32.1 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 503

PKD GMPI Kota Bogor Jadi Percontohan se-Indonesia

0

jurnalinspirasi.co.id – Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Kota Bogor bakal menggelar Pendidikan Kader Dasar (PKD) pertama dan menjadi percontohan bagi GMPI tingkat cabang lainnya di Indonesia.

Demikian Ketua PC GMPI Kota Bogor, Abdul Rozak usai melakukan breffing terhadap 50 anggota GMPI Kota Bogor yang bakal mengikuti PKD selama dua hari di Villa Omah Sentul, Kabupaten Bogor pada 26-27 Agustus 2023 mendatang.

“Hari ini masa pengenalan GMPI ke anggota baru yang diproyeksikan mengikuti PKD. PKD nanti menjadi yang pertama dilaksanakan tingkat cabang se-nasional, sebab dari awal berdiri GMPI belum pernah dilaksanakan PKD tingkat cabang,” ucapnya kepada wartawan di ruang serbaguna DPRD Kota Bogor, Rabu, (23/8).

Tema PKD nanti, kata dia, adalah “Menuju Takdir Kemenangan dengan Spirit Adil, Makmur untuk Kepentingan Masyarakat” dengan harapan strategis bagi kepentingan partai dan menjadi vitamin serta semangat baru dari generasi muda dalam menghadapi Pemilu 2024.

“Mudah-mudahan PKD ini dapat mendulang suara lebih bagi PPP khususnya di Kota Bogor. Selain itu, ada tujuh materi yang akan dipaparkan langsung oleh pimpinan pusat diantaranya tiga materi wajib yakni keislaman, kegmpian dan strategi pemenangan pemilu,” katanya.

Sementara itu, masa pengenalan anggota baru sekaligus calon peserta di PKD pertama tingkat cabang mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPC PPP Kota Bogor, Tegar Putra Munggaran.

Menurutnya, PKD sudah tepat dilaksanakan lantaran PPP sekarang sedang dalam masa regenerasi dengan komposisi pengurus, kader dan sayap partai dari anak muda sehingga diharapkan PPP dapat diterima oleh masyarakat terutama generasi mudanya.

“Tentunya melalui PKD juga diharapkan generasi muda bisa melek politik dan melihat PPP bukan hanya partai yang memiliki kader orang tua, melainkan banyak juga sekarang kader dari anak mudanya,” tegasnya.

Politisi PPP termuda di Kota Bogor ini menyebut bahwa sudah saatnya PPP kembali meraih kemenangan bersama generasi muda atau milenial.

“Kita optimis di Pemilu 2024 nanti, PPP dapat menuju takdir kemenangan khususnya di Kota Bogor. Apalagi kader PPP sebagian besar diisi oleh kader milenial, anak muda yang berpotensi dan siap berjuang demi kepentingan masyarakat,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Percepatan Penurunan Stunting, Mahasiswa KKN-17 UIKA Gelar Seminar Penanganan Stunting

0

Bogor | Jurnal Bogor

Mahasiswa KKN-17 Universitas Ibn Khaldun (UIKA) menggelar Seminar Upaya Penanganan Stunting yang diselenggarakan pada Rabu, (23/8), di Majlis Taklim Pamula, Kp Ciranjang, Kelurahan Pamoyanan, Bogor Selatan, Kota Bogor. Seminar ini dalam rangka percepatan penurunan stunting.

Ketua Kelompok KKN-17 UIKA Muhamad Rifki Fauzan menyampaikan, kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dengan pihak kelurahan dalam upaya percepatan penangan stunting.

“Kegiatan tersebut sengaja kami gagas, sebagai bentuk kolaborasi aktif antara mahasiswa dengan pihak kelurahan dalam menyelesaikan permasalahan sosisal yang dalam hal ini adalah stunting,” ungkap Rifki.

