26.3 C
Bogor
Friday, July 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 505

Sekda Minta Para Kades dan Lurah Gali Potensi dengan Aplikasi “Lapor Pak”

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin meminta kepala desa dan lurah untuk lebih menggali potensi pendapatan daerah dengan aplikasi Laporan Potensi Retribusi dan Pajak atau “Lapor Pak”.

Hal ini diungkapkan Burhanudin saat mewakili Bupati Bogor pada acara Sosialisasi Sistem Informasi Pelaporan Data Potensi Pajak dan Retribusi Daerah di wilayah desa dan kelurahan melalui aplikasi “Lapor Pak”, di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa (3/10).

Hadir pada acara tersebut, Koordinator Widya Iswara BPKSDM Provinsi Jawa Barat, Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) wilayah Kabupaten Bogor, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum, jajaran kepala perangkat daerah, Camat, Kepala Desa dan Lurah.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Kepala Bappenda, Arif Rahman, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Teuku Mulya, dan Kepala P3D wilayah Kabupaten Bogor, Yadi Cahyadi.

Sekda Burhanudin mengungkapkan, Pemkab Bogor terus berinovasi guna mengoptimalkan segala potensi sumber pendapatan untuk mendanai kebutuhan belanja daerah dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Saya harap, kehadiran aplikasi “Lapor Pak” menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya pajak dan retribusi daerah yang ada di desa serta kelurahan se-Kabupaten Bogor”, ungkap Burhanudin.

Burhanudin menjelaskan, keberadaan aplikasi “Lapor Pak” semestinya dapat memotivasi desa agar semakin optimal menggali potensi pendapatan daerah. Semakin besar potensi pendapatan maka semakin besar potensi Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang akan diterima desa. Begitu juga dengan kelurahan, agar mendukung program pelaporan ini.

Meskipun kelurahan tidak secara langsung mendapatkan BHPRD, hal ini menjadi pertimbangan terkait anggaran pada kelurahan.

“Untuk itu, saya minta pemerintah desa dan kelurahan agar semangat mengenali, menggali, dan melaporkan potensi pajak dan retribusi daerah di wilayah kerja masing-masing melalui sistem aplikasi “Lapor Pak”, tandas Burhanudin.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor, Arif Rahman menerangkan, aplikasi “Lapor Pak” diluncurkan untuk mengoptimalkan penggalian potensi pajak daerah dan retribusi daerah di wilayah desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kehadiran ‘Lapor Pak’ ini menjadi solusi dalam mengoptimalkan penggalian potensi-potensi pajak di seluruh wilayah Kabupaten Bogor mengingat wilayahnya yang luas,” terang Arif.

Arif menambahkan, “Lapor Pak” ini bisa mendorong para kepala desa dan lurah aktif melaporkan potensi-potensi yang ada di wilayahnya secara terus menerus. Aplikasi “Lapor Pak” dapat diakses menggunakan browser melalui komputer atau smartphone dengan akses internet.

** Semoet Nay

Capaian SDG’s Pemkab Bogor Diverifikasi Usai Masuk Finalis Lomba SDG’s Award

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terima Tim Penilai Verifikasi dan Validasi Lapangan I-SIM For Regencies 2023 karena berhasil masuk sebagai finalis lomba Sustainable Deveopment Goals (SDG’s) Award melalui program I-SIM for Regencies Tahun 2023. Verifikasi ini dilaksanakan oleh Surveyor Indonesia didampingi oleh APKASI yang berlangsung di ruang rapat Bupati, Selasa (3/10/23).

Mewakili Bupati Bogor, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bogor Suryanto Putra mengungkapkan, sejak tahun 2016 program kegiatan di seluruh perangkat daerah Kabupaten Bogor, telah mengacu pada SDG’s dan selalu diadakan kajian/evaluasi terhadap perkembangan capaian nilai SDG’s setiap tahunnya.

Menurutnya, sejalan dengan Perpres Nomor 111 tahun 2022 tentang Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), Pemerintah Kabupaten Bogor juga berkomitmen untuk memajukan pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup secara berkelanjutan dengan prinsip universal, integrasi dan inklusif, untuk memastikan tidak ada satu pun individu yang ditinggalkan atau terabaikan dalam pembangunan.

