas dan menikmati serunya bermain sepatu roda. Untuk menambah kemeriahan, pihak penyelenggara juga memanjakan anak-anak dengan berbagai aktivitas interaktif, seperti Coloring Competition, Donut Decoration, hingga fasilitas Kids Corner yang aman dan nyaman.

Memahami tingginya kebutuhan fisik anak-anak yang aktif berolahraga, acara ini turut menghadirkan sesi pemaparan edukatif dari Seku. Sebagai sorotan, Seku diperkenalkan sebagai produk susu whey protein pertama di Indonesia yang diformulasikan secara khusus untuk anak-anak dan remaja berusia 4 hingga 17 tahun.

Terkait hal ini, Anis Fuad, S.Pd, Owner Seku sekaligus Sport Science Consultant, memberikan pandangannya mengenai pentingnya asupan gizi pendamping bagi atlet muda.

“Kami merancang Seku untuk menjawab kebutuhan nutrisi spesifik anak-anak dan remaja yang memiliki aktivitas fisik tinggi. Asupan protein yang tepat sangat krusial tidak hanya untuk pemulihan otot setelah berolahraga, tetapi juga untuk mendukung tumbuh kembang mereka secara keseluruhan agar dapat terus bergerak aktif dan meraih prestasi maksimal,” jelas Anis Fuad.

Sementara anak-anak asyik beraktivitas, para orang tua diajak menyelami sesi Workshop Parenting yang sangat inspiratif bersama narasumber ahli, Vidya Dwina Paramita (@vidyadparamita). Sesi yang didukung oleh Rimba Kenari dan Filosofi Montessori Indonesia ini mengangkat tema “Parenting VOC vs Parenting Kekinian: Yang mana yang membawa anak kita bermental juara?” untuk mengupas formulasi pola asuh terbaik dalam mencetak generasi yang tangguh.

Pemilihan lokasi acara di Teras by Plataran Summarecon Bogor terbukti sangat mendukung jalannya seluruh rangkaian kegiatan yang melibatkan banyak massa dan aktivitas fisik ini.

“Teras by Plataran hadir sebagai family-friendly restaurant yang nyaman untuk keluarga maupun berbagai acara spesial. Khususnya Teras by Plataran Summarecon Bogor, dengan konsep stand alone venue, sangat cocok digunakan untuk event olahraga, gathering, hingga community event dengan suasana yang luas, eksklusif, dan nyaman,” ujar Izzati Zahrina Rizqi, Marketing Communication Teras by Plataran.

Senada dengan visi tersebut, Wino Bharata selaku Ketua Umum Bogor Roller Skate (BROS) Academy turut menegaskan komitmen akademi dalam memfasilitasi minat dan bakat anak-anak.

“Kami dengan bangga mendukung perkembangan olahraga sepatu roda di Bogor sebagai bagian dari komitmen kami dalam memajukan gaya hidup aktif, sportivitas, dan prestasi generasi muda. Semoga dengan adanya support dari pihak-pihak terkait dan sponsor dapat melahirkan lebih banyak atlet di Kota Bogor yang berprestasi dan komunitas yang solid,” pungkas Wino Bharata.

Kesuksesan event yang memadukan olahraga, edukasi nutrisi, dan ilmu pola asuh ini tentunya terwujud berkat sinergi dari berbagai pihak. Penyelenggara menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor, yakni: Arunika Flower Bar, Diamond (PT. Sukanda Djaya), Lotus Biscoff, Evian Natural Spring Water, Peek A Bee, dan Seku.

Melalui kolaborasi strategis ini, diharapkan ekosistem keluarga yang sehat, aktif, dan bermental juara dapat terus terbangun dan menginspirasi masyarakat luas.

(Wawan Hermawanto)

Hadirkan Edukasi Anak Usia Dini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Gandeng GAA dan INAKO

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang bersama Yayasan Galeri Aksara ABI (GAA) dan PT INAKO menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Sehat, Cerdas, Ceria” di KB Tarbiyatul Falah Karyasari. Kegiatan ini diikuti 69 anak usia dini sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sejak usia anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, Senin (11/5/2026).