“Semoga pascakegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran bagi para orang tua dalam memperhatikan anak anaknya untuk menkonsumsi makanan yang dapat menunjang tumbuh kembang anak, dengan begitu lambat laun permasalahan stunting dapat terselesaikan,” harapnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan langsung Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kelurahan Pamoyanan, Nurjanah. Dirinya pun kerap menyampaikan stunting merupakan permasalahan yang cukup serius, dan perlu adanya kerja sama yang solid dengan para orang tua.

“Stunting merupakan permasalahan yang cukup serius, karena bukan hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, melainkan sangat berpengaruh pada perkembangan otaknya, sehingga jika ini terus dibiarkan maka akan mempengaruhi prestasi anak di sekolah,” tegas Nurjanah.

Menurut data, Kampung Ciranjang, Kelurahan Pamoyanan sendiri, didapati 5 orang positif stunting dan 6 orang keluarga rawan stunting.

**Fauzan/cc-js

10 Desa di Jasinga Krisis Air Bersih

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Kemarau berkepanjangan yang melanda Jasinga membuat 10 desa mengalami krisis air bersih. Warga saat ini untuk kebutuhan sehari-hari mengambil sumber air dari sungai. Pasalnya, sumur warga sudah tidak mengeluarkan air lagi.

Pemerintah Kabupaten Bogor sudah beberapa kali memberikan bantuan air, namun hal itu belum mencukupi kebutuhan warga. Bahkan, tangki air yang dibangun di samping Desa Tegalwangi oleh BPBD Bogor berkapasitas 8000 liter itu habis tak terisi air.

Sekretaris Desa Tegal Wangi Jaja mengaku, sumur milik warga hampir di semua dusun di 8 RW mengalami kekeringan. Sehingga warga untuk kebutuhan sehari-harinya mengandalkan sungai Cibeureum. “Di semua dusun mengalami kekeringan, setelah beberapa minggu tidak turun hujan, sehingga warga untuk mensuplai kebutuhan hal itu mengambil air sungai,” katanya, Rabu (23/08/2023).

Pihak desa pun mengajukan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, BPBD memang sudah dua kali mensuplai air bersih ke Desa Tegalwangi, saat ini kali ketiga mudah-mudahan cepat kembali memberikan bantuan lagi,” pungkasnya.

** Andres

Diduga Dijadikan Ajang Pungli, JPP Soroti Acara Bogor Fest

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Adanya penjualan kupon atau tiket acara Bogor Fest yang ditujukan kepada semua pemerintah desa sebesar RP50 ribu melalui surat edaran melalui camat, menuai sorotan dari berbagai kalangan baik LSM, aktivis maupun masyarakat yang ada di wilayah selatan Kabupaten Bogor.

Ketua LSM Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (JPP), Saleh Nurangga menilai, penjualan tiket atau kupon kepada para peserta Bogor Fest yang disertakan setiap desa sebesar Rp50 ribu per orang, sudah masuk kedalam kategori pungutan liar (pungli).

 “Yang saya dengar setiap desa itu membawa sebanyak 10 peserta. Jadi satu desa harus membayar sebesar 500 ribu,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (23/8).

Saleh yang merupakan aktivis wilayah selatan Kabupaten Bogor itu mengaku heran dengan adanya surat edaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Dimana, salah satu isi didalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor tersebut, agar setiap peserta yang ditunjuk desa harus membayar kupon atau tiket.

Padahal, lanjutnya, acara Bogor Fest tahun 2023 itu sudah dianggarkan melalui APBD Kabupaten Bogor dengan nilainya mencapai miliaran rupiah. Tidak hanya itu, kegiatan yang merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) tersebut, mengandeng juga beberapa perusahaan sebagai sponsor atau pendukung.

 “Tapi kenapa untuk peserta yang dibawa oleh desa harus dipunggut biaya. Saya rasa ini sudah masuk kedalam kategori pungli dan harus ada perhatian dari lembaga penegak hukum,” tegasnya.

Saleh berharap, pemerintah jangan mencari keuntungan semata dalam melaksanakan setiap event, terlebih kegiatan yang dilaksanakan itu sudah dibiayai uang APBD.