“Percepatan pencapaian target SDG’s tentunya merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat. Oleh karena itu sinergi, kolaborasi dan partisipasi aktif semua pihak sangat diperlukan guna mencapai target SDG’s tahun 2030. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor kami mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Tim Penilai Lapangan Program I-SIM for Regencies yang telah berkenan hadir pada hari ini, karena Kabupaten Bogor masuk sebagai finalis lomba SDG’s Award tahun 2023,” ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa, di tahun terakhir RPJMD Kabupaten Bogor periode 2018-2023, berbagai indikator makro daerah menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Laju pertumbuhan ekonomi yang saat pandemi sempat terpuruk di angka minus 1,76%, kini meningkat menjadi 5,85%; daya beli masyarakat meningkat 3,55%. Kemudian indeks pembangunan manusia meningkat dari 70,40 poin menjadi 71,20 poin, lalu angka kemiskinan turun dari 8,13% menjadi 7,73% dan tingkat pengangguran juga turun drastis dari 14,29% menjadi 10,64%.

Lanjut Bambang, pada dasarnya kebijakan, program, kegiatan, maupun inovasi Pemkab Bogor telah sejalan dengan percepatan pencapaian SDG’s. Salah satunya program gerakan Bogor Bebas Stunting (GoBest) mendukung 11 tujuan dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

“Untuk itu, saya minta kepada kepala perangkat daerah dan para camat agar menyelesaikan program kegiatan dengan target tujuan SDG’s. Mari kita berkomitmen untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan demi mencapai Indonesia emas pada tahun 2045,” tegasnya.

Kemudian, Sekretariat I-SIM for Regencies diwakili oleh APKASI Mukhlis menyatakan, apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor karena telah berpartisipasi secara aktif di dalam beberapa kegiatan, hari ini kita bersama-sama menyaksikan Kabupaten Bogor telah berpartisipasi untuk kegiatan program I-SIM for Regencies 2023. “

Program I-SIM for Regencies ini merupakan program inisiasi Surveyor Indonesia bekerjasama dengan APKASI dan KPPOD serta disupervisi oleh Bappenas. Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan setiap 2 tahun sekali menuju tahun 2030.

Katanya, melalui kegiatan tersebut diharapkan kabupaten dapat mengukur atau menilai ketercapaian SDGsnya. Terlebih kami APKASI memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kapasitas melalui kegiatan advokasi, fasilitasi dan kerjasama daerah sangat untuk mendukung program I-SIM for Regencies ini.

“Kami harap hasil atau nilai yang akan keluar di hari ini akan membawa Kabupaten Bogor menjadi salah satu pemenang dengan nilai terbaik untuk mendapatkan SDG’s Award tahun ini,” imbuhnya.

** Semoet Nay

Warga Griya Bukit Jaya Tolak Pembangunan Pasar Rakyat Gunung Putri, Anggaran Rp7,1 Miliar Terancam Jadi SILPA

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Rencana pembangunaan Pasar Gunung Putri yang akan dibangun di Perumahan Griya Bukit Jaya Blok R, RW 26,  Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor ditolak warga perumahan tersebut.

Tender pembangunan Pasar Gunung Putri yang sudah dimenangkan oleh CV Bela Persada dengan memakan anggaran Rp7,1 Miliar terancam menjadi SILPA (Sisa Lebih Anggaran).

Hal tersebut disampaikan salah satu warga GBJ, Usman yang merasa keberatan adanya rencana pembangunan pasar di tengah-tengah perumahan.

” Rencana Pemkab ini seolah olah dipaksakan dengan cara sembunyi-sembunyi dari masyarakat, khususnya warga Griya. Karena tahap rencana pembangunannya yang kelihatan ganjil,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (3/10/23).

Seharusnya, sambung Usman, sebelum ada rencana pembangunan tersebut disosialisasikan terlebih dahulu kepada warga terkait dampak dan segala sesuatunya, apabila pasar itu dibangun.

” Masa iya pasar di tengah-tengah pemukiman warga, apakah tidak menggangu kesehatan warga yang ada di sekitarnya yang akan kena dampak bau dan kotor. Belum lagi dampak lain yang sering kita lihat dari pasar-pasar yang ada,” tuturnya.

Lebih lanjut Usman mengatakan, Surat Keputusan ditanda tangani Plt Bupati pada Mei 2023, sedangkan tender dilakukan dan sudah mendapatkan pemenang pada pertengahan September dan baru disosialisasi awal Oktober oleh Disperindag.

” Secara tiba-tiba pelaksana langsung mau eksekusi untuk pekerjaan, padahal pihak pelaksana sendiri belum tau wilayah yang mau dibangun. Jika Pemkab mau bangun pasar banyak lahan-lahan fasum Pemda lain yang lebih strategis, kenapa itu tidak digunakan. Malah memilih membangun pasar di tengah-tengah pemukiman warga,” tuturnya.