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan berbagai aktivitas edukatif seperti demo sikat gigi bersama dokter gigi, senam ceria, media bermain edukasi, hingga lomba mewarnai interaktif. Tim PKRS RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang juga melakukan pemeriksaan tumbuh kembang melalui pengukuran tinggi dan berat badan anak sebagai bagian dari deteksi dini kesehatan anak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh anak terpantau dalam kondisi sehat dan tidak memerlukan pemantauan gizi khusus. Meski demikian, tim kesehatan tetap membuka layanan konsultasi apabila dibutuhkan oleh orang tua maupun pihak sekolah.

Selain edukasi kesehatan, anak-anak juga dikenalkan pada konsep jajanan sehat tinggi serat melalui produk jelly dan agar-agar dari PT INAKO sebagai alternatif camilan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak. Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Kepala Sekolah KB Tarbiyatul Falah, Endeh Badar Sa’adah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi anak-anak.

Ketua Yayasan GAA, Maya Nurindrasari, S.Pd, mengatakan bahwa edukasi kesehatan anak perlu dikemas secara kreatif agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S. yang diwakili drg. Try Septian Mustika Saragih menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.

PIC Program PKRS RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Utami, berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat terus berjalan sehingga manfaat edukasi kesehatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Perwakilan PT INAKO, Andreas Dimas Styawan, S.T., menyampaikan bahwa pihaknya senang dapat berkontribusi dalam mengenalkan camilan sehat tinggi serat yang disukai anak-anak melalui kegiatan edukatif bersama.

Kegiatan ini menjadi bagian awal dari program “GAA Goes to School” yang direncanakan menyasar sejumlah PAUD dan KB lainnya di wilayah Leuwiliang sepanjang tahun 2026. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi nyata antara fasilitas kesehatan, komunitas pendidikan, dan dunia usaha dalam mendukung terciptanya generasi anak yang sehat, cerdas, dan ceria.

(yev/cc)

HJB ke-544, RSUD R. Moh. Noh Nur Dukung Cek Kesehatan Gratis, KIR, dan Uji Emisi

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor bersama UPT Puskesmas Leuwiliang dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor berkolaborasi menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan KIR, dan uji emisi kendaraan di Terminal Leuwiliang mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertujuan mendukung keselamatan lalu lintas melalui kondisi pengemudi dan kendaraan yang sehat. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026.

Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Kabupaten Bogor, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk pelayanan kesehatan langsung bagi masyarakat dan pengemudi agar tetap sehat saat beraktivitas.

Kepala UPT Puskesmas Leuwiliang, dr. James G.H Tambun, menyampaikan bahwa kesehatan pengemudi sangat penting untuk mendukung keselamatan di jalan raya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Dra. Lutfi Sahara, menyampaikan bahwa kegiatan dalam rangka memperingati HJB ke-544 ini menjadi bentuk kolaborasi antara RSUD R. Moh. Noh Nur, UPT Puskesmas Leuwiliang, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor agar kendaraan maupun para sopir berada dalam kondisi sehat dan layak saat beroperasi di lalu lintas. Ia berharap masyarakat pengguna kendaraan semakin peduli terhadap kesehatan diri dan kondisi kendaraan demi keselamatan bersama di jalan raya.

Dalam pelaksanaannya tercatat sebanyak 50 kendaraan mengikuti uji KIR dan 30 kendaraan menjalani uji emisi. Selain itu, sebanyak 63 pengunjung mengikuti layanan Cek Kesehatan Gratis dengan rincian 16 pemeriksaan kolesterol dan 63 pemeriksaan GDS (Gula Darah Sewaktu).