 “Coba buat apa saja uang yang diminta kepada setiap perwakilan desa itu, karena untuk kaos maupun bingkisan sudah pasti disediakan oleh sponsor,” imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Cimande Hilir, Caringin, Mulyadi menyikapi persoalan biaya yang diminta setiap peserta sebesar 50 ribu per desa dalam acara Bogor Fest membenarkan hal tersebut.

Namun, Sekdes Cimande Hilir yang akrab dipanggil Damuy menjelaskan, para peserta yang dibawa oleh masing-masing desa sebanyak 10 dihimbau agar berpartisipasi dalam mensukseskan acara Bogor Fest itu.

Adapun para peserta yang dikirimkan desa, sambung Damuy, nantinya akan mendapatkan kaos, goodie bag yang isinya beberapa produk dan sovenir, kupon doorprize serta pemeriksaan kesehatan tes gula dan kolesterol oleh tenaga kesehatan yang disiapkan panitia.

“Dan itupun tidak memaksa harus bayar 50 ribu, bagi warga yang mau ikut itu di gratiskan cuma mungkin tidak dapat bingkisan,” tukasnya saat mengomentari berita Jurnal Bogor terkait peserta Bogor Fest yang dikirimkan desa harus bayar didalam group Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS).

** Dede Suhendar

Rehan Jalani Operasi Kepala di RSUD Ciawi

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Siswa SMPN 1 Dramaga, Rehan, warga Desa Babakan, Dramaga, Kabupaten Bogor yang  mengalami luka serius akibat tersengat listrik, kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi. Tidak hanya mendapatkan perawatan di bagian luka bakar, pihak rumah sakit memberikan tindakan  operasi pada bagian kepala Rehan.

Kepala Desa Babakan Ahmad Yani mengungkapkan, pihaknya  telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Dramaga terkait penanganan Rehan.

Pascakejadian, Rehan dirawat di Rumah Sakit KBP Dramaga untuk dilakukan tindakan operasi di bagian kepala hingga dirujuk ke RSUD Ciawi.

Pihak desa bersama Kecamatan Dramaga melakukan pendampingan ke RSUD Ciawi hingga akhirnya dilakukan operasi .

“Rehan sudah dirujuk ke RSUD Ciawi. Rehan menjalani operasi dibagian kepala dengan tujuan dikhawatirkan terjadi gumpalan darah di bagian kepala,” ujar Kepala Desa Babakan Ahmad Yani, Rabu (23/8).

Tidak hanya dilakukan pendamping di rumah sakit, tambah Yani, mengingat Rehan belum memiliki Kartu BPJS, oleh pemerintah desa dibuatkan dulu kartu Jamkesda sambil menunggu kartu BPJS-nya aktif. Pihak desa bersama Kecamatan Dramaga juga memberikan donasi untuk kesembuhan Rehan 

“Intinya, kita bersama Camat Dramaga  berusaha membantu kesembuhan Rehan yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Ciawi,” ujarnya.

Yani menambah untuk persoalan aliran listrik yang melintas gedung sekolah, sudah dikoordinasikan pihak sekolah dengan PLN. “Pihak PLN bakal melakukan pemeliharaan jaringan diwilayah Cangkurawok.

Selama dilakukan pemeliharaan Jaringan dari pukul 09:00 sampai dengan 12:00 WIB dilakukan pemadaman aliran listrik sementara,” tukasnya.

** Arip Ekon

Pengusaha Disebut Serobot Lahan Desa Akibat Beton Jalan Tanpa Izin

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

HS, seorang pengusaha di Kawasan Wisata Gunung Batu, Desa Sukaharja, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, melakukan betonisasi jalan desa tanpa izin. HS pun dianggap telah menyerobot lahan milik desa. Hal tersebut disampaikan Kasi Kesra Desa Sukaharja, Muhammad Zafar yang mengaku pihak pengusaha belum melayangkan izin kepada desa saat melakukan kegiatan betonisasi jalan menuju lokasi wisata.