Menurutnya, berapa ratus warga atau KK yang akan kena dampak polusi jika pembangunan pasar di paksakan yang tidak dipikirkan oleh Pemkab. Padahal, sambung Usman, ada  desa lain yang mengajukan dan ditunjukkan lokasinya tapi malah Pemkab menolak dengan alasan tidak strategis.

” Menurut saya lebih tidak strategis lagi jika dibangun pasar tengah-tengah pemukiman warga, karena itu akan mengganggu kesehatan masyarakat. Apa warga diajarkan untuk tutup mulut dan hidung setiap menitnya,” tandasnya.

Hal senada disampaikan, Mirna yang juga warga GBJ. Dirinya setuju saja dibangun pasar, tapi mungkin lebih rapi. Tapi apakah Pemda mampu menertibkan pedagang PKL yang di depan untuk dipindahkan ke area pasar yang baru jika sudah jadi nanti.

” Itu harus dipikirkan dulu, jika Pemda tidak mampu untuk memindahkan PKL. Untuk apa dibangun kalo justeru bukan mengurangi malah menambah riweh, yang ada kami warga ke urug sama Pasar,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ratusan Kaum Ibu Penuhi Aula Desa Ciangsana Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh 400 kaum ibu pengajian desa. Kemeriahan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dilaksanakan di aula Kantor Desa Ciangsana, Selasa (3/10/23).

Kepala Desa Ciangsana H.Udin Saputra, SH.MM mengatakan, pengajian ibu-ibu itu memang rutin dilakukan setiap bulan di Aula Desa Ciangsana. Kebetulan memasuki Maulid Nabi maka sekaligus melaksanakan kegiatan di aula tersebut.

” Alhamdulilah hari ini dihadiri oleh 400 ibu-ibu pengajian rutin se-Desa Ciangsana. Antusias ini sangat saya syukuri, karena kita sebagai pengikutnya memang sudah seharusnya untuk menghormati Nabi Muhammad SAW,” ungkap H. Udin sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

H. Udin menyebut, peringatan Maulid Nabi Muhammad ini kenapa diisi oleh kaum ibu, itu diinisiasi oleh Ketua PKK Desa Ciangsana. Selain bertujuan untuk saling menjalin ailaturahmi, ada makna tersendiri yang memang kita ambil dari kegiatan ini.

” Untuk pencerah kita datangkan dari Pengasuh Ponpes Ar-Royyan Kyai H. Guswan Sego. Dan semoga dalam isi ceramah tersebut bisa saling mengingatkan kita sesama muslim,” tandasnya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Royyan Kyai H.Guswan Sego memberikan pencerahan kepada kaum ibu, dan menceritakan tentang perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan Islam.

” Sehingga sudah sepantasnya kita sebagai pengikutnya untuk selalu mengingat Baginda Rasulallah kita sebagai bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT,” cetusnya.

Dan untuk adanya suara-suara sumbang, sambung Kyai H.Guswan Sego, terkait adanya kegiatan Maulid Nabi Muhammad sampai ada yang ngecrek di jalan, itu hanyalah kebencian mereka kepada kegiatan yang sudah dilakukan secara turun temurun ini.

” Seharusnya memang tidak ada yang perlu ngecrek di jalan, setiap ingin melakukan kegiatan keagamaan seperti ini. Jika saja, semua orang kaya di lingkungan dan semua warga mau berpartisipasi untuk kegiatan keagamaan pasti biaya itu cukup, dan tidak perlu ngecrek,” cetusnya.

” Inikan tidak, setiap kegiatan keagamaan orang kaya saja ketika dimintai hanya memberika puluhan ribu, itulah salah satu penyebab mereka yang kekurangan biaya harus ngecrek di jalan, saking cintanya kepada Baginda Nabi Muhammad mereka rela melakukan apapun,” tambahnya.

** Nay Nur’ain

Terbukti Lakukan Korupsi, Ini Hukuman yang Dijatuhkan untuk Mustofa Kamil

0

Cibinong  | Jurnal Bogor
Kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atas tersangka Mustofa Kamil yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMK Generasi Mandiri memasuki babak putusan, Senin (2/10/23).

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung telah memvonis terdakwa 3 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider kurungan 3 bulan.

Putusan itu lebih rendah dari tuntuan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Mustofa Kamil 7 tahun 6 bulan penjara dan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 2,5 miliar.

“Mengadili. Menyatakan Terdakwa Mustofa Kamil tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berbarengan sebagaimana dalam dakwaan subsider,” isi dalam amar putusan Pengadilan Tipikor Bandung tersebut.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 tahun dan pidana denda sejumlah Rp400.000.000,00 dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” sambung amar putusan sesuai dengan yang dilampiran di webseite resmi PN Bandung.