Setelah mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan pengemudi atau pemilik kendaraan serta pengecekan kendaraan, para peserta juga menerima bantuan sembako dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara RSUD R. Moh. Noh Nur, UPT Puskesmas Leuwiliang, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dalam peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan pengemudi, keselamatan berlalu lintas, serta kepedulian terhadap kondisi kendaraan demi terciptanya lingkungan transportasi yang aman dan sehat.

(yev/cc)

Literasi Keuangan Provinsi Banten: Antara Pemahaman Masyarakat dan Kemampuan Perbankan

0

Oleh: Nada Khairina
(Program Studi: D3 Perbankan dan Keuangan Untirta Serang)

jurnalinspirasi.co.id – Era digital memang memudahkan masyarakat dalam melakukan layanan keuangan yang ada. Hanya dengan satu ketukan, masyarakat bisa membuka rekening, mengajukan kredit, bahkan bisa melakukan transaksi secara praktis. Namun, kemudahan transaksi yang tidak dibersamai dengan pemahaman terkait pengelolaan keuangan justru bisa menjadi boomerang bagi masyarakat itu sendiri.

Otoritas Jasa Keuangan mengatakan literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku terhadap keuangan untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan keuangan masyarakat. Sementara itu, Finance Strategist mendefinisikan literasi keuangan sebagai kemampuan untuk memahami konsep keuangan dan menerapkannya ketika membuat keputusan tentang tabungan, investasi, dan manajemen keuangan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan adalah pemahaman terhadap konsep keuangan yang disertai kemampuan untuk menerapkannya dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan keuangan. Dengan demikian, literasi keuangan tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga mencakup kemampuan dalam menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Literasi Keuangan Penting?

Literasi keuangan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mencapai kestabilan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan jangka panjang melalui investasi serta kondisi keuangan yang stabil. Pemahaman yang baik mengenai keuangan memungkinkan seseorang mengelola pendapatan, merencanakan pengeluaran, serta mengantisipasi risiko di masa depan.

Beberapa manfaat literasi keuangan antara lain:

Pengelolaan Keuangan Membaik: Memahami literasi keuangan sama dengan memahami bagaimana mengelola uang dengan baik. Memahami pengelolaan uang yang baik memungkinkan Anda membagi dan merencanakan uang sesuai dengan prioritas Anda. Hal ini sangat memengaruhi keuangan Anda di masa depan. Perencanaan keuangan yang baik tidak hanya membuat Anda merasa tenang saat ini, tetapi juga membuat Anda memiliki pegangan untuk masa depan.

Bertanggung jawab dan percaya diri dalam membuat keputusan keuangan: Saat ini, banyak orang yang berbelanja secara impulsif. Masyarakat terus membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan karena takut tertinggal dari tren. Namun, memahami literasi keuangan akan membantu seseorang memahami bahwa setiap keputusan keuangan memiliki konsekuensi, baik atau buruk. Selain itu, bagi seseorang yang melek finansial, kepercayaan dirinya dalam negosiasi akan meningkat. Oleh karena itu, menjadi lebih tahu tentang keuangan membuat keputusan keuangan yang lebih bijak.

Terhindar dari penipuan: Dengan pengetahuan keuangan yang cukup, seseorang dapat mengidentifikasi tanda-tanda bahaya untuk menghindari penipuan dan mendapatkan perlindungan konsumen. Orang yang paham keuangan akan melindungi keuangannya dengan memahami hak-hak perlindungan konsumen bahkan sebelum terkena bahaya.

Bijak dan bijaksana dalam menggunakan uang: Ketika seseorang telah mahir mengelola uangnya, harta yang dimilikinya dapat digunakan dengan baik atau bahkan memberikan keuntungan; taraf hidup pun dapat meningkat secara signifikan.

Bagaimana tingkat literasi keuangan di Provinsi Banten?

Di atas kertas, literasi keuangan menawarkan banyak manfaat. Namun, apakah masyarakat benar-benar sudah memahami hal tersebut? Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di angka 66,46%, yang artinya mengalami peningkatan dari tahun 2022 sebesar 16,78%. Meskipun mengalami peningkatan, angka tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memiliki pemahaman keuangan yang memadai.