Muhammad Zafar

” Segala bentuk pembangunan yang sifatnya demi kepentingan umum pihak pemerintah desa sangat mensupport. Akan tetapi dengan adanya kejadian seperti ini, yang melakukan pembangunan tanpa adanya ijin dari wilayah setempat dan pemerintahan desa, sehingga menimbulkan permasalahan di lapangan,” ucap Zafar kepada Jurnal Bogor, Rabu (23/8/23).

Zafar juga mengatakan, dengan adanya pembangunan jalan yang  tidak memiliki ijin tersebut menjadi dilema bagi pemerintah Desa Sukaharja.

” Ya tentunya menjadi dilema bagi kami, disisi lain pihak HS memperkerjakan pembangunan jalan tersebut menggunakan tenaga para warga, disisi lain pihak HS tidak memiliki ijin,” ungkapnya.

Pihak Pemerintah Desa Sukaharja berharap kepada masyarakat, apabila ada permasalahan seperti ini seharusnya bisa memfasilitasi pihak desa dengan HS, sehingga kedepannya tidak terjadi perselisihan.

“Pemerintah Desa inginnya kita berjalan berbarengan saja, tanpa ada unsur kepentingan pribadi, sehingga yang tadinya untuk masyarakat ya kembali lagi kepada masyarakat. Adapun nanti ada perusahaan tersebut kan sudah jelas pasti masuk juga kepada pendapatan desa,” papar Zafar.

Menurut Zafar, pihak pemerintah desa sampai saat ini masih menunggu upaya baik dari pihak pengusaha HS untuk mengurus perijinan.

Sementara Danramil 0621-09 Sukamakmur, Letda Inf Jhoni mengatakan, saat ini menghentikan sementara aktivitas pembangunan jalan yang jadi akses menuju wisata Gunung Batu.

“Ya semalam kita hentikan terlebih dahulu kegiatan tersebut, sampai ada titik temu dan kepastian. Antara pengusaha HS dan pihak pemerintah desa,” jelasnya.

Sementara salah satu warga sekitar, DK (40) mengaku sangat senang sekali dilakukanya betonisasi jalan milik desa oleh seorang pengusaha. Namun yang dia takutkan adalah jika jalan tersebut diklaim milik HS pribadi padahal itu jalan milik desa.

” Kami trauma, karena kejadian sebelumnya pernah terjadi saat HS membuka usaha galian batu, itu jalan desa yang diaspal. Alhasil, jalur tersebut diportal dan warga tidak boleh lewat, padahal itu jalan milik desa, berarti milik kami juga,” tandas DK.

Bukan hanya itu saja, sambung DK, jalan milik desa itu cuma 3 meter, tapi HS “keukeuh” membuat jalan itu jadi 4 meter, bahkan tadinya mau 6 meter. Ada sebagian tanah warga yang seenaknya dibangun jalan tanpa izin olehnya.

” Warga disini takut, dan berkaca dari kejadian sebelumnya, saat dia membuat usaha galian batu, warga yang berontak langsung dicari polisi, karena anak dari HS ini katanya perwira menengah di daerah Sulawesi hingga membuat warga takut,” cetus DK.

” Saya sendiri sebetulnya takut, tapi apakah kami sebagai warga harus diam saja melihat kesewenang – wenangan  seseorang yang punya uang dan jabatan. Padahal yang kami pertahankan ialah hak kami,” tambahnya.

** Nay Nur’ain

Dusting pada Beton Jalan Desa Sukamanah Akibat Cuaca Ekstrem

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Mendapati betonnya berdebu dan ada beberapa keretakan, Pemerintah Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor, melakukan pengecekan lapangan bersama tim PT Universal ECO sebagai batching plant dan Tim Monev UPT PUPR Jonggol, Rabu (23/8/23).

Dalam kegiatan tersebut, terlihat beton yang berdebu dan beberapa keretakan yang disebabkan akibat cuaca panas ekstrem. Hal tersebut disampaikan Humas batching plant PT Universal ECO, Marni. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan diskusi dengan Semen Indonesia Group (SIG) terkait dusting yang terjadi pada betonisasi jalan Desa Sukamanah.