Dalam pembacaan putusan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Akbar Isnanto, Eman Sulaeman dan Bhudhi Kuswanto sebagai Hakim Anggota itu juga menjatuhkan pidana tambahan kepada Terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp273.215.600,00.

“Membayar uang pengganti sebesar Rp273.215.600,00, dengan ketentuan jika Terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 1 tahun,” jelas putusan tersebut.

“Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan,” akhir putusan Mustofa Kamil.

Selain itu Pengadilan Tipikor Bandung juga telah menetapkan 43 alat bukti. Nantinya ada beberapa alat bukti yang dikembalikan ke SMK Generasi Mandiri kepada Vita Yuniarti dan beberapa alat bukti dikembalikan kepada BPKAD Provinsi Jawa Barat.

** Nay Nur’ain

Edun, Proyek Toilet di Dua SMP Telan Anggaran Rp200 Juta

0

jurnalinspirasi.co.id -;Pembangunan fisik di Kota Bogor kembali menuai sorotan. Pasalnya, terdapat dua proyek toilet di dua SMP yang nilainya mencapai Rp200 juta.

Diketahui berdasarkan lama LPSE Kota Bogor, proyek toilet itu dibangun di SMPN 9 dan SMPN 17, dimana masing-masing toilet mempunyai pagi anggaran sebesar Rp200 juta, dan tengah dikerjakan.

Founder Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi menyebut, bila seharusnya anggaran tersebut dapat digunakan untuk membangun dua ruang kelas baru.

“Anggaran sebesar itu hanya untuk toilet dua sekolah sangat tidak wajar. Harusnya bisa jadi dua ruang kelas baru, bukan hanya untuk pembangunan toilet,” ujar Yusfitriadi kepada wartawan, Selasa (3/10).

Menurut dia, sekolah negeri seharusnya sudah mempunyai toilet yang memadai. Apabila ada bantuan dana untuk toilet, seharusnya dipergunakan untuk rehab dan renovasi.

“Saya berharap ilInspektorat maupun BPK mengawasi penggunaan anggaran tersebut,” katanya.

Alangkah baiknya, sambung dia, anggaran itu didistribusikan kepada sekolah-sekolah yang memang membutuhkan toilet yang memadai.* Fredy Kristianto

Tiara Khenzi United Siap Tampil Maksimal

0

Bogor | Jurnal Bogor
Skuad Tiara Khenzi United akan melakoni debut perdana dalam Piala Soeratin KU 13 dan KU 15 Askot PSSI Bogor.

Pada perhelatan Piala Soeratin Askot PSSI Bogor kali ini, Tiara Khenzi United menurunkan dua tim yakni KU 13 dan KU15.

CEO dan Owner Tiara Khenzi United Ridwan Purwanto mengatakan pihaknya siap tampil maksimal dalam laga perdana Piala Soeratin Askot PSSI Bogor 2023

Ridwan menambahkan, skuad Tiara Khenzi United KU 13 akan melakoni laga melawan klub Pahlawan di GOM Utara jam 09: 10 WIB dan melawan Sijago 19 pada pukul 11: 40.

Sementara itu, kata Ridwan, Skuad KU 15 Tiara Khenzi United akan menghadapi Indonesia Muda pada pukul 09: 30 dan melawan Gelora Muda pada pukul 12: 30 di Lapangan Mako Brimob Kedung Halang.

” Piala Soeratin Askot PSSI Bogor ini adalah event perdana yang diikuti Skuad Tiara Khenzi United,” cetus Ridwan Purwanto, Selasa, 3 Oktober 2023.

Namun demikian, kata Ridwan, para punggawa Skuad Tiara Khenzi United akan all out dan siap meraih hasil maksimal dalam laga perdana Piala Soeratin Askot PSSI Bogor.

** asep syahmid

Hadapi Porprov Jabar 2026, Perbasi Optimalkan  Atlet Binaan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Binpres Perbasi Kabupaten Bogor, Muhammad Reza Argayudha mengatakan skuad basket Kabupaten Bogor yang akan diterjunkan dalam Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor akan bermaterikan atlet-atlet binaan sendiri.

Intinya, kata Arga, Perbasi Kabupaten Bogor tak akan melakukan mutasi atlet dari manapun.

” Kami masih akan tetap komitmen dan akan lebih percaya pada atlet binaan sendiri,” tegas Arga, Selasa, 3 Oktober 2023

Saat ini, sambung Arga, Perbasi Kabupaten Bogor sudah banyak atlet binaan, baik putra maupun putri yang sangat potensial dan bisa diandalkan jadi skuad Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2023 .