Provinsi Banten menjadi salah satu wilayah dengan tingkat literasi keuangan yang belum sepenuhnya merata. Sebagai salah satu wilayah yang memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan hingga semi-rural, perbedaan tingkat pendidikan, pendapatan, sampai dengan akses informasi yang tidak merata menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Dampak dari rendahnya literasi keuangan terhadap masyarakat

Salah satu dampak dari rendahnya literasi keuangan tersebut dapat dilihat dari perilaku masyarakat dalam mengelola kredit dan utang. Minimnya pemahaman mengenai mekanisme pinjaman, bunga, serta risiko kredit berpotensi mendorong masyarakat mengambil keputusan keuangan yang kurang tepat. Kondisi ini tercermin dari perkembangan kredit dan kualitas pembiayaan di daerah.

Berdasarkan laporan perekonomian daerah oleh Bank Indonesia, penyaluran kredit di Provinsi Banten terus mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, baik pada sektor rumah tangga maupun korporasi . Namun, peningkatan kredit tersebut juga perlu diimbangi dengan kualitas pengelolaan yang baik. Dalam praktiknya, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) pada salah satu bank daerah di Banten sempat berada di kisaran 7% hingga mendekati 10% pada periode 2024, sebelum kemudian menurun menjadi sekitar 4–5% pada tahun 2025.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun terjadi perbaikan, risiko kredit tetap menjadi perhatian. Tingginya NPL pada periode sebelumnya mengindikasikan adanya tantangan dalam kemampuan sebagian masyarakat dalam memenuhi kewajiban kreditnya. Hal ini memperkuat dugaan bahwa rendahnya literasi keuangan, khususnya dalam memahami kredit dan manajemen utang, berkontribusi terhadap meningkatnya risiko utang di masyarakat. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa peningkatan akses terhadap kredit belum sepenuhnya diiringi dengan kesiapan masyarakat dalam mengelola keuangannya secara bijak.

Kemampuan perbankan dan regulator dalam meningkatkan tingkat literasi keuangan

Perbankan perlu memperkuat program edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan agar dapat berjalan secara optimal di Provinsi Banten. Perbankan dapat memperkuat program edukasi keuangan yang lebih aplikatif, seperti sosialisasi pengelolaan keuangan rumah tangga, pemahaman kredit yang sehat, serta pemanfaatan layanan digital secara aman. Edukasi ini dapat dilakukan tidak hanya melalui kampanye umum, tetapi juga melalui pendekatan langsung kepada nasabah, khususnya pada saat pengajuan kredit atau penggunaan produk keuangan tertentu.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan sebagai regulator sektor jasa keuangan juga memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan literasi melalui kebijakan dan program nasional. Inisiatif edukasi keuangan, penguatan perlindungan konsumen, serta kolaborasi dengan perbankan, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan literasi keuangan hingga ke berbagai lapisan masyarakat di Banten.

Dengan adanya sinergi antara perbankan dan regulator, diharapkan masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak. Peningkatan literasi keuangan yang diiringi dengan pemahaman yang memadai terhadap kredit dan manajemen utang diharapkan dapat menekan risiko keuangan, termasuk potensi meningkatnya utang dan kredit bermasalah di masyarakat.

Pada akhirnya, literasi keuangan bukan hanya tentang memahami angka, tetapi juga tentang membentuk pola pikir dalam mengelola keuangan secara bijak. Di tengah meningkatnya akses terhadap layanan keuangan di Provinsi Banten, peningkatan literasi menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengelola keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab.