Menurut Marni, hasil diskusi teknis dengan SIG, penyebab dusting itu ada beberap hal yakni, cuaca panas yang menyebabkan air pada permukaan beton menguap, kurang perawatan pada beton atau penyiraman, terjadi bleding pada beton atau finishing kurang, dan adanya penambahan air di lapangan.

” Untuk Desa Sukamanah ini masuk kedalam kategori cuaca panas yang menyebabkan air pada permukaan beton menguap sehingga terjadi dusting,” jelas Marni.

Untuk kondisi beton sendiri, sambung Marni, walaupun berdebu tapi beton produk PT Universal tidak rusak atau ngelotok, dan untuk kondisi beton yang retak itu pun banyak faktor tapi pihaknya tetap akan melakukan cutting wheel pada beton dilapis dengan sika.

” Keretakan itu masih bisa ditanggulangi, dan akan dilaksanakan setelah hasil kroscek hari ini, dan untuk saat ini kami akan melakukan penyiraman air untuk mengurangi debu pada beton, karena memang cuaca sangat panas, dan juga air sedang kekeringan mungkin membuat warga sulit untuk melakukan penyiraman mandiri,” tandas Marni.

Dia menyebut, apa yang disampaikannya berdasarkan hasil diskusi teknis dengan SIG. Karena perusahaannya menggunakan semen dari SIG, dan yang membuat berdebu itu adalah dari semen, maka saat mendapatkan keluhan dari Pemdes Sukamanah langsung melakukan assessment dengan SIG untuk dicarikan solusinya.

” Untuk keretakan sendiri, faktor salah satunya adalah terlalu cepat diinjak. Beton produk kami ini, baru benar-benar sempurna itu setelah didiamkan selama 28 hari, dan faktanya di lapangan warga sudah melintasi jalan, padahal baru 4 hari digelar,” tuturnya.

” Jika mencari siapa yang salah, itu bukan solusi, masalahnya sudah ada tinggal kita carikan solusinya. Jika berbicara kualitas beton, beton kami tidak rusak dan ngelotok, itu bisa dilihat di lapangan, ” tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi mengatakan, tadinya pihak perusahaan mau melakukan penyiraman air semen untuk mengurangi debu. Tapi, dia khawatir warga justeru tidak bisa menahan diri untuk tidak menginjak jalan beton dulu sampai benar-benar kering.

” Jika disiram air semen dan ternyata dilintasi kendaraan warga, hasilnya justeru akan lebih parah dari. Ini betonnya tidak rusak, hanya debunya yang memang efek dari cuaca panas, dan untuk keretakan pihak batching plant akan melakukan cutting wheel dan penambalan dengan sika,” jelasnya.

” Dirinya berharap, warga juga turut membantu melakukan penyiraman secara mandiri. Dan bisa dibandingkan beton yang terlindung dari terik matahari tidak berdebu dan tidak terjadi keretakan, jadi kalo berbicara kualitas, kualitas beton ini bagus, hanya faktor cuaca memang yang sedang ekstrem,” tambahnya.

Hadi menyebut, jalan ini dibeton untuk warga dan akan dinikmati oleh warga, dirinya berharap warga juga turut menjaganya untuk keberlangsungan bersama.

“Dalam waktu dekat ini debu itu akan hilang dengan sendirinya setelah proses penguapan air selesai,” pungkasnya mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Light Up The Dream PLN Gunung Putri Pasang Listrik Gratis di Desa Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Semarak perayaan HUT Kemerdekaan ke-78 RI, bagi PLN  UP3 Gunung Putri terasa semakin spesial dengan adanya program Light Up The Dream dengan tema “Semarak HUT RI Ke-78, Light Up The Dream, Peduli Sesama, Menyala Bersama, Menerangi Bangsa” yang bertujuan mewujudkan mimpi masyarakat yang kurang mampu.

Light Up The Dream adalah program bantuan penyambungan listrik tanpa biaya, hasil dari donasi yang dilakukan oleh pegawai PLN untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan listrik.