Arga mengatakan, skuad Basket Kabupaten Bogor baik yang putra dan putri untuk 5 x5 dan 3×3 punya kans besar meraih medali pada Porprov Jabar 2026.

” Saya optimis pada Porprov Jabar 2026 nanti Perbasi Kabupaten Bogor akan meraih hasil maksimal. Apalagi saat ini kami tengah berproses melakukan pembinaan menuju Porprov Jabar 2026,” pungkasnya.

** asep syahmid

Fisik Persikabo U20 Optimis Kembali Bugar

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Manager Tim Persikabo U20, Dedi Cakra Baidilah sangat optimis kondisi fisik para penain Persikabo Ngora akan segera pulih setelah melakoni dua laga kandang perdana lawan PSIS Semarang akhir pekan lalu dalam kancah Elite Pro Academy (EPA) U-20.

Cakra panggilan akrab dari manager Persikabo U20 tampak puas dengan hasil 3 poin perdana saat menumbangkan PSIS Semarang 1-0 walaupun pada laga kedua harus kehilangan poin melawan tim yang sama.

” Managemen dan jajaran pelatih sudah melakukan evaluasi dan faktor fisik pemain akan jadi fokus pembenahan sebelum melakoni laga lanjutan EPA U20,” tegas Cakra, Selasa, 3 Oktober 2023.

Mudah mudahan, sambung Cakra, fisik para pemain Persikabo Ngora akan kembali bugar.

Cakra menambahkan, tiga poin yang diraih tim besutan Abdul Bahar Lestaluhu (ABL) akan menjadi modal sebelum menatap laga selanjutya.

Pada EPA U20 tahun ini, kata Cakra, Persikabo U20 satu grup dengan PSIS, Persija, Barito Putera, Persita dan Dewa United.

” Semua tim punya kans yang sama untuk menjadi yang terbaik pada EPA U20 tahun ini,” papar Cakra.

Namun, kata Cakra, ia merasa puas dengan mentalitas bertanding para pemain asli Kabupaten Bogor yang memperkuat Persikabo Ngora.

** Asep Syahmid

Gunakan Samisade, Pemdes Batutulis Respons Keluhan Warga

0

Bangun TPT dan Drainase Cegah Longsor dan Banjir

Nanggung l Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor merespons usulan warga, salah satunya membuat drainase untuk mencegah banjir ketika hujan. Termasuk untuk menjawab keluhan warga dengan dibangunnya TPT (Tembok Penahan Tebing) agar tak longsor di bantaran kali Cicaung RW 03  Kampung Pasirgintung Bawah.

“Usulan warga yang dibangun diupayakan bisa  ter-cover, namun pengerjaan secara berkala,” kata Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna, Selasa (3/10).

Dia menjelaskan, pengerjaan drainase di sepanjang wilayah RW 03 dan RW 04 Kampung Pasirgintung untuk memperlancar saluran yang berasal limbah dari pemukiman rumah tangga.

“Drainase dibangun, karena  ketika hujan rumah warga terdampak banjir,” jelasnya.

Upaya Pemdes Batutulis juga termasuk rumah warga yang pernah di terjang luapan kali Cicaung. Oleh karenanya bangunan TPT dibantaran kali Cicaung di lingkungan RW 03 Kampung Pasirgintung menjadi prioritas.

“Jelang akhir tahun ini tengah fokus memanfaatkan program Samisade untuk membenahi lingkungan. Tahap pertama, bangunan melalui program Samisade hampir rampung. Adapun usulan  warga  belum  terealisasi tahun ini dimohon untuk  bersabar,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Subagza menjelaskan, pengerjaan drainase untuk kelancaran laju air  dan menjadikan daya dukung aktivitas para petani sebagai penerima manfaat.

“Adanya drainase tentu memperlancar air ke pesawahan warga petani yang berlokasi di Blok Landeuh,” kata dia.

Keberadaan drainase  di RW 02 Kampung Pasirgintung itu memanfaatkan sumber air kali Cimanaracun. Sedangkan pengerjaan TPT di titik lokasi pengerjaan drainase sebagai penyangga mencegah terjadinyanya longsor.

“Ada permukiman yang  tidak jauh dengan lokasi bangunan tersebut. Maka itu, TPT itu dibangun sekaligus mencegah terjadinya longsor,”jelasnya.

Tak hanya itu, jalan di sepanjang drainase yang tadinya hanya setapak, kini dilakukan pelebaran menjadi tiga meter.

“Jalan setapak sudah dilebarkan, ditambah betonisasi jalan lingkungan Kampung Pasirgintung Atas wilayah  RW 02 menuju Pondok Pesantren Hidayatul Iman telah rampung dibangun,” jelas Subagza.

** Arip Ekon