**

Camat Tamansari Buka Suara Terkait Polemik Penertiban Lahan PT PMC

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Camat Tamansari Yudi Hartono menegaskan aktivitas PT Prima Mustika Candra (PMC) di wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, masih memiliki dasar hukum yang sah karena perusahaan tersebut masih mengantongi Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Yudi menanggapi polemik pembongkaran bangunan dan penertiban lahan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

“Selama dokumen legalitas itu belum dicabut, maka statusnya masih berlaku secara hukum,” kata Yudi kepada wartawan di Kantor Kecamatan Tamansari, Senin (18/5/2026).

Ia mengatakan, pihak yang masih meragukan legalitas perusahaan dipersilakan menempuh jalur hukum agar persoalan dapat diselesaikan secara objektif dan tidak memicu konflik berkepanjangan.

“Kalau masih ada pihak yang merasa keberatan atau meragukan legalitas perusahaan, silakan menempuh jalur hukum. Itu lebih elegan dan lebih baik untuk semua pihak,” ujarnya.

Menurut Yudi, pemerintah kecamatan siap membantu apabila nantinya diperlukan data maupun keterangan dalam proses hukum ataupun mediasi.

Ia menjelaskan, persoalan lahan tersebut memiliki sejarah panjang sejak penguasaan lahan eks perkebunan pada akhir 1970-an. Sebagian area disebut telah dikembalikan kepada negara dan didistribusikan kepada masyarakat melalui program redistribusi tanah.

Sementara lahan sekitar 154 hektare yang kini dikelola PT PMC disebut berasal dari area yang sebelumnya dinyatakan clear and clean sebelum dialihkan pengelolaannya kepada perusahaan.

“Munculnya 154 hektare itu karena area tersebut sebelumnya dianggap clear untuk dikuasai dan kemudian dialihkan pengelolaannya,” kata Yudi.

Ia juga mengungkapkan sebagian wilayah di Desa Tamansari telah memiliki izin mendirikan bangunan dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Sedangkan untuk wilayah Sukajaya dan Sukaluyu, proses perizinannya disebut masih berjalan.

Selain itu, Yudi menilai perusahaan cukup kooperatif dalam berkomunikasi dengan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk terkait pemberian uang kerohiman dan relokasi warga.

Meski demikian, ia meminta perusahaan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Yudi

KUA Cijeruk Rutin Salurkan Bantuan Lewat Program “Nyaah Ka Ema” untuk Lansia Kurang Mampu

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Bentuk kepedulian terhadap para wanita lanjut usia (lansia), khususnya janda kurang mampu, ditunjukkan Kementerian Agama Kabupaten Bogor melalui KUA Kecamatan Cijeruk dengan menjalankan program “Nyaah Ka Ema”. Program tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan sembako kepada dua lansia di sekitar lingkungan KUA dan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

Kepala KUA Kecamatan Cijeruk, Erland Duslan Ahmad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin bulanan sebagai upaya membantu para lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lansia, terutama janda-janda kurang mampu yang harus mendapat perhatian bersama. Dengan memaksimalkan kontribusi dari staf dan karyawan-karyawati KUA, kami memberikan bantuan kepada para lansia, meski saat ini masih di sekitar lingkungan KUA dan belum menyeluruh,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, program “Nyaah Ka Ema” tidak hanya memberikan bantuan sembako, tetapi juga bantuan modal usaha kecil agar para lansia tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa harus bekerja terlalu berat.

“Para lansia yang usianya sudah tidak produktif lagi tentu perlu mendapatkan perhatian. Melalui program ini, selain sembako kami juga memberikan modal usaha untuk berjualan di rumah sehingga mereka tidak perlu berkeliling mencari nafkah,” katanya.

Ia berharap ke depan program tersebut dapat menjangkau lebih banyak lansia di wilayah Kecamatan Cijeruk.

“Untuk sementara baru dua lansia yang menerima bantuan. Namun apabila ada rezeki lebih, kami berharap bantuan ini bisa diberikan kepada lebih banyak lansia, bahkan hingga 4 sampai 10 orang, sehingga kehidupan mereka bisa lebih terjamin,” pungkasnya. Yudi