Sementara warga Kp Pojok Lame Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor gembira PLN Gunung Putri kembali melakukan penyalaan listrik  gratis kepada 6  pelanggan kurang mampu disaksikan oleh pengurus  RT dan RW setempat.

“Kami sangat bersyukur dipasang listrik secara gratis oleh PLN, sekarang saya bisa mengaji di malam hari,” kata Subki, salah satu penerima bantuan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Komarudin warga desa Sukamakmur. “Seneng banget dikasih listrik gratis oleh PLN, senang sudah punya listrik sendiri.” cetusnya.

Sementara Manager ULP Jonggol, Dimas Aditya Nugraha berharap sambungan listrik gratis yang diberikan oleh PLN dapat bermanfaat bagi keluarga yang menerima bantuan, terutama saat melaksanakan aktivitas di malam hari.

” Semoga apa yang kami berikan bisa membantu warga, terutama untuk aktivitas rumah tangga,” tandasnya.

Terpisah, Manager PLN UP3 Gunung Putri Alamsyah Anwar menyampaikan apresiasi atas niat baik dan tulus dari pegawai PLN Gunung Putri untuk memberikan yang terbaik bukan hanya untuk perusahaan tapi juga untuk masyarakat di sekitarnya.

” Saya berharap program ini bisa terus berlanjut sehingga masyarakat yang kurang mampu yang belum memiliki listrik dapat  terbantu dan lebih nyaman melaksanakan aktivitas di malam hari seperti melaksanakan ibadah dan aktivitas lainnya karena adanya penerangan,” terangnya.

Hal senada disampaikan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Susiana Mutia yang memberikan  dukungan penuh atas kegiatan LUTD.

” Kegiatan sukarela dari para pegawai ini diharapkan dapat terus dilaksanakan dan bisa menyalakan mimpi lebih banyak penerima,” harapnya.

** Nay Nur’ain

RSUD Leuwiliang Jaga Soliditas dengan Aneka Lomba dan Berbagi dengan Anak Yatim

0

Semarak HUT RI ke-78 2023

Leuwiliang | Jurnal Bogor

RSUD Leuwiliang menggelar perayaan HUT RI ke-78 2023 lebih semarak dari sebelumnya dengan berbagai lomba dan lebih solid dengan melibatkan seluruh pegawainya mulai dari tenaga kebersihan hingga level manajemen. Pada puncak perayaan, Selasa (22/8), RSUD Leuwiliang juga peduli sosial dengan menyantuni ratusan anak yatim.

Penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim.

“Tahun ini perayaan HUT RI penekanannya adalah membangun komunikasi dan team work, serta ada kepedulian sosial, ada sekitar seratus anak yatim yang kami santuni,” ujar Direktur RSUD Leuwiliang dr Vitrie Winastri, S.H. MARS disela kegiatan puncak perayaan HUT RI Ke-78 di Gedung RSUD Leuwiliang, Selasa (22/8).

Sehingga bukan hanya kegiatan perlombaan saja yang menghiasi kemeriahan HUT kemerdekaan RI ke-78, namun RSUD Leuwiliang juga berbagi kebahagian dengan ratusan anak yatim. Santunan yang diberikan, Vitrie berupa uang dan bingkisan. Adapun, anak yatim yang menerima santunan mulai dari usia SD hingga SMP. Dirinya berharap santunan bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan berguna bagi anak yatim.    

Bukan hanya santunan, kegiatan memeriahkan HUT RI ke-78 yang dilakukan RSUD Leuwiliang juga dilakukan diluar rumah sakit seperti sosialisasi masalah stunting yang digelar di sekitar Puskesmas Sadeng Kolot. Hal itu dilakukan agar masyarakat tahu dan memahami bagaimana cara mencegah anak agar tidak stunting.

Penyuluhan stunting di Sadeng Kolot

“Mengingat, isu stunting ini sedang ramai, jadi salah satu kegiatan bakti sosial kami di luar rumah sakit yakni melakukan sosialisasi tentang pencegahan stunting,” tutur Dirut RSUD Leuwiliang.

Sedangkan upaya membangun soliditas pegawai terlihat pada lomba membuat nasi goreng, dimana ada 10 grup dan masing-masing grup diisi dari berbagai unit sehingga 1 grup tersebut campuran dari beragam unit. “Ini melatih team work dan komunikasi. Tentu dalam lomba ini diperlukan komunikasi yang nantinya diperlukan saat bekerja di RSUD Leuwiliang. Hasil lomba nasi goreng, ada yang terlalu pedas, terlalu asin da nada juga yang pas enak,” ungkap Vitrie.

lomba balap karung

Ketua Panitia Pelaksana Didih Sutendi, A.Md.Kep juga menjelaskan perayaan HUT RI di RSUD Leuwiliang tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya dengan lebih banyak lomba dan ada sisi lain seperti sosial dan melibatkan seluruh karyawan. “Seperti yang disampaikan Ibu Direktur, ada santunan dan sosialisasi juga masalah stunting,” jelas Didih yang menjabat Kepala Ruangan Instalasi Hemodialisa.

“Jadi lebih lengkap, ada penyuluhan stunting, olahraga, seni dan lomba tradisonal seperti balap karung dan lain-lain,” tandasnya.

“Banyak perlombaan yang kami hadirkan seperti pertandingan tenis meja, bola voli, badminton, sepak bola, senam, RSUD Got Talent, lomba kebersihan dan memasak nasi goreng,” tutur Didih.

Kegiatan perlombaan yang digelar sejak 2 Agustus 2023 tersebut untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kekompakan antarkaryawan mulai dari cleaning service hingga dokter.

Penyerahan hadiah

 “Pada acara puncak, kami memotong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah yng sudah memberikan nikmat sehat dan kekompakan selama kami bekerja di RSUD Leuwiliang ini,” katanya.

Dalam acara yang berlangsung sejak pukul 09:00 WIB hingga 13:00 WIB itu, menampilkan berbagai pentas seni seperti penampilan 3 besar finalis RSUDL Got Talent, penampilan tari Saman dan angklung, serta penyerahan hadiah kepada para juara dan doorprize untuk karyawan RSUD Leuwiliang.

** aseps.sayyev

Agar Hidup Sehat dengan Hirup Udara Bersih, Rayendra Centre Bagikan 1.000 Masker

0

Bogor | Jurnal Bogor

Senada seiring dengan kebijakan Pemerintah Kota Bogor, Rayendra Center membuat gerakan 1.000 masker untuk program membantu mengatasi polusi udara yang belakangan terjadi di Kota Bogor.

Gerakan ini dilaksanakan di beberapa ruas jalan protokol di Kota Bogor, diantaranya Aun – alun dan simpangan Jambu Dua. Target pemberian masker adalah pengendara motor dan warga yang melintas

Diinformasikan sejumlah awak media bahwa kualitas udara Kota Bogor pada Minggu lalu masih dalam kategori sedang. Indeks kualitas udara Kota Bogor mencapai 97.

Dokter Rayendra, founder Rayendra Center mengatakan pihaknya akan terus bergerak dan berbuat untuk warga Kota Bogor.

“Kami sudah bagikan 1.000 masker untuk ikut mewaspadai bahaya polusi. Minimal warga makin sadar bahwa udara saat ini sedang tidak baik-baik saja,” katanya, Rabu (23/08/2023).

Dokter yang kini aktif dalam program Ngariung Sehat itu menerangkan, pihaknya akan terus memantau keadaan udara dan statistik statusnya serta ikut serta menyehatkan Kota.

“Kami berbuat apa yang bisa diperbuat, sekecil apapun dampaknya kami harap bisa turut membantu Pemerintah Kota Bogor untuk menyehatkan Kota,” ujarnya.

Dokter Rayendra berharap kondisi ini segera berakhir dan udara Kota Bogor bisa kembali sehat untuk dihirup.

“Semoga kesadaran warga bertambah untuk kembali menggunakan masker di kesehariannya,” kata Reyendra menutupi.

** m.yusuf